XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Kamis, 18 Desember 2008

AT STAKE : "Pertaruhan" Nyata Issue Mengenai Perempuan

Terbagi menjadi 4 cerita:
EFFORT FOR LOVE (30 min) by Ani Ema Susanti
Berkisah tentang dua orang TKW di Hongkong yaitu Ruwati dan Ryantini.
Ruwati menghadapi penyakit sejenis tumor rahim dan harus dilakukan operasi lewat vagina. Hal ini dipermasalahkan oleh calon suaminya yang seorang duda beranak satu yang menganggap Ruwati mencari alasan ketidakperawanannya.
Ryantini yang lesbian menjalin hubungan mesra dengan seorang gadis. Pasang surut romantika dua sejoli sesama jenis ini diakhiri dengan kepulangan mereka berdua ke kampung halaman dan harus menyembunyikan fakta sesungguhnya di negara berbudaya Timur itu.

WHAT FOR? (25 min) by Iwan Setiawan & Muhammad Ichsan
Mengetengahkan permasalahan sunat perempuan yang masih terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Perempuan harus disunat agar tidak liar, tidak terbawa arus, dsb begitulah alasan praktisi setempat. Pada kenyataannya, dari segi kesehatan tidak ada efek yang pasti atas praktek ini. Jadi sebenarnya apa tujuannya?

MISS & MRS (25 min) by Lucky Kuswandi
Menjabarkan diskriminasi terhadap perempuan tidak menikah dalam menerima layanan kesehatan reproduksi. Keputihan dan penyakit lain yang berhubungan dengan vagina harus diperiksa dengan cara "pap smear" oleh dokter ginekolog. Sayangnya dokter, bidan dan perawat tidak diberikan penyuluhan bagaimana penanganan pasien yang baik sehingga bukan membantu malah terkesan memojokkan bahkan menghakimi perempuan yang ingin diperiksa.

RAGAT'E ANAK (30 min) by Ucu Agustin
Bercerita tentang Nur dan Mira yang bekerja siang hari sebagai buruh pemecah batu dan malam hari sebagai pekerja seks komersil bertarif murah di Gunung Bolo, pekuburan Cina di daerah Tulungagung. Hal itu mereka lakukan karena minimnya penghasilan demi menghidupi diri sendiri maupun anak sehari-hari.

Komentar:
Film dokumenter yang lugas bercerita ini diambil dari berbagai sudut pandang sehingga tidak memihak. Perasaan iba, gemas, prihatin, geli dll wajar saja timbul di benak penonton saat menyaksikan issue-issue dengan subyek perempuan yang memang nyata terjadi dalam kehidupan ini. Workshop kolaborasi Kalyana Shira Foundation, Dewan Kesenian Jakarta dan The Body Shop dengan produser Nia Dinata berhasil menelurkan 5 sutradara dengan karya-karyanya yang bertutur dengan ketajaman sudut pandang dan gaya bahasa ini. Hasilnya? Salah satu film dokumenter terbaik yang pernah dibuat di Indonesia.

Durasi:
110 menit

Overall:
8 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10

Rabu, 17 Desember 2008

THE CONTRACT : Pembunuh Ulung Cerdas Kontra Ayah Tangguh Berpendirian Teguh

Quotes:
Frank-I don't have to help I am the bad guy

Cerita:
Seorang duda yang berprofesi sebagai guru dan pelatih basket juga baseball, Ray Keene hidup berdua dengan anaknya, Chris setelah kematian istrinya akibat kanker dua tahun yang lalu. Setelah anaknya tertangkap polisi mengganja, Ray memutuskan untuk membawa Chris pergi camping untuk membangun ikatan di antara mereka. Sementara itu, pembunuh bayaran ulung Frank Carden ditahan FBI saat berusaha menuntaskan misinya. Dalam pengawalan, komplotan Frank berusaha membebaskan rekannya dan melumpuhkan tiga agen FBI. Namun mobil yang ditumpangi Frank justru terjun ke sungai dan terbawa arus. Nasib kemudian mempertemukan Frank dengan Ray dan Chris. Ray yang bersikukuh menahan Frank dengan sebilah pistol tidaklah menyadari ia dan anaknya menjadi incaran komplotan Frank yang berbahaya. Bagaimana akhir dari perjalanan kucing tikus itu?

