XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label reese witherspoon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label reese witherspoon. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Februari 2012

THIS MEANS WAR : (Not) A Spy Movie But Bromance Rivalries


Quotes:
Lauren: Oh, I think I'm going to hell.
Trish: Don't worry. If you're going to hell, I'll just come pick you up.

Nice-to-know:
Sam Worthington, Colin Farrell, Justin Timberlake dan Seth Rogen sempat dipertimbangkan untuk dua pemeran utama sebelum terpilih Chris Pine dan Tom Hardy pada akhirnya.

Cast:
Reese Witherspoon sebagai Lauren
Chris Pine sebagai FDR Foster
Tom Hardy sebagai Tuck
Til Schweiger sebagai Heinrich
Angela Bassett sebagai Collins
Chelsea Handler sebagai Trish

Director:
Merupakan film kelima bagi McG yang terakhir menggarap Terminator : Salvation (2009).

W for Words:
Premis cinta segitiga yang dibumbui dengan persaingan antar agen rahasia dalam menjalankan misi masing-masing. Hm, sepintas terdengar klise dan tidak terlalu istimewa. Namun melihat nama Tom Hardy dan Chris Pine yang tengah naik daun di Hollywood sebagai dua pentolannya sekaligus sang America’s sweetheart Reese Witherspoon pada jajaran castnya, bisa jadi anda menaruh ekspektasi tinggi. Sebaiknya tidak, karena anda mungkin akan kecewa pada akhirnya.
Dua agen CIA kelas atas yaitu Tuck dan FDR tengah menuntaskan misi menangkap bandit internasional bernama Heinrich. Saat rehat, FDR menyarankan Tuck untuk pergi berkencan dengan gadis yang baru dikenalnya lewat internet, Lauren. Di luar dugaan, Lauren justru tanpa sengaja bertemu FDR sepulang pertemuan dengan Tuck. Kedua agen yang sama-sama berani mati demi menyelamatkan nyawa masing-masing ini pun terlibat persaingan cinta yang ketat hingga melibatkan cara-cara yang tidak sehat.

Sutradara McG nampaknya tahu bagaimana menyatukan para bintang tersebut untuk bekerjasama secara maksimal di depan kamera. Jalan ceritanya memang mudah ditebak tapi untungnya dialog yang tercipta di antara karakter yang terbatas itu cukup bergigi, terlebih perkataan ceplas-ceplos menggigit dari Chelsea Handler yang provokatif untuk memancing tawa itu. Adegan aksi yang minimal lebih tepat disebut sebagai latar belakang cerita tapi masih cukup krusial di berbagai lini terutama di bagian pembuka dan penutup.
Jualan utama duet Pine dan Hardy terbukti dinamis. Tokoh FDR dan Tuck sama-sama pria tangguh yang berbagi chemistry bromance dan rivalitas secara memikat. Lihat bagaimana keduanya memanfaatkan teknologi canggih untuk saling mendahului. Sebagai penyeimbang, Witherspoon mungkin tidak semenarik dalam film-film bergenre sejenis terdahulu tetapi tokoh Lauren di tangannya benar-benar feminin dengan logika dan perasaan yang kerapkali bertentangan.

This Means War tampaknya berupaya menjangkau audiens yang lebih luas dengan plot cerita yang disuguhkan oleh penulis Timothy Dowling dan Marcus Gautesen ini. Jelas bukan action spy yang megah atau tipikal komedi boys and girls yang jenaka ataupun romance flick yang penuh tarik ulur tetapi McG mengemasnya dalam standar “jalan tengah” yang lumayan menghibur. Manjakan mata anda dengan aksi keren Hardy dan Pine dalam setelan kemeja dan jas yang perlente atau kebingungan Witherspoon dalam menjatuhkan pilihan yang sama beratnya. The most important thing is who’s ur pick from the very start?

Durasi:
98 menit

U.S. Box Office:


Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Rabu, 03 Februari 2010

PENELOPE : Kisah "Penerimaan" Gadis Berhidung Babi

Quotes:
Annie: So what are you hiding from the law or is it just a bad nose job?
Penelope: Mhm, bad nose job..

Storyline:
Meski berasal dari keluarga terhormat dan berkecukupan, hidup gadis muda bernama Penelope tetaplah menderita. Pasalnya ia terkunci kutukan seseorang dari masa lalu kakeknya sehingga berhidung babi. Karena itulah ayah ibunya Franklin dan Jessica memalsukan kematiannya dan mengurungnya selama belasan tahun di dalam istana. Penelope yang semakin dewasa mulai tertarik melihat dunia luar sekaligus mencari cinta sejatinya dengan harapan mampu mematahkan kutukannya. Sayangnya hal tersebut nyaris tidak mungkin karena sudah beratus-ratus pria berdarah biru yang lari saat berhadapan dengannya. Hingga pada suatu ketika datanglah Max yang menarik hati Penelope, perbincangan keduanya dari balik kaca menimbulkan optimisme Penelope. Akankah perjalanan hidupnya seketika dapat berubah menjadi berwarna?

