XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Selasa, 09 Maret 2010

SHUTTER ISLAND : Marshal Kompeten Melacak Jejak Napi Hilang

Quotes:
Chuck Aule-All I know is it's a mental hospital.
Teddy Daniels-...for the criminally insane.

Storyline:
Tahun 1954, U.S. Marshall Teddy Daniels bersama asistennya, Chuck Aule ditugaskan untuk melakukan investigasi atas menghilangnya seorang pasien dari Rumah Sakit Jiwa Boston di Shutter Island yang terisolasi dari manapun juga. Awalnya Teddy merasa ada alasan tersendiri mengapa ia yang dipilih tetapi lambat laun ia mencurigai adanya konspirasi antara dokter-dokter rumah sakit tersebut dalam melakukan treatment rahasia ilegal terhadap pasien-pasiennya. Penyelidikan Teddy dan Chuck mulai dari Bangsal Pria, Bangsal Wanita hingga Bangsal C yang berisi tahanan berbahaya mengarah pada beberapa petunjuk yang sulit dipahami. Belum lagi sebuah mercusuar misterius yang selalu muncul dalam mimpi Teddy. Lambat laun, Teddy mulai meragukan semua kenyataan dan orang-orang di sekelilingnya. Apa yang sesungguhnya terjadi dalam institusi tersebut?

Nice-to-know:
Konsep Shutter Island diilhami dari pemandangan Peddocks Island, Acadia National Park di Maine, Medfield State Hospital di Medfield, dan Rice Estate at Turner Hill Country Club di Ipswich yang semuanya dikombinasikan CGI secara keseluruhan.

Cast:
Kini salah satu aktor dengan bayaran termahal, Leonardo DiCaprio diplot sebagai Teddy Daniels, U.S. Marshall yang cekatan dan berdedikasi tinggi terhadap pekerjaannya.
Mark Ruffalo mengisi peran Chuck Aule yang sempat dipertimbangkan sang sutradara untuk Robert Downey JR maupun Josh Brolin.
Dua aktor senior, Ben Kingsley dan Max Von Sydow mengisi tokoh Dr. Cawley dan Dr. Naehring.

Director:
Pernah mendapat Oscar Sutradara Terbaik 2007 dalam The Departed (2006), Martin Scorsese untuk keempat kalinya mengarahkan DiCaprio dalam drama thriller psikologis ini.

Comment:
Layar dibuka langsung pada kedatangan dua tokoh sentral di Shutter Island. Premis ini sedikit membuat saya menerka-nerka apa yang akan ditawarkan film. Sayangnya sebelum menonton, salah satu rekan telanjur membocorkan endingnya sehingga tidak ada kejutan lagi. Tetapi tidak apa karena saya bisa fokus pada konstruksi cerita per layer dan tentunya kualitas acting dari castnya. DiCaprio bisa dibilang menampilkan acting yang cemerlang walau tidak sebaik dalam The Departed. Ruffalo sebagai tandemnya juga tidak mengecewakan. Kingsley seperti biasa memperlihatkan kualitasnya sebagai actor watak. Von Sydow, Williams dan beberapa pendukung juga tampil baik. Semuanya berhasil diarahkan berkat tangan dingin Scorsese yang diakui public sebagai sutradara bertangan dingin. Meskipun genre ini bukan spesialisnya yang lebih banyak bermain di action tetapi eksekusi yang dilakukan Scorsese sangat brilian. Intensitas cerita terjaga dari awal sampai akhir dengan segmen-segmen yang saling terkait menyatukan potongan puzzle. Misteri yang dibangun sepintas mengingatkan kita pada kisah-kisah Alfred Hitchcock yang kelam. Pada akhirnya, Shutter Island bukanlah film orang kebanyakan karena alur lambat dan narasi yang tidak wajar apalagi semakin lama semakin sulit dicerna karena tidak ada yang masuk akal seiring berjalannya film. Namun jika dicermati secara lebih dalam, unsur suspensinya sangat kuat dengan sinematografi yang sangat menunjang. Meski sempat mengalami pergeseran tanggal rilis, rasanya film ini akan diunggulkan pada festival-festival film akhir tahun 2010. Kita tunggu saja!

Durasi:
135 menit

U.S. Box Office:
$75,541,271 till end of Feb 2010

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Senin, 08 Maret 2010

ALICE IN WONDERLAND : Dunia Wonderland Kreasi Terbaru Tim Burton

Quotes:
Alice Kingsley-This is impossible.
The Mad Hatter-Only if you believe it is.

