XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Rabu, 24 Juni 2009

GARFIELD'S PET FORCE : Menghadapi Kekuatan Jahat Dunia Komik

Cerita:
Garfield, Arlene, Odie dan Nermal sedang bermalas-malasan menikmati barbeque party kecil-kecilan bersama Jon sambil membaca komik petualangan Garzooka. Tanpa mereka sadari, cerita dalam komik tersebut ternyata benar-benar terjadi. Garzooka datang ke dunia mereka secara paralel untuk meminta bantuan Garfield dkk menghadapi Vetvix yang berambisi menjadikan makhluk dunia menjadi budaknya. Berhasilkah kerjasama dadakan mereka menyelamatkan situasi genting tersebut?

Gambar:
Dibuat dengan konsep 3D tetapi masih terdapat keterbatasan disana-sini.

Sutradara:
Mark A.Z. Dippe pernah menangani Spawn (2007) berkolaborasi dengan sutradara Korea, Lee Kyung Ho.

Komentar:
Bagi anak-anak dan penggemar setia Garfield, mungkin cukup terhibur dengan film ini terutama dengan humor sederhana tapi berkarakter khas Garfield. Namun selain komunitas tersebut rasanya akan kecewa dengan kualitas film yang langsung masuk kategori video di Amerika sana ini. Cerita dan animasinya seperti tanggung, kalau tidak mau dikatakan membosankan untuk diikuti. Versi 2D dan live action layar lebarnya jauh lebih menghibur daripada ini!

Durasi:
65 menit

Overall:
6.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Minggu, 21 Juni 2009

GARUDA DI DADAKU : Cita-Cita Bersepakbola Itu Patut Diperjuangkan

Cerita:
Tahun terakhirnya di SD, Bayu memiliki impian menjadi pemain sepakbola yang handal. Sayangnya itu bertentangan dengan keinginan kakeknya, Pak Usman yang lebih menginginkan cucu kesayangannya itu menekuni musik ataupun seni lukis. Dengan seijin ibunya, Bayu diam-diam berlatih bersama sahabat karibnya yang lumpuh, Heri. Sampai suatu saat pelatih Johan yang mendirikan SSI (Soccer School Indonesia) melihat bakat Bayu tanpa sengaja dan memutuskan merekrutnya untuk ujian masuk timnas Usia 13 tahun. Dalam dilema, Bayu menerima tawaran itu dan bersama Heri mencari "tempat latihan" yang layak. Waktu semakin dekat. Berhasilkah Bayu mewujudkan mimpinya di kala sang kakek tidak melihat sepakbola sebagai suatu masa depan yang baik?

Gambar:
Sinematografi yang sebetulnya dalam taraf lumayan saja tapi bisa dimaksimalkan dengan cerdik di berbagai lokasi mulai dari stadion sepakbola, sekolah, perumahan sampai kuburan umum.

Act:
Emir Mahira dan Aldo Tansani bermain kompak dan natural sebagai dua sobat akrab, Bayu dan Hery.
Setelah Laskar Pelangi, Ikranagara sekali lagi tampil meyakinkan sebagai Pak Usman, kakek Bayu yang berkemauan keras demi apa yang ia anggap terbaik bagi cucu kesayangannya itu.
Berbagi layar dan memaksimalkan peran pendukung, Ari Sihasale dan Maudy Koesnaedi sebagai Pak Johan dan Ibu Wahyuni.
Ramzi cukup mencuri perhatian lewat peran sopir kocak, Pak Dulloh yang selalu setia menemani majikan kecilnya kemanapun pergi.

Sutradara:
Meskipun ini debut penyutradaraan layar lebarnya, Ifa Isfansyah mendapat dukungan kuat dari penulis skenario handal, Salman Aristo sehingga tercipta karya yang kuat dan memberikan warna tersendiri ini.

Komentar:
Sekuens cerita tergolong detail walaupun plotnya sederhana. Beberapa konflik yang ada dengan titik balik penyelesaiannya memang terkadang seperti dipaksakan. Namun hal itu bisa termaafkan karena film ini merupakan konsumsi semua umur yang setidaknya harus terlihat "ringan". Meski cukup lambat bergulir, Garuda Di Dadaku menawarkan banyak hal positif seperti nilai-nilai keluarga, persahabatan dan yang terutama seberapa jauh semangat kita untuk mau memperjuangkan mimpi kita menjadi kenyataan. Semua itu dibalut dengan tawa dan haru sekaligus yang akan memberikan nuansa tersendiri bagi anda dan keluarga selepas meninggalkan gedung bioskop.

