XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label rizky mocil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rizky mocil. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Oktober 2012

PACARKU KUNTILANAK KEMBAR : Premis Daur Ulang Komedi Horor Gagal


Quotes:
Bodo: Seksi seksi.. Loe liat lukisan Monalisa aja mimisan!

Nice-to-know: 
Diproduksi oleh Studio Sembilan.

Cast: 
Nikita Mirzani sebagai Rosa/Rosi
Nicky Tirta sebagai Budi
Rizky Mocil sebagai Bodo

Director: 
Merupakan film keempat Nuri Dahlia di tahun 2012 setelah Mama Minta Pulsa.

W For Words: 
Jika biasanya ada trio pinpinbo, maka kali ini cuma ada dua. Jika biasanya ada satu sosok hantu, maka disini menjadi dua. Pada akhirnya sama saja toh? Produser tetap membayar 4 orang dengan asumsi Nikita Mirzani mendapat bayaran dobel atas peran gandanya, lumayan buat tabungan selama doi ada di bui. Oops, no offense. Ya, penulis skrip yang sepertinya ghost writer itu kembali lagi dengan gagasan horor komedi tematik yang sudah kadaluarsa semenjak kuntilanak bisa panjat pohon. Kapan itu terjadi jangan tanyakan pada saya.

Alkisah Budi yang ndeso berkawan dengan Bodo yang sesuai namanya. Keduanya kos dan kuliah di tempat yang sama serta melakukan aktifitas bersama-sama pula mulai dari mengumpulkan tugas ke dosen, menghindari tunggakan uang kos hingga cari pacar dengan kriteria di atas standar seharusnya. Alangkah senangnya saat pulang dari acara Kampus Nite di Seven Fly, keduanya bertemu Rosa dan Rosi yang bersedia menjadi pacar mereka tanpa syarat. Sesungguhnya kedua gadis cantik seksi itu adalah jelmaan kuntilanak kembar yang tengah menuntut balas pada Arnold dkk.

Kekuatan utama film ini jelas ada pada komedi yang tercipta lewat interaksi Budi dan Bodo dan horor yang terangkat melalui teror yang dilakukan Rosa dan Rosi. Saya harus katakan, keduanya gagal secara persentase keseluruhan. Hanya satu dua trik yang masih berhasil memancing tawa atau rasa takut. Selebihnya? Meh! Dialog garing dengan lelucon yang tidak lucu mendominasi layar, sama buruknya dengan spinning zoom penampakan rupa buruk kuntilanak berulang-ulang. Teknik terakhir ini mengingatkan saya terhadap kebodohan yang dilakukan KK Dheeraj dalam Genderuwo (2006).

Rupanya Rizky Mocil telah benar-benar melepaskan ciri khasnya selama ini yaitu rambut keriting kribo dan kacamata frame besar. Keputusan yang salah karena seiring perubahan itu, nuansa komediknya juga berkurang drastis. Yang tersisa tinggal suara sengau  yang tetap berupaya keras melontarkan humor spontan non efektif. Gantinya Nicky Tirta yang kali ini dikacamatai dan diubah aksennya menjadi Jawa kental. Kelambanan dan kepolosannya sedikit lebih menyenangkan tapi tak jarang berlebihan sehingga malah terkesan kemayu. Satu catatan positif, setidaknya Rizky dan Nicky cukup berhasil membangun chemistry.

Bagaimana dengan Nikita Mirzani? Ratu sensasi ini seperti halnya dalam Nenek Gayung (2012) ikhlas menokohkan manusia dan hantu sekaligus. Busana ketat nan minim yang menonjolkan payudara dan lekuk tubuhnya memang dianggap masih menjual. Namun stereotype aktingnya masih belum berubah. Teror yang dilakukan pun sangat sederhana, menipu calon korban dengan wujud cantik, berubah menjadi kuntilanak berwajah seram sebelum mengayunkan sabetan mautnya. Fungsi tokoh lain di luar mereka berempat sebatas numpang lewat saja demi memperpanjang durasi. Tidak heran!

Pacarku Kuntilanak Kembar adalah degradasi karya seorang “Nuri Dahlia”. Contoh nyata bagaimana industri ini tampak begitu putus asa dalam menelurkan konsep horor komedi yang fresh demi menjaring penonton dengan cara yang rendah. Premis daur ulang yang hanya akan menorehkan catatan hitam dalam sejarah perfilman Indonesia ini bahkan sudah salah dari penggunaan judul, “Pacarku” sebetulnya lebih tepat diganti dengan “Pacar kita” karena mengambil sudut pandang dua orang sekaligus yaitu Budi dan Bodo. Pada akhirnya, saya pun cuma bisa berucap, “Kasihan!”

