XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Selasa, 02 Maret 2010

CHAW : Kerjasama Jebak Babi Hutan Raksasa

Tagline:
In the quiet mountain village Sameri, where there has been no crime for more than 10 years the frightening man-eating boar comes out..

Storyline:
Desa Sameri yang sebagian warganya berkebun di sebuah lereng pegunungan dikejutkan oleh penemuan mayat yang sudah tidak utuh lagi. Sempat diduga perbuatan beruang tapi keraguan mereka terjawab bahwa pelakunya adalah babi hutan berukuran raksasa yang mengalami pergeseran selera makan. Petugas polisi Kim ditugaskan menangani evakuasi terhadap warga setempat hingga harus membawa ibunya dan istrinya yang tengah hamil tua. Kim tidak sendirian karena ia dibantu pemburu Hyung Sa dkk. Berhasilkah mereka menghentikan teror yang terus memakan korban jiwa tersebut?

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Lotte dan Polygon Entertainment.

Cast:
Eom Tae-woong sebagai Police Officer Kim
Jeong Yu-mi sebagai Su-ryeon
Jeong Yun-min sebagai Officer
Josiah D. Lee sebagai Hyung Sa
Earl Wayne Ording sebagai Hero Dog

Director:
Film kedua bagi Shin Jeong Won setelah Sisily 2KM di tahun 2004.

Comment:
Sutradara Shin rupanya menggemari genre komedi yang dibalut thriller sehingga film ini tidak jauh-jauh dari film pertamanya. Walau dimaksudkan sebagai film kelas B tapi nyatanya perpaduan teror monster dengan komedi hitam merupakan nilai plus sendiri yang tidak mudah untuk dilakukan. Contoh nyatanya adalah The Host yang mencetak sukses luar biasa dalam sejarah perfilman Korea beberapa waktu lalu.
Kini dengan plot yang serupa tapi tak sama, film ini bersetting di hutan belantara yang sepintas hening tenang tapi berubah menjadi medan pertempuran yang mematikan akibat serbuan babi hutan raksasa. Tidak ada penjelasan yang masuk akal bagaimana monster yang satu ini bisa berubah “selera” makan tetapi rasanya tidak terlalu penting bagi penonton yang lebih menunggu aksi berdarah tersebut.
Aktor-aktris yang mendukung film ini tampil sesuai kapasitasnya masing-masing. Anda akan menemukan banyak karakteristik di antara mereka semua mulai dari polisi kota yang istrinya tengah hamil, wanita gila yang tinggal di tengah hutan, anak yatim piatu, pria pemburu lokal hingga sekumpulan petani setempat yang merasa memiliki kepentingannya masing-masing. Semua berbaur menjadi satu dalam pro kontra yang berkepanjangan.
Efek CGI yang terlihat wajar sekaligus meyakinkan membuat sosok babi hutan predator itu terasa menakutkan, terutama menjelang ending dimana banyak adegan close up dan kejar-kejaran di site bekas pertambangan yang menegangkan. Seakan mengajak anda untuk berpacu bersama setelah bagian opening yang terasa terlalu berlambat-lambat dalam memaparkan subplot demi subplotnya satu persatu.
Chaw dapat dikatakan seimbang dalam hal memicu tawa dan memacu adrenalin terlebih dalam mengeksplorasi kebodohan manusia yang banyak diterapkan lewat humor slapstick ataupun komedi situasi yang dapat dipercaya. Tidak perlu membandingkannya dengan buatan Hollywood karena citarasa Asia masih sangat kuat disini. Dan jangan buru-buru mematikan film setelah credit title berakhir, ada adegan tambahan yang akan membuat anda terkesima.

Durasi:
120 menit

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:

Minggu, 28 Februari 2010

MY NAME IS KHAN : Pembuktian Cinta Lewat Perjuangan dan Pengorbanan

Quotes:
Rizvan Khan-My name is Khan, and I am not a terrorist.

