XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Jumat, 28 November 2008

MAS SUKA MASUKIN AJA : Komedi Keroyokan Tentang Mak Irit

Cerita:
Dibuka dengan pengenalan Mak Irit, seseorang yang mempunyai kemampuan "mengecilkan" sesuatu yang dianggap di luar batas. Sejak dulu dia mempunyai tiga murid kesayangan yaitu Miss Raesita, Ray dan terakhir si juragan bajaj, Sukino. Tiba saatnya untuk lengser, Mak Irit berusaha menurunkan wangsitnya pada salah seorang muridnya dengan beberapa syarat yang harus dipenuhi. Siapa yang akan dipilihnya?

Gambar:
Setting yang terus berpindah dengan banyak tokoh membutuhkan konsistensi tinggi dalam pemotongan scene, tidak heran kalau beberapa diantaranya terkesan kurang mulus. Ending yang memperlihatkan balapan bajaj berlokasi di Mega Kuningan memang cukup kreatif tapi cuma sekadar tempelan belaka.

Fun stuff (not wise to be mentioned as act):
Mengandalkan gabungan dari belasan pelawak kawakan dan bintang senior seperti Dorce Gamalama, Tata Dado, Ucok Baba, Doyok, Kadir, Bolot, Kiki Fatmala, Kiki Amelia, Tessa Kaunang plus beberapa artis baru untuk mengisi scene komedi mereka masing-masing. Dengan joke-joke yang segar dan terkadang dipaksakan, "dipercaya" masih bisa membuat anda tersenyum.

Sutradara:
Rully Manna yang saya yakin banyak dapat pengaruh dari produser KK Dheeraj dalam mengarahkan film ini. Sulitnya membagi scene yang adil dengan belasan pemain yang sebetulnya sudah punya karakter masing-masing. Formulanya simpel tapi untuk film secara keseluruhan tidak bermakna apa-apa.

Komentar:
Seperti nonton FTV komedi dicampur dengan Extravaganza, itulah kesan yang mungkin anda dapat saat menonton film ini. Finished the movie, just it, nothing to be remembered later on!

Durasi:
90 menit

Overall:
6.5 out of 10

Penilaian:
Gw ga prnh nilai film dibawah 6 krn biar bagaimanapun itu sebuah karya seni
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10

THE BUTTERFLY LOVERS : Sepasang Kekasih Kupu-Kupu Versi Modern

Cerita:
Dalam penyamarannya sebagai pemuda, Zhu Yan Zhi berkenalan dengan Shan, guru perguruan silat di sebuah pegunungan. Kedekatan keduanya bertolak belakang dengan rencana Zhu Gong Yuan, ayah Zhu Yan Zhi yang bertekad menikahkan putrinya dengan Jenderal Ma atas dasar balas budi keluarga. Padahal Zhu Yan Zhi selama ini menganggap Jenderal Ma sebagai kakak kandungnya. Mati-matian menolak rencana ayahnya, percintaan Zhu Yan Zhi dan Shan malah semakin terdesak. Akankah pada akhirnya kedua muda-mudi tersebut dapat bersatu?

Gambar:
Beberapa penggunaan efek animasi dalam penggambaran taman kupu-kupu sangat terasa imitasinya sehingga cukup mengganggu.

Act:
Sejak debutnya dalam What Is A Good Teacher (2000), Charlene Choi yang juga anggota duo popstar Hongkong "Twins" sudah bermain dalam belasan judul termasuk sebagai Zhu Yan Zhi, gadis oportunis nan pemberani.
Salah satu pendatang baru, Wu Chun sebagai Shan, ahli kungfu yang selalu bertindak tegas dan adil.
Banyak bermain dengan sorot matanya yang kejam, Ge Hu sebagai Jenderal Ma yang berusaha mendapatkan cinta Zhu Yan Zhi dengan cara apapun juga.