Storyline:
Abad 19, Alice Kingsleigh adalah putri saudagar Charles Kingsleigh yang meninggal beberapa tahun lalu. Kehilangan masa kecilnya yang indah, Alice malah dipaksa menerima lamaran Hamish, putra mantan rekan bisnis ayahnya pada suatu pesta kebun. Kebingungan, Alice meninggalkan lokasi dan mengikuti seekor kelinci putih hingga terjatuh di lubang tak berdasar. Tak diduga setibanya di dasar, tubuhnya sudah mengecil dan menggenggam sebuah kunci yang membuka jalan taman indah yang teramat luas. Disana Alice menemukan makhluk-makhluk aneh mulai dari Dourmouse, burung Dodo, si kembar Tweedles, Cheshire Cat, Mad Hatter hingga Abosolom yang memiliki ramalan bahwa Alice akan mampu memberantas Jabberwocky, monster andalan Red Queen yang jahat itu. Berhasilkah Alice menyelamatkan kerajaan White Queen sekaligus keluar dari wonderland tersebut?

Nice-to-know:
Diangkat dari serial televisi ternama awal 1990an yang diangkat dari novel klasik karangan Lewis Caroll dan dibuat versi layar lebar kontemporernya dengan bujet 250 juta dollar!

Cast:
Mia Wasikowska yang asli Australia ini menyisihkan beberapa kandidat ternama lain seperti Amanda Seyfried dan Lindsay Lohan untuk mendapatkan peran Alice Kingsleigh.
Terbiasa dengan tokoh eksentrik di beberapa filmnya yang justru sukses besar, Johnny Depp kembali sebagai Mad Hatter, sang ahli pembuat topi yang mendapat porsi cukup besar disini.
Karakter yang bertolak belakang, Red Queen dan White Queen dimainkan oleh Helena Bonham Carter dan Anne Hathaway.

Director:
Pria kelahiran California 52 tahun silam bernama Tim Burton ini bekerjasama 6 kali dengan istrinya, Bonham Carter dan 7x dengan aktor kesayangannya, Depp melalui film ini.

Comment:
Harus diakui kharisma seorang Tim Burton selama beberapa dekade terakhir cukup kuat di perfilman Hollywood. Beberapa film terakhirnya sukses secara kualitas dan juga pundi-pundi dollar di pasaran internasional. Gaya eksentrik dan gelap merupakan trademarknya dalam menggarap film, seperti halnya yang dibayangkan orang saat mengetahui Burton akan menggarap versi layar lebar terbaru kisah kartun legendaris ini. Film ini merupakan episode ketiga sehingga tidak heran jika Alice sudah berumur 19 tahun dan kunjungannya ke Wonderland adalah kesekian kalinya. Beruntung beberapa elemen dari episode pertama dan kedua tidak dihilangkan begitu saja sehingga tetap menuntun penonton yang belum tahu kisahnya untuk tetap bisa mengikuti jalan ceritanya. Dari segi cast, Mia sebagai Alice bermain cukup wajar, bukan kebetulan usia aslinya sama persis dengan usia Alice di film. Depp, Bonham Carter, Hathaway rasanya terbantu dengan kostum dan make-up yang menunjang mereka berakting tanpa bermaksud mengecilkan improvisasi masing-masing. Tetapi karakter Depp disini agak tidak beralasan karena diplot sebagai salah satu karakter utama. Jika tujuannya mengangkat film rasanya tidak terlalu berarti. Pada akhirnya, Alice In Wonderland versi Burton hanya memanjakan mata dengan visual grafik yang sangat mengagumkan dan detail. Selebihnya tidak ada yang baru dari tema dan ending yang berusaha disuguhkan dengan konsep modernisasi di segala bidang. Menonton versi 3D nya rasanya tidak akan berpengaruh banyak. Percayalah! Saran saya, nikmati film ini dari sudut pandang masa kanak-kanak anda.

Durasi:
110 menit

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10

Minggu, 07 Maret 2010

HAUNTED UNIVERSITIES : Penceritaan Kisah Horor Seputar Kampus

Storyline:
Film ini terbagi dari empat cerita yang didasarkan pada kisah-kisah mengerikan seputar berbagai perguruan tinggi mulai dari toilet sekolah, orientasi siswa, demo politik, kamar mayat hingga chatting online yang masing-masing menyimpan misteri tersendiri.

Nice-to-know:
Diproduseri Bae Ram Ewe yang banyak menghasilkan genre horor di negeri Gajah Putih tersebut.

