XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Rabu, 09 Juli 2008

SOMEONE BEHIND YOU : Jangan Percaya Siapapun Termasuk Anda

Tagline:
Have you hated someone.. so much to kill?

Cerita:
Setelah menyaksikan pembunuhan tantenya yang tertua oleh tante termudanya, Ga In mengalami serangkaian kejadian mematikan yang tidak bisa dijelaskan dalam hidupnya. Teman sekelasnya, guru dan bahkan ibunya sendiri mencoba untuk membunuhnya. Sementara itu, yang melihat rasa paranoid Ga In adalah Suk Min, seorang anak laki-laki misterius yang digosipkan membunuh ayahnya sendiri. Suk Min mengajari Ga In bahwa satu-satunya jalan untuk selamat adalah jangan mempercayai siapapun. Tapi sampai kapan ia terbangun dari mimpi buruk ini? Kutukan apa yang sebetulnya menimpa keluarga Ga In?

Gambar:
Meski terkesan sunyi, beberapa adegan bersimbah darah cukup mengerikan!

Act:
Yoon Jin Seo sebagai Ga In pernah mendukung salah satu film legendaris Korea, Old Boy (2003).
Park Gi Woong sebagai Suk Min.
Lee Ki Woo sebagai Hyun Joong.

Sutradara:
Sebelumnya menggarap drama romantis Art Of Seduction (2005) yang manis itu membuat Oh Ki Hwan banting setir mengarahkan horor thriller psikologis yang diangkat dari komik berjudul Two People karya Kang Kyung-Ok.

Komentar:
Meskipun twist tetap terjaga sampai ending, film ini cukup melelahkan dalam mengantarkan kesana. Disuguhi adegan sadis yang tidak terjelaskan rasanya agak menyiksa. Yang dikhawatirkan, sebelum kejutan terungkap, penonton sudah antipati duluan. Tapi Jin Seo berakting cukup baik disini sehingga mampu mengundang rasa penasaran penonton. Yah menurut saya, masih banyak horor thriller psikologis Korea lain yang lebih baik.

Durasi:
83 menit

Overall:
6.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Rabu, 02 Juli 2008

ESCAPE FROM HUANG SHI : Perjalanan Keselamatan Anak-Anak Yatim Piatu

Quotes:
George Hogg-Why doesn't the school just send these boys back to their families?
Lee Pearson-this isn't a school
George Hogg-it looks like one
Lee Pearson-it's a orphanage

Cerita:
Di saat penyerbuan Jepang terhadap RRC pada tahun 1930, seorang pria berkebangsaan Inggris bernama George Hogg datang untuk menuntun 60 anak yatim piatu dalam sebuah perjalanan sekitar seribu mil melewati gunung bersalju Liu Pan Shan sampai ke padang pasir Mongolia yang aman. Dalam proses, George berjumpa dengan simpatisan komunis berlatar pendidikan Amerika, Jack Chen dan tenaga perawat berkebangsaan Australia, Lee Pearson. Akankah pada akhirnya George berhasil menuntaskan misinya?

Gambar:
Dengan bersetting di China dan Australia, Escape From Huang Shi sangat terasa nyata menyajikan scene demi scene sesuai masanya pada waktu itu.

Act:
Sebelum ini tampil memikat dalam August Rush, aktor Irlandia bernama Jonathan Rhys Meyers memerankan tokoh legendaris George Hogg, lulusan Oxford yang bercita-cita menjadi penulis sampai akhirnya menjadi pengajar dan penyelamat anak-anak yatim piatu China.
Pernah mendukung serial teve ternama Australia berjudul Neighbours, Radha Mitchell kali ini bermain sebagai Lee Pearson, suster medis yang diperbantukan untuk mengobati pengungsi yang jatuh sakit.
Aktor aktris senior Hongkong, Chow Yun Fat dan Michelle Yeoh turut mendukung sebagai simpatisan komunis Chen Hansheng dan wanita bangsawan Mrs. Wang yang baik hati.

