XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label malin akerman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label malin akerman. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Desember 2012

STOLEN : Uneffective Family Drama Unsuccessful Action Movie


Tagline:
12 Hours. $10 Million. 1 Kidnapped Daughter.

Nice-to-know: 
Baik Clive Owen maupun Jason Statham pernah dikabarkan mengisi peran utama dalam film ini.

Cast:
Nicolas Cage sebagai Will Montgomery
Josh Lucas sebagai Vincent
Danny Huston sebagai Tim Harlend
Malin Ã…kerman sebagai Riley Jeffers
Sami Gayle sebagai
Alison Loeb 

Director:
Film pertama Simon West adalah Con Air (1997) yang juga dibintangi oleh Nicolas Cage.

W For Words:
Melihat lima filmnya sepanjang tahun 2011 yaitu Season of the Witch, Drive Angry, Seeking Justice, Trespass, Ghost Rider: Spirit of Vengeance yang flop abis rasanya anda sudah tahu dimana level seorang Nicolas Cage sekarang. Pemenang Aktor Terbaik di ajang Academy Awards 1996 lewat Leaving Las Vegas (1995) ini ironisnya tak kunjung mendapat tawaran berarti sehingga memilih untuk ’kejar setoran’. Apalagi poster film yang diproduksi oleh Millennium Films, Nu Image Films dan lain-lain ini tergolong buruk dengan teknik photoshop yang amat kentara. 

Will Montgomery adalah pencuri ulung yang secara tidak sengaja melukai rekannya sendiri Vincent pada saat merampok bank. Tertangkap dan mendiami tahanan selama delapan tahun, Will akhirnya bebas dan bisa menjumpai putrinya kembali Alison. Malangnya, Vincent masih menyimpan dendam dan menganggap Will menyembunyikan hasil rampokan hingga tega menculik Alison dan menyekapnya di dalam bagasi taksi yang dikendarainya. Kini Will harus mencari cara untuk mengumpulkan sejumlah uang tebusan dengan bantuan mantan rekannya si pramusaji bar, Riley Jeffers. 

Skrip yang ditulis oleh David Guggenheim ini memang tidak terbilang baru. Cage bahkan pernah melakoni peran serupa dalam Gone in Sixty Seconds (2000) yang juga bertemakan pencurian mobil demi menyelamatkan adiknya. Anda tinggal mengganti mobil dengan emas, adiknya dengan putrinya. Voila! Belum lagi kasus penculikan yang selama ini dipopulerkan oleh Liam Neeson dalam Taken (2008) dan sekuelnya tersebut. Silakan kombinasikan elemen-elemen itu dan jadilah sebuah film anyar dengan citarasa lawas. Still okay if you have a great presentation to the audience!

Kapabilitas sutradara West untuk genre action memang tak perlu diragukan lagi. Timing tepat dan tempo cepat amat dibutuhkan demi memacu adrenalin penonton. Production value yang “menjual” disini adalah setting jalanan New Orleans selama parade Mardi Gras dimana tingkat kesulitan menata suara dan dialognya memang cukup tinggi. Selain itu adegan kebut-kebutan mobilnya lumayan menegangkan walaupun kehancuran yang disebabkan sedikit terasa berlebihan. Pergulatan dengan FBI lagi-lagi sesuai stereotype, datang terlambat, respon telat dsb.

Untungnya Cage tidak sampai overreact seperti yang ditunjukkannya belakangan ini. Setiap adegan aksi yang dilakoninya masih believable. Sayang penjiwaannya sebagai rekan, ayah dan korban belum beranjak dari kebiasaan lama yang datar saja. Lucas mampu mencuri perhatian sebagai antagonis dengan gangguan mental, semakin meyakinkan dalam rambut pirang panjang yang tak terurus. Salah satu aktris cantik favorit saya yakni Akerman seakan memperpanjang daftar buruknya setelah Catch.44 (2011). Sama halnya dengan Gayle yang tidak memberi kontribusi berarti dalam peran putri pemberontak.

