XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Rabu, 28 Januari 2009

THE KOVAK BOX : Melacak Jawaban Kasus Bunuh Diri Massal

Quotes:
David-You said Jane didn't commit suicide.
Silvia-I know I did not jump through this window, but I don't know what really happened.

Cerita:
Sebagai seorang penulis laris, David Norton biasanya memegang kendali atas nasib semua tokoh dalam novelnya, mati atau hidup. Namun apa yang terjadi saat semua dunia fiksinya menjadi terlalu nyata?
David tiba di Majorca untuk menghadiri konferensi. Semua terlihat baik-baik saja sampai tunangannya tiba-tiba melompat bunuh diri dari balkon kamar hotel tempat mereka menginap. Saat David berusaha mencari jawabannya atas kasus tersebut, orang-orang di sekeliling nya mendadak melakukan bunuh diri tanpa alas an yang bias dijelaskan. Sesaat David menyadari kalau dia memegang kunci penting dari ceritanya hanya saja dia sendiri tidak tahu bagaimana mengakhiri semua itu. Bersama Silvia yang berhasil lepas dari kematiannya sendiri, mereka berkolaborasi untuk memecahkan mimpi buruk tersebut yang mungkin saja bisa menelan banyak korban jiwa yang lebih besar lagi.


Gambar:
Sepintas seperti menyaksikan film teve karena angle pengambilan gambar yang standard dan close up!

Act:
Timothy Hutton sebagai David menampilkan sosok yang percaya diri sebagai penulis sukses sampai mentalnya jatuh saat menemukan hal-hal mengerikan yang terjadi yang berhubungan dengan masa lalunya.
Lucía Jiménez sebagai Silvia berhasil memperlihatkan emosi yang membuatnya terlihat gigih mencari jawaban dari semua tragedy yang juga hampir merenggut nyawanya.
David Kelly sebagai Frank Kovak yang merupakan penggemar berat buku David sejak dulu sukses memerankan seorang pria tua yang berpembawaan santai tapi menyimpan teka-teki besar.

Sutradara:
Mengawali karier sebagai sutradara sejak tahun 2000, Daniel Monzon mungkin belum banyak berpengalaman. Sebelumnya aktor beberapa film Spanyol ini sering terlibat dalam produksi sejumlah film lokal yang belum terlalu menjual. Kita tunggu kiprahnya dalam produksi mendatang.

Komentar:
Film yang mungkin tepat menggambarkan kekuatan seorang penulis buku ataupun skenario film untuk mengatur jalan ceritanya sesuai kemauan pribadi untuk tujuan yang lebih besar. Hanya saja kemasan The Kovak Box secara keseluruhan masih kurang menggigit. Lemahnya penjabaran plot cerita dan kurangnya petunjuk-petunjuk dasar untuk membangun suspensi menjadikan film ini agak membosankan di paruh pertamanya.

Durasi:
100 menit

Box-Office:
€1,546,700 in Spain till mid 2007

Overall:
6.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Minggu, 25 Januari 2009

THE BANK JOB : Perampokan Bank Berbuntut Intrik Berbagai Pihak

Quotes:
[Terry has fallen through into an underground vault while digging the tunnel to get into the bank]
Dave Shilling-What's down there?
Terry Leather-It's a pile of skeletons.
Dave Shilling-You're joking. Let's hope they're not the last gang who tried to take this bank.
[robbers laugh]

Cerita:
Terry berusaha menghindari kejahatan kelas kakap sebelum bertemu Martine yang menawarkan petunjuk perampokan bank yang diyakini sukses di Baker Street, London. Terry menganggap kesempatan ini sekali seumur hidup dan mengajak teman-temannya untuk membobol ruang penyimpanan titipan nasabah yang bernilai jutaan dollar dalam bentuk uang tunai maupun perhiasan. Tak hanya itu, sekumpulan rahasia kotor yang menyeret mereka ke dalam belitan jaringan korupsi dan skandal maut serta pemerintah Inggris tingkat tinggi sampai keluarga kerajaan. Kisah sejati tentang perampokan yang menjadi kacau dalam hal-hal yang tepat.