Gambar:
Syuting yang dilakukan di Sofia, Bulgaria sebagian besar outdoor berlanskap tebing dan sungai di daerah pegunungan.

Act:
Dua aktor watak ternama Hollywood yang tidak diragukan lagi aktingnya, Morgan Freeman sebagai Frank dan John Cusack sebagai Ray adu akting di film ini. Keduanya tampil dengan ciri khas masing-masing sehingga menarik menyaksikan dialog dan interaksi mereka.

Sutradara:
Konon Bruce Beresford dengan susah payah menyelesaikan produksi film ini setelah produser memutuskan proyek ini setelah 50 hari karena dianggap skrip tidak cukup masuk akal. Walau akhirnya selesai dengan dana sendiri, kinerja Bruce di film ini hanya berlevel sedang-sedang saja.

Komentar:
Menyaksikan film yang langsung beredar home video di US sana ini awalnya menjanjikan karena nama Freeman-Cusack sudah punya kualitas sendiri. Namun seiring pengembangan cerita dengan dialog-dialog sarkastik yang tak jarang membuat kita tertawa getir malah mempertajam kekurangan film ini. Yah overall menurut saya The Contract tidak terlalu bagus tetapi bukan karya yang buruk juga. Nilai jualnya ya cuma dua aktor tadi, tidak lebih.

Durasi:
95 menit

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Selasa, 16 Desember 2008

MARRIED BY ACCIDENT : Kisah Pasangan Belia Menghadapi Kehamilan Dini

Cerita:
Memasuki usia enam bulan pacaran, pasangan belia belasan tahun Raskal dan Ole dipusingkan masalah harus make love atau tidak. Desakan dari kedua teman Raskal yang mesum dan kakak Ole yang hiperseks membuat keduanya terjebak dalam hubungan seks pra nikah. Ternyata kejadian "satu kali" itu membuat Ole hamil. Kebingungan karena tidak siap menghadapi konsekuensi pernikahan dini, Raskal dan Ole nekat mendatangi dokter aborsi. Namun karena asumsi yang menakutkan dan tidak tega dengan anak yang dikandungnya, Ole memutuskan untuk memelihara jabang bayi. Sementara pertengkaran demi pertengkaran terjadi diantara keduanya, kandungan Ole semakin membesar dan sulit untuk disembunyikan lagi. Bagaimana tindakan Ole dan Raskal selanjutnya? Berhasilkah ketahanan cinta mereka lolos dari ujian di saat harapan dan cita-cita yang masih membubung tinggi?

Gambar:
Kualitas gambar secara keseluruhan di indoor maupun outdoor terlihat kurang terang sehingga cukup mengganggu. Apakah karena diblow up atau belum diremastered?

Act:
Marcell Darwin terbukti tidak hanya berwajah cute tapi telah membintangi beberapa jenis film mulai dari horor dan komedi, kini hadir dalam perannya sebagai Raskal, cowok lugu baik hati yang menunjukan rasa tanggungjawab yang tinggi di usia yang tergolong muda.Nikita Willy berperan dalam film layar lebar keduanya setelah Bestfriend. Kali ini sebagai Ole, gadis belia yang terjebak dalam kehamilan, penjiwaan Nikita cukup meyakinkan.Sarah Sechan lagi-lagi menguasai peran komedik yang disodorkan kepadanya. Sebagai bidan de'Bunting, Sarah berhasil "mencuri" layar setiap kali scene ditujukan kepadanya.Duet Ikang Fawzi dan Marini Zumarnis serta Tino Saroenggalo sebagai orangtua Raskal dan Ole melengkapi film ini sesuai karakternya masing-masing.

