Tagline:Ben loves his family almost as much as he loves himself
Storyline:Memasuki usia paruh baya, Ben Kalmen pernah sukses sebagai penjual mobil di wilayah Tri-State sampai menjadi sampul majalah Forbes. Semua itu berakhir saat ia mengeruk keuntungan "kotor" dari perusahaan tempatnya bekerja hingga berakhir di penjara, walau kemudian bebas dengan jaminan. 6 tahun lalu, Ben disarankan dokter untuk scan jantung untuk mengecek apakah ada kelainan atau tidak tetapi ia menolak. Kini ia menjalani hidup seorang diri dengan caranya sendiri. Bertemu mantan istrinya, Nancy dan anaknya, Susan yang telah berkeluarga dan memberinya cucu, Scotty hingga istri barunya, Jordan serta temannya, Jimmy, Ben menemui berbagai konflik yang sulit dibayangkan sebelumnya.Nice-to-know:Reuni pertama Douglas dan DeVito setelahj terakhir The War of the Roses (1989).Cast:Menyabet Oscar gelar Aktor Terbaik lewat Wall Street (1987), Michael Douglas memerankan Ben Kalmen, pria paruh baya yang sangat "menikmati" hidupnya.Susan Sarandon sebagai Nancy KalmenDanny DeVito sebagai Jimmy MerinoMary-Louise Parker sebagai Jordan KarschJenna Fischer sebagai Susan PorterImogen Poots sebagai Allyson KarschJesse Eisenberg sebagai Daniel ChestonDirector:Kolaborasi kedua Brian Koppelman dan David Levien setelah Knockaround Guys (2001) dimana mereka juga menulis dan memproduserinya secara langsung.Comment:Sikapilah film ini sebagai sebuah renungan yang diimplementasikan ke dalam satir atau komedi hitam atau apapun sebutan anda, niscaya anda dapat menikmatinya dari awal sampai akhir. Tetapi jika anda tidak siap menerima logika seorang Ben Kalmen dalam menjalani hidupnya, bisa jadi anda meninggalkan bioskop lebih awal. Kisah seorang protagonis yang tidak simpatik yang dihasilkan oleh duo berbakat Koppleman dan Levien yang pernah menghasilkan Rounders (1998) dan Oceans 13 (2007).Semua jajaran castnya bermain dengan baik. Apresiasi patut dilayangkan kepada Douglas dengan peran yang tidak asing baginya terutama setelah karir panjang selama lebih dari 40 tahun. Di satu sisi ia bermain sebagai pria tua bijaksana yang mampu mencermati langkah-langkah yang harus diambilnya tetapi di sisi lain ia menjadi pria tidak dewasa yang selalu mengikuti insting yang ceroboh dan tidak bertanggungjawab. Kedua hal itu dilakoninya nyaris di setiap scene termasuk berbagi layar dengan supporting cast lain yang juga bermain mengesankan. Kaliberitas Sarandon atau DeVito tidak perlu diragukan lagi dari generasi yang sama dengan Douglas. Sedangkan Poots dan Eisenberg yang mewakili generasi muda juga mampu mengimbangi Douglas.Endingnya bisa jadi ditebak oleh anda yang sejak pertama sulit "memihak" pada karakter Douglas. Terlepas dari beberapa "missing part" masa lalu seorang Ben Kalmen yang tidak diceritakan (yang mungkin saja lebih mengangkat kualitas film secara utuh), Solitary Man tergolong berhasil menerjemahkan tema krisis paruh baya dengan dialog sarkastis, sikap sinis dan beberapa tindakan "ekstrim" terutama secara seksualitas. Namun bisa jadi itulah pikiran pria sesungguhnya yang kerap mendominasi dan memanipulasi segala sesuatunya, tak peduli berapapun usianya.Durasi:85 menitU.S. Box Office:$3,850,796 till mid July 2010.Overall:7.5 out of 10Movie-meter:Art can’t be below 66-poor6.5-poor but still watchable7-average7.5-average n enjoyable8-good8.5-very good9-excellent
Storyline:Hidup direktur muda bernama Dicky yang membosankan seketika berubah setelah mengenal Ria di sebuah pantai. Perjumpaan singkat itu membuat keduanya jatuh cinta dan sepakat menikah, meski tidak terlalu disetujui kakak dan sahabat Ria, Pinkan dan Mawar. Lewat suatu kejadian, Dicky mengalami short-term memory lost dimana ia hanya bisa mengingat kejadian 10-15 menit sebelumnya dalam kejadian acak. Yang selalu ada dalam catatannya adalah tugasnya untuk membunuh Rehman. Hal ini diketahui tetangganya, Lena dan Angga yang bertekad menyelidiki semuanya. Apa yang sesungguhnya terjadi di masa lalu Dicky?Nice to know:Diproduksi oleh K2K Production dan jumpa persnya dilakukan