XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Rabu, 04 Juli 2007

JUNCTURE : Main Hakim Di Ambang Kematian

Tagline:
Only Death Will Stop Her.

Storyline:
Anna Carter yang berusia 28 tahun divonis hanya memiliki sisa waktu 3 bulan hidupnya setelah menderita kanker otak yang ganas. Saat itulah hidupnya yang berkelas berubah menjadi emosional. Ia menjadi meledak-ledak tidak terkendali dan mulai memberantas kejahatan dengan "caranya" sendiri terutama kepada para pemerkosa dan penyiksa anak-anak yang lolos dari hukum dimanapun mereka berada. Meskipun sahabat dan kekasihnya mengingatkan, Anna tidak mau mundur apalagi masa lalunya kelam membekas di batinnya. Akankah perbuatannya itu dapat dihentikan?

Nice-to-know:
Direncanakan menjadi bagian pertama dari trilogi.

Act:
Kristine Blackport bermain sebagai Anna Carter yang berdarah dingin setelah kondisi nothing to lose dalam hidupnya.
Bill Levasseur berperan sebagai Michael Reese, detektif yang menyukai Anna sejak pandangan pertama.

Director:
James Seale sebelum ini menggarap No Way Out alias Throttle (2005).

Comment:
Mungkin sudah banyak film yang menampilkan heroine wanita yang seketika menjadi antagonis karena suatu kondisi. Yang paling terkenal belakangan ini mungkin Jodie Foster dalam The Brave One. Lantas apa yang ditawarkan film yang dilempar langsung ke pasaran DVD ini? Plot ceritanya sedikit berbeda hanya saja dialog-dialog yang dikandungnya sangat klise. Belum lagi karakterisasi yang terlalu stereotype dengan aktor-aktrisnya yang medioker sehingga aktingnya tidak greget samasekali. Blackport sebagai Anna mungkin cantik tetapi tidak mempunyai nama dan pengalaman akting yang memadai. Yang bisa menjadi nilai plus mungkin hanya sinematografinya yang dikembangkan dengan baik terlepas dari minimnya bujet film. Sebagai sebuah thriller, film ini agak membosankan apalagi musik latarnya tidak bergema apapun untuk memainkan tempo. Sedikit twist di ending cukup mengejutkan walaupun tidak menolong kualitas Juncture secara keseluruhan. Yang saya lakukan saat menontonnya hanyalah menekan tombol fast-forward terus menerus hingga benar-benar tamat!

Durasi:
95 menit

Overall:
6 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Rabu, 16 Mei 2007

NEXT : Kemampuan Supervisi 2 Menit Masa Depan

Quotes:
Liz-You can see things before they happen? Cris Johnson-Only my future... except with you. I saw far beyond anything I'd ever seen before. You need to get away from here.
----------
Cris Johnson-I have a small magic act back in Vegas. The Frank Cadillac Show. Liz-I thought your name was Cris. Cris Johnson-It is. Frank Cadillac is my stage name. Liz-How'd you come up with that? Cris Johnson-I picked two things I really like and put the together. Frankenstein and Cadillacs.

Cerita:
Cris Johnson mempunyai kemampuan melihat apa yang akan terjadi padanya 2 menit ke depan, sesuatu yang ia gunakan untuk menciptakan trik di meja judi di Vegas, sebagai pesulap Frank Cadillac. Saat agen FBI, Callie Ferris menyadari kemampuannya, ia menghubungi Cris untuk membantu menghentikan teroris dari rencana peluncuran nuklir di Los Angeles. Namun Cris juga sedang melindungi kekasih barunya, Liz dari ramalan nasib yang telah terlihat olehnya.

Gambar:
Mengambil setting awal di kasino lalu bergulir sampai perbukitan Grand Canyon!