Sutradara:
Karya kedua Winaldha E. Melalatoa ini jauh lebih baik daripada Drop Out. Kolaborasinya dengan penulis Ve Handojo menghasilkan sebuah drama remaja yang bisa menjadi teladan. Terlihat dari segi casting yang lumayan menjanjikan dan eksekusi akhir yang ada di atas rata-rata.

Komentar:
Chemistry Raskal dan Ole tertangkap dengan baik, itu yang menjadi poin plus film ini sehingga membuat penonton berempati pada mereka. MBA bisa menjadi potret nyata untuk pergaulan remaja sekarang yang semakin bebas yang tidak tahu konsekuensi apa yang akan mereka hadapi di kemudian hari dari tindakan mereka itu. Film yang manis, wajar, lucu, sarat pesan moral walaupun tidak menggurui.

Durasi:
95 menit

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10

Senin, 15 Desember 2008

HENRY POOLE IS HERE : Mempercayai Mukjizat Itu Nyata

Cerita:
Dibuka dengan pengenalan terhadap seorang pria penyendiri, Henry Poole yang baru saja pindah ke pinggir kota untuk menghindari masalah-masalah dalam hidupnya. Segera dia mengenal tetangga barunya terutama wanita Spanyol relijius, Esperanza dan janda cantik, Dawn beserta anaknya yang selalu diam, Millie. Satu peristiwa aneh terjadi, noda air di dinding belakang rumah Henry disinyalir Esperanza menyerupai wajah Yesus Kristus. Kontan saja, halaman belakang rumah Henry seringkali didatangi orang yang percaya padaNya. Namun Henry berusaha mengingkari itu semua setelah apa yang dialaminya dalam hidup. Apa sesungguhnya masa lalu Henry? Benarkah mukjizat itu nyata dalam dunia modern sekarang ini?

Gambar:
Daerah tempat tinggal Henry yang teratur dan terkesan sunyi disyut dengan baik beserta aktivitas warga di sekitarnya. Sekelebat potongan gambar tentang masa lalu Henry seringkali ditampilkan, membuat kita memahami sosok Mr Poole yang sesungguhnya.

Act:
Luke Wilson yang sebelumnya kerapkali tampil dalam film komedi atau drama romantis kali ini didapuk sebagai sosok Henry Poole. Walau terkesan miscasting tetapi Luke mampu memberikan jiwa tersendiri dalam perannya sebagai pria penyendiri dan kebingungan atas hidupnya sendiri.
Radha Mitchell (Dawn), Adriana Barraza (Esperanza) dan Cheryl Hines (Meg) memberikan warna masing-masing sebagai tiga wanita dalam hidup baru Henry. Semuanya menampilkan karakter yang khas, tidak banyak scene tetapi konsisten aktingnya.

Sutradara:
Gaya Mark Pellington dalam menyutradarai serial tv dan video musik masih cukup kental dalam film ini terutama saat adegan lambat dan flashback. Secara umum memang tidak buruk tetapi masih membutuhkan inovasi lebih untuk sebuah proyek layar lebar.

Komentar:
Film yang cukup monoton ini banyak bermain dengan dialog dan interaksi yang sesungguhnya cukup menarik namun sangat lambat. Menonton Henry Poole Is Here bisa bermakna dua sisi. Di satu sisi, jika anda seorang yang relijius mungkin akan menyukai film ini dan di sisi lain, jika anda seorang yang praktis hanya bisa menikmati film ini dengan kening berkerut. Coba buktikan sendiri!

Durasi:
95 menit

U.S. Box Office (till end of Oct):
$1,829,917

Overall:
6.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Minggu, 14 Desember 2008

BOLT : Petualangan Dunia Nyata Anjing Bintang Televisi

Quotes:
Bolt-What is this red liquid coming from my paw?
Mittens-It's called blood, hero!
Bolt-Do I need it?