Gambar:
Berbagai lokasi di Inggris menyuguhkan gambaran yang menarik dan bervariasi sepanjang film termasuk Stasiun Bawah Tanah Aldwych, Marylebone Road, Studio Pinewood dan beberapa scene di Australia dan Italia.

Act:
Menjadi musuh Jet Li dalam The One (2001) adalah satu dari sekian peran yang pernah dimainkan Jason Statham yang semuanya bergenre laga termasuk sebagai Terry Leather, mantan penjahat yang tergiur kembali pada perampokan besar.
Mengawali karirnya dalam peran kecil di In The Name Of The Father (1993), Saffron Burrows kali ini berperan sebagai Martine Love, model seksi yang memiliki rencana matang dalam melakukan kejahatan kelompok.
Turut didukung oleh Daniel Mays sebagai Dave Shilling yang bernasib sial.

Sutradara:
Pernah menyutradarai film yang akhirnya menjadi cult yaitu Cocktail (1988), Roger Donaldson selama 10 tahun terakhir tidak terlalu aktif berkarya. The Bank Job yang merupakan sekuel dari remake sukses ini kehilangan seluruh cast pendahulunya.

Komentar:
Sepertiga film diawali dengan percakapan dan pengenalan yang terlampau lambat sehingga amat membosankan. Namun saat Martine dan Terry berkenalan, film bergulir dengan cepat dengan intrik yang menarik. Detail perampokan sampai berujung pada penemuan tidak terduga yang memunculkan permainan kucing tikus yang sulit ditebak akhirnya adalah eksekusi plot cerita brilian yang disuguhkan sutradara. Diangkat dari kisah nyata pada masa lalu, The Bank Job memang memiliki kemiripan dengan prekuelnya The Italian Job yang dibintangi aktor-aktris populer Hollywood. Tapi bukan berarti cast disini bisa diremehkan begitu saja. Semuanya tampil memikat. Hanya saja kekurangan yang paling mencolok adalah aksen dan gaya British yang terlalu dipaksakan dan terkesan kurang pas. Di luar itu, this is a fine movie for you to watch!

Durasi:
110 menit

U.S. Box Office:
$30,028,592 till Jun 2008

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Sabtu, 24 Januari 2009

RED CLIFF : Sejarah Pertempuran Legendaris Tiga Raja Tiongkok

Quotes:
Liu Bei-Truth and illusion are often disguised as each other, Cao Cao likes to play this game, both with friends and foes.

Cerita:
Tahun 208 SM, hari-hari terakhir pemerintahan Dinasti Han, Perdana Menteri yang cerdas Cao Cao berhasil meyakinkan Raja Han bahwa satu-satunya cara untuk menyatukan seluruh daratan Cina yaitu dengan menyatakan perang terhadap kerajaan-kerajaan Xu di bagian barat dan East Wu di bagian selatan. Maka di mulailah kampanye militer besar-besaran, dipimpin oleh sang Perdana Menteri.
Sejumlah peperangan besar terjadi, baik di daratan maupun lautan karena Liu Bei tidak mau menyerah begitu saja apalagi dengan ratusan ribu pasukannya yang menang kuantitas berkali-kali lipat. Tapi dengan strategi jitu yang diterapkan Zhou Yu dan Zhuge Liang yang mencermati kekuatan dan kelemahan tentara musuh, pertarungan menjadi imbang dan berlangsung seru. Akankah sejarah Cina berubah untuk selamanya pada akhir pertempuran itu?


Gambar:
Adegan peperangan di Perbukitan Merah yang mewakili daratan dan di Sungai Yangtze yang mewakili perairan mendapat porsi lebih dan digambarkan dengan sangat detail.

