XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Rabu, 15 April 2009

DARK FLOORS : Terisolasi Mimpi Buruk Di Sebuah Rumah Sakit

Quotes:
Sarah-I want the red crayon!

Cerita:
Saat menemani putrinya Sarah yang autis menjalani scan otak, Ben sangat kesal mendapati aliran listrik mati. Saat meninggalkan rumah sakit tersebut, bersama suster Emily, seorang pasien tua, satpam dan pebisnis sombong, mereka berenam terjebak dalam lift yang mendadak macet. Beberapa waktu kemudian, lift terbuka di lantai 5 tapi tidak ada seorang pun yang terlihat. Menyusuri lorong-lorong rumah sakit dari lantai ke lantai, mereka harus menghadapi peristiwa supernatural misterius yang bisa saja mengambil nyawa mereka satu persatu..

Gambar:
Setting full di sebuah rumah sakit yang dikosongkan dan seakan terbengkalai.

Act:
Sulit mengomentari akting pemain satu persatu dikarenakan tidak adanya pengembangan karakter dan dialog yang berarti.
Skye Bennett sebagai Sarah
Noah Huntley sebagai Ben
Dominique McElligott sebagai Emily
Ronald Pickup sebagai Tobias
William Hope sebagai Jon
Leon Herbert sebagai Rick
Philip Bretherton sebagai Walter

Sutradara:
Asli kelahiran Finland, Pete Riski lebih banyak terlibat dalam produksi teve. Dark Floors menjadi debut layar lebarnya.

Komentar:
Konon merupakan horor Finland termahal yang pernah dibuat dikarenakan setting yang sangat luas dan spesial efek yang cukup menonjol. Menakutkan? Tidak juga. Menegangkan? Agak. Sayangnya kelemahan utama adalah dari segi cerita, seakan dibuat sesedikit mungkin informasi dan pada akhirnya meninggalkan tanda tanya besar bagi penonton untuk menerka maksud film secara keseluruhan. Tidak terlalu buruk hanya mungkin tidak disukai oleh anda.

Durasi:
85 menit

Overall:
6.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Minggu, 12 April 2009

MONSTERS VS ALIENS : Animasi Pertahankan Bumi Terhadap Invasi Alien

Quotes:
Dr. Cockroach Ph.D.-Might we ask for your name, madam?
Susan Murphy-Susan.
B.O.B.-No, we mean like your monster name. You know, what do people scream when they see you coming? Like "Look out! Here comes...?"
Susan Murphy-Susan.

Dr. Cockroach Ph.D.-Really?
B.O.B.-[spookily] SUUUUSSAAANN! Ooh, I just scared myself! That is scary!

Cerita:
Pada hari pernikahannya dengan Derek Dietl reporter teve yang sedang naik daun, Susan Murphy tertimpa meteor yang bermuatan Quantonium. Akibatnya Susan menjadi kuat dan ukuran tubuhnya membesar berlipat-lipat. Segera ia diasingkan oleh pemerintah dan diasingkan ke habitat rahasia monster. Disanalah ia bertemu ilmuwan gila yang bertransformasi menjadi kecoa, Dr. Cockroach Ph.D. juga makhluk tembus pandang tanpa otak bernama B.O.B. plus kombinasi ikan-kadal yang dinamakan The Missing Link serta mutan lava raksasa, Insectosaurus. Berlima mereka menyesuaikan diri satu sama lain sampai akhirnya bekerjasama melawan alien penguasa Gallaxhar yang bertujuan untuk menaklukkan bumi. Berhasilkah mereka menjalankan misi tersebut sekaligus menerima kesempatan kembali ke tengah-tengah peradaban seperti semula?

Gambar:
Sebagian besar elemen film ini mengingatkan pada beberapa sains fiksi ternama yang hadir dalam layar lebar maupun layar gelas di waktu yang lalu.

