XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Minggu, 29 Maret 2009

COMING SOON : Kutukan Film Arwah Penasaran Menjadi Nyata

Tagline:
"The horror movie that you just saw is about to happen to you in real life!"

Cerita:
Sembuh dari kecanduan obat bius, Shane berusaha berbaikan kembali dengan mantan kekasihnya, Som. Sayangnya karena desakan ekonomi, Shane menyanggupi permintaan supervisornya, Yod untuk membajak sebuah film horor yang belum beredar di bioskop untuk kemudian dijual dengan harga tinggi. Film berjudul Revengeful Spirit itu ternyata bukan film biasa. Kisah tentang seorang wanita gila yang menculik anak-anak desa untuk kemudian disiksa dan dicongkel matanya seakan nyata! Misteri hilangnya Yod dan dihantui penampakan serupa wanita gila bernama Chaba itu membuat Shane harus berpacu dengan waktu memecahkan segala misteri yang melingkupi pembuatan film itu. Sebelum semuanya terlambat dan segalanya dalam film bisa menjadi kenyataan..

Gambar:
Selayaknya horor khas Thailand dengan andalan suasana yang mencekam dengan visualisasi hantu yang tidak biasa membuat beberapa adegan membangkitkan bulu kuduk.

Act:
Chantawit Thanasewee sebagai Chain dibaca Shane memperlihatkan penjiwaan yang natural dari seorang mantan pecandu obat bius untuk kemudian berusaha memperbaiki hidupnya meski terjebak dalam cara yang salah yang membuatnya terjerumus dalam masalah spiritual.
Worrakarn "Punch" Rotjanawatchra sebagai si cantik Som, gadis penjaga bioskop yang masih menyimpan cinta dengan mantan kekasihnya tapi ragu memutuskan untuk kembali atau tidak.

Sutradara:
Sophon Sakdaphisit yang pernah menulis skrip Shutter dan Alone kali ini bertindak langsung sebagai sutradara. Hasilnya cukup memuaskan karena bakatnya menulis ternyata menular pada caranya memvisualkan tulisan. Boleh ditunggu karya berikutnya.

Komentar:
Adegan apa yang paling menakutkan dalam film horor? Saat hantu muncul tidak terduga? Ketika karakter utama tidak melihat hantu di belakangnya?Pada akhirnya tokoh utama adalah hantu? Bukan itu yang akan merasuki anda saat pulang menonton film ini tetapi perasaan dejavu yang terus muncul begitu anda meninggalkan bangku bioskop. Apakah ada seseorang/sesuatu yang akan menyergap anda secara tiba-tiba. Ya, Coming Soon memang dirancang untuk menyerang rasa psikologis anda tentunya dengan bantuan visual hantu yang sangat menyeramkan. Ceritanya yang unik berlatar belakang kisah nyata membuat anda terus menduga-duga dari awal sampai akhir. Salah satu horor Thailand terbaik setelah 4BIA! Patut disaksikan sebelum ada remake Hollywood nya di kemudian hari.

Durasi:
80 menit

Overall:
8 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Sabtu, 28 Maret 2009

DRAGONBALL EVOLUTION : Petualangan Mencari 7 Bola Naga Kuasai Dunia

Quotes:
Goku-I'm not ready for this.
Master Roshi-You are the only one who can do it.

Cerita:
Saat mendekati gadis impiannya Chi-Chi di sebuah pesta tepat di hari ulang tahunnya, Goku terpanggil pulang secara naluri untuk kemudian menemukan kakek angkatnya Gohan meregang nyawa. Pesan terakhir untuk mencari Master Roshi pun dijalani Goku selain menemukan sisa 6 buah bola naga ajaib di seluruh dunia di samping satu yang sudah diwarisinya. Goku bersama Bulma dan Master Roshi harus berpacu sebelum raja iblis Piccolo menguasai ketujuh bola naga tersebut untuk menguasai dunia.

Gambar:
Sebagian besar syuting dilakukan pada bekas pabrik jeans di Durango, Mexico dimana layar biru dan hijau mendominasi gambar-gambar film yang berkonsep futuristik dengan nuansa Oriental dan Aztec.