Cast:
Panward Hemmanee
Anna Reese
Ashiraya Peerapatkunchaya

Director:
Bunjong Sinthanamongkolkul dan Suttiporn Tubtim.

Comment:
Jangan bandingkan film ini dengan dwilogi Phobia yang sukses internasional itu. Meskipun sama-sama terbagi dari beberapa cerita, film ini kelihatan sulit bercerita dengan baik. Tema kampus yang harusnya menjadi setting utama juga terkesan tempelan belaka. Sutradaranya yang dua orang juga kelihatan kesulitan mengembangkan premis semula film. Editingnya pun kurang mulus sehingga setiap adegan seperti loncat-loncat tidak karuan. Dari segi cast, banyaknya karakter yang nama-namanya terkesan tidak penting tersebut sangat sulit diingat satu-persatu oleh penonton, hal yang sangat penting sebetulnya. Korelasi aktor-aktrisnya satu sama lain juga menjadi tidak logis lagi. Satu-satunya sekuens yang menghibur adalah mahasiswa yang ditugaskan pada shift malam penjagaan kamar mayat. Nuansa kengeriannya terasa "dapat" walaupun dengan suasana minimum sekalipun. Sekuens terakhir yang bertutur tentang aksi psikopat juga cukup mencekam walau masih banyak hal yang tidak terjelaskan. Secara keseluruhan, Haunted Universities hanyalah film horor standar Thailand yang sebetulnya tidak memiliki keistimewaan apapun.

Durasi:
100 menit

Overall:
6 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Sabtu, 06 Maret 2010

UP IN THE AIR : Hidup Perjalanan Sang Eksekutor Pemecatan

Quotes:
Ryan Bingham: If you think about it, your favorite memories, the most important moments in your life... were you alone? Life's better with company.

Storyline:
Bekerja bertahun-tahun sebagai konsultan eksekutif di Omaha, Ryan Bingham menghabiskan waktu nyaris 320 hari dalam setahun dalam perjalanan antar negara bagian! Tujuannya hanya memecat orang seefektif mungkin. Tiba-tiba bosnya, Craig memiliki ide lain dengan melakukan semua tugas Ryan lewat teleconference webcam oleh pekerja baru yang pintar, Natalie Keener. Ryan yang terancam kedudukannya berusaha membuktikan bahwa apa yang sudah dilakukannya lebih tepat dengan mengajak Natalie ikut serta dalam perjalanannya sekaligus menurunkan ilmunya. Di sisi lain ketika adik kandungnya, Julie menikah, Ryan memutuskan untuk mengajak "teman kencannya", Alex Goran pulang ke kampung halamannya. Pada saat itulah, Ryan mulai merasakan sesuatu yang berubah dalam hidupnya.

Nice-to-know:
Diangkat dari novel tahun 2001 berjudul sama karya Walter Kim, Sheldon Turner dan Jason Reitman berencana memfilmkan pada tahun 2002 tetapi rencananya dibatalkan dan baru terealisasi 7 tahun kemudian.

Cast:
Pernah memenangkan Oscar Aktor Terbaik lewat Syriana (2005), George Clooney membuktikan kualitas aktingnya sekali lagi dengan berperan sebagai Ryan Bingham yang terbiasa hidup praktis dalam perjalanan tanpa terikat hal apapun.
Terakhir bermain cemerlang dalam Orphan (2009), Vera Farmiga sebagai Alex Goran yang cantik independen.
Aktris muda potensial, Anna Kendrick yang baru saja mendukung New Moon (2009) bermain sebagai Natalie Keener, pekerja muda yang cerdas idealis.

Director:
Pernah mendapat nominasi Oscar dalam kategori Best Achievement in Directing lewat Juno (2008), Jason Reitman kali ini berusaha mengulangi pencapaian yang sama dalam film yang bertemakan unik dan fresh ini.