Act:
Takeshi Kaneshiro as Zhuge Liang
Tony Leung Chiu Wai as Zhou Yu
Zhang Fengyi as Cao Cao
Vicky Zhao Wei as Sun Shangxiang
Chang Chen as Sun Quan
You Yong You as Liu Bei
Hou Yong as Lu Su
Hu Jun as Zhao Yun
Jiang Tong as Li Tong
Lin Chiling as Xiao Qiao
Shido Nakamura as Wa Long
Song Jia as Li Ji
Tong Dawei as Sun Shucai
Wang Qingxiang as Kong Rong
Saya tidak akan mengomentari akting mereka satu persatu karena menurut saya semua tampil sangat bagus dan menjiwai peran masing-masing dengan gemilang sehingga mampu menghidupkan suasana film secara global.

Sutradara:
John Woo yang kembali menyutradarai film Hongkong setelah belasan tahun berkarya di Hollywood tidak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan kepadanya. Berpengalaman menangani film-film yang cukup besar dengan bintang-bintang ternama macam John Travolta, Nicholas Cage dsb, Woo boleh dibilang berjudi dengan bujet 80 juta dollar Amerika untuk membesut film legendaris ini. Dirasa durasinya akan membengkak, Woo membagi Red Cliff menjadi dua bagian agar tidak kehilangan esensinya. Keputusan yang tepat karena eksplorasi cerita menjadi maksimal, penggunaan spesial efek yang canggih juga didukung dengan jajaran cast yang tidak perlu diragukan lagi kaliber aktingnya. Two thumbs up!

Komentar:
Selang waktu 6 bulan mungkin paling dinantikan untuk menyaksikan Red Cliff secara lengkap. Jika film pertama lebih banyak bermain dalam pengenalan tokoh dan pendalaman karakternya, film kedua menawarkan strategi perang yang sangat menarik. Jelas inilah film wajib tonton bagi masyarakat Asia pada umumnya dan komunitas beretnis kuning pada khususnya karena film ini konon menggambarkan sejarah Cina menjadi kekuatan terbesar di benua Asia. Walaupun ada beberapa penyimpangan sejarah di sebagian plot tapi tidak mengganggu jalan cerita secara keseluruhan. Awal sampai pertengahan film mungkin akan membosankan karena terlalu banyak dialog tapi jika disimak dengan baik justru banyak poin plus yang bisa dipetik dari Red Cliff. Semua elemen dalam film ini bersinergi dengan baik untuk menjadikannya adaptasi layar lebar Sam Kok terbaik yang pernah dibuat sepanjang sejarah perfilman Mandarin!

Durasi:
275 menit

Box-Office:
Part 1-
CNY 312,000,002 (China) (24 August 2008)
HKD 24,262,237 (Hong Kong) (24 August 2008)
MYR 1,981,478 (Malaysia) (3 August 2008)
SGD 2,545,523 (Singapore) (3 August 2008)
KRW 10,091,549,234 (South Korea) (3 August 2008)
TWD 151,889,372 (Taiwan) (3 August 2008)
THB 31,450,706 (Thailand) (3 August 2008)
Part 2-
will be updated soon..

Overall:
8.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

BLIND DATING : Jika Pria Tuna Netra Menjalani Kencan Buta

Quotes:
Leeza Raja-Why doesn't he use his cane?
Dr. Evans-Because he doesn't think of himself as blind.

Storyline:
Meskipun pintar, tampan, populer tetapi Danny memiliki kekurangan paling mendasar yaitu buta. Namun demikian ia tetap tegar dan mandiri, sering berjalan tanpa tongkat dan mengenali benda/orang dari suara dan baunya. Kakaknya Larry yang menjadi supir limo berulangkali berusaha menjodohkan Danny dengan wanita karena dianggap tidak normal masih perjaka di usia 22 tahun! Beberapa kencan buta yang dilaluinya tidak membuat Danny bahagia sampai ia bertemu Leeza, resepsionis rumah sakit tempatnya diterapi. Keduanya lambat laun dekat satu sama lain meskipun pernikahan Leeza sedang diatur keluarganya dengan seorang pria India. Sementara itu satu kesempatan operasi diambil Danny walaupun hasilnya tidak dapat dipastikan.