Durasi:
90 menit

Overall: 
6 out of 10

Movie-meter:

Jumat, 22 Juni 2012

MAMA MINTA PULSA : Horor Tanpa Gigi Komedi Tanpa Visi

Quotes:
Maya: Setan indonesia itu serem banget, nggak kayak setan Amerika.

Nice-to-know:
Film yang diproduksi oleh Movie Eight dan Rapi Films ini screeningnya diadakan di fX Platinum pada tanggal 20 Juni 2012.

Cast:
Farida Pasha sebagai Mak Lampir
Daus Sparo sebagai Umar
Opie Kumiz sebagai Said
Gary Iskak sebagai Dadang
Nikita Mirzani sebagai Komandan Carolina
Rizky Mocil sebagai Iko
Shinta Bachir sebagai Tessa
Kartika Putri sebagai Jelly
Kikky Rizky sebagai Tino

Director:
Merupakan film ketiga bagi Nuri Dahlia yang rencananya akan dilanjutkan ke Papa Minta Pulsa.

W For Words:
Siapapun para pengguna ponsel di Indonesia rasanya pernah menerima sms “Mama Minta Pulsa karena…” 1001 alasan yang dibuat-buat demi meyakinkan penerimanya untuk bereaksi sesuai yang diinginkan yaitu mentransfer pulsa sebesar nominal tertentu. Modus yang harus diakui kreatif dan berhasil memakan sejumlah korban tersebut diangkat sebagai premis film layar lebar oleh Movie Eight yang tampaknya semakin rajin mengetengahkan urban legend sebagai temanya. Rapi Films menjadi tandemnya dalam menjaring nama-nama yang sudah tidak asing lagi untuk terlibat di dalamnya.

Iko, Tino, Tessa, Jelly mengikuti sesi pelatihan satpam keliling Camp Garuda yang akan menentukan masa depan mereka. Di bawah pimpinan Komandan Carolina yang keras tegas beserta dua asistennya yang pintar-pintar bodoh yakni Umar dan Said, mereka mendapatkan cobaan yang berat. Ketika semua ponsel dikumpulkan, salah satunya berbunyi dimana terdapat sms masuk bertuliskan “mama minta pulsa, kalau tidak dikasih, mama minta nyawa..” yang diikuti dengan kemunculan Mak Lampir. Teror mulai menerpa masing-masing peserta sehingga teka-teki harus dipecahkan sebelum korban berjatuhan.
Tunggu dulu! Sepertinya saya terlalu berlebihan dalam membuat synopsis di atas. Percayalah imajinasi anda tidak akan kemana-mana setelah menyaksikan filmnya dengan mata kepala sendiri. Tidak ada adegan yang memperlihatkan Mak Lampir benar-benar mencabut nyawa manusia. Ia cuma berseliweran dari satu tempat ke tempat lain terutama saat malam tiba. Kasihan sekali melihat aktris legendaris, Farida Pasha harus menurunkan derajatnya menjadi Mak Lampir tak bergigi, kehilangan momoknya meski sudah dimake-up sedemikian rupa untuk terlihat menakutkan.

Penulis skrip Bono Sutisno sedikit meminjam template Chakushin Ari (2003) alias One Missed Call yang melibatkan ponsel sebagai media terornya. Lagi-lagi harapan saya untuk melihat sms berantai dari satu ponsel ke ponsel lainnya dalam mencabut nyawa pemiliknya harus pupus. Lantas apa yang tersisa? Komedi basi yang bergulir, sebagian besar melibatkan fisik mulai dari dada besar Kartika Putri, Shinta Bachir, Nikita Mirzani, kurus kerempengnya Rizky Mocil, besar berototnya Billy hingga kebancian Gary Iskak yang di luar batas toleransi tersebut. What you see is what you get!

Sebetulnya Mama Minta Pulsa menyajikan eksploitasi konflik yang demikian merakyat apalagi didukung dengan desain poster yang cukup menyeramkan. Sayangnya filmmaker ND alias HK yang menggarap ide mentah BS alias AS terlalu malas untuk mengeksplorasi celah tersebut secara lebih bertanggungjawab. Saya meragukan adanya “skrip baku” dalam proses syuting film yang tergolong instan ini. Komedi jor-joran saja belum cukup untuk melengkapi sebuah hiburan ringan yang samasekali tidak didasari oleh logika ini. Uang yang anda keluarkan untuk membeli tiket bioskop sebaiknya digunakan untuk anggaran pulsa saja.

Durasi:
80 menit

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:

Kamis, 24 Mei 2012

KAKEK CANGKUL : Menggali Kreatifitas Tak Bertuan



Quotes:
Duta: Ya jelas beda lah. Kalo dia lecek dari atas sampe bawah..

