XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label ron howard. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ron howard. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Oktober 2013

RUSH : Iconic Rivalry and Friendship On/Off The Track


Quote:
James Hunt: The closer you are to death, the more alive you feel. It’s a wonderful way to live. It’s the only way to drive.

Nice-to-know: 
Brühl and Hemsworth tidak diperkenankan mengendarai mobil Formula 1 sungguhan.

Cast:
Chris Hemsworth sebagai James Hunt
Daniel Brühl sebagai Niki Lauda
Olivia Wilde sebagai Suzy Miller
Alexandra Maria Lara sebagai Marlene Lauda
Pierfrancesco Favino sebagai Clay Regazzoni
David Calder sebagai Louis Stanley


Director:
Merupakan feature film ke
=22 bagi Ron Howard yang mengawalinya sejak Grand Theft Auto (1977).

W For Words:
Jika anda mencari referensi film ‘balap mobil’ terbaik sepanjang masa di internet, bisa jadi akan muncul dua judul yakni Grand Prix (1966) atau Winning (1969). Yes, it was very long time ago. Yang terbaru yang bisa saya sebutkan hanyalah produksi Perancis, Michel Vaillant (2003) atau Hollywood product, Speed Racer (2008) yang sebenarnya merupakan remake berjudul serupa di tahun 1967. Kali ini sutradara kondang yang juga seorang aktor, Ron Howard mengetengahkan “kisah nyata” bertemakan serupa dengan dua bintang yang kian bersinar namanya. 

Formula 1 di tahun 70an memang menawarkan kemudahan hidup bagi para pembalapnya terutama si tampan dari Inggris bernama James Hunt. Kapanpun dan dimanapun selalu menarik perhatian media dan wanita termasuk supermodel Suzy Miller yang akhirnya dinikahinya. Sang rival dari Austria, Niki Lauda sebaliknya lebih mengandalkan kerja keras dan perhitungan yang matang. Saat balapan maut di situasi yang kurang kondusif mengakibatkan kecelakaan, keduanya lantas harus jatuh bangun bukan hanya di arena tetapi dalam mengarungi hidup itu sendiri. 

Skrip yang ditulis Peter Morgan ini semenjak menit awal sudah menempatkan Lauda dan Hunt di ‘posisi’ masing-masing mulai dari karakteristik menyetir hingga gaya hidup mereka yang begitu bertolak belakang. Penonton seakan dibiarkan menjadi saksi untuk menentukan keberpihakan selama rentang waktu 6 tahun sekaligus mengenal para tokoh pendukung yang secara langsung ataupun tidak turut andil terhadap perjalanan hidup keduanya dalam merangkak naik ke mimbar juara lengkap dengan polemik tak berkesudahan di sepanjang prosesnya.


Brühl  pantas mendapat acungan jempol atas penampilan luar biasanya menyuguhkan aksen Austria yang kental termasuk bahasa tubuh yang begitu mendekati aslinya. Memang secara karakter, Lauda tergolong challenging dimana terjadi pergeseran psikologis yang signifikan sebelum dan sesudah kecelakaan. Hemsworth masih menokohkan stereotype womanizer yang fancy. Tokoh Hunt di tangannya terbukti lebih memiliki aura bintang walau dari tingkat kesulitan tidak terlalu bisa dibanggakan. As supporting characters, Wilde, Maria Lara, Dormer dan McKay jelas tak mengecewakan samasekali.
Sutradara Howard masih menggunakan konsep biopik yang tipikal dimana footage dari siaran televisi masih menjadi motor storytelling. Terlepas dari detail balapan seru dari satu sirkuit ke sirkuit lain yang minim porsinya, presentasi real life Hunt dan Lauda yang dramatis justru menjadi kekuatan utamanya. Toh teknis pengambilan gambar yang variatif tetap membuat anda merasakan atmosfir yang sesungguhnya. Pace film juga terbilang dinamis meskipun durasinya panjang. Kontribusi Hans Zimmer dalam ‘menghidupkan’ cerita melalui scoring music megahnya jelas tidak sedikit.

