XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Sabtu, 02 Mei 2009

JAMILA DAN SANG PRESIDEN : Tragedi Hukuman Mati Wanita Terperdaya

Cerita:
Akibat pengakuan pembunuhan seorang menteri bernama Nordin, Jamila dipenjarakan dan tinggal menunggu hukuman mati. Semua rencana pembelaan dan pengampunan menjadi mentah karena kekerasan hati Jamila yang merasa sejak kecil teraniaya dan menjalani kehidupan yang samasekali tidak adil baginya. Hal ini menjadi perhatian sipir perempuan, Ibu Ria dan seorang petugas LP pusat, Surya. Di lain hal kepala golongan fanatik terus menerus menghasut massa agar tidak ragu menjatuhi hukuman mati kepada Jamila yang dianggap pelacur dan pembunuh di luar karyanya sebagai seorang aktivis yang membela kaum anak dan perempuan. Bagaimana perjalanan Jamila menanti ajalnya? Adakah keajaiban yang sanggup menyelamatkannya?

Gambar:
Suasana penjara yang kumuh nan berantakan mendominasi film ini. Semua scene ditampilkan secara real sesuai fungsinya masing-masing.

Act:
Atiqah Hasiholan merupakan salah satu dari sedikit aktris berbakat Indonesia yang sayangnya jarang mendapat sorotan. Totalitas akting ditunjukan lewat karakter Jamila yang tidak mau lagi hidup karena pahitnya hidup yang dijalani sedari kecil.
Menarik menyaksikan legenda perfilman nasional Christine Hakim berakting kembali sebagai sipir tegas berwibawa, Ibu Ria.
Didukung pula oleh Eva Celia sebagai Jamila remaja, Surya Saputra, Dwi Sasono, Fauzi Baadila, Marcellino Lefrandt dan Adji Pangestu.

Sutradara:
Ratna Sarumpaet yang juga bertindak sebagai penulis naskah mencoba membabarkan perjuangan seorang wanita yang tidak bisa memilih takdir hidupnya dari berbagai sudut pandang. Usahanya bisa dibilang berhasil, terima kasih kepada cast yang cemerlang. Gaya penyutradaraannya tergolong detail dari berbagai sisi.

Komentar:
Jamila dan Sang Presiden bisa menjadi alternatif tontonan berkualitas di tengah keseragaman perfilman nasional yang sangat menjemukan belakangan ini. Film bernafaskan feminisme ini kuat di penokohan, gaya bercerita, setting yang detail dan eksekusi cerita yang sangat rapi. Kekurangannya mungkin dari beberapa scene inti yang harusnya menyentuh pada sudut yang terdalam tapi hanya sampai pada sisi luar saja dan itu paling terasa di bagian ending. Juga unsur agama yang penempelannya pada cerita terkesan dipaksakan. Yah overall tetap sebuah karya yang wajib mendapat pengakuan.

Durasi:
100 menit

Overall:
8 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Senin, 27 April 2009

ANAK SETAN : Tanda Lahir Gadis Pembawa Petaka?

Cerita:
Ditunjuk menjadi kepala Rumah Sakit Jiwa Cempaka membuat Gabriel harus mengemban tugas sulit karena kepala RS sebelumnya, Pak Sanusi tewas bunuh diri tanpa sebab dan meninggalkan beberapa urusan yang terbengkalai. Dibantu beberapa orang staf nya, Gabriel mulai membereskan rumah sakit tersebut hingga akhirnya menemukan seorang remaja perempuan terpasung di sebuah kamar rahasia yang bernama Stella. Dibantu mantan kekasih Gabriel, Panji mereka bertekad mengembalikan Stella ke dunia yang seharusnya dengan bersekolah dan mendapat perhatian dari orang-orang terdekatnya. Sayang yang mereka berdua tidak ketahui, Stella memiliki tanda lahir misterius yang mungkin membuka tabir rahasia besar tentang siapa gadis itu sesungguhnya.

Gambar:
Scene rumah sakit agak terlihat artificial dengan lighting yang buruk. Setting pun sepertinya tertata dengan sengaja.