Voice:
Suara khasnya yang paling dikenal, Reese Witherspoon sebagai Susan Murphy.
Aktor kawakan Inggris, Hugh Laurie sebagai Dr. Cockroach Ph.D.
Aktor spesialis komedi remaja, Seth Rogen sebagai B.O.B.
Will Arnett sebagai The Missing Link
Rainn Wilson sebagai alien penguasa Gallaxhar
Stephen Colbert sebagai Presiden Hathaway
Kiefer Sutherland sebagai The General

Sutradara:
Dua nama yang masih terdengar asing, Rob Letterman dan Conrad Vernon berkolaborasi dengan cukup manis untuk menyuguhkan animasi terbaru Dreamworks ini. Pada tahun 2004, keduanya pernah masuk tim sutradara dalam 2 film animasi sukses, Rob dalam Shark Tale dan Conrad dalam Shrek 2.

Komentar:
Versi 3D film ini konon dibekali dengan visualisasi yang baik. Namun rasanya versi 2D nya juga sudah cukup menghibur penonton. Secara keseluruhan, Monsters Vs Aliens memang lucu dan menyegarkan sebagai sebuah tontonan, hanya saja plotnya agak sedikit predictable dan tidak terlalu orisinil karena memang dicomot dari sana-sini. Sepintas mungkin mengingatkan kita pada sentuhan film sains fiksi tahun 1950an yang diperbaharui oleh CGI. Nikmati saja! Lumayan tapi tidak luar biasa..

Durasi:
90 menit

U.S. Box Office:
$140,203,799 till mid April 2009

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Sabtu, 11 April 2009

MATI SURI : Misteri Spiritual Setelah Kondisi Koma

Tagline:
Mati tak cukup sekali

Cerita:
Menjelang pernikahannya, Abel kalut mendapati fakta bahwa calon suaminya, Wisnu pernah menghamili wanita lain. Dalam keputus asaannya, Abel menenggak sebotol obat hingga membuatnya koma atau sering disebut mati suri. Dalam kondisi itu, Abel seperti berada di suatu tempat asing yang dingin dan gelap. Saat terbangun setelah beberapa hari, Abel bertekad menyendiri dan menyelesaikan pekerjaannya sebagai fotografer di villa milik sahabat baiknya, Charlie. Sayangnya di tempat itu, Abel malah menemukan serangkaian kejadian supranatural yang berusaha membujuknya untuk mati sekali lagi..

Gambar:
Konsep visual yang baik dengan dominan warna biru di malam hari.

Act:
Mendominasi layar dari awal sampai akhir, Nadine Chandrawinata menunjukkan emosi dan penjiwaan yang baik sebagai Abel, gadis cantik rapuh yang tidak percaya mistik.
Setelah masuk nominasi aktor terbaik dalam FFI 2008 yang lalu, Yama Carlos kali ini bermain sebagai Wisnu yang kebingungan mendapati calon istrinya menghilang dan berusaha mendapatkannya kembali dengan sekuat tenaga.
Satu lagi model asal Malaysia yang menyusul terjun ke dunia akting, Keith Foo sebagai Charlie yang setia kawan tapi berkesan misterius.

Sutradara:
Rizal Mantovani kembali lagi ke genre horor setelah terakhir membesut Kesurupan (2007). Dalam Mati Suri, Rizal menyuguhkan konsep serupa yaitu kondisi saat tubuh kehilangan kendali jiwanya. Usahanya dalam film ini boleh diacungi jempol karena mampu memadukan konsistensi cerita dengan konsep visual yang baik.

Komentar:
Menggunakan narasi Mama Loren dalam trailer film ini sebetulnya cukup kreatif. Tapi apa yang ditampilkan secara utuh jauh lebih daripada itu. Walau bertempo cukup lambat, Mati Suri berhasil menjaga ritme cerita mulai dari awal sampai klimaks. Pelebaran karakter tidak merumitkan kisah tapi membuka satu persatu kejutan yang disuguhkan. Suatu hal yang jarang ditemui dalam horor lokal. Sayang sekali di tengah serbuan horor tidak standar belakangan ini, Mati Suri yang di atas rata-rata justru kurang mendapat perhatian.

Durasi:
90 menit

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 10 April 2009

THE MACHINE GIRL : Pembalasan Dendam Gadis Tangguh Cacat

Tagline:
It's Payback Time!

