XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Jumat, 12 Maret 2010

AFFAIR : Cinta Segitiga Berbuntut Maut

Storyline:
Santi yang berpacaran dengan Daniel tiba-tiba bertemu sahabat lamanya Reta yg baru saja pindah kampus. Tak dinyana Reta malah jatuh cinta pada Daniel sejak pandangan pertama. Santi yang dulu pernah berhutang budi pada Reta punya ide menjodohkan Daniel dengan Reta hanya karena Reta didiagnosa kanker otak dan hidupnya kurang lebih 3 bulan. Awalnya Daniel menolak tapi akhirnya menyanggupi untuk berpura-pura pacaran. Kedekatan Daniel dengan Reta yang semakin lengket hingga setahun lamanya malah membuat Santi terbakar cemburu. Terlebih setelah Santi berulang kali membohonginya. Reta yang kalap terlibat adu fisik dengan Santi di rumahnya yang kosong pada suatu malam. Bagaimana akhir dari kemelut cinta segitiga ini?

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Starvision Plus dan gala premierenya diadakan di Planet Hollywood pada tanggal 9 Maret 2010.

Cast:
Baru saja tampil dalam slasher sukses Rumah Dara, Sigi Wimala kembali bermain dengan peran Reta yang sakit-sakitan.
Garneta Haruni kebagian tokoh Santi yang berhutang budi pada Reta di masa lampau.
Dimas Aditya sebagai Daniel yang mencintai Santi tetapi terjebak pada perasaannya sendiri terhadap Reta.

Director:
Pria yang menggunakan nama Nayato Fio Nuala berupaya mengadopsi genre thriller slasher yang sedang marak belakangan ini.

Comment:
Tiga puluh menit pertama semua unsur thriller horor bercampur baur sehingga tidak heran jika kepala penonton akan pening karena dipaksa mengikutinya. Mulai dari halusinasi, flashback, penampakan, pengalaman spiritual dsb. Awal itu yang diyakini kunci cerita dan juga perasaan dejavu pada endingnya. Namun setelahnya film bergulir dengan pengenalan ketiga tokohnya lebih dekat. Konflik yang berhubungan dengan ruang dan waktu diantara mereka ternyata tidak dieksplorasi dengan baik sehingga intervalnya terasa meloncat-loncat. Sayang sekali karena jika digarap lebih serius, hal ini bisa jadi bagian yang menarik. Semua tokoh disini adalah abu-abu. Reta dan Santi sama-sama berjiwa psikopat. Beruntung Sigi dan Garneta cukup serius berlakon disini sehingga penjiwaan mereka terasa maksimal. Dimas sebagai Daniel tidak banyak terekspos. Harus diakui Nayato menyajikan sinematografi yang cukup apik disini dengan angle dan visualisasi yang terus berganti. Dikatakan slasher karena banyak adegan berdarah antar dua wanita tersebut yang bisa jadi memacu adrenalin penonton meski dirasa agak terlalu berlebihan juga. Kesimpulannya, Affair adalah pengalaman obsesi yang akhirnya mengaburkan makna cinta dan persahabatan itu sendiri dan mampu membuat pribadi seseorang berubah seratus delapan puluh derajat!

Durasi:
75 menit

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
6-sampah!
6.5-jelek ah
7-rada parah
7.5-standar aja
8-lumayan nih
8.5-bagus kok
9-luar biasa

Kamis, 11 Maret 2010

DENDAM POCONG MUPENG : Kos-kosan Terkutuk Berhantu Pocong

Storyline:
Sepasang kekasih yang tengah dimabuk asmara, Rini dan Andi secara tidak sengaja tewas karena kecelakaan di sebuah rumah megah. Keduanya menjadi hantu dan pocong di rumah tersebut. 10 tahun berlalu, rumah itu telah berpindah tangan ke saudagar Arab kaya bernama Wan Harun yang segera membangunnya menjadi kos-kosan. Tibalah empat pendatang baru masing-masing Sherly, Tommy, Mira, Rojak yang menyewa kamar-kamar di rumah tersebut. Satu persatu mulai mengalami gangguan supernatural hingga harus memanggil dukun seksi. Apakah pada akhirnya teror dapat dihentikan?

