Storyline:Dobleh, Tama, Bagus yang bernasib dan bermodal kurang lebih sama yaitu tidak masuk kategori keren dan kaya di kampus Jogja. Beruntung semangat mereka dalam bermusik tidak kendur dan terus berlatih di bawah bendera SKJ di atas segala rintangan yang ada. Sayangnya band tenar kampus, The Bangers yang dipimpin Langit seringkali melecehkan mereka. Adalah trio bling-bling yang beranggotakan Gadis, Geschell dan Gendis yang awalnya mengidolakan The Bangers berbalik bersimpati pada SKJ. Kesempatan tanding pertama di ajang Pesta Kabel kampus, SKJ gagal total dan mereka punya kesempatan yang lebih besar di Festival Musik Jakarta. Akankah keberhasilan akhirnya menghampiri SKJ?Nice-to-know:Diproduksi oleh Kharisma Starvision Plus dengan sponsor utama Class Mild.Cast:Juan Rangga, Bagus dan Tama yang tergabung dalam grup SKJ bermain sebagai tiga sahabat pilon.Trio bling bling yaitu Gadis, Geschell dan Gendis dipegang oleh Cinta Laura Kiehl, Nindy, Karmela.Sedangkan saingan mereka, pimpinan The Bangers yaitu Langit diperankan oleh Fandi Christian.Director:Pernah sukses dalam Janda Kembang (2008), Lakonde yang juga bekas astrada Hanung Bramantyo percaya diri untuk maju menggarap film remaja ini.Comment:Trio SKJ bermain lugas dan lepas, sedikit banyak mengingatkan apa yang dilakukan kwartet The Changcuters dalam The Tarix Jabrix. Tapi kharisma trio SKJ tidaklah sekuat The Changcuters dalam komedi remaja ini. Lagu yang ditawarkan disini adalah Skutermatik yang cukup ear-catchy dan rajin wara-wiri di radio dan televisi itu. Sayang sekali mereka hanya berlip sync disini, tidak bernyanyi secara langsung dengan musikalitas mereka sendiri. Penampilan di atas panggung pun masih sedikit dibantu oleh Cinta, Nindy, Karmela dengan dance masing-masing. Walau tidak ada korelasi dengan cerita, Cinta turut menyumbangkan lagu Love Or Money di penghujung film. Plot ceritanya simpel saja tentang pembuktian band mana yang lebih unggul dan proses belajar masing-masing personilnya. Yang agak parah, tidak ada satupun adegan The Bangers bernyanyi full scene yang digadang-gadang pesaing terkuat SKJ. Hm, nilai 7 rasanya masih terlalu tinggi bagi Seleb Kota Jogja ini tetapi tidak apalah karena beberapa aspek disajikan dengan usaha Lakonde yang cukup berniat. Ohya, coba tebak di adegan mana Hanung Bramantyo menjadi cameo hahaha.Durasi:90 menitOverall:7 out of 10Movie-meter:6-sampah!6.5-jelek ah7-rada parah7.5-standar aja8-lumayan nih8.5-bagus kok9-luar biasa
Storyline:Zhang Rong tumbuh menjadi gadis pemberontak karena ditinggal mati orangtuanya sejak kecil. Ia menjalin hubungan gelap dengan Tuan Cheng. Di sisi lain kakak Zhang Rong, Zhang Xiao Chun menikmati hidupnya sebagai profesional muda yang beristrikan He Le, wanita cantik yang sangat dicintainya. Perlahan-lahan, rahasia masa lalu keluarga Zhang Rong dan Zhang Xiao Chun terkuak dan menimbulkan dilematis yang sangat kompleks di antara mereka berdua.Nice-to-know:Diproduksi oleh Shanghai Film Studio.Cast:Pernah memenangkan Golden Horse Award lewat The Matrimony (2007), Fan Bingbing bermain sebagai Zhang Rong yang cantik rapuh pembangkang.Memulai karir akting di usia 6 tahun lewat The Rendevous of Warriors (1973), Nick Cheung kali ini berperan sebagai Zhang Xiao Chun yang bersemangat dan ringan tangan dalam membantu orang lain.Didukung pula oleh Anthony Wong sebagai Tuan Cheng, kekasih gelap Zhang Rong.Director:Ho Ping kelahiran Taiwan ini angkat nama saat mendapat nominasi Sutradara Terbaik Golden Horse Award lewat Wolves Cry Under the Moon (1997).Comment:Sejam pertama film ini boleh dibilang membuang-buang waktu. Pengenalan karakter Zhang Rong dan Zhang Xiao Chun terlalu bertele-tele. Intensitas baru mulai dirasakan setelah menginjak lewat dari setengah durasinya. Disinilah unsur thriller bermain dimana kompleksitas hubungan antar tokohnya menjadi blur