Storyline:
Mahasiswi enerjik dan populer, Ami bertekad menjaga adik lelaki satu-satunya, Yu sepeninggalan ayahnya yang bunuh diri setelah dituduh melakukan pembunuhan. Sayangnya Yu bersama temannya, Takeshi berhutang pada gerombolan Sho yang juga anak yakuza. Dalam suatu pertikaian, Yu dan Takeshi secara keji dijatuhkan dari gedung tinggi oleh Sho. Sedangkan Ami yang tertangkap orangtua Sho juga dipotong lengannya. Dibantu suami istri orangtua Takeshi, Ami mendapat lengan baru yaitu senapan mesin. Bersama mereka siap membalas dendam terhadap orang-orang yang telah merenggut nyawa insan terkasihnya.

Nice-to-know:
Keluarga pembunuh Sho menggunakan nama Hanzo Hattori dimana nama tersebut adalah ninja populer yang seringkali digunakan dalam dunia fiksi dan hiburan.

Cast:
Minase Yashiro sebagai Ami Hyuga
Asami sebagai Miki
Kentarô Shimazu sebagai Ryûji Kimura / Kimura gang boss
Honoka sebagai Violet Kimura
Nobuhiro Nishihara sebagai Sho Kimura

Director:
Bagi pria kelahiran Jepang 40 tahun silam bernama Noboru Iguchi, The Machine Girl adalah karya penyutradaraan ke-31.

Comment:
Dibuat dengan gaya film kelas B, apa yang berusaha ditawarkan film ini? Plotnya tidak asing yaitu balas dendam. Namun di tangan perusahaan Tokyoshock, nampaknya segala sesuatu dapat menjadi plus. Tidak seperti film Jepang yang bertempo lambat, film ini mengalun cepat walaupun diselingi beberapa flashback. Semua scene terasa menyatu dengan bangunan utama cerita tanpa dipaksakan. Akting Minase sebagai Ami patut diacungi jempol, dia cantik, pandai, nekad, emosional sekaligus berdarah dingin. Jangan heran jika banyak sekali darah yang tertumpah di sepanjang durasi dari potongan tubuh ataupun luka-luka yang sangat mengenaskan yang mungkin membuat anda menutup mata sejenak. Unsur orisinil Jepang seperti samurai, ninja, yakuza juga masih dibawa ini. Anda yang menginginkan keluarga yakuza yang gila, penganiayaan remaja, senjata khas beterbangan selayaknya unsur 3D yang dibalut dengan kekonyolan, tawa getir, kegilaan dan unsur gory, The Machine Girl yang dibesut dengan brilian oleh sutradara Iguchi dengan bujet yang rendah adalah pilihan tepat untuk mengisi waktu senggang anda.

Durasi:
85 menit

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Kamis, 09 April 2009

THE WRESTLER : Sisi Kehidupan Pegulat Pro Setelah Masa Jayanya

Quotes:
Randy 'The Ram' Robinson-When you live hard and you play hard and burn the candle at both ends... in this life, you can lose everything you love, everything that loves you. Alot of people told me that I'd never wrestle again, they said "he's washed up", "he's finished" , "he's a loser", "he's all through". You know what? The only ones gonna tell me when I'm through doing my thing, is you people here. You people here... you people here. You're my family.

Cerita:
Pada akhir tahun 80an, Randy Robinson merupakan pegulat profesional ternama dengan julukan 'The Ram'. 20 tahun berlalu, Randy berjuang hidup dengan menjadi panutan bagi setiap penggemar gulat di pusat latihan SMU juga tempat publik sekitar New Jersey. Diam-diam Randy merasa kesepian, terlebih setelah mengetahui ia terkena serangan jantung dan koma berhari-hari. Atas saran teman wanita terdekatnya Cassidy, Randy berusaha memperbaiki hubungan dengan putri semata wayang yang pernah ditinggalkannya dahulu, Stephanie. Sayangnya semua tidak semudah yang dibayangkan. Dunia Randy tidak sama seperti dulu lagi dimana penerimaan menjadi begitu sulit..

