XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Jumat, 12 Desember 2008

TROPIC THUNDER : "Kisah" Di Balik Pembuatan Film Perang Vietnam

Quotes:
Kirk Lazarus-I don't read the script. The script reads me.
----------

Tugg Speedman-This is insane. Are you really going to abandon this movie? We're supposed to be a unit!
Kirk Lazarus-Suck my unit.

Cerita:
Dengan narasi John "Four Leaf" Tayback, kita diajak untuk menyaksikan perang Vietnam dalam film aksi "Tropic Thunder" dengan empat karakter utama Tugg Speedman, Kirk Lazarus, Alpa Chino dan Jeff Portnoy. Sayangnya adegan ledakan yang dirancang dengan bujet besar malah terjadi sebelum waktunya. Sang sutradara, Damien Cockburn menjadi murka apalagi setelah dicaci-maki sang big boss Les Grosman. Maka Damien pun merancang "naskah buatan" bagi keempat aktor yang sebetulnya memiliki masalah masing-masing dengan karirnya itu ke dalam situasi sungguhan di pedalaman Vietnam dengan beberapa kamera tersembunyi. Bersama aktor muda Kevin Sandusky, mereka berusaha survive dari komunitas Vietnam pemasok heroin terbesar di Asia. Bagaimana mereka bisa mengakhiri semua itu dan bertindak layaknya megabintang untuk menyelamatkan karir akting masing-masing?

Gambar:
Kita diajak melihat setting langsung dari lokasi syuting Tropic Thunder di hutan Vietnam dimana semua masih terlihat asri. Ditambah beberapa adegan di ruang produser kaya yang mewah beserta atribut kru yang membantunya. Semua terlihat natural dan "menipu" sudut pandang penonton.

Act:
Tiga aktor tenar yang banyak angkat nama di genre komedi yakni Ben Stiller, Jack Black, Robert Downey JR seperti memfilmkan keseharian mereka saat syuting dengan karakter khasnya masing-masing. Hasilnya cukup membanggakan sebagai sebuah tontonan sekaligus parodi.
Beberapa nama tenar seperti Tom Cruise, Matthew McConaughey, Nick Nolte turut mengisi peran kecil di film ini serta jangan lupakan beberapa cameo seperti Jack Nicholson, Tobey Maguire, Jon Voight, Alicia Silverstone menjadi diri mereka sendiri.

Sutradara:
Pengalaman Ben Stiller dalam menyutradarai memang belum banyak namun beberapa dari sedikit itu justru menunjukkan bakatnya sebagai sutradara. Kali ini harus diakui Ben sangat terampil menggarap ide cerita menjadi sesuatu yang fresh dan jarang sekali diekspos, ditambah dengan cast bintang-bintang ternama yang sangat menjual.

Komentar:
Opening yang memperlihatkan trailer dari Alpa Chino, minuman energi "Booty Sweat" dan cokelat batangan "Bust-A-Nut" sambil menyanyikan lagu "I Love Tha' Pussy"; Tugg Speedman's dalam 'Scorcher VI: Global Meltdown'; Jeff Portnoy dalam 'The Fatties: Fart 2'; pemenang lima Oscar Kirk Lazarus dalam 'Satan's Alley' dijamin bakal mengocok perut anda. Film ini sangat kreatif karena membuka mata penonton tentang semua hal yang biasa terjadi saat syuting pembuatan film. Salah satu film wajib tonton tahun ini walau humor yang ditawarkan masih kental dengan gaya Hollywood.

Durasi:
100 menit

U.S. Box Office (till end of Sep):
$108,768,665

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Kamis, 11 Desember 2008

THE OTHER BOLEYN GIRL : Romantika Kakak Beradik Berbaur Intrik Kerajaan

Quotes:
Anne Boleyn: [happily to her sister] Younger than me, more beautiful than me, married before me. I'm eclipsed! *I'm* the other Boleyn girl.