Act:
Jill Gladys yang pernah mendukung Setannya Kok Beneran? kali ini mendapat peran utama sebagai kepala RS Jiwa, Gabriel yang berusaha pulih dari masa lalunya yang kelam dengan mencoba hidup mandiri tanpa kehadiran siapapun.
Ringgo Agus Rahman memerankan karakter yang tidak biasanya yaitu Panji, mantan kekasih Gabriel yang juga seorang pembimbing sekolah.
Indri Satiya sepertinya terlalu dipaksakan menjadi remaja SMP yang misterius, Stella. Penjiwaannya banyak dibantu dengan make up dan kostum yang agak berlebihan.

Sutradara:
Allo Geafarry yang didukung sepenuhnya oleh Monty Tiwa dalam debut layar lebarnya ini masih terlihat lemah dalam beberapa aspek. Turun naik cerita yang disajikan mungkin akan mengganggu penonton disamping miscasting yang sangat terasa.

Komentar:
Saya akan lebih menghargai film ini jika memiliki originalitas sendiri daripada mencampur baur beberapa konsep film ternama. Paling terasa dari pertengahan sampai akhir itu dari thriller lawas Hollywood, Carrie yang sudah beberapa kali diremake. Sisanya dari awal sampai pertengahan sangat tidak jelas plot cerita mau dibawa kemana. Korelasi antar tokoh dengan situasi yang melingkupinya terasa sangat dipaksakan. Tidak heran jika film ini tidak pede karena mengalami pemunduran jadwal edar berkali-kali.

Durasi:
95 menit

Overall:
6 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Sabtu, 25 April 2009

FOUR CHRISTMASES : Pasangan Phobia Pernikahan Bernatal Empat Rumah

Quotes:
Connor-Do you know who I am?
Brad-What?
Connor-Google me bitch! I might be famous one day.

Storyline:
3 tahun berpacaran yang diawali dengan pertemuan di sebuah klub, Brad dan Kate selalu berusaha menghindari menghabiskan Natal dengan keluarga mereka dengan berlibur ke pulau eksotis. Sayangnya kali ini mereka gagal karena semua penerbangan dibatalkan akibat cuaca buruk dan sialnya reporter televisi turut mewawancarai mereka sehingga keluarga mereka tahu dimana mereka berada. Tak dapat dihindari, Brad dan Kate harus mengunjungi ayah-ibu mereka yang sudah bercerai satu persatu! Mimpi buruk pun dimulai karena empat keluarga tersebut masing-masing menawarkan nuansa yang akan tidak menyenangkan sekaligus menguji hubungan cinta Brad dan Kate.

Nice-to-know:
Pada adegan di meja makan, Reese Witherspoon sempat terhantam piring keramik yang membuatnya mendapat 5 jahitan dan menunda syuting selama 3 hari.

Cast:
Bukan kebetulan jika kemunculan Vince Vaughn terakhir juga dalam film bertemakan Natal yaitu Fred Claus (2007). Kali ini ia bermain sebagai Brad, pria lajang yang takut pada pernikahan sehingga selalu menghindari komitmen.
Penampilan terakhirnya dalam Rendition (2007) tidak terlalu disambut hangat tetapi Reese Witherspoon tetaplah aktris yang diakui eksistensinya. Berperan sebagai Kate, wanita sukses yang trauma dengan anak-anak walau akhirnya dilema dengan keputusannya.
Empat karakter pemeran orangtua Brad dan Kate pernah memenangkan Oscar yaitu Robert Duvall, Sissy Spacek, Jon Voight dan Mary Steenburgen.

Director:
Nama Seth Gordon memang belum banyak dikenal publik. Penyutradaraannya dimulai lewat Squirt (2002).

Comment:
Pemasangan Vaughn dan Witherspoon sebagai pasangan dalam film komedi bisa dibilang tepat karena dua-duanya sudah memiliki kharisma masing-masing untuk membangun nuansa humor. Chemistry keduanya disini terbilang aneh tetapi menarik untuk disaksikan. Beberapa situasi tak menyenangkan yang tidak terduga yang dialami pasangan menjadi jualan utamanya yang mungkin saja dialami kita dalam kehidupan sehari-hari mulai dari pertemuan dengan calon mertua, calon ipar, calon keponakan yang sangat lekat dengan kata "MASALAH". Bagaimana perjuangan untuk tetap bersama di atas semua perbedaan yang sebenarnya terbentang lebar di antara mereka itulah yang patut disaksikan disini. Selain itu kualitas Oscar seorang Duvall, Spacek, Steenburgen dan Voight menjadi nilai plus dengan kematangan akting sebagai orangtua bermasalah. Beberapa karakter pendukung memang hanya sekadar "lucu" tapi tetap merupakan bagian penting disini. Jam terbang rendah sang sutradara rasanya tidak terlalu berpengaruh juga. Four Christmases mungkin tidak terlalu bersemangatkan Natal tetapi film liburan yang menghibur sekaligus potret yang tepat bagi paradigma kaum muda-mudi jaman sekarang yang seringkali menghindari keluarga dan pernikahan.