Sutradara:
Jingle Ma pertama kali mengarahkan Passion (1986) turut menjadi saksi timbul tenggelamnya perfilman Hongkong dari awal 1990an sampai akhir 2000an. Menapaki debutnya 10 tahun lalu dalam Beyond Suspicion, Stewart Hendler kali ini bermain dalam genre horor thriller dengan sentralisasi karakter pada bocah laki-laki berusia 12 tahun.

Komentar:
Masih tidak terlupakan sampai saat ini, The Legend Of Sam-Pek & Eng-Tay (1994) yang melejitkan nama Charlie Yeung dan Nicky Wu pada saat ini. 14 tahun kemudian, muncul kembali versi modernnya yang ditambah dengan bumbu persilatan. Berhasil? Bagi sebagian orang, mungkin saja karena tidak sampai berlarut-larut dalam melodrama mendayu-dayu. Tetapi harus diakui memang esensi Butterfly Lovers adalah kekuatan cinta antara sepasang insan berlainan jenis. Versi 2008 ini boleh dibilang cukup berhasil tetapi tidak cukup kuat dikarenakan chemistry Charlene dan Wu Chun masih terasa dipaksakan. Satu hal lagi, eksplorasi badan cerita agak terkesan berantakan dikarenakan perpecahan fokus cerita dan penambahan subplot yang sebetulnya tidak perlu. Terlepas dari itu semua, mari saksikan legenda klasik Tiongkok yang masih dipercaya oleh masyarakat hingga kini tersebut.

Durasi:
100 menit

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Kamis, 27 November 2008

Cerita:
Setelah jatuh bangun gagal casting film meski hanya mendapat figuran dengan peran sederhana sekalipun, dua sobat Kuntoro (asal Jogja) dan Junaidi (asal Padang) harus berputar otak untuk mencari uang demi membayar kontrakan dan kuliah mereka. Akhirnya sahabat mereka yang juga mengaku artis ngetop, Sheila menawarkan mereka untuk berjualan obat kuat dan alat-alat penunjang kegiatan seks. Meski awalnya menolak, Kun dan Jun mau tidak mau berusaha melakukannya sambil mencari cara terampuh dari sudut marketing. Apa trik yang akan mereka gunakan? Bagaimana mereka survive dengan kehidupan pribadinya masing-masing?

Gambar:
Lokasi setting yang minim membuat gambar seperti hanya berputar-putar saja. Bahkan jika jeli, kita bisa menemukan beberapa gambar serupa di film-film horornya Nayato.

Act:
Tampil di film ini tidak akan berarti apa-apa bagi karier akting Miller dan Yama Carlos. Sebagai dua sahabat lugu dan bodoh, mereka hanya mengikuti instruksi skenario saja dan mungkin melakukan improvisasi sendiri dengan mimik wajah, logat dan bahasa tubuhnya.
Cathrine Wilson dan Noumira mendapat peran yang sebetulnya krusial dalam film ini namun karakteristik mereka tidak memungkinkan dalam pengembangan cerita secara keseluruhan.

Sutradara:
Entah apa yang ada di benak Ian Jacobs (a.k.a Nayato) saat membesut film ini. Seseorang yang sebetulnya talented tapi tidak tahu bagaimana menggunakan kemampuannya. Eksekusi cerita yang konon merupakan skenario komedi pertama Viva Westi (yang mungkin saja akan disesalinya kemudian) sangat miskin tanpa awal dan ujung yang jelas.

Komentar:
Salah satu trash local movie tahun ini. Contoh nyata komedi yang bisa membuat anda tersiksa duduk di bangku bioskop yang nyaman!

Durasi:
90 menit

Overall:
6 out of 10

Penilaian:
Gw ga prnh nilai film dibawah 6 krn biar bagaimanapun itu sebuah karya seni
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10

Rabu, 26 November 2008

JOURNEY TO THE CENTER OF THE EARTH : Eksplorasi Dunia Tersembunyi Di Pusat Bumi

Quotes:
Trevor-"We're still falling."
-----
Sean[running from a dinosaur]-"Haven't you ever seen a dinosaur before?"Trevor-"Not with skin on it!"