di Planet Hollywood 7 Juli yang lalu.Cast:Enno Lerian sebagai RiaPinkan Mambo sebagai PinkanHan Song Ho sebagai MawarRoy Marten sebagai ProfesorDimaz Andrean sebagai DickyMelina Zafar sebagai LenaAdhi Pawitra sebagai AnggaDirector:Assad M.A dan Ferry Ipey.Comment:Dari awal saya ingin ingatkan bahwa efek samping menonton Selimut Berdarah (dan mungkin semua film K2K) adalah penurunan fungsi otak. Dan jangan coba debat saya mengenai hal ini! Yang menjadi penasaran saya adalah siapa sesungguhnya Melonys sang penulis skrip? Pria atau wanita? Intelegensianya sungguh diragukan sebagai penduduk Bumi. Permak sana-sini yang dilakukan duet sutradara Ferry dan Assad juga rasanya sia-sia belaka. Mudah-mudahan ini karena campur tangan KK Dheeraj juga sehingga dosa tidak dipikul oleh satu orang saja.Plotnya kita kategorikan percintaan dan action thriller. Keduanya tidak saling bersinergi bahkan sangat dipaksakan untuk berbaur. Sungguh tidak penting memajang nama artis Korea yang di prolog film disyut habis-habisan berbikini ria di pesisir pantai, disusul dengan sosok Enno kemudian. Membuat saya membandingkan keduanya dari berbagai sisi dan size. Ups! Kemudian mozaik cerita bergulir dengan fokus pada karakter yang diperankan Dimaz Andrean. Sungguh kasian aktor muda yang satu ini, maksud hati menjiwai peran dengan sungguh-sungguh tapi skrip yang ditawarkan kepadanya tidak memungkinkan. Segala yang dilakukannya mulai dari berpacaran dan melakukan pembunuhan terlihat konyol tanpa alasan. Kehadiran duo Melina dan Adhi juga hanya pelengkap penderitaan. Belum lagi Pinkan yang cuma menyanyikan satu lagu dengan sengau dan melafalkan beberapa kalimat. Roy Marten? Tentunya sudah ditekankan kalau ia tidak dalam posisi memilih peran? Ah sudahlah, saya tidak mau menggurui para castnya kalau sejak awal mereka memang sudah "terjebak".Durasi:80 menitOverall:6 out of 10Movie-meter:6-sampah!6.5-jelek ah7-rada parah7.5-standar aja8-lumayan nih8.5-bagus kok9-luar biasa
Tagline:He came. He saw. They conquered.
Storyline:Perhutanan Oregon akan dihancurkan Neal Lyman dan dibangun menjadi area permukiman sekaligus pusat perbelanjaan. Untuk itu Neal mengutus ketua tim developer yang kesekian kalinya, Dan Sanders untuk menangani proyek tersebut. Istri dan anak Dan, Tammy dan Tyler terpaksa menerima kenyataan mereka tinggal di rumah contoh dan jauh dari peradaban normal selama setahun. Tanpa mereka semua sadari, sekelompok binatang hutan yang dipimpin seekor rakun cerdas tengah menyiapkan serangan balasan untuk menggagalkan semua pembangunan tersebut. Siapa yang akhirnya menang?Nice-to-know:Sempat dipertimbangkan nama Steve Carell dan Jeremy Piven sebelum akhirnya Brendan Fraser mengambil peran Dan Sanders.Cast:Peran layar lebar pertamanya dilakoni Brendan Fraser dalam Dogfight (1991). Kini ia memerankan Dan Sanders, agen developer real-estate yang bermasalah dengan rakun dan sigung pengganggu.Angkat nama lewat serial televisi "Community", Ken Jeong menjadi Neal Lyman, bos Dan yang cerewet menyebalkan.Brooke Shields sebagai Tammy SandersMatt Prokop sebagai Tyler SandersDirector:Roger Kumble angkat nama setelah mengarahkan film pertamanya, Cruel Intentions (1999).Comment:Sebelum menuntaskan niat anda untuk menonton film ini, saya ingatkan bahwa saat ini sudah tahun 2010! Masihkah relevan plot serupa yang diutarakan dengan jaman sekarang? Jawabannya tidak. Kita sudah berulang kali menyaksikan perseteruan hewan dan manusia atas dasar apapun di atas jalur komedi tentunya. Seribu satu trik konyol sudah ditampilkan sehingga tidak ada kejutan yang berarti lagi.Trio oon Fraser, Jeong, Shields semakin memperparah karir akting mereka masing-masing dengan bermain disini. Jeong yang bermuka Asia bisa sedikit termaafkan karena Hollywood masih membutuhkan figur seperti ini untuk sidekick ataupun antagonis komedik. Shields yang sempat dinobatkan sebagai salah satu wanita tercantik era 90an kini tinggal nama saja. Lalu Fraser? Namanya menukik drastis belakangan ini. Saya pikir obesitas adalah salah satu alasannya. Entah