Stolen memang lebih baik dari lima film Cage yang saya sebutkan pada paragraf pertama di atas. Setidaknya masih terbilang efektif mengisi waktu santai anda dengan hiburan brainless yang sesekali menghadirkan tawa baik disengaja ataupun tidak. Dua subplot yang berjalan bersisian bisa jadi diniatkan sedari awal walau secara tidak langsung mengaburkan penekanan film yang blur. Failed as a family drama but not successful either as an action movie. Still curious with Cage in similar roles? Well, you can give this a shot.

Durasi: 
96 menit

U.S. Box Office: 
$183,125 till Sep 2012

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:

Notes:

Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Rabu, 19 September 2012

CATCH .44 : Lackluster Thriller Without Any Conclusion


Quotes:
If you are going down, take everyone with you.  

Nice-to-know:
Sarah Roemer, Lizzy Caplan dan Kate Mara membatalkan keikutsertaan mereka dalam film ini.

Cast:
Malin Akerman sebagai Tes
Nikki Reed sebagai Kara
Deborah Ann Woll sebagai Dawn
Forest Whitaker sebagai Ronny
Bruce Willis sebagai Mel
Shea Whigham sebagai Billy
Jimmy Lee Jr. sebagai Jesse / Trucker
Brad Dourif sebagai Sheriff Connors

Director:
Merupakan
film kedua bagi Aaron Harvey setelah The Evil Woods (2007).

W For Words:
Film yang diperkenalkan pertama kali kepada publik melalui Cannes Film Festival 2011 di Perancis ini menggunakan “pendekatan” ala Quentin Tarantino dalam Pulp Fiction (1994). Premisnya pun tak jauh berbeda yaitu gerombolan pengedar narkoba yang mencoba untuk saling mengkhianati. Tiga nama familiar yang diyakini mampu menjual adalah Bruce Willis, Forest Whitaker dan tentunya si cantik Malin Akerman lewat multi karakteristik yang akan membuat anda menerka-nerka kemana arah film ini bergulir.

Tes, Kara dan Dawn tengah duduk di sebuah restoran pada pukul 3 pagi menanti sesuatu atau seseorang untuk menunaikan misi terakhir dari raja narkoba, Mel. Saat itulah, flashback terkuak mengenai siapa sosok Tes sesungguhnya dan apa yang membawanya terjerumus dalam dunia hitam. Seorang polisi yang menggilai Tes sejak awal pun dalam perjalanan menuju kesana dimana rencana yang awalnya tersusun rapi bisa saja menjadi berantakan.

Kesalahan fatal patut ditimpakan pada Aaron Harvey seorang. Skrip biasa-biasa saja yang terkesan setengah jadi itu tidak menawarkan intrik yang cukup tajam untuk menjaga antusiasme penonton atau pengembangan karakter yang dibutuhkan untuk keberpihakan nyata. Semua mengalir datar. Gaya penyutradaraan back and forth juga cenderung membingungkan karena pemenggalan bangunan cerita yang lemah. Satu-satunya hal yang benar dilakukannya adalah presentasi “bunuh atau dibunuh” yang mencipratkan darah secara meyakinkan.

Sosok Whitaker paling mencuri perhatian disini lewat penokohan Ronny yang “misterius”. Lihat bagaimana ekspresi dingin dan aksen Hispanik kental yang menyertai aktingnya. Akerman dapat dikatakan belum berhasil mengangkat film sebagai strong female lead diatas Reed dan Ann Woll meski daya pikat fisiknya tidak diragukan. Lain hal dengan Willis yang underused dimana keterbatasan screentime membuatnya tak mampu menjiwai karakter Mel yang eksentrik secara utuh. Kasus yang sama berlaku pada Dourif sebagai Sheriff Connors.

Pada akhirnya Catch .44 meninggalkan semacam hutang pada penonton. Bagaimana tidak? Klimaks letusan tiga pistol yang saling tertodong satu sama lain tidak dipaparkan lagi. Layar ditutup begitu saja tanpa dosa oleh Harvey. Goddamnit! Audiens mungkin akan menebak pihak mana yang kira-kira selamat tapi tidak terlalu peduli lagi dengan konklusi tersebut. Jika anda mengharapkan twist berlapis nan cerdas dari sebuah action thriller mumpuni, catch another well-known titles from the past. At least they won’t disappoint you like this one. Avoid!