Act:
Sempat muncul dalam peran kecil di Josie & The Pussycats (2001), Justin Chatwin kebagian peran besar pertamanya sebagai Goku. Aktor kelahiran Kanada ini dirasa tidak perlu mengubah warna rambut aslinya yang berwarna keemasan untuk menyamai karakter asli dari komik tersebut.
Aktris bersuara emas yang memulai akting dari serial teve ternama Law And Order, Emmy Rossum merupakan pemain yang paling dikenal dari jajaran cast. Pendalamannya dibantu dengan make up dan kostum membuat karakter Bulma menjadi menarik.
Sebelum ini mendukung film The Children Of Huang Shi (2008), Chow Yun Fat merupakan aktor terakhir yang dihubungi James Wong untuk peran Master Roshi yang ternyata langsung diterimanya.
Aktor Amerika yang sempat bermain dalam P.S. I Love You (2007), James Marsters kebagian peran raja iblis Piccolo yang bermuka hijau terang.

Sutradara:
Baru menyutradarai tiga film sejauh ini dengan Final Destination seri 1 dan 3 yang mungkin paling dikenal tidak membuat James Wong kecil hati untuk maju menduduki kursi sutradara salah satu anime terbaik yang pernah ada ini. Meskipun banyak kecaman diterima, rasanya James sudah melakukan yang terbaik darinya. Bagaimana menurut anda?

Komentar:
Sebenarnya cukup potensial untuk menjadi hit, apalagi didukung dengan bujet yang konon mencapai 100 juta dollar! Tapi entah kenapa serba terkesan tanggung dan terlalu ringan untuk bisa memuaskan semua pihak terutama penggemar animenya yang bisa jadi menganggap film ini sebagai penghinaan besar. Ketakutan saya saat melihat trailernya yang kurang menggigit menjadi kenyataan saat menyaksikan filmnya (lebih karena rasa penasaran akan seperti apa adaptasinya) dimana sempat tertidur! Apakah memang sulit untuk mentranslasikan komik/anime ke dunia nyata? Yah terlepas dari itu semua, sebetulnya film ini tidaklah buruk melainkan teramat sangat standar.

Durasi:
80 menit

U.S. Box Office:
Belum diketahui karena mengalami penundaan rilis sebanyak 3 kali!

Overall:
6.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 27 Maret 2009

SOUL'S CODE : Arwah Penasaran Memecahkan Kasus Pembunuhan

Tagline:
Mysterious fact reveals the haunting horror case..

Cerita:
Tubuh seorang gadis remaja terbunuh ditemukan tanpa busana dengan tanda-tanda aneh pada keningnya pertanda arwahnya dihalangi untuk membalas dendam. Detektif Khan dari DSI ditugaskan melakukan investigasi dibantu beberapa rekan-rekannya. Mayat tersebut dibawa ke Dr. Nicha bagian CIFS Bangkok untuk menemukan petunjuk lebih lanjut sekaligus identitas sesungguhnya. Sementara itu mantan idola remaja, C terlibat dalam kasus ini saat ia berusaha mencari mantan kekasihnya yang hilang. Beberapa kejadian supernatural pun mencoba mengungkapkan fakta dibalik itu semua.

Gambar:
Beberapa gambar kekerasan hasil penyiksaan ditampilkan cukup eksplisit sehingga terasa memilukan. Kontras dengan pencahayaan gelap sepanjang film.

Act:
Premsini Rathanasopa
Nuttakorn Taewakul
Patiwat Ruengsri
Napat Bhunjongjit-pisan
Saengthong Gate-uthong


Sutradara:
Atsajun Sattakovit

Komentar:
Kasus pembunuhan berantai yang dirangkai dengan kejadian supernatural mungkin bukan hal baru terutama pada perfilman Asia. Kelebihan Soul's Code adalah berhasil melakukannya dengan gaya film tahun 90an yang kental adegan flashback dengan sangat hati-hati dan cukup konsisten. Kekurangannya, arah cerita relatif mudah ditebak karena seringkali kita menyaksikan plot serupa sebelumnya, belum lagi alur lambat yang bisa jadi membosankan. Overall, ini memang bukan tipikal horor Thailand yang dinamis dengan twist mengejutkan, tetapi tetap sebuah alternatif tontonan yang lumayan di waktu senggang.