Act:
Nicolas Cage memulai debut akting di Fast Times At Ridgemont High (1982) sampai rutin menjadi aktor langganan film-film aksi Hollywood dari bujet kecil sampai besar. Dalam Next ia berperan sebagai Cris Johnson a.k.a Frank Cadillac yang memiliki kemampuan khusus dan harus menggunakannya untuk kepentingan pribadi maupun umum.
Sebelum ini tampil mendukung Children Of Men (2006), Julianne Moore adalah salah satu aktris watak Hollywood yang cukup dikenal. Kali ini ia berperan agen FBI Callie Ferris yang berusaha menggagalkan aksi teroris yang memicu ledakan nuklir besar di Los Angeles.
Si cantik Jessica Biel yang juga mendukung serial teve 7th Heaven selama 10 tahun dalam Next menjabat sebagai Liz Cooper yang baru saja bangkit dari putus hubungan dan bertemu dengan pria unik Frank Cadillac di sebuah cafe untuk kemudian terlibat cinta sekaligus bahaya.

Sutradara:
Pria kelahiran New Zealand 1950, Lee Tamahori paling dikenal saat membesut salah satu installment James Bond, Die Another Day (2002). Kepiawaiannya meramu action kembali terlihat dalam Next, sebuah film yang sebetulnya biasa tapi dibuat menegangkan.

Komentar:
Sedikit lambat di awal, film ini perlahan meningkatkan intensitasnya. Diselingi beberapa adegan spektakuler, Next merupakan salah satu blockbuster action yang potensial meraih pemasukan yang banyak. Tapi entah kenapa hasil akhirnya cenderung gagal. Mungkin karena tema yang sudah beberapa kali diangkat dan plot cerita yang bisa dibilang tidak ada! Yah di luar itu, bolehlah menyempatkan waktu menonton film ini. Terlebih dengan open ending yang sebetulnya cukup mengejutkan. Mungkinkah ada sekuelnya? Sulit diprediksi!

Durasi:
95 menit

U.S. Box Office:
$17,993,461 till Jun 2007

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 11 Mei 2007

MING MING : Robin Hood Wanita Dan Masa Lalu Kekasih Misteriusnya

Cerita:
Seorang ahli bela diri wanita, Ming Ming menjalin hubungan dengan D, seorang petarung sekaligus berandalan yang mempesona wanita. Setelah merampok bos dunia hitam, Cat dan melarikan sebuah kotak misterius, Ming Ming bertemu kembar identiknya, Nana. Komplotan pengejar menganggap Nana sebagai Ming Ming dan memburunya. Dengan bantuan Tu, Nana berhasil lolos. D yang sulit dimengerti tersiksa oleh misteri kematian ibunya saat dia kecil menghilang dari Shanghai. Ming Ming dan Nana berusaha mencari jejak D sambil bertahan dari perburuan orang-orang yang menginginkan yang 5 juta dollar dan kotak tersebut.

Gambar:
Harus diakui indah karena sangat detail tapi sayangnya tidak enak dikonsumsi mata karena terlampau cepat dan terkesan berantakan!

Act:
Zhou Xun sebagai Ming Ming/Nana yang dingin.
Daniel Wu sebagai D yang misterius.
Tony Yang sebagai Tu yang berandalan.
Biduan ternama Taiwan, Jeff Chang sebagai Cat.

Sutradara:
Mudah ditebak melihat gaya filmnya seperti ini, Susie Au pastilah seorang music video director. Saat saya cek di google ternyata benar dan dia pernah belajar direct art di New York.

Komentar:
Butuh kesabaran tinggi dalam menyaksikan Ming Ming yang digarap secara absurd tapi dipaksakan menjadi action flick tingkat tinggi dengan campuran gaya Jepang dan Hongkong. Cerita yang simpel berusaha diperumit dengan unpredictable mystery yang baru diketahui di ending film. Ada satu yang menarik dimana scene Daniel Wu bertarung menghindari busur api dengan beberapa musuh yang serupa, semuanya dalam kostum hitam, tentunya mengingatkan kita semua pada trilogi The Matrix.

Durasi:
100 menit

Overall:
6 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Rabu, 25 April 2007

HANNIBAL RISING : Masa Muda Psikopat Pembunuh Legendaris

Quotes:
Hannibal Lecter-I love you.
Lady Murasaki-What is left in you to love?