dan membingungkan. Dugaan penonton tidak begitu saja dapat dipastikan sesuai logika ceritanya. Twist yang tersisa di akhir sedikit dikaburkan dengan pilihan ending yang bisa dibilang pintar menyiasati situasi. Sutradara banyak bermain dengan tempo datar dan tone gelap sendu sepanjang film sehingga bisa jadi cukup membosankan bagi sebagian besar orang. Terlepas dari fakta tidak terlalu menariknya Sweet Revenge, Fan Bingbing dan Anthony Wong berhasil menyuguhkan kualitas akting yang baik terutama chemistry mereka berdua yang penuh misteri. Nick Cheung dengan kepribadian yang bertolak belakang tidak bermain secemerlang biasanya. Sayang sekali!Durasi:110 menitOverall:6.5 out of 10Movie-meter:Art can’t be below 66-poor6.5-poor but still watchable7-average7.5-average n enjoyable8-good8.5-very good9-excellentNo such perfect 9.5 or 10!
Quotes:Paul Child-What is it you REALLY like to do?Julia Child-Eat!
Storyline:Sang legenda kuliner, Julia Child menyediakan resep baru bagi seorang pegawai yang frustasi, Julie Powell lewat sebuah buku dan acara televisi. Pada akhirnya Julie benar-benar terinspirasi dan menyelesaikan 524 resep dalam waktu 365 hari sekaligus memperkenalkan generasi baru keajaiban masakan Perancis. Semua itu berkat dukungan suami dan kucingnya di apartemen tercinta mereka. Blog yang ditulisnya pun semakin digemari orang-orang yang mendorongnya mendapat banyak tawaran menulis dari puluhan editor terkenal. Bagaimana kehidupan seorang Julia sendiri? Dan bagaimana hal tersebut dapat memacu Julie untuk membenahi hidupnya yang semula membosankan?Nice-to-know:Sesungguhnya Meryl Streep hanya bertinggi 5 kaki 6 inci dan dibantu oleh trik kamera untuk membuatnya terlihat seperti Julia Child asli yang bertinggi 6 kaki 2 inci!Cast:Kedua kalinya memerankan karakter bernama Julia sejak debut aktingnya dalam Julia (1977), Meryl Streep meraih nominasi Oscar 2010 kategori Aktris Utama Terbaik lewat film ini.Pertama kali mendapat nominasi Oscar 2006 kategori Aktris Pendukung Terbaik lewat Junebug (2005), Amy Adams memangkas rambutnya untuk menjadi seorang Julie Powell, karyawati customer care yang stress luar biasa menghadapi keluhan pelanggan hingga menikmati waktu sepulang kerja dengan memasak!Director:Pertama kali meraih nominasi Oscar Best Screenplay bersama Alice Arlen lewat Silkwood (1984), Nora Ephron merupakan satu dari sedikit sutradara wanita senior di kancah Hollywood.Comment:Diangkat dari kisah nyata dimana buku berjudul "Mastering the Art of French Cooking" benar-benar ada dalam beberapa volume di tahun 1970an! Plotnya sendiri mengenai kehidupan dua wanita di tempat yang berbeda dan tidak saling mengenal. Streep bermain cemerlang seperti biasa dengan aksen Perancis dan bahasa tubuhnya sebagai koki handal. Meski sedikit kalah kelas, Adams juga sudah berusaha keras berakting sebagai pegawai yang tertekan dan berusaha konsisten dengan hobi barunya yang inspiratif. Chemistry masing-masing mereka dengan Tucci dan Messina juga terlihat natural dan manis. Sang sutradara Ephron rasanya terlalu berfokus pada karakter Julie, nyaris 90% dari durasi film menceritakan aktifitasnya. Apakah itu siasatnya untuk memotong bagian dalam bukunya yang banyak bertutur tentang sudut pandang Julia dan aktifitasnya bersama teman-temannya yang dirasa tidak terlalu penting? Akhir kata, Julie & Julia mungkin akan membosankan bagi penonton awam, kelezatan masakan tidak terlalu ditampilkan secara gamblang tetapi konsep dan semangatlah yang dikedepankan. Apakah anda akan menggemari selera makanan Perancis selayaknya banyak penduduk Amerika yang terobsesi setelah menyaksikannya?Durasi:120 menitU.S. Box Office:$94,125,426 till Nov 2010Overall:7 out of 10Movie-meter:Art can’t be below 66-poor6.5-poor but still watchable7-average7.5-average n enjoyable8-good8.5-very good9-excellentNo such perfect 9.5 or 10!
