XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label dustin hoffman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dustin hoffman. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Desember 2010

PERFUME : THE STORY OF A MURDERER Obsesi Kecantikan Wanita Pembuat Parfum

Quotes:
Jean-Baptiste Grenouille: You want to make this leather smell good, don't you?
Giuseppe Baldini: Why of course, and so it shall.
Jean-Baptiste Grenouille: With Amor and Psyche by Pelissier?
Giuseppe Baldini: What ever gave you the absurd idea I would use someone else's perfume?
Jean-Baptiste Grenouille: It's all over you.

Storyline:
Pada abad ke-18 di Paris, Jean-Baptiste Grenouille terbuang oleh ibunya semenjak lahir. Beranjak dewasa ia mempunyai penciuman yang sangat tajam yang kemudian digunakannya untuk bekerja di sebuah toko parfum terkenal milik Giuseppe Baldini. Dengan kepandaiannya, Jean-Baptiste mampu meracik parfum-parfum beraroma baru hasil temuannya. Sayangnya rasa penasaran dan kreatifitasnya menuntunnya mencari formula-formula baru bagi parfumnya yang terkadang tidak biasa. Plus obsesinya mengabadikan kecantikan wanita bisa jadi menjerumuskannya semakin dalam sebagai orang yang berbahaya.

Nice-to-know:
Ridley Scott sempat dikabarkan tertarik dengan proyek ini bertahun-tahun yang lalu dimana Tim Burton juga dipertimbangkan sebagai sutradaranya disamping Martin Scorsese, Milos Forman dan Stanley Kubrick.

Cast:
Ben Whishaw sebagai Jean-Baptiste Grenouille
Dustin Hoffman sebagai Giuseppe Baldini
Karoline Herfurth sebagai The Plum Girl
Rachel Hurd-Wood sebagai Laura
Alan Rickman sebagai Antoine Richis
Sara Forestier sebagai Jeanne

Director:
Sutradara Tom Tykwer sempat menggarap salah satu segmen berjudul "Faubourg Saint-Denis" dalam Paris, je t'aime.

Comment:
Film ini menyajikan tema yang tidak biasa apalagi dengan citarasa Eropa, rasanya bermimpi bisa ditayangkan di bioskop Indonesia. Namun hal ini tidak menghalangi saya untuk menyaksikannya juga sebab storyline nya sangat menarik bagi saya. Menyimpan penasaran karena apa yang akan disajikan lebih? Drama kah? Thriller kah? Slasher kah?
Sutradara Tykwer menjawabnya dengan brilian. Ia sajikan thriller halus yang kental dengan unsur drama terutama dalam menyikapi sisi kemanusiaan yang terdalam sekalipun. Sinematografi yang lembut berpadu lengkap dengan elemen-elemen metafora yang dominan di sepanjang film. Sangat cantik!
Whishaw mempotretkan karakter pemuda cerdas yang terobsesi pada kecantikan wanita dengan luar biasa. Ekspresinya yang dingin sekaligus sorot matanya yang tajam tetap menyiratkan kepolosan seorang remaja yang suka bereksperimen. Kita sendiri bingung apakah harus mengkategorikan Jean-Baptiste sebagai seorang psikopat atau bukan? Narasi John Hurt yang mengantarkan cerita dari awal hingga akhir semakin melengkapi storytelling yang gemilang dan menarik untuk diikuti selayaknya sebuah simfoni orchestra yang sempurna.
Endingnya yang provokatif tergolong tidak biasa dan di luar dugaan saya. Namun tetap masuk akal walau bisa dikatakan absurd. Semua itu menjadikan Perfume : The Story Of A Murderer sebuah pengalaman menonton karya Eropa yang mumpuni dengan keindahan sekaligus kemisteriusan. Bagi yang sudah membaca novelnya, bisa jadi film ini sangat mendekati penulisannya. Anyone?

Durasi:
145 menit

U.S. Box Office:
$2,208,939 till end of Feb 2007.

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sabtu, 12 September 2009

LAST CHANCE HARVEY : Pertemuan Usia Senja Membawa Dinamika Baru

Quotes:
Kate Walker-I'm not gonna do it, because it'll hurt! Sometime or other there'll be, you know "It's not working." or "I need my space." or whatever it is and it will end and it will hurt, and I won't do it.

Cerita:
Pekerja iklan komersial, Harvey Shine mengambil cuti dari kesibukannya untuk menghadiri pernikahan putrinya, Susan di London sekaligus bertemu mantan istrinya, Jean yang sudah menikah kembali dengan Brian. Berat hati Harvey harus mengakui bahwa kehadirannya tidak terlalu diharapkan. Nasibnya tidak bertambah baik saat bosnya di New York tiba-tiba memecatnya karena tertinggal pesawat. Dalam kegalauannya, Harvey bertemu wanita menarik yang bekerja di maskapai penerbangan, Kate Walker. Pertemuan singkat itu terus berlanjut dan menghadapkan Harvey pada kesempatan langka dalam seumur hidupnya.

Gambar:
Hampir semua berlokasi di London termasuk Belsize Park dan Green Park tempat pertemuan Harvey dan Kate serta London Heathrow Airport tempat Kate bekerja membawa nuansa alami yang menggambarkan suasana hati mereka dalam kesehariannya.

