XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Jumat, 17 Oktober 2008

THE HOUSE BUNNY : Memperjuangkan Hak Sekumpulan Gadis Untuk Diterima

Quotes:
Shelley-They're kicking me out?
Marvin-Maybe it's because of your age.
Shelley-But I'm 27.
Marvin-But that's 59 in Bunny Years.

Cerita:
Ketika sang kelinci favorit mansion, Shelley didepak dari rumah yang paling asyik di kota, ia tersesat dalam keliaran Beverly Hills dan bertemu dengan perkumpulan gadis paling menyedihkan, Zeta Alpha Zeta ia justru menemukan tempat dimana ia dapat memanfaatkan bakatnya. Lalu Shelley bertemu dengan Oliver yang baik hati dan jatuh hati. Sekarang, mereka berlomba untuk mengubah para gadis penghuni Zeta dan menjadikan perkumpulan tersebut diminati banyak orang sebelum Universitas menutupnya.

Gambar:
Gambaran Playboy Mansion diekspos dengan wah pada pembuka film sampai berujung pada kehidupan University of Southern California dengan segala atribut sehari-harinya.

Act:
Memulai akting dalam film tak dikenal Eden (1996), Anna Faris merupakan langganan film komedi remaja seperti halnya peran Shelley, si pirang seksi yang berusaha bertahan hidup setelah didera kemalangan.
Memulai karir pada tahun yang sama dengan Anna, Colin Hanks dalam That Thing You Do! merupakan putra aktor papan atas Hollywood Tom Hanks. Meski demikian karir Colin tidak terlalu mulus. Disini ia bermain sebagai Oliver, pengurus panti jompo yang cerdas dan baik hati.
Aktris muda Emma Stone tampil cukup memikat sebagai Natalie, si nerd pintar yang akhirnya bermetamorfosa menjadi gadis cantik yang gaul.
Menjadi dirinya sendiri adalah Hugh Hefner yang memiliki Playboy Mansion Inc.
Jangan lupakan biduanita runner-up American Idol 2007, Katherine McPhee sebagai Harmony yang hamil di usia muda.

Sutradara:
Film keduanya di tahun yang sama setelah Strange Wilderness, Fred Wolf lebih banyak terlibat sebagai penulis dan aktor pendukung serial televisi. The House Bunny merupakan lompatan besarnya.

Komentar:
Film yang ringan, sepintas bahkan terlihat tolol. Tetapi itulah kekuatannya, dari kesederhanaan plot, mengalir cerita yang lucu menghibur, memiliki sedikit sisi romantisme dan tentunya juga memiliki pesan moral. Anna Faris tampil cukup outstanding disini sehingga mengangkat film secara keseluruhan. Hiburlah diri anda dengan The House Bunny yang cocok ditonton remaja wanita ataupun pria dan tidak tertutup kemungkinan penonton dewasa akan menyukainya juga.

Durasi:
95 menit

U.S. Box Office:
$48,237,389 till Oct 2008

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Rabu, 15 Oktober 2008

DOA YANG MENGANCAM : Perenungan Atau Penertawaan?

Cerita:
Terkisah Madrim, seorang kuli yg merasa hidupnya sangat susah ditambah dgn hutang yg bejibun dan istri yg kabur meninggalkan rumah. Sampai pada suatu ketika, Madrim berdoa mengancam Tuhan, jika dalam 3 hari ia masih sengsara, ia akan berbalik meninggalkan Tuhan. Apa yg terjadi? Seketika petir menyambar Madrim. Setelah bangun dari koma, Madrim memiliki kemampuan baru yaitu menemukan org hilang hanya dgn melihat fotonya saja. Dari sinilah titik hidup Madrim bergulir ke arah yg positif. Namun apakah ia bahagia dgn kemampuan dan kehidupan barunya itu?

Gambar:
Suasana pasar dan kehidupan masyarakat kelas bawah disorot dgn tajam. Namun tetap tidak mengganggu kualitas gambar sepanjang film krn terbantu dgn setting yg baik.