Sutradara:
Sutradara gaek asal Kanada, Roger Spottiswoode sudah menghasilkan sekitar 20 film sampai saat ini, diawali dengan Terror Train (1980)

Komentar:
Sebuah epik yang diangkat dari kisah nyata dan tidak banyak diketahui khalayak ramai ini juga merupakan kisah perjuangan seorang manusia biasa yang bertindak sebagai pahlawan bagi sesamanya yang lebih membutuhkan bantuan. Jonathan bermain gemilang untuk mentransformasikan sosok Hogg dengan gesture dan tutur katanya. Anak-anak remaja China disini seperti Guang Li dkk pun tampil natural. Kehadiran Radha, Chow dan Michelle juga memberikan warna tersendiri untuk memperkuat cast secara keseluruhan. Di luar beberapa kekurangan tim produksi film ini mengenai latar belakang sejarahnya, Escape From Huang Shi tetaplah menginspirasi. Sepintas film terlihat gelap tetapi ceritanya sangat bercahaya!

Durasi:
120 menit

U.S. Box Office:
$1,027,749 till Oct 2008

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 20 Juni 2008

IKHSAN MAMA I LOVE YOU : Kepercayaan Mengatasi Dyslexia Pada Anak

Cerita:
Tinggal kelas selama 2 tahun di kelas 4 SD dan selalu diejek teman-temannya membuat Ikhsan menjadi pemarah dan menutup dirinya. Orangtuanya mengirimkan Ikhsan ke sekolah berasrama yang lebih keras dan disiplin tanpa kompromi. Di tempat baru, Ikhsan tambah tertekan. Beruntung salah satu guru baru bernama Harun menyadari masalah sesungguhnya yaitu Ikhsan mengalami dyslexia sehingga kesulitan membaca dan mengingat alfabet. Harun pun berusaha membantu Ikhsan mengatasi masalahnya. Akankah Ikhsan bisa mengembalikan kepercayaan dirinya pada akhirnya?

Gambar:
Tidak terlalu mengesankan, standar FTV pada umumnya.

Act:
M. Faruq sebagai Ikhsan memperlihatkan pengembangan karakter yang baik walau tidak konsisten sepanjang film.
Ibnu Jamil tampil paling maksimal disini. Walau terkesan terlalu keren untuk ukuran guru muda, intonasi dan gaya tubuh serta penjabarannya cukup berhasil mengundang simpati.
Jesse Lantang dan Wulan Guritno sebagai ayah dan ibu Ikhsan yang tidak terlalu menjadi fokus cerita.
Jangan lupakan penampilan pendukung Rendy Bragi dan cameo Adam Jordan.

Sutradara:
Namanya masih terdengar asing tapi usaha Rico Michael mengetengahkan drama keluarga ini bolehlah diapresiasi.

Komentar:
Walaupun masih standar film lepas, Ikhsan : Mama, I Love You cukup berhasil menekankan nilai-nilai keluarga terutama dari hubungan orangtua dan anak serta guru dan murid. Beberapa adegan cukup menyentuh, terima kasih pada ilustasi musik singel Dewi dari Alexa. Secara keseluruhan harus diakui belum ada yang baru dari keseluruhan konflik yang ditampilkan berikut penyelesaiannya, meski begitu film ini lumayan menarik untuk disimak.

Durasi:
80 menit

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Kamis, 12 Juni 2008

21 : Siswa Jenius "Berjudi" Di Las Vegas

Quotes:
Jill Taylor-[in Foxx Strip Club] So do you want a private dance?
Ben Campbell-How much?
Jill Taylor-20 a song, 30 song minimum.
Ben Campbell-I don't know. Sounds expensive.
[they kiss]

Cerita:
Diinspirasi dari kejadian sesungguhnya mengenai siswa-siswi MIT yang jago dalam permainan kartu dan memenangkan jutaan dollar di kasino Vegas. Demi membayar uang sekolahnya, Ben Campbell bersedia direkrut sebagai siswa paling berbakat di MIT untuk menaklukkan Vegas. Dengan bantuan Profesor Statistik Micky Rossa yang sangat pintar dan identitas palsu, kepintaran dan keahlian menghitung kartu yang sangat susah, Ben dan teman-temannya berhasil memasuki kasino. Sekarang tantangannya adalah bermain sesuai rencana dan berada satu langkah di depan sebelum semuanya di luar kontrol.

