XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Minggu, 07 Juni 2009

CAPRES : Saat Wacana Politik Pilpres Dipertontonkan

Cerita:
Ketatnya kinerja KPK dalam memperlakukan beberapa pemimpin partai politik yang akan maju sebagai calon presiden membuat partai ASU mencari orang dengan kriteria lugu untuk dijadikan tumbal. Pilihan jatuh pada Hartono, staf administrasi kantor mereka yang segera "dipermak" demi kepentingan politik. Perlahan-lahan, Hartono melihat ketidakadilan, kekerasan, ketidakjujuran mewarnai hari-harinya yang membuatnya bertanya-tanya apa yang sesungguhnya ia perjuangkan?

Gambar:
Seadanya dimana lighting seringkali tidak begitu diperhatikan!

Act:
Dwi Sasono sebagai Hartono, boleh dibilang mengambil gaya Soekarno sebagai calon pemimpin bangsa.
Catherine Wilson sebagai Pretty.
Happy Salma.
Feby Febiola.
Beberapa cameo tokoh politik yang tidak perlu disebutkan.

Sutradara:
Toto Hoedi yang sebelumnya terkenal dalam film parodi carut-marut Film Horor yang herannya lumayan sukses masih menggunakan formula yang sama dalam CaPres yaitu keroyokan bintang dengan plot yang "ramai".

Komentar:
Film yang konon berbujet tinggi melebihi Laskar Pelangi ini rasanya sia-sia saja karena tidak didukung sumber daya yang baik. Ide cerita mengenai dunia politik pemilihan presiden memang menyentil tapi seharusnya dengan gaya sarkasme yang baik. Jika banyak yang mengatakan film ini bagus, saya justru heran karena saya merasa tersiksa dari awal sampai akhir dengan plot cerita yang berantakan dan seperti berlarian dari relnya. Pada akhir kata, bolehlah wacana ini menjadi cerminan kita bersama guna mendukung pemerintahan baru yang "bersih". Itu saja nilai plusnya.

Durasi:
95 menit

Overall:
6 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Sabtu, 06 Juni 2009

DRAG ME TO HELL : Kutukan Lamia Menyeret Jiwa Ke Neraka

Quotes:
Shaun San Dena-[possessed by the Lamia] I desire the SOUL of Christine Brown. We will FEAST upon it while she festers in the grave!

Cerita:
Christine Brown memiliki semuanya mulai dari pacar setia, naik pangkat serta masa depan yang cerah. Semua itu berubah saat ia menolak perpanjangan pinjaman rumah seorang wanita Gipsi tua, Ny Ganush. Dalam dendam karena merasa ditolak dan dipermalukan, Ny Ganush mengambil barang milik Christine dan memanterainya. Sejak saat itulah mimpi buruk Christine dimulai karena ia selalu melihat hantu Lamia alias kambing hitam dimanapun kapanpun juga. Sekarang dia hanya memiliki waktu tiga hari untuk mencegah kematiannya sendiri yang akan dihabiskan di neraka untuk siksaan tiada akhir.

Gambar:
Beberapa lokasi di California seperti California State University, Stasiun Union, Jalan Everett hingga 20th Century Fox Studios turut melatarbelakangi film yang bergaya horor tahun 1980an ini.

Act:
Aktris kelahiran 18 September 1979, Alison Lohman terakhir muncul di animasi hidup Beowulf (2007) dan disini kebagian peran utama, Christine Brown yang harus menghadapi mimpi buruk akibat salah keputusan dalam pekerjaannya.
Justin Long memulai debutnya di usia 21 tahun lewat Galaxy Quest (1999). Kali ini ia berperan sebagai Clay Dalton, kekasih Christine yang tidak percaya takhayul tetapi tulus hatinya.
Lorna Raver yang mendapat peran antagonis, Sylvia Ganush biasanya berperan dalam serial televisi termasuk yang terlama The Young and the Restless (2006-2007)

Sutradara:
Mengawali karir penyutradaraan di usia 18 tahun lewat It's Murder! (1977), Sam Raimi merupakan salah satu sutradara produktif Hollywood yang karya-karyanya rata-rata mencapai sukses. Kini lewat horor thriller bergaya tradisional, ia berusaha tampil beda.

