XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Minggu, 02 Agustus 2009

I LOVE YOU, BETH COOPER : Kejutan Pernyataan Cinta Kelulusan SMU

Quotes:
Beth Cooper-Thank you... for loving me.
Denis Cooverman-What's not to love? You remember that. .

Storyline:
Saat pidato menutup wisuda SMU, si kutu buku Denis di luar dugaan menyatakan cinta pada kembang sekolah Beth sembari menunjuk teman-temannya yang lain dengan segala kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Kontan semua terkejut, sebagian heran dan sebagian berang termasuk Kevin, mantan kekasih Beth. Bersama Rich, Denis mengundang Beth ke pesta kecil-kecilan di rumahnya. Tak dinyana, Beth datang bersama Cammy dan Treece. Apa yang terjadi setelah itu sungguh mengejutkan dan menggelikan yang mungkin mengubah masa depan Denis memasuki bangku kuliah!

Nice-to-know:
Penulis novel adaptasi film ini, Larry Doyle mengakui awalnya ia mengembangkan ceritanya untuk sebuah film. Tetapi setelah gagal, ia menerbitkannya sebagai novel. Lucunya novel tersebut menjadi populer dan akhirnya diadaptasi menjadi tontonan layar lebar.

Cast:
Angkat nama lewat peran Claire Bennet dalam serial ternama Heroes, Hayden Panettiere berperan sebagai Beth Cooper, kembang sekolah yang ceria dan penuh kejutan.
Terakhir tampil singkat dalam Inglourious Basterds, Paul Rust bermain sebagai Denis Cooverman, kutubuku pandai yang bernyali besar.
Didukung pula oleh Jack Carpenter, Lauren London, Lauren Storm dan Shawn Roberts.

Director:
Chris Columbus memulai karir penyutradaraannya lewat Adventures in Babysitting (1987). Film ini merupakan film garapan ke-14 nya.

Comment:
Komedi remaja Hollywood banyak sekali didominasi oleh tema seks semisal keperawanan yang harus dilepaskan pada pesta graduasi seperti yang ditunjukkan American Pie, Road Trip dsb. Memang harus diakui, siapa sih yang tidak ingin melakukan hal-hal gila yang menyenangkan setelah terlepas dari suatu masa. Namun tidak halnya dengan film ini yang murni berkisah tentang cinta terpendam yang seharusnya diucapkan. Plot ceritanya sederhana saja dengan tempelan humor disana-sini yang cukup norak walaupun tidak sampai jatuh menjijikkan. Karakter Panettiere menjadi jualan utama sebagai fantasi remaja pria seumurnya tapi tetap rendah hati, disini ia terlihat manis menarik dan seksi tentunya. Rust meski terlihat tua untuk ukuran anak SMU tapi ekspresi dan tingkah lakunya cukup menyelamatkan aktingnya. Endingnya yang sewajarnya menyelipkan pesan moral mungkin saja mudah ditebak meskipun bisa jadi tidak memuaskan anda. I Love You, Beth Cooper bukanlah film emas yang dapat diingat penonton dalam waktu yang lama, tetapi setidaknya cukup berarti untuk tontonan remaja apalagi yang akan ataupun baru lulus sekolah. Tertawalah selama lebih kurang 100 menit dan renungkan masa yang sudah pernah anda lalui itu.

Durasi:
100 menit

U.S. Box Office:
$14,793,904 till Oct 2009.

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sabtu, 01 Agustus 2009

UP : Cinta Abadi Berujung Petualangan Fantastis

Quotes:
Carl Fredricksen-[Carl, with his house high in the air, opens his door to see who knocked on it. Looking around, he spots Russell and yells... ] Whaa!
Russell-Hi, Mr. Fredricksen! It's me, Russell!
Carl Fredricksen-What are you doing out here, kid?
Russell-I found a snipe, and I followed it under your porch, but this snipe had a long tail, and looked more like a large mouse.
[His flag then blows away in the wind, and he gasps]
Russell-[Turns to Mr. Fredricksen] Please let me in.
Carl Fredricksen-[pause] No.
[He slams the door shut]
Carl Fredricksen-[Russell waits uncertainly for a few seconds. The door opens again] Oh, all right...
[Russell runs inside]