Comment:
Dengan tema yang simpel tetapi baru, film ini bertempo lambat tapi bercerita dengan sangat maksimal. Bagi setiap karyawan yang pernah mengalaminya, pemecatan bukanlah hal yang mudah diterima oleh subyek maupun obyeknya dan hal tersebut disajikan dengan sangat menarik disini. Dari segi cast, Clooney, Farmiga dan Kendrick masuk nominasi Aktor Utama Terbaik dan Aktris Pendukung Terbaik Oscar tahun ini sudah membuktikan kualitas yang mereka tampilkan. Clooney menunjukkan ketegaran dan kerapuhan seorang eksekutif kesepian sekaligus dengan brilian. Kendrick yang awalnya idealis tetapi semakin ragu dengan tujuan hidupnya sendiri. Farmiga yang menarik dan mandiri tetapi menyimpan rahasia besar. Ketiganya memperlihatkan chemistry yang sama baiknya ketika berhadapan satu sama lain. Belum lagi supporting cast yang juga bermain di atas rata-rata. Reitman sang sutradara juga berhasil melakukan eksekusi dengan cara yang luar biasa dengan mengatur kinerja aktor-aktrisnya ke bagian depan dan belakang dengan maksimal. Penonton mampu diajak tertawa lucu dan getir sambil memikirkan apa yang benar-benar penting dalam hidup mereka sekaligus bersyukur atas hal-hal normal yang dimiliki selepas meninggalkan gedung bioskop. Up In The Air adalah sebuah film menghibur dengan konsep cerdas dimana pengenalan karakternya seakan-akan tidak pernah cukup karena banyak sisi humanisme tersembunyi yang sepintas terlihat biasa saja tetapi sangat menarik untuk dieksplorasi.

Durasi:
105 menit

U.S. Box Office:
$82,078,918 till end of Feb 2010

Overall:
8.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 05 Maret 2010

BAHWA CINTA ITU ADA : Persahabatan, Mimpi dan Cinta Ala Kampus ITB

Storyline:
Tanpa sengaja saat memasuki kampus baru di wilayah Bandung, Slamet dari Trenggalek, Gungun dari Sunda, Fuad dari Madura, Poltak dari Pematang Siantar, Benny dari Jakarta dan Ria dari Padang bertemu dan menjadi akrab satu sama lain meski memiliki karakter yang berbeda-beda karena berlainan suku.
Gungun anak Sunda yang lugu dan kocak. Fuad dari Madura yang menggebu-gebu, Poltak dari Pematang Siantar yang santai, serta Ria dari Padang, si bintang kampus menjadi pujaan di antara mereka yang pintar dan cantik. Bersama mereka menjalani kehidupan perkuliahan, pertemanan, keluarga, percintaan hingga masa depan yang membentang di hadapan. 20 tahun kemudian, mereka melakukan reuni dan melakukan review kembali terhadap kisah-kisah di masa lalu yang telah membentuk pribadi masing-masing.

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Ganesha Creative Industry dengan judul lain Gading-Gading Ganesha (3G).


Cast:
Ariyo Wahab sebagai Slamet yang pintar tetapi pendiam hingga tak berani mengungkapkan cinta.
Rizky Hanggono sebagai Benny yang percaya diri dan menyukai bidang musik.
Alex Abbad sebagai Fuad yang vokal dan idealis.
Dennis Adishwara sebagai Gungun yang lugu dan kocak.
Restu Sinaga sebagai Poltak yang santai pembawaannya.
Eva Asmarani sebagai Ria yang cerdas cantik.
Didukung pula oleh beberapa bintang senior seperti Niniek L. Karim, Slamet Rahardjo, Nurul Arifin dsb.

Director:
Seniman sekaligus aktor bernama Sujiwo Tejo telah malang melintang di dunia kesenian Indonesia selama puluhan tahun dan kali ini memulai debutnya sebagai sutradara di film yang kental dengan nuansa ITB ini.

Comment:
Pembukaan film yang menggambarkan siluet wayang rupanya sudah cukup menggambarkan film seperti apa yang disuguhkan sang seniman Sujiwo Tejo yang bertindak sebagai dalangnya. Semua dikemas dengan gaya art yang tidak biasa bahkan cenderung nyeleneh apalagi ditambah sentuhan ilustrasi musik dari Viky Sianipar juga semakin memperkuat suasana. Setting kota Bandung yang asri terutama paparan Sawah Lunto boleh jadi hal yang memikat bagi indera penglihatan anda. Nuansa 1980an berusaha dibangun di setiap adegan tetapi sayangnya belum terlalu detail dan konsisten. Penampilan para aktor-aktrisnya pun hanya sekadar "melicinkan" wajah di usia muda dan ditambah janggut/kumis/cambang/uban di usia yang beranjak paruh baya dengan rentang waktu 20 tahunan! Beruntung dari segi akting, mereka semua cukup ciamik merata, tanpa ada yang terlalu lebih menonjol dari yang lainnya. Bahwa Cinta Itu Ada merupakan salah satu bentuk film dengan penggambaran kebudayaan Indonesia yang beraneka ragam dan tema universal yang bisa jadi menyiratkan beberapa pesan moral. Sayangnya ending ditutup tanpa konklusi yang jelas sehingga konflik yang berusaha dibangun seakan hanya menjadi pelengkap saja tanpa perlu diselesaikan. Boleh dibilang sinema perwayangan yang unik dan bisa dijadikan alternatif di tengah keseragaman tema film lokal yang membosankan.