Quotes:Perseus-If I do this, I do it as a man.Draco-But you are not JUST a man!
Storyline:Yunani masa purba, kota Argos mengingkari kekuatan dewa-dewa sehingga dikutuk akan dimusnahkan dari muka bumi jika dalam 10 hari, putri raja Andromeda tidak dikorbankan kepada Kraken, monster lautnya dewa Hades pada saat gerhana. Sementara itu Perseus yang semasa kecil menjadi satu-satunya selamat dari karamnya kapal nelayan telah tumbuh menjadi pria dewasa yang tangguh. Ia sesungguhnya masih keturunan Zeus sehingga mendapat sebutan demigod, setengah manusia setengah dewa. Dendamnya pada Hades coba dituntaskan Perseus dengan menyelamatkan kota Argos. Dengan bantuan Calibos, Io, Draco dkk, mereka berkelana mencari jawaban untuk mengalahkan Kraken. Berhasilkah mereka?Nice-to-know:Awalnya Stephen Norrington akan menyutradarai film ini tetapi ia belum pernah menyaksikan versi aslinya sehingga tidak yakin mampu. Pada Juni 2008, proyek akhirnya diserahkan pada Louis Leterrier.Cast:Karir layar lebarnya dimulai lewat Bootmen (2000), kini Sam Worthington didapuk sebagai Perseus masa kini yang keras hati sekaligus tangguh bertarung.Dua aktor senior, Liam Neeson dan Ralph Fiennes didaulat sebagai dewa yang selalu berseberangan yaitu Zeus dan Hades.Dua gadis cantik, Gemma Arterton dan Alexa Davalos dipercayakan sebagai Io dan Andromeda.Director:Terakhir menggarap The Incredible Hulk (2008) yang cukup sukses itu, pria Perancis bernama Louis Leterrier ini sangat mengagumi film klasik Clash Of The Titans (1981) dan antusias saat mendapat kesempatan meremakenya.Comment:Apakah sebuah kesalahan melakukan remake film klasik dengan tambahan spesial efek? Hm, bisa jadi iya walau harapan meraih hasil yang lebih baik juga ada. Sebetulnya jika ditelaah lebih jauh dunia dewa-dewa teramat sangat banyak karakternya dengan karakterisasi dan cerita kehidupannya masing-masing. Clash Of The Titans hanyalah menarasikan segelintir peristiwanya dan sayangnya hal tersebut sudah dilakukan oleh film pop remaja, Percy Jackson yang baru launching beberapa bulan lalu! Plot ceritanya memang terkesan mengambang karena diawali seperti di tengah-tengah sesuatu dan tiba-tiba saja Perseus sudah dewasa tanpa kita tahu perkembangan jiwanya. Transisi antara adegan aksinya juga sedikit mengganggu, belum lagi dialognya yang tidak terlalu mengesankan. Mengingatkan film-film blockbuster buatan Michael Bay yang tidak beremosi dan bermakna. Worthington sudah melakukan yang terbaik bagi karakter Perseus tetapi kedalaman eksplorasinya tidak memungkinkan. Fiennes dan Neeson sekalipun tidak dapat berkontribusi banyak karena cerita seakan tidak menjadi fokus utama. Di luar faktor aksi dan visual efek yang menampilkan Medusa dan Kraken, film ini tidaklah terlalu spesial apalagi sampai dibilang epik. Faktor 3D juga tidak akan banyak membantu karena 2D nya sendiri sudah cukup.Durasi:95 menitU.S. Box Office:$61,400,000 in first week of April 2010Overall:7 out of 10Movie-meter:Art can’t be below 66-poor6.5-poor but still watchable7-average7.5-average n enjoyable8-good8.5-very good9-excellentNo such perfect 9.5 or 10!