Nice-to-know:
Aslinya dirilis tahun 2006 dan bahkan di Malaysia sudah beredar tahun 2007. Entah mengapa di Indonesia baru diedarkan tahun 2009!

Cast:
Karir aktingnya dimulai lewat Why Germany? (2004), Chris Pine mendapat peran Danny, pemuda buta yang charming, pintar dan selalu berpandangan ke depan.
Karakter Leeza Raja yang cantik sederhana merupakan debut layar lebar pertama bagi Anjali Jay.
Salah satu pentolan franchise movie American Pie, Eddie Kaye Thomas kebagian tokoh Larry, kakak Danny yang mesum.

Director:
Pria kelahiran Georgia bernama James Keach selama ini berpengalaman di dunia pertelevisian termasuk 24 episode serial Dr. Quinn, Medicine Woman periode 1993-1998.

Comment:
Jika melihat teaser poster dan trailernya, kita akan menyangka film ini hanyalah komedi remaja yang ringan seperti popcorn. Nyatanya kita hanya dibuat tertawa terpingkal-pingkal pada tiga puluh menit pertama saat Larry berusaha "keras" mengatur kencan buta bagi adiknya. Setelah itu film mengalir dengan esensi drama mengenai pencarian Danny akan hubungan serius dengan lawan jenis sekaligus jati dirinya sendiri. Sebagai orang buta yang sepintas terlihat tidak buta, Pine menjiwai peran Danny dengan baik dengan bahasa tubuhnya termasuk sorot mata lugunya. Anjali juga tidak mengecewakan sebagai Leeza, gadis India yang bermata bulat besar tetapi sudah terbuka budayanya. Sedikit kolusi saat Jane Seymour yang notabene istri sang sutradara mendapat peran kocak sebagai Dr. Evans yang hobi telanjang! Bagaimanapun chemistry Pine dan Anjali yang sebetulnya terbentur budaya itu tercipta dengan baik sehingga membuat penonton bersimpati pada keduanya yang sama-sama terbebani dengan kehidupan pribadi masing-masing. Andai saja Keach mampu mengeksplorasi sisi yang satu ini, niscaya hasil akhir akan lebih baik lagi. Endingnya terasa dipermudah saat kedua keluarga menerima begitu saja. Hm, jika tidak mempermasalahkan ini itunya, Blind Dating akan bisa anda nikmati dengan perasaan jenaka dan haru sekaligus.

Durasi:
95 menit

U.S. Box Office:
$87,416 till May 2007 (limited few screens).

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Jumat, 23 Januari 2009

HANTU JAMU GENDONG : Asal-Usul Dan Teror Hantu Penjual Jamu

Tagline:
Cantik, sexy, bohay, tapi..

Cerita:
Kesulitan uang, Kafka menerima tugas membuat skripsi temannya dengan sejumlah upah. Ia mengangkat topik kaum urban yang berjudi mengadu nasib di Jakarta. Sampai pada satu hari dimana musibah menimpa dua temannya Rio dan Nadya yang konon diteror hantu jamu gendong. Bersama kekasihnya Meisya, Kafka kemudian menyelidiki asal mula hantu yang bernama Sri tersebut dengan mendatangi tempat terbunuhnya di masa silam. Mereka diharuskan melakukan ritual memecahkan telor sambil berteriak jamu, jamune untuk melihat penampakan hantu Sri. Masalah tidak berhenti sampai di situ karena Kafka, Meisya dan Andin sahabatnya menjadi sasaran kemarahan hantu jamu gendong. Bagaimana menyelesaikan itu semua? Siapa sesungguhnya Sri dan tragedi apa yang menimpanya?