Durasi:
90 menit

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Kamis, 04 Maret 2010

BELUM CUKUP UMUR : Problematika Kehamilan Dini Remaja Belia

Storyline:
Persahabatan Aya dan Brenda yang sama-sama berusia 16 tahun sedikit terusik saat Aya mengaku positif hamil akibat perbuatan pacarnya, Ares yang dua tahun lebih tua. Brenda yang marah meminta pertanggungjawaban Ares. Namun karena masih sama-sama muda, mereka tidak bernyali untuk itu. Solusi terbaik diyakini menggugurkan kandungan yang masih berusia tiga bulan ke bawah tersebut. Dimulailah petualangan mencari dokter kandungan yang mau mengerjakan hal tersebut terhadap anak di bawah umur. Di saat itulah persahabatan dan kasih sayang mereka bertiga diuji oleh hambatan-hambatan yang mereka temui sepanjang perjalanan.

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Handmade Films dan diproduseri oleh Albert Pondaga.

Cast:
Cukup kompak sebagai trio sahabat remaja
Joanna Alexandra sebagai Aya
Zidni Adam Jawas sebagai Ares
Mentari sebagai Brenda

Director:
Baru saja minggu lalu menggarap Kain Kafan Perawan, Nayato rupanya kembali kejar setoran dengan film ini ironisnya dengan bintang-bintang yang sudah pernah bekerjasama dengannya sebelum ini. Kontrak multi film kah?

Comment:
Sebagai sebuah drama, film ini mengajarkan arti cinta, kesetiakawanan, seks pra nikah bagi kalangan remaja kota besar yang rasanya sudah tidak umum lagi. Semua dikemas Nayato dengan style yang colorful memanjakan mata dan ilustrasi musik yang sesuai. Untungnya kali ini eksplorasi yang dilakukannya tidak berlebihan sehingga nilainya tidak jatuh lagi seperti biasanya. Dari segi casting, Joanna dan Mentari tampil cukup apik sebagai remaja belasan tahun, begitu pula dengan Zidni yang terlihat nerd dan lugu. Belum Cukup Umur sepintas terlihat mengadopsi drama remaja sukses Hollywood, Juno (2008) di awal cerita dan mungkin juga mengingatkan sebagian penonton lokal pada Married By Accident (2008) tetapi seiring bergulirnya cerita, tema tersendiri yang diusung rupanya berbeda dan sedikit menawarkan twist di ending yang cukup mengejutkan sekaligus menyebalkan?! Durasi 70 menit rasanya terlalu panjang untuk sebuah pesan moral singkat tapi terlalu pendek juga untuk "keharusan" mengeksplorasinya secara lebih detail lagi.

Durasi:
70 menit

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Rabu, 03 Maret 2010

CONFUCIUS : "Biografi" Ahli Sosial Budaya Cina Kuno

Quotes:
Kong Qiu-If you can't change the world, you should change yourself..

Storyline:
Pada abad ke-6 SM China masih terdiri atas kerajaan feodal dan pemerintahan resmi, bersaing satu sama lain demi supremasi. Seorang pemikir sosial budaya bernama Kong Qiu bekerja di kantor kementerian Kerajaan Lu yang tengah berambisi menjadi salah satu dari tiga kelompok penguasa terkuat pada saat itu. Sayangnya keberhasilan Kong Qiu dalam memulihkan martabat Pengadilan diganjal oleh tentara Lu yang dipimpin oleh seorang Jenderal muda. Kong Qiu pun dilucuti dan dibuang ke pengasingan dengan simbolis giok patah. Disanalah ia menua dengan menjadi pengembara, berkelana dari kerajaan ke kerajaan lainnya, diikuti dengan rombongan pengikut setia yang dipimpin oleh Yan Hui. Perhentian pertamanya adalah Kerajaan Wei. Bencana politik kembali mengancam Kerajaan Lu, Kong Qiu diminta kembali dan menyetujuinya hanya sebagai guru tanpa terlibat dalam politik lagi.

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Beijing Dadi Century Limited dan bersetting Hebei, China.

Cast:
Baru saja tampil dalam film adaptasi komik Jepang yang gagal, Chow Yun Fat kembali sebagai salah satu tokoh sosial budaya legendaris, Kong Qiu.
Diplot sebagai Permaisuri Nan Zi adalah aktris China yang sedang naik daun, Zhou Xun.

