XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label clive owen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label clive owen. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Oktober 2011

KILLER ELITE : Tugas Politik Wajib Pensiunan Pembunuh

Quotes:
Hunter: I gotta cover my expenses.
Danny Bryce: You and I got a lot in common.


Storyline:
Setelah tugas membunuh seorang pria di depan anaknya sendiri di Mexico, Danny bertekad berhenti dan memulai hidup barunya bersama Anne. Sayangnya di Australia, Sheikh Amr menugaskannya untuk menyelesaikan misi gagal mentornya yang kini dipenjara, Hunter. Bersama dengan Davies dan Meier, Danny mulai memburu tiga petugas SAS untuk pengakuannya. Paris, London sampai Asia Tengah, Danny harus bermain kucing-kucingan dengan pemimpin kelompok militer rahasia, Spike sebelum benar-benar keluar dari permainan hidup matinya itu.

Nice-to-know:
Diproduksi secara keroyokan oleh Omnilab Media, Ambience Entertainment, Current Entertainment, Film Victoria, International Traders, Open Road Films, Palomar Pictures, Sighvatsson Films dan Wales Creative IP Fund.

Cast:
Mengawali karir aktornya lewat Lock, Stock and Two Smoking Barrel (1998), Jason Statham berperan sebagai Danny
Pertama muncul di usia 23 tahun lewat serial televisi Rockliffe's Babies (1987), Clive Owen bermain sebagai Spike
Robert De Niro sebagai Hunter
Dominic Purcell sebagai Davies
Aden Young sebagai Meier
Yvonne Strahovski sebagai Anne

Director:
Gary McKendry cuma pernah menangani film pendek berjudul Everything in This Country Must (2004) sebelumnya.

Comment:
Jason Statham mungkin sebuah nama yang membosankan bagi saya karena nyaris selalu tampil stereotype, tapi tidak halnya dengan Robert De Niro dan Clive Owen yang selalu memuaskan dalam peran-perannya. Menggabungkan ketiganya dalam sebuah film aksi yang diembel-embeli “berdasarkan kisah nyata” yang tertuang dalam buku buah pena Ranulph Fiennes merupakan nilai jual utama bagi film yang skripnya dikerjakan oleh Matt Sherring ini.
Statham biasa dikenal sebagai pembunuh “super” yang mampu menghabisi siapapun juga yang menghadang jalannya, DeNiro biasa melontarkan monolog ataupun dialog yang penuh arti didukung dengan ekspresi khasnya sedangkan Owen biasa dikenali oleh penjahat tangguh yang licin. Ketiganya memang mampu memenuhi rasa dahaga anda dengan aksi-aksinya tapi entah mengapa saya merasa tidak ada ikatan yang kuat dengan penonton sehingga “mengikuti” wajahnya saja yang diingat bukan nama-nama mereka.

Debut penyutradaraan McKendry terbilang tidak mengecewakan. Gayanya menyajikan action thriller yang maskulin ini cukup meyakinkan walaupun sedikit terkesan old-fashioned layaknya tahun 80an, bisa jadi demi menyiasati bujet yang tidak terlalu tinggi ini. Serentetan adegan tembakan, pemukulan, kejar-kejaran mobil hingga pembunuhan sadis dijamin akan memuaskan anda terlebih pada satu sekuens dimana Statham dan Owen saling beradu mulut dan fisik sekaligus.
Plot cerita yang didasarkan oleh “The Feather Man” ini menawarkan sejumlah twist yang unpredictable sekaligus berbagai subplot yang saling kait-mengait. Membuat anda mereka-reka di sepanjang film, apa sesungguhnya motivasi mereka jika dihadapkan satu sama lain. Si A yang seharusnya membunuh si B malah gagal karena terbunuh dulu oleh si C. Sayangnya tempo cepat yang dikembangkan tidak diimbangi oleh kinerja kamera Simon Duggan yang terasa shaky dan seringkali terlalu close up itu.

