XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label sarah sechan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sarah sechan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 November 2011

ARISAN! 2 : Reuni Sahabat Lama Rahasia Terkuak

Quotes:
Meimei: Teman datang dan pergi tetapi teman-teman sejati selalu di hati


Storyline:
Delapan tahun berlalu, kini Sakti, Meimei, Andien nyaris menginjak usia 40 tahun. Sakti telah berpisah dengan Nino dimana keduanya sudah memiliki hubungan yang baru masing-masing dengan om Gerry dan brondong glamor Octa. Andien yang ditinggal mati suaminya serta Meimei yang bercerai mulai menyibukkan diri dengan kegiatan ibu-ibu sosialita Jakarta, di antaranya ada dokter Joy dengan asisten keuangannya Ara serta kritikus Yayuk Asmara. Belum lagi Lita yang terus membayangi kehidupan Sakti dan Nino sambil menekuni profesi pengacara hukum. Perkenalan Meimei dengan healer Tom dan bartender Moli mulai memberikan perspektif baru dalam hidupnya terutama rahasia besar yang disimpannya rapat-rapat. Bagaimana mereka mengartikan makna persahabatan panjang yang telah dilalui bertahun-tahun pada akhirnya?

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Kalyana Shira Films, Mra Media Group, Ezy Productions dan Add Word Productions, gala premierenya diselenggarakan secara megah di Plaza Senayan XXI pada tanggal 24 November 2011.

Cast:
Tora Sudiro sebagai Sakti
Cut Mini sebagai Meimei
Rachel Maryam sebagai Lita
Aida Nurmala sebagai Andien
Surya Saputra sebagai Nino
Pong Harjatmo sebagai Gerry
Rio Dewanto sebagai Octa
Sarah Sechan sebagai Joy
Atiqah Hasiholan sebagai Ara
Adinia Wirasti sebagai Moli
Edward Gunawan sebagai Tom
Ria Irawan sebagai Yayuk Asmara

Director:
Merupakan feature film keempat bagi Nia Dinata yang lebih banyak bertindak sebagai produser dalam film-film produksi Kalyana Shira Films.

Comment:
Delapan tahun lalu ada sebuah film drama komedi metropolitan yang menghentak dunia perfilman nasional karena mengangkat tema yang cukup “berani”. Adalah Nia Dinata, wanita di balik layar Arisan! (2003) yang mencapai kesuksesan fenomenal itu baik dari raihan jumlah penonton ataupun gaung yang masih sering dibicarakan hingga detik ini (kita bisa pinjam istilah cult untuk penggambarannya). Tepat pada bulan Mei 2011 yang lalu, Kalyana Shira Films sepakat merilis 1000 keping DVD original dalam kemasan yang baru untuk menjawab permintaan pasar yang masih cukup tinggi.
Keputusan tersebut sangat tepat untuk menjadi koleksi penonton lama sekaligus pemanasan penonton baru. Sebab Teh Nia samasekali tidak berbasa-basi untuk memulai sekuelnya ini karena penonton dianggap sudah mengerti akan karakter-karakternya. Meimei, Sakti, Lita, Andien, Nino pun tanpa tedeng aling langsung melanjutkan fase hidup mereka di akhir usia 30an menjelang 40an dimana problematika penuaan,eksistensi, rumah tangga, keturunan dsb mulai menghinggapi mereka.

Sakti & Nino
Tora dan Surya masih “asyik” melebur dalam peran pasangan gay yang memilih jalannya masing-masing setelah sekian lama berkomitmen. Di antara keduanya hadirlah Rio Dewanto dan Pong Harjatmo yang di luar dugaan tampil menggigit. Rio sebagai brondong “super” memang annoying dengan kelakuan sok selebnya sedangkan Pong sebagai sugar daddy sangat diskrit menjaga keutuhan rumah tangganya dengan berbagai pengaturan disana-sini.
Meimei
Kegelisahan Cut Mini di sepanjang film tertangkap kamera dengan baik lewat ekspresi dan bahasa tubuhnya. Kemunculan Edward dan Adinia sedikit banyak mengalihkan perhatiannya. Saya suka interaksi ketiga tokoh ini satu sama lain, permainan fokus kamera yang kerapkali menyorot anggota tubuh tertentu terasa amat personal plus penggunaan bahasa gambar yang ambigu membuat penonton berimajinasi sendiri. Konklusinya pun diserahkan pada pemahaman masing-masing. Dewasa!