Director:
Film keenam secara keseluruhan bagi sutradara wanita bernama Mei Hu ini setelah terakhir menggarap On the Other Side of the Bridge (2002).

Comment:
Sepintas terlihat menjanjikan sebagai film biografi karena nyaris semua orang beretnis Cina tau siapa itu Kong Qiu. Sayangnya ternyata Pemerintah Cina terlalu "ikut campur" dalam proses produksinya sehingga banyak fakta yang tidak valid. Teramat nyata, Kong Qiu yang seorang guru dan ahli ideologi malah digambarkan seorang politikus dan ahli militer! Sangat mengecewakan karena dampaknya menjadi signifikan bagi kaum muda Cina ataupun non-Cina yang belum mengenal sosok Kong Qiu. Kabarnya, Pemerintah Cina sengaja menyingkirkan Avatar dari jaringan bioskop agar Confucius bisa leluasa tayang tanpa saingan. Hm.. Itulah sebabnya banyak pengguna internet yang memboikot film ini dan memberikan rating yang sangat rendah. Efek CGI yang digunakan juga buruk sehingga banyak adegan yang terasa kopian dari film sejenis lainnya. Musik latar yang ditambahkan juga tidak lebih baik dan mengingatkan saya pada backsound Phantom Of The Opera. Benarkah?! Sutradara wanita memang memberikan nafas feminis pada film ini tetapi tidak menolong kualitas secara keseluruhan. Alurnya teramat lambat dan perpindahan scene demi scenenya terasa tercerai-berai. Alhasil Confucius tidak akan meninggalkan jejak apapun dari segi box office apalagi sampai menjadi cult movie.

Durasi:
120 menit

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Selasa, 02 Maret 2010

CHAW : Kerjasama Jebak Babi Hutan Raksasa

Tagline:
In the quiet mountain village Sameri, where there has been no crime for more than 10 years the frightening man-eating boar comes out..

Storyline:
Desa Sameri yang sebagian warganya berkebun di sebuah lereng pegunungan dikejutkan oleh penemuan mayat yang sudah tidak utuh lagi. Sempat diduga perbuatan beruang tapi keraguan mereka terjawab bahwa pelakunya adalah babi hutan berukuran raksasa yang mengalami pergeseran selera makan. Petugas polisi Kim ditugaskan menangani evakuasi terhadap warga setempat hingga harus membawa ibunya dan istrinya yang tengah hamil tua. Kim tidak sendirian karena ia dibantu pemburu Hyung Sa dkk. Berhasilkah mereka menghentikan teror yang terus memakan korban jiwa tersebut?

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Lotte dan Polygon Entertainment.

Cast:
Eom Tae-woong sebagai Police Officer Kim
Jeong Yu-mi sebagai Su-ryeon
Jeong Yun-min sebagai Officer
Josiah D. Lee sebagai Hyung Sa
Earl Wayne Ording sebagai Hero Dog

Director:
Film kedua bagi Shin Jeong Won setelah Sisily 2KM di tahun 2004.

Comment:
Sutradara Shin rupanya menggemari genre komedi yang dibalut thriller sehingga film ini tidak jauh-jauh dari film pertamanya. Walau dimaksudkan sebagai film kelas B tapi nyatanya perpaduan teror monster dengan komedi hitam merupakan nilai plus sendiri yang tidak mudah untuk dilakukan. Contoh nyatanya adalah The Host yang mencetak sukses luar biasa dalam sejarah perfilman Korea beberapa waktu lalu.
Kini dengan plot yang serupa tapi tak sama, film ini bersetting di hutan belantara yang sepintas hening tenang tapi berubah menjadi medan pertempuran yang mematikan akibat serbuan babi hutan raksasa. Tidak ada penjelasan yang masuk akal bagaimana monster yang satu ini bisa berubah “selera” makan tetapi rasanya tidak terlalu penting bagi penonton yang lebih menunggu aksi berdarah tersebut.
Aktor-aktris yang mendukung film ini tampil sesuai kapasitasnya masing-masing. Anda akan menemukan banyak karakteristik di antara mereka semua mulai dari polisi kota yang istrinya tengah hamil, wanita gila yang tinggal di tengah hutan, anak yatim piatu, pria pemburu lokal hingga sekumpulan petani setempat yang merasa memiliki kepentingannya masing-masing. Semua berbaur menjadi satu dalam pro kontra yang berkepanjangan.
Efek CGI yang terlihat wajar sekaligus meyakinkan membuat sosok babi hutan predator itu terasa menakutkan, terutama menjelang ending dimana banyak adegan close up dan kejar-kejaran di site bekas pertambangan yang menegangkan. Seakan mengajak anda untuk berpacu bersama setelah bagian opening yang terasa terlalu berlambat-lambat dalam memaparkan subplot demi subplotnya satu persatu.
Chaw dapat dikatakan seimbang dalam hal memicu tawa dan memacu adrenalin terlebih dalam mengeksplorasi kebodohan manusia yang banyak diterapkan lewat humor slapstick ataupun komedi situasi yang dapat dipercaya. Tidak perlu membandingkannya dengan buatan Hollywood karena citarasa Asia masih sangat kuat disini. Dan jangan buru-buru mematikan film setelah credit title berakhir, ada adegan tambahan yang akan membuat anda terkesima.