Cerita:
Bocah penyendiri Carl Fredrickson bertemu dengan anak perempuan bersemangat Ellie. Lewat serangkaian kejadian, mereka akhirnya menikah dan hidup bahagia sambil mempertahankan mimpi untuk pergi ke negeri yang hilang di Amerika Selatan. Sayang sebelum semuanya terwujud, Ellie meninggal. Carl yang berduka bertekad mewujudkan impian istrinya dengan cara apapun juga. Lewat ide brilian menggunakan puluhan ribu balon udara, Carl berhasil menerbangkan rumahnya untuk menuju tujuannya tanpa menyadari bahwa seorang pramuka siaga bernama Russell turut serta dalam perjalanannya. Petualangan apa yang akan mereka temui kemudian?

Gambar:
Animasi Pixar yang berkolaborasi dengan Disney terkenal sangat halus dan indah apalagi ditambah dengan sentuhan 3D yang dijamin memuaskan mata anda!

Voice:
Aktor kawakan berusia 80 tahun, Edward Asner sebagai Carl Fredricksen
Jordan Nagai sebagai Russell
Christopher Plummer sebagai Charles Muntz

Sutradara:
Pernah sukses dengan Monsters, Inc. (2001), Pete Docter kembali setelah 8 tahun menjadi penulis, pengisi suara atau produser dalam beberapa film animasi kondang. Dibantu pula oleh Bob Peterson sebagai asisten sutradara.

Komentar:
Bagian pertama UP boleh dibilang sangat sederhana tetapi menyentuh mengenai kisah cinta sepasang manusia berlainan jenis yang terjalin abadi. Sedangkan bagian kedua lebih menekankan pada petualangan Carl, Russell bersama seekor anjing Dug dan burung langka Kevin yang seru sekaligus lucu. Kombinasi itulah yang menjadi jualan animasi terbaru Disney-Pixar ini yang kerapkali menyuguhkan nilai-nilai kemanusiaan dan pesan moral yang kental. Ya, menyaksikan UP akan membuat anda tertawa sekaligus terharu. Bagaimana sebuah ide simpel bisa dikembangkan menjadi suatu tontonan yang sangat kreatif. Lupakan sejenak beberapa logika dasar yang nonsense dan juga plot cerita yang predictable, film ini tetaplah juara di berbagai aspek lain!

Soundtrack:
"Habanera" from "Carmen" by Georges Bizet
"The Spirit of Adventure" by Craig Copeland

Durasi:
90 menit

U.S. Box Office:
$279,583,282 till mid July 2009

Overall:
8 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 31 Juli 2009

MAU DONG AH : Kolaborasi "Komedian" Tokoh Politik dan Polisi Lalu Lintas

Cerita:
Dengan partai Angin Surga, Raden Mas Panji Komeng yang gemar makan kerupuk ini bertekad melakukan kampanye yang sehat. Kinerjanya didukung sekretaris cantik, beberapa punggawanya serta penyanyi dangdut top.
Di sisi lain, seorang polisi lalu lintas setengah baya, Jojon tengah dilanda kesulitan ekonomi dikarenakan kebutuhan keluarganya yang sangat mendesak tetapi ia berniat meraih semuanya dengan cara yang jujur.
Dua tokoh yang boleh dibilang unik dan langka di tengah masyarakat yang apatis ini tanpa sengaja bertemu di sebuah kejadian yang tak terduga.


Gambar:
Multiscene yang berpindah-pindah dari satu frame ke frame lain khas K2K kembali muncul dalam film yang banyak menyindir situasi yang kerap muncul di ibukota ini.

Act:
Boleh dibilang jadi ajang unjuk kebolehan berkomedi antara Komeng dan Jojon yang sebetulnya sangat kontras. Komeng dengan gaya ceplas-ceplosnya, Jojon dengan gaya kalemnya.
Didukung oleh cameo Cut Memey, Happy Salma, Julia Perez dan suami Damien Perez.