Comment:
Sang sutradara yang pada periode 1980an berangkat dari genre horor sejati kali ini kembali dengan formula tradisional di penghujung era 2000an. Suatu pertaruhan yang berani mengingat genre horor sudah mulai lesu terlebih setelah banyaknya remake horor Asia yang tidak terlalu baik kualitasnya belakangan ini. Nyatanya, Drag Me To Hell dengan gaya kontemporernya bisa diterima dengan baik oleh penikmat film dimanapun berada. Satu, karena plot ceritanya simpel dan mudah diikuti, tidak over-the-top ataupun berusaha dibuat pintar dengan twist-twist yang tidak perlu. Dua, dari segi cast. Lohman yang terpilih menggantikan aktris muda berbakat, Ellen Page cukup berhasil menghidupkan karakter Christine yang cantik kalem berdaya tarik tinggi tapi berkepribadian introvert. Raver dengan bantuan make-up terlihat mengerikan sekaligus menjijikkan sebagai Mrs. Ganush. Belum lagi Long yang seakan menjadi penyeimbang kehidupan nyata Christine dengan berkarakter tenang sekaligus rasional. Tiga, film ini tidak terlalu berusaha menakuti penonton tetapi seakan membawa penonton langsung ke situasi yang mengerikan selama durasi film. Ya, dari awal sampai akhir, kita disuguhi elemen-elemen ketakutan yang berbaur dengan kekejaman dan komedi dengan ritme yang berbeda-beda. Ketiga kelebihan itu dapat dikatakan saling melengkapi sekaligus membuat kita seakan kembali ke jaman dahulu dimana sebuah film horor bisa membuat kita tidur di bawah selimut, membeku ketakutan dan mungkin saja bermimpi buruk di malam harinya.

Durasi:
95 menit

U.S. Box Office:
$42,057,340 till Aug 2009

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 05 Juni 2009

FAR CRY : Keluar Dari Basis Misterius Tentara Buatan

Tagline:
Dr. Krieger: You're just a simple boat man.
Jack Carver: I didn't say anything about being simple.

Storyline:
Pensiunan pasukan khusus, Jack Carver kini merintis usaha jasa angkutan yang mempertemukannya dengan seorang fotografer wanita, Valerie Constantine. Valerie meminta Jack mengantarnya ke sebuah basis peninggalan Jepang untuk membawa pulang pamannya, Max yang hilang secara misterius. Misi yang sepintas mudah ternyata sebaliknya. Basis tersebut telah berubah menjadi pelatihan prajurit-prajurit kebal peluru dan tahan rasa sakit. Kini Jack dan Valerie pun harus berjuang untuk keluar hidup-hidup dari tempat tersebut!

Nice-to-know:
Film yang diangkat dari video game ini diproduksi oleh Boll Kino Beteiligungs GmbH & Co. KG yang berkolaborasi dengan Far Cry Productions dan Brightlight Picture.

Cast:
Mulai dikenal di Hollywood semenjak The Replacement Killers (1998) bersama Chow Yun Fat dan Mira Sorvino, Til Schweiger kali ini berperan sebagai Jack Carver
Emmanuelle Vaugier sebagai Valerie Cardinal
Natalia Avelon sebagai Katia Chernov
Udo Kier sebagai Dr. Lucas Krieger
Chris Coppola sebagai Emillio
Ralf Moeller sebagai Max Cardinal

Director:
Pria kelahiran Jerman bernama Uwe Boll ini mengawali karirnya lewat sebuah film berformat video yaitu German Fried Movie di tahun 1991.