Quotes:Aidan Hall-Come on! Just one drink!Tyler-When was the last time you had one drink?Aidan Hall-[thinks] communion.
Storyline:Di New York, pemuda pemberontak Tyler sedang bersitegang dengan ayahnya terlebih setelah sebuah tragedi yang memisahkan keluarga mereka. Tyler merasa tidak seorang pun yang dapat mengerti apa yang dialaminya sampai bertemu Ally secara tidak terduga. Cinta adalah hal terakhir yang ada di pikirannya tetapi saat semangatnya pulih dan mulai menginspirasinya, Tyler jatuh hati pada Ally. Hubungan kasih yang tumbuh di antara mereka segera mengalahkan semua rintangan yang ada. Sayangnya, sebuah rahasia terungkap yang mungkin memisahkan mereka pada akhirnya..Nice-to-know:Saat break dari adegan jalanan, Robert Pattinson sempat tertabrak mobil saat menyeberang jalanan untuk menghindari fans-fansnya yang ingin memegangnya. Beruntung luka itu tidak serius dan penjaga segera mengamankannya.Cast:Kebintangannya memuncak lewat Twilight saga, Robert Pattinson kali ini bermain sebagai Tyler Hawkins yang punya peraturan sendiri dalam menyikapi hubungan dingin dengan ayahnya.Aktris kelahiran Australia, Emilie de Ravin terakhir kebagian peran kecil dalam Public Enemies (2009). Disini ia berperan sebagai Ally Craig yang trauma di masa kecil saat ibunya ditembak perampok di depan mata kepalanya sendiri.Sepasang aktor-aktris senior, Pierce Brosnan dan Lena Olin bermain sebagai ayah Tyler dan ibu Ally.Director:Allen Coulter selama ini lebih banyak menangani serial televisi termasuk Millennium, The X-Files hingga Sex and the City.Comment:Bersetting musim panas 2001, inti film ini adalah kekuatan cinta, arti keluarga dan kepentingan menjalani hidup dengan gairah serta menghargai setiap harinya hidup seseorang. Sepintas memang terlihat seperti drama biasa konsumsi kaum wanita terutama penggemar Pattinson, tetapi nyatanya film ini tampil realistis dengan semangat indie yang kuat. Pattinson di luar dugaan mampu membawakan karakter Tyler dengan baik dan lepas dari gaya arjunanya Edward Cullen. Chemistry dengan de Raven juga cukup natural. Ikatan dua orang yang trauma dengan masa lalu keluarga dan bersama-sama menjalani hari-hari bersama dengan positif. Suatu hal yang indah bukan? Sutradara Coulter yang filmografi layar lebarnya masih sangat sedikit ini mengemasnya dengan mood sendu yang cukup depresif sepanjang film. Itulah yang tidak saya sukai dan mungkin juga penonton kebanyakan yang akan dengan mudah merasa bosan! Endingnya ditampilkan secara implisit, untuk menghindari sensitivitas korban-korban terkait yang masih teringat jelas kejadian tersebut. Rasanya butuh pemahaman lebih untuk bisa menghargai Remember Me sebagai suatu drama inspiratif yang utuh.Durasi:105 menitU.S. Box Office:$17,036,782 till end of March 2010Overall:6.5 out of 10Movie-meter:Art can’t be below 66-poor6.5-poor but still watchable7-average7.5-average n enjoyable8-good8.5-very good9-excellentNo such perfect 9.5 or 10!