Storyline:
Ketika Raja Henry VIII dan istrinya Katherine mengalami masalah perkawinan karena tidak kunjung dikaruniai seorang putera, keluarga Boleyn yaitu Sir Thomas dan Lady Elizabeth mengajukan Anne sebagai calon selir baru baginya. Hal ini didukung kuat oleh paman Anne yaitu The Duke of Norfolk yang berambisi mempertahankan kedudukannya. Namun Raja Henry VIII malah lebih tertarik pada saudari Anne, Mary yang kemudian diangkat sebagai selirnya. Anne yang diasingkan ke Perancis pun memiliki misi pribadi dan keluarganya sekaligus untuk memenangkan hati Raja Henry VIII suatu saat nanti. Akankah rencananya berhasil atau malah berbalik menjadi malapetaka yang sulit dihindarkan?

Nice-to-know:
Natalie Portman dan Scarlett Johansson mengatakan bahwa kostum mereka sangat penting dalam menjiwai karakter masing-masing.

Cast:

Sebelum ini sempat mendukung satu episode The Simpsons, Natalie Portman bermain sebagai Anne Boleyn
Tahun lalu hanya tampil dalam film ringan The Nanny Diaries (2007), Scarlett Johansson berperan sebagai Mary Boleyn
Eric Bana sebagai Henry Tudor
Jim Sturgess sebagai George Boleyn
Mark Rylance sebagai Sir Thomas Boleyn
Kristin Scott Thomas sebagai Lady Elizabeth Boleyn
David Morrissey sebagai The Duke of Norfolk

Director:
Merupakan film pertama Justin Chadwick yang sebelumnya lebih sering terlibat dalam serial atau film televisi.

Comment:

Jika anda menemukan kesamaan fakta dalam film ini dengan sejarah yang sesungguhnya, jangan lantas percaya begitu saja. Peristiwa pada masa itu memang sudah dibuatkan dalam berbagai versi mulai dari yang paling mendekati hingga fiksi belaka. Dan film ini merupakan contoh yang kedua.
Sutradara Chadwick masih meninggalkan banyak lubang dalam kinerjanya sebagai eksekutor. Jika apa yang ia perlihatkan dalam taraf kelas film televisi maka tidak menjadi masalah. Namun untuk kelas film layar lebar, sekuens cerita yang tidak runut menjadi kelemahan yang mendasar, terlebih harus menyimpulkan rentang waktu yang panjang disini.
Beruntung hal itu dapat ditutupi oleh akting gemilang para cast nya. Portman mengesankan sebagai Anne Boleyn yang cerdas, ambisius, menjijikkan sekaligus mampu menarik simpati di akhir film. Johansson bermain aman dengan karisma gadis innocent Mary yang lembut hati. Bana kurang bergigi sebagai Raja Henry VIII karena faktor womanizer yang dikedepankan disini daripada kearifannya memimpin Inggris. Sedangkan dari jajaran pendukung, Scott Thomas dan Morrissey tampil mengesankan sebagai dua pihak yang selalu bertolak belakang.
Kekuatan utama film ini adalah kostum dan setting yang menakjubkan. Bagaimana detail penampilan setiap aktor-aktrisnya diperhatikan terlebih Anne-Mary Boleyn yang karakterisasinya seakan tergambar dari gaun yang mereka pakai. Kastil Inggris yang megah juga terlihat otentik sekaligus ortodok sehingga mampu memberikan latar belakang yang artistik.
Terlepas dari ketidak akuratan sejarah yang diusungnya, The Other Boleyn Girl masih tergolong menyenangkan untuk ditonton. Bagaimana intrik dan romantika berbaur menjadi satu dalam permainan akting yang memikat dan setting yang memanjakan mata. Durasi nyaris dua jam tidak akan terlalu dirasakan walaupun endingnya terkesan diburu-buru tanpa penyelesaian yang masuk logika.