Act:
Aming berusaha keras menunjukan emosi dan kebiasaan hidup seorang kuli yg sengsara sampai menjadi seorang yg dicari dan dihargai krn kemampuannya. Transformasi yg Aming tunjukan cukup berhasil walau harus diakui sulit menghapus imej komedi komikal dari yg biasa diperlihatkannya.

Sutradara:
Sekali lagi Hanung Bramantyo menunjukan kepiawaiannya mengarahkan sebuah film yg baik dan bisa dinikmati dgn mudah.

Komentar:
Cerita yg acapkali kita temui dalam kejadian sehari-hari bahkan mungkin kita pernah alami sendiri pergulatan batin dalam diri kita saat menghadapi tumpukan masalah. Film yg menarik untuk disaksikan walau arahnya menjadi komedi satir. Untuk perenungan atau ditertawakan?

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Gw ga prnh nilai film dibawah 6 krn biar bagaimanapun itu sebuah karya seni
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

EAGLE EYE : Berjuang Menuntaskan Misi Atas Dasar Teknologi Canggih

Quotes:
Jerry Shaw-[shouting] Are you the one who called me on the phone?
Rachel Holloman-She called you too?
———-
[while being chased through city streets by police cars]
Rachel Holloman-So you don't know anything about Sam?
Jerry Shaw-What, you mean your son? No, I know nothing. Just like you don't know how to drive! Use the clutch before you shift, not while you shift!
Rachel Holloman-I don't need driving lessons from you, asshole!
Jerry Shaw-What, you drive like this and I'm the asshole?

Cerita:
Karyawan copy centre, Jerry Shaw hidup dalam bayang-bayang kesuksesan abangnya, Ethan Shaw yang bekerja di Angkatan Udara. Setelah kematian Ethan, Jerry menerima uang ratusan ribu dollar pada ATM nya dan juga serangkaian persenjataan lengkap pada apartemennya. Kekagetannya berlanjut saat menerima panggilan misterius yang menginstruksikannya untuk melarikan diri. Tak lama kemudian, Jerry bertemu Rachel, single mom yang juga menerima panggilan serupa dimana nyawa anak semata wayangnya menjadi taruhan. Segera saja mereka berdua harus menjalani misi yang tampaknya sudah direncanakan dengan baik. Apa yang sesungguhnya mendalangi itu semua?

Gambar:
Full adegan aksi tempo cepat dari awal sampai akhir termasuk pengejaran di bagasi Los Angeles International Airport!

Act:
Satu dari dua debut layar lebarnya adalah The Christmas Path (1998) pada usia 12 tahun. Disini Shia LaBeouf berperan sebagai Jerry Shaw, karyawan Copy Cabana yang terlibat persekongkolan tingkat tinggi.
Karirnya Hollywood nya diawali dalam Perfume (2001), Michelle Monaghan kali ini bermain sebagai single mom, Rachel Holloman yang berusaha menyelamatkan diri sekaligus anak kesayangannya dengan mengikuti semua instruksi misterius.
Didukung pula oleh Billy Bob Thornton sebagai Agent Thomas Morgan, Rosario Dawson sebagai Agent Zoe Perez, Michael Chiklis sebagai Defense Secretary Callister dan Anthony Mackie sebagai Major William Bowman.

Sutradara:
Karya layar lebar perdananya dalam Cyclops, Baby (1997) membuat D.J. Caruso bertahan di jalur action. Ini adalah kerjasama keduanya dengan Shia setelah Disturbia (2007) yang di luar dugaan cukup sukses secara komersil.

Komentar:
Diangkat dari buku karya William Gibson, plot film sebetulnya tidak terlalu orisinil sebab sudah banyak diangkat sebelumnya. Tetapi Eagle Eye disajikan dalam tempo cepat dan diyakini bisa menguras energi penonton dalam mengikutinya sehingga tidak satu detikpun anda merasa bosan. Adegan aksi sangat menarik terutama kejar-kejaran baik dengan kaki maupun dengan mobil dimana semua difilmkan dengan realistis. Meski secara keseluruhan agak sulit diterima logika rasanya hal tersebut termaafkan dengan kolaborasi cast yang bermain maksimal dan sutradara yang brilian.