Gambar:
Banyak bersetting di bangunan rumah bekas terbakar tempat bersemayamnya hantu jamu gendong. Beberapa setting rumah juga terlihat familiar di film-filmnya sutradara bernama banyak itu.

Act:
Biasa berperan dalam film komedi, Dimas Aditya kali ini kebagian peran Kafka yang skeptis tapi akhirnya dituntut bertanggung jawab menyelesaikan semua masalah yang dimulainya.
Aktris seksi Julia Perez menjadi hantu jamu gendong yang diakuinya tantangan tersendiri karena menggunakan kebaya yang sangat ketat dan diharuskan menguasai teknik meracik jamu.

Sutradara:
Tidak banyak berbeda dengan karya horor sebelumnya terutama kemiripan skrip dengan Hantu Jeruk Purut, Koya Pagayo kembali dengan genre yang membesarkan namanya. Hanya saja sayang talentanya tidak banyak berkembang dan masih menggunakan elemen-elemen yang sudah terlalu lazim sehingga tidak ada lagi kejutan berarti.

Komentar:
Nuansa horor mungkin akan cukup menyentak untuk anda yang belum mengenal siapa sutradara ini. Hantu Jamu Gendong hanya menjual nama Jupe dan Dimas semata, tidak ada yang baru. Pengembangan dan bahkan penyelesaian cerita menjadi terabaikan padahal durasi yang terlalu singkat seharusnya bisa disiasati dengan penambahan beberapa scene. Kesimpulannya, bukan film yang direkomendasikan untuk ditonton.

Durasi:
80 menit

Overall:
6.5 out of 10
Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Kamis, 22 Januari 2009

THE COTTAGE : Komedi Penculikan Berbuah Thriller Pembantaian

Cerita:
David dan adiknya Peter tiba di sebuah vila terpencil pada suatu malam. Ketika Peter membuka bagasi, ada seorang gadis tidak sadarkan diri bernama Tracey terikat. Rupanya mereka berdua adalah sepasang penculik yang mengharapkan uang tebusan. Sayangnya satu fakta yang tidak mereka sadari bahwa mereka tidak sendiri di vila tersebut, ada sesosok manusia yang siap menjagal mereka hidup-hidup!

Gambar:
Suasana vila yang kumuh di pinggir kota yang terpencil dimana semuanya bersetting di Isle Of Man, England pada malam hari.

Act:
Satu-satunya yang dirkenal dalam film, Andy Serkis sebagai David, paling diingat saat mengisi suara Gollum dalam trilogi legendaris The Lord Of The Rings.
Reece Shearsmith sebagai Peter, sang adik yang ceroboh.
Jennifer Ellison sebagai gadis remaja korban penculikan Tracey yang lucunya pada skrip seharusnya tokoh berusia 40 tahun!

Sutradara:
Belum banyak karya sutradara Inggris kelahiran 1973 yang bernama Paul Andrew Williams ini.

Komentar:
Saya menaruh harapan besar pada saat melihat preview film ini di iNafff beberapa waktu lalu dikarenakan tema humor hitam berpadu dengan thriller yang tidak biasa. Sayangnya kebodohan dua bersaudara itu tidak cukup lucu untuk ditertawakan. Paruh pertama film bernuansa komedi yang digunakan untuk memancing animo penonton bisa dibilang gagal. Paruh kedua berganti thriller sedikit lebih baik tapi tidak bisa menyelamatkan film secara keseluruhan. Nonton DVD nya saja!

Durasi:
90 menit

U.K. Box-Office:
£598,221 till March 2008

Overall:
6.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Rabu, 21 Januari 2009

FEAST OF LOVE : Cinta Itu Tidak Selalu Memiliki Jawaban

Quotes:
Bradley Thomas-Do you think love is a trick or do you think it’s the only reason there is to this crazy dream?
Jenny-Which do you believe?
Bradley Thomas-The second one.