Lita & Andien
Aida dan Rachel meneruskan mulut tajam mereka dari Arisan! Sebelumnya. Rachel terlihat lebih matang dengan kesibukan sebagai single parent tak jarang mengurusi abangnya juga. Celotehan-celotehannya dalam bahasa Batak masih mampu mengundang tawa. Aida secara gamblang menjiwai peran wanita yang takut gejala penuaan, hingga membuat karakter-karakter “ramai” yang dimainkan Sarah, Ria, Atiqah bisa masuk secara wajar dalam kehidupan sosialita mereka.
Tiga segmentasi tersebut dicampur adukkan oleh Teh Nia ke dalam drama ensemble dengan banyak babak yang masing-masing memberikan nuansa berbeda. Panorama dari berbagai lokasi syuting juga menguatkan kesan tersebut, mulai dari Jakarta, Magelang (Candi Borobudur) hingga Lombok (Gili Trawangan). Sayangnya ketidak konsistensian jarak pandang yang diambil terkadang mengganggu sinematografi film secara keseluruhan. Belum lagi penempatan scoring music ataupun tembang yang tidak sedinamis prekuelnya.

Konflik-konflik rumit yang melanda setiap tokohnya dalam durasi yang lumayan panjang tiba-tiba diselesaikan begitu saja di menit-menit akhir ending yang agak terkesan antiklimaks. Tidak ada proses yang cukup matang bagi penonton untuk bisa menelusuri jiwa-jiwa galau mereka secara emosional kecuali segmen Meimei yang memang mendapat sorotan lebih. Semudah membalikkan telapak tangan, kesemua karakternya pada akhirnya ditempatkan pada posisi yang happy ending. That’s it!
Jika harus membandingkan; Arisan! (2003) menurut saya adalah film yang smart, simple, witty and fun to watch. Sedangkan Arisan! 2 (2011) ini lebih mencerminkan sisi glam, mature, complex and spiritual. Kedua episode memiliki kelebihan dan kekurangan yang saling melengkapi. Namun ternyata ada yang jauh lebih penting dari sekadar “eksis” di dunia nyata (party, holiday) dan dunia maya (Twitter, Facebook) bagi kaum hedon metropolitan tersebut yaitu persahabatan jangka panjang melewati suka dan duka. Itulah yang ingin digarisbawahi oleh Teh Nia lewat sajian dialog berbobot nan menohok.

Durasi:
119 menit

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:

Kamis, 26 November 2009

XXL : Perang Antar Geng dan Pemulihan "Kepercayaan Diri"

Cerita:
Melanjutkan kepemimpinan ayahnya sebagai kepala geng etnis Sunda "Barudak Lieur", Kasep tidak memiliki kepercayaan diri karena ukuran penis yang dimilikinya teramat kecil. Anggota geng pun memikirkan cara untuk mengatasi itu yakni dengan menyewa jasa Mak Siat ydengan padepokan "Manuk Riang" nya yang baru saja dibebaskan dari penjara. Sementara itu geng saingan mereka, "Wong Kenthir" pimpinan Soemanto terus menekan dan membabi-buta. Dalam "pengobatan"nya, Kasep secara tidak sengaja berkenalan dengan Melati yang merupakan adik Soemanto. Keduanyapun saling tertarik satu sama lain. Bagaimana semua konflik dapat terselesaikan pada akhirnya?

Gambar:
Suasana kampung beretnis Sunda terasa sekali dengan warung, rumah tinggal dan padepokan yang disorot dengan pas.

Cast:
Baru beberapa minggu lalu terlihat dalam Perjaka Terakhir, Aming memang terkesan "kejar setoran" dan kali ini didapuk sebagai Kasep, pemimpin geng Barudak Lieur yang rendah diri karena ukuran alat vitalnya yang minim.
Kembali dalam peran yang sama Mak Siat yang ahli mengecilkan alat vital, Sarah Sechan disini dikisahkan baru dibebaskan dari penjara karena praktek ilegal.
Suami Widi AB Three, Dwi Sasono sebagai Soemanto, pemimpin geng Wong Kenthir yang sangar tapi suka curhat di telepon.
Debut Meychan di layar lebar sebagai Melati, love interest Kasep sekaligus adik Soemanto.