Storyline:Penyanyi muda yang tengah berkibar, Alfa dikejutkan oleh kehadiran gadis muda cantik bernama Jane di apartemennya pada suatu pagi. Ternyata Jane adalah cucu tunggal kesayangan konglomerat Bakti Hasan yang menginginkan Alfa untuk mendampingi Jane yang sakit keras. Awalnya Alfa menolak karena sudah menjalin hubungan dengan Laras, mahasiswi kembang kampus. Namun ia tergetar juga melihat Jane yang kesepian, apalagi Laras dengan berat hati membiarkan Alfa memberi perhatian pada Jane. Sementara itu penyakit terus menggerogoti tubuh Jane dan mungkin usianya tidak lama lagi, terlebih jika operasi gagal dilakukan. Bagaimana akhir dari kemelut cinta segitiga ini?Nice-to-know:Diproduksi oleh Wannabe Pictures.Cast:Mengulang apa yang ditampilkannya dalam film pertamanya BCB, Olivia Lubis Jensen kali ini bermain sebagai gadis pesakitan Jane yang manja sekaligus kesepian.Debut pertamanya di layar lebar, Afgan sebagai Alfa, penyanyi muda idola remaja yang baik hati.Terakhir bermain mengesankan dalam Queen Bee, Tika Putri berperan sebagai kekasih idola pujaan gadis-gadis yang berjiwa besar.Deddy Mizwar didaulat sebagai Bakti Hasan, konglomerat tanah air sekaligus opa yang sangat menyayangi Jane.Director:Selain sutradara, Benni Setiawan juga menjabat sebagai penulis cerita dan skenario film ini. Dia lah yang membawa Bukan Cinta Biasa (2009) sukses besar tahun lalu.Comment:Film dibuka dengan tidak mulus. Maksud saya seakan penonton sudah ditempatkan di tengah-tengah episode. Disitu kita diajak mengenal karakter Jane, Alfa, Laras dan opa Bakti. Terus terang penonton akan sulit bersimpati pada Jane yang di paruh pertama film terlalu sibuk merengek-rengek walau cukup masuk akal mengingat karakternya sejak kecil sudah dilimpahi harta di atas perasaan sangat kesepian ditinggal mati kedua orangtuanya. Olivia membawakannya tidak jauh berbeda dengan apa yang diperlihatkannya dulu. Afgan bernyanyi disini bukannya berakting, terutama ekspresi dan emosinya yang datar-datar saja sepanjang film. Sebaliknya Tika bermain cukup baik, dia terlihat tegar dan terluka perasaannya secara bersamaan. Deddy seperti biasa menunjukkan kelasnya sebagai aktor senior yang berhasil mengayomi aktor-aktris belia masa kini saat berbagi layar. Sang sutradara Benni nampaknya sedikit terlalu ambisius untuk mengulangi kesuksesan serupa. Beberapa momen menyentuh berhasil didapatnya, terima kasih pada backsound dan live singingnya Afgan disini. Namun sayangnya semua itu tidak didukung logika cerita yang bisa diterima penonton sejak awal. Terutama perasaan Alfa yang tidak konsisten di pertengahan hingga akhir, juga perubahan sikap Jane yang saya harapkan bisa signifikan antara sebelum dan sesudah "kejadian" itu. Endingnya juga dibikin ngepop. Hm, setidaknya Cinta 2 Hati berusaha bercerita terlepas dari minus-minus yang seharusnya bisa bikin film ini "lebih" plus.Durasi:105 menitOverall:7.5 out of 10Movie-meter:6-sampah!6.5-jelek ah7-rada parah7.5-standar aja8-lumayan nih8.5-bagus kok9-luar biasa
Storyline:Pasangan pengantin muda, Odie dan Susan baru saja pindah ke rumah baru yang mewah dengan kolam renang. Tak lupa mereka membeli ranjang dari Cik Lisye dan keponakannya yang baru tiba dari Taiwan, Ling Ling. Ranjang tersebut ternyata didapatkan Cik Lisye dari lelang kasur sebuah kost dan diperbaharui untuk dijual lagi. Herannya Susan langsung jatuh hati saat melihat ranjang tersebut. Berbeda dengan Odie yang merasa istrinya bertambah aneh setelah meniduri ranjang baru tersebut. Apa yang sesungguhnya terjadi di masa lalu? Akankah