Durasi:
115 menit

U.S. Box Office:
$26,814,957 till Apr 2008

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:

Rabu, 10 Desember 2008

TARZAN KE KOTA : Formula Lawas Tarzan Modern

Cerita:
Saat sedang bertualang mencari tumbuhan di hutan, Ratna diculik oleh Arde beserta anak buahnya dan disembunyikan di dalam gua. Saat siuman, Ratna kaget mendapati seekor macan tutul dan sekaligus takut mendengar sebuah siulan manusia gua gondrong yang hanya bercawat saja. Kekhawatiran Ratna tidak menjadi kenyataan, karena makhluk tersebut ternyata baik hati dan dinamakan Tarzan karena mampu berkomunikasi dengan hewan. Tarzan pun mengantar Ratna pulang ke kota menggunakan kuda. Kehebohan muncul di apartemen Ratna saat Tarzan muncul dan lagi rupanya Tarzan sendiri tidak terbiasa dengan kehidupan metropolitan. Di lain pihak, Arde yang mengalami kecelakaan saat mobilnya masuk jurang, mengalami pengobatan khusus yang membuat area matanya menghitam sehingga ia mengganti namanya menjadi Master Mata Hitam. Arde berusaha memanfaatkan Tarzan untuk mengeruk keuntungan pribadi. Bagaimana akhir dari petualangan Tarzan di kota?

Gambar:
Adegan pembuka dan beberapa scene yang mengambil suasana hutan terlihat tidak natural. Pergerakan kamera dan kualitas gambar yang dihasilkan juga tidak terlalu mulus untuk disaksikan dari awal sampai akhir.

Act:
Penampilan keduanya di layar lebar, Sandra Dewi berusaha menampilkan sosok gadis polos nan mandiri bernama Ratna. Cukup berhasil memang namun secara keseluruhan improvisasinya tidak cukup kuat sebagai pemeran utama di film ini.
Pendatang baru Ajul Jiung juga belum banyak dikenal orang. Rasanya di film ini, ia sedikit banyak mengadopsi gaya almarhum Benjamin sebagai Tarzan kocak dan baik hati.
Vincent Rompies yang seringkali terlibat dalam produksi komedi kali ini kebagian peran antagonis tapi hasil akhirnya tidak cukup meyakinkan sebagai Mamahi.

Sutradara:
Entah apa yang ada di benak Reka Wijaya yang juga bertindak sebagai penulis skenario saat memutuskan untuk mengeksekusi film ini. Semuanya menjadi serba tanggung dan dangkal padahal inti cerita harusnya bisa dikembangkan lagi, tentunya dengan persiapan praproduksi yang lebih matang. Apakah keterbatasan bujet menjadi kendala?

Komentar:
Film lawas serupa yang dibintangi alm Benjamin memang pernah sukses pada masanya dan mungkin masih berkesan untuk sebagian orang sampai saat ini. Namun formula lama yang coba diterapkan dalam produksi baru ini bisa dikatakan gagal. Penggunaan bahasa komunikasi antar Tarzan dan hewan-hewannya sungguh menggelikan dan tidak konsisten. Promosi yang cukup gencar pun, tidak mampu menolong film ini. Digadang-gadang sebagai film yang bisa disaksikan seluruh anggota keluarga, Tarzan Ke Kota malah terkesan sebagai hiburan yang tidak berkelas dan masih jauh dari unsur fun.

Durasi:
75 menit

Overall:
6.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10

Minggu, 07 Desember 2008

LET THE RIGHT ONE IN : Elegi Persahabatan Vampir Remaja

Cerita:
Seorang remaja berkulit pucat dan terlihat tak berdaya sehingga menjadi "bahan pengerjaan" teman-temannya, Oskar seringkali merasa hidupnya tidak menyenangkan di flat nya yang sepi. Sampai pada suatu ketika, Oskar menemukan ketertarikan pada remaja kurus berambut hitam keriting, Eli yang baru saja pindah di flat sebelah. Walaupun Eli memperingatkan Oskar dari awal agar tidak berdekatan dengannya, keduanya malah memulai untuk saling mengenal satu sama lain dengan cara yang unik. Kedatangan Eli dibarengi beberapa pembunuhan dan orang hilang dengan cara yang tidak lazim di area tempat tinggal mereka yakni kehabisan darah ataupun bekas gigitan di leher. Lambat laun, Oskar pun menyadari bahwa sebenarnya Eli adalah sesosok vampir perempuan yang haus darah. Bagaimana kelanjutan dari hubungan mereka?