Gambar:
Beberapa scene di ring secara riil membangkitkan kenangan akan kejayaan WWF di dunia pertelevisian pertengahan 90an.

Act:
Mendapat nominasi Oscar sekaligus Golden Globe pertama dalam film ini setelah 20 tahun berkarier sebagai aktor membuktikan totalitas akting Mickey Rourke sebagai Randy Robinson yang dilakoninya dengan sepenuh hati.
Aktris cantik berusia 45 tahun dan mulai dikenal luas setelah membintangi drama romantis Only You (2004) bersama Robert Downey JR, Marisa Tomei kali ini berperan sebagai Cassidy, penari telanjang sebuah klub yang berusaha memisahkan dunia kerja dan dunia nyata yang cukup sulit baginya.
Memulai debut saat berusia 11 tahun dalam Practical Magic (1999), Evan Rachel Wood merupakan salah satu calon bintang besar Hollywood. Penjiwaannya yang natural dan emosional sebagai Stephanie yang ditinggalkan ayahnya patut mendapat acungan jempol.

Sutradara:
Tunangan aktris Rachel Weisz dalam kehidupan nyata, Darren Aronofsky sudah terlihat di bangku sutradara sejak tahun 1991 tapi baru menyelesaikan segelintir film. Dan dalam The Wrestler lah kemampuannya mulai mendapat perhatian. Boleh ditunggu karya besar berikutnya, Robocop yang sudah memasuki tahap produksi.

Komentar:
Kredit patut diberikan bagi sutradara yang berhasil mengarahkan aktor-aktrisnya sampai pada limit masing-masing. Rourke memberikan akting terbaik seumur hidupnya dalam sosok pegulat jaya yang memasuki masa tua sekaligus hidup yang rapuh. Sangat humanis! Interaksinya bersama Rachel Wood mengagumkan, juga chemistrynya bersama Tomei tidak kalah menarik. Menonton film ini kita bisa menangkap esensi dari ketenaran dan kesepian itu ternyata tidak berjarak jauh. Salah satu dari 5 film Oscar terbaik tahun ini. Good job!

Durasi:
100 menit

U.S. Box Office:
$25,964,913 till end of March 2009

Overall:
8 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Rabu, 08 April 2009

SUPER HAP : Saat Lip Sync dan Persahabatan Menjadi Kontra

Storyline:
Tom dan Teung adalah dua sahabat sejak kecil yang bisa dikatakan pecundang dalam hidup karena tidak berduit dan tidak bermasa depan. Namun keduanya memiliki bakat masing-masing, Tom yang tampan pandai menari tetapi suaranya parau sedangkan Teung yang pintar menyanyi dan mencipta lagu tetapi bertubuh hitam gendut. Semua itu mulai berubah saat rekaman klip lagu Touch My Heart yang tidak sengaja dibuat Tom meledak di internet dan menarik perhatian perusahaan rekaman Double Dreams yang sudah mulai bangkrut. Tom dan Teung diajak menandatangani kontrak yang membuat Tom ternama. Akankah pada akhirnya persahabatan keduanya terganggu dengan kondisi tersebut?

Nice-to-know:
Dirilis di Thailand untuk menyambut liburan Natal tahun 2008 yang lalu.

Act:
Naowarat Yuktanan sebagai J'Ngek
Rattpoom Tokongsap sebagai Tong Lee Hae
Kiatisak Udomnak sebagai Tung

Director:
Pisuth Praesaeng-Iam.

Comment:
Lip sync bagi sebagian penyanyi di atas panggung mungkin pernah dilakukan dengan beberapa alasan seperti kesulitan berkoreografi jika harus menyanyi, gangguan tenggorokan, audiens yang terlalu megah dsb. Hal itulah yang diangkat film ini. Dua sahabat Tom dan Teung digambarkan bertolak belakang dari segi kemampuan dan penampilan. Chemistry keduanya sedikit kurang pas walaupun ada adegan flashback yang memperlihatkan masa kecil mereka. Namun sayangnya hal tersebut diperburuk di bagian ending yang terasa dipermudah tanpa kejelasan bagaimana nasib Tom terutama Teung selanjutnya. Mungkin menurut sutradara hal itulah yang paling realistis sehingga tidak terkesan menjual mimpi yang membahagiakan semua penonton. Masuk akal memang. Beberapa lagu yang dikumandangkan memang ear-catchy termasuk Touch My Heart yang pada akhirnya cukup populer itu. Bagaimanapun juga, Super Hap adalah semua komedi musikal yang ringan tetapi tetap berisikan pesan moral.