Durasi:
94 menit

Overall:
6 out of 10

Movie-meter:
 

Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Kamis, 22 September 2011

THE BANG BANG CLUB : Konflik Internal Fotografer Berani Mati

Quotes:
Kevin Carter: They're right. All those people who say it's our job to just sit and watch people die. They're right.


Storyline:
Didasarkan pada kejadian nyata sewaktu hari-hari terakhir apartheid di Afrika Selatan. Greg berangkat sendirian untuk kemudian bergabung dengan tiga fotografer lainnya yang sudah lebih dulu disana yakni Kevin, Ken dan João. Hasil jepretan mereka diseleksi oleh editor cantik, Robin untuk kemudian dibayar tinggi setelah dimuat dalam majalah. Greg dan Robin menjalin hubungan istimewa hingga menjadi saksi pergeseran makna hidup yang dialami empat fotografer tersebut.

Nice-to-know:
Diproduksi secara keroyokan oleh Foundry Films, Harold Greenberg Fund, Instinctive Film dan Out of Africa Entertainment

Cast:
Terakhir bermain dalam Franklyn dan Stop-Loss di tahun 2008, Ryan Phillippe berperan sebagai Greg Marinovich
Karirnya meningkat paska Watchmen (2009), Malin Akerman kebagian tokoh Robin Comley
Taylor Kitsch sebagai Kevin Carter
Frank Rautenbach sebagai Ken Oosterbroek
Neels Van Jaarsveld sebagai João Silva

Director:
Merupakan feature film debut bagi Steven Silver yang asli Afrika Selatan ini.

Comment:
Film yang premierenya dilangsungkan di Toronto International Film Festival pada tanggal 15 September 2010 yang lalu ini hanya rilis terbatas di beberapa negara dengan judul berbeda-beda. Di Indonesia masuk lewat jaringan bioskop Blitzmegaplex menggunakan judul yang sama dengan Yunani. Sedangkan di Brazil memakai Repórteres de Guerra, Perancis dengan titel Shots of War serta The Hidden War di Swedia.
Film yang diangkat dari novel karangan Greg Marinovich dan João Silva ini diterjemahkan langsung oleh sutradara Steven Silver dalam bentuk screenplay. Bukan pekerjaan yang mudah untuk ukuran buku sulit seperti itu tetapi Silver sendiri berkebangsaan Afrika Selatan sehingga sedikit banyak mengetahui sejarah hitam yang terjadi disana. Belum lagi fakta bahwa ia sudah pernah menggarap beberapa dokumenter televisi sebelumnya yang rata-rata bertemakan peperangan dan kemanusiaan.
Kuartet Phillippe, Kitsch, Rautenbach, Van Jaarsveld bermain kompak sebagai empat orang fotografer berani mati. Menarik melihat kinerja kamera yang secara dinamis bergerak mengekspos mereka dengan penekanan cara pandang yang berbeda-beda satu sama lain. Porsi terbesar dipercayakan pada Phillippe dan Kitsch yang bertalenta lebih dalam pendekatan fotonya. Lihat bagaimana permainan nasib mereka silih berganti mengikuti roda kehidupan terutama dalam Pulitzer Prize dan segala “efek samping”nya.
Beberapa aktor Afro-Amerika yang mendukung film ini juga tampil mengesankan untuk menegaskan sisi emosional yang nyata sesuai apa yang dialami warga setempat pada waktu itu. Kehadiran sang editor majalah, Akerman sebagai front lady juga memberikan keseimbangan yang tepat bagi tokoh Greg yang berangkat dari nol hingga karakternya dapat terbentuk sedemikian rupa. Narasi tertulis sebelum credit title bergulir dijamin akan menggelitik akal sehat anda akan resiko profesi yang begitu tinggi.
The Bang Bang Club menghadirkan banyak gambar statik maupun bergerak yang cukup mengenaskan untuk dicerna dengan mata telanjang, terlebih menit ke-77 dst yang menggetarkan jiwa dan hati nurani siapapun yang menyaksikannya. Conflict interest yang disajikan dengan cukup sederhana dari sudut pandang yang tidak biasa itu pada akhirnya akan meninggalkan banyak pertanyaan mengenai moral dan etik di dalam benak penonton terutama bagi mereka yang menggemari fotografi.