Durasi:
100 menit

Overall:
8 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Sabtu, 20 Juni 2009

17 AGAIN : Kembali Ke Fisik Muda Di Jaman Masa Kini

Quotes:
Mike O' Donnell-She's so old; it's like...
[stops himself and immediately walks away] Alex O'Donnell-You dance with all your friends' moms? Mike O' Donnell-Pretty much.

Storyline:
Mike O'Donnell yang berusia 30 tahun di ambang kehancuran rumah tangganya, sang istri Scarlett yang menuntut cerai dan putra-putri remaja masing-masing Alex & Maggie yang tidak menyukainya. Saat memiliki kesempatan kembali ke masa lalu lewat pusaran waktu yang misterius, Mike tidak menyia-nyiakannya. Iapun kembali menjadi siswa 17 tahun, bintang tim bola basket yang digilai gadis-gadis. Permasalahannya apakah ia mampu beradaptasi dengan kehidupan barunya sekaligus mendekatkan diri kembali pada istri dan anak-anak yang dicintainya dalam wujud barunya itu?

Nice-to-know:
Keseluruhan setting dilakukan di California termasuk Santa Monica High School tempat Mike dan Scarlett bertemu di usia muda sekaligus sekolah anak-anak mereka, Alex dan Maggie.

Cast:
Melejit lewat trilogy High School Musical sebagai Troy Bolton, Zac Efron disini kebagian peran Mike O’Donnell muda. Sedangkan versi dewasanya oleh Matthew Perry dari serial teve tenar, Friends.
Terakhir tampil dalam I Love You Phillip Morris, Leslie Mann memerankan Scarlett O’Donnell yang tengah dilema menentukan keputusannya dalam rumah tangga yang hancur. Sedangkan sahabat Mike, Ned Gold dipegang oleh Thomas Lennon.

Director:
Terlepas dari beberapa film televisi yang dihasilkannya sebelum ini, Burr Steers justru memulai karir penyutradaraannya lewat Igby Goes Down (2002) dengan aktor Bill Pullman pada waktu itu.

Comment:
Berapa banyak film dengan tema pergantian umur? Sebut saja Big, 13 Going On 30, Freaky Friday dll. Lantas bagaimana kinerja sutradara untuk membuatnya berbeda? Disini Steers mensiasatinya dengan skenario yang ringan dengan dialog-dialog yang lucu tapi tetap mengenai sasaran. Dari segi cast, Efron dengan imej manis dari High School Musical awalnya diragukan banyak pihak. Tetapi nyatanya ia tampil maksimal sebagai actor pendukung utama dengan karisma remaja pria belasan tahun yang kuat. Dua fakta yang mengganggu, karakter Scarlett dan Mike dewasa rasanya masih terlalu muda di usia 30an apalagi kedua anak mereka sudah di bangku SMU. Selain itu kemiripan fisik Mike remaja di masa kini apakah tidak ada yang mengenali termasuk eks pelatih dan kepala sekolahnya? Terlepas dari hal tersebut, 17 Again cukup menghibur di berbagai lini dan pas sebagai tontonan yang mudah dinikmati di waktu senggang terutama bagi anda yang berandai-andai kembali ke masa lalu dan berusaha memperbaiki segala sesuatunya yang dianggap salah. Film ini sekaligus bisa menjadi refleksi bahwa sebuah keputusan tidak tepat mungkin saja sebenarnya yang terbaik buat anda.


Durasi:

100 menit


U.S. Box Office:

$64,149,837 till August 2009


Overall:

7.5 out of 10


Movie-meter:

Art can’t be below 6
6-poor

6.5-poor but still watchable

7-average
7.5-average n enjoyable

8-good
8.5-very good

9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 19 Juni 2009

THE HURT LOCKER : Aksi Penjinak Bom di Kancah Peperangan Sipil

Tagline:
War is a drug

Cerita:
Sekelompok tentara elit yang bertugas mengamankan bom di tengah peperangan. Ketika sersan baru, James mengambil alih tugas tingkat tinggi penjinak bom di tengah konflik, dia mengejutkan dua bawahannya, Sanborn dan Eldridge dengan membawa mereka dalam permainan hidup dan mati dengan pertikaian warga setempat. James berlaku seakan dia tidak peduli dengan maut. Kota yang bertikai pun semakin kacau dan karakter asli James muncul dan mungkin mengubah pribadi masing-masing selamanya.