Cerita:
Seekor anjing bernama Bolt berkekuatan super bertualang dengan majikannya Penny untuk menyelamatkan dunia! Sayangnya hal itu hanya terjadi di dunia televisi dimana serial tersebut mendapat rating yang bagus. Namun Bolt menganggap semua itu nyata dan konflik mulai muncul saat ia terlepas dari kandang trailernya dan terdampar di dunia nyata. Bolt kemudian bertemu kucing belang Mittens dan hamster di dalam bola plastik Rhino yang berusaha membantunya kembali ke habitat asalnya dengan kekuatan seekor anjing biasa.

Gambar:
Animasi Walt Disney boleh dikatakan halus walau kualitas 3D nya tidak sebaik hasil produksi studio lain. Dalam Bolt ini, gambar animasi tergolong detail dan tajam. Adegan petualangan Bolt menyusuri kota menjadi menarik untuk disaksikan.

Voice:
Aktor senior John Travolta dengan cemerlang menghidupkan tokoh Bolt. Dengan tekstur suara nyaring dan berat, ia memberikan energi pada si anjing super itu.
Bintang muda yang tengah menanjak, Miley Cyrus didapuk sebagai Penny. Walau bagian dubbingnya tidak banyak, intonasi Penny menjadi nilai plus.
Mark Walton dan Susie Essman sebagai Rhino dan Mittens juga terdengar ceria menggigit mengiringi perjalanan Bolt menemukan rumahnya.

Sutradara:
Bolt menjadi film animasi pertama yang disutradarai duet Byron Howard dan Chris Williams. Sebelumnya mereka hanya menjadi pendukung dalam divisi animasi sekaligus menggagas beberapa ide cerita untuk film produksi Disney terdahulu. Karya perdana Howard-Williams ini boleh dibilang cukup mewakili semangat animasi Disney yang biasanya sarat pesan moral.

Komentar:
Kesan yang saya tangkap saat menyaksikan Bolt, Walt Disney sudah mulai kehilangan taring karena karya-karyanya tidak sebaik dahulu pada rentang waktu 1990-2000. Itu bukan berarti Bolt mengecewakan, hanya saja hasil akhir cenderung biasa saja. Pesan saya, nikmati saja film ini dari awal sampai akhir, ajak anak, adik atau saudara anda yang lebih kecil untuk menonton bersama tanpa perlu berpikir panjang, niscaya anda sekalian akan tertawa ringan dan terhibur :)

Durasi:
90 menit

U.S. Box Office (till early Dec):
$79,381,422

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Sabtu, 13 Desember 2008

ZWARTBOEK : Perjuangan Gadis Yahudi Menghadapi Nazi Jerman

Quotes:
Rachel Stein aka Ellis de Vries-They're working off a list. Of Jews with money. They murder them.
Gerben Kuipers-How do you know all this?
Rachel Stein aka Ellis de Vries-Because I was set up myself! Because I've seen my entire family be slaughtered!

Cerita:
Seorang gadis Yahudi muda, Rachel Stein bersembunyi dari pasukan Nazi selama Perang Dunia II di Belanda. Setelah tempat persembunyiannya diketahui, melewati beberapa kejadian sampai akhirnya menewaskan keluarganya, Rachel bergabung dengan pemberontak dan mengubah namanya menjadi Ellis de Vries. Sebuah kebetulan bagi Ellis bertemu Kapten Ludwig Muntze di kereta hingga membuatnya bekerja sebagai staf administrasi dan mata-mata pada saat bersamaan. Sulit dipungkiri, keduanya menjadi saling tertarik satu sama lain. Namun saat seorang dari kaum pemberontak mengkhianati Ellis, keadaan menjadi teramat sulit karena Ellis dianggap musuh oleh kedua belah pihak. Dalam pelariannya, Ellis berusaha mencari sendiri kebenaran itu sekaligus membersihkan namanya.