disengaja atau tidak? Dan ia semakin memperbodoh penampilannya dengan bra ataupun pakaian wanita berwarna menyala disini. OMG!Sutradara Kumble sedapat mungkin memaksimalkan animasi CGI untuk menggantikan peran si rakun dan sigung pengganggu di setiap scene. Sepintas terlihat mulus tetapi jika dicermati terlihat sangat nyata kepalsuannya. Dan melihat mereka berkomunikasi dengan "balon bicara" selayaknya di komik-komik bergambar yang bahkan tidak dapat dimengerti sungguh mengolok-olok logika audiens. Setelah hari yang berat di kantor, awalnya saya pikir film ini dapat mengobati kepenatan dan ternyata saya salah. Furry Vengeance mungkin saja menghibur dan membuat anda tertawa lepas tetapi percayalah sesungguhnya tidak benar-benar lucu dan terlalu dangkal sebagai sebuah hiburan.Durasi:85 menitU.S. Box Office:$17,596,256 till mid July 2010.Overall:6.5 out of 10Movie-meter:Art can’t be below 66-poor6.5-poor but still watchable7-average7.5-average n enjoyable8-good8.5-very good9-excellent
Tagline:Credit-grabbing, back-stabbing, wife-nabbing. Just another day at the office.
Storyline:Pasangan suami istri kota Manhattan, Sofia yang bekerja sebagai pengacara dan Tom yang berkarir sebagai koki mengalami masalah setelah kelahiran putra pertama mereka, Oliver. Sofia yang memutuskan menjadi ibu rumah tangga saja harus mendapati kenyataan suaminya dipecat karena berselisih dengan bosnya. Tom terpaksa setuju untuk bersama-sama pulang ke kampung halaman Sofia di Ohio dan bekerja di agensi periklanan atas bantuan mertuanya. Di sana, Tom bertemu Chip, sang direktur lumpuh yang juga mantan kekasih SMU istrinya. Persaingan tidak sehat pun mulai timbul di antara keduanya. Berhasilkah Tom keluar dari kesulitannya?Nice-to-know:Peran pertama Charles Grodin setelah 13 tahun sebagai Bob Kowalski yang dipasangkan dengan Mia Farrow sebagai Amelia Kowalski yang terkenal sebagai aktris film-film horor lawas.Cast:Sebelum ini tampil tanpa tercantum namanya di credit title The Pursuit Of Happyness, Zach Braff sebagai Tom Reilly yang berjuang mempertahankan integritas dirinya di mata keluarganya.Pernah memenangkan gelar Young Hollywood Award tahun 2000, Amanda Peet sebagai Sofia Kowalski yang kesulitan membesarkan bayi lelakinya sendirian selepas mengubur karirnya sebagai pengacara.Karirnya diawali sejak dini dalam serial televisi Little House on the Prairie, Jason Bateman sebagai Chip Sanders yang culas luar biasa.Director:Jesse Peretz menulis dan menyutradarai sekaligus film pertamanya First Love, Last Rites (1997).Comment:Publik di luar Amerika mungkin tidak terlalu mengenal nama Braff dan Bateman selain Peet. Namun disini Braff dan Bateman dipasangkan sebagai dua karakter komedikal yang saling berseberangan. Pada beberapa scene, persaingan kotor mereka bisa jadi mengocok perut tetapi masih terasa tanggung. Bateman yang menyebalkan lebih mirip badut bermake-up buruk sedangkan keluguan/ketololan Braff juga masih terlalu dangkal untuk menarik simpati penonton akan nasib malangnya. Peet sendiri tidak banyak mendapatkan kesempatan yang tepat untuk menebalkan peranannya disini. Rasanya kesalahan awal patut dialamatkan pada penulis cerita yang kesulitan mengembangkan plot yang cerdas dengan humor yang dalam, diperparah lagi dengan sutradaranya yang terlihat masih minim pengalaman dalam mengarahkan karakterisasi tokohnya yang terasa satu arah tanpa saling berbagi chemistry. Fast Track yang beredar di Amrik sana dengan judul The Ex hanya "terlihat" solid di awal film tapi menukik tajam di pertengahan sampai ditutup dengan "gampang" di segala konflik yang sudah terbangun. Sebuah komedi ringan yang hanya pantas mengisi waktu luang anda di rumah selagi tiada aktifitas berarti.Durasi:80 menitU.S. Box Office:$3,091,922 till early July 2007.Overall:6.5 out of 10Movie-meter:Art can’t be below 66-poor6.5-poor but still watchable7-average7.5-average n enjoyable8-good8.5-very good9-excellent
Quotes:Andromeda 'Anna' Fitzgerald-Most babies are accidents. Not me. I was engineered. Born to save my sister's life.