Storyline:
Sedari kecil, Rizvan Khan menderita asperger atau autism. Takut pada warna kuning, ruang sempit, suara bising, orang-orang yang baru dikenal sehingga sulit mengembangkan dirinya. Beruntung ibundanya selalu setia menemani dan mengajarkan nilai-nilai kehidupan tentang orang baik dan jahat. Rizvan sebetulnya anak yang cerdas, di usia remaja mampu memperbaiki barang-barang elektronik yang rusak. Hal ini kemudian memisahkan ia dengan adik kandungnya, Zakir yang hijrah untuk studi di tempat yang lebih baik. Bertahun-tahun kemudian, ibunya meninggal dan memaksa Khan untuk keluar dari zona nyamannya. Perjalanan membawanya bertemu dengan Mandira, kapster cantik ceria yang pernah gagal dalam pernikahan dan membawa seorang putra bernama Sameer. Perlahan tetapi pasti, kedekatan Rizvan dan Mandira semakin meyakinkan mereka untuk kehidupan pernikahan yang saling mengisi. Sayangnya kejadian 9/11 mengubah semuanya dan Rizvan harus meyakinkan publik Amerika bahwa ia bukanlah teroris dengan tujuan akhir bertemu Presiden agar Mandira mau bertemu dengannya kembali..

Nice to know:
Sutradara Karan Johar dan penulis skrip Shibani Bathija sempat mewawancarai Chris dan Gisela Slater-Walker, penulis buku yang menginspirasi romansa hubungan Rizvan dan Mandira di bagian pertama film.

Cast:
Mega bintang Bollywood, Shah Rukh Khan didapuk sebagai Rizvan Khan yang berhasil mengatasi kekurangannya untuk hidup bahagia dan melakukan apa yang ia anggap benar.
Kajol sebagai Mandira
Christopher B. Duncan sebagai Barack Obama
Zarina Wahab sebagai Ibu Rizvan dan Zakir
Jimmy Shergill sebagai Zakir

Director:
Film debutnya Kuch Kuch Hota Hai (1998) sukses besar di pasaran internasional yang melambungkan nama Karan Johar yang juga sering bertindak sebagai produser dan penulis cerita.

Comment:
Saat pertama diputar di jaringan XXI, saya sempat bertanya-tanya film apakah ini. Lalu mendengar orang-orang berkata ini film yang bagus dan menimbulkan antrian panjang. Akhirnya pada pemutaran weekend keduanya, saya menyempatkan diri menyaksikan film ini tanpa ekspektasi apapun secara saya bukan penggemar film India walau pernah menonton beberapa yang cukup go internasional di masa lalu. Pada dasarnya film ini terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama bercerita tentang pengenalan tokoh dan awal kisah cinta. Bagian kedua lebih ke permasalahan perbedaan ras di negara maju seperti Amerika dan tragedi WTC yang memilukan itu yang telah menimbulkan jurang di antara penduduk sipil dengan warga Muslim pada umumnya. Semua itu diolah dengan tepat dan relevan. Sinematografi yang disuguhkan Karan sangat istimewa. Jangkauan setting yang luas dengan rentang waktu yang panjang berhasil diketengahkan dengan alur maju-mundur yang solid. Dari segi cast, reuni SRK dan Kajol yang pertama kali menghentak lewat Kuch Kuch Hota Hai sudah merupakan nilai plus. Dan SRK menampilkan akting terbaik sepanjang karirnya disini dengan mempertontonkan ekspresi, bahasa tubuh dan olah kata yang meyakinkan sebagai orang yang menderita kelainan bawaan. Kajol juga menampilkan emosi yang tidak kalah mengagumkan sebagai seorang Ibu yang tertekan menghadapi situasi ras yang tidak menyenangkan yang telah mengambil semua miliknya yang berharga. Chemistry keduanya terasa pas dan wajar. Original score juga dengan indah mengiringi setiap scene. My Name Is Khan bukanlah film India pada umumnya dan saya yakinkah anda menontonnnya untuk merasa tergugah, bahagia, trenyuh, benci sekaligus dalam pengalaman sinema yang luar biasa emosional selama hampir tiga jam ini. Tidak heran jika film ini akan booming dalam tangga box-office ataupun festival film internasional. Pesan saya: Jangan malu untuk tertawa ataupun meneteskan air mata sekalipun!

Durasi:
155 menit

U.S. Box Office:
$3,253,168 till end of Feb 2010

Overall:
9 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Sabtu, 27 Februari 2010

3 IDIOTS : Perjalanan Mewujudkan Cita-Cita Di Atas Persahabatan

Quotes:
Rancho-Pursue excellence, and success will follow, pants down.

Storyline:
Dua sahabat bodoh, Farhan dan Raju sedang dalam perjalanan mencari teman mereka yang menghilang, Rancho. Ingatan pun melayang pada masa-masa bersekolah di kampus terbaik negeri yang dikepalai oleh rektor Viru. Pembelajaran yang disiplin, peraturan yang ketat serta tuntutan mendapat nilai tinggi tidak jarang membuat siswa-siswi bekerja keras hingga frustrasi. Kehadiran Rancho sedikit mengubah itu semua dengan ide-ide konyol sekaligus briliannya. Belum lagi putri rektor yang cantik, Pia menambah dinamika perkawanan Rancho, Farhan dan Raju. Apapun perjalanan hidup mereka, ada beberapa hal yang tidak akan terpisahkan dan terlupakan..