Sutradara:
Digawangi produser "nekad" KK Dheeraj, Christian Pauli terjun mengarahkan film komedi ini masih dengan formula yang sama. Mudah-mudahan hasil box officenya juga minimal sama dengan yang sudah-sudah.

Komentar:
Meski masih terkesan kacau tetapi niat berceritanya masih perlu kita hargai. Komeng kembali tampil dominan disini, spontanitasnya memang lucu walau kadang berlebihan. Sebaliknya komedian senior Jojon tampil smooth dan cukup baik sehingga mampu mengundang simpati. Secara keseluruhan, tampaknya Mau Dong Ah "berusaha" meluruskan persepsi-persepsi umum yang salah di mata masyarakat terutama tentang tokoh politik dan polisi pada khususnya.

Durasi:
70 menit

Overall:
6.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Kamis, 30 Juli 2009

DARAH PERAWAN BULAN MADU : Teror Hantu dan Erotisme di Pulau Terpencil

Cerita:
Setelah sukses merjer, Putra dan Amira menikah, segera saja mereka menikmati bulan madu di sebuah pulau terpencil yang dijaga oleh seorang satpam, seorang koki, seorang pengawas dan putranya yang bernama Agus. Kemesraan Putra dan Amira di pulau eksotis tersebut perlahan terusik oleh sesosok hantu pengantin yang terus menerus meneror Amira. Siapa hantu pengantin tersebut? Apa rahasia sesungguhnya yang tersimpan di pulau itu?

Gambar:
Keindahan pulau misteri itu terekspos dengan baik mulai dari pantai yang biru dan vila yang senyap seakan mendukung romantisme yang berujung pada kengerian.

Act:
Sempat aktif bermain film di era 2005-2006 termasuk horor sejenis The Missing, Restu Sinaga kali ini bermain sebagai Putra, suami posesif yang menyimpan rahasia perkawinan masa lalunya.
Model seksi Indah Kalalo sebagai Amira yang cantik cerdas banyak mempertontonkan kemolekan tubuhnya disini.

Sutradara:
Hartawan Triguna yang juga bertindak sebagai produser tampaknya cukup pede menggarap film ini. Entah apa yang ingin dijualnya, horor picisan atau adegan syur?

Komentar:
Lemahnya skrip menjadi kendala utama film ini tapi jangan salahkan novel Sekar Ayu Asmara berjudul Bulan Madu yang mendasarinya. Darah Perawan berusaha bercerita. Namun tidak cukup kuat latar belakangnya. Produser dan sutradara rasanya bisa dituding kelewatan memadukan unsur horor dan erotisme yang sangat tidak perlu. Berniat menjadikan nilai jual? Tentunya penonton masa kini tidak sebodoh itu menelan bulat-bulat genre yang pernah merajai perfilman nasional di era 1990an lalu. Kalau mau disebut horor, rasanya tidak cukup menakutkan dan terkesan tempelan belaka.

Durasi:
80 menit

Overall:
6 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Rabu, 29 Juli 2009

DISASTER MOVIE : Parodi Slapstick Bencana Kemanusiaan

Quotes:
Kid-Hey, Hancock. Hancock? We need help. Wake up, you drunk motherfucker. Get your punk ass up, fly down there, and fix that shit.
[Hancock slaps kid away]
Kid-Asshole!
-----
Calvin-Man, you messed shit up with Amy. You're lucky a girl like that would even talk to you. She's hot, sexy. She got a job. Man, that girl out of your league.
Will-She's not out of my league.
Calvin-Shit, she gotta put up with your stank breath. Not to mention your abnormally high plumber's crack.

Cerita:
Will berjuang mendapatkan kekasihnya Lisa kembali. Namun mimpinya semalam menjadi kenyataan dimana "bencana misterius" datang bertubi-tubi tanpa bisa dihentikan memporak-porandakan kota mereka. Bersama kedua temannya, Calvin dan Juney, mereka berusaha bertahan hidup dan menemukan serangkaian peristiwa yang tak kalah anehnya sepanjang perjalanan mereka. Akankah semua "kekacauan" berakhir seperti sediakala?