Nice-to-know:
Judul semulanya adalah Hantu Puncak Datang Bulan.

Cast:
Andi Soraya sebagai Mira
Tesa Mariska sebagai Sherly
Ferly Putra sebagai Tommy
Rizky Mocil sebagai Rojak

Director:
Lagi-lagi propaganda KK Dheeraj yang berusaha mengikuti tren yang ada yaitu komedi horor ringan.

Comment:
Banyak dipangkas karena dianggap adegan syurnya terlalu berlebihan hingga durasinya tinggal sejam lebih dikit. Lantas apa yang diharapkan? Beruntung film ini pada akhirnya masih bisa tayang setelah diperjuangkan dan mengalami kemunduran tanggal rilis dari jadwal semula 11 Februari 2010. Dari plot cerita yang dangkal rasanya tidak usah ditanya karena merupakan khas K2K Productions. Skrip seadanya, eksekusi, improvisasi, editing sekenanya dan voila, siap muncul di bioskop-bioskop ibukota tanpa peduli kualitas akhir! Mudah bukan? Castnya juga tidak berkontribusi apa-apa selain berakting selebay mungkin terutama aktris-aktrisnya yang mempertontonkan tubuhnya kemanapun. Endingnya pun teramat sangat dipaksakan dan klise film-film sejenis. Ohya, jangan kaget jika menyaksikan pocong dan hantu bisa berdialog dan saling cemburu. Yang lebih aneh lagi, pocong bisa ditimpuk sabun, botol, gayung hingga celana dalam. Nah lho!

Durasi:
65 menit

Overall:
6 out of 10

Movie-meter:
6-sampah!
6.5-jelek ah
7-rada parah
7.5-standar lah
8-lumayan nih
8.5-bagus kok
9-luar biasa

Rabu, 10 Maret 2010

LOST TRIBE : Menghadapi Makhluk Humanoid Pulau Terpencil

Tagline:
It's our world. It's their island.

Storyline:
Saat berpesiar menggunakan kapal laut, sekelompok teman mengalami naas yang tak dapat diduga. Perahu mereka rusak diterjang karang dan mengalami kebocoran. Susah payah berenang, mereka mencapai sebuah pulau megah yang belum tersentuh. Sayangnya makhluk-makhluk humanoid penghuni pulau tersebut tidak menyukai kedatangan mereka dan mulai melakukan pembantaian satu-persatu dengan brutal.

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Primal Films dan bersetting di Sydney, California hingga Costa Rika.

Cast:

Satu-satunya yang ternama disini mungkin hanya Lance Henriksen sebagai Gallo.
Emily Foxler dan Brianna Brown memerankan Anna dan Alexis.

Director:
Pria kelahiran Belanda bernama Roel Reine ini belum banyak dikenal dan kabarnya akan menyutradarai sekuel Death Race di tahun 2011.

Comment:
Sama sekali tidak ada yang spesial dari The Lost Tribe. Nyaris sejam pertama seakan benar-benar tidak tahu harus bercerita apa. Berputar-putar pada kebingungan masing-masing karakternya dalam berusaha bertahan hidup di pulau asing. Belum lagi kemunculan makhluk-makhluk aneh yang disinyalir sebagai penduduk setempat tanpa motif yang jelas membantai dan memangsa siapapun yang memasuki wilayah mereka. Semua itu ditambah oleh gaya penyutradaraan yang buruk dan eksplorasi yang sangat tidak maksimal. Casting juga tidak membantu apapun karena seolah masing-masing aktor-aktris berakting sendiri-sendiri. Yang sedikit menarik mungkin hanya menit ke-61 hingga ke-70 saat korban terakhir diburu habis-habisan dari segala penjuru sampai pada akhirnya ditutup dengan ending konyol yang tidak beralasan. Skip it even for DVDs!