Nice to know:
Sedikit banyak karakter-karakternya diinspirasi dari novel berjudul Five Point Someone yang dihasilkan oleh Chetan Bhagat.

Cast:
Dua bintang papan atas Bollywood, Aamir Khan dan Kareena Kapoor dipasangkan sebagai Rancho dan Pia.
Sharman Joshi sebagai Raju
Madhavan sebagai Farhan
Boman Irani sebagai Viru Sahastrabudhhe
Omi Vaidya sebagai Chatur Ramalingam

Director:
Ini adalah film ketiga bagi Rajkumar Hirani setelah terakhir Lage Raho Munna Bhai (2006) dimana ia juga bertindak sebagai penulis skenario, editor dan sutradara.

Comment:
Sinematografi yang disuguhkan benar-benar mengguncang secara visualisasi termasuk area Shimla dan Ladakh yang memanjakan mata. Koreografi dan lagu-lagunya enak didengar dan sangat pas seiring bergulirnya narasi cerita. Temanya sebetulnya simpel mengenai sistem pendidikan yang perfeksionis yang menuntut murid memaksimalkan potensinya walau harus mengorbankan impiannya masing-masing. Namun karakterisasi dan castnya lah yang membuat film ini berbeda dimana semuanya tampil lepas dan maksimal. Dianggap sebagai salah satu performa terbaik Aamir Khan sebagai Rancho yang pandai dan ekstrim meski usianya tidak bisa dibilang anak dua puluh tahunan lagi. Kareena juga bermain lumayan apalagi dengan kecantikannya sebagai putri rektor yang idealis. Boman cukup kharismatik sebagai rektor otoriter yang melakukan segala cara demi nama baik pribadi dan institusinya. Sharman dan Madhavan juga kompak dalam memerankan siswa tertindas yang tidak terlalu pintar. Semua itu dimix dengan luar biasa oleh sang editor sekaligus sutradara Hirani yang terampil memainkan momen-momen emosional di beberapa bagian. Humor-humor yang ditampilkan agak bergaya komikal tajam sinis sekaligus menyegarkan. Tidak dipungkiri, 3 Idiots dianggap publik sebagai film India terbaik tahun 2009! Luangkan waktu anda untuk menyaksikannya di jaringan bioskop Blitz Megaplex untuk tertawa sekaligus menangis selayaknya menaiki rollercoaster.

Durasi:
170 menit

U.S. Box Office:
$6,523,137 till end of Feb 2010

Overall:
8.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 26 Februari 2010

DEAR JOHN : Ujian Jarak Waktu Cinta Tentara

Quotes:
Savannah Curtis: The saddest people I've ever met in life are the ones who don't care deeply about anything at all.


Storyline:
Marinir John Tyree tengah menghabiskan masa cuti selama 2 minggu di kampung halamannya. John berkenalan dengan Savannah Curtis hingga terlibat dalam asmara yang amat membahagiakan. Liburan dihabiskan berdua sampai John mengenalkan Savannah pada ayahnya yang menderita autis. Walaupun sempat timbul masalah, keduanya sepakat meneruskan hubungan melalui surat. Terpisah jarak dan waktu, Savannah mulai ragu akan masa depan hubungan mereka. Di sisi lain, John yang terus berpindah-pindah dalam misinya terus percaya akan kekuatan cinta yang membuatnya bertahan.

Nice-to-know:
Rilis minggu pertamanya di United States menempati posisi puncak sekaligus mengakhiri Avatar nya James Cameron yang sudah berada di sana selama 7 minggu berturut-turut!

Cast:
Baru saja membintang utamai G.I. Joe: The Rise of Cobra (2009), Channing Tatum berperan sebagai John Tyree
Mulai dikenal luas sejak serial televisi Veronica Mars (2004-2006), Amanda Seyfried bermain sebagai Savannah Curtis
Richard Jenkins sebagai Mr. Tyree
Henry Thomas sebagai Tim Wheddon
D.J. Cotrona sebagai Noodles

Director:
Lasse Hallstrom baru saja sukses mengharu-biru penonton lewat Hachiko : A Dog’s Story (2009)

Comment:
Nicholas Sparks memang terkenal dengan novel-novel romansa melankolisnya yang rata-rata sudah pernah difilmkan sebelumnya. Judul yang satu ini tanpa pengecualian dimana percintaan jarak jauh antara gadis konservatif dan pemuda Angkatan Darat menjadi bumbu utama. Jamie Linden ditunjuk untuk menggarap skripnya tanpa banyak perubahan berarti, terkecuali mempertajam dialognya yang disesuaikan dengan momen-momen yang ingin disampaikan.