Nice-to-know:
Film yang diproduksi oleh D’Color Films ini screeningnya dilangsungkan di  Hollywood XXI pada tanggal 1 Mei 2012.

Cast:
Herfiza Novianti sebagai Thalia
Rizky Mocil sebagai Coki
Zidni Adam sebagai Danu
Febriyanie Ferdzilla sebagai Miki
Zaky Zimah sebagai Duta
Yurike Prastica sebagai Mama Lela
Derry Drajat sebagai Pak Lurah
Posman Tobing

Director:
Merupakan film kedua bagi Nuri Dahlia.

W For Words:
Nenek Gayung yang mengangkat fenomena arwah penasaran yang beredar di masyarakat di luar dugaan mencatat sukses dengan perolehan lebih dari empat ratus ribu penonton hingga saat ini sejak rilisnya tepat sebulan lalu. Salah jika anda berpikir hal tersebut memicu kemunculan sekuelnya karena sejak awal Movie Eight dan Unlimited Production memang sudah merencanakan trilogi komedi horor yang akan ditutup oleh Nenek Pispot nanti. Epik bukan? Apalagi semua itu hanya membutuhkan biaya produksi yang tidak terlalu besar dengan keuntungan yang (diharapkan) berlipat-lipat. 
Duta yang tengah berjalan pulang ke kampung bersama ibunya bertemu empat sahabat Coki, Danu, Thalia dan Miki yang tengah menuju wisata arung jeram. Kelimanya bergabung dengan pemuda petualang bernama Jantan mengarungi arus liar yang tidak butuh lama membalikkan perahu. Jantan yang diyakini tidak selamat justru kembali, bersamaan dengan hantu kakek cangkul yang menuntut kuburannya sendiri. Bagaimana mereka berlima dapat mengatasi gangguan supernatural tersebut?

Adegan arung jeram dan camping di pembuka langsung mengingatkan saya pada sebuah segmen In The Middle milik Banjong Pisanthanakun dalam omnibus horor favorit sepanjang masa, 4BIA (2008). Demi apa Bono Sutisno (tak perlu saya sebutkan nama aslinya) memotong ide tersebut dan merekatkannya ke dalam benang merah sekuel trilogy horor komedi “inovatif” lokal ini? Penampilan Jantan bahkan dibuat sama persis dengan kaos merah dan make-up pucat. Interaksi konyol Duta, Danu, Coki, Thalia dan Miki yang pontang-panting berlarian di hutan dan masuk ke dalam tenda juga serupa. Gotcha!
Penampakan kakek cangkul itu sendiri tidaklah seefektif nenek gayung dalam menebar ketakutan dengan repetisi yang lebih minor. Beruntung suasana hutan sunyi berkabut di malam hari mampu menciptakan atmosfir menyeramkan sehingga tidak terlalu sulit bagi Nuri Dahlia membangun setting. Konsentrasinya tinggal bagaimana menciptakan chemistry di antara Zaky, Zidni, Rizky, Herfiza dan Febriyanie yang dominan menyita layar dengan lelucon-lelucon basi yang sebagian di antaranya masih cukup efektif. Penampilan Bolot, Yurike dan Derry yang komikal turut memberikan warna tersendiri.

Sebagai bagian dari “franchise”, Kakek Cangkul memang bukan film berkualitas buruk walaupun logikanya patut dipertanyakan. Bagian penutup yang mengingatkan anda pada film-film Nayato juga terkesan antiklimaks tanpa motif penyelesaian yang cukup jelas. Namun lagi-lagi saya ingin memperingatkan sineas tanah air siapapun itu, mohon tempatkan kreatifitas dan originalitas karya-karya anda di atas dasar apapun juga karena aspek itulah yang membuat anda dihargai. Next pispot, please..

Durasi:
76 menit
Overall:
6.5 out of 10
Movie-meter:

Kamis, 24 November 2011

POCONGGG JUGA POCONG : Cinta Galaunya Pocong Moved On

Romantic teenage love potion, funny "pocong unyu" formula. Fresh mixed ideas that eliminate 2 different worlds' concept!

Quotes:
Poconggg: Hidup itu selalu ada yang pertama. Pertama mulai bisa bicara, pertama mulai bisa berjalan, pertama masuk sekolah, pertama jatuh cinta..