Gambar:
Dunia judi Vegas dan dunia mahasiswa MIT di Boston bercampur baur dengan sempurna memanjakan mata.

Act:
Belum lama ini mendukung The Other Boleyn Girl, aktor Inggris bernama Jim Sturgess sukses mencuri perhatian lewat perannya sebagai Ben Campbell, mahasiswa MIT yang cerdas dan bercita-cita masuk Kedokteran Harvard walau sempat dibutakan oleh keserakahan.
Saya paling ingat perannya dalam Pay It Forward (2000), Kevin Spacey merupakan aktor kaliber Oscar. Dalam film ini sebagai Profesor Micky Rossa yang berhasil menggerakkan murid-muridnya untuk mengikuti kemauannya.
Aktris muda Amerika, Kate Bosworth memulai debutnya dalam The Horse Whisperer (1998) dan kali ini memerankan Jill Taylor, love interestnya Ben Campbell.
Sebelum ini turut andil dalam The Death and Life of Bobby Z, aktor Afro Amerika kawakan bernama Laurence Fishburne ini kebagian peran antagonis pengawas kasino, Cole Williams.
Didukung pula oleh dua bintang muda keturunan Asia, Liza Lapira sebagai Kianna dan Aaron Yo sebagai Choi.

Sutradara:
Selama ini banyak menyutradarai film ringan menghibur termasuk Legally Blonde (2001) yang melejitkan nama Robert Luketic. Transisinya dalam 21 patut diacungi jempol karena berhasil menyajikan kisah yang menarik untuk diikuti.

Komentar:
Plot yang menarik dengan alur cerita yang cepat sekaligus santai, mungkin akan lebih baik jika sedikit dipercepat. Sturgess tampil brilian disini sebagai "pemimpin" siswa-siswi penjudi, aksen Inggris yang dihilangkan ditambah dengan perubahan sisi emosionalnya yang sangat baik menjelang akhir film merupakan nilai plus. Jangan lupakan juga akting Spacey dan Fishburne yang selalu memikat. Perpindahan setting dari Boston ke Vegas begitupun sebaliknya begitu mulus sehingga menegaskan dua dunia yang berbeda bagi karakter utamanya. Dengan tetap setia pada bukunya, 21 merupakan pilihan bijak untuk mengisi waktu luang anda. Film yang baik walaupun tidak luar biasa.

Durasi:
120 menit

U.S. Box Office:
$81,159,365 till May 2008

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 06 Juni 2008

MUOI : Lukisan Keramat Dendam Kematian

Tagline:
Death Is Only Beginning Of The Curse

Storyline:
Novelis Yoon Hee sedang dikejar deadline oleh bosnya untuk mendaftarkan tulisan baru. Iapun menghubungi sahabat lamanya Seo Yeon yang sudah tinggal di Vietnam untuk membantunya menyiapkan akomodasi selama perjalanannya. Seo Yeon mengajak Yoon Hee untuk menelusuri legenda lukisan Muoi mengenai arwah seorang gadis yang mati penasaran dan kerap menghantui masyarakat setempat dengan kutukan mautnya. Awalnya Yoon Hee tidak terlalu percaya tetapi lama-lama tertarik. Rahasia masa lalu pun tersingkap yang mungkin terhubung dengan cerita hidupnya sendiri bersama Seo Yeon.

Nice-to-know:
Meskipun produksi Korea tetapi nyaris keseluruhan syuting dilakukan di lokasi-lokasi bersejarah Vietnam seperti Da Lat, Hoi An, My Son.

Cast:
Jo An sebagai Yoon Hee
Cha Ye Ryeon sebagai Seo Yeon
Anh-Thu sebagai Muoi
Anh Hong
Hong So Hee

Director:
Film kedua bagi Kim Tae Kyeong setelah Ryeong (2004) yang juga bergenre horor.