Gambar:
Kota Irak yang seakan menjadi gurun luas dengan setiap lokasi menjadi ladang peperangan disyut dengan sangat realistis.

Act:
Pernah mendukung S.W.A.T (2003), Jeremy Renner tampil cemerlang sebagai Sersan William James yang berkarakter keras dan tidak kenal takut.
Anthony Mackie sebagai JT Sanborn yang tangguh tapi memiliki batas kemanusiaan ini sepintas mirip Will Smith, juga pernah membintangi film sejenis dalam We Are Marshall (2006).
Brian Geraghty sebagai Owen Eldridge yang penakut dan terjebak dalam situasi yang tidak pernah dibayangkannya.

Sutradara:
Tak dinyana Kathryn Bigelow merupakan sutradara wanita penghasil film-film keras termasuk satu yang paling dikenal yaitu Point Break (1991) yang melejitkan nama Keanu Reeves. Dalam Hurt Locker, ia menggunakan pendekatan semi dokumenter dalam bercerita. Menarik!

Komentar:
Dari awal kita sudah disuguhi adegan realistis yang seakan membuat penonton seperti benar-benar berada di tengah peperangan. Desing peluru, ledakan bom, rentetan tembakan dan lain-lain terasa sangat nyata. Konflik antar pasukan penjinak bom memang bukan yang baru ditampilkan tetapi tidak mengurangi daya tarik film ini. Intensitas bercerita yang konsisten pada tensi tinggi sampai akhir menambah keunggulan film ini. Hanya saja yang tetap harus menjadi perhatian adalah tidak semua orang bisa menikmati film perang apalagi tanpa ilustrasi musik samasekali. Bagaimana dengan anda?

Durasi:
115 menit

Europe Box Office:
$136,205 (Italy) till Nov 2008

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Rabu, 17 Juni 2009

NO-DO : THE BECKONING

Tagline:
Listen to the dead.

Storyline:
Pada tahun 1947, 3 gadis kecil asrama Katolik pernah bersaksi melihat Perawan Maria dan memutuskan mencoba menyembuhkan orang-orang. 50 tahun kemudian, Uskup Katolik yang hidup di rumah tua dan dokter Pedro bersama istrinya Francesca memutuskan menyewa rumah tersebut untuk membesarkan bayi mereka yang baru lahir, Pablo. Namun loteng dan basemen selalu terkunci dengan alasan renovasi yang sedang dilakukan gereja. Sementara itu Francesca terobsesi akan keselamatan Pablo seringkali diganggu mimpi buruk dan suara-suara di luar batas kewajarannya. Apa yang sesungguhnya pernah terjadi di tempat tersebut?

Nice-to-know:
Film ini didedikasikan untuk pembuat film asal Spanyol, Joaquim Jordà (1935 - 2006).

Cast:
Ana Torrent sebagai Francesca
Francisco Boira sebagai Pedro
Héctor Colomé sebagai Miguel
María Alfonsa Rosso sebagai Blanca
Miriam Cepa sebagai Rosa

Director:
Sejauh ini merupakan film ke-8 bagi Elio Quiroga yang mengawali karirnya di tahun 1988 itu.

