XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label ashton kutcher. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ashton kutcher. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Februari 2011

NO STRINGS ATTACHED : Romantika Hubungan “Kepuasan” Tanpa Ikatan

Quotes:
Emma: Congrats? For what, having sex with you?
Adam: You did a good job, so... I thought you deserved a balloon.

Storyline:
Meski mengenal dari kecil, Emma dan Adam rasanya tidak pernah ditakdirkan berjodoh satu sama lain. Namun pada satu kesempatan dimana keduanya mulai dewasa, Emma menjadi dokter magang di sebuah rumah sakit sedangkan Adam terlibat sebagai eksekutif program remaja di televisi, sebuah hubungan tanpa ikatan yang berdasarkan seks dijalani oleh mereka. Berbagai peraturan pun disusun yang intinya tidak boleh memperlakukan salah satu sebagai kekasih. Seiring waktu berjalan, pola pikir Adam dan Emma tidak lagi sama dan konflik mulai terjadi di antara keduanya. Akankah pada akhirnya asmara yang sesungguhnya berpihak pada mereka?

Nice-to-know:
Awalnya berjudul 'Fuck Buddies' tetapi ditakutkan tidak lulus sensor. Sempat dipilih 'Friends with Benefits' tetapi sudah digunakan film lain yang dibintangi Mila Kunis dan Justin Timberlake.

Cast:
Memulai aktingnya di usia 13 tahun dalam film pendek bertitel Developing (1994), Natalie Portman kini bermain di luar kebiasaannya sebagai Emma, calon dokter yang tidak percaya pada konsep hubungan asmara yang nyata.
Debutnya dalam Coming Soon di tahun 1999 telah melambungkan nama Ashton Kutcher sebagai salah satu aktor muda Hollywood langganan peran komedi romantis termasuk karakter Adam disini.
Kevin Kline sebagai Alvin
Cary Elwes sebagai Dr. Metzner
Greta Gerwig sebagai Patrice
Jake M. Johnson sebagai Eli

Director:
Tidak banyak yang tahu, Ivan Reitman memulai debut penyutradaraannya lewat film pendek berjudul Orientation (1968) di usia 22 tahun!

Comment:
Jika anda dan pasangan mencari sebuah komedi romantik untuk menyambut Valentine’s Day tahun ini rasanya No Strings Attached bisa menjadi pilihan yang tepat. Namun anda harus hati-hati karena film ini cukup kental dengan unsur seks yang vulgar yang tentunya sebagian sudah digunting badan sensor film. Melihat nama aktor-aktris utama dan sutradaranya, bisa jadi semua setuju akan daya tarik film yang didistribusikan oleh Paramount Pictures ini.
Portman dan Kutcher berbagi chemistry dengan manisnya. Senang rasanya melihat Portman “menikmati” akting ringannya yang di luar kebiasaannya bermain dalam film-film serius kontender festival. Sedangkan Kutcher merupakan salah satu aktor langganan peranan serupa tapi tidak mengapa karena ia tampil manis dan baik disini sebagai penyeimbang hubungan yang tergolong radikal ini. Beberapa variasi hubungan seks yang mereka lakukan di berbagai tempat bisa jadi menginspirasi anda, tentunya tanpa bermaksud menyarankan!
Sedangkan dari jajaran pendukung, saya menyoroti nama dua aktor senior yaitu Kline dan Elwes yang sayangnya tidak terlalu penting disini sehingga peran mereka seharusnya dapat dihilangkan saja. Lain halnya dengan teman-teman atau keluarga dari Adam dan Emma yang bisa jadi pemberi second opinion bagi leading cast tersebut.
Sutradara sekaliber Reitman yang sebagian besar karyanya bergenre komedi menyajikan konsep hubungan yang didasari oleh kepuasan seksual tanpa ikatan secara pas dan tegas. Bukan rahasia lagi di kalangan muda-mudi belakangan ini yang semakin menganggap cinta adalah harapan kompleks yang tak jarang berujung sia-sia. Namun tentunya perasaan itu sendiri kadang tak dapat dipungkiri bukan?
Berbagai lelucon berbau seks dalam bahasa verbal maupun non-verbal dengan frekuensi yang cukup tinggi bisa jadi mengganggu tapi rasanya film ini sendiri sudah menggunakan cara yang diperhalus dalam penyampaiannya. Endingnya sendiri tidak terlalu sulit anda tebak sejak melihat trailer ataupun opening scenenya yang menampilkan beberapa rentang waktu. Namun saya katakan sekali lagi, kehadiran si cantik Portman lah yang membuat No Strings Attached berdaya jual tinggi, bukan hanya karena pakaian minim yang dikenakannya tapi karena penjiwaannya yang memikat. Strong finish line darinya sukses menutup klausa cinta antara dua karakter yang sangat realistis ini. Dan sayapun kembali jatuh cinta pada genre film yang sebetulnya sudah mulai kehilangan pesonanya ini. Don’t miss it, couples and lovebirds!

