XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label christine hakim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label christine hakim. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Agustus 2009

MERANTAU : Membombardir Kawanan Penjahat Dengan Pencak Silat

Tagline:
In A City Of Violence, One Man Will Stand Up And Fight

Cerita:
Merantau adalah salah satu tradisi di Minangkabau yang harus dijalankan setiap pemuda yang beranjak dewasa termasuk Yuda yang harus meninggalkan ibunya Wulan dan kakaknya Yayan untuk pergi ke Jakarta. Sejak awal kedatangannya, Yuda seringkali dipaksa menggunakan jurus pencak silatnya termasuk saat menolong kakak beradik Astri dan Adit dari kerasnya kehidupan kota besar. Perkara tersebut membesar dan melibatkan dua bule Ratger dan Luc beserta konco-konconya dan seorang mucikari bernama Johnny. Berhasilkah pelarian mereka di sepanjang jalan ibukota dan juga pertempuran seorang diri Yuda melawan kawanan penjahat itu?

Gambar:
Prolog film yang bersetting langsung di Minangkabau yang tenteram dan berpindah ke semrawutnya Jakarta dari pertengahan sampai akhir cukup memperhatikan detail dengan baik sehingga setiap scene terasa bernyawa.

Act:
Pendatang baru Iko Uwais berakting natural tapi yang patut diacungi jempol adalah aksinya mempertunjukkan jurus harimau dengan sangat lugas tanpa pemeran pengganti sebagai Yuda, pemuda Minangkabau yang berusaha mengadu nasib di Jakarta.
Christine Hakim seperti biasa tampil mengagumkan walau kebagian sedikit scene sebagai Wulan, ibunda Yuda.
Terlepas dari beberapa sahutan spontanitas, Sisca Jessica cukup meyakinkan sebagai Astri, korban persekongkolan bar yang berujung pada kenistaan.
Yusuf Aulia bermain lugas sebagai Adit, adik Astri yang berprofesi sebagai pencopet cilik dan pengamen jalanan demi menabung sepeser demi sepeser uang.
Dua tokoh antagonis bule yakni aktor Denmark, Mads Koudal sebagai Ratger dan aktor Perancis, Laurent Buson sebagai Luc.

Sutradara:
Baru menghasilkan satu karya yaitu Footsteps (2006), Gareth Evans justru terkesan terampil menggarap genre yang belum pernah ada di Indonesia sebelumnya ini dengan sinematografi yang kuat dan penyutradaraan yang gemilang tanpa menjadikan film ini bercitarasa asing tapi tetap mengakar pada Indonesia.

Komentar:
Film laga nasional mungkin bisa dihitung dengan jari apalagi sampai mengangkat cabang beladiri sendiri. Merantau mematahkan semua premis tersebut dengan mengedepankan pencak silat alias silat Harimau! Tiga puluh menit pertama film meski terkesan lambat tapi bisa dimaklumi karena bercerita tentang asal usul Yuda dan budaya Minangkabau. Setelah itu, film mengalir dahsyat dengan full action pertunjukan koreografi beladiri yang sangat mencengangkan antara seorang pria melawan puluhan penjahat. Tidak hanya itu, isu human trafficking ilegal diangkat dengan pas apalagi dengan karakter antagonis yang kuat. Namun film ini bukan tanpa kekurangan seperti beberapa bagian cerita yang terkesan dipermudah, sebagian dialog yang terasa kurang pas, dan terutama ending yang dipaksakan "begitu" tidak biasa selayaknya film sejenis. Secara keseluruhan Merantau tetaplah sebuah film pemacu adrenalin yang pantas diapresiasi dan wajib ditonton tentunya. Beberapa penonton di berbagai bioskop malah bertepuk tangan setelah menyaksikannya. Suatu hal yang jarang terjadi bukan?

Durasi:
140 menit

Overall:
8 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Sabtu, 02 Mei 2009

JAMILA DAN SANG PRESIDEN : Tragedi Hukuman Mati Wanita Terperdaya

Cerita:
Akibat pengakuan pembunuhan seorang menteri bernama Nordin, Jamila dipenjarakan dan tinggal menunggu hukuman mati. Semua rencana pembelaan dan pengampunan menjadi mentah karena kekerasan hati Jamila yang merasa sejak kecil teraniaya dan menjalani kehidupan yang samasekali tidak adil baginya. Hal ini menjadi perhatian sipir perempuan, Ibu Ria dan seorang petugas LP pusat, Surya. Di lain hal kepala golongan fanatik terus menerus menghasut massa agar tidak ragu menjatuhi hukuman mati kepada Jamila yang dianggap pelacur dan pembunuh di luar karyanya sebagai seorang aktivis yang membela kaum anak dan perempuan. Bagaimana perjalanan Jamila menanti ajalnya? Adakah keajaiban yang sanggup menyelamatkannya?

Gambar:
Suasana penjara yang kumuh nan berantakan mendominasi film ini. Semua scene ditampilkan secara real sesuai fungsinya masing-masing.

Act:
Atiqah Hasiholan merupakan salah satu dari sedikit aktris berbakat Indonesia yang sayangnya jarang mendapat sorotan. Totalitas akting ditunjukan lewat karakter Jamila yang tidak mau lagi hidup karena pahitnya hidup yang dijalani sedari kecil.
Menarik menyaksikan legenda perfilman nasional Christine Hakim berakting kembali sebagai sipir tegas berwibawa, Ibu Ria.
Didukung pula oleh Eva Celia sebagai Jamila remaja, Surya Saputra, Dwi Sasono, Fauzi Baadila, Marcellino Lefrandt dan Adji Pangestu.

Sutradara:
Ratna Sarumpaet yang juga bertindak sebagai penulis naskah mencoba membabarkan perjuangan seorang wanita yang tidak bisa memilih takdir hidupnya dari berbagai sudut pandang. Usahanya bisa dibilang berhasil, terima kasih kepada cast yang cemerlang. Gaya penyutradaraannya tergolong detail dari berbagai sisi.

Komentar:
Jamila dan Sang Presiden bisa menjadi alternatif tontonan berkualitas di tengah keseragaman perfilman nasional yang sangat menjemukan belakangan ini. Film bernafaskan feminisme ini kuat di penokohan, gaya bercerita, setting yang detail dan eksekusi cerita yang sangat rapi. Kekurangannya mungkin dari beberapa scene inti yang harusnya menyentuh pada sudut yang terdalam tapi hanya sampai pada sisi luar saja dan itu paling terasa di bagian ending. Juga unsur agama yang penempelannya pada cerita terkesan dipaksakan. Yah overall tetap sebuah karya yang wajib mendapat pengakuan.

Durasi:
100 menit

Overall:
8 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!