Comment:
Setiap pecinta film yang rajin mengikuti perkembangan tokoh-tokoh di baliknya mungkin tidak akan menghargai hasil karya seorang Uwe Boll yang kerapkali menghasilkan film dengan kualitas yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Malangnya hari ini saya menonton salah satu karyanya tanpa menyadari siapa sutradaranya sampai credit title bergulir! Setidaknya selama lebih kurang 90 menit, saya bisa bersikap netral menyaksikannya.
15 menit pertama dapat dikatakan tidak bersinergi dengan plot cerita secara keseluruhan. Ini merupakan ciri khas Boll yang sering mencampur adukkan berbagai elemen mulai dari seks, kekerasan, kesadisan dsb tanpa logika yang jelas. Namun setelah melewati opening, rasanya lebih baik jika menyikapi film ini sebagai sebuah film aksi yang berdiri sendiri. Plot standar dimana pihak baik yang sempat ditawan pihak jahat hingga akhirnya mampu menuntaskan misinya dengan sempurna.
Dari segi departemen akting memang tergolong buruk. Schweiger lebih baik beraksi mempertahankan keselamatan dirinya dibandingkan harus berdialog panjang karena suaranya sendiri terdengar pelan dan tidak jelas. Vaugier juga tidak kebagian sesuatu yang berarti. Sedangkan dari villain, Kier juga gagal menampilkan sosok antisimpatiknya, justru Avelon yang lumayan memancing emosi dengan peran bitch bad lady yang dingin dan kejam.
Penggunaan semua senjata dan properti disini memang terlihat palsu. Namun tempo cepat yang menutup separuh durasi terakhir film ini dengan serentetan adegan aksi terbukti cukup ampuh untuk menutupi kelemahan-kelemahan yang dimiliki. Dan kalau boleh jujur, Far Cry masih lebih baik dibandingkan film-film Boll lainnya ataupun film-film action Hollywood yang tampak terlalu sibuk menghabiskan bujetnya.

Durasi:
90 menit

Europe Box Office:
€566,594 till Nov 2008 in Germany

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Kamis, 04 Juni 2009

QUEEN BEE : Kepercayaan Baru Itu Patut Diperjuangkan

Cerita:
Hidup sebagai putri calon presiden membuat Queenita Siregar bisa memperoleh segalanya tapi ia tetap berusaha mandiri dan mempunyai idealisme sendiri. Masalahnya ayahnya, Rachmat Siregar belum mempercayai putrinya yang baru berusia 17 tahun itu ditambah kesibukannya membuat hubungan keduanya berjarak. Saat berkenalan dengan Braga, Queen memasuki dunia baru yang indah walau tidak bertahan lama sejak kehadiran seorang paspampres muda yang selalu mengawalnya kemanapun ia pergi. Pada akhirnya hari pemilihan pun tiba, kepercayaan dan sikap menjadi penting artinya bagi Rachmat Siregar dan Queen untuk memulai sebuah dunia yang baru.

Gambar:
Sinematografi yang lumayan meski belum sempurna tapi berhasil memperhatikan detail-detail adegan dengan baik.

Act:
Tika Putri sebelumnya kita lihat dalam Jagad X Code. Disini sebagai Queenita Siregar, Tika tampil maksimal sebagai gadis muda mandiri dan kreatif dengan segudang ide yang hanya ingin hidupnya normal.
Aktor kawakan, Mathias Muchus menjadi calon presiden, Rachmat Siregar yang bijak dan berwibawa. Menarik melihatnya disini karena di beberapa scene mengingatkan kita pada pembawaan SBY.
Penampilan apik Oka Antara sebagai A-140507, kode seorang Paspampres muda yang tegas tetapi baik hati.
Mencuri perhatian seperti biasanya, Sarah Sechan sebagai Silvi, ajudan presiden yang perfeksionis sekaligus egois.
Reza Rahadian sebagai Braga, pemuda yang aktif dalam kegiatan sosial dan membuat Queen merasa nyaman di dekatnya.

Sutradara:
Fajar Nugros merupakan murid dari sutradara kondang Hanung Bramantyo, Namun dalam Queen Bee, Fajar berhasil mengedepankan film remaja yang kuat sekaligus menyenangkan dimana ia juga turut andil dalam penulisan ceritanya. Great job!

