XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Senin, 17 November 2008

SI JAGO MERAH : Balada Kwartet Pemadam Kebakaran

Cerita:
4 mahasiswa yakni Gito Prawoto, Dede Rifai, Kuncoro Prasetyo, Rojak Panggabean dipanggil Pengawas Kampus karena sudah 4 semester menunggak uang kuliah dan semuanya terancam drop out. Putus asa dengan kemelaratan itu, mereka memutuskan untuk mencoba beberapa kerja part-time sampai akhirnya bermuara di kantor dinas pemadam kebakaran. Setelah satu insiden, mereka diterima dan diberikan mobil dinas "Si Jago Merah". Bagaimana kelanjutan nasib mereka di kampus? Apakah menjadi pemadam kebakaran mampu mengubah hidup mereka selanjutnya?

Gambar:
Permainan kamera yang sederhana namun mampu menangkap angle-angle detail yang pas mendukung penampilan para tokoh utamanya.

Act:
Desta Club 80's sebagai Gito dan Ringgo Agus Rahman sebagai Dede tampil sesuai peran stereotype nya selama ini, meskipun lumayan tapi belum menunjukan improvisasi yang berarti.
Ytonk Club 80's sebagai Coro dan Judika sebagai Rojak justru patut diacungi jempol memulai debutnya di layar lebar, tampil lepas dan konsisten dengan karakter dan logat yang memperkuat peran mereka.

Sutradara:
Iqbal Rais mampu mengarahkan drama suka-duka para pemadam kebakaran ini dengan fun dan ringan. Konsep dialog komedik yang "nendang" dari tokoh utama pun bisa dieksekusi dengan baik. Good job!

Komentar:
Jangan mengharapkan sebuah film yang intens heroik seperti halnya kebanyakan film balada seni profesi Hollywood. Film ini justru menampilkan kisah sederhana yang mudah diikuti namun tetap menggigit dan asyik untuk diikuti.

Durasi:
110 menit

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Gw ga prnh nilai film dibawah 6 krn biar bagaimanapun itu sebuah karya seni
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Minggu, 16 November 2008

THE SHAMAN : Misteri Malapraktek Pedalaman Kalimantan

Cerita:
Dokter muda yang ditugaskan di klinik desa terpencil di Kutai Barat, Ryan menemukan beberapa kejanggalan dalam hari-hari pertamanya disana. Adanya luka jahitan di bagian perut pada beberapa pasiennya, penampakan sesosok gadis dengan wajah penuh luka juga hilangnya penduduk setempat secara misterius di tengah hutan pada malam hari. Ryan juga harus menghadapi warga yang antipati dengan kehadirannya kecuali gadis cantik anak kepala desa. Kedatangan dua orang temannya Deny dan Hasan akhirnya membawa Ryan pada suatu kenyataan yang mengerikan sekaligus menguak misteri yang ada di desa tersebut. Apakah Ryan berhasil selamat dan membongkar semuanya?

Gambar:
Sebagian besar diambil di pedalaman Kalimantan yang masih terisolir dan didominasi hutan lebat. Lightingnya kurang seimbang antara suasana siang hari dan malam hari meskipun tidak terlalu mengganggu.

Act:
Oka Antara memegang peran utama setelah mendukung film religi sukses. Sebagai dokter muda Ryan, dia menunjukan rasa apatis dan idealis terhadap keadaan yang sama sekali baru baginya.
Vicky Nitinegoro dan Farah Debby memulai debutnya tanpa kesan berarti sebagai teman Ryan yang juga didampingi oleh Kemal Vivaveni.
Patut dicatat kehadiran aktor senior Piet Pagau yang kali ini kebagian peran antagonis.

Sutradara:
Raditya Sidharta memulai debut penyutradaraan film panjangnya. Talenta yang cukup baik sebenarnya, hanya saja masih ada kekurangan eksplorasi cerita dan skenario.

Komentar:
Bukan film yang buruk, hanya saja inspirasi dari beberapa film thriller pakem Hollywood masih sangat terasa. Jika saja ada pendalaman karakter dan pengembangan cerita yang dihubungkan dengan budaya setempat, niscaya hasilnya akan lebih baik. Diperparah dengan gunting sensor di beberapa adegan yang dianggap cukup sadis.