Gambar:
Bersetting penuh di Louisiana, Disaster Movie full menampilkan adegan slapstick di sepanjang durasi film, lengkap dengan kostum dan make up yang sangat mendukung!

Act:
Sebelum ini mengisi suara Anakin Skywalker dalam animasi Star Wards : The Clone Wars adalah Matt Lanter sebagai Will.
Tampil sekilas dalam ending Fantastic Four : Rise Of The Silver Surfer, Vanessa Minnillo sebagai Amy.

Sutradara:
Kolaborasi kedua di tahun 2008 setelah Meet The Spartans, Jason Friedberg dan Aaron Seltzer tetap pede mengusung parodi cadas. Kali ini beberapa film bencana yang menyangkut kemanusiaan digabung dan diracik dengan formula mereka sendiri.

Komentar:
Dibuka dengan background 10,000 BC, Disaster Movie boleh dibilang cukup kreatif hanya dalam 15 menit pertama film. Semua berjalan agak lucu dan masih ada rel yang jelas. Tetapi apa yang terjadi setelah itu? Rupanya sulit mempertahankan tetap berada di jalurnya. Slapstick yang dijual terasa "over the top" dan parodi yang ditawarkan sangat dipaksakan tanpa plot cerita sama sekali. Kedua hal tersebut diulang terus menerus hingga ending, boleh jadi membuat penonton tertawa muak dengan kening berkerut. Beberapa tokoh film "tenar" muncul disini semisal Hulk, Iron Man, Hancock, Sex & The City, Juno, Alvin And The Chipmunks hingga selebritis dunia seperti Michael Jackson, Amy Winehouse, Jessica Simpson dsb. Siap menyaksikan mereka semua berbagi layar dan menghibur anda? Coba pikirkan kembali. Yang ada kemungkinan IQ anda turun setelah menyaksikan film ini.

Durasi:
75 menit

U.S. Box Office:
$14,190,901 till Oct 2008

Overall:
6 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Senin, 27 Juli 2009

THE APOCALYPSE CODE : Aksi Terorisme Rusia Masa Kini

Storyline:
Teroris Jaffad Ben Zayidi mencuri empat bom nuklir dari kapal selam Amerika yang tenggelam dan meletakkannya di empat kota besar di berbagai penjuru dunia. Ketika Zayidi tewas, kaki tangannya "The Executioners" yang akan meledakkan bom-bom tersebut. Dengan agennya, Marie yang menyamar dalam tim Zayidi, badan FSB berusaha menghentikan tindakan yang akan menghancurkan dunia itu.

Nice-to-know:
Syuting dilakukan di beberapa negara seperti Norwegia, Ukraina, Italia, Malaysia, Inggris, Rusia, Jepang, Perancis hingga Amerika Serikat.

Act:
Anastasiya Zavorotnyuk sebagai Mari
Vincent Perez sebagai Lui (as Vensan Peres)
Vladimir Menshov sebagai Kharitonov
Oskar Kuchera sebagai Anton

Director:
Vadim Shmelev

Comment:
Saya agak skeptis melihat poster film ini apalagi jarang sekali action thriller dari Rusia bisa masuk ke Indonesia. Nyatanya 15 menit pertama, prolog film menampilkan penyerangan helikopter terhadap sekelompok teroris yang cukup seru. Setelah itu sekuens action berjalan cepat dan sangat bergaya Eropa yang sayangnya masih terasa asing. Jangan harapkan nuansa Paul Greengrass dengan trilogi Bourne nya muncul disini walaupun Zavorotnyuk benar-benar bertingkah seperti Jason Bourne wanita mulai dari berkelahi, menembak, berlarian menghindari peluru dan bom hingga terjun bebas dari ketinggian! Skripnya sedikit lemah tetapi anda yang menginginkan film aksi tidak akan kecewa. Bom nuklir, teroris, double agent, secret service tersaji semua disini dan berita baiknya bukan berasal dari superiornya Amerika Serikat seperti yang sudah-sudah. Sempat mendapatkan beberapa nominasi di MTV Movie Awards Rusia 2008 untuk kategori best fight, best actress, best kiss dan debut of the year, The Apocalypse Code mungkin tidak seburuk yang anda pikir.