Cerita:
Delapan pasangan, empat tanpa ikatan, dua pernikahan, dua pemakaman, seorang ayah pemarah, pasangan yang berpegang teguh, cinta, seks, sakit hati, dan seekor anjing di kota kecil Portland.
Anak hilang Oscar bertemu belahan hatinya Chloe di kedai kopi milik seorang pria bernama Bradley yang baru saja kehilangan istrinya yang kabur dengan pasangan lesbiannya. Bradley kemudian bertemu seorang wanita cantik, Diana yang memiliki affair dengan pria beristri. Semuanya terhubung dengan Harry Stevenson, seorang konselor dan mantan profesor bijaksana yang siap memberikan usaha terbaiknya untuk menyatukan mereka. Apakah cinta harus selalu menemukan jawaban terbaiknya?

Gambar:
Sederhana dan simpel tapi menarik mata karena menyajikan gambar-gambar khas lingkungan kehidupan masyarakat Amerika.

Act:
Morgan Freeman as Harry Stevenson
Greg Kinnear as Bradley Smith
Radha Mitchell sebagai Diana Croce
Billy Burke sebagai David Watson
Selma Blair sebagai Kathryn Smith
Alexa Davalos sebagai Chloe Barlow
Toby Hemingway sebagai Oscar
Jane Alexander sebagai Esther Stevenson
Saya mengagumi penampilan mereka semua dalam film ini. Entah karena sudah kaliber atau kebetulan diarahkan oleh sutradara yang bagus. Semua terlihat natural dan mampu memancarkan emosi sesuai karakter yang diembankan pada mereka masing-masing.

Sutradara:
Nama Robert Benton mungkin tidak banyak dikenal di Indonesia tapi sesungguhnya sutradara berusia 76 tahun ini sudah mengantongi 3 Piala Oscar dan beberapa nominasi baik sebagai sutradara maupun penulis skenario termasuk dalam Kramer Vs Kramer (1979). Oleh karena itu tidak perlu diragukan lagi jaminan mutunya yang kali ini dengan memikat membesut mozaik drama cinta yang satu ini dengan taburan bintang-bintang ternama di dalamnya. Great job grandpa!

Komentar:
Ketiga plot cerita saling bersinergi dengan baik. Masing-masing memberikan pemahaman yang berbeda tentang cinta. Walau terkadang terkesan out of context karena konflik yang melebar, Feast Of Love tetap sebuah tontonan memikat dengan makna yang dalam.

Durasi:
95 menit

Overall:
8 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellentNo such perfect 9.5 or 10!

Selasa, 20 Januari 2009

REDLINE : Sepenggal Hiburan Tentang Balap Mobil Mewah

Tagline:
Fear Nothing. Risk Everything.

Quotes:
Natasha Martin-There are cars that get you from point A to point B. And then there are cars that get you from point A to point B really fast. Fast cars cost big money, and with millions of dollars at stake, there are people who’ll do anything to win. People who take risks and never play it safe.

Cerita:
Sebuah kompetisi balap mobil mewah di daerah Amerika Selatan yang diprakarsai oleh beberapa konglomerat yaitu Infamous yang memiliki perusahaan rekaman, Jerry yang memiliki perusahaan film dan pemimpin kelompok mafia, Uncle Mike dengan sejumlah taruhan besar. Ada tujuan tertentu di balik itu semua yaitu perdagangan obat terlarang. Konflik timbul saat penyanyi cantik andalan Infamous, Natasha menjadi bahan pertaruhan yang kemudian jatuh ke tangan Uncle Mike yang diam-diam terlibat sindikat pemalsuan uang. Bagaimana Natasha bisa lolos sekaligus memenangkan perlombaan terakhir untuk menyelamatkan ibunya?

Gambar:
Memikat dengan tampilan mobil-mobil mahal seperti Phantom Rolls Royce, Lamborghini Murcielago, Enzo Ferrari, Ferrari F430, Ferrari Scaglietti dan dua Mercedes SLR McLaren AMGs.