Durasi:
115 menit

U.S. Box Office:
$101,111,837 till December 2008

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Selasa, 14 Oktober 2008

CINLOK : Potret Rendezvous Sempurna di Stasiun?

Cerita:
Pada suatu ketika di sebuah stasiun, Cundra, seorang porter serabutan berkenalan dgn Nayla, seorang massage-girl di sebuah spa. Sayangnya untuk menutupi kondisi yg sebenarnya, mereka berdua berbohong dgn identitas masing-masing2. Cundra mengaku sbg eksekutif muda yg hampir menikah dgn desainer Tika dan Nayla mengaku sbg manajer hotel yg bertunangan dgn pengusaha Tyo. Keduanya yg sebetulnya saling tertarik berusaha menyusun kebohongan demi kebohongan. Namun apakah hal itu bisa menyatukan mereka?

Act:
Tora Sudiro tampil dgn peran stereotipenya, playboy badung slengean. Cukup berhasil memang walau beberapa kebiasaannya di film ini terkesan menjijikan.
Luna Maya bermain cukup manis tapi tidak cukup baik mengeksplorasi mimik muka dan gesture tubuhnya sbg seorang spa-therapyst yg dilanda kebimbangan untuk meneruskan kebohongannya sendiri.
Tukul dan Ria Irawan terlihat paling natural, sesuai dgn porsi mereka sbg org desa yg bingung menghadapi kehidupan kota besar.

Sutradara:
Guntur Soeharjanto cukup terampil mengarahkan film ini yg banyak mengambil setting di slums area di Jakarta.

Komentar:
Terlihat jelas film ini ingin mengulangi kesuksesan Otomatis Romantis yg manis romantis menghibur itu. Namun sayangnya, Cinlok terjebak menjadi komedi romantis yg serba tanggung mau dibawa kemana. Penyelesaian film pun terkesan digampangkan dan kurang inovatif. Sayang!

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Gw ga prnh nilai film dibawah 6 krn biar bagaimanapun itu sebuah karya seni
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 10 Oktober 2008

SUAMI-SUAMI TAKUT ISTRI : Komedi Urban Berganti Panggung

Cerita:
Melanjutkan serial tevenya yang cukup sukses, 4 sekawan dengan dikomandani Pak RT terus berusaha “main aman”, diam-diam pergi ke Bali untuk nonton konser Trio Ganas yang sexy aduhai. Dengan membawa istri masing-masing, mereka berupaya agar konsep yang sudah direncanakan dengan matang tidak akan terungkap dan “membahayakan” diri mereka sendiri. Berhasilkah misi tersebut?!

Gambar:
Jangan expect terlalu tinggi karena film ini berbujet rendah. Namun gambar masih bisa dinikmati dengan cukup baik. Sayangnya sepertiga terakhir film yang mengambil syuting di Pulau Bali kurang mampu mengekspos eksotismenya.

Act:
Beberapa pelakon utama yang sudah jadi trademark film ini tampil natural "seadanya". Jangan salahkan mereka karena tidak ada pengembangan karakter lagi dalam versi layar lebar ini.

Sutradara:
Sofyan D’Surza cukup mampu menjalankan eksekusinya di kursi sutradara walau banyak keterbatasan di sana-sini.

Komentar:
Nikmati aja! Sebagai hiburan, sedikit banyak film ini mengingatkan kita pada lawakan2 Warkop DKI. Hanya saja sayang sekali konsep yang dibawa dari sinetron ke layar lebar kurang matang terutama dari segi pengembangan cerita yang tidak maksimal. Kemunculan Trio Ganas pun terkesan sebagai tempelan belaka. Juga ada cameo dari Fauzi Baadila dan Alexandra Gottardo yang cukup mencuri scene.

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Gw ga prnh nilai film dibawah 6 krn biar bagaimanapun itu sebuah karya seni
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Rabu, 08 Oktober 2008

CHIKA : New Movie or Just a Remake?

Hm, nonton Chika awalnya bikin kening gw berkerut. Kenapa? Karena prolog film penuh dengan kebetulan2 yang dipaksakan! Tapi harus diakui setelah itu, film mengalir lancar dan cukup fun untuk disaksikan.