Storyline:
Remaja SMU bernama Dimas memang sudah lama menyimpan rasa bagi Sheila. Sayangnya kencan mereka berakhir dengan tragis. Dimas terbangun dalam wujud pocong. Ya ia telah meninggal dan kini hidup berseberangan alam dengan gadis pujaannya itu. Biar bagaimanapun, Dimas wajib mengikuti kodratnya dan mendapat bimbingan Kunti yang bersimpati ataupun cobaan Anjaw dan kawan-kawan yang sirik padanya. Di sisi lain, Sheila mulai didekati seniornya Adit yang hobi fotografi. Akankah pada akhirnya Dimas alias Poconggg mampu merelakan Sheila bahagia?

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Maxima Pictures dimana media screeningnya diadakan di fX Platinum XXI pada tanggal 23 November 2011.

Cast:
Ajun Perwira sebagai Dimas / Poconggg
Nycta Gina sebagai Kunti
Saphira Indah sebagai Sheila
Rizky Mocil sebagai Anjaw
Guntur Triyoga sebagai Adit

Director:
Merupakan film keempat bagi Chiska Doppert sekaligus yang ketiga di tahun 2011 ini setelah Pocong Minta Kawin.

Comment:
Novel remaja Poconggg juga Pocong termasuk fenomenal karena sudah dicetak ratusan ribu. Kok tau? Soalnya saya baca juga! Meski masih banyak terpengaruh oleh gaya komedik Raditya Dika, Arief Muhammad berhasil menggunakan sudut pandang barunya sendiri, yang belum terpikirkan sebelumnya. Itulah sebabnya subjudul “Bukan Setan Biasa, Setannn!!!” digunakan dan memang amat menggambarkan kontennya yang unik itu.
Tak heran jika Maxima Pictures bekerjasama dengan Universitas Trisakti melihat peluang itu dan mengutus Arief bersama Haqi Achmad mengerjakan skrip filmnya. Hasilnya? Sebagai pembaca novelnya, saya puas. Chapter-chapter dalam novel yang tidak runut itu berhasil dirangkai menjadi sebuah kisah linier yang sarat pengalaman hidup. Mulai dari masa SMU Dimas yang penuh cinta dan keriaan berganti menjadi periode paska kematian Pocong yang galau dan krisis identitas. Semua berjalan saling mengisi dimana penempatan momen-momen penting dalam novel juga tergolong tepat mengintrusi cerita.

Sayangnya sutradara Chiska masih memiliki sedikit masalah dalam hal editing yang membuat pergerakan scene dari satu babak ke babak berikutnya terkesan kurang mulus. Beruntung sinematografi yang disuguhkan masih tergolong memikat walaupun keterbatasan setting lokasi, yang disinyalir demi menekan biaya produksi, tidak dapat dipungkiri. Poin plus lain adalah Joseph S Djafar yang menghadirkan ilustrasi musik yang apik terlebih dengan kehadiran J-Rocks mengisi soundtracknya dengan tembang Ya Aku yang ear-catchy itu.
Penunjukkan Ajun Perwira sebagai aktor utama Dimas memang agak beresiko. Kemampuan aktingnya untuk format layar lebar samasekali belum terasah. Dominannya penggunaan narasi “pikiran” dibandingkan berdialog langsung dengan lawan mainnya sedikit banyak menutupi kekurangan tersebut. Tentunya selain faktor wajah tampan kiyutnya yang tampaknya sangat ampuh menyihir gadis-gadis ABG untuk histeris menyaksikannya. He looks fresh on the big screen, dibandingkan harus menggunakan aktor yang itu-itu saja.

Tampang Saphira mengingatkan saya akan Joanna Alexandra! Peran gadis seumuran Sheila dilakoninya dengan wajar dimana kebahagiaan dan kesedihan silih berganti mengisi hari-harinya. Nycta yang kondang dengan karakter Jeng Kellin ini sukses menerjemahkan figur Kunti cerewet yang tutur kata dan ekspresinya mudah sekali memancing tawa penonton. Guntur kebagian tokoh Adit yang cool, spontan dan sangat mencintai fotografi memang tidak terlalu banyak porsinya tetapi cukup krusial. Meskipun kehadiran Rizky Mocil membosankan toh kesediaannya melawak dengan suara sengau dalam balutan kain kafan patut diapresiasi.
Poconggg Juga Pocong adalah satu-satunya komedi romantis ala remaja lokal yang formulanya "bener" di sepanjang 2011 ini. Kita akan melihat proses jatuh cinta ABG, utarakan isi hati (tolak/terima), bergalau ria sampai ke proses moved-on yang teramat berat itu. Rasa senang dan haru akan mewarnai film yang saya belum tahu apakah akan sukses di pasaran atau tidak (prediksi minimal lima ratus ribu penonton) tetapi rasanya jargon-jargon yang digunakan akan semakin populer seperti cinta yang diibaratkan kentut ataupun naik angkot. Tidak ada alasan takut jatuh untuk sesuatu yang memang layak diperjuangkan. Maka dari itu, melompatlah terus, cong!