Durasi:
100 menit

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Senin, 23 Agustus 2010

COUPLES RETREAT : Liburan Pulau Tropis Penyuluhan Pasutri Bermasalah

Quotes:
Dave: [Referring to Twitter] I call it twatting.

Storyline:
Tiga pasang suami istri masing-masing Dave-Ronnie, Jason-Cynthia, Joey-Lucy saling bersahabat satu sama lain disamping Shane-Jennifer yang telah bercerai. Krisis pernikahan telah dialami ketiga pasang tersebut dan Jason-Cynthia yang pertama kali menyatakan pada acara kumpul bersama di suatu malam. Namun Jason-Cynthia memiliki ide untuk berlibur ke pulau tropis dan mengikuti konseling pernikahan. Demi menghemat biaya, mereka memaksakan teman-temannya untuk ikut dengan dalih menikmati perjalanan saja. Sesampai disana, merekapun dihadapkan pada serangkaian tes bersama yang mungkin menentukan kelanjutan hubungan masing-masing. Berhasilkah mereka melewati semua itu?

Nice-to-know:
Karakter kakek Jim Jim di film ini merupakan ayah kandung asli dari Vince Vaughn yang bernama Vernon Vaughn.

Cast:
Jason Bateman sebagai Jason Smith
Kristen Bell sebagai Cynthia
Faizon Love sebagai Shane
Vince Vaughn sebagai Dave
Jon Favreau sebagai Joey
Malin Ã…kerman sebagai Ronnie
Kristin Davis sebagai Lucy
Kali Hawk sebagai Trudy
Tasha Smith sebagai Jennifer
Carlos Ponce sebagai Salvadore
Jean Reno sebagai Marcel

Director:
Merupakan karya kedua bagi Peter Billingsley setelah The Sacred Fire (1994).

Comment:
Ide film ini harus diakui menarik apalagi bertaburan aktor-aktris komedi (kebanyakan serial televisi ternama Amerika) yang memang gape di bidangnya. Sebut saja Vince Vaughn yang belakangan ini komedi-komedinya seringkali tembus angka 100 juta dollar di Amerika Utara saja. Belum lagi ada Kristin Davis yang kali ini lepas dari kwartet Sex and the City. Juga Kristen Bell, Jon Favreau, Jason Bateman juga bukan nama-nama asing. Penokohan semua karakternya bisa dikatakan beragam dan masing-masing mendapat porsi yang seimbang. Menarik melihat berbagai macam tingkah laku dan cara pandang mereka dalam memecahkan masalah rumah tangga.
Unsur humoris yang coba dihadirkan sepanjang film masih terasa naik turun, terkadang lucu, terkadang hambar. Komedi situasional yang diangkat juga masih terkesan tanggung disana-sini. Walaupun demikian problema pasangan yang sudah menikah lama memang terasa umum dam bisa menjadi refleksi anda sendiri, ketika kehadiran anak, kesibukan karir bisa menyebabkan kurang komunikasi yang berujung salah pengertian. Semua itu bukan berarti tidak bisa dipecahkan bersama jika anda mau saling terbuka dan memahami, bukan?
Couples Retreat seharusnya bisa menjadi film drama komedi yang lebih berisi jika skripnya dimatangkan dengan eksekusi yang lebih cerdas. Sayangnya sutradara kurang memaksimalkan potensi yang sebenarnya sudah ada sehingga hasil akhirnya hanya menjadi hiburan ringan seenteng cemilan di tangan anda saat menyaksikannya.

Durasi:
110 menit

U.S. Box Office:
$109,176,215 till end of Jan 2010.

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Selasa, 05 Mei 2009

WATCHMEN : Reuni Superhero Berbuntut Misteri

Quotes:
Adrian Veidt-It doesn't take a genius to see the world has problems.
Edward Blake-No, but it takes a room full of morons to think they're small enough for you to handle.
----------
Rorschach-A Comedian died last night, and nobody cares. Nobody cares but me.
----------
D
an Dreiberg-Maybe this was a political killing?
Rorschach-Maybe. Or maybe someone's picking off costumed heroes.
Dan Dreiberg-Um. Don't you think that's maybe a little paranoid?
Rorschach-That's what they're saying about me now? That I'm paranoid?