hal tersebut mengancam kelangsungan rumah tangga Odie dan Susan?Nice-to-know:Diproduksi oleh Maxima Pictures dan gala premierenya dilakukan di fX.Cast:Indra L. Bruggman sebagai OdieDewi Perssik sebagai SusanAyu Dewi sebagai Cik LisyeZuzana Chang sebagai Ling LingDirector:Arie Azis kembali dipercaya produser Ody Mulya Hidayat untuk menangani horor yang bisa dibilang sekuel Tiren (2008) ini.Comment:Entah kenapa belakangan tren film lokal menjual adegan panas untuk menarik perhatian, padahal ujung-ujungnya dipotong gunting sensor pula. Belum lagi kehadiran bomseks Jepang/Taiwan dsb yang juga meramaikan layar. Miskin kreatifitas? Mungkin saja. Tiran ini adalah salah satunya. Masih berusaha menjual nama Dewi Perssik yang sukses besar lewat debutnya, Tali Pocong Perawan yang kebetulan dari sutradara, produser dan rumah produksi yang sama. Tidak heran bukan jika dipakai terus? Untungnya Dewi tidak terlalu berlebihan, walau ciri khasnya belum bisa melebur ke karakter lain. Namun cast yang mencuri perhatian disini adalah Ayu Dewi yang tampil lugas sebagai enci-enci tukang jualan furnitur dan ranjang dalam skala lebih khususnya. Indra yang kembali memulai karir layar lebarnya justru tampil kaku. Sedangkan Arie yang dulu saya nilai termasuk sutradara kreatif, belakangan ini seperti kehabisan ide dan terkesan kejar tayang juga. Hmmm.. Alhasil seperti film lain sejenis, plot ceritanya campur aduk mulai dari penghuni kost, pindahan rumah baru, penjual furnitur, pegawai toko, pasutri bermasalah, tetangga seksi, keponakan orang asing, balas dendam, hamil bayi prematur, hantu anak kecil sampai kuntilanak. Bingung? Semua tersaji hanya dalam 70 menitan saja!Durasi:75 menitOverall:6 out of 10Movie-meter:6-sampah!6.5-jelek ah7-rada parah7.5-standar aja8-lumayan nih8.5-bagus kok9-luar biasa
Storyline:Buss berhubungan gelap dengan Prathan yang sudah menikah. Tapi saat mengetahui Buss gagal hamil, Prathan mencampakkannya. Buss yang terluka tidak tinggal diam dan membunuh Prathan karena sakit hatinya. Buss yang pada dasarnya mengalami siksaan sejak kecil menjadi seorang psikopat pembunuh yang luar biasa sadis dengan membunuh orang-orang yang dianggap mengganggunya dan menjadikannya daging baso restoran bakminya yang terkenal enak itu!Nice-to-know:Diproduksi oleh Phra Nakorn Film Co. Ltd.Cast:Mai CharoenpuraAnuway NiwartwongWiradit SrimalaiDirector:Tiwa Moeithaisong sebelumnya pernah menangani Bangkok Love Story (2007).Comment:Dari segi cast cukup mendukung terutama Mai Charoenpura yang bermain meyakinkan dengan ekspresi dan bahasa tubuh seorang psikopat pembunuh. Ceritanya sendiri simpel bergulir dengan lancar plus beberapa sengatan kilas balik, garis besarnya akan mengingatkan anda pada The Untold Story buatan Hongkong lebih dari satu dekade yang lalu yang menggemparkan itu. Skrip disusun dengan baik. Visualisasi "indah" pembantaian yang sadis memang mengerikan apalagi didukung dengan musik latar Bergman. Tone warna merah dan biru sangat dominan disini. Beberapa unsur penyiksaan dan pornografi disajikan dengan gamblang, walau tidak seeksploitatif dengan apa yang disuguhkan Hostel dan film-film sejenisnya. Meat Grinder akan menjadi mimpi buruk anda yang terbentuk dari jiwa seorang wanita yang tersiksa secara fisik dan psikis sejak kecil oleh keluarganya sendiri. Dan kali ini diangkat dari sudut pandang Thailand!Durasi:90 menitOverall:6.5 out of 10Movie-meter:Art can’t be below 66-poor6.5-poor but still watchable7-average7.5-average n enjoyable8-good8.5-very good9-excellentNo such perfect 9.5 or 10!