Durasi:
105 menit

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Selasa, 07 April 2009

KNOWING : Prediksi Bencana Kehancuran Umat Manusia

Quotes:
John Koestler-Stay with me. I know how this sounds, but I've mapped these numbers to the dates of every major global disaster from the last 50 years in perfect sequence. Earthquakes, fires, tsunamis... The next number on the chain predicts that tomorrow, somewhere on the planet, 81 people are going to die, in some kind of tragedy.
Phil Bergman-Whoa. Just step back. Have another look at it! Systems that find meaning in numbers are a dime in dozen. Why? Because people see what they want to see.

Cerita:
Tahun 1958 sekelompok murid diminta menggambar masa depan khayalan mereka untuk disimpan di kapsul waktu. Namun seorang anak perempuan misterius memenuhi kertasnya dengan tulisan angka acak. 50 tahun kemudian, Profesor John Koestler membuat penemuan mengejutkan dimana pesan berkode yang sampai di tangan anaknya Caleb itu memprediksi setiap bencana besar selama 50 tahun terakhir. Selagi John menyingkap rahasia tersebut, dia menyadari adanya tiga kejadian tambahan dimana yang terakhir akan melibatkan dia dan putranya menghadapi penghancuran berskala global yang mengancam kelangsungan hidup umat manusia!

Gambar:
Meski diceritakan setting di Massachusetts dan New York, Knowing banyak mengambil lokasi di Melbourne. Spesial efek yang ditampilkan disini cukup real dan mengagumkan terutama pada saat adegan bencana.

Act:
Rasanya baru kemarin melihat Nicolas Cage dengan peran serupa melihat masa depan dalam Next (2007) sudah kembali lagi sebagai John Koestler, seorang profesor yang tidak sengaja menemukan dokumen yang terbukti memprediksi terjadinya bencana dan jumlah korbannya.
Aktor cilik Chandler Canterbury cukup berbakat memberikan jiwa dalam perannya Caleb Koestler yang cerdas dan juga vegetarian.
Didukung pula oleh Rose Byrne sebagai Diana dan Nadia Townsend sebagai Grace, adik kandung John Koestler.

Sutradara:
Memulai debut penyutradaraan pada usia 17 tahun lewat Neon (1980), Alex Proyas perlahan tapi pasti menancapkan kuku di jajaran sutradara Hollywood pencetak box office.

Komentar:
Melihat reaksi penonton terhadap film ini rasanya terbagi dalam dua kubu: mereka yang menyukainya dan mereka yang menganggapnya aneh. Saya sendiri berada di tengah-tengah. Sebagai sebuah film bencana, Knowing masih kental dengan unsur drama dan penjabaran yang runut untuk segala sesuatunya. Sebagai sebuah fiksi ilmiah, Knowing justru kedodoran dalam menjelaskan semua hal yang sepintas terasa tidak masuk akal sehingga menimbulkan banyak pertanyaan. Di luar itu, sinematografi dan spesial efek bisa dibilang baik. Akting cast nya pun terjaga cukup baik dan berhasil menonjolkan sisi humanisme masing-masing. Endingnya memang kontroversial karena twist yang sulit diduga untuk film sejenis. Terserah anda mau melihat dari sudut pandang mana tetapi saya pribadi melihatnya dari unsur agamais.