Cerita:
Professor Trevor Anderson menerima kedatangan keponakannya yang masih remaja, Sean Anderson selagi ibunya Elizabeth bersiap diri pindah ke Kanada beberapa tahun setelah kepergian suaminya. Sebelum pergi, Elizabeth memberikan sebuah kotak peninggalan Max dan Trevor menemukan buku dengan referensi perjalanan terakhir kakaknya itu. Demi menjawab misteri itu, Trevor mengajak Sean melancong ke Iceland dan bertemu dengan pemandu cantik, Hannah Ásgeirsson. Selagi mereka mendaki gunung mencari pemancar yang menangkap signal aneh, petir menyambar yang menyebabkan mereka harus bersembunyi di dalam gua dan kemudian terjebak setelah batu-batu menutupi jalan masuk mereka. Berusaha mencari jalan keluar, mereka malah terjatuh ke lubang yang sangat dalam dan menemukan pintu masuk menuju dunia yang hilang di perut bumi yang penuh dengan keajaiban yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Bagaimana akhir dari petualangan mereka?

Gambar:
Film ini dikemas dengan semangat 3D sehingga beberapa obyek terlihat sangat kontras warnanya. Adegan-adegan yang mungkin akan membuat takjub dan membawa anda berfantasi di dalamnya.

Act:
Brendan Fraser melanjutkan peran stereotypenya sebagai manusia petualang yang kocak dan terkadang sok pintar bernama Trevor. Cukup berhasil untuk menghibur memang!
Josh Hutcherson telah menunjukan talentanya di Hollywood sejak usia dini. Perannya disini sebagai Sean yang pandai mampu mengimbangi Brendan yang lebih senior.
Anita Briem memulai debutnya di film besar Hollywood. Tidak buruk untuk seorang gadis pemandu Hannah yang cantik dan tangguh.

Sutradara:
Eric Brevig cukup berhasil memandu film remake berjudul sama tahun 1959 ini menjadi tontonan keluarga yang mengasyikan. Chemistry yang tercipta antara tiga tokoh utamapun tercipta dengan baik. Efek visual dan grafis yang ditampilkan cukup konsisten memanjakan mata penonton.

Komentar:
Jika memiliki uang lebih, cobalah nonton di theatre 3D, niscaya akan lebih memuaskan karena itu keunggulan utama film ini. Sebagai film fiksi petualangan yang ringan, film ini cocok ditonton beramai-ramai dengan keluarga atau teman-teman anda tanpa perlu berpikir panjang mengikuti jalan ceritanya yang fun.

Durasi:
85 menit

U.S. Box Office (till end of Nov):
$101,352,745

Overall:
8 out of 10

Penilaian:
Gw ga prnh nilai film dibawah 6 krn biar bagaimanapun itu sebuah karya seni
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

NIGHTS IN RODANTHE : Pelarian Berbuntut Cinta Kedua Masa Senja

Quotes:
Dr. Paul Flanner-What keeps you safe?
Adrienne Willis-Well, you fall in love with someone, you know… and you make a family… and you become what you think you’re supposed to be. And you change and you give up certain things. Then they look at what you’ve got left and you wish you… I don’t know, you just think maybe you shouldn’t have.
Dr. Paul Flanner-Don’t.
Dr. Paul Flanner-Just don’t do it anymore.
Adrienne Willis-…Huh.

Cerita:
Dua orang dewasa yang tengah melarikan diri dari masalah hidupnya masing-masing. Adrienne Willis, tengah bimbang memutuskan apakah akan kembali dengan suaminya setelah masa-masa sulit dimana ia sempat bersitegang dengan anak gadis remajanya yang menginginkan keutuhan orangtua. Paul Flanner, tengah depresi mendapati kegagalannya dalam operasi pasiennya dan juga berseteru dengan putranya sendiri yang beranjak dewasa. Keduanya bertemu pada penginapan Rodanthe di pinggir pantai yang sunyi. Saling berbagi dan menasehati, apakah cinta kedua di usia senja akan tumbuh di antara keduanya?

Gambar:
Pemandangan indah di vila Rodanthe asli yang berlokasi di Outer Banks, North Carolina, USA yang menghadap langsung dengan North Topsail Beach.