Comment:
Spanyol cukup sukses menghasilkan beberapa horor/thriller yang cukup memorable seperti The Orphanage ataupun The Devil’s Backbone. Kali ini mengambil setting rumah tua yang dipenuhi gangguan supernatural dengan latar belakang NO-DO alias Noticiarios y Documentales yang merupakan video dokumenter asli yang memperlihatkan aktifitas supernatural yang ditangkap kamera dengan teknik khusus.
Penulis sekaligus sutradara Quiroga sepertinya mendapat banyak pengaruh dari horor Jepang yang banyak mengedepankan setting lorong rumah yang gelap dan sepi. Bedanya kali ini dibalut oleh semangat gereja Katolik yang mengusung berbagai hipotesa perihal penampakan iblis yang sangat dekat dengan kehidupan manusia sehari-hari.
Karakterisasi dalam film ini memang terasa terlalu linier. Fransesca yang sepintas terganggu jiwanya akibat peristiwa pahit di masa lalu ataupun Pastor Miguel yang terkesan lambat bereaksi dalam mencermati kasus-kasus yang dihadapinya. Dengan demikian, penonton pun sulit diajak menyelami masing-masing tokohnya disini meski dari segi akting tidaklah buruk.
No-Do : The Beckoning lumayan sukses mendirikan bulu kuduk dengan berbagai penampakan mengerikan dan tiba-tiba. Banyak mengandalkan bantuan spesial efek yang untungnya tidak terlalu berlebihan. Walaupun screenplay nya masih terkesan berantakan dan setengah bergaya documenter, film ini akan memberikan persepsi horor Latin yang baru bagi anda terutama dengan elemen misteri dan twist yang tidak susah diterka arahnya.

Durasi:
95 menit

U.S. Box Office:
MXN 7,000,000 in Mexico till Nov 2009

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:

Selasa, 16 Juni 2009

STREET FIGHTER : THE LEGEND OF CHUN-LI

Quotes:
Vega-[Chun Li has cut Vega's face and has her foot pressed against his head] You think this is over?
Chun Li-No. I’m just getting started.

Cerita:
Menekuni piano sejak kecil, Chun Li seringkali berpindah-pindah mengikuti ayahnya yang seorang pebisnis sukses dan ibunya yang hangat. Kecintaannya pada wushu mulai terbentuk saat melihat ayahnya berlatih sehingga ia bertekad mempelajarinya. Selang beberapa waktu kemudian, ayahnya diculik oleh gerombolan Bison untuk suatu proyek rahasia. Chun Li yang bertekad mencaritahu keberadaan ayahnya terus berlatih kungfu bersama Gen terlebih menguasai amarahnya. Kerja keras saja tidak cukup karena Bison memiliki kartu as dan juga anak buah yang tangguh. Berhasilkah Chun Li menuntaskan dendamnya?

Gambar:
Suasana hiruk pikuk Bangkok menjadi latar belakang film ini mulai dari pasar tradisional, lalu lintas yang rumit hingga pelabuhan besar tempat bongkar muat ekspedisi.

Act:
Terkenal lewat peran Lana Lang dalam serial teve Smallvile, Kristin Kreuk kali ini mencoba kemahiran kungfunya sebagai Chun Li, salah satu karakter legendaris Street Fighter.
Salah satu jebolan franchise American Pie (1999), Chris Klein kembali lewat peran Charlie Nash, kepala interpol yang gila kerja dalam mengungkapkan konspirasi.
Peraih Oscar yang berbadan besar dan hitam lewat The Green Mile (1999), Michael Clarke Duncan sebagai antagonis Balrog.
Aktor berkulit pucat, Neal McDonough sebagai Bison yang licik sekaligus tangguh berkelahi.
Aktor asli Hongkong, Robin Shou sebagai Gen, guru dari Chun Li.
Si cantik Moon Bloodgood sebagai Detektif Maya Sunee.

Sutradara:
Memulai karir penyutradaraan lewat Romeo Must Die (2000), Andrzej Bartkowiak yang asal Polandia sebenarnya lebih terkenal sebagai sinematografer banyak film sejak tahun 1976.

Komentar:
Satu lagi karya gagal yang diangkat dari anime/game populer Jepang. Plot cerita yang klise kalau mau dibilang hampir tidak ada, akting yang buruk dan adegan bertarung yang tidak cukup meyakinkan. Yang lebih parah, sinematografi yang menyedihkan membuat film ini rasanya bisa disebut kategori B. Seakan sang sutradara tidak dapat berbuat lebih maksimal untuk menyelamatkan kualitasnya walaupun didukung bujet yang cukup besar yaitu sekitar 50 juta dollar. Sejak awal, saya tidak mengharapkan akan bagus tetapi setidaknya tidak terlalu jelek. Pada akhirnya Legend Of Chun Li hanya akan lewat begitu saja ditelan kebesaran nama Street Fighter. Btw, jika ada rencana sekuel atau spin-off (seperti penyinggungan nama Ryu di ending film) di masa mendatang, agar lebih diperhatikan lagi.

