XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label nick cassavetes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nick cassavetes. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Juli 2010

MY SISTER'S KEEPER : Ibuku Sayang Kakakku Malang

Quotes:
Andromeda 'Anna' Fitzgerald-Most babies are accidents. Not me. I was engineered. Born to save my sister's life.

Storyline:
Anna menyewa pengacara terkenal, Campbell untuk menuntut orangtuanya akan hak atas tubuhnya sendiri meski ia baru berusia 11 tahun. Pasalnya, orangtuanya akan mengambil sebelah ginjalnya untuk diberikan pada saudari kandungnya yang berusia 15 tahun, Kate yang menderita leukemia hingga menjadi kanker ganas. Dan hal ini bukan pertama kalinya karena sejak lahir “Anna” didesain kedua ayah ibunya sebagai penyokong kesehatan Kate. Bagaimana dilema ibu dan anak tersebut dapat terselesaikan pada akhirnya?

Nice-to-know:
Elle Fanning dan Dakota Fanning semula mendapatkan peran Anna dan Kate Fitzgerald tetapi dibatalkan karena Dakota menolak mencukur habis kepalanya sesuai tuntutan skenario.

Cast:
Mendapatkan nominasi Teen Choice Awards 2009 kategori Choice Summer Female Movie Star dalam film ini, Cameron Diaz memerankan Sara Fitzgerald, seorang ibu yang bisa dikatakan tidak bersikap adil pada kedua putrinya.
Jangan ragukan Abigail Breslin yang pernah mendapat nominasi Oscar 2007 kategori Aktris Pembantu Terbaik dalam Little Miss Sunshine (2006). Disini ia bermain sebagai karakter utama Anna Fitzgerald yang seakan kejam terhadapi kakaknya sendiri.
Aktingnya sebagai Kate Fitzgerald bisa jadi membuka pintu kesempatan bagi Sofia Vassilieva yang belum banyak dikenal ini.
Didukung pula oleh Alec Baldwin, Joan Cusack, Jason Patric dan Evan Ellingson sebagai pengacara handal Campbell Alexander, hakim tegas de Salvo, ayah-anak Fitzgerald yaitu Brian dan Jesse.

Director:
Nick Cassavetes pernah dinominasikan Golden Palm Award dalam Cannes Film Festival melalui She's So Lovely (1997).

Comment:
Saya membaca novelnya yang sangat tebal dan detail itu sehingga ekspektasi saya cukup tinggi mendengar kisah tersebut akan difilmkan. Apa yang terjadi kemudian bisa ditebak. Banyak sekali sub plot yang luput dari visualisasinya. Kekhawatiran sutradara Cassavetes akan durasi yang terlalu panjang bisa dimaklumi karena penyelaman setiap tokohnya teramat dalam. Namun di filmnya, fokus hanya ada pada ibu dan dua putrinya yang bernasib malang tersebut.
Diaz berusaha mempotretkan karakter Sara semaksimal mungkin, tetapi pembawaannya masih terasa kurang matang sebagai wanita dewasa yang menanggung beban berat. Chemistry nya bersama Patric juga tidak pas dan mendapat bagian yang sangat minim. Beruntung ada si mungil Abigail dan Vassilieva yang secara brilian mampu menokohkan kakak beradik tersebut dengan baik, Anna yang manis pintar dewasa bersinergi dengan Kate yang tegar bahagia sendu. Sayang sekali karakter yang dimainkan Baldwin, Cusack, Patric dan Ellingson seakan faktor pelengkap saja, jika mendapatkan porsi yang lebih selayaknya di dalam novel mungkin puzzle rangkaian Jodi Picoult tersebut akan lengkap dan lebih bermakna.
Dramatisasi yang dilakukan memang cukup menyentuh di beberapa scene tapi masih kurang maksimal secara keseluruhan. Atas dasar-dasar itulah My Sister’s Keeper hanya akan menjadi drama yang baik (bagi anda yang bukan pembaca novelnya) tetapi tidak luar biasa jika 70% isi novelnya bisa diterjemahkan juga. Dan yang paling mengecewakan saat penulis skrip Jeremy Leven dan Nick Cassavetes mengubah original endingnya demi lebih bersahabat dengan audiens. Andai saja kepiluan seribu makna yang asli itu dapat tersampaikan, mungkin rasa pilu dan shock bisa lebih menggaung di seantero ruangan bioskop.