Durasi:
120 menit

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:

Minggu, 28 Februari 2010

MY NAME IS KHAN : Pembuktian Cinta Lewat Perjuangan dan Pengorbanan

Quotes:
Rizvan Khan-My name is Khan, and I am not a terrorist.

Storyline:
Sedari kecil, Rizvan Khan menderita asperger atau autism. Takut pada warna kuning, ruang sempit, suara bising, orang-orang yang baru dikenal sehingga sulit mengembangkan dirinya. Beruntung ibundanya selalu setia menemani dan mengajarkan nilai-nilai kehidupan tentang orang baik dan jahat. Rizvan sebetulnya anak yang cerdas, di usia remaja mampu memperbaiki barang-barang elektronik yang rusak. Hal ini kemudian memisahkan ia dengan adik kandungnya, Zakir yang hijrah untuk studi di tempat yang lebih baik. Bertahun-tahun kemudian, ibunya meninggal dan memaksa Khan untuk keluar dari zona nyamannya. Perjalanan membawanya bertemu dengan Mandira, kapster cantik ceria yang pernah gagal dalam pernikahan dan membawa seorang putra bernama Sameer. Perlahan tetapi pasti, kedekatan Rizvan dan Mandira semakin meyakinkan mereka untuk kehidupan pernikahan yang saling mengisi. Sayangnya kejadian 9/11 mengubah semuanya dan Rizvan harus meyakinkan publik Amerika bahwa ia bukanlah teroris dengan tujuan akhir bertemu Presiden agar Mandira mau bertemu dengannya kembali..

Nice to know:
Sutradara Karan Johar dan penulis skrip Shibani Bathija sempat mewawancarai Chris dan Gisela Slater-Walker, penulis buku yang menginspirasi romansa hubungan Rizvan dan Mandira di bagian pertama film.

Cast:
Mega bintang Bollywood, Shah Rukh Khan didapuk sebagai Rizvan Khan yang berhasil mengatasi kekurangannya untuk hidup bahagia dan melakukan apa yang ia anggap benar.
Kajol sebagai Mandira
Christopher B. Duncan sebagai Barack Obama
Zarina Wahab sebagai Ibu Rizvan dan Zakir
Jimmy Shergill sebagai Zakir

Director:
Film debutnya Kuch Kuch Hota Hai (1998) sukses besar di pasaran internasional yang melambungkan nama Karan Johar yang juga sering bertindak sebagai produser dan penulis cerita.

Comment:
Saat pertama diputar di jaringan XXI, saya sempat bertanya-tanya film apakah ini. Lalu mendengar orang-orang berkata ini film yang bagus dan menimbulkan antrian panjang. Akhirnya pada pemutaran weekend keduanya, saya menyempatkan diri menyaksikan film ini tanpa ekspektasi apapun secara saya bukan penggemar film India walau pernah menonton beberapa yang cukup go internasional di masa lalu. Pada dasarnya film ini terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama bercerita tentang pengenalan tokoh dan awal kisah cinta. Bagian kedua lebih ke permasalahan perbedaan ras di negara maju seperti Amerika dan tragedi WTC yang memilukan itu yang telah menimbulkan jurang di antara penduduk sipil dengan warga Muslim pada umumnya. Semua itu diolah dengan tepat dan relevan. Sinematografi yang disuguhkan Karan sangat istimewa. Jangkauan setting yang luas dengan rentang waktu yang panjang berhasil diketengahkan dengan alur maju-mundur yang solid. Dari segi cast, reuni SRK dan Kajol yang pertama kali menghentak lewat Kuch Kuch Hota Hai sudah merupakan nilai plus. Dan SRK menampilkan akting terbaik sepanjang karirnya disini dengan mempertontonkan ekspresi, bahasa tubuh dan olah kata yang meyakinkan sebagai orang yang menderita kelainan bawaan. Kajol juga menampilkan emosi yang tidak kalah mengagumkan sebagai seorang Ibu yang tertekan menghadapi situasi ras yang tidak menyenangkan yang telah mengambil semua miliknya yang berharga. Chemistry keduanya terasa pas dan wajar. Original score juga dengan indah mengiringi setiap scene. My Name Is Khan bukanlah film India pada umumnya dan saya yakinkah anda menontonnnya untuk merasa tergugah, bahagia, trenyuh, benci sekaligus dalam pengalaman sinema yang luar biasa emosional selama hampir tiga jam ini. Tidak heran jika film ini akan booming dalam tangga box-office ataupun festival film internasional. Pesan saya: Jangan malu untuk tertawa ataupun meneteskan air mata sekalipun!