Durasi:
78 menit

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:

Kamis, 11 Maret 2010

DENDAM POCONG MUPENG : Kos-kosan Terkutuk Berhantu Pocong

Storyline:
Sepasang kekasih yang tengah dimabuk asmara, Rini dan Andi secara tidak sengaja tewas karena kecelakaan di sebuah rumah megah. Keduanya menjadi hantu dan pocong di rumah tersebut. 10 tahun berlalu, rumah itu telah berpindah tangan ke saudagar Arab kaya bernama Wan Harun yang segera membangunnya menjadi kos-kosan. Tibalah empat pendatang baru masing-masing Sherly, Tommy, Mira, Rojak yang menyewa kamar-kamar di rumah tersebut. Satu persatu mulai mengalami gangguan supernatural hingga harus memanggil dukun seksi. Apakah pada akhirnya teror dapat dihentikan?

Nice-to-know:
Judul semulanya adalah Hantu Puncak Datang Bulan.

Cast:
Andi Soraya sebagai Mira
Tesa Mariska sebagai Sherly
Ferly Putra sebagai Tommy
Rizky Mocil sebagai Rojak

Director:
Lagi-lagi propaganda KK Dheeraj yang berusaha mengikuti tren yang ada yaitu komedi horor ringan.

Comment:
Banyak dipangkas karena dianggap adegan syurnya terlalu berlebihan hingga durasinya tinggal sejam lebih dikit. Lantas apa yang diharapkan? Beruntung film ini pada akhirnya masih bisa tayang setelah diperjuangkan dan mengalami kemunduran tanggal rilis dari jadwal semula 11 Februari 2010. Dari plot cerita yang dangkal rasanya tidak usah ditanya karena merupakan khas K2K Productions. Skrip seadanya, eksekusi, improvisasi, editing sekenanya dan voila, siap muncul di bioskop-bioskop ibukota tanpa peduli kualitas akhir! Mudah bukan? Castnya juga tidak berkontribusi apa-apa selain berakting selebay mungkin terutama aktris-aktrisnya yang mempertontonkan tubuhnya kemanapun. Endingnya pun teramat sangat dipaksakan dan klise film-film sejenis. Ohya, jangan kaget jika menyaksikan pocong dan hantu bisa berdialog dan saling cemburu. Yang lebih aneh lagi, pocong bisa ditimpuk sabun, botol, gayung hingga celana dalam. Nah lho!

Durasi:
65 menit

Overall:
6 out of 10

Movie-meter:
6-sampah!
6.5-jelek ah
7-rada parah
7.5-standar lah
8-lumayan nih
8.5-bagus kok
9-luar biasa

Senin, 04 Januari 2010

SUSTER KERAMAS : Menjual Keseksian Bintang Porno Jepang

Storyline:
Keyla bersama kedua temannya menginap di suatu villa terpencil di desa. Key yang memiliki indera keenam segera mencium ketidakberesan ditempat tersebut, terlebih setelah arwah seorang ibu tua yang meninggal terus mengikuti untuk memperingatkannya tidak menyebut nama suster keramas dengan sembarangan. Sementara itu seorang turis Jepang yang cantik dan seksi bernama Michiko sedang mencari perawat bernama Karmila yang dulu pernah mengurus ayah kandungnya. Pertemuan Keyla dan Michiko juga seorang sutradara pembesut video porno mungkin saja mengusik hantu suster keramas di kediamannya tersebut.


Nice-to-know:
Diproduksi oleh Maxima Pictures yang belakangan konsisten di genre komedi seks horor.


Cast:

Rin Sakuragi
sebagai Michiko

Herfiza Novianti
sebagai Keyla

Rizky Mocil
sebagai Bari

Zidni Adam

Shinta Bachir


Director:
Terakhir menggarap Terowongan Rumah Sakit yang jauh dari publikasi itu, Helfi Kardit dipercaya menangani film ini yang secara terang-terangan menjual aktris luar negeri dari negara Sakura itu.