Durasi:
75 menit

Overall:
6 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Selasa, 09 Maret 2010

SHUTTER ISLAND : Marshal Kompeten Melacak Jejak Napi Hilang

Quotes:
Chuck Aule-All I know is it's a mental hospital.
Teddy Daniels-...for the criminally insane.

Storyline:
Tahun 1954, U.S. Marshall Teddy Daniels bersama asistennya, Chuck Aule ditugaskan untuk melakukan investigasi atas menghilangnya seorang pasien dari Rumah Sakit Jiwa Boston di Shutter Island yang terisolasi dari manapun juga. Awalnya Teddy merasa ada alasan tersendiri mengapa ia yang dipilih tetapi lambat laun ia mencurigai adanya konspirasi antara dokter-dokter rumah sakit tersebut dalam melakukan treatment rahasia ilegal terhadap pasien-pasiennya. Penyelidikan Teddy dan Chuck mulai dari Bangsal Pria, Bangsal Wanita hingga Bangsal C yang berisi tahanan berbahaya mengarah pada beberapa petunjuk yang sulit dipahami. Belum lagi sebuah mercusuar misterius yang selalu muncul dalam mimpi Teddy. Lambat laun, Teddy mulai meragukan semua kenyataan dan orang-orang di sekelilingnya. Apa yang sesungguhnya terjadi dalam institusi tersebut?

Nice-to-know:
Konsep Shutter Island diilhami dari pemandangan Peddocks Island, Acadia National Park di Maine, Medfield State Hospital di Medfield, dan Rice Estate at Turner Hill Country Club di Ipswich yang semuanya dikombinasikan CGI secara keseluruhan.

Cast:
Kini salah satu aktor dengan bayaran termahal, Leonardo DiCaprio diplot sebagai Teddy Daniels, U.S. Marshall yang cekatan dan berdedikasi tinggi terhadap pekerjaannya.
Mark Ruffalo mengisi peran Chuck Aule yang sempat dipertimbangkan sang sutradara untuk Robert Downey JR maupun Josh Brolin.
Dua aktor senior, Ben Kingsley dan Max Von Sydow mengisi tokoh Dr. Cawley dan Dr. Naehring.

Director:
Pernah mendapat Oscar Sutradara Terbaik 2007 dalam The Departed (2006), Martin Scorsese untuk keempat kalinya mengarahkan DiCaprio dalam drama thriller psikologis ini.

Comment:
Layar dibuka langsung pada kedatangan dua tokoh sentral di Shutter Island. Premis ini sedikit membuat saya menerka-nerka apa yang akan ditawarkan film. Sayangnya sebelum menonton, salah satu rekan telanjur membocorkan endingnya sehingga tidak ada kejutan lagi. Tetapi tidak apa karena saya bisa fokus pada konstruksi cerita per layer dan tentunya kualitas acting dari castnya. DiCaprio bisa dibilang menampilkan acting yang cemerlang walau tidak sebaik dalam The Departed. Ruffalo sebagai tandemnya juga tidak mengecewakan. Kingsley seperti biasa memperlihatkan kualitasnya sebagai actor watak. Von Sydow, Williams dan beberapa pendukung juga tampil baik. Semuanya berhasil diarahkan berkat tangan dingin Scorsese yang diakui public sebagai sutradara bertangan dingin. Meskipun genre ini bukan spesialisnya yang lebih banyak bermain di action tetapi eksekusi yang dilakukan Scorsese sangat brilian. Intensitas cerita terjaga dari awal sampai akhir dengan segmen-segmen yang saling terkait menyatukan potongan puzzle. Misteri yang dibangun sepintas mengingatkan kita pada kisah-kisah Alfred Hitchcock yang kelam. Pada akhirnya, Shutter Island bukanlah film orang kebanyakan karena alur lambat dan narasi yang tidak wajar apalagi semakin lama semakin sulit dicerna karena tidak ada yang masuk akal seiring berjalannya film. Namun jika dicermati secara lebih dalam, unsur suspensinya sangat kuat dengan sinematografi yang sangat menunjang. Meski sempat mengalami pergeseran tanggal rilis, rasanya film ini akan diunggulkan pada festival-festival film akhir tahun 2010. Kita tunggu saja!