Durasi:
90 menit

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Gw ga prnh nilai film dibawah 6 krn biar bagaimanapun itu sebuah karya seni
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10

Jumat, 14 November 2008

DECEPTION : Jalinan Misterius Tiga Orang Tak Dikenal

Quotes:
Jonathan McQuarry-[after having sex with a woman in The List] Can I ask you something? Why do you do this?
Wall Street Belle-For the same reason that men do it - the economics of the arrangement. It's intimacy without intricacy. I work past midnight almost every night.

Cerita:
Seorang auditor di Manhattan, Jonathan kerapkali berpindah-pindah tempat dalam melakukan tugasnya sampai bertemu seorang pria bernama Wyatt Bose, menawarkan kerjasama dan dalam waktu singkat menjadi sahabat. Pada suatu kesempatan, ponsel mereka tertukar, Jonathan menjawab teleponnya dan mulai memasuki dunia Wyatt dengan mengencani beberapa wanita untuk bersenang-senang dari sebuah klub seks. Sampai pada suatu ketika di stasiun kereta api bawah tanah bertemu dengan wanita menarik berinisial S, Jonathan mulai tenggelam dalam suatu permainan kucing-tikus yang misterius sekaligus berbahaya.

Gambar:
Suasana malam urban metropolitan di New York City tertangkap dengan pas. Beberapa adegan erotis yang eksplisit mungkin sedikit mengejutkan anda.

Act:
Film layar lebar pertama Ewan McGregor adalah Being Human (1993), kali ini ia bermain sebagai Jonathan McQuarry, auditor yang berubah kepribadian setelah mengenal sahabat barunya yang misterius.
Aktor yang identik dengan peran superhero termasuk dalam Van Helsing (2004), Hugh Jackman disini berperan sebagai Wyatt Bose, pria flamboyan pecinta wanita yang penuh rahasia.
Bermain dalam serial remaja ternama yakni Dawson's Creek selama periode 1998-2003 cukup mengangkat nama Michelle Williams sehingga mampu berkarir di layar lebar termasuk saat kebagian karakter S disini.

Sutradara:
Karya perdana bagi Marcel Langenegger yang namanya sama sekali asing di kancah perfilman manapun!

Comment:
Bergulir dengan lambat di awal, mungkin sebagian dari kita sudah bisa menebak alur ceritanya sampai akhir seperti halnya saya. Itulah kelemahan utama dari skrip, apalagi ditangani oleh sutradara yang belum berpengalaman sama sekali sehingga tidak menolong kualitas film secara keseluruhan. Kinerja Langenegger tidaklah buruk, hanya saja tidak berhasil menciptakan unsur suspens di dalamnya. Sayang sekali karena ia sudah didukung oleh 3 cast yang dikenal bertalenta di Hollywood sana, Michelle dengan gaya dan pembawaannya sebagai wanita misterius, Hugh yang karismatik dan berjiwa bebas serta Ewan yang dengan sangat baik menerjemahkan tokoh akuntan yang kaku dan membosankan. Semuanya menjadi tidak terlalu berarti karena Deception hanyalah sebuah thriller biasa yang tidak menyimpan kejutan apapun.

Durasi:
105 menit

U.S. Box Office:
$4,597,760 till Jun 2008

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Kamis, 13 November 2008

HALLOWEEN : Klausal Psikopat Malam Halloween

Quotes:
Dr. Samuel Loomis-”These eyes will deceive you, they will destroy you. They will take from you, your innocence, your pride, and eventually your soul. These eyes do not see what you and I see. Behind these eyes one finds only blackness, the absence of light, these are of a psychopath.”

Cerita:
Bocah 10 tahun, Michael Myers yang hidup di lingkungan keluarga berantakan dengan ayah tiri lumpuh pemabuk dan kakak perempuan yang tidak memperdulikannya. Walau begitu, Michael sangat menyayangi ibunya dan adik bayinya. Pada suatu malam Halloween, Michael kecil yang berjiwa sangat tidak stabil membantai ayah tiri, kakak dan teman yang suka mengganggunya. Psikolog Dr Sam Loomis dikerahkan untuk membantu Michael yang ditahan di sanatorium khusus selama 15 tahun. Kenyataannya tidaklah membuahkan hasil hingga Michael bisa meloloskan diri karena suatu insiden dan kembali ke lingkungan masa kecilnya untuk suatu tujuan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.