Durasi:
100 menit

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Kamis, 26 Maret 2009

SUKA MA SUKA : "Berpura-pura" Demi Mendekati Gadis Impian

Cerita:
Dua playboy ganteng, Wisnu dan Rezky masing-masing bekerja sebagai fotografer dan reporter teve. Karena sering terlambat ke kantor, Rezky berniat pindah kos. Pada saat itulah ia bertemu Wisnu dan bukan kebetulan mereka berada dalam satu taksi yang sama dengan tempat tujuan yang sama yaitu rumah tante Ria! Putus asa karena tidak diperbolehkan menyewa, mereka mencoba berpura-pura sebagai pasangan gay dan berhasil meyakinkan tante Ria dan keponakannya yang manis bernama Bella. Bersaing mendapatkan perhatian Bella, Wisnu dan Rezky melakukan hal-hal konyol termasuk membohongi bos baru Bella, Ryan sekaligus menghasut anaknya Dimas.Akankah pada akhirnya Bella mengetahui perbuatan kedua cowok itu di belakangnya?

Gambar:
Tidak selayaknya film keluaran MD Pictures, gambar-gambar di film SMS ini tidak terlalu memanjakan mata kecuali tentu saja warna kostum pemain-pemainnya yang mencolok.

Act:
Teuku Wisnu sebagai Nunu masih belum terlepas dari apa yang sudah dipertunjukkannya dalam layar kaca. Penampilan perdananya di layar lebar cenderung tidak lepas.
Rezky Aditya sebagai Kiky cukup menjanjikan karena berhasil menampilkan citra playboy yang fun sekaligus kocak dalam keberpura-puraannya.
Walau cukup lama absen bermain film, Laudya Cynthia Bella sebagai Bella terlihat cukup natural dan tidak berlebihan.
Sarah Sechan sebagai Tante Ria yang genit seperti biasa berhasil mencuri perhatian walau scenenya tidak banyak.
Choky Sitohang sebagai Ryan dalam debutnya pula. Sepertinya gaya presenter yang percaya diri masih terbawa dalam film ini.

Sutradara:
Karya perdana Encep Masduki di kancah perfilman nasional. Tidak terlalu baik walau tidak bisa dibilang buruk juga. Casting yang melibatkan sebagian pemain Cinta Fitri menjadi nilai tambah karena mereka sudah cukup dikenal luas. Eksekusi cerita yang dilakukannya cukup detail walau secara keseluruhan diragukan originalitasnya.

Komentar:
Sepertinya baru minggu lalu menyaksikan tema serupa dalam Pijat Atas Tekan Bawah. Sejak menit awal saya sudah tahu dan langsung kehilangan minat untuk menyaksikannya sampai habis. Rasanya perlu diklarifikasi skenario mana yang selesai tulis terlebih dahulu? Konon keduanya merupakan jiplakan dari film India, Dostana. Jika memang benar tentu hal ini akan sangat memalukan karena sedemikian miskin idenya sampai melakukan hal seperti itu. Terlepas dari itu semua, saya merasa SMS yang beraliran drama komedi sedikit lebih baik dari PATB yang komedi slapstik dari semua segi. Bagaimana pendapat anda?

Durasi:
85 menit

Overall:
6.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Rabu, 25 Maret 2009

100 FEET : Berjuang Menghadapi Hantu Mantan Suami Pendendam

Tagline:
Her Husband’s Dead, Ane He’s Taking the News Badly..

Cerita:
Dibebaskan bersyarat dari hukuman penjara setelah membunuh suaminya atas dasar bela diri, Marnie Watson kembali ke TKP setelah bertahun-tahun yaitu rumah yang ditinggalkannya. Membereskan barang-barang sekaligus menyingkirkan kenangan buruk masa lalu, Marnie mendapati arwah suaminya tidak pernah pergi dari rumah itu dan bermaksud menuntut balas. Sayangnya tidak seorangpun percaya pada perkataannya termasuk mantan rekan kerja suaminya di kepolisian, Shanks. Dengan gelang pengaman di kakinya, Marnie harus berjuang sendirian melepaskan diri dari terror selama tidak berjarak radius 100 kaki dari rumah tersebut.