Gambar:
Setting perkantoran tentara Jerman dan segala atributnya terkesan sangat nyata. Suasana Belanda di tahun 1940an pun ditangkap dengan cermat dimana perang berkecamuk dan revolusi terus menerus terjadi. Beberapa adegan vulgar khas sang sutradara juga menghiasi film ini, tentunya dengan guntingan sensor dimana-mana.

Act:
Totalitas Carice Van Houten patut diacungi dua jempol di film ini. Aksen dan gestur tubuhnya sebagai Ellis de Vries sangat meyakinkan serta menguasai setiap scene dengan brilian. Tidak heran masa depan aktris Belanda ini di Hollywood akan terbentang cerah. patut ditunggu proyeknya Valkyrie bersama Tom Cruise di penghujung tahun ini.
Beberapa aktor Jerman di film ini seperti Sebastian Koch sebagai Ludwig Muntze, Thom Hoffman sebagai Hans Akkermans, Waldemar Kobus sebagai Gunther Franken, Derek De Lint sebagai Gerben Kuipers dan lain-lain mampu menampilkan porsi akting yang gemilang dan seimbang.

Sutradara:
Paul Verhoeven yang pertama kali angkat nama lewat beberapa cult sex movies termasuk Basic Instinct kali ini hadir dengan karya terbaiknya. Sinematografi yang sangat menakjubkan di film ini membawanya memenangi beberapa penghargaan internasional sebagai sutradara terbaik.

Komentar:
Awalnya saya berpikir film ini akan membosankan dan tidak jauh beda dengan Lust Caution nya Ang Lee yang berplot hampir sama. Tetapi setelah menonton dari awal sampai akhir dengan intensitas cerita yang terus terjaga dan ilustrasi musik yang dinamis, akhirnya saya setuju dengan sebagian besar komunitas film dunia kalau film ini merupakan salah satu film Eropa terbaik yang pernah dibuat!

Durasi:
135 menit

Worldwide Box Office (till end of 2007):
$21,855,189

Overall:
8 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

ANAK AJAIB : Bocah Berkemampuan Menghentikan Waktu

Cerita:
Bocah berusia 10 tahun, Rizky mempunyai kemampuan menghentikan waktu tanpa ia sadari dan diduga merupakan bakat turun-temurun. Saat bertemu Prof Adnan yang khusus meneliti kemampuan khusus manusia, Rizky diajarkan untuk menerima dan menggunakan bakatnya itu dengan baik dan benar. Awalnya, Rizky memang memakai kekuatannya itu untuk menjahili teman sekelasnya, Amanda yang menyebalkan. Namun setelah kasus pencurian berlian terjadi, melalui pertanda di mimpinya, Rizky sadar bahwa ia dan teman-temannya mungkin akan berhadapan langsung dengan komplotan pencuri tersebut tepat pada waktu karyawisata sekolah!

Gambar:
Transisi gambar dinamis menjadi statis saat Rizky menghentikan waktu cukup mulus. Spesial efek yang digunakan cukup halus dan sepintas mengingatkan kita pada film-film Hollywood sejenis macam serial Heroes ataupun The Matrix Trilogy.

Act:
Bio-One sebagai Rizky terlihat "manis", lugu dan natural, membuat penonton berempati untuk mengikuti petualangannya.
Pemilihan Vanessa Hinkel sebagai Amanda juga cukup tepat, kesan menyebalkan dan sok Inggris nya mampu ditampilkan dengan baik.
Aktor senior El Manik tampil meyakinkan dalam peran gandanya di film ini dengan atau tanpa wig, juga tidak dilupakan aktris serba bisa yang sering kebagian peran antagonis, Aimee Juliete.
Didukung pula oleh para bintang yang sudah tidak asing lagi yaitu Ray Sahetapy, Ira Wibowo, Ferry Salim, Iszur Mochtar, Chintami Atmanegara, Fahmi Bo dan Eddi Brokoli.

Sutradara:
Tjandra Warasto boleh dibilang sudah bekerja dengan baik menerjemahkan naskah Hilman "Lupus" Hariwijaya untuk membuat film ini fun dan mudah diterima. Tidak dilupakannya penceritaan dari sudut pandang anak-anak yang merupakan aspek penting dalam membangun nyawa film secara keseluruhan.