Gambar:
Nuansa kelam dan gelap di malam hari akan mendominasi film ini. Untuk anda yang tidak suka kekerasan mungkin akan sedikit terguncang menyaksikan adegan-adegan sadis disini.

Act:
Daeg Faerch yang memerankan Michael kecil bermain gemilang dengan sorot mata dan intonasi bicaranya yang menunjukan dirinya sebagai cikal bakal psikopat.
Scout-Taylor Compton sebagai Laurie Strode tidak terlalu buruk. Pembawaannya yang lugu dengan kacamata cukup mengundang simpati penonton untuk perduli pada nasibnya.
Aktor senior Malcolm McDowell sebagai Dr. Sam Loomis berakting baik dengan memperlihatkan emosinya di beberapa scene sebagai psikolog yang gagal walaupun berjuang maksimal

Sutradara:
Rob Zombie yang juga dikenal sebagai musisi secara gemilang mampu membesut versi terbaru dari franchise horor ternama Halloween ini. Dia berhasil menangkap sisi gelap seorang anak yang belum tersentuh sebelumnya untuk kemudian bertransformasi menjadi pembunuh serial yang brutal.

Komentar:
Bagi penyuka thriller-slasher, ini tontonan yang pas buat anda. Penggambaran seorang Michael Myers dari usia dini terwujud sangat riil. Adegan pembantaian yang juga terhubung dengan unsur seks cukup dominan sehingga tidak heran jika anda menemukan versi yang berbeda antara layar lebar dan DVD nya.

Durasi:
95 menit

U.S. Box Office:
$58,267,261

Overall:
8 out of 10

Penilaian:
Gw ga prnh nilai film dibawah 6 krn biar bagaimanapun itu sebuah karya seni
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Rabu, 12 November 2008

POCONG VS KUNTILANAK : Pertarungan Mistis Reputasi Dua Keluarga

Cerita:
Pada masa lalu, cinta tak terbalas Raden Soekotjo yang ingin memperistri Nyai Soroh membuatnya murka. Tanpa diketahui, Nyai Soroh yang akhirnya menikah dengan Von Klingen merupakan keturunan keluarga pemelihara kuntilanak. Raden Soekotjo pun tewas dan berpesan agar tali pocongnya tidak dibuka sehingga bisa membalaskan dendamnya.
Pada masa kini, Vonny yang mewarisi wangsit memanggil kuntilanak menolak bakat itu. Dia malah sibuk dengan ramalan kartunya sampai suatu saat bertemu Marcell yang ternyata keturunan Raden Soekotjo. Cinta berkembang di antara mereka tanpa tahu apa yang telah terjadi di masa lalu. Bagaimana akhir dari kisah percintaan mereka? Apakah dendam kedua keluarga itu bisa dituntaskan?


Gambar:
Sepanjang film cukup kental dengan nuansa horor dan mistis dengan pencahayaan minimalis di setting malam hari.

Act:
Sebagai pendatang baru Diana Puspita dan Ahmad Zaki memperlihatkan akting yang standar, tidak bisa dibilang jelek karena mereka cukup berhasil memerankan tokoh anak muda yang tentunya tidak jauh berbeda dengan keseharian mereka.
Didukung juga oleh bintang-bintang muda Alia Rosa, Aldy Taher, Amanda Faried, Ikhsan Samiaji.

Sutradara:
David Poernomo yang juga dikenal sebagai saudara kandung sutradara ternama Jose Poernomo kali ini membesut sendiri film debutnya. Tidak buruk untuk sebuah karya pertama, David sedikit bermain dengan spesial efek di beberapa adegan yang walaupun belum sempurna, bisa dikatakan inovasi baru.

Komentar:
Jangan bandingkan dengan beberapa film pertarungan dua ikon horor Hollywood yang selama ini sudah pernah kita saksikan. Untuk ukuran film lokal, eksekusinya dari awal sampai akhir bisa dikatakan baik namun tidak diimbangi oleh pengembangan skenario yang rasional. Ending film pun terkesan antiklimaks dan dipaksakan. Tentu saja, pocong dan kuntilanak kan tidak memiliki senjata untuk bertanding satu sama lain!