Comment:
Kolaborasi antara Korea dengan Vietnam di dunia film sangatlah jarang dilakukan kalau tidak mau dibilang hampir tidak terpikirkan. Nyatanya terjadi juga disini dimana penulis dan aktor-aktrisnya diwakili oleh kedua negara tersebut. Ide yang tidak buruk karena perfilman Korea sudah jauh lebih maju dibandingkan Vietnam yang baru memulainya beberapa tahun terakhir.
Pengaruh sutradara Kim masih teramat besar. Terlihat dari gaya bertutur dan penggarapannya yang sangat Korea meskipun setting Vietnam memberikan sisi unik tersendiri yang belum pernah diekspos sebelumnya. Lihatlah tempat-tempat seperti Da Lat, Hoi An, My Son mampu menjadi panggung yang tidak kalah menarik.
Karakterisasi para tokohnya cenderung datar dan kurang emosi. Persahabatan sekaligus perseteruan kasat mata Jo An dan Cha Ye Ryeon seharusnya bisa dihadirkan dengan lebih matang lagi. Sedangkan para pendukung dari Vietnam juga terkesan numpang lewat saja terlebih di berbagai adegan flashback yang juga memuat percakapan dialek asli sana.
Muoi yang beredar di jaringan bioskop Blitzmegaplex Indonesia dengan judul The Devil’s Curse ini pada akhirnya terlalu setia dengan pakem horor Asia yang mengandalkan hantu wanita berambut panjang yang melakukan pembalasan. Absurdnya mimpi dan kenyataan juga kembali muncul disini. Twistnya cenderung sederhana dan proses menuju ke sana dapat dikatakan membosankan. Tidak mengesankan!

Durasi:
90 menit

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Senin, 26 Mei 2008

NIM'S ISLAND : Petualangan Dunia Nyata Berbaur Imajinasi

Quotes:
Jack-You got so much of your mother in you, you know that?
Nim Rusoe-That's a good thing, right?
Jack-Yeah, good. Sure. Unfortunately I could never win a fight with her, either.

Cerita:
Nim Rusoe hidup di sebuah pulau terpencil dengan ayahnya seorang ilmuwan, Jack dan teman baiknya Selkie singa laut, Fred iguana dan Galileo pelikan. Tapi suatu ketika Jack menghilang di tengah laut dan pulau mereka "diserbu". Nim mengirim sebuah e-mail ke pengarang buku petualangan kegemarannya, Alex Rover. Bersama-sama mereka menemukan apa yang menjadi pahlawan sejati dalam kehidupannya sendiri.

Gambar:
Samudera dan kepulauan yang indah, dimana sebagian besar bersetting di Queensland, Australia.

Act:
Aktris cilik kelahiran 14 April 1996 ini pertama kali mencuri perhatian dalam Signs (2002) sebagai anak Mel Gibson. Kali ini sebagai Nim Rusoe, Abigail Breslin cukup sukses memainkan karakter gadis cilik pemberani dan oportunis.
Memenangkan Oscar keduanya sebagai Aktris Terbaik dalam Silence Of The Lambs (1991) menjadi catatan tersendiri bagi Jodie Foster. Disini ia memerankan pengarang sukses yang memiliki phobia terhadap dunia luar, Alexandra Rover.
Aktor Inggris, Gerard Butler memulai debutnya di Mrs Brown (1997) kebagian peran ganda disini, yang pertama sebagai tokoh rekaan petualang Alex Rover dan yang kedua sebagai ayah ilmuwan yang hobi mempelajari hewan bersel satu Jack Rusoe.

Sutradara:
Film pertama Jennifer Plackett yang berkolaborasi dengan Mark Levin yang sebelumnya pernah menggarap film anak-anak akil balik dalam Little Manhattan (2005).

Komentar:
Film yang cocok untuk segala umur karena memiliki unsur petualangan dari sudut pandang seorang gadis cilik. Cerita nyata yang dikombinasikan dengan dunia imajinasi mungkin bukan hal baru tetapi Nim's Island mengangkatnya dari sudut pandang yang berbeda. Menarik melihat Butler memerankan dua karakter sekaligus juga Foster yang biasanya hanya tampil di film "berat". Namun Breslin lah yang memiliki pesona dengan wajah polos dan talenta akting yang natural. Overall, sebuah film yang ringan menghibur!

Durasi:
90 menit

U.S. Box Office:
$48,002,678 till August 2008

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Kamis, 22 Mei 2008

INDIANA JONES AND THE KINGDOM OF THE CRYSTAL SKULL : Petualangan Indiana Jones Tua dan Muda Mencari Tengkorak Kristal

Quotes:
Mutt Williams-You know, for an old man you ain't bad in a fight. What are you, like 80?
Indiana Jones-Thanks a lot.
Mutt Williams-What are you, like, 80?