Act:
Nathan Phillips sebagai Carlo
Nadia Bjorlin sebagai Natasha
Angus Macfadyen sebagai Uncle Mike
Eddie Griffin sebagai Infamous
Sulit mengomentari akting mereka semua karena tidak adanya pengembangan karakter yang jelas di film ini.

Sutradara:
Andy Cheng Kai Chung yang selama ini menjadi asisten atau kru sutradara memulai debutnya dalam Redline. Sayangnya pengetahuan pria yang berkecimpung di dunia film sejak tahun 1997 ini masih sangat minim sehingga karya perdananya ini tidak maksimal dan lemah di segala hal.

Komentar:
Film yang diedarkan lewat media myspace ini hanya menjual “cover” yaitu aktris utama yang cantik dengan mobil-mobil mewah yang tampilannya wah. Di luar itu serba kosong mulai dari plot cerita yang klise, akting yang hmm, pengembangan cerita yang buruk dengan penyelesaian cerita yang sungguh dibuat-buat. Yah nilai yang saya berikan hanyalah berdasarkan “cover” itu tadi, tidak lebih. Mungkin lebih baik jika anda nonton di televisi saja beberapa waktu mendatang.

Durasi:
95 menit

U.S. Box Office (till mid of 2007):
$6,877,133

Overall:
6.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Senin, 19 Januari 2009

PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN : Perjuangan Hidup Seorang Muslimah Mendapatkan Persamaan Hak

Cerita:
Anak perempuan semata wayang seorang kyai, Anissa sejak kecil mendapat kungkungan dimana ia seharusnya belajar semua hal dengan sebebas-bebasnya sejak dini. Satu-satunya tempat berbicaranya hanyalah Le Khudori yang sudah dianggap teman terdekat dan kakaknya sendiri. Sepeninggal Le yang melanjutkan studi di Kairo, Anissa tumbuh menjadi gadis cantik cerdas berpendirian kuat. Tekadnya untuk melanjutkan kuliah sudah bulat dan terpaksa menyetujui satu syarat berat dari abahnya yaitu menikah dengan Samsudin, anak seorang kyai pesantren yang lebih besar. Menjalani kehidupan perkawinan yang tidak bahagia ditambah dengan kondisi dimadu membuat Anissa berontak dan pergi ke Yogya. Disana ia bertemu kembali dengan Le yang sesungguhnya dicintainya itu. Pelan-pelan, Anissa mulai merintis impiannya membangun perpustakaan untuk meningkatkan derajat dan pola berpikir yang lebih maju bagi kaum perempuan masa kini dimana ajaran Al Qur'an dianggapnya tidak memihak mereka. Namun tantangan mewujudkan itu semua tidaklah mudah, Anissa harus menghadapi cobaan demi cobaan berat yang mungkin bisa membuatnya menyerah..

Gambar:
Lanskap yang mengagumkan di sela-sela pencitraan kehidupan pesantren dan segala atributnya yang berhasil ditampilkan dengan jelas.

Act:
Revalina S Temat semakin mengukuhkan namanya sebagai aktris papan atas Indonesia. Perannya sebagai Anissa disini menuntutnya mengerahkan segenap kemampuannya beremosi mulai dari marah, kecewa, sedih, bahagia, tertekan dsb yang ternyata berhasil dilakukannya dengan cemerlang.
Oka Antara kembali dengan film bernafaskan Islam keduanya setelah Ayat-Ayat Cinta. Bermain sebagai Le Khudori, Oka menunjukkan talentanya dengan mengimbangi dan menciptakan chemistry yang pas dengan Reva.
Reza Rahadian cukup berhasil sebagai Samsudin, suami yang sepintas kelihatan alim tapi gemar menyiksa dan licik dengan segala cara busuknya.

Jangan lupakan juga kehadiran Widyawati dan Joshua Pandelaki yang juga tampil mengesankan walau tidak dalam porsi yang besar.

