XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label dev patel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dev patel. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Agustus 2010

THE LAST AIRBENDER : Avatar Penyatu Empat Elemen Dunia

Quotes:
Aang: I will stop them.
Dragon Spirit: I know you will try...

Storyline:
Udara, Air, Bumi dan Api merupakan 4 bangsa yang ditentukan oleh takdir. Sayangnya bangsa Api memutuskan untuk menguasai dunia dengan menyingkirkan ketiga bangsa lainnya. Satu abad berlalu tanpa adanya harapan yang muncul untuk menghentikan kehancuran itu. Saat itulah, Aang muncul dan menyadari dirinya merupakan satu-satunya Avatar harapan dengan kekuatan yang mampu mengendalikan empat elemen tersebut. Kemudian Aang bertemu kekuatan Air, Katara dan kakaknya, Sokka dan berupaya mengembalikan keseimbangan dunia.

Nice-to-know:
Awalnya diberi judul Avatar : The Last Airbender tetapi saat Avatar (2009) dirilis lebih dahulu oleh 20th Century Fox maka akhirnya menjadi The Last Airbender saja untuk menghindari kerancuan.

Cast:
Noah Ringer baru berusia 13 tahun saat terpilih menjadi Aang.
Angkat nama di Hollywood lewat Slumdog Millionaire (2008), Dev Patel bermain sebagai Prince Zuko
Nicola Peltz sebagai Katara
Jackson Rathbone sebagai Sokka
Shaun Toub sebagai Uncle Iroh
Aasif Mandvi sebagai Commander Zhao

Director:
Pria asal India berusia 40 tahun, M. Night Shyamalan pertama kali mendapat kesempatan menyutradarai lewat Praying With Anger (1992).

Comment:
Saya bukanlah penggemar seri kartun televisi Avatar yang sempat menghebohkan itu. Saat mengetahui filmnya akan diproduksi, saya tidak terlalu antusias. Saat melihat cuplikan trailernya, saya menjadi sedikit penasaran. Saat filmnya dirilis dan mendapat rating buruk, saya putuskan untuk membuktikannya sendiri. Demi menetralisir opini, saya mengajak salah seorang teman yang memang pecinta Avatar series untuk kemudian menilainya bersama dari sudut pandang Avatar fans dan non Avatar fans.
Plot ceritanya sebetulnya menarik dan sesungguhnya film ini memang coba digarap dengan epik. Tetapi tidak didukung oleh sinematografi yang konsisten ataupun penulisan skrip yang baik. Belum lagi alur maju mundur yang membingungkan dan tidak pada tempatnya. Alhasil sekitar satu setengah jam, penonton serasa disuguhi potongan-potongan klip yang bercitarasa campur aduk, bagus dan buruk, kesemuanya tidak menjadikan satu kesatuan tontonan yang utuh.
Dari segi cast, mungkin hanya Patel yang sedikit memberi nyawa. Sisanya nama-nama baru dari berbagai ras yang masih miskin pengalaman dan langsung didaulat bermain dalam film besar seperti ini. Sayangnya lagi nyaris tidak ada ruang dan waktu untuk pengembangan karakter-karakternya samasekali sehingga yang tercipta hanyalah dialog-dialog pendek yang tidak berisi, diperburuk lagi dengan narasi yang tidak pas dari narator yang berganti-ganti pula.
Kegagalan, setidaknya dari segi kualitas, patut dilayangkan pada Shyamalan yang tidak perform walau produser besar mempercayakan 150 juta dollar di tangannya. Keseluruhan The Last Airbender masih dapat dikatakan BERANTAKAN walau semua orang di luar Shyamalan sudah berusaha maksimal, termasuk spesial efek yang masih tergolong ok juga musik latar yang terdengar menggugah. Dari segi box-office, penempatan tanggal rilis summer movies mungkin akan berdampak positif dalm raupan dollar. Namun jika memang ada rencana sekuelnya seperti disugestikan endingnya, saya mengharapkan suatu perombakan total dimulai dari kursi sutradara.

Durasi:
100 menit

U.S. Box Office:
$127,293,447 till early Aug 2010.

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sabtu, 14 Februari 2009

SLUMDOG MILLIONAIRE : Rahasia Pekerja Kecil Menangkan Jutaan Rupee

Quotes:
Prem Kumar-So are you ready for the final question for 20 million rupees?
Jamal Malik-No, but maybe its written, no?
Prem Kumar-Maybe...

Cerita:
Pengantar teh bagi karyawan perusahaan layanan telepon di Mumbai, Jamal Malik memiliki masa kecil yang kelam bersama orang yang sudah ia anggap kakaknya sendiri, Salim. Tanpa sengaja mendaftar untuk kuis Who Wants To Be A Millionaire dengan tujuan menemukan Latika, idaman hatinya sejak dulu, Jamal malah melaju terus dengan jutaan rupee di tangan hasil menjawab beberapa pertanyaan sulit. Malang karena menjelang pertanyaan terakhir untuk 20 juta rupee, Jamal ditangkap dan diinterogasi polisi yang menganggapnya curang. Bagaimana perjuangan Jamal selanjutnya? Apa rahasia yang membuatnya fasih melontarkan jawaban benar?

Gambar:
Kemiskinan India terbentang detail di Agra dan Mumbai yang melatarbelakangi setting film ini. Beberapa adegan kuis juga dilakukan langsung di ND Studios.

Cast:
Dibintangi oleh muda-mudi yang belum berpengalaman samasekali sekalipun pada kancah perfilman India tetapi tampil sangat natural disini.
Dev Patel sebagai Jamal Malik
Freida Pinto sebagai Latika
Madhur Mittal sebagai Salim
Didukung oleh aktor senior India, Anil Kapoor sebagai Prem Kumar, pembawa acara Who Wants To Be A Millionaire.

Sutradara:
Terkenal lewat gaya penyutradaraannya yang unik dalam Trainspotting (1996), Danny Boyle disini berusaha mengetengahkan kisah kehidupan seorang pemuda India. Tentunya dengan bantuan Loveleen Tandan yang asli India untuk menjadi asisten sutradaranya.

Comment:
Konon naskahnya terkatung-katung selama beberapa tahun dan sempat ditolak beberapa studio film dikarenakan isu yang diangkat terlalu sederhana. Tetapi pada tahun 2008 akhirnya film ini berhasil diproduksi dengan dipegang oleh pria kelahiran Inggris, Danny Boyle yang harus diakui bertalenta dan mempunyai gaya dinamis yang unik sehingga menjadi tontonan yang berhasil menggabungkan inspirasi, pengharapan dan keajaiban ke dalam suatu koneksi emosional yang baik dengan penonton. Cast yang hampir semuanya pendatang baru juga sukses menampilkan akting yang natural dan berbagi chemistry yang kuat satu sama lain. Kelebihan Slumdog Millionaire adalah plot cerita yang unik dan dekat sekali dengan kenyataan, tentunya lekat dengan isu kemiskinan dan keterbelakangan yang seringkali terlewatkan kita semua. Varian emosi seperti kebahagiaan, kekecewaan, kemarahan, terkejut sangat terbantu dengan theme dan backsound yang brilian terutama dari singel Jai Ho karya AR Rachman di akhir. Pantaslah jika film ini diganjar Oscar kategori Best Picture. Setengah jam terakhir yang saya yakin akan menggugah siapapun yang menyaksikannya.

Durasi:
115 menit

U.S. Box Office:
$141,319,195 till May 2009

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!