Nice-to-know:
Butuh waktu satu setengah jam untuk memasang hidung prostetik pada Christina Ricci.

Cast:
Setelah Cursed (2005) dan beberapa episode Grey's Anatomy, Christina Ricci kembali dalam film ini sebagai gadis berhidung babi tetapi berhati mulia, Penelope.
Sempat bermain sebagai Mr. Tumnus dalam The Chronicles of Narnia (2005), James McAvoy kebagian peran Max/Johnny yang dibayar untuk mengenal Penelope tetapi malah jatuh hati sungguhan.
Debut pertama Reese Witherspoon sebagai produser utama sekaligus peran Annie.
Richard E. Grant sebagai Franklin Wilhern
Catherine O'Hara sebagai Jessica Wilhern
Simon Woods sebagai Edward Vanderman
Peter Dinklage sebagai Lemon

Director:
Merupakan karya pertama Mark Palansky yang sebelumnya hanya menangani beberapa film pendek dan video interview.

Comment:
Premis gadis berhidung babi terdengar biasa dalam sebuah film. Lalu apakah ini hanya sekadar fairytale biasa? Jangan menyimpulkan terlalu cepat. Benang merahnya menggunakan formula yang sangat sederhana dan jalan ceritanya akan dapat ditebak dengan mudahnya. Namun yang membedakan adalah Penelope menggunakan kejujuran dan ketulusan dalam bertutur sehingga menarik untuk disaksikan.
Daya tarik utamanya jelas ada di Christina Ricci yang membawakan karakter Penelope dengan pesona yang mengundang simpati terlepas dari keanehan fisik yang dideritanya. Diperkuat pula oleh James McAvoy yang sangat natural dengan mata birunya yang polos. Chemistry keduanya berhasil menciptakan romantisme tersendiri yang realistis. Catherine O'Hara yang bermain sebagai Jessica Wilhern juga memukau karena mempotretkan tokoh ibu overprotektif yang luar biasa cerewet. Belum lagi Reese Witherspoon yang walaupun hanya sebagai karakter pendukung tetap memberikan kekuatan akting tersendiri. Sungguh cast yang menarik!
Sutradara Palansky meski belum banyak berpengalaman cukup berhasil membangun mood film dengan baik didukung dengan tone warna pucat kota London yang selalu terang benderang. Menonton Penelope seakan mengikuti sebuah komedi satir yang penuh dengan sindiran-sindiran duniawi seperti orang yang cenderung melihat dari luarnya saja, bisa jadi sebuah drama kehidupan yang sarat makna seperti bagaimana kita diajarkan untuk menerima diri kita sendiri terlepas dari kekurangan-kekurangan yang ada. Kekurangannya adalah terkadang karakter-karakter tertentu seakan diabaikan begitu saja setelah scene demi scene berlalu.
Nikmatilah Penelope dengan santai dan niscaya anda serasa dibawa masuk ke sebuah dunia sinis dimana seorang gadis manis yang menderita karena penolakan dunia terhadapnya berusaha menjalani hidup sewajar dan setulus mungkin. Bukankah cinta kadang dapat menyergap tanpa alasan yang masuk akal? It's a cute movie indeed with sense of touch!

Durasi:
90 menit

U.S. Box Office:
$10,011,274 till Jun 2008

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sabtu, 25 April 2009

FOUR CHRISTMASES : Pasangan Phobia Pernikahan Bernatal Empat Rumah

Quotes:
Connor-Do you know who I am?
Brad-What?
Connor-Google me bitch! I might be famous one day.

Storyline:
3 tahun berpacaran yang diawali dengan pertemuan di sebuah klub, Brad dan Kate selalu berusaha menghindari menghabiskan Natal dengan keluarga mereka dengan berlibur ke pulau eksotis. Sayangnya kali ini mereka gagal karena semua penerbangan dibatalkan akibat cuaca buruk dan sialnya reporter televisi turut mewawancarai mereka sehingga keluarga mereka tahu dimana mereka berada. Tak dapat dihindari, Brad dan Kate harus mengunjungi ayah-ibu mereka yang sudah bercerai satu persatu! Mimpi buruk pun dimulai karena empat keluarga tersebut masing-masing menawarkan nuansa yang akan tidak menyenangkan sekaligus menguji hubungan cinta Brad dan Kate.

Nice-to-know:
Pada adegan di meja makan, Reese Witherspoon sempat terhantam piring keramik yang membuatnya mendapat 5 jahitan dan menunda syuting selama 3 hari.

Cast:
Bukan kebetulan jika kemunculan Vince Vaughn terakhir juga dalam film bertemakan Natal yaitu Fred Claus (2007). Kali ini ia bermain sebagai Brad, pria lajang yang takut pada pernikahan sehingga selalu menghindari komitmen.
Penampilan terakhirnya dalam Rendition (2007) tidak terlalu disambut hangat tetapi Reese Witherspoon tetaplah aktris yang diakui eksistensinya. Berperan sebagai Kate, wanita sukses yang trauma dengan anak-anak walau akhirnya dilema dengan keputusannya.
Empat karakter pemeran orangtua Brad dan Kate pernah memenangkan Oscar yaitu Robert Duvall, Sissy Spacek, Jon Voight dan Mary Steenburgen.