Cerita:
Perjalanan hidup Hannibal Lecter sebagai anak dan pemuda memberikan sumbangan luar biasa kepada bidang pengobatan, musik, melukis dan forensik. Dimulai saat Perang Dunia II di sebuah kastil di Lithuania yang dibangun oleh Dr. Lecter, Hannibal the Grim. Selamat dari tragedi Front Timur dan menuju Uni Soviet untuk berlindung di Perancis bersama janda pamannya yang keturunan Jepang, Murasaki yang juga pengarang buku Tale of Genji. Kebaikan dan bijaksananya menolong Hannibal meringankan penderitaan dan ingatannya akan perang yang selalu menghantui sampai ia menemukan predator buron yang telah merenggut adik perempuannya bertahun-tahun silam.

Gambar:
Bersetting di Ceko, Perancis dan Lithuania, sinematografi yang indah sekaligus kelam berhasil disuguhkan dengan baik disertai mixing kebudayaan antar negara tersebut.

Act:
Aktor muda kelahiran Perancis bernama Gaspard Ulliel ini baru membintangi beberapa film di negaranya. Namun bukan tidak mungkin namanya akan melejit suatu saat nanti karena sebagai Hannibal muda, ia menampilkan kharisma dan penjiwaan yang luar biasa.
Aktris China yang sebelumnya tampil mengesankan dalam Curse of the Golden Flower (2006), Gong Li kali ini bermain sebagai Lady Murasaki Shikibu, wanita Jepang yang cantik dan misterius.
Aktor Inggris, Dominic West berperan sebagai Inspektur Popil yang menyelidiki latar belakang Hannibal dan keluarganya.


Sutradara:
Pria kelahiran Inggris, Peter Webber ini sebelumnya menyutradarai Girl with a Pearl Earring (2003) untuk konsumsi layar lebar. Selebihnya beberapa serial televisi juga dipegangnya.

Comment:
Diangkat dari buku dengan pengarang yang sama yang sudah menghasilkan empat film layar lebar yaitu 3 sebelumnya yaitu Silence Of The Lambs, Hannibal, Red Dragon. Dragon dan Lambs adalah thriller psikologis sedangkan Hannibal dan Hannibal Rising adalah action flick. Dari keempatnya, saya menempatkan film ini nomor dua setelah Lambs dari segi kualitas. Mengapa? Pertama; penyutradaraan yang sukses, dimana setiap scene seakan menampilkan orkestra yang berbeda-beda dari berbagai detail adegan yang ada. Kedua; eksekusi yang tepat timingnya dalam artian tidak terburu-buru, mengalir dengan mulus. Ketiga; tentunya cast yang tepat dimana semua tampil maksimal dan memberikan warna tersendiri terutama Ulliel yang bermain sangat gila. Ketiga elemen tersebut rasanya sudah lebih cukup dalam mengetengahkan kisah asal usul pembunuh psikopat yang sesungguhnya berbakat ini. Sayang sekali, review dan hasil peredaran film ini seakan berbanding terbalik. Peringatan saya, beberapa kematian mengenaskan mungkin dirasa terlalu sadis untuk mata anda.

Durasi:
105 menit

U.S. Box Office:
$27,667,947 till May 2007

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Rabu, 04 April 2007

GHOST GAME : 11 Kontestan Bermain Dengan Hantu Demi Uang

Cerita:
1986, pasukan separatis di bawah pimpinan Kaerad Jium menguasai Kamp Kasus 17. Ribuan penduduk disandera. Karena pemerintah menolak negosiasi, Kamerad Jium membunuh semua sandera dengan brutal.Sembilan tahun berlalu, produser acara realita horror untuk teve segera memanfaatkan situasi ini dengan mengumpulkan 11 peserta untuk tinggal di dalam kamp tersebut selama mereka mampu. Orang terakhir yang bertahan akan meraih hadiah tunai 5 juta baht. Namun apakah perbuatan itu bukan tanpa resiko?

Gambar:
Bersetting di sebuah pulau terpencil, gambar-gambar kelam bernuansa mencekam ditampilkan dengan pas.