Durasi:
100 menit

Europe Box Office:
RUR 195,057,075 in Russia till end of Oct 2007.

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Minggu, 26 Juli 2009

PUBLIC ENEMIES : Kisah Perampok Bank Terbesar Sejarah AS

Quotes:
John Dillinger-[from trailer] They ain't tough enough, smart enough or fast enough. I can hit any bank I want, any time. They got to be at every bank, all the time.

Cerita:
Chicago 1930s, John Dillinger dan kawan-kawan sukses merampok bank dan selalu berhasil kabur dari penjara bagaimanapun caranya. Semua itu merupakan kesenangan hidupnya sampai bertemu Billie Frechette dan jatuh cinta. Waktu kemudian membawanya bertemu Melvin Purvis, agen FBI yang punya misi melumpuhkan Dillinger meski harus beradu siasat dan mengerahkan segenap kecerdasannya. Pada masa itu, FBI baru saja terbentuk di bawah kepemimpinan J. Edgar Hoover. Undang-undang Hukum pertama pun diberlakukan di Amerika Serikat untuk pertama kalinya sejak kasus tersebut.

Gambar:
Mengambil setting sesuai lokasi aslinya yakni Wisconsin, film ini berhasil menyuguhkan potret komplet tahun 1930 sesuai replikanya mulai dari kostum, kendaraan dan kehidupan kota besar Amerika Serikat.

Act:
Hampir semua orang percaya bahwa suatu saat nanti Johnny Depp akan mampu meraih Oscar setelah 3 kali dinominasikan sebagai aktor terbaik. Penjiwaannya sebagai John Dillinger, perampok terbesar yang pernah ada di sejarah Amerika Serikat patut diacungi jempol.
Di luar beberapa penghargaan utama perfilman Hollywood, nama Christian Bale memang menjadi jaminan kualitas akting yang beberapa kali memenangkan gelar aktor terbaik festival film asing termasuk dalam The Dark Knight (2008). Disini sebagai Melvin Purvis, sekali lagi Bale memperlihatkan totalitasnya dengan tampil dingin.
Sebelum ini memenangkan Oscar Aktris Terbaik dalam La Vie En Rose, Marion Cotillard semakin mengukuhkan talentanya dengan peran Billie Frechette, love interestnya John Dillinger yang cantik dan bersahaja.
Didukung oleh puluhan nama kondang lainnya seperti James Russo, Billy Crudup, Stephen Dorff, Channing Tatum dsb termasuk kembalinya aktris muda Leelee Sobieski yang sudah lama absen main film.

Sutradara:
Di usia 56 tahun hanyalah Piala Oscar yang kurang dari karier sutradara senior yang satu ini termasuk dalam The Insider (1999). Michael Mann boleh dibilang berhasil dalam jajaran cast Public Enemies dimana modal awal itu menjadi salah satu kekuatan menciptakan film sejarah yang mumpuni. Lihat saja hasil akhirnya!

Soundtrack:
Alunan suara jazzy Diana Krall dan Billie Holiday sangat membantu membangun mood film terutama sisi romantisme Dillinger dan Frechette.

Komentar:
Setting yang sempurna dan kualitas akting yang mumpuni adalah jualan utama film yang diangkat dari kisah nyata ini. Tapi selayaknya film sejarah, sulit mengubah aspek baku yang mungkin hanya berujung pada ketidak akuratan fakta, terbukti dari kemudahan John Dillinger beberapa kali melumpuhkan aparat dan sistem penjara Amerika Serikat di masa lampau yang sepertinya agak tidak masuk akal tapi mau disiasati bagaimana lagi. Sang sutradara sudah melakukan yang terbaik tetapi secara keseluruhan Public Enemies hanya seperti harimau garang tanpa cakar. Separuh pertama film berkutat pada sepak terjang dan asal usul John Dillinger dkk terus terang agak membosankan meski masih tertolong dengan dialog-dialog yang smart. Setengah jam terakhir merupakan suguhan terbaik dimana ketegangan dan dramatisasi berbaur dengan baik.