Cerita:
Selama Perang Dingin, agen Soviet mengawasi Profesor Henry Jones menerima pesan tersembunyi dari kawan lamanya, Henry Oxley. Dalam waktu singkat dengan dipimpin wanita cerdas berdarah dingin, Irina Spalko, tentara Soviet berhasil menahan Henry dan anak muda bernama Mutt ke Peru untuk memecahkan simbol. Ternyata semua petunjuk mengarahkan mereka pada tengkorak legenda yang terbuat dari sebongkah batu kuarsa yang bisa berkilau jika disentuh orang yang tepat. Jika saja Henry Jones bisa membawa tengkorak tersebut ke tempat yang tepat sesuai peta, semua akan baik-baik saja. Tapi Irina mempunyai rencana lain untuk kepentingan dirinya sendiri. Bagaimana perseteruan ini akan berakhir? Apa sesungguhnya rahasia yang disembunyikan tengkorak kristal tersebut?

Gambar:
Pyramid dan adegan jalanan Peruvian ternyata diambil di Backlot Universal Studios, California. Petualangan tempo tinggi turut didefinisikan dengan gambar cepat dengan setting yang megah menakjubkan.

Act:
Absen 2 tahun sejak terakhir membintangi Firewall (2006), Harrison Ford merupakan aktor senior yang serba bisa. Indiana Jones adalah salah satu trademark nya di kancah perfilman Hollywood. Rasanya sulit menemukan aktor pengganti dengan kharisma yang sama untuk peranan tersebut.
Aktor muda kesayangan Spielberg yang mencapai ketenaran dalam waktu singkat setelah memulai film perdananya Monkey Business (1998), Shia LaBeouf bisa jadi kandidat kuat penerus karakter Indiana Jones di masa mendatang.
Terakhir tampil sebagai Queen Elizabeth dalam Elizabeth : The Golden Age (2007), Cate Blanchett tampil meyakinkan sebagai teroris Soviet yang dingin dan ambisius, Spalko.

Sutradara:
Pria kelahiran Ohio 1946, Steven Spielberg sudah diakui dunia sebagai sutradara legendaris yang karyanya bisa menjadi jaminan box-office. Film pertamanya adalah The Last Gun (1959), tepat 30 tahun sebelum installment ketiga megablockbuster Indiana Jones.

Komentar:
Jika anda mengharapkan film ini sebanding dengan tiga prekuelnya maka anda akan kecewa. Begitulah pendapat mayoritas orang yang menonton film ini. Memang kevakuman rentang waktu yang nyaris 20 tahun dari seri terakhirnya membuat film ini sudah seharusnya independen alias tidak mencoba mengekor pendahulunya. Kita kesampingkan fakta tersebut dan melihat film ini secara lebih obyektif. Penulisan naskah yang kreatif, plot cerita yang cenderung sulit ditebak, spesial efek disana-sini yang menjadikannya terlihat "masuk akal" juga didukung dengan beberapa karakter baru yang tampil menawan menjadikan kelebihan Crystal Skull. Ending yang mengejutkan sekaligus mengecewakan bagi anda? Maaf kalau saya tidak sependapat.

Durasi:
120 menit

U.S. Box Office:
$317,011,114 till Oct 2008

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 25 April 2008

UNTRACEABLE : Melacak Pembunuh Berantai Internet Online

Quotes:
Agent Jennifer Marsh-Listen to this, I'm running the logs from that mirror we took down, he's blocking all the foreign IPs, only Americans can gain access to the site.
Agent Griffin Dowd-Oh, how patriotic.

Cerita:
Agen rahasia Jennifer Marsh terlibat dalam permainan kucing tikus yang mematikan dengan seorang pembunuh berantai yang menyiksa orang dan melakukan pembunuhan yang mengerikan secara live di internet dimana cepat lambatnya korban tewas tergantung dari jumlah aksesnya. Keberadaan si pelaku sangat sulit dilacak karena menggunakan teknologi tingkat tinggi dan seringkali berpindah-pindah. Berhasilkah Jennifer membongkar kasus tersebut sekaligus menyelamatkan orang-orang terdekatnya yang mungkin jadi incaran si pelaku?