Durasi:
85 menit

U.S. Box Office:
$120,146,040 till Feb 2009

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 24 April 2009

FAST AND FURIOUS : Aroma Balas Dendam Ajang Balapan

Quotes:
Campos-So, you know each other?
Dominic Toretto-He used to date my sister.
Campos-You're a lucky man.
Brian O'Conner-How's that?
Campos-You're still breathing!
----------
Dominic Toretto-It starts with the eyes. She's gotta have those kind of eyes that can look right through the bullshit, to the good in someone. 20% angel, 80% devil. Down to earth. Ain't afraid to get a little engine grease under her fingernails.
Gisele Harabo-That doesn't sound anything like me.
Dominic Toretto-It ain't.

Cerita:
Lari dari semua masalahnya, Dom Toretto malah kehilangan wanita terkasihnya Letty. Kembali ke Los Angeles untuk berjumpa kembali dengan adiknya Mia, Dom berniat mencari informasi penyebab tewasnya kekasihnya dan membawanya bereuni dengan agen FBI Brian O'Conner. Petunjuk demi petunjuk mengarahkan Dom dan Brian menjadi pengemudi balapan liar Braga yang disinyalir terlibat perdagangan narkoba internasional. Keluar sebagai dua peringkat teratas, Dom dan Brian mendapat tugas khusus langsung dari Campos, orang kepercayaan Braga. Bagaimana kedua pria itu menuntaskan misi masing-masing dimana pada akhirnya semua ditentukan di gurun Meksiko?

Gambar:
Scene cepat memacu adrenalin di berbagai lokasi mulai dari Republik Dominika, Los Angeles sampai Meksiko!

Act:
Berperan kecil dalam film besar pertamanya Saving Private Ryan (2008), Vin Diesel kali ini meneruskan peran yang sama sebagai buronan Dominic Toretto yang keras dan jago balap.
Mulai dikenal sepuluh tahun lalu dalam 2 film remaja Varsity Blues dan She's All That, karir Paul Walker memang tidak buruk tapi tidak juga cemerlang. Disini ia melanjutkan kharismanya sebagai agen polisi/FBI yang tangguh Brian O'Conner.
Muncul singkat pada awal sekuel keempat ini, dua aktris cantik Michelle Rodriguez sebagai kekasih Dom, Letty dan Jordana Brewster sebagai adik Dom, Mia.
Sebelumnya tampil dalam Pride & Glory (2008), John Ortiz kebagian peran antagonis, Campos dalam FF 2009 ini.

Sutradara:
Pria kelahiran Taipei 1973, Justin Lin juga menggarap sekuel ketiga film ini yakni Tokyo Drift (2006) yang bergaya Jepang. Meski tidak terlalu menggembirakan, hasil film tersebut cukup disukai publik. Hasilnya, ia dipercaya menggarap Fast And Furious dengan lebih dahsyat, tentunya dengan kucuran dana yang lebih besar pula. Well done!

Komentar:
Jilid empat untuk sebuah film rasanya terlalu banyak. Terbukti Fast And Furious seperti kehilangan jati diri dalam bercerita, seakan pengulangan film pertamanya ditambah beberapa konflik yang sialnya mudah sekali ditebak. Terlepas dari itu semua, memang kembalinya empat cast utama menjadi daya tarik film ini. Adegan aksinya memang menjanjikan, penuh tantangan. Namun elemen-elemen awal yang membuat The Fast And The Furious disukai yaitu trademark mobil balap mewah sesuai karakter pengendara, balap jalanan, teknik balap tidak terlihat lagi disini. Seakan Fast And Furious hanyalah sebuah film aksi belaka.