Act:
Pachornpol Jantieng sebagai Yut
Thanyanan Mahapirun sebagai Jay
Supatsiri Patomnupong sebagai Dao
Phongsak Rattanapong sebagai Kemtis

Sutradara:
Sawawut Wichiensam

Komentar:
Walau tergolong efektif dalam menakuti audiens tapi alur cerita yang dipilih cenderung membingungkan, melompat-lompat dari satu scene ke scene lainnya. Karakter dibangun satu dimensi dimana mereka hanya berteriak, bertengkar satu sama lain dan memperlihatkan rasa ngeri. Skrip cenderung kurang kreatif dan kemunculan hantu yang terlalu sering menjadi membosankan untuk disaksikan.

Durasi:
100 menit

Overall:
6.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Kamis, 15 Maret 2007

TORNADO THE HEAVEN'S WRATH : Peringatan Dini Bencana Tornado Di Berlin

Cerita:
Musim panas terpanas di Berlin, kepulangan John Berger dari Oklahoma ke kampung halamannya setelah 4 tahun. John harus menghadapi masa lalunya yaitu perseteruannya dengan ayahnya setelah kematian kakaknya Arthur akibat tornado dan mantan kekasihnya Eva yang kini menjalin hubungan dengan sahabat lamanya Bruno. John segera menyadari kelainan iklim di Berlin dimungkinkan oleh bahaya tornado dan badai cuaca yang mengerikan yang mungkin segera terjadi. Berhasilkah ia melakukan peringatan dini terhadap masyarakat Berlin agar terhindar dari malapetaka sekaligus menyelamatkan orang-orang yang dicintainya?

Gambar:
Film buatan Jerman yang diedarkan langsung untuk TV. Gambarnya pun hanya blowup walaupun tidak buruk kualitasnya.

Act:
Matthias Koeberlin sebagai John Berger terlihat cukup meyakinkan saat berusaha mengatasi trauma masa lalunya sekaligus melakukan usaha terbaiknya untuk kepentingan bersama.
Mina Tander sebagai dokter muda cantik yang baru memulai prakteknya Eva harus menghadapi dilema bertemu kembali dengan mantan kekasih yang masih dicintainya atau memilih tetap bersama kekasihnya saat ini.
Sascha Kopel sebagai Bruno memperlihatkan kekhawatiran saat kekasihnya tengah galau sekaligus marah terhadap sobat lamanya sendiri yang dianggap bertindak di luar batas.

Sutradara:
Andreas Linke melakukan pendekatan yang cukup baik dalam menyutradarai film bencana. Usahanya cukup serius untuk menampilkan yang terbaik yang bisa dilakukan untuk hasil yang maksimal.

Komentar:
Propaganda Blitz Megaplex yang membawa film televisi untuk konsumsi bioskop memang cukup berani. Sebagai sebuah tontonan, Tornado dipangkas habis dari durasi 180 menit menjadi 125 menit. Walau begitu, esensi cerita masih dapat ditangkap dengan baik dan spesial efek yang digunakan pun terlihat nyata dan mengagumkan. Hanya saja jangan berharap lebih dari itu. Alurnya agak lambat dan plotnya sedikit tercerai-berai karena kekurang fokusan cerita. Hm, jangan dibandingkan dengan Twister yang merupakan salah satu film favorit saya sepanjang masa.

Durasi:
125 menit

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Rabu, 14 Maret 2007

SINKING OF JAPAN : Misi Menyelamatkan Jepang Dari Tenggelam

Tagline:
It’ll take another miracle to survive.

Storyline:
Ilmuwan meramalkan bahwa Jepang akan tenggelam dalam waktu kurang dari 40 tahun karena patahan tektonik di bagian barat. Namun Dr. Tadokoro berpendapat lain karena berdasarkan perhitungan teamnya yang juga beranggotakan Toshiro, hal tersebut akan terjadi dalam 338 hari! Dr. Tadokoro memperingati Perdana Menteri Yamamoto yang kemudian membentuk departemen baru untuk menangani bencana yang dipimpin oleh Saoro Takamori. Didera gempa bumi, tsunami, letusan gunung merapi, Jepang mungkin menunggu waktunya untuk kiamat..

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Dentsu, J Dream, S.D.P., Sedic, Shogakukan, Toho Company serta didukung oleh MBS dan TBS

Cast:
Pernah membintangi salah satu horor legendaris Jepang yaitu One Missed Call (2003), Kô Shibasaki bermain sebagai Reiko Abe
Tsuyoshi Kusanagi sebagai Toshio Onodera
Etsushi Toyokawa sebagai Yusuke Tadokoro
Mao Daichi sebagai Saori Takamori
Mitsuhiro Oikawa sebagai Shinji Yuki

Director:
Shinji Higuchi sebelumnya berpengalaman menggarap serial televisi Fushigi no umi no Nadia (1990-1991).

Comment:
Kerapkali kita saksikan film-film bencana sebelumnya produksi Hollywood ataupun beberapa di antaranya dari Eropa. Bagaimana dengan Asia sendiri? Setidaknya kali ini Jepang mencoba peruntungannya dengan bujet yang tentu saja tidak sedikit. Tidak sepenuhnya dapat dikatakan bencana, lebih merupakan ancaman kehancuran seantero negeri Sakura yang disebabkan oleh alam itu sendiri. Siapa yang dapat memprediksi kiamat?
Sutradara Higuchi melakukan usaha terbaiknya untuk meremake film berjudul sama di tahun 1973. Tentunya perkembangan teknologi sudah jauh lebih baik di masa sekarang ini sehingga spesial efek dapat ditampilkan dengan lebih megah dan realistis. Hal ini kemudian bercampur aduk dengan latar belakang ilmiah, aksi reaksi Pemerintah dan tidak lupa sekawanan orang biasa yang berjuang demi hidup dan matinya.
Castnya menawarkan begitu banyak nama-nama tenar di dalamnya yang kebanyakan tidak dikenal di luar Jepang sendiri. Namun Kusanagi dan Shibasaki bermain amat maksimal dengan daya pikat masing-masing yang dilengkapi dengan esensi kemanusiaan yang sangat kental. Beberapa scene bisa jadi membuat anda terharu melihat perjuangan mereka yang bahkan harus mengorbankan nyawanya sendiri demi menyelamatkan banyak orang.
Suasana yang dihadirkan sepanjang film memang dominan dengan kemurungan, didukung dengan pewarnaan, pencahayaan dan pengambilan gambarnya. Agak terlalu monoton untuk film yang berdurasi di atas 2 jam ini sehingga bisa jadi membosankan bagi penonton yang menantikan kejutan-kejutan berarti. Namun saya ingatkan sekali lagi bahwa ini bukanlah produksi Hollywood dan sudah menjadi ciri khas film Jepang yang rata-rata bertempo lambat dengan detail yang teramat cermat.
Sinking Of Japan memang murni sebuah fiksi drama yang berkualitas cukup baik dengan beberapa sisi emosional yang berusaha disampaikan. Namun sayangnya masih miskin elemen-elemen yang dapat mempertahankan minat dan intensitas penonton untuk benar-benar dapat menyelami konflik dan esensi yang ingin disampaikan pembuatnya. Membayangkan Jepang terhapus dari peta dunia mungkin jadi satu-satunya alasan anda mau menyaksikan yang satu ini.

Durasi:
135 menit

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 02 Maret 2007

ZODIAC : Mengusut Jejak Pembunuh Serial Misterius

Quotes:
Robert Graysmith-Doesn't it bother you that people call you Shorty?
Shorty-Doesn't it bother you that people call you retard?
Robert Graysmith-Nobody calls me that.
Shorty-Right.

Cerita:
Seorang kartunis yang bekerja untuk surat kabar San Fransisco, Robert Graysmith berteman dengan seorang reporter yang sering mabuk-mabukan, Paul Avery. Keduanya seringkali bertukar pendapat tentang pembunuh serial yang disebut Zodiac. Robert kemudian terobsesi dengan kasus tersebut di saat Paul semakin tenggelam dalam dunia alkohol. Robert kemudian berkenalan dengan inspektur polisi, David Toschi yang gagal menangkap penjahat yang pandai meniru tulisan tangan, Sherwood Morrill dan Linda del Buono yang pernah dekat dengan korban Zodiac.