Durasi:
130 menit

U.S. Box Office:
$79,639,205 till mid July 2009

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Sabtu, 25 Juli 2009

PAKU KUNTILANAK : Balas Budi Sekaligus Dendam Kuntilanak

Cerita:
Trio pemburu mayat yakni Sukun, Obeng, dan Odjie dengan kepalanya Pak Joko dan sekretarisnya Mona harus berhadapan dengan kasus baru.
Seorang gadis, Kunti dibunuh dan dipaku oleh dukun sebelum dimasukkan koper yang dibuang di kali. Tak sengaja ditemukan Pak Joko, Kunti ingin membalas budi dan bersedia diperistri, tentunya dalam wujud manusia biasa sambil berusaha membalas dendam kepada orang-orang yang menyebabkannya tewas. Bagaimana akhir dari misi tersebut?

Gambar:
Cukup konsisten dengan suasana malam hari. Sosok menyeramkan itu banyak terbantu dengan make-up yang sebetulnya berlebihan.

Act:
Masih didukung dengan tim yang sama seperti dulu terutama Kiwil, Eddi Brokoli, Rizky Mocil, Hardi Fadhillah, Cynthiana Alora dan tentunya Dewi Perssik.
Ditambah dengan aktris senior Nanny Wijaya dan model pendatang baru asal Malaysia, Keith Foo serta aktris bule Heather Storm sebagai Sally.

Sutradara:
Masih berusaha menjual formula yang sama yakni paduan horor dan komedi yang kental, Findo Purwono HW tetap mempertahankan garis besar dan jajaran cast yang ironisnya cukup memantapkan hasil box-office 3 film teranyarnya.

Komentar:
Sekuel dari Setan Budeg yang tayang Januari silam, masih mempertahankan pakem yang sama yaitu dengan kekacauan konyol berusaha menyelesaikan kasus supernatural yang bermotifkan balas dendam. Ceritanya dipadu dengan mitos kuntilanak yang harus dipaku untuk membuatnya tidak ganas. Lucu? Meski tidak baru, bolehlah spontanitas komedi itu mengundang tawa. Seram? Hm, rasanya tidak kecuali tawa kuntilanak yang terdengar sangat riil itu (percayalah, saya pernah mendengar yang asli). Lantas apa yang dijual? Murni sebatas franchise komedi hiburan belaka yang tidak perlu banyak berpikir dalam menontonnya. Oya, ditambah dengan beberapa adegan syur yang cukup mencengangkan!

Durasi:
85 menit

Overall:
6.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 24 Juli 2009

KUTUKAN SUSTER NGESOT : Penunggu Rumah Sakit Tua Jaman Belanda

Cerita:
Selepas merayakan kemenangan tim basketnya, asisten pelatih Derry dan segerombolan pemandu sorak berniat kembali ke Jakarta malam hari. Sayangnya malang tak dapat ditolak, bis yang mereka tumpangi terjatuh ke jurang dan terdampar di lembah yang sepi dan asing. Sebagian bermaksud menunggu pertolongan di bis termasuk Shanti yang ngebet berat dengan Derry. Sedangkan yang lain termasuk Derry dan gadis incarannya, Lina berusaha mencari bantuan di luar. Setelah berjalan jauh, mereka menemukan halaman kuburan tak terawat dan sebuah rumah sakit tua peninggalan Belanda. Segera saja mereka menyadari bahwa ada sesuatu kekuatan jahat yang tengah mengincar tumbal di dalam rumah sakit tersebut.

Gambar:
Hanya berlangsung satu malam sehingga gambar-gambar redup dengan suasana menyeramkan pekuburan dan rumah sakit tua sangat dominan.

Act:
Film keduanya setelah Oh Baby tidak membuat Randy Pangalila berakting lebih baik. Disini sebagai Derry, Randy masih terlihat kesulitan beradaptasi dari gaya sinetron ke layar lebar.
Dua akktris pendatang baru Fanny Ghassani dan Celine Evangelista sebagai Lina dan Shanti yang saling bersaing merebutkan cinta.