Durasi:
135 menit

U.S. Box Office:
$75,541,271 till end of Feb 2010

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Senin, 08 Maret 2010

ALICE IN WONDERLAND : Dunia Wonderland Kreasi Terbaru Tim Burton

Quotes:
Alice Kingsley-This is impossible.
The Mad Hatter-Only if you believe it is.

Storyline:
Abad 19, Alice Kingsleigh adalah putri saudagar Charles Kingsleigh yang meninggal beberapa tahun lalu. Kehilangan masa kecilnya yang indah, Alice malah dipaksa menerima lamaran Hamish, putra mantan rekan bisnis ayahnya pada suatu pesta kebun. Kebingungan, Alice meninggalkan lokasi dan mengikuti seekor kelinci putih hingga terjatuh di lubang tak berdasar. Tak diduga setibanya di dasar, tubuhnya sudah mengecil dan menggenggam sebuah kunci yang membuka jalan taman indah yang teramat luas. Disana Alice menemukan makhluk-makhluk aneh mulai dari Dourmouse, burung Dodo, si kembar Tweedles, Cheshire Cat, Mad Hatter hingga Abosolom yang memiliki ramalan bahwa Alice akan mampu memberantas Jabberwocky, monster andalan Red Queen yang jahat itu. Berhasilkah Alice menyelamatkan kerajaan White Queen sekaligus keluar dari wonderland tersebut?

Nice-to-know:
Diangkat dari serial televisi ternama awal 1990an yang diangkat dari novel klasik karangan Lewis Caroll dan dibuat versi layar lebar kontemporernya dengan bujet 250 juta dollar!

Cast:
Mia Wasikowska yang asli Australia ini menyisihkan beberapa kandidat ternama lain seperti Amanda Seyfried dan Lindsay Lohan untuk mendapatkan peran Alice Kingsleigh.
Terbiasa dengan tokoh eksentrik di beberapa filmnya yang justru sukses besar, Johnny Depp kembali sebagai Mad Hatter, sang ahli pembuat topi yang mendapat porsi cukup besar disini.
Karakter yang bertolak belakang, Red Queen dan White Queen dimainkan oleh Helena Bonham Carter dan Anne Hathaway.

Director:
Pria kelahiran California 52 tahun silam bernama Tim Burton ini bekerjasama 6 kali dengan istrinya, Bonham Carter dan 7x dengan aktor kesayangannya, Depp melalui film ini.

Comment:
Harus diakui kharisma seorang Tim Burton selama beberapa dekade terakhir cukup kuat di perfilman Hollywood. Beberapa film terakhirnya sukses secara kualitas dan juga pundi-pundi dollar di pasaran internasional. Gaya eksentrik dan gelap merupakan trademarknya dalam menggarap film, seperti halnya yang dibayangkan orang saat mengetahui Burton akan menggarap versi layar lebar terbaru kisah kartun legendaris ini. Film ini merupakan episode ketiga sehingga tidak heran jika Alice sudah berumur 19 tahun dan kunjungannya ke Wonderland adalah kesekian kalinya. Beruntung beberapa elemen dari episode pertama dan kedua tidak dihilangkan begitu saja sehingga tetap menuntun penonton yang belum tahu kisahnya untuk tetap bisa mengikuti jalan ceritanya. Dari segi cast, Mia sebagai Alice bermain cukup wajar, bukan kebetulan usia aslinya sama persis dengan usia Alice di film. Depp, Bonham Carter, Hathaway rasanya terbantu dengan kostum dan make-up yang menunjang mereka berakting tanpa bermaksud mengecilkan improvisasi masing-masing. Tetapi karakter Depp disini agak tidak beralasan karena diplot sebagai salah satu karakter utama. Jika tujuannya mengangkat film rasanya tidak terlalu berarti. Pada akhirnya, Alice In Wonderland versi Burton hanya memanjakan mata dengan visual grafik yang sangat mengagumkan dan detail. Selebihnya tidak ada yang baru dari tema dan ending yang berusaha disuguhkan dengan konsep modernisasi di segala bidang. Menonton versi 3D nya rasanya tidak akan berpengaruh banyak. Percayalah! Saran saya, nikmati film ini dari sudut pandang masa kanak-kanak anda.