Gambar:
Sebagian besar setting jalan, apartemen, TKP dibuat di Downey Studios di LA, California dengan latar belakang San Fransisco dimasukkan secara digital untuk melengkapi scene.

Act:
Aktor muda yang memulai karir sejak berusia 11 tahun dalam City Slickers (1991), Jake Gyllenhaal memiliki masa depan cerah di Hollywood. Hal itu dibuktikannya saat memerankan Robert Graysmith yang optimis dan cerdas.
Saat ini memulai karir sebagai sutradara dalam Sympathy For Delicious (2009), Mark Ruffalo sementara waktu berperan sebagai inspektur David Toschi dalam film yang diangkat dari novel laris ini.
Robert Downey, JR yang seakan menjadi dirinya sendiri sebagai Paul Avery yang kehilangan kontrol akibat alkohol, sama halnya seperti kehidupan nyatanya belakangan ini.

Sutradara:
Berangkat dari sutradara video klip, David Fincher menjelma menjadi salah satu sutradara papan atas Hollywood. Mengadaptasi Zodiac yang diinspirasi dari kisah nyata dan dibukukan bukanlah hal mudah. Namun tangan dingin Fincher berhasil mengantarkan Zodiac bukan hanya film detektif biasa tapi lebih dari itu.

Komentar:
Cenderung mendapat review yang baik dimanapun, film ini bukan merupakan konsumsi umum. Dikarenakan alur yang lambat, durasi yang panjang, plot cerita yang membingungkan karena didasarkan pada kejadian nyata yang mungkin hanya diketahui publik Amerika saja menjadikan Zodiac film yang keren tetapi sulit untuk dinikmati. Terbukti dari hasil box-office nya yang biasa saja.

Durasi:
100 menit

U.S. Box-Office:
$33,048,353 till April 2007

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Kamis, 08 Februari 2007

FLAGS OF OUR FATHERS : Pergulatan Heroisme Perang Dunia Dua

Quotes:
Lundsford-You actually chose the Marines because they had the best uniforms?
Rene Gagnon-No sense being a hero if you don't look like one.

Cerita:
Tahun 1945, Angkatan Darat Amerika Serikat menyerang puluhan ribu tentara Jepang yang berusaha mempertahankan area mereka di Pulau Iwo Jima. Pertempuran berlangsung sengit selama berhari-hari dan menimbulkan banyak korban dari kedua belah pihak. Saat mencapai Gunung Suribachi, enam orang tentara mengibarkan bendera AS di puncaknya sebagai simbol kemenangan Amerika. Peristiwa itu diabadikan oleh fotografer dan foto tersebut menjadi sangat terkenal. Pemerintah berusaha memberikan penghargaan tinggi terhadap tiga tentara tersisa yang masih hidup sekaligus menggalang dana kemanusiaan. Namun tiga orang tersebut harus menghadapi trauma masa lalunya dan beban yang mereka sandang sebagai pahlawan Amerika.

Gambar:
Adegan perang berlangsung riil. Ledakan dan baku tembak terlihat alami. Sewajarnya perang, beberapa adegan yang sadis dan mengerikan pun tertangkap kamera dengan tajam.

Act:
Ryan Phillippe berperan sebagai tentara AU, John 'Doc' Bradley yang merasa dirinya pantas dianggap pahlawan karena sudah berjuang membela negara.
Jesse Bradford sebagai perwira AD, Rene Gagnon yang polos dan berjiwa besar untuk menghadapi "status"nya paska perang. Peran yang sangat berbeda dari yang biasa dimainkannya. Wajah lucu dan manisnya tetap sulit dihilangkan untuk meyakinkan sebagai tentara yang tangguh.
Akting Adam Beach sebagai tentara AS keturunan India, Ira Hayes patut diacungi jempol. Emosinya tertangkap dengan baik sebagai seseorang yang merasa bukan pahlawan sekaligus menghadapi diskriminasi warga sekitar yang menganggapnya hanya beruntung saja.

