XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label chantawit thanasewee. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label chantawit thanasewee. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 September 2016

ONE DAY : Taking Risk For Chance In Love


Tagline:
Would you risk everything, just to be in love for just one day?

Nice-to-know:
Kolaborasi kedua sutradara Banjong Pisanthanakun dengan aktor yang juga penulis skenarionya Chantavit Dhanasevi setelah Hello Stranger (2010).

Cast:
Chantavit 'Ter' Dhanasevi sebagai Denchai
Nittha 'Mew' Jirayungyurn sebagai Nui


Director:
Merupakan film kedelapan bagi Banjong Pisanthanakun setelah Pee Mak Phrakanong (2013).



W For Words:
7 dari 20 film Thailand terlaris sepanjang masa hingga saat ini merupakan produksi GTH (GMM Tai Hub) yang telah menutup usianya tahun lalu setelah sebelas tahun beroperasi yang diakhiri dengan merilis dua film terakhirnya Heart Attack dan May Who yang juga tidak terlalu mencatat hasil memuaskan di tangga box office. Untungnya masa hiatus itu tidak berlangsung lama. Studio yang selalu dikenal dengan production value tinggi dan inovasi berkualitas tersebut menjelma menjadi production house baru di bawah bendera GDH 559 (Gross Domestic Happiness). Karya perdana mereka sudah bisa anda nikmati mulai minggu ini yang mengusung dua nama besar yaitu Banjong Pisanthanakun dan Chantavit Dhanasevi. Penasaran kan?

Staf IT berusia 30 tahun, Denchai adalah invisible man di kantornya. Nyaris tidak ada yang mengingat namanya apalagi mempedulikan keberadaannya. Diam-diam ia mengagumi si cantik Nui dari divisi Marketing yang ternyata menjalin hubungan gelap dengan bos perusahaan, Top yang sudah beranak istri. Ketika outing tahunan diadakan di Hokkaido, Nui mengalami kecelakaan dan menderita hilang ingatan selama satu hari. Lantas Denchai menggunakan kesempatan itu untuk mengaku sebagai pacarnya. Apakah kebersamaan mereka akan berlanjut, atau harus berakhir?

Sutradara Banjong Pisanthanakun pernah meraih sukses besar lewat komedi romantis Hello Stranger (2011) yang juga digagasnya bersama sang aktor Chantavit Dhanasevi. Formula yang nyaris serupa dengan tema yang berbeda berusaha dihadirkan, dimana setting dipindahkan dari Korea ke Jepang. Humor-humor situasi yang khas kembali mengisi lewat karakter-karakter pendukung yang hadir dalam porsi secukupnya saja tapi tetap memorable. Walaupun pada akhirnya saya agak menyayangkan keputusan final dalam film yang mereka buat karena akan sangat mempengaruhi kelanjutan nasib GDH 559 di masa mendatang. 

Suasana perkantoran yang statis di paruh awal berhasil memperkenalkan dua tokoh utamanya yang ‘kesepian’ dengan pergolakannya masing-masing. Hokkaido yang terasa dinamis dengan segala daya tarik wisatanya menjadi panggung bertutur yang dilematis di paruh akhir. Berbagai metafora yang disematkan di sepanjang penceritaan mampu mendorong plot ke arah pembabakan yang dituju secara jelas. Sebut saja lonceng permohonan, tombol kejujuran, figur kejutan sampai menara es.

Chantavit rela melakukan permak terhadap dirinya sendiri demi masuk ke dalam karakter Denchai. Wig keriting, susunan gigi yang tidak rapi plus kacamata kutu buku yang membuatnya terlihat berbeda. Gestur nerd yang ditampilkannya juga didukung oleh padanan kostum yang juga believable. Nittha memulai debut layar lebarnya dengan gemilang dimana setiap presence nya selalu ditunggu penonton. Mata besarnya seakan lebih berbicara daripada kata-kata yang keluar dari mulutnya sendiri. Sosok Nui yang easy going di luar tetapi rapuh di dalam mampu dibawakannya dengan lugas.

Jika anda termasuk dalam kategori lajang kota besar yang berkarir mungkin akan dengan cepat merasa familiar dengan penokohannya. Denchai atau Nui bisa jadi anda sendiri, atau salah satu dari orang di sekitar anda. Dengan pace yang konstan, One Day akan membuat anda terlarut hingga tanpa sadar menangis dalam suka hingga tertawa dalam duka. It’s a moody romance with emotional rollercoaster you should not miss! Cinta memang seringkali membuat kita bersikap egois, karena kebahagiaan kita sendiri yang menjadi taruhannya. But we all still need love, don’t we?

Durasi:
134 menit

Overall:
8.5 out of 10

Movie-meter:

Sabtu, 11 Februari 2012

ATM : Persaingan Kekasih Usut Kesalahan Bank


Tagline:
Can they handle a little competition before the reception?

Nice-to-know:
Film berjudul asli Er Rak Error ini rilis di Thailand pada tanggal 19 Januari 2012 yang lalu.

