XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label vicky zhao. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label vicky zhao. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Januari 2010

14 BLADES : Membekuk Pengkhianat Pasukan Pengawal Kaisar

Tagline:
An elite force above the law licensed to kill!

Storyline:
Dinasti Ming, Pasukan Elite Pengawal Kaisar yang bernama Jin Yiwei anggotanya direkrut dari anak-anak jalanan yatim piatu untuk kemudian dilatih bermacam-macam ilmu bela diri baik dengan/tanpa senjata. Masing-masing dari mereka dibekali 14 pisau yaitu 8 untuk menyiksa, 5 untuk membunuh dan 1 yang terbuat dari emas untuk bunuh diri jika gagal dalam tugas.
Masalah mulai timbul saat Pangeran Qing memberontak dan bekerjasama dengan kasim Jia Jingzhong lalu menjebak pemimpin Jin Yiwei yakni Qing Long untuk merebut sebuah kotak rahasia yang disimpan pejabat istana Zhao Shenyan. Apa sesungguhnya isi kotak tersebut? Bagaimana Qinglong menghadapi musuh tak terlihat yang membayangi dirinya?

Nice-to-know:
Reuni kedua Vicky dan Donnie setelah Painted Skin walaupun disana Donnie hanya kebagian peran pendukung saja.

Cast:
Donnie Yen sebagai Green Dragon / Qing Long
Vicky Zhao Wei sebagai Hua Qiao
Wu Chun sebagai Judge
Kate Tsui sebagai Tuo Tuo
Qi Yuwu sebagai Wu Xuan
Sammo Hung Kam-Bo sebagai Prince Qing
Damian Lau sebagai Zhao Shenyan
Law Kar-Ying sebagai Jia Jing Zhong
Wu Ma sebagai Jiao Zhong
Chen Kuan Tai sebagai Water Moon Monk

Director:
Daniel Lee sebelum ini menggarap Three Kingdoms: Resurrection of the Dragon (2008).

Comment:
Sebagian besar plot cerita berfokus pada karakter yang diperankan keduanya dalam memperjuangkan apa yang diangggap benar sekaligus percikan-percikan api di antara mereka.
Donnie sebagai Qing Long merupakan pilihan tepat, ia memperlihatkan emosi yang baik sebagai seorang pemimpin yang terluka karena dikhianati tetapi harus terus berjuang. Satu adegan yang memperlihatkan tato di bagian atas tubuhnya yang terpahat dengan baik juga semakin mempertegas ketangguhannya. Vicky sebagai Hua Qiao tidak jauh berbeda dengan apa yang dipertontonkannya dalam Mu Lan dan jujur tipikal pejuang wanita yang dibawakannya selalu menarik di mata saya. Pendatang baru Kate Tsui juga patut diperhitungkan disini, aura pembunuhnya sangat kuat dengan ekspresi yang datar dan dingin. Masih banyak nama-nama tenar di luar ketiga tersebut di atas yang juga perform sesuai standar yang dibutuhkan.
14 pisau yang dijadikan judul film dikatakan memiliki keunikan masing-masing tetapi sayangnya tidak akan kita lihat disini karena ini bukanlah film superhero. Yang cukup dominan dipertunjukkan adalah pisau milik Qing Long yang tersimpan dalam kotak panjang yang kokoh sekaligus berfungsi sebagai senjata pamungkasnya. Adegan pertarungannya memang cukup dominan tapi tidak digarap dengan detail yang jeli, hanya terbantu dari settingnya yang dikonsep dengan indah dari satu tempat ke tempat yang lain. Thumbs up bagi sutradara Daniel Lee yang memaksimalkan spesial efek tanpa harus terlihat palsu.
14 Blades bukanlah film sempurna dengan rating yang bagus seperti IP Man ataupun Bodyguards and Assassins tetapi tetap sebuah suguhan yang menghibur dan tidak basi walaupun elemen-elemen dalam film sudah berulangkali ditayangkan dalam berbagai versi. Tentunya faktor kecemerlangan Donnie dan Vicky serta kinerja desainer kostum yang gemilang menjadi nilai plus tersendiri disini.

Durasi:
115 menit

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sabtu, 24 Januari 2009

RED CLIFF : Sejarah Pertempuran Legendaris Tiga Raja Tiongkok

Quotes:
Liu Bei-Truth and illusion are often disguised as each other, Cao Cao likes to play this game, both with friends and foes.

Cerita:
Tahun 208 SM, hari-hari terakhir pemerintahan Dinasti Han, Perdana Menteri yang cerdas Cao Cao berhasil meyakinkan Raja Han bahwa satu-satunya cara untuk menyatukan seluruh daratan Cina yaitu dengan menyatakan perang terhadap kerajaan-kerajaan Xu di bagian barat dan East Wu di bagian selatan. Maka di mulailah kampanye militer besar-besaran, dipimpin oleh sang Perdana Menteri.
Sejumlah peperangan besar terjadi, baik di daratan maupun lautan karena Liu Bei tidak mau menyerah begitu saja apalagi dengan ratusan ribu pasukannya yang menang kuantitas berkali-kali lipat. Tapi dengan strategi jitu yang diterapkan Zhou Yu dan Zhuge Liang yang mencermati kekuatan dan kelemahan tentara musuh, pertarungan menjadi imbang dan berlangsung seru. Akankah sejarah Cina berubah untuk selamanya pada akhir pertempuran itu?


Gambar:
Adegan peperangan di Perbukitan Merah yang mewakili daratan dan di Sungai Yangtze yang mewakili perairan mendapat porsi lebih dan digambarkan dengan sangat detail.

