XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label jay baruchel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jay baruchel. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 September 2011

GOOD NEIGHBOURS : Sosialisasi Tetangga Motivasi Pembunuhan

Tagline:
You never know who's living right next door.


Storyline:
Tahun 1995 dimana referendum kedua yang menyatakan pemisahan kota Quebec dimulai. Musim dingin, pembunuh serial sedang mengintai kompleks tempat tinggal Montreal. Para penghuni apartemen tua termasuk si gadis pelayan Louise pun mulai was-was dan seringkali berdiskusi dengan sahabatnya yang lumpuh Spencer. Tak lama kemudian, Victor pun pindah kesana dan mulai tertarik pada Louise. Sedangkan suasana mulai memanas ketika wanita Perancis bernama Johanne menjadi terganggu dengan kucing-kucing Louise. Kini masing-masing harus belajar siapa yang harus dipercaya dan tidak.

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Park Ex Pictures.

Cast:
Mulai dikenal setelah beberapa lakonnya dalam serial televisi, Jay Baruchel bermain sebagai Victor
Aktor Inggris ini mulai angkat nama lewat Underworld (2003), Scott Speedman berperan sebagai Spencer
Emily Hampshire sebagai Louise
Xavier Dolan sebagai Jean-Marc
Gary Farmer sebagai Brandt
Kaniehtiio Horn sebagai Johanne

Director:
Merupakan feature film ketiga bagi Jacob Tierney setelah Twist (2003) dan The Trotsky (2009).

Comment:
Suka tidak suka, kita harus mengakui bahwa tetangga adalah orang terdekat kita di luar keluarga. Seringkali segala macam bantuan darurat justru dibutuhkan dari mereka. Tentunya hal ini hanya berlaku bagi lingkungan tempat tinggal yang tingkat sosialisasinya tinggi antar para penghuninya, bukan sekumpulan individualis yang justru menyimpan perasaan-perasaan negatif berlebihan terhadap satu sama lainnya. Mana yang anda pilih?
Tierney yang mengerjakan skrip hasil adaptasi novel Chrystine Brouillet ini mengusung tema komedi hitam yang dibumbui dengan thriller. Fokus cerita pada tiga orang kesepian yaitu Spencer, Victor dan Louise dengan karakteristik masing-masing. Mereka memiliki keterikatan batin satu sama lain yang semakin terungkap seiring berjalannya tempo film yang merambat perlahan. Proses mencapai tahap itu memang membutuhkan kesabaran anda dalam menunggu sekitar satu jam, nyaris dua pertiga durasi film secara keseluruhan.
Beruntung, tiga karakter utama disini berhasil menyuguhkan akting yang maksimal. Ada Baruchel yang selalu terlihat clumsy, selalu berniat baiknya terhadap semua orang di sekitarnya meski terkadang disalahartikan. Hampshire yang terobsesi kucing, selalu paranoid terhadap pembunuh serial yang memperkosa dan membunuh wanita-wanita seusianya. Speedman yang misterius, selalu bersikap sinis karena kelumpuhannya itu. Anda akan menerka-nerka, tokoh mana yang pada akhirny paling “krusial” alias pemegang kunci, terlepas dari rasa empati yang mulai tumbuh terhadap mereka.
Tierney yang juga dikenal sebagai aktor itu (termasuk sebagai Jonah disini) masih perlu mengasah kemampuannya dalam menyutradarai. Konsep apartemen kelas menengah di Montreal itu memang sukses dirombak sedemikian rupa menjadi sebuah panggung pertunjukkan. Namun intensitas film yang mengalir datar-datar saja bisa jadi membosankan bagi mayoritas penonton apalagi yang tertipu dengan teaser trailer “berkedok” thriller yang menggoda itu.
Good Neighbours adalah contoh nyata potret sekumpulan orang yang seakan-akan tidak ingin benar-benar berkumpul satu sama lain hanya karena berada di tempat yang sama. Film yang samasekali tidak bernilai buruk, kalau tidak mau dikatakan layak tonton, tetapi sayangnya tidak mampu mencapai klimaks yang diharapkan. Persembahan komedi bernuansakan seks yang dibangun di atas thriller berdarah-darah, mengombinasikan perasaan jenaka dan ngeri secara bersamaan. Lihat saja karikatural yang disuguhkan bersamaan dengan credit title bergulir, membuat anda berpikir ulang dari perspektif yang berbeda akan keseluruhan isi film.