Komentar:
Yang paling mengganggu di film ini adalah munculnya pesan sponsor (tidak perlu saya sebutkan produknya) yang terlalu frekuentif! Beberapa idiom yang sebetulnya tidak perlu digunakan dalam film ini juga cukup menjengkelkan. Di luar itu, film ini cukup fun untuk disaksikan anak-anak bersama keluarga karena banyak mengandung pesan moral. Hanya saja pengembangan cerita masih cenderung datar dan mudah sekali ditebak.

Durasi:
90 menit

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10

Jumat, 12 Desember 2008

TROPIC THUNDER : "Kisah" Di Balik Pembuatan Film Perang Vietnam

Quotes:
Kirk Lazarus-I don't read the script. The script reads me.
----------

Tugg Speedman-This is insane. Are you really going to abandon this movie? We're supposed to be a unit!
Kirk Lazarus-Suck my unit.

Cerita:
Dengan narasi John "Four Leaf" Tayback, kita diajak untuk menyaksikan perang Vietnam dalam film aksi "Tropic Thunder" dengan empat karakter utama Tugg Speedman, Kirk Lazarus, Alpa Chino dan Jeff Portnoy. Sayangnya adegan ledakan yang dirancang dengan bujet besar malah terjadi sebelum waktunya. Sang sutradara, Damien Cockburn menjadi murka apalagi setelah dicaci-maki sang big boss Les Grosman. Maka Damien pun merancang "naskah buatan" bagi keempat aktor yang sebetulnya memiliki masalah masing-masing dengan karirnya itu ke dalam situasi sungguhan di pedalaman Vietnam dengan beberapa kamera tersembunyi. Bersama aktor muda Kevin Sandusky, mereka berusaha survive dari komunitas Vietnam pemasok heroin terbesar di Asia. Bagaimana mereka bisa mengakhiri semua itu dan bertindak layaknya megabintang untuk menyelamatkan karir akting masing-masing?

Gambar:
Kita diajak melihat setting langsung dari lokasi syuting Tropic Thunder di hutan Vietnam dimana semua masih terlihat asri. Ditambah beberapa adegan di ruang produser kaya yang mewah beserta atribut kru yang membantunya. Semua terlihat natural dan "menipu" sudut pandang penonton.

Act:
Tiga aktor tenar yang banyak angkat nama di genre komedi yakni Ben Stiller, Jack Black, Robert Downey JR seperti memfilmkan keseharian mereka saat syuting dengan karakter khasnya masing-masing. Hasilnya cukup membanggakan sebagai sebuah tontonan sekaligus parodi.
Beberapa nama tenar seperti Tom Cruise, Matthew McConaughey, Nick Nolte turut mengisi peran kecil di film ini serta jangan lupakan beberapa cameo seperti Jack Nicholson, Tobey Maguire, Jon Voight, Alicia Silverstone menjadi diri mereka sendiri.

Sutradara:
Pengalaman Ben Stiller dalam menyutradarai memang belum banyak namun beberapa dari sedikit itu justru menunjukkan bakatnya sebagai sutradara. Kali ini harus diakui Ben sangat terampil menggarap ide cerita menjadi sesuatu yang fresh dan jarang sekali diekspos, ditambah dengan cast bintang-bintang ternama yang sangat menjual.

Komentar:
Opening yang memperlihatkan trailer dari Alpa Chino, minuman energi "Booty Sweat" dan cokelat batangan "Bust-A-Nut" sambil menyanyikan lagu "I Love Tha' Pussy"; Tugg Speedman's dalam 'Scorcher VI: Global Meltdown'; Jeff Portnoy dalam 'The Fatties: Fart 2'; pemenang lima Oscar Kirk Lazarus dalam 'Satan's Alley' dijamin bakal mengocok perut anda. Film ini sangat kreatif karena membuka mata penonton tentang semua hal yang biasa terjadi saat syuting pembuatan film. Salah satu film wajib tonton tahun ini walau humor yang ditawarkan masih kental dengan gaya Hollywood.