Storyline:Anna menyewa pengacara terkenal, Campbell untuk menuntut orangtuanya akan hak atas tubuhnya sendiri meski ia baru berusia 11 tahun. Pasalnya, orangtuanya akan mengambil sebelah ginjalnya untuk diberikan pada saudari kandungnya yang berusia 15 tahun, Kate yang menderita leukemia hingga menjadi kanker ganas. Dan hal ini bukan pertama kalinya karena sejak lahir “Anna” didesain kedua ayah ibunya sebagai penyokong kesehatan Kate. Bagaimana dilema ibu dan anak tersebut dapat terselesaikan pada akhirnya?Nice-to-know:Elle Fanning dan Dakota Fanning semula mendapatkan peran Anna dan Kate Fitzgerald tetapi dibatalkan karena Dakota menolak mencukur habis kepalanya sesuai tuntutan skenario.Cast:Mendapatkan nominasi Teen Choice Awards 2009 kategori Choice Summer Female Movie Star dalam film ini, Cameron Diaz memerankan Sara Fitzgerald, seorang ibu yang bisa dikatakan tidak bersikap adil pada kedua putrinya.Jangan ragukan Abigail Breslin yang pernah mendapat nominasi Oscar 2007 kategori Aktris Pembantu Terbaik dalam Little Miss Sunshine (2006). Disini ia bermain sebagai karakter utama Anna Fitzgerald yang seakan kejam terhadapi kakaknya sendiri.Aktingnya sebagai Kate Fitzgerald bisa jadi membuka pintu kesempatan bagi Sofia Vassilieva yang belum banyak dikenal ini.Didukung pula oleh Alec Baldwin, Joan Cusack, Jason Patric dan Evan Ellingson sebagai pengacara handal Campbell Alexander, hakim tegas de Salvo, ayah-anak Fitzgerald yaitu Brian dan Jesse.Director:Nick Cassavetes pernah dinominasikan Golden Palm Award dalam Cannes Film Festival melalui She's So Lovely (1997).Comment:Saya membaca novelnya yang sangat tebal dan detail itu sehingga ekspektasi saya cukup tinggi mendengar kisah tersebut akan difilmkan. Apa yang terjadi kemudian bisa ditebak. Banyak sekali sub plot yang luput dari visualisasinya. Kekhawatiran sutradara Cassavetes akan durasi yang terlalu panjang bisa dimaklumi karena penyelaman setiap tokohnya teramat dalam. Namun di filmnya, fokus hanya ada pada ibu dan dua putrinya yang bernasib malang tersebut.Diaz berusaha mempotretkan karakter Sara semaksimal mungkin, tetapi pembawaannya masih terasa kurang matang sebagai wanita dewasa yang menanggung beban berat. Chemistry nya bersama Patric juga tidak pas dan mendapat bagian yang sangat minim. Beruntung ada si mungil Abigail dan Vassilieva yang secara brilian mampu menokohkan kakak beradik tersebut dengan baik, Anna yang manis pintar dewasa bersinergi dengan Kate yang tegar bahagia sendu. Sayang sekali karakter yang dimainkan Baldwin, Cusack, Patric dan Ellingson seakan faktor pelengkap saja, jika mendapatkan porsi yang lebih selayaknya di dalam novel mungkin puzzle rangkaian Jodi Picoult tersebut akan lengkap dan lebih bermakna.Dramatisasi yang dilakukan memang cukup menyentuh di beberapa scene tapi masih kurang maksimal secara keseluruhan. Atas dasar-dasar itulah My Sister’s Keeper hanya akan menjadi drama yang baik (bagi anda yang bukan pembaca novelnya) tetapi tidak luar biasa jika 70% isi novelnya bisa diterjemahkan juga. Dan yang paling mengecewakan saat penulis skrip Jeremy Leven dan Nick Cassavetes mengubah original endingnya demi lebih bersahabat dengan audiens. Andai saja kepiluan seribu makna yang asli itu dapat tersampaikan, mungkin rasa pilu dan shock bisa lebih menggaung di seantero ruangan bioskop.Durasi:95 menitU.S. Box Office:$33,860,010 till early Dec 2009.Overall:7 out of 10Movie-meter:Art can’t be below 66-poor6.5-poor but still watchable7-average7.5-average n enjoyable8-good8.5-very good9-excellent
Quotes:Cobb-Dreams feel real while we're in them. It's only when we wake up that we realize something was actually strange.