Durasi:
95 menit

U.S. Box Office:
$8,742,261 till May 2009

Overall:
6.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Minggu, 14 Juni 2009

KETIKA CINTA BERTASBIH : Roman Religius Mahasiswa Indonesia Di Kairo

Judul Inggris:
WHEN LOVE IS EXTOLLED

Cerita:
Memasuki tahun kesembilan kuliahnya di Al Azhar, Khairul Azzam mulai mempertanyakan hidupnya sendiri. Ingin mencari istri tapi tidak percaya diri bisa melakukannya karena ia hanya berdagang tempe di Kairo untuk menyambung hidup sekaligus membantu ibu dan adik-adiknya di Indonesia. Berkawan dengan anak dubes, Eliana yang juga seorang artis tidak membuatnya nyaman. Sebaliknya saat berjumpa pertama kali di sebuah bis dengan Anna Althafunisa, hatinya berdegup kencang. Sayangnya Anna yang sebenarnya memiliki perasaan yang sama sudah dijodohkan dengan Furqon yang notabene teman Khairul sendiri. Bagaimana asal mula percintaan mahasiswa-mahasiswi Indonesia di Kairo ini dibabarkan? Temukan sendiri dalam bagian pertama Ketika Cinta Bertasbih.

Gambar:
Bersetting secara penuh di kota Kairo sehingga keindahan Sungai Nil, Pyramid, Sphinx, Kota Alexandria dengan pemandangan laut Mediterania yang indah, Benteng Qait Bay, dan lain-lain bisa dinikmati oleh mata.

Act:
Semuanya tampil menarik walaupun tergolong artis-artis baru, mereka berlima lahir dari hasil audisi massal di salah satu stasiun televisi swasta beberapa waktu yang lalu!
Kholidi Asadil Alam sebagai Khairul Azzam
Oki Setiana Dewi sebagai Anna Althafunisa
Alice Sofie Norin sebagai Eliana Pramesti
Meyda Sefira sebagai Ayatul Husna
Andri Arsyil sebagai Furqon

Sutradara:
Kembalinya Chaerul Umam setelah absen 12 tahun dari perfilman nasional dimana karya terakhirnya adalah Fatahillah. Salah satu sutradara senior bertangan dingin ini dituntut bisa menerjemahkan novel best seller Habiburrahman El Shirazy dan mampu dijawabnya dengan baik.

Komentar:
Walaupun terkesan melebar kemana-mana, penokohan beberapa karakter utama cukup menarik. Yang disayangkan perpindahan scene terkadang tidak mulus. Dari segi alur cerita terkesan sedikit terinspirasi dari apa yang telah dilakukan Ayat-Ayat Cinta walau dramatisasinya cenderung lebih natural. Sinematografinya paling menjanjikan karena menampilkan gambar-gambar indah yang sedap dipandang mata. Dikarenakan terlalu setia dengan ikhtisar novelnya, film ini terpaksa "dibagi" 2, mudah-mudahan tidak menyurutkan niat penonton untuk menyaksikannya secara utuh. Kita tunggu saja sekuelnya!

Soundtrack:
Lagu yang sebetulnya indah, Ketika Cinta Bertasbih oleh Melly Goeslaw feat Amee gubahan Anto Hoed ini terasa over-the-top dan terkadang dipaksakan muncul mengisi scenenya walau tidak pas. Semoga ke depannya ada perbaikan lagi.

Durasi:
120 menit

Overall:
8 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Sabtu, 13 Juni 2009

STAR TREK : Asal Mula Kisah Kapten USSR James T. Kirk

Quotes:
Spock-James T. Kirk.
Kirk-Excuse me?
Spock-How did you find me?
Kirk-Whoa... how do you know my name?
Spock-I have been and always shall be, your friend.
Kirk-Wha...
[shakes head]
Kirk-Euh... look... I-I don't know you.
Spock-I am Spock.
Kirk-...Bullshit.

