XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label tom cruise. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tom cruise. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Agustus 2015

MISSION : IMPOSSIBLE - ROGUE NATION Accomplished Continuation For The Franchise

Quote:
Benji Dunn: Let me guess. Presumed dead?
Ethan Hunt: Well tonight, I just made it official.


Nice-to-know:
Adegan dimana Hunt memanjat pesawat Airbus A400M yang sedang terbang 1,5 km di atas tanah dilakoni sendiri oleh Tom Cruise tanpa spesial efek dan stuntman.

Cast:
Tom Cruise sebagai Ethan Hunt
Jeremy Renner sebagai William Brandt
Simon Pegg sebagai Benji Dunn
Rebecca Ferguson sebagai Ilsa Faust
Ving Rhames sebagai Luther Stickell
Sean Harris sebagai Solomon Lane
Simon McBurney sebagai Atlee
Zhang Jingchu sebagai Lauren
Tom Hollander sebagai Prime Minister
Jens Hultén sebagai Janik Vinter
Alec Baldwin sebagai Alan Hunley

Director:
Merupakan film ketiga bagi Christopher McQuarrie setelah Jack Reacher (2012).

W For Words:
19 tahun sudah semenjak Tom Cruise membangkitkan kembali franchise yang dimulai dari inisiatif Bruce Geller lewat serial televisinya pada tahun 1966. Sosok Ethan Hunt mungkin dapat diasosiasikan dengan James Bond, tokoh agen rahasia Inggris dengan skill yang lebih kurang mirip. Tidak salah karena masing-masing masih memiliki keistimewaan sendiri. Lantas apa lagi yang ingin dibuktikan Cruise, superstar Hollywood yang sudah berusia 53 tahun ini, melalui misi-misi mustahil berbahaya? Well, it’s not up to me or even you to answer that. Let’s just sit and enjoy the show like any other viewers.

Ketika tengah menyelidiki Syndicate yang diduga menjadi dalang kekacauan internasional karena berisikan teroris-teroris terlatih, Hunt tertangkap dan menjalani penyiksaan. Di luar dugaan, anggota organisasi rahasia tersebut, Ilsa malah membantunya melarikan diri. Hunt pun menjadi buronan CIA yang menyangkal keberadaannya. Boss IMF, Brandt tanpa sepengetahuan Direktur CIA, Hunley menugaskan Benji dan Luther untuk menemukannya lebih dulu. Permainan kucing tikus penuh tipu daya itu lantas berujung pada penangkapan Perdana Menteri Inggris di London.













Nama McQuarrie sebagai penulis skrip handal mulai diperbincangkan usai menyabet Oscar dalam The Usual Suspect (1995). Skrip yang dikembangkan dari gagasan dirinya bersama Drew Pearce ini memang terbilang brilian dengan three-act structure yang cukup efektif. Setup-setup familiar dalam setiap misi Hunt muncul kembali, hanya saja beberapa puntiran cerdas menjadikannya fresh dan tidak mudah ditebak begitu saja. Pendalaman setiap karakter baru (maupun lama) dalam film ini justru terjadi di tengah-tengah, seakan penonton diberi nafas usai disuguhi opening yang breathtaking tersebut.

McQuarrie sebagai sutradara tidak berupaya menjadikan installment kelima ini another globe trotting spy action movie. Setting dari Malaysia, Austria, Morocco hingga UK masih tergolong sesuai dengan kebutuhan cerita tanpa harus overexposed. Teknologi mutakhir lewat gadget-gadget canggih memang ada tapi tidak sampai terkesan spektakuler seperti sebelumnya. Sekuens aksi berpacu dengan waktu dan kebut-kebutan di jalan masih dipertahankan demi menjaga adrenaline anda. Adegan paling memorable buat saja adalah di gedung opera Vienna. Who can resist classical orchestra?