Durasi:
105 menit

U.S. Box Office:
$136,205,795 till mid April 2009

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

ROMEO JULIET : Asmara dan Seteru Pendukung Klub Sepakbola

Cerita:
Selepas menjadi suporter Persija (Angel Jak) dalam pertandingan skala nasional melawan Persib, Rangga justru jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap Desi yang justru suporter lawan (Lady Vikers). Pertemuan kedua secara tidak sengaja mendekatkan mereka berdua. Benih-benih cinta pun tumbuh diantara kedua insane berbeda jenis berlainan kota tersebut. Sayang tekanan orang-orang di sekitar mereka terutama pendukung dua klub sepakbola terbesar tidak sependapat dengan hubungan tersebut. Berhasilkah Rangga-Desi menggenggam kebahagiaan cinta pada akhirnya?

Gambar:
Agak bergaya semi dokumenter terutama saat peliputan pertandingan sepakbola dengan atribut suporternya masing-masing.

Act:
Sissy Priscillia sebagai Desi tampak masih belum lepas dari peran-peran terdahulunya. Hal itu tidak bisa disebut kekurangan karena Sissy masih cukup konsisten dalam berakting sebagai mojang Bandung yang cantik dan pantang menyerah.
Edo Borne yang mengaku aslinya tidak bisa bersepakbola malah kebagian tokoh Rangga, pendukung fanatik Persija yang berkemauan keras.
Jangan lupakan nama Ramon Tungka yang tampil tuntas dengan merelakan rambutnya dipangkas mohawk dan juga harus menggemukkan tubuhnya berkilo-kilo serta Alex Komang sebagai Panji, kakak Desi yang keras hati.

Sutradara:
Andibachtiar Yusuf kembali setelah menyutradarai karya layar lebar perdananya The Conductors yang memenangkan Film Dokumenter Terbaik pada FFI 2008. Diinspirasi dari roman klasik William Shakespeare, Andi berusaha mentransformasikannya dengan gaya lokal. Usahanya boleh mendapat apresiasi sendiri.

Komentar:
Meski plot cerita cenderung bisa ditebak dari awal sampai akhir dikarenakan hasil adaptasi cerita ternama seantero jagad, Romeo Juliet tetap harus diacungi jempol karena secara kreatif mampu memadukan kisah cinta berbeda latar belakang yang didukung situasi persepakbolaan nasional yang memiliki pendukung fanatik masing-masing. Terlepas dari beberapa kekurangan yang ada semisal perpindahan scene yang kurang mulus, kabar baik berhembus dimana tema universal yang dikemas dengan unik, film ini mendapat banyak undangan untuk mewakili Indonesia di ajang perfilman dunia.

Durasi:
100 menit

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Senin, 20 April 2009

LONELY HEARTS : Memburu Pasangan Psikopat Berdarah Dingin

Quotes:
Martha Beck-Has anybody ever loved you that much, detective? To kill or die... for you?

Storyline:
Raymond Fernandez dan Martha Beck adalah dua orang psikopat dengan nafsu yang panas dalam seks dan darah dingin dalam membunuh. Lewat iklan di surat kabar, mereka menjebak dan merampok wanita-wanita kaya yang kesepian, yang akhirnya mereka bunuh. Meninggalkan jejak berupa mayat-mayat yang dibunuh, sepanjang New York sampai Michigan, Raymond dan Martha percaya mereka tidak akan tertangkap. Namun diam-diam detektif Elmer C. Robinson dan Charles Hildebrandt mulai menyusuri dan mengumpulkan jejak mereka.

Nice-to-know:
Gambaran asli Martha Beck jauh berbeda dengan Salma Hayek. Pada saat kematiannya, Martha berbobot lebih dari 100kg hingga tidak muat pada kursi listrik.

Cast:
Terakhir membintangi Be Cool (2005), John Travolta kembali sebagai Detektif Elmer Robinson yang berduet dengan Detektif Charles Hilderbrandt yang diperankan oleh James Gandolfini.
Sebelum ini muncul dalam Lord of War (2005), Jared Leto disini bermain sebagai Ray Fernandez, psikopat pembunuh wanita-wanita kaya yang kesepian.
Partner Ray, Martha Beck yang posesif obsesif dihidupkan oleh Salma Hayek.

Director:
Film layar lebar kedua bagi Todd Robinson sejauh ini setelah Angel Fire (1992).