Channing Tatum merupakan pilihan tepat untuk menokohkan John Tyree. Badannya yang tinggi tegap terlihat amat cocok sebagai tentara muda. Sepintas anda dapat menangkap kegelisahan jiwanya karena tumbuh di dalam keluarga yang tidak sempurna, bahkan tidak mengakui kalau ayahnya memiliki kelainan autisme. Sayangnya kiprah John di medan perang hanya terkesan sebagai latar belakang saja sehingga empati penonton tidak sampai terbangun dengan kuat untuk mempedulikannya.
Aktris muda bermata besar yang sedang naik daun, Amanda Seyfried memberikan penjiwaan yang cukup matang. Keriaan Savannah Curtis yang juga berjiwa sosial itu mampu dikombinasikannya dengan perasaan perempuan yang tak berdaya karena cinta yang tak pernah benar-benar ada di sisinya. Chemistry keduanya terjalin manis meskipun scene yang mempertemukan keduanya berhadap-hadapan boleh dihitung dengan jari.

Sutradara Hallstrom sudah populer dengan kemampuannya meracik bumbu drama sedemikian rupa hingga menjadi tontonan yang emosional. Sinematografinya cukup natural berpadu dengan ilustrasi musik tipikal bergaya lawas. Kali ini ia sampai melakukan syuting ulang untuk penutupan film karena adegan asli yang setia dengan bukunya tidak sesuai dengan harapan audiens pada saat screening awal. Jujur saya belum membaca bukunya sehingga tidak merasa berhak untuk membandingkan.
Sebagai sebuah drama percintaan, Dear John mengeksploitasi perasaan tentara perang dan gadis yang menunggunya dengan seimbang. Itulah sebabnya penonton pria maupun wanita mampu menikmati narasinya dengan curahan perasaan penuh lewat tulisan. Cinta sejati memang butuh ujian, sebagian menyerah dan sebagian lagi terus berupaya meskipun tertatih dan kehilangan arah. Satu yang pasti, waktu yang akan menjawab itu semua.

Durasi:
108 menit

U.S. Box Office:
$ 80,014,842 till Apr 2010

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:


Notes:
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Kamis, 25 Februari 2010

KAIN KAFAN PERAWAN : Kutukan Penunggu Gerbong Kereta

Storyline:
Saat sedang membuat video klip Rasty bersama kelima temannya Smitha, Debby, Marchel, Harry dan Dhana malah menemukan penampakan hantu wanita pada hasil editingnya. Rasa penasaran membuat mereka kembali ke stasiun kereta tersebut dengan ide baru yaitu membuat film dokumenter horor untuk dijual ke stasiun TV! Sayangnya keputusan mereka ternyata salah besar karena satu persatu dari kelima sahabat tersebut tewas termasuk Rasty yang akhirnya koma di rumah sakit. Kakak Rasty, Feli dan temannya, Sarah yang seorang fotografer terkejut saat dihubungi polisi. Setelah menjenguk Rasty, keduanya juga turut dihantui. Atas saran seorang paranormal, Feli dan Sarah harus membakar sepotong kain kafan perawan di dalam gerbong kereta untuk menghentikan semua kutukan tersebut.

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Rapi Films dan diproduseri oleh Gope T. Samtani & Subagio S.

Cast:
Masing-masing cast menggunakan nama panggilan aslinya dalam film. Kehabisan idekah?
Ardina Rasti
Ratu Felisha
Sarah Jane

Director:
Bekerjasama dengan penulis skenario Riady Adef, Nayato nampaknya kembali "bereksperimen" dengan karya terbarunya yang tampaknya terinspirasi dari kesuksesan Tali Pocong Perawan.