Gambar:
Setting full di sebuah rumah sakit yang dikosongkan dan seakan terbengkalai.

Act:
Merambah akting sejak film Fathers & Sons (1992), Famke Janssen memperlihatkan penjiwaan yang menarik sebagai Marnie Watson, istri yang berjuang untuk tetap hidup sepeninggal suaminya yang penyiksa.
Bobby Cannavale sebagai Shanks selama ini lebih banyak terlibat dalam peran kecil di serial-serial teve ternama seperti Law & Order, Will & Grace dll.
Michael Pare sebagai hantu pendendam Mike Watson sebetulnya hanya tampil sebagai grafis dalam film ini.
John Fallon sebagai Jimmy pernah mendukung Saw II (2005).


Sutradara:
Eric Reid kembali dalam film layar lebar pertamanya setelah terakhir kali membesut Bad Moon (1996). Gaya penyutradaraan yang bergerak cepat dengan memanfaatkan setting rumah yang terbatas tapi tetap menjaga intensitas cerita. Nice job!

Komentar:
Kisahnya sederhana dengan plot yang tergolong biasa tapi disajikan dengan pintar sehingga mengasyikan untuk ditonton bersama bir dan popcorn di bangku bioskop yang nyaman. Konsep hantu suami yang grafisnya masih terlihat wajar disertai dengan sosok istri yang mampu mengambil keputusan cermat saat menghadapi gangguan supernatural merupakan kelebihan film ini dibandingkan film sejenis yang biasanya cenderung bodoh dan stereotype. Sayangnya pihak kreator tidak cukup percaya diri untuk merilis film ini di layar lebar.

Durasi:
100 menit

Korea Box Office:
$481,671 till Aug 2008

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Selasa, 24 Maret 2009

FEEL THE NOISE : Penemuan Jati Diri Musik Puerto Rico

Tagline:
Dream out loud.


Storyline:
Demi menghindari konflik di New York, rapper Harlem bernama Rob Vega dikirim ibunya ke tempat ayahnya, Roberto di Puerto Rico. Disana Rob bertemu dengan ibu tirinya, Marivi dan saudara tirinya, Javi yang sangat mencintai Reggaeton, gabungan hip-hop, reggae dan irama Latin. Rob dan Javi pun sepakat berkolaborasi untuk menciptakan aliran musik jenis baru dimana mereka dibantu oleh Jeffrey, produser kenamaan yang juga menaruh perhatian pada C.C. penari sensual yang menyukai Rob sejak pertama kali bertemu. Akankah perjalanan nasib semuanya akan berpuncak di Puerto Rican Day Parade bagi anak-anak muda bersemangat tersebut?

Nice-to-know:
Sempat beredar pula dengan judul lain Reggaeton.

Cast:
Omarion Grandberry sebagai Rob Vega
Zulay Henao sebagai C.C.
Victor Rasuk sebagai Javi
Giancarlo Esposito sebagai Roberto
Rosa Arredondo sebagai Marivi
James McCaffrey sebagai Jeffrey Skylar

Director:
Merupakan feature film kedua bagi Alejandro Chomski setelah Today and Tomorrow (2003).

Comment:
Saya tidak malu mengakui diri sebagai penggemar dance flick apapun jenisnya terlepas dari sedikitnya referensi judul yang dipunyai sejauh ini. Sebut saja Step Up, Stomp The Yard, Dirty Dancing 2 dsb. Atas fakta tersebut, saya memutuskan untuk menonton film yang beredar di Indonesia pada medio Maret 2009 ini apalagi bernuansakan Amerika Latin yang biasanya menumbuhkan sensualitas dan eksotisme tersendiri.
Ekspektasi yang cukup tinggi ternyata hancur lebur begitu saja karena dapat dibilang tidak ada skrip samasekali disini. Entah apa yang ada di pikiran sang penulis Albert Leon saat berupaya menciptakan subplot yang bertumpuk-tumpuk tapi tidak benar-benar jelas pangkal dan ujungnya. Pencarian jati diri yang digadang-gadang mampu menjadi klimaks yang ditunggu ternyata tidak terjadi. Semua adegan terasa tanpa nyawa hingga durasi berakhir.
Sutradara Chomski pun tampak tidak memaksimalkan Puerto Rico sebagai setting lokasi yang indah untuk membangkitkan chemistry di antara karakter-karakternya. Omarion, Zulay, Victor dkk tidak bisa dipersalahkan begitu saja jika tidak menampilkan emosi yang diharapkan. Bahkan tokoh-tokoh macam Rob, C.C., Javi, Roberto, Marivi, Jeffrey pun begitu satu dimensi dalam membawakan dialog-dialog klise yang seakan tidak membawa pengaruh apa-apa.
Acting dan dancing disertai musik pembangkit semangat tidak akan anda temukan disini. Feel The Noise hanya mengandalkan satu hit saja yang diputar berulang-ulang. Itupun tidak ingin anda dengarkan kembali setelah film berakhir. Jika anda masih bersikeras ingin menontonnya, silakan nikmati pengalaman berhalusinasi yang tidak jelas juntrungannya. Syukur-syukur sebelum mencapai credit title, anda sudah tertidur pulas dibuatnya.