Comment:
Satu hal yang paling menonjol dari film ini adalah sinematografinya. Gaya "noir" yang dibesut sutradara Robinson benar-benar terasa gelap dan klasik, disesuaikan dengan gaya tahun 1940an. Berbaur apik dengan skrip tajam dan terarah yang dikerjakannya juga.
Jika sudah demikian maksimal, apakah didukung juga oleh pengembangan karakter yang baik? Saya harus katakan hal itu sebanding. Masing-masing aktor aktris yang terlibat disini menunjukkan performa maksimum. Jangan tanyakan Travolta yang kembali dalam peran biasanya, kharismanya sebagai detektif investigasi masih kuat. Bertandem secara baik dengan Gandolfini yang sudah sangat senior itu. Namun Hayek lah yang membuat saya angkat topi karena karakter Martha yang dibawakannya benar-benar sensual berdarah dingin sekaligus mengerikan dengan sikap impulsifnya. Alhasil nyaris tidak ada ruang bagi Leto sebagai partners-in-crime nya walau sudah terlihat berupaya keras mengimbangi
Jelas bukan film yang dapat dinikmati siapa saja oleh karena faktor darah, adegan nudis, seksualitas dan bahasa kotor yang frekuentif itu apalagi berkaitan dengan pembunuhan anak-anak ataupun bunuh diri. Namun rasanya Lonely Hearts juga tidak akan begitu saja menarik perhatian publik. Mungkin faktor diangkat dari kisah nyata sehingga misi drama kejahatan yang diembannya tidak berujung pada klimaks yang ditunggu-tunggu setidaknya dari permainan kucing dan tikus yang biasanya menjadi daya tarik tersendiri. Sayang memang!

Durasi:
100 menit

U.S. Box Office:
$188,565 till early May 2007

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Minggu, 19 April 2009

THE INTERNATIONAL : Konspirasi Tingkat Tinggi Berbuntut Korupsi Internasional

Quotes:
Jonas Skarssen-What do you want?
Louis Salinger-I want some fucking justice.

Cerita:
Agen interpol, Louis Salinger dan partnernya berusaha menginvestigasi IBBC dengan bantuan asisten pembela, Eleanor Whitman dari Manhattan dikarenakan transaksi ilegal jual beli senjata seharga 200 juta dollar! Saat tengah merencanakan pertemuan dengan informan IBBC di Central Station Berlin, partner Louis terbunuh. Louis kemudian menemukan identitas informan tersebut dan menuju Milan untuk bertemu politikus, Umberto Calvini yang memiliki pabrik senjata yang besar. Kejadian demi kejadian membawa Louis dan Elenoar hingga Turki untuk mengejar pembunuh misterius tersebut dan menemukan fakta bahwa tidak satu pihakpun dapat mereka percayai.

Gambar:
Bersetting mulai dari New York, Jerman, Perancis hingga Turki, The International selayaknya film aksi bergerak cepat di lokasi-lokasi publik yang umum ditemui.

Act:
Pernah dinominasikan sebagai Aktor Pendukung Terbaik Oscar 2005 dalam Closer (2004), Clive Owen kali ini bermain sebagai Louis Salinger, interpol yang bersikeras menegakkan keadilan dengan caranya sendiri.
Sebelumnya tampil tertekan dalam Funny Games (2007), Naomi Watts disini berperan sebagai Elenoar Whitman, asisten pembela distrik bagian Manhattan yang juga bersih dari segala tipu-daya.

Sutradara:
Pria kelahiran Jerman bernama Tom Tykwer ini pertama dikenal lewat karyanya, Run Lola Run (1998) yang cukup mendapat perhatian publik film internasional. Kali ini mengarahkan The International yang cukup menjanjikan untuk berbicara banyak di tangga box-office.

Comment:
Kelemahan yang paling mencolok mungkin di screenplay yang terasa agak kabur, belum lagi dialog yang terlalu dipaksakan merasuk ke dalam pikiran penonton sehingga terkesan tidak menyenangkan untuk diikuti. Di luar itu, The International bisa dibilang menjanjikan mulai dari setting cerita yang brilian dan sulit diduga. Beberapa elemen klasik misteri muncul disini seperti halnya kita mengikuti film dari sudut pandang karakter protagonisnya. Meski tampil cukup baik, Owen dan Watts agak kurang termotivasi menampilkan kelebihan akting mereka. Yang juga menjual adalah lokasi yang berpindah-pindah dimana semuanya disyut dengan sudut pengambilan yang variatif. Satu yang akan diingat penonton adalah adegan tembak-menembak yang sangat seru sekitar 5-10 menit di sebuah gedung berarsitektur urban white noir lengkap dengan kaca menggantung di langit-langit.