Rush sesuai dengan rating Dewasa yang disandangnya tetap menyisakan adegan-adegan miris yang akan membuat anda mengernyitkan kening. Varian lintasan dan tipe mobil yang disuguhkan memang menghadirkan sensasi istimewa terlepas dari unsur bahaya yang meliputinya. Bagi saya, emosionalitas persahabatan dan rivalitas yang sesungguhnya saling menguatkan dua legenda F1 ini sudah merupakan elemen kemenangan film tersendiri. But for all of us, seeing fearless instinct competing against analytical thinking while learning life lessons might be the strongest adrenaline rush ever.

Durasi:
123 menit

U.S. Box Office:
$13,686,319 till September 2013

Overall:
8.5 out of 10

Movie-meter:

Kamis, 21 Mei 2009

ANGELS & DEMONS : Memecahkan Misteri Menggagalkan Kehancuran Vatikan

Quotes:
Robert Langdon-I need access to the Vatican Archives.
Richter-Access to the Archives is only by written decree by the Holy Father.
Robert Langdon-Fellas, you called me.

Cerita:
Meskipun tidak berjiwa gereja sama sekali, ahli simbol Harvard, Robert Langdon dipanggil kembali untuk memecahkan teka-teki suatu organisasi rahasia terselubung bernama Illuminati. Paus meninggal dan sebelum pemilihan dimulai untuk mencari penggantinya, empat Kardinal diculik dan terancam dibunuh dengan cara yang berbeda-beda. Bersama Vittoria Vetra, Robert Langdon harus berjibaku dengan waktu memecahkan kunci misteri yang sangat mengejutkan sebelum kota Vatikan dimusnahkan dengan bom berkekuatan tinggi.

Gambar:
Bersetting sebagian besar di Roma dan California, Angels & Demons berhasil mengetengahkan peristiwa yang seakan nyata terjadi di site-site yang sebetulnya legendaris dan sensitif tersebut.

Act:
Tak diragukan lagi kualitas akting Tom Hanks yang diganjar dua kali Piala Oscar untuk kategori aktor terbaik termasuk kemenangan pertama di Philadelphia (1993). Ini merupakan kali kedua Hanks berperan sebagai ahli simbolis Robert Langdon dan penjiwaannya semakin baik.
Di tahun yang sama Hanks memenangkan Oscar pertama, Ewan McGregor juga memulai debutnya dalam Being Human. Dalam Angels & Demons, McGregor berperan sebagai Camerlengo Patrick McKenna.
Aktris kelahiran Israel, Ayelet Zurer mulai dikenal luas setelah membintangi Munich (2005). Mendapat kepercayaan dari Ron Howard untuk memegang peran Vittoria Vetra.
Baru saja tampil mendukung Mamma Mia!, Stellan Skarsgard dalam film ini menjabat sebagai Komandan Richter yang tegas dan ambisius.
Aktor Denmark yang mulai menanjak, Nikolaj Lie Kaas setelah bermain dalam The Candidate memegang peran antagonis dalam Angels & Demons.

Sutradara:
Kerjasama kelima dengan Tom Hanks, sutradara yang juga dikenal sebagai penulis dan aktor ini, Ron Howard kembali dalam prekuel The Da Vinci Code (2006). Karya-karya besar novelis tenar Dan Brown boleh dibilang sukses diterjemahkan Ron ke layar lebar, terbukti dari hasil peredaran film ini yang selalu mencapai box-office dimanapun ditayangkan.

Komentar:
Pesan utama dari saya, berhenti membandingkan isi film ini dengan bukunya. Bahasa tulisan dan bahasa visual adalah dua hal yang berbeda. Bolehlah buku karya Dan Brown itu dijadikan acuan tapi hargailah kinerja Ron Howard yang sangat baik di film ini, melebihi pencapaiannya dalam The Da Vinci Code. Musik dari Hans Zimmer terasa megah, sangat membantu menggapai nuansa relijius dan tidak usah heran kalau film yang berbau agama cenderung kontroversial. Terima saja Angels & Demons sebagai sebuah fiksi belaka dan anda akan menikmatinya dari awal sampai akhir. Akting brilian terutama dari McGregor dan twist ending yang tidak terduga membuat film ini layak tonton di tengah serbuan summer movies 2009!

Durasi:
130 menit

U.S. Box Office:
Mid May 2009 opening week $46,204,168

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!