Durasi:
110 menit

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10

Minggu, 07 Maret 2010

HAUNTED UNIVERSITIES : Penceritaan Kisah Horor Seputar Kampus

Storyline:
Film ini terbagi dari empat cerita yang didasarkan pada kisah-kisah mengerikan seputar berbagai perguruan tinggi mulai dari toilet sekolah, orientasi siswa, demo politik, kamar mayat hingga chatting online yang masing-masing menyimpan misteri tersendiri.

Nice-to-know:
Diproduseri Bae Ram Ewe yang banyak menghasilkan genre horor di negeri Gajah Putih tersebut.

Cast:
Panward Hemmanee
Anna Reese
Ashiraya Peerapatkunchaya

Director:
Bunjong Sinthanamongkolkul dan Suttiporn Tubtim.

Comment:
Jangan bandingkan film ini dengan dwilogi Phobia yang sukses internasional itu. Meskipun sama-sama terbagi dari beberapa cerita, film ini kelihatan sulit bercerita dengan baik. Tema kampus yang harusnya menjadi setting utama juga terkesan tempelan belaka. Sutradaranya yang dua orang juga kelihatan kesulitan mengembangkan premis semula film. Editingnya pun kurang mulus sehingga setiap adegan seperti loncat-loncat tidak karuan. Dari segi cast, banyaknya karakter yang nama-namanya terkesan tidak penting tersebut sangat sulit diingat satu-persatu oleh penonton, hal yang sangat penting sebetulnya. Korelasi aktor-aktrisnya satu sama lain juga menjadi tidak logis lagi. Satu-satunya sekuens yang menghibur adalah mahasiswa yang ditugaskan pada shift malam penjagaan kamar mayat. Nuansa kengeriannya terasa "dapat" walaupun dengan suasana minimum sekalipun. Sekuens terakhir yang bertutur tentang aksi psikopat juga cukup mencekam walau masih banyak hal yang tidak terjelaskan. Secara keseluruhan, Haunted Universities hanyalah film horor standar Thailand yang sebetulnya tidak memiliki keistimewaan apapun.

Durasi:
100 menit

Overall:
6 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Sabtu, 06 Maret 2010

UP IN THE AIR : Hidup Perjalanan Sang Eksekutor Pemecatan

Quotes:
Ryan Bingham: If you think about it, your favorite memories, the most important moments in your life... were you alone? Life's better with company.

Storyline:
Bekerja bertahun-tahun sebagai konsultan eksekutif di Omaha, Ryan Bingham menghabiskan waktu nyaris 320 hari dalam setahun dalam perjalanan antar negara bagian! Tujuannya hanya memecat orang seefektif mungkin. Tiba-tiba bosnya, Craig memiliki ide lain dengan melakukan semua tugas Ryan lewat teleconference webcam oleh pekerja baru yang pintar, Natalie Keener. Ryan yang terancam kedudukannya berusaha membuktikan bahwa apa yang sudah dilakukannya lebih tepat dengan mengajak Natalie ikut serta dalam perjalanannya sekaligus menurunkan ilmunya. Di sisi lain ketika adik kandungnya, Julie menikah, Ryan memutuskan untuk mengajak "teman kencannya", Alex Goran pulang ke kampung halamannya. Pada saat itulah, Ryan mulai merasakan sesuatu yang berubah dalam hidupnya.

Nice-to-know:
Diangkat dari novel tahun 2001 berjudul sama karya Walter Kim, Sheldon Turner dan Jason Reitman berencana memfilmkan pada tahun 2002 tetapi rencananya dibatalkan dan baru terealisasi 7 tahun kemudian.