Cerita:
Sekitar 1985, masa-masa pahlawan dan penjahat berkostum telah berakhir, Pemerintah tenang dan rakyat menyikapi revolusi dengan biasa. Namun saat satu pahlawan bertopeng ditemukan tewas mengenaskan, investigasi kembali dimulai. Sekelompok pahlawan super pun mau tidak mau bereuni kembali untuk menghindari kehancuran kubu mereka. Tetapi hal tersebut tidaklah mudah karena konspirasi dan akar permasalahan sangat rumit dan perlu penelusuran lebih dalam. Masing-masing pahlawan tersebut juga harus menghadapi ego dan karakteristik mereka yang unik sekaligus kompleks.

Gambar:
Seakan bergaya grafis dengan dominan warna biru gelap, gambar-gambar Watchmen bisa dibilang stylish membaur dengan kostum warna-warni superhero yang mencolok.

Act:
Malin Akerman sebagai Laurie Jupiter / Silk Spectre II yang seksi dengan balutan kostum kuning.
Billy Crudup sebagai Dr. Manhattan / Jon Osterman yang sepanjang film hanya sebagai grafis bayangan biru dimana sesungguhnya telanjang dalam komiknya tapi mengenakan cawat pada filmnya.
Matthew Goode sebagai Adrian Veidt / Ozymandias pernah mendukung Chasing Liberty (2004) bersama Mandy Moore.
Jackie Earle Haley sebagai Rorschach yang selalu bertopeng kain putih dengan siluet hitam yang membentuk dan mengikuti ekspresinya.
Jeffrey Dean Morgan terkenal dari serial Supernatural kali ini bermain sebagai The Comedian / Edward Blake yang kasar dan playboy.
Belum lama ini tampil dalam Passengers (2008), Patrick Wilson cukup konsisten karir aktingnya. Sebagai Nite Owl II disini, Patrick memperlihatkan karakter pahlawan super yang cool.
Carla Gugino yang pernah mendukung Spy Kids berperan sebagai Silk Spectre I.


Sutradara:
Pria kelahiran Wisconsin 1 Maret 1966, Zack Snyder angkat nama lewat karya perdananya Dawn of the Dead (2004) yang cukup sukses itu. Reputasinya dipertaruhkan saat membesut Watchmen yang dahulu komiknya populer tapi proyek layar lebarnya selalu tertunda sampai akhirnya terealisasi. Hasilnya? Patut berkaca dahulu pada angka box-office film ini di Amerika dan seluruh dunia.

Komentar:
Penonton Watchmen mungkin akan terbagi dua kubu yaitu mereka yang membaca komiknya dan yang tidak. Hal itupun yang mempengaruhi hasil akhir film ini dimana sebagian menyukai film ini dan sebagian tidak. Yang pasti Watchmen menampilkan film superhero yang berbeda dari yang pernah ada, nuansa gelap sangat terasa karena menampilkan kelemahan dan sisi lain dari masing-masing karakter pahlawan super tersebut. Bagaimana mereka saling berinteraksi, bersahabat sekaligus diam-diam bersaing satu sama lain. Tergantung selera anda apakah bisa menerima gaya seperti itu atau tidak untuk bertahan di bangku bioskop sampai film yang berdurasi panjang ini berakhir. Di samping itu nikmati saja semua adegan pertempuran yang menarik untuk diikuti karena memperhatikan detail dengan didukung grafis spesial efek yang sangat baik.

Soundtrack:
”The Times They Are A’Changin” by Bob Dylan
”Hallelujah” by Leonard Cohen
”First We Take Manhattan” by Janis Joplin
”Me and Bobby McGee” by Janis Joplin
”All Along The Watchtower” by Jimi Hendrix
”The Sounds of Silence” by Paul Simon
”99 Luftballons” by Nena
”I’m Your Boogie Man” by KC & The Sunshine Band
”Everybody Wants to Rule the World” by Tears for Fears
”Prophecies” by The Philip Glass Ensemble
”Pruit Igoe” by The Philip Glass Ensemble
”Desolation Row” by My Chemical Romance
”Unforgettable” by Nat King Cole

Durasi:
150 menit

U.S. Box Office:
$107,061,353 till end of April 2009

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!