Durasi:
85 menit

U.S. Box Office:
$5,701,408 till Oct 2007

Overall:
6 out of 10

Movie-meter:

Senin, 23 Maret 2009

FLOCK : Berkolaborasi Mengejar Pelaku Kekerasan Seksual

Tagline:
Evil has many faces. He has seen them all.

Cerita:
Erroll Babbage telah menghabiskan hampir seluruh karirnya untuk melacak pelaku pelecehan seksual dan metodenya yang tidak lazim hampir sama brutalnya dengan kriminal yang dia monitor. Saat dia menghubungkan salah satu orang yang bebas bersyarat dengan menghilangnya salah satu gadis setempat, dia dan rekan barunya Allison Lowry harus mendatangi S&M bawah tanah untuk menemukannya sebelum terlambat. Bisakah permainan kucing tikus tersebut diakhiri dengan baik?

Gambar:
Lokasi syuting dilakukan di Albuquerque dan Bernalillo, New Mexico yang terasa pas menggambarkan suasana sepi dan gersang kota tempat penyidikan.

Cast:
Terakhir tampil lewat peran tokoh nyata Clifford Irving dalam The Hoax (2006), Richard Gere disini terlihat temperamen memainkan karakter detektif Erroll Babbage.
Sebelum tampil memikat dalam Stardust (2007), Claire Danes terlebih dahulu didapuk sebagai Allison Lowry, detektif forensik yang baru ditugaskan di kota kecil mendampingi seniornya.

Sutradara:
Andrew Lau Wai Keung mungkin baru dikenal sebatas Asia lewat karyanya trilogi Infernal Affairs (2002-2003) yang legendaris itu. Inilah film internasional pertamanya yang langsung memasang dua bintang Hollywood yang cukup ternama.

Comment:
Thriller yang mengangkat tema sulit yaitu kekerasan seksual yang dikaitkan dengan investigasi cenderung berat dan sukar diterima di pasaran, selayaknya yang pernah dilakukan Nicolas Cage dalam 8 MM. Terlepas dari fakta tersebut, Flock bisa dikatakan film gelap yang cukup baik karena menampilkan sesuatu yang jauh di atas permukaan walau belum terlalu maksimal. Gaya investigasi yang dilakukan Lau cukup unik. Namun editingnya kurang mulus disebabkan terlalu banyak adegan kilat dan beku yang biasanya terjadi di serial teve saja. Di sisi cast, Gere memukau dalam mengeluarkan emosi saat memperlakukan setiap tersangka sebagai pelaku kejahatan, tetapi Danes yang biasanya cemerlang kali ini kurang "berisi". Kejutan yang ditampilkan di ending mungkin tidak akan terduga oleh penonton walaupun masih kurang menggetarkan.

Durasi:
95 menit

Box Office:
$5,359,167

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Minggu, 22 Maret 2009

ROGUE : Perjalanan Wisata Berbuntut Teror Buaya Ganas

Quotes:
Pete McKell: I just saw a man get eaten by a fucking crocodile. This is not what I do, alright. You know what I do? I write stupid articles about hotels, restaurants, and resorts. Not about the Australian Outback. And by the way, I fucking hate animals, especially ones that can kill you!
[pause]
Pete McKell: [muttering to himself] Speaking of which, I'm going to kill my fucking editor when I get home.