Act:
Aktor kelahiran tahun 1937, Dustin Hoffman mengawali karirnya di dunia televisi yang membawanya pada film layar lebar pertamanya, The Tiger Makes Out (1967). Selang waktu 40 tahun kemudian, ia menjadi aktor senior Hollywood yang diakui kharismanya termasuk berperan sebagai Harvey Shine, pekerja iklan komersial yang harus menghadapi dilema saat berangkat ke Inggris Raya.
Aktris kelahiran 1959, Emma Thompson selayaknya Dustin memulai akting dalam beberapa serial televisi hingga debut pertamanya dalam The Tall Guy (1989). Salah satu aktris senior Inggris yang sukses di Hollywood ini bermain sebagai Kate Walker, wanita matang yang masih harus mengurus ibu kandungnya walaupun kehidupan pribadinya sendiri sangat kompleks.

Sutradara:
Pria kelahiran Inggris bernama Joel Hopkins ini baru menyutradarai dua film termasuk debutnya dalam Jorge (1998) dan kali ini berkesempatan mengarahkan dua aktor-aktris kaliber Oscar dimana ia juga bertindak sebagai penulis cerita. Well done!

Komentar:
Plot cerita yang sederhana yaitu pertemuan pria paruh baya Amerika dan wanita mandiri Inggris dalam situasi yang tidak terbayangkan sebelumnya menjadi menarik tatkala pemerannya adalah Dustin Hoffman dan Emma Thompson yang masing-masing sudah mengantongi dua Piala Oscar sepanjang karirnya. Keduanya menampilkan chemistry yang kuat dan mampu membuat penonton berempati sehingga tak heran jika mereka dinominasikan kembali dalam Aktor-Aktris Terbaik kategori Drama Golden Globe tahun ini walau tidak menang. Untungnya lagi penulis cerita sekaligus sutradara film ini cukup pintar mensiasati mood film dan beberapa elemen penting sehingga Last Chance Harvey tidak jatuh ke dalam klisenya tema yang sudah diangkat ratusan ribu kali ini termasuk endingnya yang tidak dipaksakan. Pada akhirnya, drama romantis ini terasa sangat realistis dan mungkin saja terjadi pada kita semua. Meskipun segmennya pada penonton dewasa sampai paruh baya, tidak ada salahnya menyaksikan dua pemain senior dalam film menyentuh menghibur yang bebas dari adegan seks atau kekerasan dengan jualan pemandangan kota London yang indah itu.

Durasi:
90 menit

U.S. Box Office:
$14,879,423 till April 2009

Overall:
8 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Selasa, 30 Januari 2007

MR. MAGORIUM'S WONDER EMPORIUM : Keajaiban Toko Mainan Hidup

Quotes:
Molly Mahoney-He's 242 years old and...
Edward Magorium-I am not 242! I'm 243! You were at my birthday party. You brought me balloons.

Cerita:
Mr. Magorium sepintas seperti orang tua eksentrik yang ceria, memiliki toko mainan ajaib dan binatang peliharaan zebra bernama Mortimer. Tidak ada yang tahu umurnya sudah mencapai 243 tahun dan ia merasa sudah waktunya "meninggalkan" dunia dan mewariskan semua kepada pegawai kepercayaannya sekaligus manajer toko, Molly Mahoney. Masalahnya Molly tidak percaya diri bahwa ia bisa menjalankan toko tersebut dan lebih memilih untuk meneruskan hobinya bermain piano. Setelah kepergian Mr. Magorium, toko menjadi suram dan kehilangan keajaibannya. Molly yang putus asa memutuskan menjual toko itu dan melanjutkan hidup. Seorang pelanggan kecil, Eric Applebaum meminta bantuan mantan akuntan toko tersebut, Henry Weston untuk meyakinkan Molly. Berhasilkah mereka membangun toko tersebut kembali? Apakah keajaiban bisa kembali terjadi?

Gambar:
Setting toko mainan di tengah kota yang berluas bangunan 700m2 itu menawarkan berbagai hal yang memanjakan mata dengan pewarnaan yang colorful. Menakjubkan!

Act:
Tidak ada yang meragukan aktor kawakan Dustin Hoffman. Tampil dalam dua pertiga pertama film, karakter Mr. Magorium yang eksentrik berhasil diperankannya dengan memikat.
Aktris cantik Natalie Portman kembali menunjukkan kharisma nya sebagai bintang berbakat. Tokoh Molly yang dibawakannya menjadi fun, charming dan opportunist dengan binar mata yang seakan berbicara.
Jason Bateman dan Zach Mills tidak kalah mengesankan sebagai Henry Weston dan Eric Applebaum yang berhasil mengatasi sifat kaku dan penyendiri mereka menjadi orang yang percaya bahwa sebenarnya mereka mampu berubah.

Sutradara:
Zach Helm yang sebelumnya lebih dikenal sebagai penulis kali ini merangkap tugasnya. Debut film pertamanya ini tidak buruk. Keajaiban toko mainan berhasil digambarkannya dengan baik. Detil setting pun diperhatikannya dengan seksama. Nice job! Boleh ditunggu karya selanjutnya, The DisAssociate (2010).

Komentar:
Menyaksikan film ini buang jauh-jauh logika anda. Nikmati saja dunia imajinasi dalam toko mainan ajaib yang menakjubkan. Ditambah kehadiran Portman dan Hoffman yang memiliki reputasi baik di Hollywood. Niscaya sesaat anda akan percaya bahwa semua hal yang tak mungkin itu sebetulnya bisa terjadi!

Durasi:
90 menit

U.S. Box Office:
$32,059,442

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!