Cerita:
Chika, remaja 15 tahun yang dunianya seakan runtuh dalam sekejap. Mulai dari diputusin pacarnya secara sepihak sampe “ditinggal” kedua orangtuanya yang tewas dalam kecelakaan pesawat. Dari situ, Chika dituntut untuk “bangkit” dan meneruskan hidupnya apapun rintangan yang dihadapi. Beruntung dia masih punya kakaknya Karen, seorang designer mandiri nan sibuk yang masih bisa membiayai hidup dan pendidikannya. Sampai pada suatu ketika, Chika bertemu seorang cowok judes plontos, Yoza. Sejak itulah konflik film berkembang dengan interaksi mereka yang berujung cinta?

Act:
Sharon Jessica, pendatang baru cukup memperlihatkan akting yang dominan di film ini sebagai Chika yang imut nan polos.
Muhammad Fardhan terlihat cukup natural membawakan karakter Yoza.
Sarah Sechan paling “nendang” di film ini sebagai kakaknya Chika, witty and funny!

Gambar:
Konsisten dengan konsep indoor outdoor secara simultan. Good quality pictures. Di epilog film, setting berpindah ke kota Venice yang indah lengkap dengan gondolanya.

Komentar:
Hm, yang jadi ganjalan itu, apa iya Chika remakenya Apa Artinya Cinta? Konsep cerita sangat2 mirip.Dua tokoh utama tetanggaan juga! Paris diganti Venice! Lagunya juga sama2 digarap Melly. Dulu duet sama Ari Lasso, sekarang mengusung Potret bawain I Just Wanna Say I L U! Karakter Shandy Aulia masuk ke Sharon Jessica, cantik nan lugu. Karakter Samuel Rizal juga diambil Fardhan, cool baldy but jutek. Gimana nih Pak Ram dan Sunil Soraya? Desperately mengulang kesuksesan Apa Artinya Cinta? di musim libur Lebaran ini? Well, gw harus akui, Chika slightly better daripada Apa Artinya Cinta? entah bagaimana pandangan anda :p

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Gw ga prnh nilai film dibawah 6 krn biar bagaimanapun itu sebuah karya seni
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Selasa, 07 Oktober 2008

I KNOW WHO KILLED ME : Kembar Identik Kunci Misteri Pembunuhan

Quotes:
Dakota Moss-I think I'm Aubrey's twin sister.

Cerita:
Siswi SMU yang juga berlaku sebagai penulis, Aubrey Fleming berhenti dari kelas piano untuk memfokuskan diri pada karyanya. Ketika teman sekolahnya yang menghilang, Jennifer Toland akhirnya ditemukan termutilasi, penduduk setempat mencemaskan anak-anak mereka sembari polisi berusaha mengungkap kasus pembunuhan itu. Setelah pertandingan football, Aubrey diculik dan kemudian menjadi korban mutilasi. Beberapa minggu kemudian, ia ditemukan tidak sadar di jalan yang sepi dan menjalani beberapa operasi. Namun setelah sadar, Aubrey malah mengatakan dirinya adalah Dakota Moss yang bekerja sebagai stripper klub lokal. Ketika FBI menemukan fakta kalau Dakota merupakan salah satu karakter dari cerita Aubrey, mereka mengira Aubrey mengalami gangguan jiwa. Apa yang sebetulnya terjadi? Benarkah Dakota merupakan kembaran Aubrey? Siapa sebetulnya pelaku pembunuhan berantai tersebut?

Gambar:
Kesan suram dan gelap tertangkap sepanjang film karena nuansa warna dark blue yang dominan.

Act:
Lindsay Lohan yang lebih dikenal sebagai gadis remaja bermasalah sebetulnya memiliki talenta yang cukup baik di dunia akting. Memulai karir sebagai bocah manis kembar, The Parent Trap, kali ini Lohan berusaha menunjukkan totalitas aktingnya. Sebetulnya cukup baik dan konsisten tapi terkadang peran Dakota dan Aubrey secara bergantian terlalu berat untuk dimainkan.