Cerita:
Seorang penulis kolom wisata Amerika, Pete bertugas melaporkan perkembangan industri pariwisata di bagian Utara Australia. Saat berlayar dengan perahu, ia bertemu dengan beberapa turis dengan karakter yang berbeda-beda termasuk pemandu lokal, Kate yang cantik. Sayangnya tiba-tiba perahu yang mereka tumpangi diserang hingga terbalik dan menyebabkan kekacauan intern grup tersebut. Terdampar di sebuah pulau kecil, mereka segera menyadari sedang diintai seekor buaya ganas yang besar. Berhasilkah mereka selamat dan keluar hidup-hidup dari tragedi tersebut?

Gambar:
Dibuka dengan perjalanan wisata bahari seakan-akan kita melakukan safari di pedalaman Australia lengkap dengan semua ekosistemnya.

Act:
Aktor asal Perancis, Michael Vartan pertama kali dikenal luas setelah mendampingi Drew Barrymore dalam Never Been Kissed (1999). Kali ini sebagai penulis travel guide, Pete McKell, dia memperlihatkan impersonasi yang baik mulai dari pengetahuan sampai kecekatannya menjelajah alam.
Aktris Australia yang sebelum ini tampil dalam Feast Of Love, Radha Mitchell sebetulnya sering bermain dalam film Hollywood walau bukan sorotan utama. Dalam Rogue, Mitchell berperan sebagai pemandu lokal, Kate Ryan yang pintar walau tidak siap menghadapi situasi yang di luar kendalinya.
Didukung pula oleh aktor Bootmen (2000), Sam Worthington sebagai Neil Kelly.

Sutradara:
Greg McLean baru dikenal lewat Wolf Creek (2005) yang sadis itu. Dalam Rogue, McLean mengetengahkan sosok predator dalam wujud buaya air asin yang mampu menyusun strategi dalam memburu mangsanya. Eksplorasinya dalam film ini boleh mendapat acungan jempol karena mampu menjaga ketegangan dan intensitas cerita.

Komentar:
Set yang digunakan dalam film ini konon dibuat langsung oleh departemen art mulai dari pepohonan, pulau buatan di Northern Territory. Konstruksi buaya pun dibuat di sebuah gudang di Maidstone, Melbourne. Hasil akhirnya? Cukup meyakinkan di samping beberapa scene malam yang benar-benar gelap dan terkesan menyembunyikan special efek yang digunakan. Secara keseluruhan, Rogue tergolong lumayan, akting yang tidak buruk, suasana mencekam dari beberapa kematian akibat serangan buaya. Meskipun ending dapat ditebak dikarenakan keputusan bodoh yang dibuat karakternya, Rogue tetap dapat membuat anda melompat dari bangku penonton. Yah tidak ada salahnya menyaksikan flick ini, cukup memuaskan.

Durasi:
80 menit

U.S. Box-Office:
$10,452 till May 08 only in 10 screens

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Sabtu, 21 Maret 2009

KUNTILANAK KAMAR MAYAT : Mengusut Hilangnya Suster Dan Kisah Dibalik Itu

Cerita:
Seringkali bermimpi kakaknya Miranda yang bekerja sebagai perawat rumah sakit, Andini bersama kekasihnya Robby dan sahabatnya Mocil berusaha mencari tahu fakta di balik menghilangnya Miranda. Satu persatu hal mulai terungkap saat Andini mendatangi rumah sakit tempat Miranda berkarya. Disana mereka bertemu sepasang kekasih dokter muda Indra dan perawat Sarah yang berusaha menjelaskan informasi tentang Miranda. Sepulangnya dari rumah sakit, ketiga mahasiswa/i itu seringkali diganggu penampakan kuntilanak. Apa yang sesungguhnya terjadi di kamar mayat tersebut? Benarkah Miranda sudah meninggal?

Gambar:
Terlepas dari setting yang itu-itu saja dalam film-film Nayato, gambar yang ditampilkan cukup baik dengan pencahayaan yang temaram.