Sutradara:
Cukup sukses dari raihan jumlah penonton dalam film debutnya tahun lalu, Pocong Vs Kuntilanak membuat David Poernomo berani bermain di genre yang sama. Kali ini menyorot sosok hantu yang pernah dikerjakan saudara kandungnya, Jose Purnomo dalam Jelangkung yaitu suster ngesot.

Komentar:
Meski cukup berhasil mempertahankan intensitas film dari awal sampai akhir tapi sayangnya tidak didukung dengan cerita yang baik. Dialognya mengalir bodoh dan sangat tidak presisi ditambah dengan akting castnya yang tidak menunjang. Belum cukup? Rasa bosan akan menyerang anda saat menyaksikannya dan ditutup dengan sekelumit fakta yang tidak terlalu relevan serta berujung pada ketidakpastian yang absurd. Sedikit spoiler: arwah suster ngesot yang kelihatannya sudah “ditenangkan” tapi bisa muncul kembali. Bingung kan? Hm, tolong jangan berpikir untuk membuang uang anda!

Durasi:
80 menit

Overall:
6 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Kamis, 23 Juli 2009

SYDNEY WHITE : Putri Salju Jaman Modern

Quotes:
Tyler-Who are you Sydney White? You throw a football like Matt Leinart, fearlessly conquer fraternity bathrooms, and clean up nice to boot.
Sydney White-Well, I'm more of a Peyton Manning. Leinart's a lefty.
Tyler-Marry me.

Cerita:
Ditinggal mati ibunya saat berusia 9 tahun, Sydney White tumbuh bersama ayahnya yang seorang pekerja konstruksi. Beranjak kuliah, Sydney menerima beasiswa dan berharap mengikuti jejak ibunya untuk memasuki asrama Kappa Phi Nu. Sayangnya ketua Kappa, Rachel menjegalnya dan membuat Sydney masuk The Vortex bersama 7 siswa tidak populer yaitu Lenny, Terrence, Jeremy, Gurkin, Spanky, George, Embele. Bersama mereka berjuang mengumpulkan dukungan demi mempertahankan The Vortex sekaligus mengembalikan keseimbangan kampus dalam pemilihan Kepala Senat yang baru!

Gambar:
Sepenuhnya bersetting di Florida, Sydney White menyajikan potret kehidupan kampus dan asmaranya dengan cukup glamor dan detail.

Act:
Aktris muda yang cukup dikenal ini pertama kali membintangi Big Fat Liar (2002), Amanda Bynes kali ini bermain sebagai Sydney White yang sederhana, cerdas dan idealis tapi kadangkala tidak percaya diri.
Reuni dengan sang sutradara setelah Sleepover (2004), Sara Paxton berperan sebagai Rachel Witchburn yang cantik culas dan terlalu percaya diri.
Sebelum ini kebagian peran Johnny Blaze muda dalam Ghost Rider (2007), Matt Long berakting sebagai Tyler Prince, ketua perkumpulan Beta yang tampan dan rendah hati.

Sutradara:
Satu-satunya karyanya yang cukup dikenal adalah Sleepover (2004), Joe Nussbaum tetap dipercaya menangani film yang berjudul lengkap Sydney White and the Seven Dorks ini.

Komentar:
Film ini memang adaptasi bebas dari Snow White and Seven Dwarfs dimana plot dipadu dengan kehidupan kampus modern yang penuh dengan dinamika remaja. Termasuk persaingan merebut popularitas sekaligus cinta. Setipe dengan peran-peran terdahulu, harus diakui Amanda Bynes tetap terlihat charming disini sebagai jualan utama jajaran cast. Ceritanya mengalir simpel dan wajar meski terkesan mudah ditebak dengan beberapa humor dan romantisme yang cukup memikat. Maka dari itu satu pesan dari saya saat anda memutuskan menonton Sydney White: Enjoy aja! Jangan terlalu berpikir rumit karena toh masih ada nilai-nilai idealis yang bisa anda petik di dalamnya. Hal lain yang tak boleh terlupakan, aspek hiburannya tergolong baik terutama bagi kaum remaja.

Durasi:
105 menit

U.S. Box Office:
$11,549,960 till Oct 2007

Overall:
8 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!