Gambar:
Lanskap Swedia yang kaku di musim dingin, lengkap dengan turunnya salju dan sungai yang membeku menambah kesan dingin dan sepi film ini.

Act:
Chemistry yang baik ditunjukan dua aktor-aktris muda yakni Lina Leandersson sebagai Eli dan Kåre Hedebrant sebagai Oskar. Keduanya sukses menampilkan sosok remaja kesepian yang dilematis karena situasi namun pada akhirnya berusaha selalu bersama bahu membahu mengatasi masalah-masalah yang mereka hadapi.

Sutradara:
Tomas Alfredson boleh dibilang berhasil meramu semua pakem drama horor berkualitas dalam film ini dengan khas Swedia yang sebenarnya bukan negara Eropa terdepan dalam urusan film. Tidak heran karyanya ini mendapat pujian dan rating yang baik dimanapun film ini dibahas.

Komentar:
Cerita yang sangat real walau mungkin belum tentu ditemui di dunia nyata juga gambaran hubungan yang manusiawi antara manusia biasa dan vampir. Mengikuti film ini dari awal sampai akhir seperti menemukan beberapa klimaks dalam alur yang lambat. Beberapa adegan sadis yang ditampilkan cukup atraktif dan tidak bisa diduga!

Durasi:
110 menit

Overall:
7.5

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Sabtu, 06 Desember 2008

MY BEST FRIEND'S GIRL : Cinta Itu Jujur Sekaligus Kejam

Quotes:
Tank-I would kick you in the ass, but my foot might get sucked in.
Alexis-Well I would kick you in the dick, but my foot might get Herpes.

Cerita:
Tank yang menangani klaim perusahaan sehari-harinya juga berprofesi rahasia sebagai pasangan kencan yang buruk dengan bayaran tinggi, atas inisiatif para mantan kekasihnya dengan harapan para wanita itu akan kembali pada pelukan mereka. Hebatnya, ia selalu sukses memberikan kencan mimpi buruk pada wanita malang tersebut hingga ia menghadapi ujian terbesar saat harus mengencani Alexis atas prakarsa teman sekaligus saudara jauhnya, Dustin. Di luar dugaan Tank dan Alexis saling tertarik sehingga Dustin harus mencari cara agar ia tetap berkesempatan mendapatkan gadis impiannya kembali. Bagaimana akhir dari kisah cinta segitiga ini?

Gambar:
Setting perkantoran dan suburban Amerika diperlihatkan dengan jelas di film ini lengkap dengan kehidupan dan kebiasaan sehari-harinya.

Act:
Hampir tidak ada yang berbeda dari semua film yang diperankannya, Dane Cook kembali berakting sebagai pria yang berkelakuan menyebalkan namun berhasil memperbaiki semuanya di akhir film.
Kate Hudson, the new America’s sweetheart seperti biasa tampil manis sebagai gadis cantik nan menyenangkan.
Jason Biggs tampaknya masih terjebak pada peran pria lugu, clumsy yang tidak tahu bagaimana menjerat hati wanita.

Sutradara:
Nama Howard Deutch tentunya sudah tidak asing lagi dengan genre komedi. Di film ini, formula drama komedi Hollywood kembali diaplikasikannya dengan ide dan visi Dane Cook yang juga bertindak sebagai produser. Hasilnya memang tidak jelek tapi sejujurnya tidak menawarkan sesuatu yang baru.

Komentar:
Lelucon di film ini memang tergolong kasar dan dirty, khas Dane Cook yang kabarnya tidak disukai oleh publik Amrik sana. Sebagai hiburan ringan, anda yang menyukai film sejenis American Pie atau pernah menonton Employee Of The Month, bisa jadi menyukai film ini. Untuk sedikit nilai tambah, fun juga menyaksikan beberapa gagasan kencan buruk yang mungkin saja bisa anda terapkan jika terpaksa :D

Durasi:
100 menit

U.S. Box Office (till end of Nov):
$18,035,467

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Rabu, 03 Desember 2008

WUSHU : Persahabatan Lima Remaja Menguasai Cabang Beladiri Tradisional

Tagline:
The art of combat has a new generation.

Cerita:
Yi dan Er yang dilatih wushu oleh ayah mereka, Li Hui diikirim ke sebuah sekolah beladiri. Berdua mereka membentuk kelompok Jin Wu Men bersama ketika orang temannya termasuk satu gadis energik Fong Fong. Sepuluh tahun kemudian, mereka berlima beranjak dewasa dan menghadapi kejuaraan nasional untuk saling berkompetisi satu sama lain. Selagi bertanding, mereka harus mengatasi Ke Le dan gengnya yang berencana melakukan penculikan anak-anak dibawah umur untuk dijual di luar negeri.

Gambar:
Beberapa adegan wushu di film ini terasa real dan menakjubkan. Mengambil lokasi di Shandong dan Beijing juga menyorot perguruan terbesar dengan ribuan murid di dalamnya.

Act:
Aktor senior Sammo Hung yang sudah bermain di ratusan film kungfu maupun action kali ini kebagian peran ayah dua putra remaja yaitu Li Hui yang juga seorang guru beladiri.
Beberapa remaja Tiongkok yaitu Liu Fengchao sebagai Yang Yauwu, Wang Wenjie sebagai Li Yi, Pheobe Wang sebagai Fong Fong, Liu Yongchen sebagai Xiao Zhang, Wang Yachao sebagai Li Er dan Mao Junjie sebagai Xiao Yi.

Sutradara:
Film ketiga bagi sutradara kelahiran Australia, Antony Szeto setelah Dragon Blade dan Taped, keduanya 2005. Ia dipercaya sang produser Jackie Chan untuk membesut Wushu ini.

Komentar:
Banyak pihak yang menantikan film ini terlebih fansnya film kungfu yang sudah sangat jarang diproduksi belakangan ini. Plot ceritanya sendiri sebetulnya sederhana yaitu tentang keluarga dan persahabatan yang dipadu dengan proses pembelajaran hidup. Ya memang kaya dengan nilai-nilai penting, hanya saja konfliknya kurang diperdalam. Ditambah lagi semua itu disajikan dengan agak datar dengan intensitas yang renggang sehingga mengganggu keasyikan menonton, kalau tidak mau dibilang membosankan dan mudah ditebak. Seharusnya Wushu bisa lebih baik lagi dari kualitas keseluruhan, bukan sekedar film yang hanya mempertontonkan keahlian beladiri dengan teknik mumpuni untuk disaksikan seluruh anggota keluarga. Jika ada prekuel atau sekuelnya di masa mendatang, saya harap bisa lebih baik lagi.

Durasi:
115 menit

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Selasa, 02 Desember 2008

CITY OF EMBER : Misi Menyelamatkan Kota "200 Tahun"

Quote:
Doon Harrow-Keep your eyes peeled. Look around every corner. You never know where you might find a clue.

Cerita:
Ember adalah sebuah kota yang dibangun dengan tenggat waktu 200 tahun saja. Pembangun kota ini meninggalkan instruksi dalam sebuah kotak yang dipercayakan pada walikota pertama. Sayangnya seiring berjalan waktu dan beberapa perpindahan, kotak itu terbengkalai. Sampai pada masa kini dimana dua remaja, Lina Mayfleet dan Doon Harrow yang bertugas sebagai messenger dan pipeworker menemukan beberapa petunjuk untuk membawa kota itu keluar dari ancaman kegelapan dan persediaan pangan yang mulai menipis. Misi tersebut tidaklah mudah karena mereka harus menghadapi berbagai rintangan. Bagaimana akhir dari petualangan mereka? Apakah kota Ember bisa diselamatkan?

Gambar:
Khas Walden Media seperti halnya Narnia, gambar-gambar serupa dongeng jaman dahulu sangat kentara. Permainan setting tempat dan kostum yang meyakinkan membuat kita seakan-akan berada di tengah kota Ember.

Act:
Akting dua remaja pendatang baru, Saoirse Ronan sebagai Lina dan Harry Treadaway sebagai Doon cukup memberi harapan akan kelanjutan eksistensi mereka di Hollywood di masa yang akan datang. Keduanya berbagi chemistry yang pas sebagai sepasang warga yang tidak mau menyerah begitu saja pada takdir kota mereka dan berjuang sekuat tenaga.Juga didukung oleh beberapa aktor kawakan, Martin Landau, Toby Jones, Tim Robbins dan juga tidak dilupakan aktor kaliber Oscar, Bill Murray sebagai Mayor Cole.

Sutradara:
Sepertinya Gil Kenan mengalami keterbatasan bujet untuk membuat film ini. Beberapa adegan yang menonjolkan efek visual terlihat kurang maksimal. Secara keseluruhan, karya yang lumayan darinya karena di beberapa aspek dari film ini seperti casting, score, plot masih cukup menggigit.

Komentar:
Entah kenapa film ini hanya rilis terbatas di US sehingga hasil box-officenya kurang menggembirakan. Namun di negara-negara lain, saya yakin film ini masih dapat diterima dengan baik. Patut diketahui, ”Ember” dalam bahasa Hungaria equal dengan “man”. Sebagai sebuah tontonan, film ini cukup lengkap dengan unsur petualangan, drama, fiksi fantasi yang bisa ditonton oleh berbagai kalangan usia walau tadinya saya mengharapkan ending yang “lebih”.

Durasi:
90 menit

U.S. Box Office (till end of Nov):
$7,743,762

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Senin, 01 Desember 2008

TAKUT / FACES OF FEAR : Antologi Horor Lokal Dengan Berbagai Rasa

And the SIX stories are..
SHOW UNIT (17min) by Rako Prijanto
Seorang pria (Lukman Sardi) yang tanpa sengaja membunuh anak perempuan kekasihnya (Marcella Zalianty). Berusaha menyembunyikan kenyataan, ia malah membunuh ayah anak tersebut (Donny Alamsyah). Masalah mulai muncul saat mayat anak itu hilang tanpa jejak.
Thrill-meter: 3 out of 5
Rako yang biasanya menangani film drama kali ini sedikit bereksperimen dalam konsep thriller bernuansa hitam putih yang dominan. Hasilnya tidak mengecewakan sebagai sebuah opening. Lukman tampil beda di film ini.

TITISAN NAYA (15min) by Riri Riza
Seorang gadis (Dinna Olivia) yang tidak mempercayai hal-hal mistis dan memilih menggoda sepupunya (Junior Lim) pada saat upacara adat pemandian keris di rumah kerabatnya sampai akhirnya ia mengalami delusi yang tidak pernah terbayangkan.
Thrill-meter: 3 out of 5
Riri yang lebih dikenal dengan film anak boleh diacungi jempol dalam usahanya memberikan sentuhan mistik dengan pencahayaan suram. Cukup menarik jika dikembangkan menjadi film panjang terutama dengan mempertahankan Dinna sebagai aktris utamanya.

PEEPER (10min) by Ray Nayoan
Seorang lelaki yang memiliki hobi mengintip (Epy) bertemu dengan penari opera (Wiwied Gunawan) yang memiliki rahasia kecantikan awet mudanya.
Thrill-meter: 2.5 out of 5
Ray menyuguhkan sesuatu yang beda disini. Thriller yang bersifat tradisional dan lebih kepada hukuman terhadap tabiat buruk seseorang. Menarik melihat Wiwied menari dan "bertopeng" disini dengan Epy sebagai lelaki mesum yang terlihat polos.

THE LIST (10min) by Robby Ertanto
Seorang wanita (Shanty) yang terobsesi mengerjai mantan pacarnya (Fauzi Baadila) lewat media dukun santet.
Thrill-meter: 2 out of 5
Meski section ini paling tidak menyeramkan, kredit boleh diberikan pada Robby yang juga bermain dengan sentuhan komedi. Shanty dan Fauzi tidak kalah memikat sebagai sepasang mantan kekasih yang saling membenci.

THE RESCUE (11min) by Raditya Sidharta
Penyelamatan seorang gadis cilik (Eva Celia) oleh tim gegana (Reuben & Shogi) saat penduduk kota menjadi zombie akibat wabah virus yang mematikan.
Thrill-meter: 2.5 out of 5
Rasanya Raditya ingin menampilkan sosok zombie versi Indonesia, tidak buruk tapi masih kurang orisinil. Ceritanya klise dan masih mengikuti pakem film sejenis buatan Hollywood.

DARA (22min) by Mo Brothers
Seorang chef wanita handal yang cantik (Shareefa Danish) dan digilai banyak pria termasuk (Mike Muliadro) menyimpan rahasia kelam seorang psikopat pembunuh nan sadis.
Thrill-meter: 4 out of 5
Bagian penutup yang manis sekaligus mengerikan, aplaus patut diberikan pada Shareefa yang mampu bermain "dingin" dengan sorot mata dan mimik mukanya. Mo Brothers rupanya mempunyai bakat membuat film gore dengan subsidi kantung darah yang konon banyak digunakan dalam film ini. Boleh ditunggu karya mereka selanjutnya.

Komentar:
TAKUT boleh dibilang cukup berhasil memadukan film horor kontemporer yang diberi sentuhan art dan ethnic. Semua ceritanya memang tidak berhubungan tapi memberikan citarasa yang berbeda-beda. Well done! Pembuatan film ini memang masih mendapat bantuan dan sentuhan sineas-sineas luar yang sudah berpengalaman mengerjakan thriller horror berkualitas tapi diharapkan hanya untuk sebuah awal. Untuk berikutnya, diharapkan bisa memacu kreatifitas filmmaker kita dalam menghasilkan karya yang semakin baik lagi terutama di genre yang sangat populer beberapa tahun terakhir ini.

Overall:
8 out of 10

Penilaian:
Karya seni tidak boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Minggu, 30 November 2008

42 PLUS : Krisis Wanita Paruh Baya Berujung Perselingkuhan

Tagline:
A little sun, a little love and other little things.

Storyline:
Christine yang bekerja di bidang media telah menempuh pernikahan panjang bersama suaminya, Georg yang seorang dokter dan mempunyai seorang putri, Sonja yang beranjak remaja. Diam-diam Christine menyimpan affair yang sudah berlangsung 5 tahun dengan Martin yang juga sahabat suaminya dan beristrikan Linda. Saat berlibur di rumah peristirahatan mereka dalam rangka merayakan ultah Christine yang ke-42, Christine bertemu dengan remaja pria, Tamaz dan keduanya terlibat perselingkuhan yang membara. Sampai kapan Christine mampu mempertahankan bahtera rumah tangganya di saat hasrat yang tidak terkendali demi memperoleh kebebasan.

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Dor Film Produktionsgesellschaft.

Cast:
Claudia Michelsen sebagai Christine
Ulrich Tukur sebagai Georg
Tobias Moretti sebagai Martin
Petra Morzé sebagai Linda
Vanessa Krüger sebagai Sonja
Jacob Matschenz sebagai Tamaz

Director:
Wanita kelahiran Austria bernama Sabine Derflinger ini menggarap film kesepuluhnya sejauh ini.

Comment:
Saya tidak dapat mengingat apakah pernah menyaksikan film produksi Austria sebelumnya dan sempat mengira film yang beredar di Blitz Megaplex dengan judul Man, Woman And Lover ini produksi Perancis. Inti ceritanya adalah tentang krisis wanita paruh baya yang tengah mengalami puber di saat harus mempertahankan pernikahan dengan suaminya yang protektif sekaligus menjadi contoh yang baik bagi putrinya yang beranjak remaja. Hal yang tidak mudah apalagi godaan selalu datang dari sana sini. Michelsen dan Tukur memperlihatkan penjiwaan yang baik sebagai suami istri yang dilanda kejenuhan. Krüger dan Matschenz juga berakting cukup lugas di usia muda mereka saat berbagi layar dengan aktor-aktris senior tersebut. Sutradara Derflinger memberikan sentuhan feminis yang dominan di tengah nuansa Eropa yang cukup kental. Sebagai sebuah drama, 42 Plus mencoba bertutur sejujur mungkin tetapi penyampaian dan penyelesaian konfliknya masih agak kedodoran. Intensitas cerita agak sulit dipertahankan sehingga cenderung membosankan di beberapa bagian. Bagaimanapun, film ini bisa jadi alternatif di luar produksi Hollywood yang seringkali terlalu didramatisir walau tidak setajam buatan Inggris ataupun Perancis sekalipun.

Durasi:
90 menit

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sabtu, 29 November 2008

MY BLUEBERRY NIGHTS : Setiap Peristiwa Adalah Babak Kehidupan

Quotes:
Elizabeth-So what's wrong with the Blueberry Pie?Jeremy-There's nothing wrong with the Blueberry Pie, just people make other choices. You can't blame the Blueberry Pie, it's just... no one wants it.
---
Elizabeth[wiping her tears]-How do you say goodbye to someone you can't imagine living without? I didn't say goodbye.. I didn't say anything.. I just walked away..

Cerita:
Putus cinta menyebabkan Elizabeth patah hati. Demi mengobati rasa kehilangan, dia seringkali mampir di cafe milik Jeremy pada di tengah malam. Sambil menikmati sepotong pai blueberry, mereka berbincang-bincang sampai Lizzy tertidur di meja cafe. Tiba di suatu titik dimana Lizzy merasa harus meninggalkan New York untuk memulai hidup baru di Memphis dengan bekerja di resto pada pagi hari dan di bar pada malam hari. Disana, ia bertemu polisi yang acapkali minum sampai mabuk akibat patah hati ditinggal istrinya Sue Lynne. Kemudian, Lizzy berangkat ke Nevada, bekerja di kasino dan bertemu Leslie, seorang penjudi wanita yang mengaku pandai membaca raut wajah. Walau jauh, Lizzy selalu menyempatkan diri menulis surat untuk Jeremy. Hari-hari berlalu. Bagaimana semua peristiwa itu bisa mengubah hidup Lizzy sekaligus mengetahui apa yang sebetulnya diinginkannya?

Gambar:
Khas sutradara kenamaan Hongkong ini kembali muncul dimana selalu memperlihatkan kereta melintas di malam hari dengan bayangan gedung-gedung tinggi. Beberapa adegan lambat yang seperti difast-forward sama sekali tidak mengganggu mata. Suasana malam Memphis dan New York serta Nevada siang hari mampu ditangkap dengan pas.

Act:
Dalam debut film pertamanya ini, Norah Jones bermain cemerlang sebagai Elizabeth, wanita muda yang naif dan selalu berpikir baik tentang semua hal sampai akhirnya menemukan arti hidupnya.
Jude Law yang muncul di awal dan akhir film seperti biasa bermain mengesankan dengan aksen Britishnya sebagai Jeremy, pemilik cafe yang selalu menonton security video nya sendiri di malam hari.
Kehadiran Rachel Weisz, Natalie Portman dan David Strathairn sebagai peran pendukung juga tampil memikat sesuai karakternya masing-masing.

Sutradara:
Wong Kar Wai yang biasa bermain dengan slow pace movie dengan banyak tokoh kali ini masih mempertahankan gaya yang sama untuk debut penyutradaraan internasional pertamanya. Hanya saja, menurut saya My Blueberry Nights ini lebih menyenangkan untuk diikuti dibanding beberapa film Mandarin yang pernah ditanganinya.

Komentar:
Film yang sempat membuka Festival Film Cannes 2007 ini dihiasi score dan ilustrasi musik yang menarik dengan alunan suara jazzy Norah Jones yang asyik. Beberapa adegan lambat di film ini seakan mengajak penonton meresapi setiap maknanya bahwa perjalanan hidup itu penuh dengan berbagai peristiwa yang mungkin mengubah pola pikir kita. Worth to watch for such art drama!

Durasi:
90 menit

U.S. Box Office:
$886,778

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!