Sutradara:
Debut pertama Ivander Tedjasukmana dalam menangani sekuel film yang dulunya ditangani oleh Monty Tiwa yang kali ini masih bertindak sebagai penulis cerita dan skenario.

Comment:
Kekurangan utamanya adalah fokus cerita yang tidak teratur. Awalnya kita disuguhkan perjuangan Mak Siat yang keluar dari penjara untuk menata hegemoninya kembali di kampung halaman dan harus bersaing dengan Mak Lampir. Namun setelah itu film menguap dengan berpindah pada kehidupan geng Barudak Lieur dengan segala permasalahan dan perseteruannya dengan geng lawan. Lalu diselipkan pula pada romansa antara Kasep dan Melati yang meskipun cukup menarik tapi tidak mampu merangkai bangunan film menjadi satu kesatuan utuh. Salahkan skenario yang memang tidak terkonsep matang. Demikian para cast yang sudah tampil dengan kapasitas masing-masing menjadi sia-sia. Sebagai komedi, kelucuan masih dapat tercipta di beberapa bagian melalui tindak-tanduk ataupun celotehan meskipun sebagian besar hanya membuat penonton terpaksa tertawa. Pada akhirnya ending XXL dikonklusikan dengan sangat enteng yang sayangnya tidak bermakna apa-apa.

Durasi:
95 menit

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Kamis, 04 Juni 2009

QUEEN BEE : Kepercayaan Baru Itu Patut Diperjuangkan

Cerita:
Hidup sebagai putri calon presiden membuat Queenita Siregar bisa memperoleh segalanya tapi ia tetap berusaha mandiri dan mempunyai idealisme sendiri. Masalahnya ayahnya, Rachmat Siregar belum mempercayai putrinya yang baru berusia 17 tahun itu ditambah kesibukannya membuat hubungan keduanya berjarak. Saat berkenalan dengan Braga, Queen memasuki dunia baru yang indah walau tidak bertahan lama sejak kehadiran seorang paspampres muda yang selalu mengawalnya kemanapun ia pergi. Pada akhirnya hari pemilihan pun tiba, kepercayaan dan sikap menjadi penting artinya bagi Rachmat Siregar dan Queen untuk memulai sebuah dunia yang baru.

Gambar:
Sinematografi yang lumayan meski belum sempurna tapi berhasil memperhatikan detail-detail adegan dengan baik.

Act:
Tika Putri sebelumnya kita lihat dalam Jagad X Code. Disini sebagai Queenita Siregar, Tika tampil maksimal sebagai gadis muda mandiri dan kreatif dengan segudang ide yang hanya ingin hidupnya normal.
Aktor kawakan, Mathias Muchus menjadi calon presiden, Rachmat Siregar yang bijak dan berwibawa. Menarik melihatnya disini karena di beberapa scene mengingatkan kita pada pembawaan SBY.
Penampilan apik Oka Antara sebagai A-140507, kode seorang Paspampres muda yang tegas tetapi baik hati.
Mencuri perhatian seperti biasanya, Sarah Sechan sebagai Silvi, ajudan presiden yang perfeksionis sekaligus egois.
Reza Rahadian sebagai Braga, pemuda yang aktif dalam kegiatan sosial dan membuat Queen merasa nyaman di dekatnya.

Sutradara:
Fajar Nugros merupakan murid dari sutradara kondang Hanung Bramantyo, Namun dalam Queen Bee, Fajar berhasil mengedepankan film remaja yang kuat sekaligus menyenangkan dimana ia juga turut andil dalam penulisan ceritanya. Great job!