Durasi:
100 menit

U.S. Box Office (till end of Sep):
$108,768,665

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Kamis, 11 Desember 2008

THE OTHER BOLEYN GIRL : Romantika Kakak Beradik Berbaur Intrik Kerajaan

Quotes:
Anne Boleyn: [happily to her sister] Younger than me, more beautiful than me, married before me. I'm eclipsed! *I'm* the other Boleyn girl.

Storyline:
Ketika Raja Henry VIII dan istrinya Katherine mengalami masalah perkawinan karena tidak kunjung dikaruniai seorang putera, keluarga Boleyn yaitu Sir Thomas dan Lady Elizabeth mengajukan Anne sebagai calon selir baru baginya. Hal ini didukung kuat oleh paman Anne yaitu The Duke of Norfolk yang berambisi mempertahankan kedudukannya. Namun Raja Henry VIII malah lebih tertarik pada saudari Anne, Mary yang kemudian diangkat sebagai selirnya. Anne yang diasingkan ke Perancis pun memiliki misi pribadi dan keluarganya sekaligus untuk memenangkan hati Raja Henry VIII suatu saat nanti. Akankah rencananya berhasil atau malah berbalik menjadi malapetaka yang sulit dihindarkan?

Nice-to-know:
Natalie Portman dan Scarlett Johansson mengatakan bahwa kostum mereka sangat penting dalam menjiwai karakter masing-masing.

Cast:

Sebelum ini sempat mendukung satu episode The Simpsons, Natalie Portman bermain sebagai Anne Boleyn
Tahun lalu hanya tampil dalam film ringan The Nanny Diaries (2007), Scarlett Johansson berperan sebagai Mary Boleyn
Eric Bana sebagai Henry Tudor
Jim Sturgess sebagai George Boleyn
Mark Rylance sebagai Sir Thomas Boleyn
Kristin Scott Thomas sebagai Lady Elizabeth Boleyn
David Morrissey sebagai The Duke of Norfolk

Director:
Merupakan film pertama Justin Chadwick yang sebelumnya lebih sering terlibat dalam serial atau film televisi.

Comment:

Jika anda menemukan kesamaan fakta dalam film ini dengan sejarah yang sesungguhnya, jangan lantas percaya begitu saja. Peristiwa pada masa itu memang sudah dibuatkan dalam berbagai versi mulai dari yang paling mendekati hingga fiksi belaka. Dan film ini merupakan contoh yang kedua.
Sutradara Chadwick masih meninggalkan banyak lubang dalam kinerjanya sebagai eksekutor. Jika apa yang ia perlihatkan dalam taraf kelas film televisi maka tidak menjadi masalah. Namun untuk kelas film layar lebar, sekuens cerita yang tidak runut menjadi kelemahan yang mendasar, terlebih harus menyimpulkan rentang waktu yang panjang disini.
Beruntung hal itu dapat ditutupi oleh akting gemilang para cast nya. Portman mengesankan sebagai Anne Boleyn yang cerdas, ambisius, menjijikkan sekaligus mampu menarik simpati di akhir film. Johansson bermain aman dengan karisma gadis innocent Mary yang lembut hati. Bana kurang bergigi sebagai Raja Henry VIII karena faktor womanizer yang dikedepankan disini daripada kearifannya memimpin Inggris. Sedangkan dari jajaran pendukung, Scott Thomas dan Morrissey tampil mengesankan sebagai dua pihak yang selalu bertolak belakang.
Kekuatan utama film ini adalah kostum dan setting yang menakjubkan. Bagaimana detail penampilan setiap aktor-aktrisnya diperhatikan terlebih Anne-Mary Boleyn yang karakterisasinya seakan tergambar dari gaun yang mereka pakai. Kastil Inggris yang megah juga terlihat otentik sekaligus ortodok sehingga mampu memberikan latar belakang yang artistik.
Terlepas dari ketidak akuratan sejarah yang diusungnya, The Other Boleyn Girl masih tergolong menyenangkan untuk ditonton. Bagaimana intrik dan romantika berbaur menjadi satu dalam permainan akting yang memikat dan setting yang memanjakan mata. Durasi nyaris dua jam tidak akan terlalu dirasakan walaupun endingnya terkesan diburu-buru tanpa penyelesaian yang masuk logika.