Cast:
Pernah memenangkan Oscar Aktor Terbaik lewat Syriana (2005), George Clooney membuktikan kualitas aktingnya sekali lagi dengan berperan sebagai Ryan Bingham yang terbiasa hidup praktis dalam perjalanan tanpa terikat hal apapun.
Terakhir bermain cemerlang dalam Orphan (2009), Vera Farmiga sebagai Alex Goran yang cantik independen.
Aktris muda potensial, Anna Kendrick yang baru saja mendukung New Moon (2009) bermain sebagai Natalie Keener, pekerja muda yang cerdas idealis.

Director:
Pernah mendapat nominasi Oscar dalam kategori Best Achievement in Directing lewat Juno (2008), Jason Reitman kali ini berusaha mengulangi pencapaian yang sama dalam film yang bertemakan unik dan fresh ini.

Comment:
Dengan tema yang simpel tetapi baru, film ini bertempo lambat tapi bercerita dengan sangat maksimal. Bagi setiap karyawan yang pernah mengalaminya, pemecatan bukanlah hal yang mudah diterima oleh subyek maupun obyeknya dan hal tersebut disajikan dengan sangat menarik disini. Dari segi cast, Clooney, Farmiga dan Kendrick masuk nominasi Aktor Utama Terbaik dan Aktris Pendukung Terbaik Oscar tahun ini sudah membuktikan kualitas yang mereka tampilkan. Clooney menunjukkan ketegaran dan kerapuhan seorang eksekutif kesepian sekaligus dengan brilian. Kendrick yang awalnya idealis tetapi semakin ragu dengan tujuan hidupnya sendiri. Farmiga yang menarik dan mandiri tetapi menyimpan rahasia besar. Ketiganya memperlihatkan chemistry yang sama baiknya ketika berhadapan satu sama lain. Belum lagi supporting cast yang juga bermain di atas rata-rata. Reitman sang sutradara juga berhasil melakukan eksekusi dengan cara yang luar biasa dengan mengatur kinerja aktor-aktrisnya ke bagian depan dan belakang dengan maksimal. Penonton mampu diajak tertawa lucu dan getir sambil memikirkan apa yang benar-benar penting dalam hidup mereka sekaligus bersyukur atas hal-hal normal yang dimiliki selepas meninggalkan gedung bioskop. Up In The Air adalah sebuah film menghibur dengan konsep cerdas dimana pengenalan karakternya seakan-akan tidak pernah cukup karena banyak sisi humanisme tersembunyi yang sepintas terlihat biasa saja tetapi sangat menarik untuk dieksplorasi.

Durasi:
105 menit

U.S. Box Office:
$82,078,918 till end of Feb 2010

Overall:
8.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 05 Maret 2010

BAHWA CINTA ITU ADA : Persahabatan, Mimpi dan Cinta Ala Kampus ITB

Storyline:
Tanpa sengaja saat memasuki kampus baru di wilayah Bandung, Slamet dari Trenggalek, Gungun dari Sunda, Fuad dari Madura, Poltak dari Pematang Siantar, Benny dari Jakarta dan Ria dari Padang bertemu dan menjadi akrab satu sama lain meski memiliki karakter yang berbeda-beda karena berlainan suku.
Gungun anak Sunda yang lugu dan kocak. Fuad dari Madura yang menggebu-gebu, Poltak dari Pematang Siantar yang santai, serta Ria dari Padang, si bintang kampus menjadi pujaan di antara mereka yang pintar dan cantik. Bersama mereka menjalani kehidupan perkuliahan, pertemanan, keluarga, percintaan hingga masa depan yang membentang di hadapan. 20 tahun kemudian, mereka melakukan reuni dan melakukan review kembali terhadap kisah-kisah di masa lalu yang telah membentuk pribadi masing-masing.

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Ganesha Creative Industry dengan judul lain Gading-Gading Ganesha (3G).


Cast:
Ariyo Wahab sebagai Slamet yang pintar tetapi pendiam hingga tak berani mengungkapkan cinta.
Rizky Hanggono sebagai Benny yang percaya diri dan menyukai bidang musik.
Alex Abbad sebagai Fuad yang vokal dan idealis.
Dennis Adishwara sebagai Gungun yang lugu dan kocak.
Restu Sinaga sebagai Poltak yang santai pembawaannya.
Eva Asmarani sebagai Ria yang cerdas cantik.
Didukung pula oleh beberapa bintang senior seperti Niniek L. Karim, Slamet Rahardjo, Nurul Arifin dsb.