Durasi:
95 menit

U.S. Box Office:
$1,088 till Aug 2011 (limited showing)

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Sabtu, 24 Juli 2010

THE SORCERER'S APPRENTICE : Peremajaan Klasikal Dunia Sihir Disney

Quotes:
Balthazar Blake-You're a bad liar, Dave. That's good.

Storyline:
Kedua murid Merlin, Balthazar Blake dan Maxim Horvath terus saja berseteru beratus-ratus tahun memperebutkan guci berisi arwah Morgana dengan tujuan yang berbeda. Balthazar tetap ingin mengurung Morgana yang telah merenggut nyawa kekasihnya Victoria di masa lampau sedangkan Maxim ingin membebaskan Morgana yang dapat membantunya menguasai dunia dengan sihir terkuat. Di masa modern, Balthazar secara tidak sengaja bertemu dengan bocah Dave Stutler yang kelihatannya mewarisi kekuatan Merlin. Sayang lewat suatu insiden, Balthazar dan Maxim terkurung dalam sebuah guci. 10 tahun kemudian, Dave yang beranjak remaja tengah mendekati gadis impiannya semenjak kecil, Becky Barnes dan secara tidak sengaja harus kembali terlibat dalam perebutan kekuasaan sihir tersebut demi menjaga perdamaian dunia.

Nice-to-know:
Saat syuting adegan kebut-kebutan mobil, sempat terjadi kecelakaan di Jalan Sbarro dan Seventh Avenue pukul 1 pagi yang menyebabkan cedera dua orang yang tidak terlalu serius.

Cast:
Pernah menggenggam Piala Oscar gelar Aktor Terbaik lewat Leaving Las Vegas (2005), Nicolas Cage berperan sebagai Balthazar Blake yang harus menjadi mentor bagi pewaris Merlin, Dave Stutler.
Baru saja sukses mengisi suara dalam How To Train Your Dragon, Jay Baruchel bermain sebagai remaja biasa-biasa saja yang mendadak harus menyelamatkan dunia.
Karakter antagonis kedua kali berturut-turut setelah Prince of Persia : The Sands Of Time diemban oleh aktor senior Inggris, Alfred Molina.
Teresa Palmer sebagai Becky Barnes.
Monica Belucci sebagai Veronica.
Alice Krige sebagai Morgana.

Director:
Kerjasama ketiga Jon Turteltaub dengan Nicolas Cage setelah menggarap dua seri National Treasure di tahun 2004 dan 2007.

Comment:
Konon diilhami dari animasi Walt Disney pertama, Fantasia yang mengorbitkan karakter Mickey Mouse, film ini kembali mengupas dunia sihir dan permasalahan umumnya yaitu perseteruan dua penyihir senior dan bagaimana mereka mencari murid masing-masing untuk memperpanjang hegemoninya. Selebihnya tidak ada yang baru sehingga anda hanya perlu duduk manis di dalam bioskop dan dengan mudah mereka-reka adegan apa yang ditampilkan berikutnya. Very predictable! Kemampuan CGI nya terasa terlalu "sederhana" untuk masa sekarang ini. Beruntung alunan Secret nya OneRepublic mampu membangun mood di beberapa scene.
Bagaimana dengan karakterisasinya? Sejujurnya saya sudah agak muak melihat Cage yang seakan kejar setoran dalam 5-10 tahun terakhir dengan berbagai peranan yang nyaris serupa penjiwaannya. Kita pernah menyaksikan gaya mentornya yang tidak berbeda jauh dalam remake Bangkok Dangerous ataupun Kick-Ass baru-baru ini. Baruchel yang "suara"nya dipuji dalam How To Train Your Dragon malah terdengar "sengau" disini dan sedikit banyak penampilannya mengingatkan saya akan Tria The Changcuters. Keluguannya disini sedikit mengganggu sehingga sulit mengundang simpati penonton yang seharusnya muncul. Sayang sekali melihat Belucci hanya menjadi pemanis belaka dan memang tokoh Veronica tidak diberikan banyak ruang selain fakta "love interestnya" Balthazar dan Maxim sekaligus.
Selayaknya produksi Bruckheimer yang lebih menjual spesial efek daripada aspek-aspek lain sebuah film yang lebih penting, Turteltaub memperparah hasil akhirnya dengan eksekusi skrip yang sangat standar. Alhasil The Sorcerer's Apprentice hanyalah modernisasi dari versi klasik Disney yang sebetulnya tidak buruk, hanya saja tidak akan meninggalkan kesan apapun setelah menyaksikannya.