Act:
Sebelum ini tampil mendukung Jumper (2008), Diane Lane yang aktif bermain dalam 2-3 film per tahun memerankan Adrienne Willis, wanita yang tengah bingung menghadapi ajakan rujuk suami yang menyakitinya.
Tetap simpatik di usia senja jika dibandingkan dengan film yang melejitkan namanya Pretty Woman (1990), Richard Gere kali ini bermain sebagai Dr. Paul Flanner yang tengah frustrasi karena kegagalan operasinya sehingga menyepi di sebuah penginapan terpencil pinggir pantai.

Sutradara:
Film layar lebar pertama bagi George C. Wolfe setelah sebelumnya lebih banyak terlibat dalam televisi. Suatu lompatan yang baik walaupun cukup berdampak pada hasil karya pertamanya ini.

Komentar:
Selayaknya film adaptasi novel Nicholas Sparks, melodrama dengan ujung sad ending menjadi jualannya. Chemistry yang tercipta antar Gere dan Lane memang cukup baik tapi terkesan kurang mendalam mengingat ini kali kedua mereka dipasangkan setelah Unfaithful (2002). Konflik kehidupan kompleks antar dua tokoh utamanya seakan bersinergi dalam kesepian dan kejenuhan yang nyata terasa dari awal sampai akhir. Menguras air mata? Rasanya belum sampai kesana apalagi jika dibandingkan dengan Message In A Bottle. Sebagai refleksi dan sekadar tontonan romantis bagi anda yang kasmaran? Bolehlah..

Durasi:
95 menit

U.S. Box Office:
$41,840,908 till Jan 2009

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Selasa, 25 November 2008

CONNECTED : Pertaruhan Hidup Sebuah Koneksi Telepon

Cerita:
A Bang seorang penagih hutang sekaligus orangtua tunggal hidupnya tidak berjalan dengan baik. Dalam perjalanan ke bandara mengantar kepergian kakak dan putranya ke Kanada, A Bang menerima telepon dari seorang wanita bernama Grace yang mengaku terancam jiwanya. Awalnya tidak mempercayai tapi kebaikan hati A Bang membuatnya mau membantu Grace yang samasekali tidak dikenalnya hanya dengan berkomunikasi melalui telepon genggam! Berhasilkah usaha A Bang menyelamatkan Grace dari ancaman sekaligus mempertahankan keluarganya sendiri?

Gambar:
Adegan seru yang memacu adrenalin di berbagai sudut kota Hongkong mulai dari kompleks perumahan, gudang tak terpakai, sekolah, jalan bebas hambatan dan berujung di bandara!

Act:
Louis Koo sebagai A Bang bisa dikatakan keluar dari peran stereotypenya. Seorang ayah yang harus bertanggungjawab terhadap kehidupan putranya sekaligus mencoba berbuat baik bahkan terhadap orang yang tidak pernah ditemuinya sekalipun.
Barbie Hsu yang angkat nama lewat serial hit Meteor Garden disini kebagian peran wanita muda Grace yang disekap segerombolan mafia yang menginginkan sesuatu darinya.
Nick Cheung sebagai Detektif Fai yang tengah menjalani masa skorsing tapi mempercayai instingnya dalam mencium kejahatan.
Tidak biasanya Liu Ye memainkan karakter jahat. Namun semua itu dijawabnya dengan berperan sebagai Inspektur Senior Fok yang menghalalkan segala cara untuk menutupi kebusukannya.


Sutradara:
Benny Chan sebelum ini menyutradarai film aksi hit Invisible Target (2007). Kepiawaiannya meramu action modern yang memacu adrenalin mampu dipertahankan dalam adaptasi film Hollywood, Cellular ini.