Fisik yang tidak seprima dulu membuat Cruise harus pandai-pandai mengatur segala jenis aksi yang dilakukannya. Well, he succeeded on and off the screen. Untungnya dominasi karakter Hunt tidak sampai mengesankan one man show dalam storytelling nya. Sang femme fatale, Ferguson jelas paling standout dalam jajaran cast sekuel ini. Betapa tidak, kecantikan dan kemolekan tubuhnya juga dibarengi dengan pesona akting dan fighting yang mumpuni. Pegg masih mempertahankan trademark komedinya yang spontan dan natural itu. Harris menunjukkan kelasnya sebagai villain berdarah dingin meski tanpa aksi faktual. Sedangkan Renner, Rhames dan Baldwin menempati posisi supporting masing-masing dengan pas.

Mission: Impossible – Rogue Nation sukses menjaga level ketegangan dan keingintahuan hingga akhir yang dibutuhkan oleh espionage thriller yang baik sambil mempertontonkan aksi-aksi mustahil di luar nalar yang sebelumnya sudah dicapai oleh sutradara-sutradara besar lainnya. Satu pencapaian McQuarrie yang patut mendapat acungan jempol adalah kembalinya kesan klasik nan elegan tanpa campur tangan CGI yang berlebihan di sini. All credit still goes to Cruise though. As we all agree to give him another impossible mission in the next two years!

Durasi:
131 menit

U.S. Box Office:
$74,743,725 till August 2015

Movie-meter:

Sabtu, 13 April 2013

OBLIVION : Audio-Visual Fair Above Earth and Humanity


Quote:
Jack Harper: Is it possible to miss a place you've never been? To mourn a time you never lived?

Nice-to-know:
Proyek The Oblivion awalnya berasal dari skrip 8 halaman yang ditulis Joseph Kosinski dan diajukan sebagai novel grafis kepada Barry Levine dan Jesse Berger di Radical Publishing pada tahun 2007.

Cast:
Tom Cruise sebagai Jack
Morgan Freeman sebagai Beech
Olga Kurylenko sebagai Julia
Andrea Riseborough sebagai Victoria
Nikolaj Coster-Waldau sebagai Sykes
Melissa Leo sebagai Sally  

Director:
Merupakan film kedua Joseph Kosinski setelah TRON : Legacy (2010).

W For Words:
Delapan tahun sudah sejak terakhir kemunculan Tom Cruise dalam film bergenre science fiction, itupun remake ternama yakni War of the Worlds. Bisa jadi anda sama seperti saya, lebih ingat pendahulunya yaitu Minority Report (2002). Suguhan terbaru Universal Pictures ini tak sepenuhnya dapat dikatakan baru karena plotnya akan mengacu pada beberapa referensi dari yang sudah-sudah, tidak perlu disebutkan di sini agar tak ada tudingan menjiplak mentah-mentah. Sah-sah saja untuk sebuah tema post-apocalyptic yang sesungguhnya memang penuh dengan tanda tanya.

Jack Harper adalah teknisi yang ditugaskan menjaga robot-robot agar tetap pada fungsinya membasmi scavs di bumi. Pangkalannya terletak di lapisan stratosfer yang juga dikomandoi oleh Victoria dan disupervisi langsung oleh Sally melalui layar monitor. Ya, bumi memang telah mati selama enam puluh tahun akibat serangan alien. Kehidupan keduanya yang tenang mulai terusik saat Jack menyelamatkan nyawa Julia dari pesawat yang terbakar di area terpencil. Memori masa lalu yang perlahan terkuak agaknya membuat Jack bingung akan jati diri yang sebenarnya.

Joseph Kosinski mengembangkan komiknya bersama Arvid Nelson tapi kolaborasinya dengan Karl Gajdusek dan Michael Arndt lah yang menghasilkan skrip film ini. Nyaris setengah durasi awalnya dihabiskan untuk dua hal yakni pengenalan karakter Jack Harper berikut kecanggihan teknologi yang digunakannya dan penjelasan keadaan bumi berikut ancaman serius yang dihadapinya. Lewat pertengahan barulah muncul konflik utama yang segera diikuti penyelesaiannya. Tampaknya tidak terlalu sulit menerka kemana arah cerita akan bergulir.

Cruise adalah mega bintang Hollywood yang nyaris selalu “one man show” di setiap filmnya. Tokoh Jack Harper dimainkannya dengan energik, sensitif dan penuh keingintahuan. In my opinion, he did great, not as bad as people talked about. Riseborough dan Kurylenko memerankan dua pendamping wanita yang karakternya bertentangan. They are good enough to keep Cruise on balance. Sulit mengomentari penampilan Freeman, Coster-Waldau, Leo dll karena tak banyak kesempatan yang diberikan. Nah salah satu permasalahan utama film adalah kurangnya sosok antagonis yang bisa mempertajam konflik.

Kosinski di kursi sutradara mengulangi apa yang dilakukan sebelumnya yaitu pamer kecanggihan spesial efek. Lihat saja basis Harper dan Victoria yang sangat memanjakan mata dengan background langit biru atau kendaraan Harper dalam menjelajah semesta. Keunggulan itulah yang membuat anda cukup yakin merogoh kocek lebih untuk menyaksikan versi IMAX nya. Tak dipungkiri, storytelling miliknya menjadi sedikit terkesampingkan. Pace yang lambat di awal sangat mungkin membuat penonton awam merasa bosan hingga tak terlalu terjerat kepedulian lagi terhadap klimaks yang disuguhkan.

Di satu sisi, Oblivion terlalu memberi keleluasaan bagi penikmatnya untuk memahami konsep film secara utuh. Bagi anda yang menyukai detail, hal ini tentu akan sangat menyenangkan. Di sisi lain, pokok pembicaraannya masih berkisar pada hubungan interpersonal. Tak terlalu mengejutkan memang karena manusia semestinya tetap menggunakan hati dan perasaannya walaupun seburuk apapun situasi yang dihadapi. In the end, it’s about earth and humanity. Our own memories will always stand for who we are and what we do.

Durasi:
120 menit

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:

Sabtu, 29 Desember 2012

JACK REACHER : Smart Thriller New Hero Interpretation


Quote:
Jack Reacher: You think I'm a hero? I am not a hero. And if you're smart, that scares you. Because I have nothing to lose. 

Nice-to-know: 

Karakter Jack Reacher dari buku seri Lee Child merupakan seseorang dengan tinggi 195cm dan berat 105-125 kg sedangkan Tom Cruise hanya setinggi 172cm.

Cast: 
Tom Cruise sebagai Reacher
Rosamund Pike sebagai Helen
Rodin
Richard Jenkins sebagai Rodin
David Oyelowo sebagai Emerson
Werner Herzog sebagai The Zec
Jai Courtney sebagai Charlie

Joseph Sikora sebagai Barr


Director: 
Merupakan film kedua bagi Christopher McQuarrie yang pernah memenangkan Oscar lewat The Usual Suspects (1995) kategori naskah terbaik.

W For Words: 
Sebelum melihat film ini, ada baiknya anda mengenal sosok protagonis fiktif dalam novel Lee Child terlebih dahulu. Jack Reacher adalah mantan tentara Amerika Serikat berambut pirang dengan tinggi 195 cm dan berat 125 kg. Selama 13 tahun pengabdiannya, ia sempat ditugaskan dalam Unit Investigasi Khusus untuk menangani kasus-kasus sulit yang melibatkan rekan-rekannya. Bisa anda bayangkan Tom Cruise memerankannya? Bagi saya, superstar Hollywood yang hanya bertinggi sekitar 173 cm itu memang tak perlu diragukan lagi aksi dan aktingnya meski sudah memasuki usia “rawan” sekalipun. 

Mantan tentara militer, Barr ditangkap Kapten Emerson dengan tuduhan menembak mati lima penduduk sipil di tengah kota. Ia tidak mengaku bersalah dan sempat menyebutkan nama Jack Reacher sebelum koma. Jack adalah mantan rekannya selama bertugas di Iran yang segera mencium adanya motif lain di balik pembunuhan random tersebut. Berseberangan dengannya adalah Jaksa Penuntut Rodin yang tidak pernah kalah. Sebaliknya, putri kandung Rodin yaitu Helen bertindak sebagai Pengacara Barr. Jack harus memecahkan kasus itu sekaligus mengungkap siapa dalang sesungguhnya.

Christopher McQuarrie yang menulis skrip berdasarkan chapter “One Shot” jelas bukan nama sembarangan di bidangnya karena status sebagai pemegang Piala Oscar. Ia tergolong cekatan menggunakan multi POV di setiap  penelusuran konfliknya sehingga setiap karakter bisa menjadi hitam, putih hingga abu-abu. Itulah sebabnya anda akan terus berupaya menerka kira-kira kejutan apa lagi yang menanti selanjutnya sesuai petunjuk minim yang disediakan. Saya sarankan untuk menonton dalam keadaan fresh sehingga memiliki fokus yang cukup baik untuk mengikuti storytelling demikian.

McQuarrie sebagai sutradara pun tidak kalah dinamis menggunakan gaya lambat yang efisien dalam bertutur. Itulah sebabnya unsur drama terasa lebih dominan disini apalagi persinggungan dengan latar belakang masing-masing tokohnya yang sangat variatif itu. Faktor crime nya memang tidak terlalu “keras”, mungkin karena rating “Remaja” yang disandangnya. Namun berbagai elemen aksi yang diselipkan mulai dari tukar-menukar peluru, kejar-mengejar mobil dsb akan membuat anda tetap terjaga di kursi selama lebih dari dua jam durasinya.

Cruise adalah pilihan tepat jika franchise ini berencana dikembangkan ke depannya. Reacher di tangannya terbilang dingin dan tangguh tanpa harus kehilangan karismanya yang dominan. Sempat meragukan Pike untuk mengimbangi, nyatanya Helen mampu dilakoninya dengan cerdas dan tegas dalam mengambil keputusan. Courtney memerankan sosok protagonis yang tepat karena Charlie memiliki postur mantap dan kemampuan membunuh yang meyakinkan. Oyelowo menjiwai karakter polisi tipikal yang selalu terlambat selangkah. Jenkins dan Herzog berhasil mencuri perhatian walau screen time mereka terbatas.

Jack Reacher mungkin tidak akan memuaskan seluruh pecinta novelnya tetapi jelas tidak mengecewakan bagi penggemar crime drama/thriller. Saya menikmati tiap menitnya dimana sekecil apapun petunjuk yang ditinggalkan bisa membuka keseluruhan misteri yang ada. Bagaikan potongan puzzle yang terus dirangkai hingga menjadi sebuah gambaran utuh. Mudah-mudahan seri berikutnya dapat bermunculan dengan petualangan yang lebih seru lagi. When you got a hero who has great fighting techniques, brilliant investigative skills and smart modus operandi, you couldn’t ask for more!


Durasi: 
130 menit

Overall: 
8 out of 10

Movie-meter:

Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sabtu, 17 Desember 2011

MISSION IMPOSSIBLE : GHOST PROTOCOL Kemustahilan Menggagalkan Perang Dunia Ketiga

Quotes:
Brandt: 26 minutes till door knock... 25 minutes till door knock... 24 minutes till door knock...
Ethan Hunt: The countdown is not helping.


Storyline:
Melarikan diri dari penjara Moskow yang berlanjut pada kasus pemboman Kremlin membuat Ethan Hunt harus membersihkan nama IMF yang dituduh sebagai biang keladinya. Dengan tim baru yang beranggotakan agen wanita tangguh Jane, ahli komputer Benji serta analis baru Brandt, Hunt kemudian melanjutkan perjalanannya ke Dubai hingga Mumbai demi menghentikan psikopat jenius Hendricks yang bertekad memicu Perang Dunia ke-3 antara Amerika Serikat dan Rusia dengan mengendalikan nuklir yang sudah terpasang sempurna.