Komentar:
Terlepas dari iklan komersil yang dominan di pertengahan film, nilai 8 mungkin terlalu tinggi untuk Queen Bee, sepatutnya di angka 7.5 tetapi saya pribadi benar-benar menyukai plot dan eksekusi cerita yang bergulir mulus dan detil untuk ukuran film lokal ini. Di tengah Pemilihan Presiden 8 Juli mendatang memang belakangan banyak film yang menampilkan tema serupa. Namun film ini menyorot sisi dramatis kehidupan putri seorang calon Presiden. Familiar mungkin karena pernah ditampilkan dalam beberapa film Hollywood semisal Chasing Liberty. Hal tersebut tidak menghalangi Queen Bee untuk bercerita dengan gayanya sendiri yang fun, ringan tapi tajam menyengat!

Durasi:
100 menit

Overall:
8 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Rabu, 03 Juni 2009

THE EDGE OF LOVE : Rumitnya Cinta Klasik London

Quotes:
Vera Phillips: You don't even see me, do you? Dylan! All you've got is stories in your head. Words. And I have to feel real. William... makes me real.

Storyline:
Selama Perang Dunia II dimana Angkatan Udara Jerman menyerang London, penulis puisi Inggris yang terkenal asal Wales, Dylan Thomas bertemu kembali dengan Vera Philips, kekasihnya sewaktu remaja. Merekapun berkencan kembali. Sayangnya Dylan ternyata sudah menikah dengan Caitlin. Karena situasi kota yang porak poranda dan merasa senasib sepenanggungan, Vera mengajak Thomas dan Caitlin untuk tinggal bersamanya. Hubungan mereka sangat unik sekaligus rumit, terlebih ketika Vera mulai menjalin asmara dengan tentara Kerajaan Inggris bernama William.

Nice-to-know:
Penulis skrip film ini merupakan ibu kandung dari Keira Knightley.

Cast:
Rasanya baru kemarin melihatnya berperan sebagai Cecilia Tallis dalam Atonement (2007), Keira Knightley disini kebagian tokoh Vera Philips.
Sebelumnya mengisi suara dalam The Little Fox 2 (2008), Sienna Miller kembali sebagai Caitlin Thomas
Matthew Rhys sebagai Dylan Thomas
Cillian Murphy sebagai William Killick

Director:
Kerjasama kedua dengan Keira Knightley setelah The Jacket (2007) yang juga dibintangi Adrien Brody, John Maybury maju dengan film yang mengangkat kisah penulis puisi Inggris, Dylan Thomas ini.

Comment:
Sama-sama bernuansakan Inggris berpuluh-puluh tahun lalu, film ini otomatis mengingatkan anda pada Atonement, apalagi dibintangi oleh aktris yang sama yaitu Keira Knightley yang sama-sama bertemakan puisi dan perang. Dan Keira sekali lagi mempertontonkan bakat aktingnya yang lugas, belum lagi dilengkapi dengan kemampuannya menyanyikan dua-tiga lagu di beberapa scene yang cukup memikat hasil belajar vocal secara singkat dengan Claire Underwood. Sienna pun demikian baiknya memperlihatkan emosi sebagai istri sekaligus sahabat yang merasa dikhianati. Trauma paska perang juga dipotretkan dengan baik oleh Cillian serta Matthew yang terampil membawakan karakter penulis yang egois sekaligus pemabuk.
Setting London jaman dahulu divisualisasikan dengan brilian oleh sutradara Maybury yang seakan membagi sinematografi menjadi dua bagian. Bagian pertama film digambarkan sebagai dunia fantasi yang menjual mimpi-mimpi dimana bar yang berasap dengan pencahayaan lemah menjadi latar belakangnya. Bagian kedua film sebaliknya kental dengan dunia nyata dimana keganasan perang sekaligus kegetiran hidup menjadi permasalahan utama yang ingin disampaikan.
Seperti halnya asmara itu sendiri selalu dimulai dengan hal-hal indah dan seringkali berakhir dengan janji-janji yang terlupakan. The Edge Of Love sebetulnya bukan drama yang buruk, hanya saja membosankan karena lebih memilih berjalan dalam suasana moody daripada mempertahankan daya tarik itu sendiri lewat jalinan cerita yang nyaris tidak eksis dan teramat sangat lambat. Daripada mengeksplorasi karakter Dylan Thomas yang seharusnya dilakukan, penulis Sharman Macdonald nampaknya lebih memilih berfokus pada tokoh Caitlin dan Vera dalam menyikapi rasa cinta masing-masing.