Director:
Seniman sekaligus aktor bernama Sujiwo Tejo telah malang melintang di dunia kesenian Indonesia selama puluhan tahun dan kali ini memulai debutnya sebagai sutradara di film yang kental dengan nuansa ITB ini.

Comment:
Pembukaan film yang menggambarkan siluet wayang rupanya sudah cukup menggambarkan film seperti apa yang disuguhkan sang seniman Sujiwo Tejo yang bertindak sebagai dalangnya. Semua dikemas dengan gaya art yang tidak biasa bahkan cenderung nyeleneh apalagi ditambah sentuhan ilustrasi musik dari Viky Sianipar juga semakin memperkuat suasana. Setting kota Bandung yang asri terutama paparan Sawah Lunto boleh jadi hal yang memikat bagi indera penglihatan anda. Nuansa 1980an berusaha dibangun di setiap adegan tetapi sayangnya belum terlalu detail dan konsisten. Penampilan para aktor-aktrisnya pun hanya sekadar "melicinkan" wajah di usia muda dan ditambah janggut/kumis/cambang/uban di usia yang beranjak paruh baya dengan rentang waktu 20 tahunan! Beruntung dari segi akting, mereka semua cukup ciamik merata, tanpa ada yang terlalu lebih menonjol dari yang lainnya. Bahwa Cinta Itu Ada merupakan salah satu bentuk film dengan penggambaran kebudayaan Indonesia yang beraneka ragam dan tema universal yang bisa jadi menyiratkan beberapa pesan moral. Sayangnya ending ditutup tanpa konklusi yang jelas sehingga konflik yang berusaha dibangun seakan hanya menjadi pelengkap saja tanpa perlu diselesaikan. Boleh dibilang sinema perwayangan yang unik dan bisa dijadikan alternatif di tengah keseragaman tema film lokal yang membosankan.

Durasi:
90 menit

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Kamis, 04 Maret 2010

BELUM CUKUP UMUR : Problematika Kehamilan Dini Remaja Belia

Storyline:
Persahabatan Aya dan Brenda yang sama-sama berusia 16 tahun sedikit terusik saat Aya mengaku positif hamil akibat perbuatan pacarnya, Ares yang dua tahun lebih tua. Brenda yang marah meminta pertanggungjawaban Ares. Namun karena masih sama-sama muda, mereka tidak bernyali untuk itu. Solusi terbaik diyakini menggugurkan kandungan yang masih berusia tiga bulan ke bawah tersebut. Dimulailah petualangan mencari dokter kandungan yang mau mengerjakan hal tersebut terhadap anak di bawah umur. Di saat itulah persahabatan dan kasih sayang mereka bertiga diuji oleh hambatan-hambatan yang mereka temui sepanjang perjalanan.

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Handmade Films dan diproduseri oleh Albert Pondaga.

Cast:
Cukup kompak sebagai trio sahabat remaja
Joanna Alexandra sebagai Aya
Zidni Adam Jawas sebagai Ares
Mentari sebagai Brenda

Director:
Baru saja minggu lalu menggarap Kain Kafan Perawan, Nayato rupanya kembali kejar setoran dengan film ini ironisnya dengan bintang-bintang yang sudah pernah bekerjasama dengannya sebelum ini. Kontrak multi film kah?