Storyline:Dom Cobb bukan sekadar pencuri ulung, tetapi ia adalah pencuri mimpi seseorang yang menjadi targetnya. Sebuah rahasia dari alam bawah sadar yang bisa jadi kunci dari semua peristiwa di muka bumi. Kemampuan itu membuat Dom menjadi buronan internasional juga yang sempat berakibat kehilangan istri tercintanya, Mal. Kini Dom disewa Saito untuk menuntaskan misi terakhirnya yaitu masuk ke dalam mimpi Robert Fischer, Jr yang baru saja mewarisi perusahaan minyak dari ayahnya yang sekarat. Tentunya Dom tidak sendiri karena dibantu asistennya yang jenius, Arthur dan arsitek muda, Ariadne. Saito sendiri memasukkan nama Earnes dan Yusuf untuk memperlancar aksinya. Mereka merencanakan semua dengan penuh perhitungan tanpa mempertimbangkan musuh tak terduga yang mungkin saja menghadang dalam mimpi-mimpi tersebut.Nice-to-know:Ide membuat film ini muncul di kepala Christopher Nolan setelah menyelesaikan Insomnia (2002) dan dijanjikan kepada studio untuk selesai dalam beberapa bulan. Nyatanya butuh delapan tahun untuk kelar dimana proses produksi Inception sendiri sangatlah dirahasiakan.Cast:Sempat mendukung 5 episode serial televisi ternama awal 1990an "Santa Barbara", Leonardo DiCaprio berperan sebagai Dom Cobb.Ken Watanabe sempat dinomasikan Aktor Pendukung Terbaik Oscar 2004 lewat The Last Samurai (2003) dan disini bermain sebagai klien terakhir Cobb, Saito.Keduanya dinominasikan Aktris Terbaik dalam Oscar 2008 yaitu Marion Cotillard sebagai Mal yang akhirnya menang dan Ellen Page sebagai Ariadne.Joseph Gordon-Levitt sebagai ArthurTom Hardy sebagai EamesDileep Rao sebagai YusufCillian Murphy sebagai Robert Fischer, Jr.Tom Berenger sebagai BrowningPete Postlethwaite sebagai Maurice FischerMichael Caine sebagai MilesDirector:Berbagi dengan saudaranya Jonathan Nolan saat mendapatkan nominasi Oscar 2002 kategori Penulisan Skrip Terbaik dalam Memento (2000), pria kelahiran Inggris bernama Christopher Nolan ini menggarap film ke-9nya selama 12 tahun berkarya.Comment:Beberapa referensi film yang mengangkat mimpi atau dunia bawah sadar terdahulu mungkin saja pernah hadir dalam ingatan tetapi berapa banyak yang mampu memuaskan anda secara total? Berpendapat sama dengan yang satu ini? Nanti dulu! Saksikan dulu baru berkomentar dan lebih baik anda singkirkan semua review yang membahas film ini karena semakin sedikit anda mengetahui plotnya akan lebih tercengang dibuatnya. Jangan juga berkerut melihat durasinya yang panjang, lakukan seperti yang saya lakukan, melepas jam tangan saat menontonnya dan fokuslah terus pada layar!Jika mau dirunut semua subplotnya dan mencari penjelasan yang masuk akal rasanya akan sulit. Namun saya rasa hal tersebut tidak akan berpengaruh banyak. Sebab semakin dalam masuk dalam eksplorasi cerita, anda akan menemukan hal-hal yang jauh lebih menarik. Spesial efek yang digunakan juga sangat efektif dan simpel, kontras dengan kompleksitas skripnya. Adegan bertarungnya sedikit mengingatkan pada trilogi Matrix yang melawan gaya gravitasi. Belum lagi penggambaran arsitektur kota-kota yang teramat unik dalam dunia mimpi. Bonus lagi, gubahan komposer Hans Zimmer menyatu dengan pas di setiap scene nya hingga terkadang membuat anda merinding.Dari jajaran cast, DiCaprio sekali lagi menunjukkan performa terbaiknya sebagai aktor terbaik yang dimiliki Hollywood saat ini. Bukan hanya ia pribadi yang menunggu Piala Oscar tetapi seluruh penikmat film dunia rasanya setuju jika suatu saat gelar tersebut sampai di tangannya. Dan kabar baiknya, disini Leo tidak perlu berjuang sendirian mengangkat film seperti yang biasa dilakukannya. Page dan Gordon-Levitt yang notabene masih muda dan Hardy yang miskin pengalaman tampil memuaskan sebagai supporting cast. Publik Jepang juga nampaknya perlu berbangga akan sosok Watanabe yang kharismatik. Kesemua aktor-aktris yang mendukung film ini tampil brilian dan mengusung efek magis yang ingin disampaikan sutradara Nolan. Mengenai pria yang genap berusia 40 tahun ini sanggup menjawab tantangan paska kesuksesan kualitas dan komersil The Dark Knight (2008) dengan menghadirkan film kelas A.Inception merupakan