Durasi:
115 menit

U.S. Box Office:
$25,450,527 till March 2009

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Sabtu, 18 April 2009

NEW IN TOWN : Adaptasi Karier Eksekutif Wanita Di Lingkungan Baru

Tagline:
She's an executive on the move. But her career is taking her a little farther than she expected.

Cerita:
Kandidat Wakil Direktur yang juga seorang wanita karir cerdas, Lucy Hill menerima tugas yang bagi sebagian besar orang itu sulit yaitu menjalankan pabrik kecil di Minnesota. Dari kehidupan mewah Miami yang hangat menjadi kesulitan segalanya di tempat baru yang dingin dan selalu bersalju. Lucy harus belajar mengatasi semua kendala tersebut dimana ia juga menghadapi susahnya penerimaan dari publik setempat termasuk ketua serikat pekerja, Ted Mitchell. Berhasilkah Lucy mengalahkan segala tantangan?

Gambar:
Suasana dingin Minnesota tertangkap dengan pas termasuk badai salju yang kerapkali menyelimuti permukaan tanah.

Act:
Renee Zellweger yang akhirnya memenangkan Oscar lewat Cold Mountain (2003) merupakan salah satu dari sedikit aktris yang selalu total dalam berakting. Sebagai eksekutif wanita Lucy Hill, Renee memberikan kesan cerdas, mandiri sekaligus naif secara bersamaan.
Aktor yang belakangan seakan terlupakan padahal tampil pertama kali sejak Memphis Belle (1990) adalah Harry Connick, JR. Kali ini bermain sebagai ketua serikat pekerja yang tampan Ted Mitchell.
Jangan lupakan penampilan menarik Siobhan Fallon sebagai Blanche Gunderson, sekretaris Lucy yang bawel sekaligus jago membuat yogurt.

Sutradara:
Pria kelahiran Denmark 1966, Jonas Elmer belum banyak dikenal publik. Maklum lebih sering menyutradarai film Eropa sebelumnya. New In Town menjadi debut Hollywood pertamanya. Not bad!

Komentar:
Meskipun terkesan feminis, New In Town merupakan sebuah komedi romantis yang cukup menyegarkan. Berangkat dari komedi situasi tentang perjuangan seorang eksekutif wanita menaiki tangga karir yang terjal dan penuh tantangan di tempat baru, film ini bergulir manis dengan konflik-konflik yang sederhana tapi tetap tajam. Renee seperti biasa memberikan penampilan yang outstanding. Always love to see her in a movie like this! Don't skip it!

Durasi:
95 menit

U.S. Box Office:
$16,699,684 till end of March 2009

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 17 April 2009

POCONG SETAN JOMPO : Lima Mahasiswa Terjebak Dalam Panti Jompo Misterius

Cerita:
Kedatangan suster misterius Saskia ke kampus ternyata bertujuan merekrut lima mahasiswa-mahasiswi yakni Cecil, Ridho, Stella, Joni dan Emilio untuk mengurus sebuah panti jompo. Penolakan berubah menjadi penerimaan saat mereka menatap langsung mata suster Saskia. Ya seakan daya hipnotis mampu mempengaruhi mereka dengan kuat hingga mematuhi setiap kata-kata suster Saskia. Hari demi hari dilalui di panti jompo hingga Cecil menemukan kejanggalan. Siapa sebenarnya suster Saskia? Dan apa hubungan mereka dengan panti jompo tersebut?

Gambar:
Setting panti jompo yang sunyi dan jauh dari keramaian cukup "menentramkan" konsep film secara keseluruhan.

Act:
Banyak mendukung film horor lainnya, baru kali ini kebagian karakter sentral, Uli Auliani sebagai Cecil
Debut peran utamanya di layar lebar, Jonathan 'Ijonk' Frizzy sebagai Ridho
Bintang seksi Deriell Jaqualine sebagai Stella
Si kocak kribo yang kian laris, Rizky Mocil sebagai Joni
Si gendut kemayu, Herichan sebagai Emilio
Terbungkus kostum ketat suster misterius, Bella Esperance sebagai Saskia

Sutradara:
Findo Purwono HW seakan kejar setoran tahun ini. Setelah merampungkan Setan Budeg yang cukup sukses itu, dia kembali dengan genre horor dengan bumbu komedi yang sedang tren. Berhasil atau tidaknya Pocong Setan Jompo tergantung dari penerimaan masyarakat. Hanya disayangkan judulnya yang sangat tidak kreatif dan terkesan "mencari aman" untuk menjual.