Durasi:
110 menit

U.S. Box Office:
$18,089 till end of March 2009

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sabtu, 30 Mei 2009

TERMINATOR SALVATION : Masa Depan Manusia Melawan Revolusi Mesin

Quotes:
John Connor-[to Marcus] You and me, we've been at war since before either of us even existed. You tried killing my mother, Sarah Connor. You killed my father, Kyle Reese. You will not kill me!

Cerita:
Tahun 2018, John Connor sudah ditakdirkan memimpin umat manusia melawan Skynet dan jaringan Terminatornya. Kehadiran sesosok pria yang lupa segalanya, Marcus Wright membuat John bingung dengan masa lalunya sekaligus masa depan bangsanya terlebih setelah mendengarkan suara tape rekaman ibunya, Sarah Connor yang menyatakan ayah John adalah Kyle Reese yang mungkin saja berusia lebih muda darinya! Selagi Skynet mempersiapkan pasukan T800 yang tangguh, John dan Marcus akhirnya berkolaborasi menembus jantung area operasional Skynet untuk membuka tabir rahasia mengerikan yang bisa menghancurkan umat manusia.

Gambar:
Sebagian besar bersetting di New Mexico, USA. Suasana kehancuran di tengah gurun yang gersang mendominasi hampir seluruh scene film.

Act:
Christian Bale memantapkan posisinya sebagai aktor papan atas Hollywood masa kini setelah sukses menjadi Bruce Wayne alias Batman versi baru. Dalam Terminator : Salvation, Bale menjadi John Connor, pemimpin pemberontakan terhadap mesin yang tangguh sekaligus cerdas.
Aktor Australia, Sam Worthington memulai debut yang cukup berarti dalam Hart's War (2002). Kali ini bermain sebagai Marcus Wright, manusia setengah cyborg yang sudah diprogram untuk menuntaskan misinya.
Tiga aktris cantik turut mendukung film ini yakni Moon Bloodgood sebagai Blair Williams, Bryce Dallas Howard sebagai Kate istri John Connor dan Helena Bonham Carter sebagai antagonis Dr. Selena Kogan.

Sutradara:
Penulis, produser sekaligus sutradara bernama singkat McG ini memulai debut penyutradaraannya dalam Charlie's Angels (2000). Meski belum terlalu banyak filmografinya, ia dipercaya menangani installment keempat Terminator ini. Pilihan yang tidak salah karena McG berhasil membangun film aksi yang baik.

Komentar:
Kisah Terminator yang sudah sangat melegenda dari awal tahun 1990an rasanya sulit dibayangkan masih mampu bertahan dengan sekuel-sekuelnya hingga saat ini. Tapi itulah yang terjadi. Banyak yang mengatakan Salvation hanyalah tambal sulam pengulangan dari apa yang sudah pernah ditampilkan pendahulunya. Terbukti dari rentang waktu yang tidak konsisten sejak seri pertamanya terutama garis lurus Sarah Connor-John Connor-Kyle Reese yang terkesan dipaksakan. Meski demikian T4 ini masih sanggup menghibur, memacu jantung dengan action tingkat tinggi mengenai peperangan manusia melawan mesin di masa mendatang. Tambahan lagi, cast yang memasang nama Bale rupanya tidak mengecewakan karena ia tampil total disini. Juga kemunculan tokoh Marcus Wright yang sedikit memunculkan twist di ending merupakan suatu inovasi baru. Tidak perlu berpikir jauh apalagi sampai menganalisa saat menyaksikan Salvation, nikmati saja spesial efek, adegan laga, kejutan-kejutan yang coba ditampilkannya.