Sutradara:
Clint Eastwood sudah diakui sebagai sutradara berkelas Hollywood walau belum melepaskan predikat aktor yang juga disandangnya. Tengok saja filmografinya yang walau sedikit tapi sudah mendapat pengakuan internasional. Kita wajib mengangkat topi untuk totalitas dan kreativitas Eastwood yang mau bersusah payah membuat dua film bertemakan sama tapi dari sudut pandang yang berbeda, Flags Of Our Fathers dan Letters From Iwo Jima.

Komentar:
Sisi lain yang diangkat dari sebuah film perang. Tentang arti dari heroisme itu sendiri dan beban yang disandangnya. Bukan seperti kepahlawanan yang semu yang biasa dibesut. Tiga karakter utama mampu dieksplor dalam film yang cerdas ini. Berbagai rasa haru, bangga, kalut dan sedih akan muncul saat menyaksikan sisi humanisme dari para pejuang yang selamat dari perang tersebut. Sebuah cara baru yang efektif!

Durasi:
130 menit

U.S. Box Office (till end of 2006):
$33,574,332

Overall:
8 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Selasa, 30 Januari 2007

MR. MAGORIUM'S WONDER EMPORIUM : Keajaiban Toko Mainan Hidup

Quotes:
Molly Mahoney-He's 242 years old and...
Edward Magorium-I am not 242! I'm 243! You were at my birthday party. You brought me balloons.

Cerita:
Mr. Magorium sepintas seperti orang tua eksentrik yang ceria, memiliki toko mainan ajaib dan binatang peliharaan zebra bernama Mortimer. Tidak ada yang tahu umurnya sudah mencapai 243 tahun dan ia merasa sudah waktunya "meninggalkan" dunia dan mewariskan semua kepada pegawai kepercayaannya sekaligus manajer toko, Molly Mahoney. Masalahnya Molly tidak percaya diri bahwa ia bisa menjalankan toko tersebut dan lebih memilih untuk meneruskan hobinya bermain piano. Setelah kepergian Mr. Magorium, toko menjadi suram dan kehilangan keajaibannya. Molly yang putus asa memutuskan menjual toko itu dan melanjutkan hidup. Seorang pelanggan kecil, Eric Applebaum meminta bantuan mantan akuntan toko tersebut, Henry Weston untuk meyakinkan Molly. Berhasilkah mereka membangun toko tersebut kembali? Apakah keajaiban bisa kembali terjadi?

Gambar:
Setting toko mainan di tengah kota yang berluas bangunan 700m2 itu menawarkan berbagai hal yang memanjakan mata dengan pewarnaan yang colorful. Menakjubkan!

Act:
Tidak ada yang meragukan aktor kawakan Dustin Hoffman. Tampil dalam dua pertiga pertama film, karakter Mr. Magorium yang eksentrik berhasil diperankannya dengan memikat.
Aktris cantik Natalie Portman kembali menunjukkan kharisma nya sebagai bintang berbakat. Tokoh Molly yang dibawakannya menjadi fun, charming dan opportunist dengan binar mata yang seakan berbicara.
Jason Bateman dan Zach Mills tidak kalah mengesankan sebagai Henry Weston dan Eric Applebaum yang berhasil mengatasi sifat kaku dan penyendiri mereka menjadi orang yang percaya bahwa sebenarnya mereka mampu berubah.

Sutradara:
Zach Helm yang sebelumnya lebih dikenal sebagai penulis kali ini merangkap tugasnya. Debut film pertamanya ini tidak buruk. Keajaiban toko mainan berhasil digambarkannya dengan baik. Detil setting pun diperhatikannya dengan seksama. Nice job! Boleh ditunggu karya selanjutnya, The DisAssociate (2010).

Komentar:
Menyaksikan film ini buang jauh-jauh logika anda. Nikmati saja dunia imajinasi dalam toko mainan ajaib yang menakjubkan. Ditambah kehadiran Portman dan Hoffman yang memiliki reputasi baik di Hollywood. Niscaya sesaat anda akan percaya bahwa semua hal yang tak mungkin itu sebetulnya bisa terjadi!

Durasi:
90 menit

U.S. Box Office:
$32,059,442

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!