Komentar:
Konten cerita Pocong Setan Jompo sebetulnya tidak biasa dan seharusnya mampu dikonsep dengan lebih matang untuk menyuguhkan sesuatu yang baru. Sayang sekali, film ini kembali terjebak dengan stereotype film horor komedi lokal yang menghiasi layar bioskop beberapa bulan terakhir. Kejutan yang dibangun dari awal sampai terungkap di akhir seharusnya menjadi klimaks tapi sayangnya tidak. Sebagai hiburan, cukuplah, tidak buruk tapi tidak bisa dibilang baik.

Durasi:
90 menit

Overall:
6.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Kamis, 16 April 2009

RACE TO THE WITCH MOUNTAIN : Pelarian Dua Alien Remaja Bersama Supir Taksi

Quotes:
Jack Bruno-You do know how to fly this thing, right?
Seth-How did you think we got here?
Jack Bruno-Well, you crashed, remember?

Cerita:
Bekas napi yang tengah merintis hidupnya kembali sebagai supir taksi di Las Vegas, Jack Bruno secara tidak sengaja menghadiri konvensi UFO di Planet Hollywood saat menjemput Dr. Alex Friedman yang harus memberikan kuliahnya disana. Jack yang tengah mengatasi tekanan dari mantan bosnya yang berusaha menariknya kembali ke dunia kriminal tiba-tiba dikejutkan kemunculan dua remaja belia kakak beradik, Seth dan Sara yang memiliki tujuan misterius sebagai penumpangnya. Sementara itu Pemerintah menemukan kapal luar angkasa yang hancur di dekat Las Vegas dan memburu dua alien di bawah pimpinan Jenderal Henry Burke. Bagaimana Jack bisa membantu Seth dan Sara lolos dari semua hal tersebut menuju Witch Mountain termasuk dari kejaran Syphon, pembunuh dari luar angkasa yang ingin menguasai bumi?

Gambar:
Sebagian besar berlokasi syuting di California dan jalan-jalan panjang Nevada. Juga didukung oleh bantuan spesial efek CGi terutama adegan yang menyangkut UFO dan makhluk angkasa luar.

Act:
Ternama dari acara gulat profesional televisi WWF, Dwayne Johnson kali ini bermain sebagai Jack Bruno, mantan napi yang beralih profesi sebagai supir taksi.
Terakhir tampil singkat dalam Jumper (2008), AnnaSophia Robb disini kebagian tokoh alien muda, Sara dan kakaknya, Seth yang diberikan pada aktor remaja Kanada yang baru saja bermain dalam The Seeker : The Dark Is Rising (2007), Alexander Ludwig.
Dari trilogi Spy Kids, Carla Gugino kembali pada film anak-anak sebagai Dr. Alex Friedman, ahli teori UFO dan benda asing angkasa luar yang secara tidak sengaja terlibat petualangan seru.
Aktor veteran Inggris, Ciaran Hinds kebagian peran antagonis, Henry Burke, kepala Departemen Pertahanan yang ambisius dan licik.

Sutradara:
Film keduanya setelah Asteroid Adventure (1994), Hoyt Yeatman lebih banyak terlibat dalam bidang spesial/visual efek termasuk saat memenangkan Piala Oscar untuk kategori Best Effect dalam The Abyss (1989).

Komentar:
Stereotipe film-film Disney non animasi adalah plot cerita yang ringan dan bisa menghibur seantero keluarga. Race To The Witch Mountain masih setia pada pakem tersebut walaupun merupakan proyek remake dari kisah klasik yang sudah dikembangkan sedemikian rupa, terima kasih atas bantuan CGI yang sangat membantu modernisasi kisah bertemakan alien ini. Akting semua karakter utamanya bisa dikatakan pas porsinya, tidak berlebihan tapi tetap menonjol. Dari awal sampai akhir, film ini terus bergerak cepat dan untungnya mampu menjaga antusiasme penonton untuk terus mengikutinya. Sebuah film hiburan yang bisa dijadikan alternatif tontonan musim panas yang biasanya sesak dengan film-film bombastis tapi kehilangan unsur funnya.

Durasi:
100 menit

U.S. Box Office:
$67,128,202 till July 2009

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!