sci-fi action thriller kontemporer dengan berbagai twists dan turns yang akan membuat anda terus bertanya-tanya sepanjang film tetapi tetap tergugah mengikutinya sambil menikmati suguhan sinematografi yang luar biasa. Selayaknya absurditas mimpi, kesimpulan akhir film juga tergantung pandangan anda sendiri dan bisa jadi bahan diskusi yang mengasyikkan dengan rekan-rekan audiens yang lain. Satu yang pasti, film ini akan menjadi salah satu cult movie terbaik dunia perfilman era tahun 2000 ke atas.Durasi:140 menitU.S. Box Office:$21,645,000 in opening week mid July 2010.Overall:8.5 out of 10Movie-meter:Art can’t be below 66-poor6.5-poor but still watchable7-average7.5-average n enjoyable8-good8.5-very good9-excellent
Tagline:This is War. This is Brooklyn.
Storyline:Berkisah tentang tiga petugas polisi New York dengan latar belakang yang berbeda-beda. Sal yang menangani narkoba kesulitan menutupi biaya hidup keluarganya termasuk kehamilan anak kembar istrinya dan kedua putrinya yang beranjak remaja. Lalu Eddie yang bertugas patroli jalanan hanya memiliki sisa 7 hari sebelum masa pensiunnya tiba dan ia harus mencari makna dari tugas sehari-hari yang sudah ia lakukan selama bertahun-tahun. Kemudian Tango yang sebetulnya preman tetapi diangkat sebagai detektif demi menyelidiki mafia kulit hitam termasuk salah satu sahabatnya Caz yang juga menjadi targetnya. Ketiganya mengalami pergulatan masing-masing untuk tetap di jalurnya atau keluar dari itu.Nice-to-know:Film pertama Wesley Snipes yang diedarkan di bioskop Amerika setelah terakhir Blade : Trinity (2004).Cast:Richard Gere pertama kali muncul lewat serial televisi, Chelsea D.H.O. (1973). Disini ia berperan sebagai polisi patroli paruh baya, Eddie.Pernah dinominasikan Aktor Terbaik Oscar 2005 dalam Hotel Rwanda (2004), Don Cheadle bermain sebagai detektif "dua sisi" Tango.Ethan Hawke mengawali akting via Explorers dan kali ini kebagian peran polisi pemberantas narkotik Sal yang berjuang demi keluarganya juga.Wesley Snipes sebagai CazVincent D'Onofrio sebagai CarloBrian F. O'Byrne sebagai Ronny RosarioWill Patton sebagai Lt. Bill HobartsLili Taylor sebagai AngelaEllen Barkin sebagai Agent SmithDirector:Film layar lebar pertama Antoine Fuqua yaitu mengarahkan debut Hollywood superstar Hongkong, Chow Yun Fat dalam The Replacement Killers (1998).Comment:Bagi yang pernah menyaksikan karya Fuqua sebelumnya mungkin sudah familiar dengan gaya sutradara kulit hitam yang satu ini. Biasanya ia menampilkan suasana kelam yang berawal dari tragedi serta memberikan tekanan penuh pada setiap karakternya. Dan itu diulanginya lagi disini. Sal yang harus berdiri antara keluarga atau karirnya, dipotretkan dengan sangat baik oleh Hawke yang belakangan namanya seperti ditelan bumi. Tango yang harus memilih bekerjasama dengan kepolisian atau memihak sahabatnya sendiri, dijiwai dengan emosi yang tepat oleh si aktor watak Cheadle. Eddie yang lurus hidupnya harus mempertaruhkan nyawanya sendiri untuk tugas yang sebetulnya tidak diwajibkannya, diekspresikan dengan pas oleh Gere yang sudah semakin berumur tetapi tetap kharismatik.Plotnya bisa dikatakan klisenya film polisi ditambah dengan unsur rasialis yang nampaknya masih kental di New York, pernah disyut dengan brilian dalam Crash (2004). Namun yang membedakan adalah eksekusi Fuqua terhadap jajaran castnya cukup memukau disamping kemampuan di atas rata-rata aktor-aktrisnya tersebut. Durasinya yang panjang penuh dengan dialog-dialog tajam sinis yang sarat kata "fuck", jika saya membawa counter tentunya bisa memberikan data yang valid! Beberapa tembakan tak terduga mungkin akan mengejutkan anda disertai dengan kucuran darah tentunya. Harus diakui sedikit membosankan di awal tetapi berhasil mencapai klimaks yang mengejutkan di akhir. Brooklyn's Finest cukup bagus tetapi tidak cukup bagus untuk dikenang oleh audiensnya.Durasi:115 menitU.S. Box Office:$27,154,426 till mid May 2010.Overall:7 out of 10Movie-meter:Art can’t be below 66-poor6.5-poor but still watchable7-average7.5-average n enjoyable8-good8.5-very good9-excellent
Tagline:
Cinta, Persahabatan dan Perselingkuhan.