Komentar:
Terlepas dari iklan komersil yang dominan di pertengahan film, nilai 8 mungkin terlalu tinggi untuk Queen Bee, sepatutnya di angka 7.5 tetapi saya pribadi benar-benar menyukai plot dan eksekusi cerita yang bergulir mulus dan detil untuk ukuran film lokal ini. Di tengah Pemilihan Presiden 8 Juli mendatang memang belakangan banyak film yang menampilkan tema serupa. Namun film ini menyorot sisi dramatis kehidupan putri seorang calon Presiden. Familiar mungkin karena pernah ditampilkan dalam beberapa film Hollywood semisal Chasing Liberty. Hal tersebut tidak menghalangi Queen Bee untuk bercerita dengan gayanya sendiri yang fun, ringan tapi tajam menyengat!

Durasi:
100 menit

Overall:
8 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Selasa, 12 Mei 2009

JANDA KEMBANG : Gadis Misterius Pengundang Polemik Pinggir Kota

Cerita:
Gadis cantik misterius bernama Selasih datang ke desa Pulo Bantal untuk menghadiri pernikahan ketiga teman baiknya. Kontan warga desa geger dengan kecantikan Asih yang disinyalir janda kembang termasuk dua remaja tanggung, Fadli dan Radja. Kekosongan penyanyi di bandnya membuat Dodirama secara dadakan meminta Asih bernyanyi di panggung. Tak nyana Asih langsung disukai dan menjadi penyanyi tunggal meski membuat istri Dodirama, Yuli Nada cemburu. Kejadian demi kejadian berujung pada insiden wanita-wanita sedesa yang mengamuk dan berniat mengusir Asih dari Pulo Bantal. Siapa Asih sesungguhnya dan apa tujuannya datang ke Pulo Bantal?

Gambar:
Suasana pinggir kota ditampilkan menarik secara visual lengkap dengan atribut desa yang cukup mencolok.

Act:
Luna Maya terakhir main film hampir setahun lalu dalam Cinlok. Kali ini sebagai Selasih, Luna dituntut bernyanyi dangdut beberapa hit populer sembari menyembunyikan identitas aslinya yang misterius dengan cara lebih banyak bungkam.
Ringgo Agus Rahman sebagai Dodirama, pemimpin band yang menaruh hati pada Asih tapi seringkali berdalih untuk menyelamatkan statusnya di hadapan keluarga.
Sarah Sechan sebagai Yulinada, istri Dodirama yang hobi cegukan. Cemburu membuat Yuli menghasut warga sekitar dan seringkali bertengkar dengan suaminya itu.
Edric Tjandra sebagai Iwet, sepupu Asih yang kemayu.
Esa Sigit dan Rifat Sungkar sebagai duo sobat remaja Fadli dan Radja memperlihatkan akting yang natural.
Didukung juga oleh Sita Nursanti, Joe P Project, Joshua Pandelaki dll.

Sutradara:
Nama Lakonde bisa jadi teramat asing. Debut penyutradaraanya langsung mendapat supervisi dari sutradara pencetak box office, Hanung Bramantyo. Hasilnya? Janda Kembang terasa membumi dan cukup mudah diterima oleh penonton dari berbagai kalangan.

Komentar:
Sangat diinspirasi oleh film Italia, MALENA yang dibintangi Monica Belucci. Tapi tidak lupa unsur lokal masih ditonjolkan terutama lewat musik dangdut. Plot cerita yang dibangun sejak awal film memang menarik tapi sayang bangunan cerita masih kurang terkonstruksi dengan rapi sehingga banyak menyisakan lubang yang tak terjawab. Paling fatal terasa di ending dimana diselesaikan dengan begitu mudah dan penonton dipersilahkan mereka-reka sendiri. Hm, nikmati saja penampilan cantik Luna Maya bernyanyi dangdut dengan aransemen baru yang cukup menggigit.

Durasi:
100 menit

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Kamis, 26 Maret 2009

SUKA MA SUKA : "Berpura-pura" Demi Mendekati Gadis Impian

Cerita:
Dua playboy ganteng, Wisnu dan Rezky masing-masing bekerja sebagai fotografer dan reporter teve. Karena sering terlambat ke kantor, Rezky berniat pindah kos. Pada saat itulah ia bertemu Wisnu dan bukan kebetulan mereka berada dalam satu taksi yang sama dengan tempat tujuan yang sama yaitu rumah tante Ria! Putus asa karena tidak diperbolehkan menyewa, mereka mencoba berpura-pura sebagai pasangan gay dan berhasil meyakinkan tante Ria dan keponakannya yang manis bernama Bella. Bersaing mendapatkan perhatian Bella, Wisnu dan Rezky melakukan hal-hal konyol termasuk membohongi bos baru Bella, Ryan sekaligus menghasut anaknya Dimas.Akankah pada akhirnya Bella mengetahui perbuatan kedua cowok itu di belakangnya?

Gambar:
Tidak selayaknya film keluaran MD Pictures, gambar-gambar di film SMS ini tidak terlalu memanjakan mata kecuali tentu saja warna kostum pemain-pemainnya yang mencolok.

Act:
Teuku Wisnu sebagai Nunu masih belum terlepas dari apa yang sudah dipertunjukkannya dalam layar kaca. Penampilan perdananya di layar lebar cenderung tidak lepas.
Rezky Aditya sebagai Kiky cukup menjanjikan karena berhasil menampilkan citra playboy yang fun sekaligus kocak dalam keberpura-puraannya.
Walau cukup lama absen bermain film, Laudya Cynthia Bella sebagai Bella terlihat cukup natural dan tidak berlebihan.
Sarah Sechan sebagai Tante Ria yang genit seperti biasa berhasil mencuri perhatian walau scenenya tidak banyak.
Choky Sitohang sebagai Ryan dalam debutnya pula. Sepertinya gaya presenter yang percaya diri masih terbawa dalam film ini.

Sutradara:
Karya perdana Encep Masduki di kancah perfilman nasional. Tidak terlalu baik walau tidak bisa dibilang buruk juga. Casting yang melibatkan sebagian pemain Cinta Fitri menjadi nilai tambah karena mereka sudah cukup dikenal luas. Eksekusi cerita yang dilakukannya cukup detail walau secara keseluruhan diragukan originalitasnya.

Komentar:
Sepertinya baru minggu lalu menyaksikan tema serupa dalam Pijat Atas Tekan Bawah. Sejak menit awal saya sudah tahu dan langsung kehilangan minat untuk menyaksikannya sampai habis. Rasanya perlu diklarifikasi skenario mana yang selesai tulis terlebih dahulu? Konon keduanya merupakan jiplakan dari film India, Dostana. Jika memang benar tentu hal ini akan sangat memalukan karena sedemikian miskin idenya sampai melakukan hal seperti itu. Terlepas dari itu semua, saya merasa SMS yang beraliran drama komedi sedikit lebih baik dari PATB yang komedi slapstik dari semua segi. Bagaimana pendapat anda?

Durasi:
85 menit

Overall:
6.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Selasa, 16 Desember 2008

MARRIED BY ACCIDENT : Kisah Pasangan Belia Menghadapi Kehamilan Dini

Cerita:
Memasuki usia enam bulan pacaran, pasangan belia belasan tahun Raskal dan Ole dipusingkan masalah harus make love atau tidak. Desakan dari kedua teman Raskal yang mesum dan kakak Ole yang hiperseks membuat keduanya terjebak dalam hubungan seks pra nikah. Ternyata kejadian "satu kali" itu membuat Ole hamil. Kebingungan karena tidak siap menghadapi konsekuensi pernikahan dini, Raskal dan Ole nekat mendatangi dokter aborsi. Namun karena asumsi yang menakutkan dan tidak tega dengan anak yang dikandungnya, Ole memutuskan untuk memelihara jabang bayi. Sementara pertengkaran demi pertengkaran terjadi diantara keduanya, kandungan Ole semakin membesar dan sulit untuk disembunyikan lagi. Bagaimana tindakan Ole dan Raskal selanjutnya? Berhasilkah ketahanan cinta mereka lolos dari ujian di saat harapan dan cita-cita yang masih membubung tinggi?

Gambar:
Kualitas gambar secara keseluruhan di indoor maupun outdoor terlihat kurang terang sehingga cukup mengganggu. Apakah karena diblow up atau belum diremastered?

Act:
Marcell Darwin terbukti tidak hanya berwajah cute tapi telah membintangi beberapa jenis film mulai dari horor dan komedi, kini hadir dalam perannya sebagai Raskal, cowok lugu baik hati yang menunjukan rasa tanggungjawab yang tinggi di usia yang tergolong muda.Nikita Willy berperan dalam film layar lebar keduanya setelah Bestfriend. Kali ini sebagai Ole, gadis belia yang terjebak dalam kehamilan, penjiwaan Nikita cukup meyakinkan.Sarah Sechan lagi-lagi menguasai peran komedik yang disodorkan kepadanya. Sebagai bidan de'Bunting, Sarah berhasil "mencuri" layar setiap kali scene ditujukan kepadanya.Duet Ikang Fawzi dan Marini Zumarnis serta Tino Saroenggalo sebagai orangtua Raskal dan Ole melengkapi film ini sesuai karakternya masing-masing.

Sutradara:
Karya kedua Winaldha E. Melalatoa ini jauh lebih baik daripada Drop Out. Kolaborasinya dengan penulis Ve Handojo menghasilkan sebuah drama remaja yang bisa menjadi teladan. Terlihat dari segi casting yang lumayan menjanjikan dan eksekusi akhir yang ada di atas rata-rata.

Komentar:
Chemistry Raskal dan Ole tertangkap dengan baik, itu yang menjadi poin plus film ini sehingga membuat penonton berempati pada mereka. MBA bisa menjadi potret nyata untuk pergaulan remaja sekarang yang semakin bebas yang tidak tahu konsekuensi apa yang akan mereka hadapi di kemudian hari dari tindakan mereka itu. Film yang manis, wajar, lucu, sarat pesan moral walaupun tidak menggurui.

Durasi:
95 menit

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10

Rabu, 08 Oktober 2008

CHIKA : New Movie or Just a Remake?

Hm, nonton Chika awalnya bikin kening gw berkerut. Kenapa? Karena prolog film penuh dengan kebetulan2 yang dipaksakan! Tapi harus diakui setelah itu, film mengalir lancar dan cukup fun untuk disaksikan.

Cerita:
Chika, remaja 15 tahun yang dunianya seakan runtuh dalam sekejap. Mulai dari diputusin pacarnya secara sepihak sampe “ditinggal” kedua orangtuanya yang tewas dalam kecelakaan pesawat. Dari situ, Chika dituntut untuk “bangkit” dan meneruskan hidupnya apapun rintangan yang dihadapi. Beruntung dia masih punya kakaknya Karen, seorang designer mandiri nan sibuk yang masih bisa membiayai hidup dan pendidikannya. Sampai pada suatu ketika, Chika bertemu seorang cowok judes plontos, Yoza. Sejak itulah konflik film berkembang dengan interaksi mereka yang berujung cinta?

Act:
Sharon Jessica, pendatang baru cukup memperlihatkan akting yang dominan di film ini sebagai Chika yang imut nan polos.
Muhammad Fardhan terlihat cukup natural membawakan karakter Yoza.
Sarah Sechan paling “nendang” di film ini sebagai kakaknya Chika, witty and funny!

Gambar:
Konsisten dengan konsep indoor outdoor secara simultan. Good quality pictures. Di epilog film, setting berpindah ke kota Venice yang indah lengkap dengan gondolanya.

Komentar:
Hm, yang jadi ganjalan itu, apa iya Chika remakenya Apa Artinya Cinta? Konsep cerita sangat2 mirip.Dua tokoh utama tetanggaan juga! Paris diganti Venice! Lagunya juga sama2 digarap Melly. Dulu duet sama Ari Lasso, sekarang mengusung Potret bawain I Just Wanna Say I L U! Karakter Shandy Aulia masuk ke Sharon Jessica, cantik nan lugu. Karakter Samuel Rizal juga diambil Fardhan, cool baldy but jutek. Gimana nih Pak Ram dan Sunil Soraya? Desperately mengulang kesuksesan Apa Artinya Cinta? di musim libur Lebaran ini? Well, gw harus akui, Chika slightly better daripada Apa Artinya Cinta? entah bagaimana pandangan anda :p

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Gw ga prnh nilai film dibawah 6 krn biar bagaimanapun itu sebuah karya seni
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!