Quotes:Jake-I'm sorry.Jane-How far back does that 'sorry' go?Jake-How far back do you need it to go?Jane-Wa-ay back.
Storyline:Saat putra bungsunya diwisuda, Jane kembali bertemu dengan mantan suaminya, Jake yang telah menikah lagi dengan Agness yang jauh lebih muda dengan seorang anak yang masih bocah, Pablo. Tak dinyana, keduanya malah asyik bercengkrama ketika mabuk hingga terjadi perselingkuhan! Jane yang menyadari ini sebuah kesalahan segera berbenah diri terlebih setelah ia sukses membangun hidupnya sendiri sekaligus membesarkan ketiga anaknya selama 5 tahun terakhir. Perkenalan dengan arsitek kalem yang juga seorang duda bernama Adam membuat Jane semakin dipusingkan dengan siapa yang harus ia pilih pada akhirnya.Nice-to-know:Meski belum pernah bekerjasama sebelumnya dalam sebuah film, Steve Martin dan Alec Baldwin seimbang dalam menjadi pembawa acara Saturday Night Live sebanyak 14 kali. Keduanya juga menjadi asisten pemandu acara Academy Awards 2010.Cast:Meraih Oscar Aktris Terbaik keduanya lewat Sophie's Choice (1982), Meryl Streep merupakan jaminan kualitas akting emas dalam sebuah film. Kali ini ia berperan sebagai Jane, pengusaha cafe dan toko roti sukses yang dilema memilih mantan suaminya atau pria yang baru dikenalnya.Sudah melakoni posisi sutradara, produser, penulis hingga aktor membuat Steve Martin semakin matang. Disini ia bermain sebagai Adam, arsitek duda yang masih trauma dengan perceraian terdahulunya.Sekali dinominasikan Oscar kategori Aktor Pendukung Terbaik lewat The Cooler (2003), Alec Baldwin kebagian karakter Jake, pria setengah baya yang kepincut kembali dengan mantan istrinya setelah menjalani pernikahan kedua yang tidak terlalu membahagiakan.Director:Wanita kelahiran Pennsylvania 61 tahun yang lalu bernama Nancy Myers ini pernah dinominasikan Academy Awards 1981 kategori Best Writing Screenplay Charles Shyer dan Harvey Miller lewat film Private Benjamin (1980).Comment:Senang rasanya masih ada kesempatan bagi aktor-aktris berumur untuk menjadi sorotan utama dalam sebuah film unggulan. Dan Streep, Baldwin, Martin mampu menjawab tantangan itu dengan baik, ketiga karakter utama yang mereka mainkan berwatak unik sekaligus matang. Streep tampil seksi dan segar di usia 60, Baldwin nakal dan kesepian sedangkan Martin terlihat intelek dan kalem, berbeda dengan apa yang biasa ia tampilkan. Ceritanya sendiri simple mengenai kesempatan rujuk bagi pasutri berumur yang sudah beberapa tahun bercerai setelah memiliki anak-anak yang beranjak dewasa. Tema yang sebetulnya bisa dalam dan serius tetapi disajikan Myers dengan tempo cepat dan fun. Seperti biasanya, karya-karya Myers kental dengan sentuhan feminis dari sudut pandang karakter wanita. Dan Streep menjawab proyeksi Myers dengan meyakinkan. Chemistry nya dengan Baldwin ataupun Martin saat berbagi layar terasa natural. Pemahamannya dalam menyikapi konflik kehidupan sehari-hari juga menarik, yang mungkin bisa jadi inspirasi bagi yang mengalaminya secara pribadi. It’s Complicated adalah drama komedi romantis yang ringan dan mudah diikuti terlepas dari ending yang bisa jadi mudah ditebak arahnya. Namun saya ingatkan lagi bahwa jualan utama disini bukanlah di screenplay tetapi jajaran castnya. Tidak percaya?Durasi:115 menitU.S. Box Office:$112,583,115 till March 2010Overall:8 out of 10Movie-meter:Art can’t be below 66-poor6.5-poor but still watchable7-average7.5-average n enjoyable8-good8.5-very good9-excellentNo such perfect 9.5 or 10!