Storyline:
Seringkali bersitegang dengan pacarnya Reno karena berbeda prinsip, Luna mulai menimbang-nimbang untuk mereview hubungannya itu. Terlebih ia melihat rumah tangga kakaknya Marlene yang tidak bahagia bersama Aryo. Saat curhat dengan sahabatnya Via, timbul ide gila di antara keduanya yaitu saling menghapus account Facebook satu sama lain dan menambahkan pacar masing-masing. Kemudian Via terlihat bermain api dengan Reno, sebaliknya Luna dan Hedi bertukar pikiran satu sama lain. Di lain kesempatan, kakak Reno, Doni yang seorang gay tertarik dengan rekan kantornya, Erick sembari berkenalan dengan seseorang yang menggunakan nama “Monyet Guy” pada Facebooknya. Bagaimana akhir kemelut dari persilangan antar karakter yang dimulai dari situs ternama universal tersebut?
Nice to know:
Diproduksi oleh Digital Film Maker bekerjasama dengan Sisterbros Nationtainment.Cast:Baru saja bermain sebagai hantu dalam Sehidup Semati (2010), Fanny Fabriana kembali berperan sebagai Luna, wanita cantik sukses mandiri nan perfeksionis.Terakhir cukup mencuri perhatian dalam Romeo Juliet (2009), Edo Borne kali ini bermain sebagai Reno, kekasih spontan yang punya pemikiran slebor.Kimmy Jayanti sebagai ViaFikri Ramdhan sebagai HediRestu Sinaga sebagai AryoImelda Therinne sebagai MarleneAgastya Kandou sebagai DoniYama Carlos sebagai ErickDirector:Debut penyutradaraannya dalam Claudia/Jasmine (2008) cukup memuaskan. Kini Awi Suryadi berkolaborasi dengan Alberthine Endah dalam menulis skripnya.Comment:Facebook sebuah situs jejaring sosial yang sudah bertahan lebih dari 2 tahun di Indonesia. Keuntungannya sangat banyak yang sebagian besar dari anda sudah tahu semua. Kekurangannya terkadang menghiasi halaman surat kabar yang menjurus aksi kejahatan. Tidak heran. Semua teknologi ada plus minusnya. Inilah yang ingin diangkat oleh Awi dalam film terbarunya yang konon dipersiapkan dengan serius.Plotnya mengenai dua wanita yang saling bersahabat tetapi karakternya bertolak belakang. Luna yang introvert mendambakan hidup yang stabil dengan sosok pacar yang well-organized di sisinya. Sebaliknya Via yang ekstrovert memimpikan hidup yang dinamis dengan sosok kekasih yang spontan di sampingnya. Keduanya diperankan dengan baik oleh Fanny yang kebetulan berkulit terang dan Kimmy yang berkulit gelap. Kontras sekali! Lho?! Lantas bagaimana dengan aktornya? Edo cukup dominant sebagai pria tidak dewasa yang egois dan belum tahu apa yang sesungguhnya dimauinya dalam hidup. Emosinya tertangkap dengan jelas dan intonasinya menggambarkan segala kecamuk perasaannya. Sayangnya Fikri tidak banyak mendapatkan kesempatan untuk eksplorasi dan karakternya cenderung ditinggalkan begitu saja.Sekarang kita kembali lagi pada kinerja Awi. Permainan kameranya bolehlah diacungi jempol dengan sudut-sudut pengambilan gambar yang tidak biasa, termasuk sooming layar Blackberry nyaris di setiap kesempatan. Jangan lupa bawa kacamata anda untuk membacanya dengan jelas, atau anda ketinggalan dialog-dialog tidak bersuara tersebut. Segala konflik yang sebetulnya dibangun dengan cukup baik sekali lagi mencapai klimaksnya sebelum film berakhir. Selepas itu film kembali mengambang dan akhirnya terselesaikan dengan luka terbuka. Apakah menutup luka tersebut cukup untuk menyembuhkan tanpa harus diobati? Anda tahu jawabannya!Durasi:95 menitOverall:7 out of 10Movie-meter:6-sampah!6.5-jelek ah7-rada parah7.5-standar aja8-lumayan nih8.5-bagus kok9-luar biasa