Durasi:
85 menit

Overall:
7 out of 10 (dengan mengesampingkan endingnya)

Penilaian:
Gw ga prnh nilai film dibawah 6 krn biar bagaimanapun itu sebuah karya seni
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Kamis, 06 November 2008

HIGH SCHOOL MUSICAL 3 : Perjalanan Tahun Terakhir Siswa-Siswi Wildcats

Cerita:
Sebagai siswa-siswi senior SMU yang menjalani tahun terakhirnya, Troy dan Gabriella terus mempertimbangkan konsep perpisahan karena mereka memilih universitas dan fakultas yang berjauhan dan berlainan. Bersama dengan para anggota Wildcats yang lain, mereka berusaha menampilkan konsep drama musikal musim semi yang tak terlupakan berdasarkan pengalaman-pengalaman yang telah mereka alami dan juga kegelisahan yang mereka hadapi mengenai kelanjutan masa depan dan persahabatan mereka semua.

Gambar:
Konsep komikal Walt Disney masih tertuang dalam gambar-gambar cerah yang sangat kontras dengan colorful costumes aktor-aktrisnya.

Soundtrack:
Beberapa track easy listening yang “berbicara” mengenai film ini masih dapat dinikmati seperti
- Now Or Never
- Right Here Right Now
- I Want It All
- Can I Have This Dance
- Just Wanna Be With You
- A Night To Remember
- The Boys Are Back
- Walk Away
- Scream
- Senior Year Spring Musical
- We’re All In This Together
- High School Musical
- Just Getting Started
- Last Chance

Act:
Zac Efron, Vannesa Hudgens, Ashley Tisdale, Lucas Grabeel, Corbin Bleu, Monique Coleman masih menampilkan sosok kelompok remaja ceria dan kompak dalam menjunjung tinggi persahabatan.

Sutradara:
Tentunya Kenny Ortega tidak asing lagi dengan franchise High School Musical ini. Namun usahanya belum cukup mampu mengangkat franchise ketiga namun versi layar lebar pertamanya ini. Gaya penyutradaraan tidak jauh berbeda dengan dua prekuelnya.

Durasi:
110 menit

Komentar:
Untuk anda penyuka film musikal yang sangat ringan dengan lagu-lagu easy listening, inilah tontonan yang tepat walau segmentasi film masih untuk remaja 13-21 tahun. Nikmati saja dunia gemerlap High School Musical dengan segala dinamikanya!

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Gw ga prnh nilai film dibawah 6 krn biar bagaimanapun itu sebuah karya seni
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Rabu, 05 November 2008

BUKAN COWOK IDOLA : Sewaktu Kriteria Bertentangan Dengan Suara Hati

Storyline:
Lila yang idealis mempunyai pendapat bahwa lelaki idaman yang diinginkannya adalah yang rapi, wangi dan tampan seperti sosok ayahnya. Namun kenyataan yang harus dihadapinya malah berlawanan saat bertemu Sena yang setiap harinya berpenampilan lusuh, dekil dan apa adanya. Sena membuat Lila menjadi kesal kepada dirinya dengan tingkah lakunya yang aneh dan menyebalkan. Walaupun di balik semua itu, Sena merupakan mahasiswa jenius. Lewat sebuah tugas bersama, Lila merasakan Sena tidaklah 100% seperti bayangannya. Akankah pada akhirnya Lila mengakui perasaannya sendiri? Dan bagaimana usaha Sena untuk berubah?

Nice-to-know:
Diproduksi Triavi Production dan hanya diedarkan di jaringan bioskop Blitzmegaplex.

Cast:
Nadia Edward terbilang pendatang baru di perfilman nasional. Namun penggambarannya sebagai Lila cukup berkarakter.
Ramon Y Tungka yang pernah menjadi remaja kembar dalam Pesan Dari Surga (2007) kali ini bermain sebagai Sena yang selalu berantakan dan pas-pasan hidupnya.
Didukung pula oleh Dennis Adhiswara, Gemma Prestyaswara, Anggun Setia.