Comment:

Menit-menit pertama film cukup menjanjikan karena gaya khas sutradara yang sedikit dipicu film-film horor Jepang terlihat meyakinkan. Namun setelah itu, plot cerita menjadi tumpang tindih antara beberapa subplot yang sayangnya tidak didasari dasar yang kuat. Arah film menjadi mudah ditebak dan tidak fokus samasekali. Hal ini tentu saja karena ekspos yang berlebihan terhadap adegan syur di dalamnya yang melibatkan Rin Sakuragi, aktris porno ternama Jepang walau belum setenar Maria Ozawa alias Miyabi yang batal datang ke Indonesia itu. Apakah tren film lokal masa kini sedemikian dangkalnya hingga tidak mementingkan unsur lain? Beruntung gunting sensor masih cukup tajam sehingga tidak menjurus pornografi yang parah tetapi saya tetap menyebut film ini semiporno karena kevulgaran Rin yang mempertontonkan bh dan celana dalamnya terus menerus serta beberapa adegan lesbian yang sebetulnya tidak perlu. Kelucuan yang sejak awal dibangun Rizki Mocil dan Zidni Adam menjadi tidak penting lagi. Apalagi Keyla sang tokoh utama yang terasa tidak perlu dipedulikan nasibnya hingga film berakhir. Intinya, Suster Keramas hanyalah sebuah proyek coba-coba yang tidak mengesankan dalam segi apapun juga.


Durasi:

85 menit

Overall:

6 out of 10

Movie-meter:

Art can’t be below 6

6-poor

6.5-poor but still watchable

7-average

7.5-average n enjoyable
8-good

8.5-very good

9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Sabtu, 25 Juli 2009

PAKU KUNTILANAK : Balas Budi Sekaligus Dendam Kuntilanak

Cerita:
Trio pemburu mayat yakni Sukun, Obeng, dan Odjie dengan kepalanya Pak Joko dan sekretarisnya Mona harus berhadapan dengan kasus baru.
Seorang gadis, Kunti dibunuh dan dipaku oleh dukun sebelum dimasukkan koper yang dibuang di kali. Tak sengaja ditemukan Pak Joko, Kunti ingin membalas budi dan bersedia diperistri, tentunya dalam wujud manusia biasa sambil berusaha membalas dendam kepada orang-orang yang menyebabkannya tewas. Bagaimana akhir dari misi tersebut?

Gambar:
Cukup konsisten dengan suasana malam hari. Sosok menyeramkan itu banyak terbantu dengan make-up yang sebetulnya berlebihan.

Act:
Masih didukung dengan tim yang sama seperti dulu terutama Kiwil, Eddi Brokoli, Rizky Mocil, Hardi Fadhillah, Cynthiana Alora dan tentunya Dewi Perssik.
Ditambah dengan aktris senior Nanny Wijaya dan model pendatang baru asal Malaysia, Keith Foo serta aktris bule Heather Storm sebagai Sally.

Sutradara:
Masih berusaha menjual formula yang sama yakni paduan horor dan komedi yang kental, Findo Purwono HW tetap mempertahankan garis besar dan jajaran cast yang ironisnya cukup memantapkan hasil box-office 3 film teranyarnya.

Komentar:
Sekuel dari Setan Budeg yang tayang Januari silam, masih mempertahankan pakem yang sama yaitu dengan kekacauan konyol berusaha menyelesaikan kasus supernatural yang bermotifkan balas dendam. Ceritanya dipadu dengan mitos kuntilanak yang harus dipaku untuk membuatnya tidak ganas. Lucu? Meski tidak baru, bolehlah spontanitas komedi itu mengundang tawa. Seram? Hm, rasanya tidak kecuali tawa kuntilanak yang terdengar sangat riil itu (percayalah, saya pernah mendengar yang asli). Lantas apa yang dijual? Murni sebatas franchise komedi hiburan belaka yang tidak perlu banyak berpikir dalam menontonnya. Oya, ditambah dengan beberapa adegan syur yang cukup mencengangkan!

Durasi:
85 menit

Overall:
6.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 17 April 2009

POCONG SETAN JOMPO : Lima Mahasiswa Terjebak Dalam Panti Jompo Misterius

Cerita:
Kedatangan suster misterius Saskia ke kampus ternyata bertujuan merekrut lima mahasiswa-mahasiswi yakni Cecil, Ridho, Stella, Joni dan Emilio untuk mengurus sebuah panti jompo. Penolakan berubah menjadi penerimaan saat mereka menatap langsung mata suster Saskia. Ya seakan daya hipnotis mampu mempengaruhi mereka dengan kuat hingga mematuhi setiap kata-kata suster Saskia. Hari demi hari dilalui di panti jompo hingga Cecil menemukan kejanggalan. Siapa sebenarnya suster Saskia? Dan apa hubungan mereka dengan panti jompo tersebut?

Gambar:
Setting panti jompo yang sunyi dan jauh dari keramaian cukup "menentramkan" konsep film secara keseluruhan.