Sutradara:
Meski sudah menelurkan beberapa film, nama Chris Sivertson belum banyak dikenal luas dan film-filmnya belum menghasilkan apa-apa dari segi box-office. Di sini, Chris seperti terbebani untuk mengeksplorasi kebolehan Lindsay Lohan. Di satu sisi cukup baik tapi di sisi lain, Chris terlalu berusaha rumit dalam membuat I Know Who Killed Me sehingga hasil akhirnya malah kurang maksimal.

Komentar:
Bukan film yang buruk tapi sulit dikatakan baik. Background musik film ini seakan mengingatkan kita pada karya novelis Agatha Christie. Dari awal sampai akhir, film ini berusaha melakukan twist-twist agak tidak terjebak menjadi thriller biasa-biasa saja. Namun semua itu malah menjadikan tekanan tinggi yang sulit untuk diterima. Alhasil, film ini gagal di pasaran dan banyak mendapat caci-maki kritikus dan penonton film setia. Poor Lindsay Lohan yang sekiranya ingin mengangkat namanya lewat film ini setelah serangkaian kasus pidana.

Durasi:
95 menit

U.S. Box Office:
$7,233,485

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Selasa, 30 September 2008

BARBI3 : Kisah Pertobatan 3 Cewek Bling-Bling

Cerita:
Simpel sih, tentang 3 cewe “bling-bling” yang paling terkenal di kampus, Marion (Titi Kamal), Alya (Poppy Sovia), Aline (Francine Roosenda). Iyalah terkenal, terkenal “dandan”, terkenal “over-acting”, terkenal “oon”, terkenal “kejam” dll. Suatu saat ada mahasiswa baru, Stanley (Desta Club 80’s) yang lugu dan culun di kampus mereka, kontan aja jadi bahan mainan Trio Bling-Bling. Putus asa dipermalukan, Stanley berbuat nekad sebelum ditolong Helen (Cathy Sharon) yang diam2 menaruh hati. Perbuatan Trio Bling-Bling emang ga bisa dibiarkan, tapi apakah “satu peristiwa” mampu mengubah mereka semua?

Act:
Titi paling dominan di film ini, akting “over”nya boleh lah walau jadi norak karena ditambah dandanan yang “wew”. Kasian liat Poppy dan Francine yang notabene cukup berbakat main film tapi cuma jadi tempelan yang tidak penting dalam film ini. Cathy menunjukkan konsistensi actnya yang lumayan di film ini setelah sebelumnya main di Hantu Bangku Kosong. Desta, ga jauh2 beda sama peran2 sebelumnya terutama di Oh My God, bedanya logat dan gesture tubuhnya lebih diekspos disini.

Gambar:
Sering terjadi “kekosongan” antar scene sehingga terkesan “putus”. Overall cukup terbantu lah dengan gambar2 standar walau dengan eksekusi lighting yang seadanya.

Sutradara:
Monty kurang memberi porsi yang pas pada tokoh2 utamanya, mungkin karena kelemahan script jadinya ga bs diapa2in lagi.

Komentar:
Seperti udah gw duga sblmnya, lagi2 film “kosong” dari Monty Tiwa. Penyampaian pesan dan eksekusi cerita seringkali ga sinkron.Well, gw tau maksud film ini adalah “pertobatan” dan “pemberian maaf”, cocok sih buat nuansa Lebaran tapi apa iya hrs dgn cara seperti itu? Saran gw, nonton Barbi3 jangan dibawa serius, dibawa fun aja lah toh anda pasti masih bisa tertawa getir di beberapa scene film ini :p

Overall:
6.5 out of 10

Penilaian:
Gw ga prnh nilai film dibawah 6 krn biar bagaimanapun itu sebuah karya seni
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Senin, 29 September 2008

LASKAR PELANGI : Pendidikan Itu Perjuangan Hidup

Cerita:
Sesuai novelnya, meski udah dipangkas sana-sini tetap menyajikan kisah sederhana yang indah menggugah tentang persahabatan dan perjuangan mengenyam pendidikan walau harus menghadapi segala keterbatasan. Hm, memang jika dibandingin bukunya, memang ada sedikit penyempitan cerita karena durasi film yang terbatas, ceritapun difokuskan pada Ibu Muslimah dan 3 anak berbakat Ikal, Lintang, Mahar.