Storyline:Randy dan Alexa yang akan menikah setelah berpacaran selama 3 tahun mengajak ketiga teman mereka yaitu Billy, Kinar dan Rosa untuk berlibur ke pantai selatan di kawasan Jawa Barat. Kelimanya tanpa ragu-ragu segera melepas pakaian satu persatu dan melakukan sesi foto bareng selama berjam-jam hingga senja tiba. Acara api unggun dimulai Billy dengan cerita seram hingga Kinar menutupnya dengan permainan pertanyaan atau tantangan yang sempat menyudutkan Randy. Kelimanya sepakat melanjutkan perjalanan ke hotel yang sudah dibooking tetapi malang mobil mereka mogok di tengah jalan. Malam semakin mencekam sampai Alexa menemukan sebuah pondok yang berisikan sesosok mayat pria. Tanpa mereka sadari ada sesosok berjubah hitam bertopeng misterius mengintai dari kejauhan..Nice to know:Diproduksi oleh BeSINema dan diproduseri oleh Eko Kristianto.Cast:Masayu Anastasia sebagai AlexaLolita Putri sebagai KinarAdelia Rasya sebagai RosaHardy Hartono sebagai RandyGabriel Tabalujan sebagai BillyGeorge Timothy sebagai adik AlexaDirector:Ditulis dan disutradarai oleh Awi Suryadi yang pernah menangani horor remaja, Sumpah Pocong Di Sekolah (2008).Comment:Entah apa yang menjadi target Awi dalam membuat film ini. Proses syuting yang singkat, casting yang nekad, plot cerita sulapan, produksinya pun balapan. Dan kesemuanya itu hanya menghasilkan film yang tidak maksimal sama sekali. Aktor-aktrisnya di luar nama Masayu tampil amatir terutama Hardy. Sorry, anda tidak hanya menjual tubuh disini tetapi akting. Jika memang belum banyak jam terbang, setidaknya buatlah itu terlihat meyakinkan. Lolita dan Adelia hanya menjual kesintalan tubuh berbalut bikini. Lain halnya dengan Gabriel yang menjual lidahnya yang seringkali terjulur ke luar di sebagian besar scene. Haiz. Melihat tingkah laku mereka semua, sayapun bersin-bersin.Plot ceritanya sudah berulang-ulang kali diangkat film lokal sejenis. Andai ada 5 film bergenre thriller slasher maka 90% ceritanya sama persis. Jadi saya tidak akan membahasnya lagi. Cukup membicarakan beberapa ketololan fakta yang sering terjadi yang akan anda temukan juga disini yaitu pelaku akan menggiring korbannya ke dalam jebakan, segerombolan orang yang dalam sekejap tercerai-berai entah karena berbagai alasan hingga mudah dihabisi satu persatu, si pelaku pun menang pada akhirnya. Semua penonton sudah tahu tipikal film sejenis, yang bisa disiasati hanyalah twist yang masuk akal dan proses pengungkapannya itu. Dan Pengantin Topeng ini gagal melakukan delivery tersebut. Twistnya yang seharusnya menjadi suspensi yang mengejutkan dibabarkan begitu saja dan itupun tidak langsung menutup layar dengan klimaks. Masih ada penjelasan motif sang pelaku mulai dari masa lalu hingga masa kini secara panjang lebar. Apakah itu penting jika konstruksi cerita saja sudah tidak mendukung? Ah sudahlah, anggap saja Awi berusaha membuatnya masuk akal dan saya membelanya untuk eksperimen tersebut. Tidak ada yang salah bukan? Lagipula ia sudah cukup maksimal memberikan make-up yang baik pada korban-korban pembantaian!Durasi:80 menitOverall:6 out of 10Movie-meter:6-sampah!6.5-jelek ah7-rada parah7.5-standar aja8-lumayan nih8.5-bagus kok9-luar biasa