Durasi:
110 menit

U.S. Box Office:
$24,708,059 in opening week mid July 2010.

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sabtu, 27 Maret 2010

HOW TO TRAIN YOUR DRAGON 3D : Pilihlah "Naga" Anda Sendiri

Quotes:
Hiccup-Thank you for nothing, you useless reptile

Storyline:
Berusaha meneruskan legitimasi ayahnya Stoick yang seorang pemimpin Viking sejati dan jagoan pembunuh naga, Hiccup malah berbanding terbalik. Ia tidak punya keberanian sehingga apa yang dibantunya hanyalah menggosok perisai dan menempa besi untuk pedang bertarung. Tibalah saat latihan menaklukkan naga bersama kawan-kawan sebayanya termasuk Astrid, gadis yang disukainya. Hiccup berusaha sekeras mungkin untuk tidak mundur. Pada suatu malam tanpa sepengetahuan siapapun, ia berhasil membidik seekor naga langka di malam hari. Berusaha membuktikan ucapannya, Hiccup pun menyusuri bukit pegunungan dan menemukan Night Fury terluka yang kesulitan terbang tersebut yang akhirnya diberi nama Toothless. Lambat laun tumbuh persahabatan erat diantara keduanya. Sementara itu ayahnya memimpin armada Viking untuk mencari sarang naga tanpa mengetahui keberadaan suatu spesies naga maut yang bersembunyi di baliknya.

Nice-to-know:
Karakter Toothless sang naga digambarkan mirip karakter Stitch, hasil karya Chris Sanders sebelumnya yakni Lilo & Stitch (2002).

Voice:
Selain Gerard Butler yang mengisi suara Stoick rasanya pemeran lain belum banyak dikenal namanya
Jay Baruchel sebagai Hiccup
Craig Ferguson sebagai Gobber
America Ferrera sebagai Astrid
Jonah Hill sebagai Snotlout

Director:
Kolaborasi Dean DeBlois asal Kanada dan Chris Sanders asal Amerika sebelumnya sukses dengan Lilo & Stitch yang menghasilkan $145,794,338 di Amerika saja!

Comment:
15 menit pertama film ini terasa "ngebut" sehingga membuat penonton sedikit pusing karena masih berusaha menyesuaikan dengan penangkapan imej 3D oleh indera penglihatan yang dibantu kacamata khusus. Penyajian komunitas Viking secara garis besar dibuat dengan sangat cepat termasuk tradisi perburuan naga oleh Stoick dkk yang dibuat tidak lazim dan belum pernah diceritakan film manapun. Karakter Hiccup memang mudah membuat penonton bersimpati kepadanya karena seperti orang kebanyakan yang merasa tidak memiliki keistimewaan apapun. Film ini mulai menarik sampai pada titik dimana Hiccup berusaha menemukan jati diri nya dengan mempelajari gerak-gerik naga yang dilumpuhkannya itu. Interaksi keduanya terasa hidup dan natural, salah satu poin nilai utama animasi ini. Hingga lewat pertengahan mendekati akhir, cerita mulai klise dan ending bisa diperkirakan mayoritas penonton. Beruntung gambar-gambarnya masih tersaji dengan unik sehingga kita tetap antusias mengikutinya. How To Train Your Dragon adalah animasi 3D pertama Dreamworks yang tokoh utamanya bukan hewan dan rasanya dapat mencetak kesuksesan secara komersial dimanapun ditayangkan.

Durasi:
95 menit

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!