Director:
Pernah sukses dengan dwilogi The Tarix Jabrix yang melejitkan para personil The Changcuters, Iqbal Rais kali ini membesut drama remaja yang lembut ini.

Comment:
Premis ceritanya simpel saja tentang kriteria cowok idaman dan bagaimana seorang gadis berusaha tetap pada keyakinannya itu sampai akhirnya goyah sendiri akan apa yang sesungguhnya diinginkannya. Namun Ramon dan Nadia membawakan karakter masing-masing dengan cukup natural, chemistry keduanya juga cukup manis, bertolak belakang di awal tetapi menyatu di akhir. Yang menarik adalah banyaknya suara hati yang diperdengarkan dari seorang Lila, walaupun kadang flashback yang terlampau sering cukup mengganggu. Konflik yang diciptakan di awal antara kakak adik terasa menguap begitu saja. Sepintas penggarapannya terasa seperti FTV tetapi Iqbal Rais yang bukan orang baru dalam perfilman tetap menyelipkan unsur-unsur layar lebar seperti angle kamera yang bervariasi dan musik latar yang sederhana mengalun. Meskipun temponya berjalan agak lambat dan mudah ditebak arahnya, Bukan Cowok Idola cukup menarik untuk diikuti dari awal sampai akhir.

Durasi:
90 menit

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
6-sampah!
6.5-jelek ah
7-rada parah
7.5-standar aja
8-lumayan nih
8.5-bagus kok
9-luar biasa

Selasa, 04 November 2008

CINTAKU SELAMANYA : Potret Pergaulan Remaja Masa Kini

Cerita:
Terkisah tiga mahasiswa yang berbeda karakter yaitu si polos Wisnu yang masih mencari-cari sosok gadis idamannya tanpa tahu bagaimana melakukan strategi pendekatan, si funky Mario yang menganut prinsip seks bebas bersama kekasihnya Manda, si playboy Askar yang tidak pernah merasa puas dengan satu orang kekasih saja. Konflik dimulai saat Wisnu dan Mario membuat suatu taruhan yang mungkin saja menjadi awal dari kehidupan masa muda mereka yang masih terbentang jauh ke depan.

Gambar:
Gunting sensor di film yang awalnya bertajuk Mau Lagi ini terasa sangat mengganggu. Beberapa kali adegan seperti terputus di tengah jalan.

Act:
Hardi Fadhillah boleh dibilang mewakili anak muda yang lugu dan masih buta tentang seks dan pacaran.
Taufik Wahyudi terlihat cukup luwes membawakan karakter Mario yang santai dan bergaya hidup bebas.
Mike Muliadro yang seringkali mendapat peran playboy kali ini berhasil mempertahankan stereotypenya itu.
Beberapa muka aktris-aktris yang tidak asing lagi seperti Ratu Felisha, Nadila Ernesta turut memberikan warna sendiri di film ini.

Sutradara:
Thomas Nawilis yang juga dikenal sebagai seorang aktor mampu menghadirkan tontonan yang khas anak muda dengan sudut pandang dari beberapa tokoh utama yang mungkin saja cerminan keseharian diri kita sendiri.

Komentar:
Versi cut ini masih menampilkan beberapa dialog dan scene yang cukup vulgar. Namun karena editing sewaktu berganti judul agar bisa tetap tayang di bioskop setelah tertunda 5 bulan, film ini seperti agak kehilangan nyawa di beberapa scene. Alhasil pesan moral yang sebetulnya ingin disampaikan kepada remaja dengan niat baik itu membuat Cintaku Selamanya tidak utuh lagi. Sayang memang!

Durasi:
95 menit

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Gw ga prnh nilai film dibawah 6 krn biar bagaimanapun itu sebuah karya seni
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Minggu, 02 November 2008

MAX PAYNE : Mencari Jawaban Misteri Sayap Malaikat

Quotes:
Max Payne-”I don’t believe in Heaven. I believe in Pain. I believe in Fear. I believe in Death.”