Durasi:
110 menit

U.S. Box Office:
$65,316,217 in opening May 2009

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 29 Mei 2009

VIRGIN 2 : Mozaik Kisah Pergaulan Remaja Putri Metropolitan

Tagline:
From Innocence To Brutality. Striking And Original Busting Version.

Cerita:
Tina diusir dari rumah karena dianggap menggoda pacar baru ibunya. Tidak cukup menderita, Tina malah diperkosa Yama, kenalan sahabatnya di suatu diskotik dan kemudian dijual ke beberapa lelaki hidung belang dalam semalam! Nasib mempertemukannya dengan Nadya yang tengah hamil muda dimana kekasihnya mendekam di penjara. Nadya juga terjebak dalam hubungan sesama jenis yang membuatnya membutuhkan biaya besar. Bagaimana sepak terjang Tina dan Nadya selanjutnya menghadapi ganasnya pergaulan metropolitan?

Gambar:
Visual retro berhasil ditampilkan dengan pencahayaan biru kelam yang temaram dalam suasana malam.

Act:
Christina Santika sebagai Tina yang lugu dimana sering membuatnya berada dalam situasi yang tidak menguntungkan.
Joanna Alexandra sebagai Nadya yang terpaksa melakukan secara cara untuk mendapatkan uang demi menolong dirinya sendiri dan orang lain yang dicintainya.
Yama Carlos sebagai Yama yang kejam dan juga mucikari independen khusus gadis belia.

Sutradara:
Nayato Fio Nuala yang berjanji menghasilkan karya yang di atas standar jika menggunakan (konon) nama aslinya itu kembali mengangkat drama remaja rumit nan tragis selayaknya yang pernah ditampilkannya dalam Butterfly.

Komentar:
Berusaha tapi tidak cukup berusaha. Dari segi plot cerita sepertinya tidak ada yang baru meski tidak menutup kemungkinan menjadi spesial jika dieksplorasi dengan tepat. Banyak hal yang tidak terjelaskan sebab musababnya dengan masuk akal. Penderitaan karakter di film seakan menular pada penonton yang juga menderita menyaksikan film ini yang terus terang saja seperti kehilangan fokus dari awal sampai akhir. Digadang-gadang bisa menjadi panutan remaja metropolitan dewasa ini? Rasanya belum tepat karena bisa jadi malah menginspirasi mereka terhadap hal-hal tabu yang ditampilkan. Satu hal lagi, "kelamnya" Virgin tidak bisa disaingi (konon) sekuelnya ini yang mengambil sub judul: Bukan Film Porno. Apa maksud?

Durasi:
85 menit

Overall:
6.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Kamis, 28 Mei 2009

POCONG KAMAR SEBELAH : Saat Pocong Bisa "Bertingkah"

Cerita:
Felisa menempati tempat kos barunya dengan perasaan sedikit ganjil karena Ibu Ratmi sang pemilik kos selalu mengingatkannya untuk tidak membuka pintu kamar sebelahnya yang terkunci rapat. Kos tersebut sangatlah sunyi karena cuma dihuni oleh cucu Ibu Ratmi, Randy yang hobi memakai digicam dan mahasiswa keren, Marvin. Karena suatu hal, Felisa tidak sengaja membuka pintu kamar sebelahnya tersebut yang mengakibatkan arwah penasaran terlepas. Mereka berempat pun bergantian mengalami teror pocong yang menyeramkan. Siapa sesungguhnya arwah tersebut dan apa yang diinginkannya?

Gambar:
Suasana kos yang sunyi modern cukup membangkitkan suasana horor dalam berbagai sudut.

Act:
Tidak ada yang bermain spesial di film ini selain bertujuan menghabiskan roll film saja.
Rahma Azhari sebagai Felisa.
Reza Pahlevi sebagai Randy yang nerd.
Andrew Roxburgh sebagai Marvin.