Cast:
Chantawich Tanasewi sebagai Suer
Preechaya Pongthananikorn sebagai Jib
Chaleumpol "Jack Fan Chan" Tikumpornteerawong
Thawat Pornrattanaprasert
Pongsatorn Jongwilas

Director:
Mez Tharatorn sebelum ini dikenal sebagai penulis The Little Comedian (2010) sekaligus bertindak sebagai asisten sutradaranya.

W for Words:
“Moneymaker” GTH kembali menghadirkan sebuah komedi romantis yang niscaya akan mengingatkan anda pada produksi Hollywood, Office Space (1999) milik Mike Judge yang juga mengambil setting dunia perkantoran masa kini dengan segala peraturannya. Tidak sia-sia karena dalam waktu singkat film ini berhasil menembus angka 100 juta baht dalam waktu singkat sekaligus mencatatkan diri sebagai film Thailand terlaris 2012 sejauh ini.

Suer dan Jib adalah pegawai bank JNBC yang saling memadu kasih. Sayangnya aturan ketat yang melarang percintaan di antara rekan kerja menghalangi niat mereka untuk menikah. Pada suatu ketika, sebuah ATM di propinsi Chonburi mengalami gangguan software sehingga mengeluarkan uang berlipat-lipat. Suer dan Jib ditugaskan atasan mereka untuk mengusut kasus ini sekaligus menjadikan pertaruhan siapa di antara keduanya yang harus mengundurkan diri.
Sutradara Mez Tharatorn terus menerus menjejali penonton dengan sekuensi komedik yang tak jarang menyerempet adegan slapstick yang didominasi oleh ekspresi dan bahasa tubuh komikal dari aktor aktrisnya. Beberapa di antaranya adalah anak bos dengan poni lemparnya yang hobi tebar pesona atau percintaan tanpa restu pengendara motor dan putri pemilik binatu yang berkali-kali “bertukar hati” lengkap dengan iringan efek suara yang unyu.

Chemistry yang tercipta antara Suer dan Jib juga terjaga dengan baik, anda diajak percaya bahwa terselip cinta di antara kelakuan ekstrim satu terhadap lainnya. Chantawich sempat memeragakan polisi gadungan untuk “melancarkan” tugasnya. Sedangkan Preechaya tak jarang berlagak “wanita iblis” untuk menghalalkan segala cara. Menarik melihat bagaimana keduanya beradu trik kotor yang tak terduga dalam mencapai tujuannya seakan melupakan status asli mereka.
Secara keseluruhan, ATM mungkin hanya ditujukan bagi orang yang berselera humor berlebih sehingga bisa ikut tertawa terpingkal-pingkal dengan suguhan kelucuan yang berlebihan. Jika tidak, mungkin anda akan mengernyitkan dahi karena benar-benar dipaksa untuk tertawa. Memang tidak sepenuhnya dapat dikategorikan sebagai komedi romantis karena unsur komedinya yang terlampau dominan. Namun kultur dunia kerja yang digabungkan dengan male versus female dalam konteks yang positif ini tetaplah sebuah tontonan yang menyenangkan.

Durasi:
123 menit

Asian Box Office:
Over 100.000.000 baht till Jan 2012.

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sabtu, 04 September 2010

HELLO STRANGER : Romantisme Anonim Dua Orang Asing

Storyline:
Bercerita tentang dua orang yang tidak saling mengenal dari Thailand dan mengikuti biro perjalanan ke Korea. Sang pria bepergian sendiri dan hanya mengandalkan sebuah tas gendong dan sendal jepit, tidak menikmati trip yang melulu mengunjungi lokasi syuting serial-serial ternama Korea. Sang wanita yang seharusnya pergi dengan sahabatnya Meow malah berbohong kepada kekasihnya Jim yang pada akhirnya berbuntut masalah. Lewat serangkaian kejadian, keduanya sepakat melakukan perjalanan bersama ke seluruh pelosok Korea tanpa mengetahui nama masing-masing. Akankah timbul sesuatu di antara keduanya? Bagaimana setelah perjalanan tersebut harus berakhir?

Nice-to-know:
Diangkat dari buku laris berjudul Two Shadows In Korea.

Cast:
Sebelumnya pernah bermain dalam Hormones (2008), Chantawit Thanasewee bermain sebagai Darng yang ditinggal kawin mantan kekasihnya Goi.
Neungtida Seopol berperan sebagai May yang memiliki kekasih posesif dan berusaha menikmati single trip di negara yang dikaguminya itu.

Director:
Terakhir turut menggarap salah satu segmen dalam 4BIA dan Phobia 2, Banjong Pisanyatanakol kini mencoba kemampuannya menggarap drama komedi romantis masa kini.