Act:
Takeshi Kaneshiro as Zhuge Liang
Tony Leung Chiu Wai as Zhou Yu
Zhang Fengyi as Cao Cao
Vicky Zhao Wei as Sun Shangxiang
Chang Chen as Sun Quan
You Yong You as Liu Bei
Hou Yong as Lu Su
Hu Jun as Zhao Yun
Jiang Tong as Li Tong
Lin Chiling as Xiao Qiao
Shido Nakamura as Wa Long
Song Jia as Li Ji
Tong Dawei as Sun Shucai
Wang Qingxiang as Kong Rong
Saya tidak akan mengomentari akting mereka satu persatu karena menurut saya semua tampil sangat bagus dan menjiwai peran masing-masing dengan gemilang sehingga mampu menghidupkan suasana film secara global.

Sutradara:
John Woo yang kembali menyutradarai film Hongkong setelah belasan tahun berkarya di Hollywood tidak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan kepadanya. Berpengalaman menangani film-film yang cukup besar dengan bintang-bintang ternama macam John Travolta, Nicholas Cage dsb, Woo boleh dibilang berjudi dengan bujet 80 juta dollar Amerika untuk membesut film legendaris ini. Dirasa durasinya akan membengkak, Woo membagi Red Cliff menjadi dua bagian agar tidak kehilangan esensinya. Keputusan yang tepat karena eksplorasi cerita menjadi maksimal, penggunaan spesial efek yang canggih juga didukung dengan jajaran cast yang tidak perlu diragukan lagi kaliber aktingnya. Two thumbs up!

Komentar:
Selang waktu 6 bulan mungkin paling dinantikan untuk menyaksikan Red Cliff secara lengkap. Jika film pertama lebih banyak bermain dalam pengenalan tokoh dan pendalaman karakternya, film kedua menawarkan strategi perang yang sangat menarik. Jelas inilah film wajib tonton bagi masyarakat Asia pada umumnya dan komunitas beretnis kuning pada khususnya karena film ini konon menggambarkan sejarah Cina menjadi kekuatan terbesar di benua Asia. Walaupun ada beberapa penyimpangan sejarah di sebagian plot tapi tidak mengganggu jalan cerita secara keseluruhan. Awal sampai pertengahan film mungkin akan membosankan karena terlalu banyak dialog tapi jika disimak dengan baik justru banyak poin plus yang bisa dipetik dari Red Cliff. Semua elemen dalam film ini bersinergi dengan baik untuk menjadikannya adaptasi layar lebar Sam Kok terbaik yang pernah dibuat sepanjang sejarah perfilman Mandarin!

Durasi:
275 menit

Box-Office:
Part 1-
CNY 312,000,002 (China) (24 August 2008)
HKD 24,262,237 (Hong Kong) (24 August 2008)
MYR 1,981,478 (Malaysia) (3 August 2008)
SGD 2,545,523 (Singapore) (3 August 2008)
KRW 10,091,549,234 (South Korea) (3 August 2008)
TWD 151,889,372 (Taiwan) (3 August 2008)
THB 31,450,706 (Thailand) (3 August 2008)
Part 2-
will be updated soon..

Overall:
8.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 26 September 2008

PAINTED SKIN : Romantika Cinta Manusia Vs Siluman

Cerita:
Dalam perjalanan memimpin pasukannya pulang dari medan perang, Jenderal Wang menyelamatkan seorang gadis cantik, Xiao Wei dari sekelompok bandit dan membawanya pulang tanpa mengetahui gadis tersebut merupakan jelmaan siluman rubah yang harus memakan jantung manusia untuk tetap berwujud manusia. Hanya istri Wang, Pei Rong yang mencurigainya karena beberapa keanehan yang dirasa tidak wajar. Sayang semuanya malah menganggap Pei Rong cemburu dengan kehadiran Xiao Wei. Dibantu mantan kekasih Pei Rong yakni pendekar Yong dan Pemburu Hantu, mereka berusaha mengungkap tabir Xiao Wei yang sesungguhnya.

Gambar:
Setting rumah tradisional Tiongkok mampu menampilkan gambar memikat meski sebagian besar syuting dilakukan pada malam hari.

Act:
Donnie Yen sebagai Yong
Zhou Xun sebagai Xiao Wei
Vicky Zhao sebagai Pei Rong
Chen Kun sebagai Wang Sheng
Sun Li sebagai Xia Bing
Saya menyukai penjiwaan masing-masing karakter di film ini, terutama Zhou Xun yang semakin berkibar namanya belakangan ini. Zhao Wei dan Chen Ce Tan tidak perlu diragukan lagi kaliber aktingnya.

Sutradara:
Kelahiran Hongkong, Gordon Chan sudah terlibat dalam dunia perfilman sejak tahun 1980an dengan mengarahkan Jet Li, Jackie Chan dll. Kali ini mengangkat kisah tradisional Tiongkok yang sudah berusia lebih dari 300 tahun. Adaptasi yang fresh menjadi nilai tambahnya.

Komentar:
Meski didominasi nuansa drama cinta dengan percakapan yang bisa dibilang klise tidak menjadikan film ini membosankan. Dengan berlatar belakang kisah klasik yang sudah berulangkali ditulis ataupun difilmkan, Painted Skin versi terbaru ini tetap tontonan bermutu dari negeri China apalagi didukung dengan kombinasi bintang lawas dan anyar yang berhasil mengangkat film ini. Beberapa adegan pertarungan juga cukup real dan mendukung cerita secara keseluruhan. Wajib tonton apalagi untuk anda penggemar film Mandarin era 1980an!

Durasi:
100 menit

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!