Durasi:
105 menit

U.S. Box Office:
$39,502,304 till Feb 2011

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:

Sabtu, 07 Agustus 2010

KILLERS : Problema Menikahi Mantan Pembunuh Bayaran

Tagline:
Marriage... give it your best shot.

Storyline:
Pembunuh bayaran sewaan Pemerintah, Spencer Aimes pada suatu tugasnya di Nice bertemu dengan seorang wanita cantik yang baru saja putus cinta, Jen Kornfeldt. Keduanya dalam waktu singkat saling jatuh cinta dan memutuskan menikah. Tiga tahun berlalu, Spencer dan Jen tetap menikmati hari-hari pernikahan mereka sampai tibanya ulang tahun Spencer yang ke-30 dimana Spencer menjadi buruan semua pembunuh bayaran lain dengan iming-iming jutaan dolar. Dan faktanya para pembunuh tersebut berasal dari orang-orang dekat di sekeliling mereka. Kini Jen harus ikut dalam penyelamatan diri bersama Spencer sambil mencari tahu motif apa yang sesungguhnya mendalangi itu semua.

Nice-to-know:
Saat syuting, Ashton Kutcher secara tidak sengaja menjatuhkan seorang stuntman dengan tinjunya.

Cast:
Seringkali mendapat nominasi Teen Choice Award diawali dari Dude, Where's My Car? (2000), Ashton Kutcher berperan sebagai pembunuh bayaran yang stylish sekaligus ceroboh bernama Spencer Aimes.
Boleh dibilang angkat nama lewat My Father the Hero (1994), Katherine Heigl bermain sebagai Jen Kornfeldt, pewaris bisnis teknologi komputer yang tidak sadar menikahi seorang pembunuh bayaran.
Dua bintang veteran Tom Selleck dan Catherine O'Hara sebagai Mr. dan Mrs. Kornfeldt.

Director:
Kerjasama kedua kali berturut-turut dengan Heigl setelah The Ugly Truth (2009), Robert Luketic yang baru berusia 37 tahun asal Australia ini.

Comment:
Sutradara Luketic pernah menghasilkan beberapa film yang cukup menghibur sebelumnya dan kelihatannya ia cukup menguasai beberapa elemen komedi yang baik. Tapi apakah itu sudah cukup untuk menyajikan tema yang sudah basi dengan fresh?
Rasanya masih segar dalam ingatan beberapa waktu lalu ada Knight & Day (2010) (yang kebetulan rilis duluan di Indonesia) dengan plot serupa atau kalau mau dikatakan Mr & Mrs Smith (2005) yang lebih mirip lagi. Dua film tersebut menjual nama megabintang Cruise-Diaz ataupun Pitt-Jolie. Lantas mampukah Kutcher-Heigl berbicara banyak? Sulit dikatakan. Heigl bisa dikatakan late bloomer dan baru belakangan ini masuk kategori America's sweetheart, Kutcher sejak dulu tergolong aktor mediocre yang rasanya film-filmnya pantas masuk kategori straight-to-dvd. Disini keduanya tidak berusaha menampilkan sesuatu yang berbeda di luar stereotype mereka, bisa jadi skrip juga tidak mengharuskan mereka berimprovisasi terlalu banyak. Keduanya berbagi chemistry yang terasa dipaksakan walaupun screen presence nya cukup memikat. Di luar mereka, cast pendukung seakan menjadi tempelan belaka dengan kecenderungan entah kaku atau bodoh, tipis sekali perbedaannya.
Adegan demi adegan yang ditampilkan mengacu pada sebuah konklusi di akhir yang tidak terlalu mengejutkan dengan sedikit mengada-ngada. Yang patut dipuji disini adalah penempatan tiap scene nya terasa wajar, unsur aksi dan komedi cukup seimbang. Namun sayangnya tidak pernah lebih baik dari film-film yang sudah disebutkan di atas ataupun judul-judul lainnya yang panjang jika dibuatkan daftar. Killers tidak termasuk kategori film sampah tetapi tidak mengesankan juga, hiburan yang benar-benar ringan bagi pengisi waktu senggang anda.

Durasi:
90 menit

U.S. Box Office:
$46,859,803 till early August 2010.