Killer Elite adalah film aksi yang menyenangkan penuh intrik yang menjadikan seluruh tokohnya abu-abu. Silakan pilih karakter siapa yang anda bela sejak awal. Membayangkan kejadian nyata yang ditata sedemikian rupa, tidak heran jika plotnya tergolong rumit dengan batasan-batasan yang sulit diterima akal sehat karena sudah melibatkan unsur politik. Yang jelas bagi insan semacam mereka, membunuh itu mudah tetapi sulit menjalani kenyataan hidup setelahnya.

Durasi:
116 menit

U.S. Box Office:
$21,646,929 till Oct 2011

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Jumat, 20 Mei 2011

TRUST : Kejahatan Seksual Internet Gadis Muda

Tagline:
What took her family years to build. A stranger stole in an instant.

Storyline:
Will dan Lynn Cameron terlihat seperti keluarga bahagia dengan anak-anaknya yang beranjak remaja. Sejak kepergian si sulung Peter, gadis remaja berusia 14 tahun Annie justru semakin kesepian. Ia berkenalan dengan Charlie di ajang Teen Chat yang awalnya dikira seumuran. Namun saat bertemu langsung setelah 2 bulan bercakap-cakap tidak langsung betapa terkejutnya Annie mendapati Charlie ternyata berusia setidaknya 20 tahun diatasnya! Kejadian yang tidak diharapkan pun terjadi dan memaksa keluarga Cameron menderita secara psikis sambil memungkinkan masa depan terburuk yang mungkin mereka hadapi.

Nice-to-know:
Diproduksi secara kongsi oleh Millennium Films, Nu Image Films dan Dark Harbor Stories.

Cast:
Satu-satunya film Clive Owen di tahun 2010 sebagai Will Cameron dimana tahun lalu ia tampil dalam The Boys Are Back, Duplicity dan The International.
Dua kali dinominasikan Oscar lewat Being John Malkovich (1999) dan Capote (2005), Catherine Keener kembali dengan peran Lynn Cameron
Liana Liberato sebagai Annie Cameron
Jason Clarke sebagai Doug Tate
Chris Henry Coffey sebagai Charlie

Director:
Merupakan feature film kedua bagi David Schwimmer setelah Run, Fatboy, Run di tahun 2007.

Comment:
Mungkin masih segar dalam ingatan masyarakat Indonesia bahwa beberapa waktu lalu terjadi kejahatan terhadap gadis belia karena berkenalan dengan pria asing lewat internet dimana Facebook sebagai medianya. Hal tersebut merupakan lampu merah bagi para orangtua untuk lebih mengawasi anak-anaknya dimana teknologi sudah semakin maju dan mudah diakses di masa sekarang ini. Film ini merupakan salah satu contoh kasus tersebut.
Hal ini bisa menimpa siapapun dimanapun juga. Topiknya memang terasa berat tetapi sangat umum terjadi tanpa mengenal perkembangan jaman. Itulah sebabnya film ini mendapat rating Dewasa dan orangtua jelas perlu menemani anak remajanya dalam menonton film ini. Berbagai adegan berkonten seksual yang eksplisit dapat ditemui dengan gamblang untuk mempertebal tema yang ingin disampaikan. Tentunya untuk konsumsi bioskop sudah diputus habis oleh gunting sensor.
Schwimmer yang lebih dikenal sebagai aktor nyatanya mampu menunaikan tugas seorang sutradara dengan brilian. Riset langsung terhadap beberapa kejadian nyata yang dilakukannya mampu membuat visinya menjadi tajam dan faktual. Pendekatan personalnya juga terbawa saat mengarahkan aktor-aktris di dalamnya. Terima kasih pada skrip yang ditulis oleh duo Andy Bellin dan Robert Festinger yang demikian meyakinkan dengan dialog-dialog nyatanya.
Kredit khusus patut dilayangkan pada Liberato. Aktris muda kelahiran Texas ini memvisualisasikan tokoh Annie dengan sangat otentik. Kepercayaan dirinya yang rendah hingga membutuhkan pengakuan dari orang-orang di sekelilingnya terlepas dari berhak atau tidak malah membawanya ke situasi yang tidak menguntungkan. Berkali-kali anda akan dibuat miris melihat perlakuan atau mendengar pengakuan dari mulut Annie.
Owen dan Keener juga sukses mempotretkan pasangan suami istri pada umumnya. Pernikahan mereka yang terkadang bermasalah dalam komunikasi semakin diperparah dengan penderitaan yamg berkesinambungan saat mengetahui tragedi telah menimpa putri mereka. Kali ini kita akan melihat emosi Owen yang naik turun sebagai Will, seorang ayah rapuh sekaligus pebisnis handal dalam menyikapi kondisi yang tidak menyenangkan ini.
Trust merupakan sebuah drama realita yang akan menyeret anda untuk turut merasakan “siksaan” batin dari pihak orangtua ataupun sang anak itu sendiri. Beruntung dibekali skrip dan akting yang luar biasa sehingga tidak terkesan sebagai semi-dokumenter ataupun film lepas televisi yang klise. Endingnya mungkin tidak seperti yang diharapkan tetapi justru akan semakin memperkuat kekhawatiran anda akan hal buruk yang bisa saja menimpa anak, saudara, kerabat anda di luar sana.