Director:
Nama Seth Gordon memang belum banyak dikenal publik. Penyutradaraannya dimulai lewat Squirt (2002).

Comment:
Pemasangan Vaughn dan Witherspoon sebagai pasangan dalam film komedi bisa dibilang tepat karena dua-duanya sudah memiliki kharisma masing-masing untuk membangun nuansa humor. Chemistry keduanya disini terbilang aneh tetapi menarik untuk disaksikan. Beberapa situasi tak menyenangkan yang tidak terduga yang dialami pasangan menjadi jualan utamanya yang mungkin saja dialami kita dalam kehidupan sehari-hari mulai dari pertemuan dengan calon mertua, calon ipar, calon keponakan yang sangat lekat dengan kata "MASALAH". Bagaimana perjuangan untuk tetap bersama di atas semua perbedaan yang sebenarnya terbentang lebar di antara mereka itulah yang patut disaksikan disini. Selain itu kualitas Oscar seorang Duvall, Spacek, Steenburgen dan Voight menjadi nilai plus dengan kematangan akting sebagai orangtua bermasalah. Beberapa karakter pendukung memang hanya sekadar "lucu" tapi tetap merupakan bagian penting disini. Jam terbang rendah sang sutradara rasanya tidak terlalu berpengaruh juga. Four Christmases mungkin tidak terlalu bersemangatkan Natal tetapi film liburan yang menghibur sekaligus potret yang tepat bagi paradigma kaum muda-mudi jaman sekarang yang seringkali menghindari keluarga dan pernikahan.

Durasi:
85 menit

U.S. Box Office:
$120,146,040 till Feb 2009

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Minggu, 12 April 2009

MONSTERS VS ALIENS : Animasi Pertahankan Bumi Terhadap Invasi Alien

Quotes:
Dr. Cockroach Ph.D.-Might we ask for your name, madam?
Susan Murphy-Susan.
B.O.B.-No, we mean like your monster name. You know, what do people scream when they see you coming? Like "Look out! Here comes...?"
Susan Murphy-Susan.

Dr. Cockroach Ph.D.-Really?
B.O.B.-[spookily] SUUUUSSAAANN! Ooh, I just scared myself! That is scary!

Cerita:
Pada hari pernikahannya dengan Derek Dietl reporter teve yang sedang naik daun, Susan Murphy tertimpa meteor yang bermuatan Quantonium. Akibatnya Susan menjadi kuat dan ukuran tubuhnya membesar berlipat-lipat. Segera ia diasingkan oleh pemerintah dan diasingkan ke habitat rahasia monster. Disanalah ia bertemu ilmuwan gila yang bertransformasi menjadi kecoa, Dr. Cockroach Ph.D. juga makhluk tembus pandang tanpa otak bernama B.O.B. plus kombinasi ikan-kadal yang dinamakan The Missing Link serta mutan lava raksasa, Insectosaurus. Berlima mereka menyesuaikan diri satu sama lain sampai akhirnya bekerjasama melawan alien penguasa Gallaxhar yang bertujuan untuk menaklukkan bumi. Berhasilkah mereka menjalankan misi tersebut sekaligus menerima kesempatan kembali ke tengah-tengah peradaban seperti semula?

Gambar:
Sebagian besar elemen film ini mengingatkan pada beberapa sains fiksi ternama yang hadir dalam layar lebar maupun layar gelas di waktu yang lalu.

Voice:
Suara khasnya yang paling dikenal, Reese Witherspoon sebagai Susan Murphy.
Aktor kawakan Inggris, Hugh Laurie sebagai Dr. Cockroach Ph.D.
Aktor spesialis komedi remaja, Seth Rogen sebagai B.O.B.
Will Arnett sebagai The Missing Link
Rainn Wilson sebagai alien penguasa Gallaxhar
Stephen Colbert sebagai Presiden Hathaway
Kiefer Sutherland sebagai The General

Sutradara:
Dua nama yang masih terdengar asing, Rob Letterman dan Conrad Vernon berkolaborasi dengan cukup manis untuk menyuguhkan animasi terbaru Dreamworks ini. Pada tahun 2004, keduanya pernah masuk tim sutradara dalam 2 film animasi sukses, Rob dalam Shark Tale dan Conrad dalam Shrek 2.

Komentar:
Versi 3D film ini konon dibekali dengan visualisasi yang baik. Namun rasanya versi 2D nya juga sudah cukup menghibur penonton. Secara keseluruhan, Monsters Vs Aliens memang lucu dan menyegarkan sebagai sebuah tontonan, hanya saja plotnya agak sedikit predictable dan tidak terlalu orisinil karena memang dicomot dari sana-sini. Sepintas mungkin mengingatkan kita pada sentuhan film sains fiksi tahun 1950an yang diperbaharui oleh CGI. Nikmati saja! Lumayan tapi tidak luar biasa..

Durasi:
90 menit

U.S. Box Office:
$140,203,799 till mid April 2009

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!