Comment:
Sebagai sebuah drama, film ini mengajarkan arti cinta, kesetiakawanan, seks pra nikah bagi kalangan remaja kota besar yang rasanya sudah tidak umum lagi. Semua dikemas Nayato dengan style yang colorful memanjakan mata dan ilustrasi musik yang sesuai. Untungnya kali ini eksplorasi yang dilakukannya tidak berlebihan sehingga nilainya tidak jatuh lagi seperti biasanya. Dari segi casting, Joanna dan Mentari tampil cukup apik sebagai remaja belasan tahun, begitu pula dengan Zidni yang terlihat nerd dan lugu. Belum Cukup Umur sepintas terlihat mengadopsi drama remaja sukses Hollywood, Juno (2008) di awal cerita dan mungkin juga mengingatkan sebagian penonton lokal pada Married By Accident (2008) tetapi seiring bergulirnya cerita, tema tersendiri yang diusung rupanya berbeda dan sedikit menawarkan twist di ending yang cukup mengejutkan sekaligus menyebalkan?! Durasi 70 menit rasanya terlalu panjang untuk sebuah pesan moral singkat tapi terlalu pendek juga untuk "keharusan" mengeksplorasinya secara lebih detail lagi.

Durasi:
70 menit

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Rabu, 03 Maret 2010

CONFUCIUS : "Biografi" Ahli Sosial Budaya Cina Kuno

Quotes:
Kong Qiu-If you can't change the world, you should change yourself..

Storyline:
Pada abad ke-6 SM China masih terdiri atas kerajaan feodal dan pemerintahan resmi, bersaing satu sama lain demi supremasi. Seorang pemikir sosial budaya bernama Kong Qiu bekerja di kantor kementerian Kerajaan Lu yang tengah berambisi menjadi salah satu dari tiga kelompok penguasa terkuat pada saat itu. Sayangnya keberhasilan Kong Qiu dalam memulihkan martabat Pengadilan diganjal oleh tentara Lu yang dipimpin oleh seorang Jenderal muda. Kong Qiu pun dilucuti dan dibuang ke pengasingan dengan simbolis giok patah. Disanalah ia menua dengan menjadi pengembara, berkelana dari kerajaan ke kerajaan lainnya, diikuti dengan rombongan pengikut setia yang dipimpin oleh Yan Hui. Perhentian pertamanya adalah Kerajaan Wei. Bencana politik kembali mengancam Kerajaan Lu, Kong Qiu diminta kembali dan menyetujuinya hanya sebagai guru tanpa terlibat dalam politik lagi.

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Beijing Dadi Century Limited dan bersetting Hebei, China.

Cast:
Baru saja tampil dalam film adaptasi komik Jepang yang gagal, Chow Yun Fat kembali sebagai salah satu tokoh sosial budaya legendaris, Kong Qiu.
Diplot sebagai Permaisuri Nan Zi adalah aktris China yang sedang naik daun, Zhou Xun.

Director:
Film keenam secara keseluruhan bagi sutradara wanita bernama Mei Hu ini setelah terakhir menggarap On the Other Side of the Bridge (2002).

Comment:
Sepintas terlihat menjanjikan sebagai film biografi karena nyaris semua orang beretnis Cina tau siapa itu Kong Qiu. Sayangnya ternyata Pemerintah Cina terlalu "ikut campur" dalam proses produksinya sehingga banyak fakta yang tidak valid. Teramat nyata, Kong Qiu yang seorang guru dan ahli ideologi malah digambarkan seorang politikus dan ahli militer! Sangat mengecewakan karena dampaknya menjadi signifikan bagi kaum muda Cina ataupun non-Cina yang belum mengenal sosok Kong Qiu. Kabarnya, Pemerintah Cina sengaja menyingkirkan Avatar dari jaringan bioskop agar Confucius bisa leluasa tayang tanpa saingan. Hm.. Itulah sebabnya banyak pengguna internet yang memboikot film ini dan memberikan rating yang sangat rendah. Efek CGI yang digunakan juga buruk sehingga banyak adegan yang terasa kopian dari film sejenis lainnya. Musik latar yang ditambahkan juga tidak lebih baik dan mengingatkan saya pada backsound Phantom Of The Opera. Benarkah?! Sutradara wanita memang memberikan nafas feminis pada film ini tetapi tidak menolong kualitas secara keseluruhan. Alurnya teramat lambat dan perpindahan scene demi scenenya terasa tercerai-berai. Alhasil Confucius tidak akan meninggalkan jejak apapun dari segi box office apalagi sampai menjadi cult movie.

Durasi:
120 menit

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!