Durasi:
95 menit

U.S. Box Office:
$33,860,010 till early Dec 2009.

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Senin, 28 Juni 2010

ALPHA DOG : Jeratan Muda-Mudi Narkoba dan Seks Bebas

Quotes:
Angela Holden-So you're like... ransom.
Julie Beckley-That's hot.
Zack Mazursky-It's ok. Its like another story to tell my grandchildren
Julie Beckley-Stolen boy.

Storyline:
Penyaluran narkoba di San Gabriel Valley, California di akhir tahun 1990an dimana Johnny menjadi orang termuda dalam daftar orang yang paling dicari FBI. Di usia 20, Johnny Truelove adalah pemuda yang rumahnya menjadi tempat populer buat teman-temannya untuk memakai narkoba dan melakukan seks. Tetapi semua hal baik berakhir ketika salah satu penyalur Johnny, Jake Mazursky berhutang padanya sebesar $1,200. Saudara tiri Jack yang berusia 15 tahun, Zack diculik dan disandera untuk mendapatkan uang itu kembali.

Nice-to-know:
Terpilih sebagai film penutup Festival Film Sundance 2006.

Cast:
Johnny Truelove muda diperankan oleh Emile Hirsch yang sudah bermain di puluhan serial televisi sejak usia 11 tahun.
Sang ayah Sonny Truelove dimainkan oleh aktor senior, Bruce Willis.
Ketiga sahabat utama Johnny yaitu Tiko, Elvis dan Frankie masing-masing dihidupkan oleh Fernando Vargas, Shawn Hatosy dan Justin Timberlake.
Kakak beradik Mazursky dilakoni oleh Ben Foster dan Anton Yelchin.

Director:
Nick Cassavetes yang kelahiran New York terakhir membesut Gosling dan McAdams dalam The Notebook (2004).

Comment:
Epilog film diceritakan dengan gaya yang sangat mengganggu dimana audiens diperkenalkan oleh sekumpulan anak muda kulit putih yang berdialog dengan gaya musik rap kulit hitam ditambah dengan gaya urakan satu sama lain. Namun semakin bercerita, rasanya kita akan mulai terbiasa akan semua itu kalau tidak mau dibilang bersimpati pada karakter-karakternya yang terasa nyata di kehidupan sehari-hari tersebut. Dari semuanya, Timberlake di luar dugaan menampilkan akting paling cemerlang sehingga sesaat sesaat kita lupa ketenarannya sebagai vokalis R&B papan atas masa kini. Tokoh Frankie yang dibawakannya mendominasi screen dari setiap scene yang ditawarkannya dengan kharisma tersendiri. Yelchin juga terbilang sukses mewakili karakter anak manis yang terjebak dalam lingkungan keluarga yang tidak membuatnya nyaman. Selebihnya tidak terlalu menonjol kalau tidak mau dikatakan terlalu satu dimensi. Sayangnya sutradara Cassavetes nyatanya berusaha terlalu banyak dalam mengangkat kisah yang diinspirasi dari kejadian nyata ini sehingga penonton akan bingung sekaligus tidak nyaman sepanjang durasinya yang cukup panjang itu apalagi dijejali dengan ratusan kata-kata kasar nyaris di setiap dialognya. Alpha Dog memiliki potensi yang baik dengan mood depresi yang diusungnya, great film but not comfortable watching it.

Durasi:
110 menit

U.S. Box Office:
$15,229,325 till mid Feb 2007.

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent