XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label jonathan rhys meyers. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jonathan rhys meyers. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Juli 2011

SHELTER : Pasien Berpsikologis Istimewa Penyidikan Misterius

Tagline:
The sheltering has begun.

Storyline:
Ahli forensik yang juga seorang psikiatris bernama Cara tengah menangani pasien istimewa yaitu Adam Saber yang memiliki kepribadian ganda. Identitas lainnya adalah David dan Wesley yang ternyata sudah meninggal di waktu yang sangat lampau. Cara pun berusaha mencari penjelasan yang logis secara sains apalagi ia penganut Kristen yang taat, cukup bertentangan dengan ayahnya Dokter Harding yang mempercayai adanya kekuatan supernatural yang sulit dijelaskan. Kini Cara harus menyelidiki semuanya hingga tuntas sebelum waktunya habis.

Nice-to-know:
Diproduksi oleh NALA Films, Macari/Edelstein dan Shelter Productions.

Cast:
Julianne Moore yang lahir bernama Julie Anne Smith ini berperan sebagai Cara Harding.
Jonathan Rhys Meyers awalnya bernama Jonathan Michael Francis O'Keefe bermain sebagai David / Adam / Wesley
Jeffrey DeMunn sebagai Dr. Harding
Frances Conroy sebagai Mrs. Bernburg
Nathan Corddry sebagai Stephen Harding
Brooklynn Proulx sebagai Sammy

Director:
Kolaborasi Måns Mårlind dan Björn Stein yang sebelumnya menggarap Storm (2005) secara bersama-sama.

Comment:
Daya tarik utama film ini bagi saya jelas faktor aktor-aktris utamanya. Judulnya tergolong singkat dan sederhana serta mudah diduga artinya. Skrip yang ditulis oleh Michael Cooney ini juga mengusung misi horor/supernatural yang dibalut dalam nuansa thriller. Perpaduan yang sebenarnya tidak asing untuk genre yang satu ini, toh hasilnya tetap menarik untuk disimak apalagi jika melengkapinya dengan twist yang menarik di akhir cerita.
Plot cerita film ini seperti terbagi dalam dua tahapan yaitu thriller psikologis di paruh pertama dan horor supernatural di paruh kedua. Masing-masing sulit dijelaskan dengan logika apalagi disajikan dalam sudut pandang yang berbeda. Jika boleh memilih, saya lebih menyukai bagian pertama yang membuat penonton terus menerka-nerka apa yang sesungguhnya terjadi pada tokoh Adam Saber yang misterius itu dan bagaimana tokoh Cara menjelaskan semuanya.
Sayangnya di bagian kedua terasa sedikit kedodoran dimana unsur agama, kepercayaan, adat istiadat dicampur-adukkan dalam sebuah konklusi yang klise yakni perpindahan roh selayaknya permainan voodoo yang mistis itu. Pertanyaan-pertanyaan yang menggantung di bagian pertama lantas ditinggalkan begitu saja tanpa terjawab. Sebut saja bagaimana sang ayah dapat mengalami hal serupa? Atau bagaimana sang putri kecil bisa menderita hal semacam itu? Dan berbagai tanda tanya lain yang hinggap di kepala saya.
Sutradara Marlind-Stein yang lebih banyak terlibat dalam produksi film televisi tampak kesulitan mengadaptasi gaya film layar lebar. Walau demikian nuansa gloomy yang tidak nyaman di sepanjang film berhasil dipertahankan dengan baik. Berbagai penampakan tak terduga yang dibarengi dengan sound mengejutkan seperti berusaha menjaga intensitas penonton untuk tetap mengikutinya dengan sabar hingga menit terakhir.
Kinerja Rhys Meyers memuaskan disini. Penjiwaannya sebagai Adam/David/Wesley sekaligus teramat meyakinkan dengan sorot mata penuh arti dan emosi yang sangat beragam. Ketampanannya nyaris tertutupi oleh sosok pucat emosional yang sering mengalami gangguan identitas itu. Ekspresi finale nya juga terekam kamera dengan baik. Mudah-mudahan ia tidak sulit untuk kembali menjadi dirinya sendiri paska syuting karena beratnya tantangan yang diembannya.
Sedangkan Moore adalah always-good actress yang belum beruntung menggenggam Piala Oscar di tangannya sejauh ini. Peran ini adalah untuknya seperti yang pernah dilakoninya dalam beberapa judul sebelum ini yang juga berbau psikologis. Cara Harding adalah seorang putri, seorang ibu, seorang kakak sekaligus psikiatris yang wajib mempertanggungjawabkan pasiennya sendiri. Tidak mudah karena setiap saat bahaya bisa mengancam keberadaannya sendiri maupun orang-orang di sekitarnya.
Shelter merupakan sebuah thriller horror yang cukup melelahkan untuk diikuti muatannya. Sebuah perjalanan bersinema layaknya altitude naik turun yang terus mempermainkan emosi sekaligus rasa keingintahuan penonton. Sayangnya pembahasan dogma relijius (percaya Tuhan atau tidak) tanpa tedeng aling yang jelas ditambah ending yang mengaburkan seluruh konsep film membuat penilaiannya menurun. Penampilan duet J lah yang mampu menyelamatkan film dari kesan biasa-biasa saja!

Durasi:
110 menit

U.K. Box Office:
£141,452 till April 2010 (limited showing)

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:

Selasa, 09 Februari 2010

FROM PARIS WITH LOVE : Memburu Sekaligus Diburu Di Kota Paris

Quotes:
Richard Stevens-What do you think this is about?
FBI agent Charlie Wax-Its about terrorists!