Comment:
Kesuksesan BTS tahun lalu mendorong GTH memproduksi film komedi romantis lagi untuk 2010 ini. Diilhami dari kesuksesan massal serial televisi Korea di negara-negara Asia Tenggara seperti Thailand (dan juga Indonesia) selama beberapa tahun terakhir, terciptalah plot film ini. Perjalanan dua insan berlawanan jenis mulai dari proses saling mengenal, saling mengingkari, beraktifitas bersama, saling tertarik, saling berlawanan tujuan dan bersatu kembali adalah format baku drama romantis yang seringkali dipadu dengan humor sepanjang prosesnya. Yang berbeda disini hanyalah kedua karakter utama tidak saling bertukar nama sejak awal sampai akhir sehingga mereka benar-benar seperti dua orang asing yang berbagi cerita apapun juga!
Thanasewee dan Seopol bermain ciamik dan berbagi chemistry yang kental disini. Neungtida cantik berseri-seri dan sepintas mengingatkan pada Chae Rim yang asli Korea itu, sangat pas pemilihannya mengingat film ini besar kemungkinan dijual di negeri ginseng itu juga. Chantawit berpostur tinggi kurus yang sepintas kalem culun ternyata jahil dan suka bercanda. Ia juga bertindak sebagai penulis skenarionya. Cukup mengagumkan karena tentunya ia sesuaikan dengan perannya juga sekaligus membawa kedua tokoh utama serealistis mungkin dalam berinteraksi.
Sutradara Banjong ternyata tidak hanya piawai menggarap horor saja, ia menerjemahkan unsur-unsur drama komedi romantis dengan baik. Momen-momen kocak dan menyentuh dengan latar belakang lanskap setiap pelosok Korea tertangkap dengan baik. Aspek budaya negara bermata uang Won itu juga sesekali diangkat semisal festival turun salju di bulan April, tradisi pernikahan dll walaupun adegan di hotel dan kasino memang sedikit "di luar frame".
Mau tidak mau, saya akan membandingkan film ini dengan BTS apalagi sekelumit adegan BTS sempat dihadirkan juga. Menurut saya BTS lebih sederhana, humanis dan realistis. Cekidot! Durasi yang panjang jujur sedikit melelahkan walau mungkin tidak terlalu dirasa. Terlepas dari formula klisenya, bagaimanapun juga Hello Stranger adalah komedi romantis bergaya road trip yang fresh, jenaka dan dibekali dengan sinematografi yang indah ini amat patut disaksikan bersama teman-teman ataupun pasangan anda. What's your name? Can you tell me?

Durasi:
130 menit

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Minggu, 29 Maret 2009

COMING SOON : Kutukan Film Arwah Penasaran Menjadi Nyata

Tagline:
"The horror movie that you just saw is about to happen to you in real life!"

Cerita:
Sembuh dari kecanduan obat bius, Shane berusaha berbaikan kembali dengan mantan kekasihnya, Som. Sayangnya karena desakan ekonomi, Shane menyanggupi permintaan supervisornya, Yod untuk membajak sebuah film horor yang belum beredar di bioskop untuk kemudian dijual dengan harga tinggi. Film berjudul Revengeful Spirit itu ternyata bukan film biasa. Kisah tentang seorang wanita gila yang menculik anak-anak desa untuk kemudian disiksa dan dicongkel matanya seakan nyata! Misteri hilangnya Yod dan dihantui penampakan serupa wanita gila bernama Chaba itu membuat Shane harus berpacu dengan waktu memecahkan segala misteri yang melingkupi pembuatan film itu. Sebelum semuanya terlambat dan segalanya dalam film bisa menjadi kenyataan..

Gambar:
Selayaknya horor khas Thailand dengan andalan suasana yang mencekam dengan visualisasi hantu yang tidak biasa membuat beberapa adegan membangkitkan bulu kuduk.

Act:
Chantawit Thanasewee sebagai Chain dibaca Shane memperlihatkan penjiwaan yang natural dari seorang mantan pecandu obat bius untuk kemudian berusaha memperbaiki hidupnya meski terjebak dalam cara yang salah yang membuatnya terjerumus dalam masalah spiritual.
Worrakarn "Punch" Rotjanawatchra sebagai si cantik Som, gadis penjaga bioskop yang masih menyimpan cinta dengan mantan kekasihnya tapi ragu memutuskan untuk kembali atau tidak.

Sutradara:
Sophon Sakdaphisit yang pernah menulis skrip Shutter dan Alone kali ini bertindak langsung sebagai sutradara. Hasilnya cukup memuaskan karena bakatnya menulis ternyata menular pada caranya memvisualkan tulisan. Boleh ditunggu karya berikutnya.

Komentar:
Adegan apa yang paling menakutkan dalam film horor? Saat hantu muncul tidak terduga? Ketika karakter utama tidak melihat hantu di belakangnya?Pada akhirnya tokoh utama adalah hantu? Bukan itu yang akan merasuki anda saat pulang menonton film ini tetapi perasaan dejavu yang terus muncul begitu anda meninggalkan bangku bioskop. Apakah ada seseorang/sesuatu yang akan menyergap anda secara tiba-tiba. Ya, Coming Soon memang dirancang untuk menyerang rasa psikologis anda tentunya dengan bantuan visual hantu yang sangat menyeramkan. Ceritanya yang unik berlatar belakang kisah nyata membuat anda terus menduga-duga dari awal sampai akhir. Salah satu horor Thailand terbaik setelah 4BIA! Patut disaksikan sebelum ada remake Hollywood nya di kemudian hari.

Durasi:
80 menit

Overall:
8 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!