Gambar:
Film yang awalnya berjudul Streaming Evil ini menyajikan adegan-adegan cepat dengan setting markas polisi dan rumah tinggal disertai dengan beberapa direct shoot dari komputer yang menampilkan adegan live streaming.

Act:
Diane Lane, aktris senior yang pernah terpilih Best Actress dalam Hollywood Film Festival 2003 kali ini berperan sebagai agen rahasia Jennifer Marsh yang tangkas dan menguasai teknologi komputer sekaligus sebagai ibu yang baik dari putri semata wayangnya. Menarik melihat Lane berjibaku menghadapi kriminalitas disini.
Didukung pula oleh Billy Burke sebagai Detektif Eric Box, Colin Hanks sebagai Griffin Dowd, Joseph Cross sebagai Owen Reilly yang perannya tidak terlalu diekspos dengan baik.

Sutradara:
Gregory Hoblit yang juga tergolong sutradara senior tapi lebih banyak berkarya di serial TV. Dalam Untraceable, Hoblit berusaha menggabungkan beberapa elemen sebuah suspense thriller dengan ciri khasnya. Sepintas kelihatan berhasil tapi jika dilihat secara keseluruhan masih terdapat kelemahan disana-sini.

Komentar:
Diane Lane seakan bermain sendiri di film ini, chemistry nya kurang tercipta dengan baik dengan tokoh lainnya yang seharusnya bisa lebih dieksplorasi lagi. Overall awal film berjalan lambat tapi memasuki pertengahan, tempo menjadi lebih cepat dan menarik untuk diikuti. Unsur kejutannya cukup terjaga walau mungkin sudah bisa diduga kemana arah berakhirnya.

Durasi:
100 menit

U.S. Box Office (till March 2008):
$28,687,835

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Kamis, 24 April 2008

FINDING RIN TIN TIN : Heroisme Anjing Di Tengah Perang Dunia I

Cerita:
Mengambil latar belakang tahun 1918 di Paris, tentara muda Lee Duncan bertemu penjaga warga negara Jerman dengan 5 ekor anak anjingnya. Lee kemudian mengambil 2 di antaranya untuk dibawa ke kamp dan oleh temannya Pierre diberi nama Nanette dan Rin Tin Tin. Kemanapun Lee pergi, kedua anjing tersebut selalu menyertai. Hingga pada suatu ketika Lee cedera dan jatuh sakit akibat keracunan di darahnya, Rin Tin Tin menyelamatkan Lee. Setelah perang selesai, Lee tidak dapat membawa Nanette dan Rin Tin Tin ikut kembali ke US. Akankah hubungan tersebut harus berakhir?

Gambar:
Syuting dilakukan di Sofia, Bulgaria yang kental dengan nuansa Eropa klasik. Suasana paska peperangan tertangkap dengan baik dalam kehidupan sehari-harinya.

Act:
Keseluruhan pemainnya adalah aktor-aktris Eropa sehingga namanya tidak banyak dikenal
Tyler Jensen sebagai Lee
Velizar Binev sebagai Henri the Merchant
Ben Cross sebagai Nikolaus
Gregory Gudgeon sebagai Gaston
William Hope sebagai Major Snickens
Todd Jensen sebagai Captain Sandman
Ian Porter sebagai Lieutenant Bryant
Ivan Rankov sebagai Jacques
Wesley Stiller sebagai Steve
Michal Yannai sebagai Monique

Sutradara:
Sejauh ini Finding Rin Tin Tin adalah karya kedua Danny Lerner yang diedarkan di layar lebar setelah dua karya sebelumnya yaitu Shark Zone (2003) dan Raging Sharks (2005) langsung tayang dalam bentuk format video.