Durasi:
95 menit

U.S. Box Office:
$117,623 till Apr 2011

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:

Senin, 16 November 2009

DUPLICITY : Sepasang Agen Rahasia Kontra Konspirasi Perusahaan

Quotes:
Claire Stenwick-I found these in your closet.
Ray Koval-I swear to you I have no idea who they belong to.
Claire Stenwick-Well in that case I'll put them back on.
Ray Koval-You're gaming me?

Cerita:
Ray bekerja untuk MI6 sedangkan Claire untuk CIA. Pertemuan pertama mereka di Dubai. Lima tahun kemudian, Ray kembali melihat Claire di Grand Central untuk kemudian bertengkar. Sekarang keduanya bekerja di keamanan industri untuk perusahaan raksasa dimana jajaran CEO nya membenci satu sama lain. Kilas balik ditampilkan, apakah semuanya hanya kebetulan? Dalam satu minggu, salah satu firm akan mengumumkan produk revolusioner. Lewat penyamaran dalam membantu masing-masing lawan perusahaan tersebut, dapatkah Ray dan Claire melakukan pencurian dan mencari pembeli independen pada akhirnya?

Gambar:
Scene kasino diambil di Atlantis, Paradise Island, Bahamas. Beberapa setting hotel yang sangat mewah juga disorot termasuk di Rome, Italy. Namun sebagian besar tetap dilangsungkan di New York City.

Cast:
Awal karirnya di layar lebar lewat Vroom (1988), Clive Owen disini menjabat karakter Ray Koval, mantan agen MI6 yang cekatan.
Debut aktrisnya melalui Satisfaction (1988) juga tahun yang sama dengan Clive, Julia Roberts yang belakangan semakin selektif bermain film kali ini kebagian peran Claire Stenwick, mantan agen CIA yang cantik berbahaya.
Dua aktor kawakan, Tom Wilkinson dan Paul Giamatti sebagai Howard Tully dan Richard Garsik yang culas.

Sutradara:
Kembali setelah film debutnya Michael Clayton (2007) diterima kritikus dengan baik, Tony Gilroy kali ini menggarap film yang kurang lebih sama, hanya saja dibuat lebih ringan dan dinamis.