Act:
Banyak mendukung film horor lainnya, baru kali ini kebagian karakter sentral, Uli Auliani sebagai Cecil
Debut peran utamanya di layar lebar, Jonathan 'Ijonk' Frizzy sebagai Ridho
Bintang seksi Deriell Jaqualine sebagai Stella
Si kocak kribo yang kian laris, Rizky Mocil sebagai Joni
Si gendut kemayu, Herichan sebagai Emilio
Terbungkus kostum ketat suster misterius, Bella Esperance sebagai Saskia

Sutradara:
Findo Purwono HW seakan kejar setoran tahun ini. Setelah merampungkan Setan Budeg yang cukup sukses itu, dia kembali dengan genre horor dengan bumbu komedi yang sedang tren. Berhasil atau tidaknya Pocong Setan Jompo tergantung dari penerimaan masyarakat. Hanya disayangkan judulnya yang sangat tidak kreatif dan terkesan "mencari aman" untuk menjual.

Komentar:
Konten cerita Pocong Setan Jompo sebetulnya tidak biasa dan seharusnya mampu dikonsep dengan lebih matang untuk menyuguhkan sesuatu yang baru. Sayang sekali, film ini kembali terjebak dengan stereotype film horor komedi lokal yang menghiasi layar bioskop beberapa bulan terakhir. Kejutan yang dibangun dari awal sampai terungkap di akhir seharusnya menjadi klimaks tapi sayangnya tidak. Sebagai hiburan, cukuplah, tidak buruk tapi tidak bisa dibilang baik.

Durasi:
90 menit

Overall:
6.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Senin, 23 Februari 2009

HANTU BIANG KEROK : Diteror Roh-Roh Terpenjara Rumah Tua

Cerita:
Lima sahabat sejak kecil, Ferry, Rifky, Simon, Aryo dan Steve sudah bersahabat sejak kecil. Mereka berkumpul kembali saat Steve berencana menikah dan diam-diam Simon menyiapkan kejutan penari perut bernama Safira di sebuah rumah tua. Apa mau dikata acara tersebut berantakan saat Safira “tertidur”. Tidak ingin mengecewakan teman-temannya, Simon malah berinisiatif bermain “Jangka Setan” dengan memanggil semua arwah dari segala penjuru. Tidak terjadi apa-apa. Pemilik rumah, Burhan dan dua asisten hansipnya, Japra dan Adung datang membubarkan acara mereka. Tanpa diduga, setelah kejadian itu, mereka berlima diganggu bermacam-macam hantu yang acapkali membuat mereka shock ketakutan. Bagaimana Ferry cs dapat meyelesaikan semua masalah lain dunia tersebut? Apa yang sesungguhnya terjadi di rumah tua itu di masa lampau?

Gambar:
Seringkali bermasalah dengan shot taking yang kurang fokus tapi gambar secara keseluruhan masih bisa dinikmati.

Act:
Fadly Fuad, Erland Joshua, Rizky Mocil, Umar Syarief Altaz, Diego Dimas tampil kompak sebagai lima sahabat dengan segala kekurangan dan kelebihan masing-masing.
Didukung pula oleh beberapa bintang senior seperti Nazar Amir, Elvie Sukaesih, Dorce Gamalama, Mpok Nori, Opie Kumis dan Eddie Karsito yang berakting cukup wajar dan sesuai jam terbangnya.

Sutradara:
We We alias Wiendy Widasari sepertinya cukup terinspirasi dari beberapa film yang pernah ditontonnya. Hantu Biang Kerok masih kurang orisinil dari ide cerita secara keseluruhan. Sebagai karya perdana sudah cukup maksimal karena pakem horor-komedi dipertahankan dengan konsisten dari awal sampai akhir.

Komentar:
Awalnya saya menyaksikan film ini tanpa ekspektasi apa-apa. Pada akhir film, saya mendapati film ini cukup sederhana, dalam arti tidak berusaha membuatnya terlalu pintar ataupun kelebihan bumbu seperti film lain buatan sutradara yang lebih ternama. Kelihatannya tim pembuat film ini berusaha menciptakan franchise horor-komedi, terbukti di end credit sudah dicantumkan tagline, Hantu Biang Kerok 2. Sementara itu kita lihat saja sambutan masyarakat terhadap film pertama ini, barulah menaruh harapan pada sekuel mendatangnya.

Durasi:
100 menit

Overall:
6.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Kamis, 15 Januari 2009

SETAN BUDEG : Aksi Trio Pencari Jenazah Mengungkap Misteri Mayat Hilang

Tagline:
Kadang telinga saja tidak cukup untuk mendengar..

Cerita:
Kisah dibuka dengan tiga pemburu mayat yang kerapkali mengurusi mayat tanpa identitas yang bertebaran di jalan ibukota, terutama mereka yang kecelakaan terlindas kereta dan terpisah-pisah anggota tubuhnya! Saat menemukan mayat seorang gadis yang belakangan diketahui bisu tuli bernama Lala menghilang dari mobil jenazah, Pak Joko sebagai atasan mereka menjadi berang. Di lain waktu, Anita mendapat kabar kalau saudara kembarnya mengalami kecelakaan saat ia sendiri dipenuhi tanda tanya besar mengenai rahasia yang mungkin saja disembunyikan orang-orang terdekatnya?