Comment:
Masih dengan formula campur aduknya dari beberapa film horor terdahulu Nayato yang belakangan ini menghasilkan film layar lebar selayaknya stripping sinetron kejar tayang. Segerombolan anak muda yang bermain-main di tempat yang tidak semestinya, diteror hantu hingga sebagian diantaranya tewas, sisanya harus kembali ke tempat semula untuk melakukan sesuatu yang belum selesai walau beresiko kehilangan nyawa. Tema yang sudah tidak asing lagi bukan? Yang baru mungkin dari jajaran cast. Kembalinya Ratu Felisha ke layar lebar setelah serangkaian kasus kehidupan pribadi yang dialaminya. Menarik bahwa fakta ia memulainya dengan bekerjasama dengan Nayato! Masih terasa terlalu muda sebagai kakak dari Rasty yang seakan berpromosi lagu dan video klipnya pula disini. Hmm.. Yang lain sepertinya tidak terlalu penting karena sebagai pelengkap penderita saja. Jika horor box office 2008, Tali Pocong Perawan masih memiliki cerita dan karakterisasi yang beralasan, tidak halnya dengan Kain Kafan Perawan yang judulnya hanya tempelan belaka dan terasa dipaksakan menjadi konklusi dari semua kejadian di ending film.

Durasi:
80 menit

Overall:
6 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Selasa, 23 Februari 2010

WOLFMAN : Manusia Serigala Resahkan Penduduk London Klasik

Quotes:
Lawrence Talbot-I am what I say I am... a monster.

Storyline:
Setelah saudara kandungnya menghilang, Lawrence Talbot kembali ke kediaman keluarganya termasuk perjumpaan kembali dengan ayahnya yang aneh, Sir John Talbot. Berusaha mencari adiknya atas permintaan sang tunangan Gwen Conliffe, Lawrence malah menemukan takdir yang menakutkan bagi dirinya terlebih setelah masa kecilnya hancur dikarenakan kematian ibunya. Diserang oleh serigala jadi-jadian pada suatu malam, beberapa waktu kemudian Lawrence mulai mendapati "perubahan" pada dirinya terutama pada bulan purnama. Korban penduduk desa pun terus berjatuhan yang memacu Inspektur Aberline untuk turun tangan. Akankah kutukan tersebut dapat diakhiri?

Nice-to-know:
Awalnya direncanakan untuk tayang di tahun 2007. Tetapi karena kesulitan mencari sutradara, akhirnya berpindah ke Februari 2009 lalu November 2009 hingga akhirnya Februari 2010.

Cast:
Memenangkan Oscar Aktor Terbaik lewat Traffic (2000), Benicio Del Toro adalah salah satu dari sedikit aktor Amerika Latin yang paling bersinar di Hollywood. Kali ini ia membawakan karakter Lawrence Talbot.
Terkenal lewat peran psikopat Dr. Hannibal Lecter, Anthony Hopkins disini bermain sebagai Sir John Talbot yang eksentrik sekaligus misterius.
Memulai karir lewat Boudica (2003), Emily Blunt kebagian peran Gwen Conliffe yang berduka atas menghilangnya tunangan yang dicintainya sekaligus bernostalgia dengan cinta lamanya dalam diri Lawrence Talbot.

Director:
Film pertama yang mendapat rating Dewasa bagi sutradara kelahiran Texas bernama Joe Johnston ini yang pertama kali angkat nama lewat film keempatnya, Jumanji (1995) yang meledak di box-office dunia itu.

Comment:
Original score yang dikerjakan pemenang Oscar, Danny Elfman benar-benar membuat film ini terasa hidup apalagi setting kota London kuno tahun 1940an berhasil dibangun dengan apik lengkap beserta segala atributnya. Belum lagi kostum dan make-up yang juga dikerjakan pemenang Oscar, Rick Baker menempatkan film ini sangat relevan dengan situasi aslinya. Kinerja penulis skrip Andrew Kevin Walker juga sukses membangun nuansa mitos lycan dan kemungkinan delusional yang dialami Lawrence Talbot sehingga perpanjangan film dari versi aslinya yang cuma 70 menit cukup beralasan dan memberikan kesan yang berbeda. Sang sutradara, Johnston mampu mempertahankan suasana mencekam sepanjang film dengan atmosfir yang gelap, kering, berkabut dan sorotan bulan purnama yang indah. Del Toro dan Hopkins tampil sesuai kalibernya masing-masing dan berbagi chemistry yang tidak biasa. Blunt dan Weaving juga lumayan ciamik dalam mendukung keduanya. Plotnya memang sedikit "pendek" dalam mencapai tujuannya tetapi sinematografinya bisa dibilang tepat. Alhasil adaptasi terbaru Wolfman ini akan membuat anda terlompat dari kursi dengan beberapa elemen kejutannya serta adegan sadis seperti terpotongnya kepala dari tubuh korban-korban sang serigala jadi-jadian.