Comment:
Film anak-anak yang baik sudah sangat jarang belakangan ini. Jika memang cukup baik, biasanya orang dewasa belum tentu menikmatinya. Sebaliknya jika terlalu berpihak pada orang dewasa, anak-anak akan sulit mencernanya. Dibanding film-film blockbuster Hollywood kategori Semua Umur yang menonjolkan spesial efek, Rin Tin Tin bisa dibilang jauh dari kesan itu. Kesederhanaan plot cerita dan gaya bercerita yang simpel merupakan kekuatan utamanya. Tema yang dipadu dengan latar belakang kisah Perang Dunia I cukup mewujudkan nilai-nilai keluarga dan persahabatan yang kental. Rin Tin Tin, aktor utamanya pun diperankan oleh empat anjing German Shepperd yang berbeda yang masing-masing menggambarkan kekuatan, kecerdasan, kepahlawanan. Semua itu kontras dengan beberapa karakter antagonis yang mengusung kekejaman, keegoisan dan ketidakjujuran. Finding Rin Tin Tin akan membawa semangat film-film khas Disney tradisional yang bertempo cepat dan menghibur bagi semua kalangan.

Durasi:
90 menit

Europe Box Office:
50,047 in France till August 2007

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Rabu, 23 April 2008

THE NANNY DIARIES : Perjuangan Pengasuh Anak Menemukan Dirinya Sendiri

Quotes:
Annie Braddock-You want to know about the dads? I'll tell you about the dads. They're chubby, bald, steak-eating, cigar-smoking, type-A pigs who get more turned on by the Bloomberg Wire than they do by any hot nannies. Actually, it's all of you in about 5 years. So take it from me, guys: Enjoy tonight, because your future looks pretty fucking bleak.

Cerita:
Lulus kuliah, Annie Braddock mendapat tekanan dari ibunya yang seorang juru rawat agar mendapatkan posisi terhormat di dunia usaha, meskipun Annie lebih memilih menukarkan blackberry miliknya untuk sebuah buku harian milik seorang antropolog. Lewat serangkaian peristiwa, nasib Annie berakhir di lingkungan elit timur Manhattan dengan bekerja sebagai pengasuh anak keluarga X yang kaya. Tugas tidaklah mudah karena Annie harus melayani segala keinginan Nyonya X dan putranya Grayer, selain itu mencoba menghindari Tuan X. Semua menjadi semakin rumit saat Annie jatuh cinta kepada tetangga keluarga X.

Gambar:
Visualisasi payung merah selayaknya nasib yang membawa kita kemana saja menjadi sesuatu yang menarik.

Act:
Aktris muda yang memulai debutnya pada umur 10 tahun di North (1994), Scarlett Johansson telah tumbuh sebagai bintang masa depan Hollywood yang cukup rajin bermain film min 2 per tahunnya. Sebagai gadis muda yang awalnya bercita-cita tinggi, ia menjelma menjadi pengasuh telaten Annie Braddock.
Laura Linney yang sebelum ini tampil dalam Breach (2007) tampil kuat sebagai Mrs X, majikan yang otoriter sekaligus menyebalkan.
Chris Evans terlihat "manis" membawakan karakter tetangga simpatik dan baik hati.
Si cilik kelahiran 13 Januari 1999, Nicholas Art bermain cukup mengesankan sebagai bocah Grayer.
Didukung pula oleh 2 bintang senior, Paul Giamatti sebagai Mr. X dan Donna Murphy sebagai Judy Braddock. Jangan lupakan penampilan biduan kondang Alicia Keys sebagai Lynette.

Sutradara:
Kolaborasi manis suami istri, Shari Springer Berman dan Robert Pulcini dalam mengangkat novel sukses ke dalam layar lebar. Walau tidak banyak terlibat sebagai sutradara, The Nanny Diaries memiliki banyak elemen yang mengasyikan untuk sebuah tontonan ringan tapi berisi.

Komentar:
Film yang menghibur. Sebuah refleksi problema keluarga kelas atas New York yang super sibuk dan seringkali mengabaikan hal-hal penting dalam hidupnya termasuk anak. Seorang lugu yang berusaha teguh pada pendiriannya dan secara optimis mampu mengubah situasi sulit menjadi kemenangan pada akhirnya. Meskipun semuanya bukan hal baru yang diperlihatkan tapi satir yang penuh sindiran berhasil menjadi "nyawa" dalam The Nanny Diaries.

Durasi:
100 menit

U.S. Box-Office:
$25,925,170 till Nov 2007

Overall:
8 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!