Cerita:
Memasuki Starfleet Academy, James T. Kirk muda harus melepaskan diri dari semangat kepahlawanan ayahnya, George Samuel Kirk di masa lalu yang meninggal sebagai kapten di USS Kelvin ketika berperang melawan kaum Romulan. Namun James T. Kirk yang memang berbakat berhasil mencuat dan mendapatkan kepercayaan Kapten Pike sebagai Komandan Pertama dibawah Spock. Perseteruan mereka melawan kaum Romulan yang dipimpin Nero berlanjut dan harus bersiap agar kehidupan bumi yang sekarang dan di masa depan tidak terancam musnah.

Gambar:
Sangat futuristik dengan kostum dan setting yang detail dan eye-catching juga tidak lupa interior dalam kapal luar angkasa yang mewah.

Act:
Mengawali karir di layar gelas pada tahun 2003 lewat beberapa serial ternama seperti The Guardian, CSI : Miami dan ER membuat aktor muda Chris Pine dikenal dan pada tahun 2009 menggebrak lewat perannya sebagai James T. Kirk muda yang ugal-ugalan tetapi berani mengambil resiko dengan perhitungan yang matang.
Zachary Quinto tenar lewat peran antagonis dalam serial teve ternama Heroes tampil gemilang sebagai Spock yang bertangan dingin dan selalu tidak ekspresif dalam situasi apapun.
Pernah mendukung film franchise televisi Hulk (2003), Eric Bana kali ini kebagian peran antagonis Nero yang berkulit hijau.
Sebelum ini tampil singkat dalam Vantage Point (2008) tidak menyurutkan langkah Zoe Saldana memainkan karakter love interest James T. Kirk yang akhirnya menjalin asmara dengan gurunya Spock yakni Nyota Uhura.
John Cho yang tenar lewat Harold & Kumar Go to White Castle (2004) disini sebagai Sulu yang jenaka.
Anton Yelchin bermain kocak sebagai Pavel Chekov, komandan pintar beraksen Rusia yang kental.

Sutradara:
Namanya mencuat setelah membesut Mission Impossible III pada tahun 2006 yakni J.J. Abrams yang konon selalu merahasiakan proses syuting dari khalayak umum. Tangan dinginnya terbukti sukses mengangkat karirnya sebagai sutradara potensial Hollywood.

Komentar:
Meskipun dijelaskan bahwa Star Trek 2009 merupakan reboot, sulit rasanya menyingkirkan aspek-aspek yang sudah ada dari film-film terdahulunya yang kondang di era 1990an. Namun demikian franchise terbaru ini mampu tampil stylish dan tetap setia pada pengembangan karakter tokohnya dalam berseteru satu sama lain demi mengemban misi bersama. Pemilihan cast yang sebagian besar belum memiliki nama besar awalnya cukup berjudi tapi dibayar dengan penokohan yang brilian sehingga semua kekurangan tertutupi. Ceritanya sendiri tergolong klise tapi dibalut dengan alur cerita yang konstan dan menarik. Terima kasih pada sutradara J.J. Abrams yang membuat tampilan Star Trek secara keseluruhan menakjubkan sekaligus membuka peluang sekuel-sekuelnya bermunculan di masa mendatang.

Durasi:
120 menit

U.S. Box Office:
$222,712,175 till Jun 2009

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 12 Juni 2009

SUSUK POCONG : Rahasia Kecantikan Pemikat Pria

Cerita:
Nyaris putus asa setelah menikah 5 tahun dan semakin jauh dari suaminya Rako, Asti mendapat saran dari temannya untuk memasang susuk yang terkuat yakni susuk pocong! Hampir pada saat bersamaan, kekasih Rako, Donna meninggal terjatuh dari balkon apartemen mereka. Sang dukun menginstruksikan Asti mengambil susuk pada mayat Donna yang dulu pernah menjadi pasiennya juga. Asti menugaskan supirnya Asmo dan penjaga kubur Zul untuk menggali makam Donna. Tak dinyana pocong Donna malah terbang menghilang. Apa yang sesungguhnya terjadi antara Donna dan Rako? Bagaimana nasib Asti selanjutnya?

Gambar:
Didominasi scene apartemen, kantor, kuburan, cafe. Tidak terlalu variatif bukan?