Durasi:
115 menit

U.S. Box Office:
$79,948,113 till July 2009

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Sabtu, 04 April 2009

WAKIL RAKYAT : Komedi Romantika Jelang Pemilihan Umum

Cerita:
Karena suatu kejadian yang tidak disengajanya, Bagyo kehilangan pekerjaan sekaligus rencana pernikahan dengan kekasih tercinta Ani terancam batal dikarenakan ayah Ani, Abdul yang tidak menyukainya. Saat tidak terduga, Bagyo berhasil menggagalkan perampokan terhadap artis terkenal, Atika. Sebab itulah, Bagyo masuk televisi dan kemudian ditawari menjadi caleg Partai Perjuangan Tanpa Henti oleh ketua, Wibowo dan asistennya, Dani. Bersama mantan pegawainya Jereng, Bagyo ditugaskan berkampanye di daerah terpencil Wadasrejo yang rakyatnya serba hidup kekurangan. Bagaimana Bagyo bisa mengangkat namanya sesuai prinsip hidup yang dianutnya sekaligus mensukseskan rencana pernikahannya?

Gambar:
Perjalanan Bagyo dari kota besar ke desa terpencil digambarkan dengan cukup menarik. Segala atribut kampanye juga tidak lupa ditampilkan disini.

Act:
Tora Sudiro sebagai Bagyo, pemuda jujur yang menjadi caleg terkenal. Transformasinya cukup menarik walau masih sulit menghilangkan imej asli dirinya.
Revalina S Temat sebagai Ani memang tidak memegang peranan utama. Namun penampilan manis dan penjiwaan yang baik membuatnya tidak bisa diabaikan begitu saja.
Tarzan sebagai Wibowo menampilkan sosok ketua ambisius yang menghalalkan segala cara untuk mencapai kemenangan.
Dwi Sasono yang biasanya tampil macho urakan kali ini kebagian peran sebagai Dani, asisten kemayu dan memiliki banyak akal.
Vincent Rompies sebagai sidekick Bagyo yang setia walaupun bodoh memperlihatkan penokohan yang bisa dibilang menarik.

Sutradara:
Bisa dibilang karya terbaik Monty Tiwa selama ini, terlebih setelah ketidak konsistenannya dalam Kalau Cinta Jangan Cengeng. Disini Monty bersama saudaranya Eric Tiwa dengan jeli menyusun skenario yang kental dengan nuansa sosial politik. Casting dan penokohan yang dipilihnya juga tepat. Terlepas dari kebiasaannya melakukan editing yang kurang mulus, Wakil Rakyat bolehlah!

Komentar:
Film ini memiliki alur yang sesungguhnya, mulai dari pengenalan tokoh utama yang memiliki konflik sampai berkembang menjadi sesuatu yang bisa dipetik hikmahnya pada akhirnya. Meski awalnya saya menganggap film ini hanya mengekor situasi sosial politik yang tengah terjadi, ternyata saya mendapati film ini menghibur karena tidak hanya sekadar bercerita dan mengolok-olok kenyataan saja. Tema baru wajib tonton sebelum anda menentukan pilihan demi bangsa negara Indonesia!

Durasi:
95 menit

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 03 April 2009

KERETA SETAN MANGGARAI : Terjebak Di Dalam Kereta Hantu Tanpa Masinis

Cerita:
Lima sahabat yakni Rey, Fajar, Fifi, Dado, Key berencana berlibur di daerah Jawa Barat, tapi tujuan lain menghambat mereka yaitu harus mencari dua sepupunya yang tak kunjung pulang selepas berlibur ke Bogor. Hal ini kemudian membawa mereka terbawa dalam sebuah kereta di malam Jumat setelah mobil yang ditumpangi mogok. Di dalam kereta, mereka menyadari bahwa merekalah manusia yang masih nyata dan berusaha untuk berjuang dari gangguan hantu-hantu yang tewas karena kecelakaan kereta bertahun-tahun silam. Nyawa mungkin saja menjadi taruhannya jika mereka tidak berhasil keluar hidup-hidup..

Gambar:
Seperti nuansa film horor awal tahun 90an. Setting sebagian besar di dalam gerbong kereta yang terlihat cukup eksklusif.

Act:
Vera Lasut
Nelly Yustikarini
Ferry Gustian
Ocke Mulyawan
R Ray Thompson

Sutradara:
Pernah membesut horor sukses Terowongan Casablanca, Nanang Istiabudi kembali dengan mitos lokal dalam Kereta Setan Manggarai ini. Tidak jauh berbeda dengan apa yang dipertontonkannya dahulu, eksekusi cerita dengan mengeksplorasi ketakutan karakternya masih menjadi jualan utama.