Durasi:
95 menit

U.S. Box Office:
$35,555,065 the opening week of mid Feb 2010

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Minggu, 21 Februari 2010

LITTLE BIG SOLDIER : Nostalgia Jackie Chen dengan Karakter Lawasnya

Storyline:
Seorang prajurit negara Liang berhasil menawan seorang jenderal negara Wei dimana kedua negara tersebut sedang berseteru. Interaksi keduanya sepanjang perjalanan secara tidak langsung berubah dari saling membenci hingga saling menyelamatkan. Tanpa diketahui, adik sang jenderal terus mengikuti jejak kakaknya yang hilang untuk diam-diam merebut tahta. Kini dilema menjadi problem sang prajurit yang harus membawa pulang sang jenderal ke negaranya sekaligus berkumpul dengan keluarganya kembali.


Nice-to-know:
Diproduksi oleh Polybona Films, Jce Movies Limited dengan bujet kurang lebih 25 juta dollar.


Cast:
Terakhir tampil dalam Spy Next Door yang dibilang orang sebagai bentuk lain dari The Pacifiernya Vin Diesel, Jackie Chan disini bermain sebagai prajurit Liang.
Pernah dipuji saat mendukung Lust, Caution! (2008), kali ini Wang Lee Hom berperan sebagai jenderal Wei.

Director:
Merupakan film kedua bagi Ding Sheng setelah Underdog Knight (2008) yang dibintangi Liu Ye dan Anthony Wong.

Comment:
Sebagai sebuah tontonan, film ini sangat simpel dan mudah dicerna, hingga simpelnya semua karakternya tidak diberi nama samasekali! Dari awal sampai akhir, penonton hanya disuguhi tindak tanduk kocak praktis sang prajurit yang secara real dihidupkan oleh Chen Lung yang memang sudah memainkan karakter serupa selama lebih dari 20 tahun sebelum namanya melejit sebagai legenda hidup pelakon Mandarin di kancah perfilman dunia termasuk Hollywood yang sudah ditaklukkannya. Gaya khas Jackie muncul disini termasuk adegan-adegan slapstick. Konon awalnya Jackie ditawarkan peran sang jenderal tetapi karena faktor usia beralih ke tokoh prajurit. Sedangkan biduan tenar Taiwan, Wang tidak terlalu banyak bereksplorasi sebagai jenderal muda yang idealis dan arogan. Beruntung keduanya berbagi chemistry yang cukup baik. Sepanjang perjalanan, interaksi Chen dan Wang mengalami pertumbuhan yang unik sehingga arah film menjadi sedikit blur. Beberapa pesan sosial juga diselipkan disini. Sayangnya ending Little Big Soldier mungkin terkesan tidak masuk akal dan sangat dipaksakan. Oleh karenanya tidak sedikit penonton yang mengeluh saat meninggalkan bioskop. Bagaimana menurut anda?

Durasi:
90 menit

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 19 Februari 2010

ARISAN BRONDONG : Menggilir Brondong Kesulitan Uang

Tagline:
Lihat, siapa yang beruntung bulan ini?

Storyline:
Lolita yang iri dengan Misye yang memamerkan brondong terbarunya yang ganteng bernama Erick segera mengumpulkan teman-temannya, Jeung Uut dan Anis untuk mengadakan arisan brondong. Lewat sejumlah seleksi yang tidak membuahkan hasil, Lolita akhirnya menjatuhkan pilihan pada Ryan, pengantar aqua galon butiknya secara tidak sengaja. Ryan yang cute itu kebetulan sedang kesulitan uang karena baru berpacaran dengan Tika yang anak orang kaya menyetujui syarat yang diajukan Lolita. Bersama teman seperjuangannya, Bagus dan Jaja, Ryan memulai "karier"nya sebagai brondong giliran yang diperebutkan juga oleh Heidi dari California dan Miss Nana dari Jepang. Pekerjaan yang bertentangan dengan hati nuraninya itu membuat Ryan selalu merasa bersalah dengan Tika, apalagi Tika juga mulai mengendus kejanggalan tersebut. Akankah pada akhirnya Ryan bisa jujur pada dirinya sendiri sebelum terlambat?

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Maxima Pictures dan gala premierenya diselenggarakan di fX.

Cast:
Ferly Putra sebagai Ryan
Bella Saphira sebagai Lolita
Heather Storm sebagai Miss Heidi
Hardi Fadillah sebagai Bagus
Navy Risky sebagai Tika
Andi Soraya sebagai Misye
Anita Hara sebagai Anis
Farish Nahdi sebagai Erick
Boy Hamza sebagai Jaja

Director:
Baru saja menghebohkan dengan Suster Keramas, Helfi Ch Kardit langsung kembali dengan drama komedi remaja dewasa ini yang kembali dimeriahkan oleh aktris seksi Taiwan.