Komentar:
Salah satu film Hongkong yang menonjolkan banyak produk ternama di dalamnya seperti Tissot, Pepsi, Motorola dsb tapi semua itu tidak mengesampingkan fakta bahwa Connected sangat menarik untuk diikuti dari awal sampai akhir. Kenapa? Penulisan skrip di luar fakta bahwa ini adaptasi bebas Cellular sangatlah kreatif, jauh berbeda dari film aksi Hongkong pada umumnya. Empat karakter utamanya tampil memuaskan dan saling mendukung intensitas cerita yang coba dijaga. Endingnya pun mengandung pesan yang mampu dilayangkan kepada audiens. Nikmati saja CONNECTED seperti halnya saya yang menyukainya dari segala aspek.

Durasi:
110 menit

H.K. Box Office:
About HK$13,000,000

Overall:
8 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Minggu, 23 November 2008

PENCARIAN TERAKHIR : Pencarian Tim Pendaki Gunung Misteri

Cerita:
Sita mendapat telepon dari pos Jagawana gunung Sarangan bahwa sudah beberapa hari sang adik Gancar dan teman-temannya belum melapor. Kontan hal itu membuat Sita panik, sedih dan bingung. Dua temannya sesama pengurus outbound, Oji dan Bagus berusaha menghiburnya. Diam-diam, Bagus menyambangi Tito, sahabat lamanya yang pernah hilang saat mendaki gunung Sarangan sampai kehilangan sohibnya Norman 5 tahun lalu. Bersama mereka bergabung dengan tim pencari dengan target waktu 5 hari walaupun harus menghadapi resiko masing-masing di beberapa lokasi gunung yang terkenal angker itu. Apakah misi tersebut akan berhasil? Apa yang sebenarnya terjadi di gunung Sarangan selama ini?

Gambar:
Nuansa pegunungan yang sepintas kelihatan bersahabat namun menyimpan banyak misteri mampu ditangkap dengan baik. Semua setting terlihat meyakinkan karena terlihat seperti lokasi sesungguhnya.

Act:
Lukman Sardi sekali lagi menunjukan kelasnya sebagai aktor papan atas Indonesia. Perannya yang dilematis disini sebagai seorang yang trauma tapi harus menggali kembali ingatan masa lalu nya demi seorang yang ia cintai bisa dimainkan dengan cemerlang.
Richa Novisha sebagai Sita juga memperlihatkan debut yang baik, seorang kakak yang bimbang namun harus tetap maju dan bersikap optimis.
Yama Carlos dan Alex Abbad sebagai sidekick tokoh utama juga tampil sesuai porsinya, terlihat natural dan wajar tanpa improvisasi berlebihan. Patut dicatat ada perkembangan akting yang baik dari keduanya disini.

Sutradara:
Walaupun belum banyak dikenal, Affandi Abdul Rachman bersama Vandea Productions boleh dibilang sukses mengarahkan film ini. Mulai dari pemilihan casting dan lokasi yang dirasa tepat sampai eksekusi secara keseluruhan. Thumbs up!

Komentar:
Salah satu film lokal wajib tonton tahun ini. Ceritanya mengalir ringan namun tetap berisi. Alur lambat yang digunakan sedikit terbantu dengan dialog-dialog yang asyik untuk disimak. Beberapa adegan akan membuat bulu kuduk anda berdiri. Sebuah eksplorasi tentang kegiatan mendaki gunung dilihat dari kacamata orang-orang yang berpengalaman di bidangnya.

Durasi:
100 menit

Overall:
8 out of 10

Penilaian:
Gw ga prnh nilai film dibawah 6 krn biar bagaimanapun itu sebuah karya seni
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10

Sabtu, 22 November 2008

QUANTUM OF SOLACE : Misi Balas Dendam dan Organisasi Quantum

Two memorable quotes:
M-If you could avoid killing every possible lead, it would be deeply appreciated.
James Bond-I'll do my best.
M-I've heard that before.
-----

M-Bond, i need you back.
James Bond-I never left

Cerita:
Melanjutkan petualangan awal James Bond dari Casino Royale, 007 berusaha bangkit setelah pengkhianatan dan kehilangan kekasihnya Vesper. Bersama M, mereka menginterogasi Mr. White untuk mengungkap suatu organisasi kriminal misterius di balik kasus kasino yang lalu yang belakangan diketahui bernama Quantum. Beberapa penyelidikan forensik mengindikasikan adanya pengkhianat dalam MI6 yang terhubung dengan bank di Haiti. 007 yang menyelidiki secara langsung kesana bertemu wanita tangguh nan misterius, Camille yang juga sedang dalam misi balas dendam, tepat bersamaan perkenalannya dengan Dominic Greene, seorang pebisnis kejam dan dibantu oleh kekuatan besar organisasi yang ingin menguasai sumber air di Amerika Selatan. Apakah 007 berhasil menghentikan itu semua?