Sutradara:
Hanung Bramantyo yang juga memproduseri film ini boleh dikatakan berhasil membangun nuansa dan penggambaran yang tepat untuk film yang diangkat dari novel berjudul sama karya Abidah el Khalieqy. Casting juga didukung dengan bintang-bintang ternama dengan kualitas akting yang mumpuni. Aspek-aspek pendukung yang penting seperti score dan cinematography juga tertata dengan baik. Two thumbs up for Mr. HB!

Komentar:
Film wajib tonton bagi anda yang berjenis kelamin wanita. Jangan juga artikan ini sebagai film religi karena inti ceritanya tergolong universal tentang perjuangan seorang perempuan muslim untuk mendapatkan hak yang sama dengan laki-laki. Perjalanan hidup Anissa yang mungkin juga pernah dialami oleh kita semua. Beberapa adegan diyakini akan menyentuh hati anda. Sependapat dengan saya?

Durasi:
130 menit

Overall:
8 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Minggu, 18 Januari 2009

BURN AFTER READING : Tolok Ukur Bahwa Kecerdasan Itu Tidak Mutlak

Tagline:
Intelligence is relative.

Quotes:
Osbourne Cox-You are the guy from the gym.
Ted Treffon-I don't represent Hardbodies.
Osbourne Cox-I know very well what you represent. You represent the idiocy of today.
Ted Treffon-No, I don't represent that either.
Osbourne Cox-You are part of a league of morons. Oh, yes. You see you're one of the morons I've been fighting my whole life. My whole, fucking life. But guess what. Today, I win.

Cerita:
Setelah dipecat dari CIA karena masalah sepele, Osbourne Cox mulai berpikir untuk menebus hidupnya dengan suatu cara. Istrinya mengajukan cerai dan berharap kekasihnya, seorang mantan petugas Departemen Pertahanan, Harry yang sudah beristri mau menikahinya. Saat disket Osbourne jatuh dari tas gym nya di sebuah klub fitness Hardbodies, masalah mulai timbul. Dua pegawai yang menemukannya yakni Linda yang menginginkan uang untuk melakukan bedah plastik pada tubuhnya dan Chad yang bodoh tanpa ambisi kemudian berusaha memeras Osbourne. Yang terjadi selanjutnya sungguh di luar dugaan karena semua tokoh yang sebetulnya menjadi saling terkait itu berpusat pada tempat yang sama.

Gambar:
Adegan komikal yang tajam dimana scene demi scene bergerak cepat banyak dimainkan disini oleh aktor-aktris utamanya.

Act:
Semua tokoh mendapat porsi yang hampir sama besar untuk mengekspresikan talenta akting masing-masing mulai dari George Clooney sebagai Harry Pfarrer, Frances McDormand sebagai Linda Litzke, John Malkovich sebagai Osbourne Cox, Tilda Swinton sebagai Katie Cox dan Brad Pitt sebagai Chad Feldheimer bergantian saling memberikan performa terbaiknya dengan unik.

Sutradara:
Kolaborasi dua bersaudara Ethan dan Joel Coen terbukti ampuh dengan memenangkan beberapa Oscar termasuk karya terakhir mereka, No Country For Old Men. Ciri khas mereka adalah menciptakan konflik tajam antar para tokoh dimana pada akhirnya menjadi saling terhubung satu sama lain. Formula sama digunakan disini dan hasilnya jadilah film komedi satir dewasa ini.

Komentar:
Menyaksikan Burn After Reading yang penuh dengan kata-kata kasar dan lelucon sarkastik mungkin akan mengasyikan bagi mereka yang sudah mengenal siapa itu Coen bersaudara. Alurnya bergerak cepat dan pintar sekali menyambung plot menjadi satu kesatuan yang utuh dengan kejutan yang manis di beberapa scene. Namun sekali lagi, ini bukan film yang bisa dengan mudah dinikmati umum. Butuh kejelian dan cita rasa yang tinggi untuk bisa menyukai film ini.

Durasi:
95 menit

U.S. Box Office (till end of 2008):
$60,338,891

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!