Comment:
Meski premisnya menarik dan dikaitkan dengan kata ARISAN, film ini tidak banyak beranjak dari pakem yang ada belakangan ini. Ditunjang oleh poster yang cukup eye-catching dengan tampilan dua wanita impor bertutupkan selimut, rasanya perolehan rupiah di box-office akan cukup memuaskan. Mari kita bahas mulai temanya yang unik tapi terkesan menggampangkan logika. Andai saja skrip dibuat lebih rapi dan mau sedikit berpikir, niscaya hasilnya akan lebih baik lagi. Dari jajaran cast, Ferly sebagai "brondong utama" tampil cukup wajar dan menarik apalagi didukung oleh Hardi dan Boy yang juga sama bodohnya. Penampilan Bella sebagai tante sosialita cukup menggiurkan, lengkap dengan bahasa tubuh dan kostumnya. Kedua temannya, Anis yang malu-malu kucing serta Jeung Uut yang boros bodi itu juga turut melengkapi trio tersebut. Humor-humor yang ditawarkan cenderung slapstik dan situasional sehingga mampu memancing tawa lepas. Sayangnya Helfi terkesan terlalu terburu-buru menutup film tanpa berusaha menggali nilai-nilai sosial secara matang yang seharusnya mampu menjadi senjata pamungkas pada endingnya. Alhasil Arisan Brondong hanyalah tontonan menghibur belaka yang semestinya bisa lebih menggigit lagi.

Durasi:
90 menit

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Kamis, 18 Februari 2010

RAPED BY SAITAN : Gadis Malang Diperkosa Arwah Hiperseks

Storyline:
Sepintas Rico terlihat keren, baik hati dan sopan sehingga tidak heran banyak gadis-gadis yang jatuh ke pelukannya. Tetapi sebetulnya ia seorang hiperseks dan selalu berganti teman tidur setiap malam sampai tewas mengenaskan dibunuh seorang kuntilanak yang menyamar sebagai gadis cantik.
Beberapa waktu kemudian, Marsya yang baru datang dari Pekalongan datang ke Jakarta untuk menyambung hidup dan secara tidak sengaja menempati kamar kos bekas Rico. Gangguan demi gangguan gaib dialaminya setiap malam. Beruntung Marsya kemudian mendapat pekerjaan sebagai sekretaris Pak Raymond, bos muda yang memiliki asisten bermana Andre. Tidak dipungkiri Pak Raymond menaruh hati pada Marsya yang sayangnya lebih tertarik pada Andre. Situasi bertambah rumit karena akibat persetubuhan arwah Rico terhadap Marsya, gadis tersebut hamil. Siapakah yang akan mempercayai ceritanya kelak dan mau menerima Marsya apa adanya?

Nice-to-know:
Diproduksi oleh MM Creations Pictures.


Cast:
Cynthiara Alona sebagai Marsya
Teguh Julianto sebagai Rico
Faizal sebagai Pak Raymond
Elfrida Manik sebagai Andre
Amastur
Anggun
Nia
Winda Amanta
Daffy

Director:
Terbilang pendatang baru di jajaran sutradara film nasional, Petruska Karangan pede bekerjasama dengan penulis skrip Cherryl Samantha untuk membesut film ini.

Comment:
Dari judul yang vulgar, rasanya bisa ditebak film ini akan mengarah kemana. Lagi-lagi horor seks yang dangkal. Apalagi melihat jajaran castnya terutama dua nama utama. Cynthiara dan Teguh. Cynthiara merupakan andalan Maxima Pictures dalam beberapa komedi horor berbau seks seperti Setan Budeg dsb. Tidak perlu berakting ciamik, hanya perlu mendesah-desah dan bergaya menggelepar-gelepar selayaknya diperkosa bayangan sepanjang film. Sedangkan Teguh yang pernah menjadi salah satu ikon aktor drama seks 1990an entah apa yang ia cari disini. Mulai dari produser, pria hiperseks, hantu, hingga bocah hantu ia lakoni disini. Wow! Belum lagi beberapa adegan syur yang untungnya telah tergunting sensor di usianya yang sudah memasuki paruh baya. Motif tersendiri? Entahlah! Yang jelas dari awal film bergulir ke pertengahan hingga akhir, penonton semakin mengernyitkan dahi dan tertawa terpingkal-pingkal menyaksikan cerita tidak masuk akal di hadapan mereka.