Durasi:
155 menit

U.S. Box Office:
$3,253,168 till end of Feb 2010

Overall:
9 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Sabtu, 27 Februari 2010

3 IDIOTS : Perjalanan Mewujudkan Cita-Cita Di Atas Persahabatan

Quotes:
Rancho-Pursue excellence, and success will follow, pants down.

Storyline:
Dua sahabat bodoh, Farhan dan Raju sedang dalam perjalanan mencari teman mereka yang menghilang, Rancho. Ingatan pun melayang pada masa-masa bersekolah di kampus terbaik negeri yang dikepalai oleh rektor Viru. Pembelajaran yang disiplin, peraturan yang ketat serta tuntutan mendapat nilai tinggi tidak jarang membuat siswa-siswi bekerja keras hingga frustrasi. Kehadiran Rancho sedikit mengubah itu semua dengan ide-ide konyol sekaligus briliannya. Belum lagi putri rektor yang cantik, Pia menambah dinamika perkawanan Rancho, Farhan dan Raju. Apapun perjalanan hidup mereka, ada beberapa hal yang tidak akan terpisahkan dan terlupakan..

Nice to know:
Sedikit banyak karakter-karakternya diinspirasi dari novel berjudul Five Point Someone yang dihasilkan oleh Chetan Bhagat.

Cast:
Dua bintang papan atas Bollywood, Aamir Khan dan Kareena Kapoor dipasangkan sebagai Rancho dan Pia.
Sharman Joshi sebagai Raju
Madhavan sebagai Farhan
Boman Irani sebagai Viru Sahastrabudhhe
Omi Vaidya sebagai Chatur Ramalingam

Director:
Ini adalah film ketiga bagi Rajkumar Hirani setelah terakhir Lage Raho Munna Bhai (2006) dimana ia juga bertindak sebagai penulis skenario, editor dan sutradara.

Comment:
Sinematografi yang disuguhkan benar-benar mengguncang secara visualisasi termasuk area Shimla dan Ladakh yang memanjakan mata. Koreografi dan lagu-lagunya enak didengar dan sangat pas seiring bergulirnya narasi cerita. Temanya sebetulnya simpel mengenai sistem pendidikan yang perfeksionis yang menuntut murid memaksimalkan potensinya walau harus mengorbankan impiannya masing-masing. Namun karakterisasi dan castnya lah yang membuat film ini berbeda dimana semuanya tampil lepas dan maksimal. Dianggap sebagai salah satu performa terbaik Aamir Khan sebagai Rancho yang pandai dan ekstrim meski usianya tidak bisa dibilang anak dua puluh tahunan lagi. Kareena juga bermain lumayan apalagi dengan kecantikannya sebagai putri rektor yang idealis. Boman cukup kharismatik sebagai rektor otoriter yang melakukan segala cara demi nama baik pribadi dan institusinya. Sharman dan Madhavan juga kompak dalam memerankan siswa tertindas yang tidak terlalu pintar. Semua itu dimix dengan luar biasa oleh sang editor sekaligus sutradara Hirani yang terampil memainkan momen-momen emosional di beberapa bagian. Humor-humor yang ditampilkan agak bergaya komikal tajam sinis sekaligus menyegarkan. Tidak dipungkiri, 3 Idiots dianggap publik sebagai film India terbaik tahun 2009! Luangkan waktu anda untuk menyaksikannya di jaringan bioskop Blitz Megaplex untuk tertawa sekaligus menangis selayaknya menaiki rollercoaster.

Durasi:
170 menit

U.S. Box Office:
$6,523,137 till end of Feb 2010

Overall:
8.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!