Gambar:
Dibuka dengan adegan aksi seru 007 melompat dari gedung, truk, dsb. Selanjutnya adegan-adegan cepat di beberapa negara akan menuntun anda mengikuti petualangan 007 yang lengkap dengan mobil dan persenjataan andalannya.

Act:
Daniel Craig yang awalnya dipandang sebelah mata mampu melanjutkan peran agen 007 dengan sukses. Kharisma misterius, sigap dan tangguh yang ditampilkannya masih memikat untuk disaksikan.
Olga Kurylenko tidak mengecewakan sebagai Bond girl, pesona kemolekan seorang gadis yang terluka karena kejadian di masa lalu dibawakan dengan pas oleh model keturunan Ukraina ini yang juga menjadi salah satu kunci penghubung Bond dengan musuhnya.
Mathieu Amalric sebagai Dominic Greene terlihat pintar licik dan bisa memanfaatkan segala cara untuk mencapai tujuannya walau tidak terlibat secara langsung.

Sutradara:
Marc Forster yang namanya belum terlalu dikenal tidak menyia-nyiakan kepercayaan yang diberikannya. Kinerjanya untuk standar film Bond boleh dibilang cukup maksimal.

Komentar:
Adegan aksi yang disajikan memang dahsyat tapi overall inti cerita sangat klise dan mudah ditebak. Jadi nikmati saja installment terbaru James Bond ini terutama bagi anda fans berat 007.

Durasi:
105 menit

U.S. Box Office (till end of Nov):
$108,790,786

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Gw ga prnh nilai film dibawah 6 krn biar bagaimanapun itu sebuah karya seni
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 21 November 2008

KAWIN KONTRAK LAGI : Lokasi dan Petualangan Baru dengan Penguasa Baru

Cerita:
Setahun setelah meninggalkan Desa Pakelonan, Jody mengalami kesulitan finansial yang membuatnya berpindah-pindah kontrakan. Pertemuannya dengan Kang Sono, memunculkan ide menjadi makelar kawin kontrak. Klien-klien pertamanya adalah Menfo, Hakim dan Fredo. Tiga sekawan pecundang cinta itu dibawa ke Desa Pakelonan yang ternyata sudah mengalami perubahan karena penguasa baru Bos Maung menerapkan sistem militer terhadap anak buahnya, istri-istri kontrakan. Segera saja Menfo, Hakim dan Fredo diajak berkeliling memilih istri kontrakannya masing-masing. Pada saat bersamaan, Teh Euis yang mengaku tengah mengandung anak Jody mencium kebusukan bos Maung yang ternyata suka memeras pelanggannya. Bahu-membahu, mereka berusaha menggagalkan rencana bos Maung. Temukan jawabannya di ending yang cukup mengejutkan.

Gambar:
Setting lanskap kehijauan lengkap dengan sawah, gunung dan perkampungan pedesaan yang rapi menjadi daya jual utama untuk permainan gambar di film ini.

Act:
Ricky Harun meneruskan peran satu dari tiga pemuda polos tanggung di prekuelnya sebagai Jody. Dia berusaha memberikan sedikit kedewasaan dari apa yang dulu pernah ditampilkannya tapi tetap sebagai anak muda yang tidak berpikir panjang.
Lukman Sardi menemukan peran komedi dalam film ini melanjutkan peran Kang Sono yang pintar-pintar bodoh namun bertanggungjawab dengan apa yang telah dimulainya.
Wiwied Gunawan sebagai Teh Euis mendapat porsi lebih di film ini. Boleh dibilang dialah nilai jual utama disini. Peran yang kocak berhasil memikat penonton untuk berempati padanya.