Durasi:
115 menit

U.S. Box Office:
$26,814,957 till Apr 2008

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:

Rabu, 10 Desember 2008

TARZAN KE KOTA : Formula Lawas Tarzan Modern

Cerita:
Saat sedang bertualang mencari tumbuhan di hutan, Ratna diculik oleh Arde beserta anak buahnya dan disembunyikan di dalam gua. Saat siuman, Ratna kaget mendapati seekor macan tutul dan sekaligus takut mendengar sebuah siulan manusia gua gondrong yang hanya bercawat saja. Kekhawatiran Ratna tidak menjadi kenyataan, karena makhluk tersebut ternyata baik hati dan dinamakan Tarzan karena mampu berkomunikasi dengan hewan. Tarzan pun mengantar Ratna pulang ke kota menggunakan kuda. Kehebohan muncul di apartemen Ratna saat Tarzan muncul dan lagi rupanya Tarzan sendiri tidak terbiasa dengan kehidupan metropolitan. Di lain pihak, Arde yang mengalami kecelakaan saat mobilnya masuk jurang, mengalami pengobatan khusus yang membuat area matanya menghitam sehingga ia mengganti namanya menjadi Master Mata Hitam. Arde berusaha memanfaatkan Tarzan untuk mengeruk keuntungan pribadi. Bagaimana akhir dari petualangan Tarzan di kota?

Gambar:
Adegan pembuka dan beberapa scene yang mengambil suasana hutan terlihat tidak natural. Pergerakan kamera dan kualitas gambar yang dihasilkan juga tidak terlalu mulus untuk disaksikan dari awal sampai akhir.

Act:
Penampilan keduanya di layar lebar, Sandra Dewi berusaha menampilkan sosok gadis polos nan mandiri bernama Ratna. Cukup berhasil memang namun secara keseluruhan improvisasinya tidak cukup kuat sebagai pemeran utama di film ini.
Pendatang baru Ajul Jiung juga belum banyak dikenal orang. Rasanya di film ini, ia sedikit banyak mengadopsi gaya almarhum Benjamin sebagai Tarzan kocak dan baik hati.
Vincent Rompies yang seringkali terlibat dalam produksi komedi kali ini kebagian peran antagonis tapi hasil akhirnya tidak cukup meyakinkan sebagai Mamahi.

Sutradara:
Entah apa yang ada di benak Reka Wijaya yang juga bertindak sebagai penulis skenario saat memutuskan untuk mengeksekusi film ini. Semuanya menjadi serba tanggung dan dangkal padahal inti cerita harusnya bisa dikembangkan lagi, tentunya dengan persiapan praproduksi yang lebih matang. Apakah keterbatasan bujet menjadi kendala?

Komentar:
Film lawas serupa yang dibintangi alm Benjamin memang pernah sukses pada masanya dan mungkin masih berkesan untuk sebagian orang sampai saat ini. Namun formula lama yang coba diterapkan dalam produksi baru ini bisa dikatakan gagal. Penggunaan bahasa komunikasi antar Tarzan dan hewan-hewannya sungguh menggelikan dan tidak konsisten. Promosi yang cukup gencar pun, tidak mampu menolong film ini. Digadang-gadang sebagai film yang bisa disaksikan seluruh anggota keluarga, Tarzan Ke Kota malah terkesan sebagai hiburan yang tidak berkelas dan masih jauh dari unsur fun.

Durasi:
75 menit

Overall:
6.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10