Sutradara:
Ian Jacobs yang merupakan nama lain Nayato masiihh dengan formula yang sama dengan bintang yang berbeda. Kali ini dia menggaet si seksi Rahma Azhari untuk "berakting" di film garapannya. Hm, apa sih sebenarnya yang mau dijual?

Komentar:
Satu-satunya kesan saya menyaksikan film 80 menit yang tidak penting ini? Ternyata pocong bisa juga "bertingkah". Mulai dari jongkok, ngesot, ngintip, meliuk, membungkuk, menerjang, mengambang bahkan di beberapa scene terlihat bisa melepaskan kain kafannya. Visualisasi yang sebenarnya dirancang menyeramkan malah menjadi irasional dan cenderung lucu. Aneh? Pastinya..

Durasi:
80 menit

Overall:
6 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Rabu, 27 Mei 2009

THE MERRY GENTLEMAN : Interaksi Tak Biasa Pembunuh Bayaran dan Saksinya

Quotes:
Frank Logan-I found a girl under a tree.
Kate Frazier-Sorry?
Frank Logan-You find presents under a tree. I found a girl.
Kate Frazier-You must have been a very good boy.

Storyline:
Kate pergi ke Chicago untuk melarikan diri dari suaminya yang suka menyiksa, Michael. Disana ia memulai hidup baru yang tenang dengan bekerja dan berkawan dengan orang-orang di sekitarnya. Pada malam Natal, tanpa sengaja Kate menggagalkan niat Frank Logan, seorang pembunuh bayaran yang kesepian. Kasus Frank tengah diusut oleh Detektif Dave yang juga sering meminta keterangan dari Kate. Kini Kate pun terjalin dalam kehidupan Frank dan Dave yang menaruh hati padanya dengan cara yang berlainan. Disamping itu, suaminya Michael juga menginginkannya kembali. Bagaimana Kate menyikapi semua itu?

Nice-to-know:
Sama halnya dengan Michael Keaton yang merangkap, Tom Bastounes pemeran Detektif Dave juga bertindak sebagai produser dalam film yang menghabiskan waktu syuting 26 hari ini.

Cast:
Absen dua tahun setelah The Last Time (2006), Michael Keaton kembali sebagai sutradara sekaligus aktor Frank Logan, pembunuh bayaran yang kesepian dan bersimpati pada seorang gadis baik hati.
Aktris Inggris ini sebelumnya mendukung No Country For Old Men (2007), Kelly Macdonald disini bermain sebagai Kate Frazier, wanita yang lari dari suaminya dan bertekad menjalani kehidupan baru.
Tom Bastounes sebagai Detektif Dave Murcheson.
Bobby Cannavale sebagai Michael.

Director:
Debut penyutradaraan pertama bagi Michael Keaton yang telah membintangi lebih kurang 50 judul film.

Comment:
Setelah menyaksikan film ini, rasanya hampir semua penonton mau mengakui jika Keaton memiliki bakat dalam menyutradarai. Meskipun ia hanya dalam posisi "pengganti" Ron Lazzaretti yang seharusnya menggarap setelah menulis naskahnya, Keaton mampu menghadirkan sebuah drama pembunuh bayaran dan saksinya dengan gaya yang berbeda. Selain itu ia juga memerankan karakter Frank Logan dengan kunci "lemah" dalam arti yang positif yakni moral yang ia sendiri ragu memilikinya setelah berbagai kejahatan yang ia lakukan. Sedangkan Macdonald juga bersinar sebagai Kate. Aksen Skotlandia nya terdengar menarik disini berbaur pas dengan sisi kewanitaan lembut yang dibawakannya. Bastounes juga cukup baik bermain sebagai Detektif Dave yang memiliki rasa penasaran yang tinggi sekaligus ingin melengkapi apa yang kurang dalam hidupnya. Sayangnya Cannavale yang berbakat tidak memiliki banyak kesempatan tampil sebagai Michael disini.
Jalinan cerita film ini sebetulnya bisa saja diarahkan sebagai aksi seru yang melibatkan banyak darah dan adegan kejar mengejar. Namun yang terjadi adalah sebuah drama yang kalem dalam bertutur sambil mengambil waktu untuk mengungkap kejutan demi kejutan dalam setiap scenenya jadi lupakan sejenak karya-karya Guy Ritchie atau Quentin Tarantino yang keras. Mungkin bagi sebagian besar orang akan menganggapnya membosankan tetapi percayalah pengecualian terkadang bisa jadi alternatif yang menarik.
The Merry Gentleman lebih banyak mengupas sisi hubungan antar manusia. Bagaimana interpersonal seseorang terkadang begitu sulit diterjemahkan dalam sikap dan kata-kata sehingga mendapatkan arti yang benar-benar berbeda. Kate yang dilema untuk mengatasi hubungannya dengan kaum lelaki, Frank yang rapuh dan bimbang dalam mencari arti hidup yang diinginkannya, Dave yang berniat baik tapi salah dalam menyampaikannya. Ketiganya menciptakan chemistry yang menarik mengenai orang-orang yang tertekan dalam hidupnya. Sebuah tontonan yang berbeda dengan kualitas tersendiri!