Cerita:
Max Payne, seorang polisi tengah berduka akibat kematian sadis istri dan partnernya berusaha mencari jawaban atas semua tragedi itu. Beberapa penyelidikan mengarah pada kriminalitas dunia hitam misterius yang terhubung dengan tato sayap malaikat di lengannya. Semakin Max mengetahui fakta di balik semua itu, dia semakin terseret jauh dan membawanya berhadapan dengan kekuatan “tidak wajar” dan kolusi pengkhianatan yang membelakanginya.

Gambar:

Disajikan dengan gambar-gambar lambat gelap nan sunyi lengkap dengan salju musim dingin dan beberapa stop motion pictures di bagian akhir.

Act:
Sulit dipercaya jika Mark Wahlberg mau mengambil peran dalam film adaptasi game ini. Transformasinya menjadi seorang Max Payne memang cukup bagus tapi tidak mampu mengangkat film secara keseluruhan.

Sutradara:
Boleh dikatakan John Moore melakukan eksekusi yang salah terhadap film ini. Dia membawa film adaptasi game yang biasanya cepat menjadi lambat dan membosankan tanpa adanya pengembangan skenario yang signifikan terhadap kualitas cerita secara keseluruhan.

Komentar:
Sebetulnya bukan sebuah film yang buruk namun dipastikan butuh kekuatan ekstra bagi anda untuk bisa mengikuti dengan intens dari awal hingga akhir karena plot yang berputar-putar dan dialog yang buruk.

Durasi:
95 menit

Overall:
6.5 out of 10

Penilaian:
Gw ga prnh nilai film dibawah 6 krn biar bagaimanapun itu sebuah karya seni
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 31 Oktober 2008

GARA-GARA BOLA : Taruhan Berujung Nestapa Dua Pemuda

Cerita:
Sepasang sohib penggila bola, Ahmad yang mengerjakan pesanan t-shirt lengkap dengan desainnya dan Heru yang bekerja sebagai kasir di rumah makan bakmi ayahnya tumbuh bersama di lingkungan yang sama. Pada suatu malam di pertengahan tahun 2006 tepat dilangsungkannya Piala Dunia, Ahmad nekad mempertaruhkan sejumlah uang atas nama dirinya dan Heru tanpa sepengetahuan sohibnya itu yang tengah tertidur pulas karena yakin Jerman yang menang. Bisa ditebak kalau taruhan itu gagal dan mereka berdua harus menangguk sejumlah utang yang harus dilunasi hanya dalam waktu satu hari satu malam tepat di saat Heru dipecat oleh ayahnya sendiri dan juga kehilangan kontrakan mereka karena menunggak pembayaran! Apa yang akan mereka berdua lakukan sementara dua tukang tagih sangar dari bandar judi bola itu selalu mengawasi gerak-gerik mereka? Berhasilkah mereka menyelesaikan semua konflik itu hanya dalam waktu semalam?

Gambar:
Gambar-gambar cepat nan dinamis khas Nia Dinata akan tersaji di film ini dengan setting-setting yang tertata menarik.

Act:
Winky Wiryawan yang tampil berantakan dan seadanya cukup meyakinkan sebagai Ahmad. Gestur tubuh dan nada bicaranya mewakili sosok pemuda cuek yang hidupnya pecundang.
Herjunot Ali memberikan gambaran yang pas sebagai Heru, pemuda playboy yang sebenarnya berasal dari keluarga berada yang tidak bahagia.
Didukung juga oleh penampilan ciamik dari Amink, Tarzan, Aida Nurmala dll.

Sutradara:
Tidak buruk walau disutradarai oleh duet Agasyah Karim-Khalid Kashogi yang notabene asing namanya di perfilman Indonesia. Namun film ini kental dengan "nafas" Nia Dinata yang kali ini bertindak sebagai produser.

Komentar:
Di beberapa scene, dialog-dialog dan gambar-gambar yang ditampilkan hanya untuk konsumsi dewasa dan diyakini mampu memancing tawa. Cerita yang sebenarnya simpel dan realistis ini diubah menjadi suatu film yang bergerak cepat dan terkesan "chaos" tapi tetap menarik untuk disaksikan. Duet Winky-Junot yang kompak cukup memberikan nilai tambah tersendiri.

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Gw ga prnh nilai film dibawah 6 krn biar bagaimanapun itu sebuah karya seni
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!