Komentar:
Dengan hanya mengandalkan make-up, harus diakui penampakan hantu-hantu di film ini cukup membuat bulu kuduk merinding. Dari awal sampai akhir memaksimalkan ruang di dalam gerbong kereta untuk membangun cerita. Dua hal yang yang sebetulnya nilai plus film ini. Tapi sayangnya ada lagi dua hal minus yang paling kentara dari film ini yaitu akting pemain-pemain yang belum punya nama itu masih mentah dan lagi logika cerita tidak cukup kuat untuk membuat kita terbius sepenuhnya oleh film ini, apalagi konon diangkat dari kisah nyata. Benar-benar sulit dipercaya!

Durasi:
80 menit

Overall:
6.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Kamis, 02 April 2009

THE SHINJUKU INCIDENT : Perseteruan Antar Gang Tionghoa dan Jepang

Cerita:
Komunitas imigran Tionghoa hidup di bawah bayang-bayang Jepang yang tidak mengakui mereka. Adalah Kepala Besi nekad datang ke Tokyo untuk mencari kekasihnya, Xiu Xiu yang belakangan diketahui berganti nama menjadi Yuko setelah diperistri calon ketua Yakuza, Eguchi. Akhirnya Kepala Besi beraliansi dengan Eguchi untuk menjaga daerah Shinjuku bersama teman-teman seperjuangannya. Beberapa kejadian yang tidak terduga membawa Kepala Besi dkk berhadapan dengan kelompok Mafia Jepang dan juga polisi setempat. Bagaimana kemelut tersebut akan berakhir?

Gambar:
Bersetting asli di Shinjuku, film ini terasa real dalam menggambarkan suasana konflik pada masa itu dimana perebutan kekuasaan wilayah antar geng menjadi sajian utama.

Act:
Jackie Chan memulai karir aktingnya sebagai stuntman dalam Fist Of Fury (1972) sebelum memasuki jajaran aktor laga terbesar Hongkong. Disini boleh dibilang peran dramanya pertama tanpa unsur komedi sedikitpun sebagai Steelhead yang tangguh dan setia kawan.
Daniel Wu yang angkat nama lewat Young & Dangerous (1998) kebagian peran Bighead yang semula kalem menjadi kasar temperamental setelah dicederai bos mafia Hongkong sampai kehilangan sebelah tangannya.
Didukung pula oleh dua aktor Jepang, Masaya Kato sebagai Eguchi dan Naoto Takenaka sebagai Inspector Kitano beserta dua aktris cantik China, Xu Jinglei sebagai Yuko dan Fan Bingbing sebagai Lily.


Sutradara:
Sutradara kaliber bernama Derek Yee ini terakhir sukses membesut film aksi Protégé (2007). Pada era 1990an, Derek kerapkali bermain di genre drama roman tetapi pengalamannya tidak perlu diragukan lagi di kancah perfilman Hongkong.

Komentar:
Harus diakui kekuatan film Jackie Chan selama ini adalah aksi komedinya yang sensasional. Tidak demikian dalam film ini dikarenakan Shinjuku Incident berlatar belakang sejarah yang cukup kuat antar China dan Jepang pada masanya. Penjabaran plot cerita yang ditampilkan memang terasa berat walau masih bisa dinikmati dengan baik. Terima kasih pada Derek yang sudah berusaha maksimal melakukan ekplorasi dengan gaya noir. Jajaran cast sendiri bermain lumayan dimana masing-masing berhasil menampilkan emosinya. Tetapi sayangnya kualitas film secara keseluruhan masih belum terlalu spesial apalagi ditambah lagi dengan ending yang menurut saya agak didramatisir dan juga editing yang kurang mulus. Demikian film ini patut tetap harus dihargai karena mengungkap fakta yang ada dengan gaya yang berbeda.

Durasi:
115 menit

Asian Box Office:
PHP 1,980,322 in Philippines till Jun 2009

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!