Durasi:
85 menit

Overall:
6 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Minggu, 14 Februari 2010

VALENTINE'S DAY : Sehari Penuh Kasih Sayang Di Los Angeles

Tagline:
A Love Story. More or Less.

Storyline:
Meski bukan libur nasional, 14 Februari merupakan hari wajib yang dirayakan terutama bersama orang spesial. Orang terkasih yang mengharapkan untuk menerima pemberian romantis dari pacarnya. Para pria yang berusaha keras untuk memberikan kesan indah pada wanitanya. Para lajang yang tersiksa untuk mendapat pria terbaik saat merasa putus asa tidak dicintai siapapun. Di Los Angeles, hari Valentine mengikuti kisah beberapa pasang yang unik. Mulai dari ibu dan anak, sepasang sahabat, cinta bocah, cinta abadi lansia, cinta pekerja, cinta sesama jenis, cinta selingkuhan dsb. Kesemua cerita tersebut terkoneksi satu sama lain antar tokoh-tokohnya yang pada akhirnya menghadapi dilema masing-masing untuk menentukan jalan cintanya.

Nice-to-know:
Saat film ini dirilis, cast yang bertabur bintang itu telah mengumpulkan 16 nominasi Oscar termasuk empat piala pemenang dalam jajaran akting terbaik. Katherine Heigl, Rachel McAdams, Elizabeth Banks, Sam Worthington, Jake Gyllenhaal dan Orlando Bloom sempat diaudisi walau akhirnya batal mengisi.

Cast:
Sedemikian banyak cast dengan nama-nama besar rasanya tidak perlu dijelaskan satu persatu.
Jessica Alba sebagai Morley Clarkson
Kathy Bates sebagai Susan
Jessica Biel sebagai Kara Monahan
Bradley Cooper sebagai Holden
Eric Dane sebagai Sean Jackson
Patrick Dempsey sebagai Dr. Harrison Copeland
Hector Elizondo sebagai Edgar
Jamie Foxx sebagai Kelvin Moore
Jennifer Garner sebagai Julia Fitzpatrick
Topher Grace sebagai Jason
Anne Hathaway sebagai Liz
Carter Jenkins sebagai Alex
Ashton Kutcher sebagai Reed Bennett
Queen Latifah sebagai Paula Thomas
Taylor Lautner sebagai Willy
George Lopez sebagai Alphonso
Shirley MacLaine sebagai Estelle
Emma Roberts sebagai Grace
Julia Roberts sebagai Captain Kate Hazeltine
Bryce Robinson sebagai Edison
Taylor Swift sebagai Felicia

Director:
Sutradara gaek berusia 65 tahun ini sudah malang melintang sebagai aktor, penulis, sutradara, produser dsb di dunia perfilman Hollywood. Garry Marshall juga tampil sebagai cameo salah satu pemusik pada adegan Jason yang berbaikan dengan Liz.

Comment:
Bukan maksud mengekor pasangan kekasih untuk menyaksikan film ini di hari Valentine tetapi saya menyukai Love Actually (2003) yang sangat British itu dan berharap menemukan kesan serupa di versi Amerika nya ini (menurut opini publik) terlepas dari kegagalan New York, I Love You yang rilis nyaris berbarengan itu. Nama-nama tenar yang mengisi jajaran cast sudah cukup menjadi modal utama ditambah kepiawaian sang sutradara yang selama ini mampu meramu bumbu romantis dan komedi sekaligus. Mungkin jika dicermati lebih jauh, banyak karakter yang tidak terbangun dengan baik dikarenakan scene demi scene terus berpindah-pindah satu sama lain, tidak seperti Love Actually yang unggul jauh tersebut. Namun rasanya tidak terlalu mengurangi kenyamanan menonton karena inti cerita dari masing-masing penggalan cerita dapat disampaikan dengan komunikatif. Chemistry antar pemainnya tergambar dengan baik karena berkesan humanis terutama Roberts-Cooper, Kutcher-Garner. Lautner dan Swift cukup manis sebagai pasangan muda. Acungan jempol terutama dialamatkan pada Kutcher yang mampu menjadi sentralisasi karakter utama yang menampilkan emosi luar biasa. Yang cukup menjadi pertanyaan tanpa bermaksud rasis, mengapa unsur India perlu diangkat di pertengahan film. Jika dihilangkan rasanya tidak berpengaruh apa-apa. Jika ditanya mana scene favorit saya, maka anda tahu jawabannya bukan, dimana Kutcher dan Garner seakan-akan berkali-kali mengalirkan perasaan dan empati mereka terhadap penonton.

Durasi:
120 menit

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!