Nice-to-know:
Film pertama yang menggunakan logo 100 tahun perayaan Paramount yang secara kebetulan berbeda-beda di setiap seri Mission Impossible.

Cast:
Tahun 1996 dapat dikatakan tahun terbaik Tom Cruise. Selain berperan sebagai Ethan Hunt dalam remake Mission Impossible, ia juga kembali menerima nominasi Oscar dalam lakon drama terbaiknya, Jerry Maguire.
Menerima nominasi Oscar pertamanya dalam The Hurt Locker (2008), Jeremy Renner bermain sebagai Brandt
Simon Pegg sebagai Benji
Sosoknya mulai dikenal setelah membintangi Déjà vu (2006), Paula Patton didapuk sebagai Jane
Michael Nyqvist sebagai Hendricks
Léa Seydoux sebagai Sabine Moreau

Director:
Merupakan film keempat Brad Bird yang terakhir menggarap animasi sukses Ratatouille (2007).

Comment:
Siapa yang tak kenal franchise Mission Impossible yang pertama muncul tahun 1960an lalu kemudian dilanjutkan dengan serial televisinya periode 80-90an yang legendaris itu? Superstar Hollywood, Tom Cruise lantas meremakenya pada tahun 1996 dengan nuansa yang jauh lebih modern. Kesuksesan yang bertubi-tubi kemudian melahirkan seri kedua di tahun 2000, ketiga di tahun 2006 hingga yang keempat di tahun 2011 ini yang rilisnya molor dari jadwal semula yaitu musim panas yang lalu.
Skrip yang ditulis oleh duo Josh Appelbaum dan André Nemec ini rupanya masih setia dengan pakem serial televisi yang digagas oleh Bruce Geller. Elemen dasarnya tetap dipertahankan yakni sekelompok orang yang menjalani situasi yang terlihat “tak mungkin” tetapi mampu mencari jalan keluar dalam kondisi hidup, bahkan tetap terlihat keren! Selebihnya adalah komponen biasa dalam sebuah film aksi yang menawarkan serentetan adegan seru dengan berbagai “twist” dan “turns” yang terus membuat anda betah berlama-lama di kursi walaupun durasinya cukup panjang.

Ethan Hunt nampaknya menjadi peran tersukses bagi Tom Cruise dalam sepanjang karir aktingnya, setidaknya perolehan dollarnya dari peredaran di seluruh dunia berbicara banyak. Ethan seperti yang sudah-sudah hampir tidak pernah membicarakan kehidupan pribadinya dalam film. Penonton hanya diajak untuk mengenal keberanian (atau kenekadan) Agent Hunt dalam mempertunjukkan “kemampuan” tingkat tinggi yang acapkali menyerempet bahaya.
Konsep one man show memang masih terasa disini walau tidak terlalu dominan. Terima kasih pada chemistry ringan yang dibaginya dengan aktor-aktris lainnya. Patton bagaikan perpaduan Angelina Jolie dan Zoe Saldana tampil memikat sebagai Jane. Kontribusi Pegg memberikan sisi humoris dalam film juga patut diacungi jempol sebagai Benji. Lain halnya dengan Renner yang seakan didapuk menjadi penerus franchise ini di masa mendatang, tentunya kapabilitasnya dalam film-film aksi sebelumnya amat membantu dalam menjiwai tokoh Brandt yang misterius latar belakangnya tersebut.