Quotes:Hiccup-Thank you for nothing, you useless reptile
Storyline:Berusaha meneruskan legitimasi ayahnya Stoick yang seorang pemimpin Viking sejati dan jagoan pembunuh naga, Hiccup malah berbanding terbalik. Ia tidak punya keberanian sehingga apa yang dibantunya hanyalah menggosok perisai dan menempa besi untuk pedang bertarung. Tibalah saat latihan menaklukkan naga bersama kawan-kawan sebayanya termasuk Astrid, gadis yang disukainya. Hiccup berusaha sekeras mungkin untuk tidak mundur. Pada suatu malam tanpa sepengetahuan siapapun, ia berhasil membidik seekor naga langka di malam hari. Berusaha membuktikan ucapannya, Hiccup pun menyusuri bukit pegunungan dan menemukan Night Fury terluka yang kesulitan terbang tersebut yang akhirnya diberi nama Toothless. Lambat laun tumbuh persahabatan erat diantara keduanya. Sementara itu ayahnya memimpin armada Viking untuk mencari sarang naga tanpa mengetahui keberadaan suatu spesies naga maut yang bersembunyi di baliknya.Nice-to-know:Karakter Toothless sang naga digambarkan mirip karakter Stitch, hasil karya Chris Sanders sebelumnya yakni Lilo & Stitch (2002).Voice:Selain Gerard Butler yang mengisi suara Stoick rasanya pemeran lain belum banyak dikenal namanyaJay Baruchel sebagai HiccupCraig Ferguson sebagai GobberAmerica Ferrera sebagai AstridJonah Hill sebagai SnotloutDirector:Kolaborasi Dean DeBlois asal Kanada dan Chris Sanders asal Amerika sebelumnya sukses dengan Lilo & Stitch yang menghasilkan $145,794,338 di Amerika saja!Comment:15 menit pertama film ini terasa "ngebut" sehingga membuat penonton sedikit pusing karena masih berusaha menyesuaikan dengan penangkapan imej 3D oleh indera penglihatan yang dibantu kacamata khusus. Penyajian komunitas Viking secara garis besar dibuat dengan sangat cepat termasuk tradisi perburuan naga oleh Stoick dkk yang dibuat tidak lazim dan belum pernah diceritakan film manapun. Karakter Hiccup memang mudah membuat penonton bersimpati kepadanya karena seperti orang kebanyakan yang merasa tidak memiliki keistimewaan apapun. Film ini mulai menarik sampai pada titik dimana Hiccup berusaha menemukan jati diri nya dengan mempelajari gerak-gerik naga yang dilumpuhkannya itu. Interaksi keduanya terasa hidup dan natural, salah satu poin nilai utama animasi ini. Hingga lewat pertengahan mendekati akhir, cerita mulai klise dan ending bisa diperkirakan mayoritas penonton. Beruntung gambar-gambarnya masih tersaji dengan unik sehingga kita tetap antusias mengikutinya. How To Train Your Dragon adalah animasi 3D pertama Dreamworks yang tokoh utamanya bukan hewan dan rasanya dapat mencetak kesuksesan secara komersial dimanapun ditayangkan.Durasi:95 menitOverall:7.5 out of 10Movie-meter:Art can’t be below 66-poor6.5-poor but still watchable7-average7.5-average n enjoyable8-good8.5-very good9-excellentNo such perfect 9.5 or 10!