Gambar:
Cukup jelas tersaji walau banyak bermain di malam hari dengan pencahayaan temaram hampir sepanjang film.

Act:
Dewi Perssik kembali dalam film keempatnya. Belum menunjukkan kemajuan akting yang berarti, kali ini dia bermain sebagai sepasang saudara kembar, Anita yang pandai mandiri dan Lala yang bisu tuli. Perbedaan dari penampilan fisik dan sifat yang ingin ditampilkan belum maksimal walau usahanya menarik.
Lucu menyaksikan debut akting Saipul Jamil sebagai suami Anita disini sebagai pengusaha yang sepintas hidupnya terlihat baik-baik saja.
Eddi Brokoli, Hardi Fadhillah dan Rizky Mocil tampil kocak sebagai trio pemburu jenazah, bahkan tanpa nama masing-masing! Beberapa adegan kocak cukup berhasil memancing tawa.

Sutradara:
Findo Purwono HW yang lebih banyak terlibat dalam produksi drama remaja salah satunya yang fenomenal kontroversial, Buruan Cium Gue kali ini kebagian mengarahkan mantan pasutri kondang Dewi Perssik-Saipul Jamil. Sayang memang keterbatasan skenario sulit disiasati lebih jauh lagi sehingga hasil akhir film ini cenderung tanggung.

Komentar:
Konsep yang ingin diusung film ini menjadi bias. Antara ingin menampilkan hal baru yaitu profesi pemburu mayat, ataukah profil setan budeg yang "katanya" sering berdiam di persimpangan rel kereta api? Belum lagi dikaitkan dengan cerita klise hubungan suami istri dan orang ketiga. Apa yang sebenarnya ingin difokuskan? Yah anggap saja film ini menjual banyolan tanpa perlu berpikir panjang jika misinya hanya ingin menghibur. Tidak lebih.

Durasi:
85 menit

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 24 Oktober 2008

MUPENG : Komedi Proses "Pencarian" Tiga Remaja

Cerita:
Tiga sahabat yang tinggal di kost dan belajar di kampus yang sama, Angga, Abi dan Eksa juga mempunyai nasib yang sama, menjomblo dan sulit mendapatkan cewek karena keterbatasan2 yang mereka punya baik dari segi finansial, tampang dan pengalaman. Pencarian jati diri mereka dimulai saat mereka bermimpi seorang cewek seksi pada suatu malam dan menafsirkannya menjadi indikasi untuk bercinta. Paginya kampus mereka kedatangan mahasiswi cantik dari luar negeri, Rebecca yang persis dengan sosok yang mereka impikan. Apa yang terjadi selanjutnya? Bagaimana proses yang mereka alami bisa membantu mereka memahami arti hidup yang sesungguhnya?

Gambar:
Kebanyakan adegan di film ini bernuansa slapstick vulgar mengundang tawa diselingi dengan adegan komikal saat Abi menjelaskan misi-misinya. Pengadeganan didominasi dengan setting kampus dan rumah kost.

Act:
Trio Dimas Aditya, Mario Maulana, Rizky Mocil tampil kompak dan saling mendukung sebagai tiga sahabat yang bisa dikatakan pecundang. Dialog2 yang mereka lontarkan dan tindakan2 yang mereka lakukan berhasil memancing animo penonton untuk terus mengikuti petualangan mereka dari awal sampai akhir.

Sutradara:
Awi Suryadi selama ini dikenal dengan sutradara seribu genre mulai dari drama (Claudia/Jasmine), horor (Sumpah Pocong Di Sekolah) dan beberapa kolaborasi dengan Thomas Nawilis, kali ini mulai menjajaki komedi. Boleh dikatakan cukup berhasil karena cerita mengalir ringan dari awal sampai akhir. Kentara sekali film ini diinspirasi dari beberapa film teen comedy sejenis buatan Hollywood.

Komentar:
Tidak perlu berekspektasi tinggi dengan film ini. Selain bergenre dumb sex comedy yang notabene hanya untuk memancing tawa atau rasa jijik dari adegan2 yg ditampilkan, ceritanya pun khas anak muda yang tengah penasaran dengan cinta dan keingin tahuannya tentang seks. Untuk penyuka film sejenis American Pie, inilah versi Indonesia nya yang paling tepat dan pas porsinya!

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Gw ga prnh nilai film dibawah 6 krn biar bagaimanapun itu sebuah karya seni
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!