Sutradara Bird yang semula diragukan karena kapasitasnya sebagai pengganti J.J. Abrams mampu menjawab tantangan itu. Lihat bagaimana imajinasi visualnya dapat ditransfer ke dalam pelbagai adegan aksi yang diyakini membuat anda menahan nafas. Salah duanya adalah kejar-kejaran di tengah badai pasir serta stimulasi vertigo terhadap Burj Khalifa Tower yang berlokasi di Dubai. Sinematografi milik Robert Elswit juga bekerja efektif memaksimalkan lokasi yang beragam mulai dari Budapest, Moskow, Dubai hingga Mumbai.
Kecanggihan teknologi via serentetan gadget mutakhir, pertarungan habis-habisan yang dilakoni protagonis, aksi situasional berbahaya menjadikan Mission Impossible : Ghost Protocol benar-benar sukses menjaga energi berskala besar yang terkandung di dalamnya. Sayangnya di balik semua faktor “wah” tersebut, plotnya yang kelewat tipis menjadi kelemahan yang tersembunyi karena sedikit mengabaikan unsur romantisme, pengkhianatan rumit antar agen atau latar belakang antagonis dalam memicu perang nuklir antara Amerika dan Rusia. Tak menjadi masalah bagi penonton yang murni mengidamkan berhasilnya pencapaian misi-misi tak mungkin yang tidak akan pernah mereka lakukan dalam kehidupan nyatanya masing-masing.

Durasi:
133 menit

U.S. Box Office:
$13,385,204 in opening week of Dec 2011

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sabtu, 26 Juni 2010

KNIGHT AND DAY : Tandem Dadakan Tuntaskan Misi Tak Terduga

Quotes:
June Havens-The pilots are dead!
Milner-Yeah, they've been shot.
June Havens-By who?
Milner-By me. No, actually, I shot the first pilot then he accidentally shot the second pilot. It's just one of those things.

Storyline:
Bertekad menghadiri pernikahan adiknya akhir pekan ini, June Havens tanpa sengaja bertemu Roy Miller di bandara. Perkenalan tersebut berlanjut di pesawat dan setelahnya. Lambat laun June mengetahui bahwa Roy adalah seorang agen rahasia cekatan yang tengah diburu dua pihak yang saling berseberangan yaitu FBI yang dipimpin Fitzgerald dan sindikat internasional yang dikepalai Antonio. Hal tersebut dikarenakan Roy menyimpan sumber energi baru yang dihasilkan oleh pemuda culun, SImon lewat sebuah eksperimen. Hari-hari June yang tenang pun berubah menjadi mencekam terlebih ia harus mengandalkan Roy untuk selamat sekaligus menuntaskan misinya tersebut.

Nice-to-know:
Dari judul "All New Enemies" menjadi "Trouble Man" dan sempat dipertimbangkan "Wichita", akhirnya tetap dipakai "Knight And Day". Skripnya pun mengalami pergantian sampai 6x!

Cast:
Tom Cruise pertama kali mendapat nominasi Oscar di usia 28 tahun kategori Aktor Utama lewat Born on the Fourth of July (1989). Disini ia kebagian peran Roy Miller, agen rahasia tangkas dan cerdas yang tengah menuntaskan misi terakhirnya.
Sebaliknya Cameron Diaz memperoleh nominasi Golden Globe pertamanya di usia 26 tahun kategori Aktris Utama Drama/Musikal via There's Something About Mary (1998). Kali ini dia didaulat sebagai June Havens yang bertemu "pria" yang salah yang kemudian menyeretnya dalam petualangan penuh aksi.

Director:
James Mangold terakhir menggarap 3:10 To Yuma (2007) dan Knight And Day ini adalah karya layar lebarnya yang ke-8.