Storyline:
Asisten pribadi Dubes AS di Perancis, James Reece memiliki kehidupan yang mengagumkan di Paris mulai dari kekasih sempurnanya, Caroline hingga memelihara impiannya menjadi anggota CIA suatu saat nanti. Semua itu mulai terwujud saat bertemu agen khusus Charlie Wax yang punya aturan main sendiri. Keduanya mulai terlibat kerjasama untuk menghentikan serangan teroris di Perancis sekaligus memberantas gerombolan pengedar kokain. Namun ketika menyadari dirinya juga menjadi incaran kelompok penjahat yang akan mereka berantas, James harus mengandalkan Charlie untuk tetap hidup yang mungkin mengubah hidupnya selamanya.

Nice-to-know:
Memiliki referensi film dengan From Russia with Love (1963), The Karate Kid (1984) dan Pulp Fiction (1994).

Cast:
Pernah gagal total saat memproduseri film berbujet besar Battlefield Earth (2000), John Travolta disini bermain sebagai Charlie Wax yang keras, tangguh dan juga hedonis.
Baru saja bermain dalam serial televisi The Tudors, Jonathan Rhys Meyers berperan sebagai James Reece yang lugu sekaligus memiliki rasa ingin tahu yang besar.

Director:
Pria kelahiran Perancis bernama Pierre Morel ini lebih banyak bertugas di bidang sinematografi. District 13 (2004) merupakan debut penyutradaraannya.

Comment:
Nama besar Luc Besson mungkin jaminan tersendiri bagi sebagian besar penonton terutama setelah kesuksesan Leon (1994). Namun setelah itu film-film yang ditulis, diproduseri ataupun disutradarainya nyaris serupa tapi tak sama dari segi tema. Tengok saja Taxi yang dibuat sampai 4 jilid, belum lagi trilogi The Transporter dll. Plot ceritanya tentang dua orang yang semula bertolak belakang dan akhirnya harus berjibaku untuk bertahan hidup. Simpel bukan? Dari nama Morel sang sutradara, rasanya cukup menjanjikan karena walaupun baru sedikit film aksi yang dibesutnya terbukti cukup laris dan baik secara kualitas. Adegan perkelahian satu lawan banyak, tembak-tembakan, kebut-kebutan, kejar-mengejar juga tetap menjadi menu andalan yang seringkali terkesan mengabaikan pengembangan karakter-karakter utamanya. Belum lagi twist dan ending yang sangat klise. Pemasangan Rhys Meyers dan Travolta cukup aneh karena Travolta masih terlihat sama dengan apa yang ditampilkannya dalam Pelham 123 dan Rhys Meyers yang aslinya beraksen Inggris dipaksakan menjadi orang Amerika. Pada akhirnya, From Paris With Love hanyalah mengandalkan aksi semata dalam tempo yang cepat. Pemilihan judul yang sebetulnya tidak berkorelasi apapun terhadap isi filmnya..

Durasi:
90 menit

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Rabu, 02 Juli 2008

ESCAPE FROM HUANG SHI : Perjalanan Keselamatan Anak-Anak Yatim Piatu

Quotes:
George Hogg-Why doesn't the school just send these boys back to their families?
Lee Pearson-this isn't a school
George Hogg-it looks like one
Lee Pearson-it's a orphanage

Cerita:
Di saat penyerbuan Jepang terhadap RRC pada tahun 1930, seorang pria berkebangsaan Inggris bernama George Hogg datang untuk menuntun 60 anak yatim piatu dalam sebuah perjalanan sekitar seribu mil melewati gunung bersalju Liu Pan Shan sampai ke padang pasir Mongolia yang aman. Dalam proses, George berjumpa dengan simpatisan komunis berlatar pendidikan Amerika, Jack Chen dan tenaga perawat berkebangsaan Australia, Lee Pearson. Akankah pada akhirnya George berhasil menuntaskan misinya?

Gambar:
Dengan bersetting di China dan Australia, Escape From Huang Shi sangat terasa nyata menyajikan scene demi scene sesuai masanya pada waktu itu.

Act:
Sebelum ini tampil memikat dalam August Rush, aktor Irlandia bernama Jonathan Rhys Meyers memerankan tokoh legendaris George Hogg, lulusan Oxford yang bercita-cita menjadi penulis sampai akhirnya menjadi pengajar dan penyelamat anak-anak yatim piatu China.
Pernah mendukung serial teve ternama Australia berjudul Neighbours, Radha Mitchell kali ini bermain sebagai Lee Pearson, suster medis yang diperbantukan untuk mengobati pengungsi yang jatuh sakit.
Aktor aktris senior Hongkong, Chow Yun Fat dan Michelle Yeoh turut mendukung sebagai simpatisan komunis Chen Hansheng dan wanita bangsawan Mrs. Wang yang baik hati.

Sutradara:
Sutradara gaek asal Kanada, Roger Spottiswoode sudah menghasilkan sekitar 20 film sampai saat ini, diawali dengan Terror Train (1980)

Komentar:
Sebuah epik yang diangkat dari kisah nyata dan tidak banyak diketahui khalayak ramai ini juga merupakan kisah perjuangan seorang manusia biasa yang bertindak sebagai pahlawan bagi sesamanya yang lebih membutuhkan bantuan. Jonathan bermain gemilang untuk mentransformasikan sosok Hogg dengan gesture dan tutur katanya. Anak-anak remaja China disini seperti Guang Li dkk pun tampil natural. Kehadiran Radha, Chow dan Michelle juga memberikan warna tersendiri untuk memperkuat cast secara keseluruhan. Di luar beberapa kekurangan tim produksi film ini mengenai latar belakang sejarahnya, Escape From Huang Shi tetaplah menginspirasi. Sepintas film terlihat gelap tetapi ceritanya sangat bercahaya!

Durasi:
120 menit

U.S. Box Office:
$1,027,749 till Oct 2008

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!