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Minggu, 14 Februari 2010

VALENTINE'S DAY : Sehari Penuh Kasih Sayang Di Los Angeles

Tagline:
A Love Story. More or Less.

Storyline:
Meski bukan libur nasional, 14 Februari merupakan hari wajib yang dirayakan terutama bersama orang spesial. Orang terkasih yang mengharapkan untuk menerima pemberian romantis dari pacarnya. Para pria yang berusaha keras untuk memberikan kesan indah pada wanitanya. Para lajang yang tersiksa untuk mendapat pria terbaik saat merasa putus asa tidak dicintai siapapun. Di Los Angeles, hari Valentine mengikuti kisah beberapa pasang yang unik. Mulai dari ibu dan anak, sepasang sahabat, cinta bocah, cinta abadi lansia, cinta pekerja, cinta sesama jenis, cinta selingkuhan dsb. Kesemua cerita tersebut terkoneksi satu sama lain antar tokoh-tokohnya yang pada akhirnya menghadapi dilema masing-masing untuk menentukan jalan cintanya.

Nice-to-know:
Saat film ini dirilis, cast yang bertabur bintang itu telah mengumpulkan 16 nominasi Oscar termasuk empat piala pemenang dalam jajaran akting terbaik. Katherine Heigl, Rachel McAdams, Elizabeth Banks, Sam Worthington, Jake Gyllenhaal dan Orlando Bloom sempat diaudisi walau akhirnya batal mengisi.

Cast:
Sedemikian banyak cast dengan nama-nama besar rasanya tidak perlu dijelaskan satu persatu.
Jessica Alba sebagai Morley Clarkson
Kathy Bates sebagai Susan
Jessica Biel sebagai Kara Monahan
Bradley Cooper sebagai Holden
Eric Dane sebagai Sean Jackson
Patrick Dempsey sebagai Dr. Harrison Copeland
Hector Elizondo sebagai Edgar
Jamie Foxx sebagai Kelvin Moore
Jennifer Garner sebagai Julia Fitzpatrick
Topher Grace sebagai Jason
Anne Hathaway sebagai Liz
Carter Jenkins sebagai Alex
Ashton Kutcher sebagai Reed Bennett
Queen Latifah sebagai Paula Thomas
Taylor Lautner sebagai Willy
George Lopez sebagai Alphonso
Shirley MacLaine sebagai Estelle
Emma Roberts sebagai Grace
Julia Roberts sebagai Captain Kate Hazeltine
Bryce Robinson sebagai Edison
Taylor Swift sebagai Felicia

Director:
Sutradara gaek berusia 65 tahun ini sudah malang melintang sebagai aktor, penulis, sutradara, produser dsb di dunia perfilman Hollywood. Garry Marshall juga tampil sebagai cameo salah satu pemusik pada adegan Jason yang berbaikan dengan Liz.

Comment:
Bukan maksud mengekor pasangan kekasih untuk menyaksikan film ini di hari Valentine tetapi saya menyukai Love Actually (2003) yang sangat British itu dan berharap menemukan kesan serupa di versi Amerika nya ini (menurut opini publik) terlepas dari kegagalan New York, I Love You yang rilis nyaris berbarengan itu. Nama-nama tenar yang mengisi jajaran cast sudah cukup menjadi modal utama ditambah kepiawaian sang sutradara yang selama ini mampu meramu bumbu romantis dan komedi sekaligus. Mungkin jika dicermati lebih jauh, banyak karakter yang tidak terbangun dengan baik dikarenakan scene demi scene terus berpindah-pindah satu sama lain, tidak seperti Love Actually yang unggul jauh tersebut. Namun rasanya tidak terlalu mengurangi kenyamanan menonton karena inti cerita dari masing-masing penggalan cerita dapat disampaikan dengan komunikatif. Chemistry antar pemainnya tergambar dengan baik karena berkesan humanis terutama Roberts-Cooper, Kutcher-Garner. Lautner dan Swift cukup manis sebagai pasangan muda. Acungan jempol terutama dialamatkan pada Kutcher yang mampu menjadi sentralisasi karakter utama yang menampilkan emosi luar biasa. Yang cukup menjadi pertanyaan tanpa bermaksud rasis, mengapa unsur India perlu diangkat di pertengahan film. Jika dihilangkan rasanya tidak berpengaruh apa-apa. Jika ditanya mana scene favorit saya, maka anda tahu jawabannya bukan, dimana Kutcher dan Garner seakan-akan berkali-kali mengalirkan perasaan dan empati mereka terhadap penonton.

Durasi:
120 menit

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!