Comment:
Cruise yang nampaknya masih mempertimbangkan lanjutan Mission Impossible seperti melakukan test-pack terhadap audiens dengan film ini. Sayangnya penundaan demi penundaan syuting maupun tanggal rilis bahkan hingga saat terakhir membuat banyak orang pesimis. Oke kita bahas dari plotnya dulu yang masih formula lama tentang agen rahasia yang terlibat misi rahasia hingga melibatkan orang biasa. Terdengar biasa? Coba tengok dulu aksi Cruise dan Diaz kali ini yang faktanya melakukan sebagian besar adegan berbahaya sendiri. Keduanya berbagi chemistry dengan baik dan orisinil, tanpa ada kesan palsu ataupun dipaksakan. Cruise yang nyaris dibilang paruh baya masih cukup mahir melakukan aksi demi aksinya. Diaz seperti biasa menampilkan keanekaragaman ekspresi dan bahasa tubuh yang menarik dari seorang wanita "nol" menjadi "seseorang". Belum lagi karakter-karakter pendukung yang secara porsi jauh di bawah kedua superstar itu tapi tetap tidak mengecewakan. Skripnya terbangun dengan rapi disusul dengan eksekusi yang cermat. Sinematografinya cukup menakjubkan dengan lokasi yang bervariasi di berbagai negara. Sutradara Mangold secara gemilang menampilkan sebuah action yang untungnya dibalut unsur komedi sehingga beberapa logika tidak masuk akal dan elemen-elemen yang berlebihan terasa termaafkan. Prolog dan epilog yang tersaji juga sangat entertaining dan witty. Menonton Knight and Day seakan mengendarai mobil dengan mata tertutup dan kecepatan yang konstan, memilih belokan secara acak tanpa tahu apa yang akan kita temui sepanjang perjalanan.

Durasi:
110 menit

U.S. Box Office:
$27,288,528 in opening week end of Jun 2010.

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Senin, 16 Februari 2009

VALKYRIE : Operasi Rahasia Rencana Kudeta Hitler

Quotes:
Claus von Stauffenberg-If I fail, they'll come for you. They'll come for all of you.
Nina Von Stauffenberg-I know.
----------
Col. Claus von Stauffenberg-Only God can judge us now.

Cerita:
Kolonel Claus von Stauffenberg merupakan seorang yang menolak dogma Nazi tapi harus tetap bertugas demi negaranya sambil merencanakan pemberontakan terhadap Hitler. Saat berperang di Afrika, Stauffenberg kehilangan tangan dan mata kirinya sehingga memutuskan pada tahun 1944 mencoba mengkudeta Nazi sekaligus mengakhiri perang. Operasi Valkyrie pun disusun bersama beberapa elemen militer Jerman yang sepaham dengannya. Melaksanakan rencana ternyata tidaklah mudah. Butuh perjuangan dan pengorbanan pada akhirnya..

Gambar:
Suasana Perang Dunia II pada tahun 1940an tertangkap dengan baik terutama menyorot keadaan politik Jerman yang kental dengan pengaruh Hitler dimana-mana dengan simbol Nazi yang mendominasi.

Act:
Tom Cruise yang dikabarkan putus asa karena tidak kunjung menang Oscar mengambil peran Stauffenberg disini. Penghayatannya cukup baik karena sedikit mengubah aksennya menjadi Jerman. Sayang nominasi pun tidak mampir ke tangannya pada Academy Awards 2008 ini.
Kenneth Branagh yang absen sekitar 5 tahun dari dunia perfilman kali ini memerankan Major General Henning von Tresckow.
Aktor kawakan Bill Nighy sebagai General Friedrich Olbricht.
Terrence Stamp sebagai Colonel General Ludwig Beck.
Aktor yang belum terlalu dikenal, David Bamber sebagai Adolf Hitler.

Sutradara:
Film Jerman yang sukses di berbagai penghargaan dunia, The Usual Suspect (1995) melejitkan nama Bryan Singer yang kala itu baru berusia 30 tahun. 13 tahun berlalu, Singer kembali dengan film yang kental dengan sejarah nyata Jerman yang sebetulnya tidak asing tapi tidak semua khalayak mengetahui detail ceritanya.

Komentar:
Film yang menarik secara keseluruhan walau tidak sampai taraf luar biasa. Jajaran cast dan sutradara yang gemilang berhasil mengangkat film ini sesuai porsinya masing-masing. Kekurangannya mungkin pada pendalaman karakter sehingga penonton sulit bersimpati penuh pada perjuangan kelompok tersebut. Walaupun akhir cerita mungkin bisa ditebak tetapi tetap menarik menyaksikan proses menuju arah tersebut. Valkyrie sekaligus menggambarkan bahwa hal-hal kecil bisa berdampak besar di dalam hidup.

Durasi:
110 menit

U.S. Box-Office:
$82,858,975 till early March 2009

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!