Comment:
Owen dan Roberts bukanlah aktor-aktris sembarangan. Ini juga merupakan reuni mereka setelah Closer yang juga dibintangi Portman dan Law. Tak salah pilihan tersebut karena keduanya berbagi chemistry yang cukup kuat disini. Belum lagi kehadiran Giamatti ataupun Wilkinson yang selalu memberikan warna sendiri. Sayangnya semua itu terasa sia-sia karena potensi besar yang ada di paruh pertama film tidak mampu dipertahankan di paruh kedua. Plotnya menjadi sedikit membingungkan dan sulit dicerna nalar karena terlalu banyak twist dan gaya penceritaan yang linglung. Kinerja skrip sebetulnya sudah cukup maksimal tetapi ceritanya menghasilkan outcome yang mengecewakan. Terkadang humor yang ditampilkan cukup menggigit dengan penokohan yang brilian, tetapi pada endingnya Duplicity dipaksakan menjadi romantis. Anda akan perlu penerjemah yang bisa menjelaskan pada anda saat menyaksikannya agar tidak tenggelam dalam tanda tanya!

Durasi:
120 menit

U.S. Box Office:
$40,559,930 till May 2009

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Minggu, 19 April 2009

THE INTERNATIONAL : Konspirasi Tingkat Tinggi Berbuntut Korupsi Internasional

Quotes:
Jonas Skarssen-What do you want?
Louis Salinger-I want some fucking justice.

Cerita:
Agen interpol, Louis Salinger dan partnernya berusaha menginvestigasi IBBC dengan bantuan asisten pembela, Eleanor Whitman dari Manhattan dikarenakan transaksi ilegal jual beli senjata seharga 200 juta dollar! Saat tengah merencanakan pertemuan dengan informan IBBC di Central Station Berlin, partner Louis terbunuh. Louis kemudian menemukan identitas informan tersebut dan menuju Milan untuk bertemu politikus, Umberto Calvini yang memiliki pabrik senjata yang besar. Kejadian demi kejadian membawa Louis dan Elenoar hingga Turki untuk mengejar pembunuh misterius tersebut dan menemukan fakta bahwa tidak satu pihakpun dapat mereka percayai.

Gambar:
Bersetting mulai dari New York, Jerman, Perancis hingga Turki, The International selayaknya film aksi bergerak cepat di lokasi-lokasi publik yang umum ditemui.

Act:
Pernah dinominasikan sebagai Aktor Pendukung Terbaik Oscar 2005 dalam Closer (2004), Clive Owen kali ini bermain sebagai Louis Salinger, interpol yang bersikeras menegakkan keadilan dengan caranya sendiri.
Sebelumnya tampil tertekan dalam Funny Games (2007), Naomi Watts disini berperan sebagai Elenoar Whitman, asisten pembela distrik bagian Manhattan yang juga bersih dari segala tipu-daya.

Sutradara:
Pria kelahiran Jerman bernama Tom Tykwer ini pertama dikenal lewat karyanya, Run Lola Run (1998) yang cukup mendapat perhatian publik film internasional. Kali ini mengarahkan The International yang cukup menjanjikan untuk berbicara banyak di tangga box-office.

Comment:
Kelemahan yang paling mencolok mungkin di screenplay yang terasa agak kabur, belum lagi dialog yang terlalu dipaksakan merasuk ke dalam pikiran penonton sehingga terkesan tidak menyenangkan untuk diikuti. Di luar itu, The International bisa dibilang menjanjikan mulai dari setting cerita yang brilian dan sulit diduga. Beberapa elemen klasik misteri muncul disini seperti halnya kita mengikuti film dari sudut pandang karakter protagonisnya. Meski tampil cukup baik, Owen dan Watts agak kurang termotivasi menampilkan kelebihan akting mereka. Yang juga menjual adalah lokasi yang berpindah-pindah dimana semuanya disyut dengan sudut pengambilan yang variatif. Satu yang akan diingat penonton adalah adegan tembak-menembak yang sangat seru sekitar 5-10 menit di sebuah gedung berarsitektur urban white noir lengkap dengan kaca menggantung di langit-langit.

Durasi:
115 menit

U.S. Box Office:
$25,450,527 till March 2009

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!