Act:
Sebagai perawat Sarah, Julia Perez masih memperlihatkan stereotipe peran yang dilakoninya, gadis seksi yang menyimpan misteri atau rahasia. Meski tergolong "aman", Jupe belum mampu keluar dari apa yang sudah diperlihatkannya selama ini.
Mandala A. Shoji yang pernah bermain dalam Enam kali ini berperan sebagai dokter muda Indra yang hatinya bercabang dikarenakan tidak mampu konsisten dalam menentukan pilihan.
Rizky Mocil sukses berperan sebagai dirinya sendiri di film ini sebagai Mocil yang polos sekaligus kocak. Cukup menyegarkan suasana!
Didukung pula oleh Uwi Jasmine dan Imelda Lubis sebagai kakak beradik Miranda dan Andini.

Sutradara:
Sesuai janji sutradara bernama banyak ini jika menggunakan nama Nayato maka artinya karya dibuat dengan serius. Terbukti ia bekerja cukup memenuhi "standar" di film ini dalam arti tidak jelek walau belum bisa dibilang bagus juga. Satu yang cukup mengganggu, bias antara kenyataan dan alam mimpi yang dialami tokoh utama masih diumbar olehnya di beberapa scene.

Komentar:
Cukup klise dimana cinta segitiga berlatar belakang tragedi dan berakhir dengan balas dendam. Apa lagi yang baru yang ditawarkan film ini selain mengumbar keseksian Jupe dan ketampanan Mandala Shoji yang cukup diekspos. Secara keseluruhan jika dibandingkan beberapa karya terakhir Nayato, KKM boleh dibilang lumayan karena menggunakan plot dan alur cerita yang cukup rapi dengan penokohan yang tergolong jelas.

Durasi:
80 menit

Overall:
6.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 20 Maret 2009

PIJAT ATAS TEKAN BAWAH : Slapstik Disorientasi Seksual Buatan KK

Cerita:
Terapis pijit Garry dan fotografer freelance Barry berniat tinggal di rumah tante Titi yang seksi. Sayangnya ia hanya menerima perempuan kecuali lelaki gay. Maka Garry dan Barry berpura-pura menjadi pasangan gay terlebih setelah mereka berkenalan dengani keponakan tante Titi, Hanny yang cantik menawan. Pekerjaannya sebagai PR oil company tidak membuat Hanny bahagia karena hidupnya terasa hampa sampai ia berkenalan dengan Samuel yang menyenangkan. Hanny tidak menduga kalau Garry dan Barry bisa melakukan apa saja untuk menggagalkan hubungannya. Bagaimana akhir dari kisah ini? Siapa yang akan dipilih Hanny?

Gambar:
Dari awal sampai akhir terlalu banyak editing yang tidak mulus sehingga cukup mengganggu mata.

Act:
Saipul Jamil sebagai Garry
Narji Cagur sebagai Barry
Pelia sebagai Hanny
Kiki Fatmala sebagai Tante Titi
Tata Dado sebagai Pak RT
Wendy Cagur sebagai Samuel
Ruben Onsu sebagai Bos Hanny
Semuanya berakting secara berlebihan, mungkin memang itu yang diinstruksikan sutradara sesuai penokohan masing-masing.

Sutradara:
KK Dheeraj yang juga menulis skenario film ini masing menggunakan formula lama dengan mengumpulkan beberapa pelawak dalam satu film dengan mencoba merasionalkan cerita. Suatu hal yang mudah dilakukan tentunya tanpa bermaksud meningkatkan kualitas film secara keseluruhan.

Komentar:
Penuh dengan adegan slapstik komikal yang biasa ditemui di film-film remaja Hollywood. Hanya saja penerapannya seringkali jatuh menjadi norak karena humor yang ditampilkan cenderung berlebihan. Harus diakui memang ada sedikit peningkatan kualitas film produksi K2K di film ini dari segi kehalusan eksekusi film. Yang menjadi pertanyaan, entah kenapa belakangan ini pola dua pria yang berpura-pura menjadi pasangan gay demi menarik perhatian wanita idaman seringkali diangkat menjadi inti cerita sebuah film tanpa didukung dengan skenario yang menarik. Sedang trend kah? Satu yang pasti, perseteruan Kiki dan Saipul yang terjadi semasa syuting dan sempat marak diberitakan rupanya belum mampu mengangkat popularitas film ini.

Durasi:
85 menit

Overall:
6 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!