Act:
Cut Mini sebagai Ibu Muslimah mampu menguasai layar, dialog interaksinya dengan Pak Harfan selalu diekspresikan dengan pas dan wajar10 murid istimewa tampil sangat natural dan menciptakan chemistry yg kuat satu sama lainnya. Narasi yang brilian dari Lukman Sardi menjadi pengantar cerita.

Gambar:
Pulau Bangka Belitung mampu diekspos dengan indah mulai dari padang rumput hingga pantai. Itulah keindahan alam Indonesia yang sesungguhnya. Bravo!

Ilustrasi musik:
Mengalir asyik sepanjang film dengan nada2 ceria terutama alunan suara Giring yang lantang menyanyikan lagu simpel nan indah dengan nuansa berbeda dari lagu2 Nidji pada umumnya.

Sutradara:
Riri Riza emang pakemnya film anak2. Ga heran dia bisa membangun setting dan lighting yang pas walaupun syuting berpindah2 antara indoor dan outdoor.

Overall:
8 out of 10

Penilaian:
Gw ga prnh nilai film dibawah 6 krn biar bagaimanapun itu sebuah karya seni
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Sabtu, 27 September 2008

SPACE CHIMPS : Saat Simpanse Mengorbit Ke Angkasa Luar

Quotes:
Titan-Commander's log, space... the final frontier.
Ham III-Permission to speak commander.

Titan-Permission granted.

Ham III-You're a dork!


Cerita:
Pada saat Ham III, cucu dari astronot simpanse dari Agensi Luar Angkasa yang legendaris direkrut untuk membantu mengambil kembali sebuah alat pemeriksa luar angkasa yang hilang, dia menemui berbagai macam kejadian yang lucu saat harus bekerjasama dengan Letnan Luna dan Komandan mereka, Titan dalam satu tim. Namun pada saat pesawat mereka mengalami pendaratan darurat di sebuah planet aneh, mampukah para simpanse yang berbeda karakter ini mempersatukan diri sekalogus menyelesaikan misi mereka tanpa harus berebut pisang masing-masing?


Nice-to-know:

Teaser film ini pertama kali muncul pada tanggal 20 Juni 2008 pada saat penayangan Planet of the Apes (2001) oleh stasiun televisi Fox.

Voice:

Andy Samberg
sebagai Ham III

Cheryl Hines
sebagai Luna

Jeff Daniels
sebagai Zartog

Patrick Warburton sebagai Titan
Kristin Chenoweth
sebagai Kilowatt


Director:
Merupakan karya penyutradaraan pertama bagi Kirk De Micco setelah sempat menjadi penulis The Magic Sword : Quest For Camelot (1998) dalam debutnya di kancah perfilman Hollywood.


Comment:
Trailernya sepintas terlihat cute dan menyenangkan apalagi dibawa oleh tim produksi Shrek yang fenomenal itu. Nyatanya hasil akhirnya tidak sebaik itu. Animasi yang ditawarkan cenderung tanggung dan standar saja kualitas gambarnya. Beberapa joke yang ditawarkan memang cukup tajam tetapi tidak sekena Shrek yang sangat sarkastis itu. Oke, tidak perlu membuat perbandingan karena sudah diketahui jawabannya. Jajaran pengisi suaranya yang cuma aktor-aktris menengah juga tidak mampu berbuat banyak mengangkat penjiwaan karakter-karakter disini. Sebagai film keluarga, Space Chimps rasanya masih bisa dinikmati terutama oleh anak-anak dibawah usia 15 tahun. Tidak dapat dikatakan kartun yang buruk, hanya saja tidak ada yang spesial dalam formula yang digunakannya selain plot cerita yang klise dan tidak banyak improvisasi. Tidak perlu menyaksikan ini di bioskop, sewalah dvd originalnya di rental terdekat rumah anda.

Durasi:
80 menit


U.S. Box Office:
$30,105,968 till Nov 2008


Overall:

6.5 out of 10

Movie-meter:

Art can’t be below 6

6-poor

6.5-poor but still watchable

7-average
7.5-average n enjoyable

8-good

8.5-very good

9-excellent

No such perfect 9.5 or 10!