Durasi:
90 menit

U.S. Box Office:
$74,981 till May 2009 (limited screens).

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Selasa, 26 Mei 2009

WAITRESS : Getirnya Romansa Hidup Pembuat Pie Cekatan

Quotes:
Dr. Pomatter-So, what seems to be the problem?
Jenna-I seem to be pregnant
Dr. Pomatter-Congratulations!
Jenna-Thanks, but I'm not so happy about it like everybody else might be. I'm having the baby and that's that.

Cerita:
Jenna, seorang pelayan di kota kecil dengan impian besar, mempunyai bakat khusus dalam membuat pie. Ia mempunyai ambisi rahasia untuk memenangkan kontes berhadiah $25.000 supaya dapat meninggalkan suaminya yang jahat, memulai toko pie sendiri dan mengubah hidupnya. Sebuah pertemuan tak terduga dengan dokter muda, Jim menambah bahan yang tepat untuk membantu Jenna menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya.

Gambar:
Bersetting di Halfway House Cafe, Saugus, California yang menyediakan pie lezat nan memanjakan mata dengan warna dan rasa yang terlihat sangat memikat.

Act:
Aktris cantik yang mulai dikenal setelah membintangi Honey I Blew Up The Kid (1992), Keri Russell sebagai Jenna yang bingung akan hidupnya sendiri karena situasi di sekelilingnya yang tidak menguntungkan.
Pernah mendukung Slither (2006), Nathan Fillion kali ini bermain sebagai Dr. Jim Pommater yang sepintas memiliki kehidupan bahagia tapi ternyata merasa hampa.
Ikut bermain dalam Wrong Turn (2003), Jeremy Sisto berperan sebagai suami yang emosional dan posesif disini.
Cheryl Hines dan Adrienne Shelly tampil kompak sebagai dua sahabat Jena yaitu Becky dan Dawn yang unik karakternya.

Sutradara:
Nama Adrienne Shelly memang belum terlalu dikenal. Sayangnya Waitress menjadi karya terakhirnya karena ditemukan meninggal oleh suaminya di bak mandi apartemen mereka. Awalnya disinyalir bunuh diri tapi kemudian ditutup sebagai kasus pembunuhan oleh seorang imigran ilegal yang bekerja pada Shelly.

Komentar:
Film yang sebetulnya cukup baik kualitasnya tapi tidak mendapat sorotan yang semestinya. Dari segi cerita sangat personal dan menyentuh, meski kadang seperti kebingungan mau dibawa fun romantic comedy atau bitter drama. Pemainnya bermain gemilang karena berhasil menciptakan mood yang wajar dan pas porsinya sepanjang film. Gambaran beragam pie dengan nama-namanya yang unik menjadi daya pikat tersendiri. Yah overall anggap saja Waitress sebuah flick yang bisa menjadi cerminan dalam hidup anda yang bersiap memasuki kehidupan berpasangan!

Durasi:
105 menit

U.S. Box Office:
$19,067,631 till Oct 2007

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!