Act:
Tak perlu membahas cast satu persatu karena tidak terlalu penting!
Andi Soraya
Dewi Perssik
Restu Sinaga
Debby Ayu
Angeliq
Andre Taulany
Deswita Maharani
Yadi Sembako
Yana Zein
Melina Zafar

Sutradara:
Kolaborasi Findo Purwono HW dan Saptadjie setelah membesut Setan Budeg awal tahun kemarin dan hebatnya 70% storyline sama! Mungkin akan mengikuti jejak Nayato/Koya Pagayo/Ian Jacobs di masa mendatang.

Komentar:
Secara keseluruhan sebetulnya bukan film buruk hanya saja saya sangat tidak mengapresiasi film yang isinya mirip dari tim produksi yang sama juga dengan grup pemain yang kurang lebih serupa. Dimana kreatifitas? Demi mencari untung belaka, lantas mengabaikan kualitas dan hanya mengikuti trendsetter dengan melakukan tambal sulam cerita sekenanya. Semoga ini yang terakhir dari Findo karena harus diakui biasanya dia cukup kreatif dalam membesut sebuah karya lokal. Sangat disayangkan!

Durasi:
85 menit

Overall:
6 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Senin, 08 Juni 2009

THE READER : Percintaan Beda Usia Si Pembaca

Quotes:
Hanna Schmitz[to Michael]-You don't have the power to upset me. You don't matter enough to upset me.
----------
Young Michael[to Hanna]-I can't live without you. The thought of leaving you kills me. Do you love me?

Cerita:
Ahli hukum Jerman, Michael Berg bernostalgia bersama putrinya yang beranjak dewasa mengenang masa mudanya termasuk pada usia 15 tahun berkenalan dan menjalin hubungan dengan Hanna Schmitz yang berusia dua kali lipatnya saat itu. Hubungan singkat selama musim panas itu setelah Hanna meninggalkannya tanpa jejak membekas seumur hidup dalam diri Michael. Tak diduga beberapa bulan kemudian saat sidang pengadilan perang Nazi yang melibatkan 6 wanita tertuduh bekas pengawal kamp S.S. termasuk Hanna menggugah Michael. Apa yang sesungguhnya dialami Hanna Schmitz? Bagaimana Michael bersikap menghadapi dilema terbesar yang selalu menghantui hidupnya?

Gambar:
Setting kota-kota besar Jerman mendasarinya dengan baik sehingga mendukung penuturan film ini.

Act:
Memasuki dunia akting lewat Heavenly Creatures (1994) sampai akhirnya memenangkan Oscar untuk Aktris Terbaik merupakan catatan prestasi Kate Winslet. Penjiwaannya sebagai Hanna Schmitz 3 generasi sangat meyakinkan termasuk mengubah aksen Inggrisnya menjadi aksen Jerman dengan sangat baik!
Aktor Inggris yang sukses di Amerika ini mengawali karirnya dalam Wuthering Heights (1992), Ralph Fiennes telah banyak bermain film ternama termasuk disini sebagai Michael Berg dewasa yang tumbuh dalam bayang-bayang cinta remajanya sehingga mempengaruhi pola pikirnya.
Belum lama ini tampil dalam Krabat, aktor muda kelahiran Jerman bernama David Kross ini kebagian peran Michael Berg muda dimana ia acapkali beradegan mesra dengan lawan mainnya yang jauh lebih tua dan semua itu dilakoninya dengan sangat baik.

Sutradara:
Angkat nama lewat Billy Elliot (2000), sutradara Inggris bernama Stephen Daldry ini sudah memenangkan beberapa penghargaan internasional dari sedikit film yang dihasilkannya. Tangan dinginnya kembali dalam The Reader yang penuh makna kehidupan.

Komentar:
Film yang sangat kompleks jika menilai hubungan antar karakternya yang penuh dengan emosi dari sensualitas sampai kemarahan dan berujung pada simpati. Tapi justru itulah nilai lebihnya apalagi ditunjang dengan akting tiga karakter utama yakni Winslet, Kross dan Fiennes yang sangat mumpuni ditambah kualitas kaliber sang sutradara. The Reader adalah suatu cerminan hidup yang penuh perasaan yang sulit dijelaskan dalam diri kita. Meskipun bergulir lambat, niscaya anda akan terhanyut di dalamnya sembari menggali esensi dari kemanusiaan itu sendiri.
Durasi:
115 menit

U.S. Box Office:
$34,180,954 till May 2009

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!