Sutradara:
Oddy C Harahap melanjutkan tugasnya dengan sekuel pertama di film ini. Beberapa adegan masih menjual humor yang berbau seks yang terbukti ampuh memancing tawa. Namun penggarapannya cenderung datar walaupun film dibuka dan ditutup dengan cukup manis dan kreatif.

Komentar:
Walaupun masih cukup menghibur, menurut pandangan saya, film ini tidak semanis dan selugas film pertamanya. Terlihat sekali di pertengahan film seperti kedodoran dan kebingungan menjaga intensitas cerita agar tetap menarik. Bagaimana menurut anda?

Durasi:
100 menit

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Gw ga prnh nilai film dibawah 6 krn biar bagaimanapun itu sebuah karya seni
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10

Rabu, 19 November 2008

BEVERLY HILLS CHIHUAHUA : Petualangan Anjing Tersesat Di Mexico City

Quotes:
Chloe-”Tiny, but mighty.”
Papi-”We’re Mexican, not Mexi-can’t.”

Cerita:
Chloe, seekor chihuahua manja dan bergaya hidup mewah dipercayakan oleh majikan Aunt Viv pada keponakannya yang serabutan, Rachel selama beberapa hari. Rachel yang tidak pernah melakukan sesuatu yang benar dalam hidupnya kontan menerima tugas itu dengan terpaksa sambil berlibur dengan teman-temannya di Mexico City. Bisa ditebak, Chloe yang bosan ditinggal di hotel melarikan diri dan menarik perhatian komplotan pemilik adu anjing yang juga mengincar kalung berlian Chloe. Terdampar di negeri yang sama sekali asing dan keras, Chloe berteman dengan mantan anjing pelacak polisi, Delgado. Berdua mereka berusaha menghindari Dobberman jahat, Diablo. Berhasilkah Rachel menemukan Chloe? Bagaimana Chloe yang terbiasa hidup enak harus berjuang mempertahankan identitas dan integritasnya?

Gambar:
Anda akan tertegun di awal film dibuka dengan gambaran kemewahan anjing-anjing Beverly Hills yang menjalani hidup seperti manusia kalangan atas mulai dari manicure, pedicure, berenang, memilih baju, berpesta dsb serta berbicara satu sama lain dengan aksen dan mimik yang sangat lucu.

Act:
Piper Perabo kali ini cukup menarik dalam memerankan Rachel, seorang gadis yang hidupnya berantakan dan tidak pernah berpikir panjang sampai menjadi bertanggungjawab atas apa yang dipercayakan olehnya.
Jamie Lee Curtis tampil fun sebagai Aunt Viv yang kaya raya dan bergaya hidup mewah

Voice:
Drew Barrymore mampu memberi “jiwa” pada anjing chihuahua manja, Chloe dengan aksen yang lucu menggemaskan.
Andy Garcia menambahkan aksen berat dan tegas yang pas pada anjing German Shepherd, Delgado.
George Lopez dengan aksen Latin nya menghidupkan sosok anjing chihuahua Mexico, Papi.

Sutradara:
Raja Gosnell yang angkat nama lewat film-film hiburan keluarga kali ini mempertahankan pakem yang sama dengan tokoh utama segerombolan anjing chihuahua yang berbicara. Tingkat kesulitan yang cukup tinggi karena harus dibantu dengan animasi pula tapi hasil akhirnya patut diacungi jempol.

Komentar:
Film ini sangat ringan dan fun. Nikmati saja sebagai hiburan belaka, niscaya anda akan larut dalam tawa dan haru menyaksikan perjuangan Chloe-Delgado-Papi dalam mempertahankan hidupnya. Kinerja animasi yang brilian sesuai standar Walt Disney dan Hollywood.

Durasi:
90 menit

U.S. Box Office (till end of Nov):
$91,614,153

Overall:
8 out of 10

Penilaian:
Gw ga prnh nilai film dibawah 6 krn biar bagaimanapun itu sebuah karya seni
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!