XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Sabtu, 29 Agustus 2009

THE PROPOSAL : Pernikahan Palsu Berbuntut Perasaan Cinta

Quotes:
Margaret Tate-What am I allergic to?
Andrew Paxton-Pine nuts, and the full spectrum of human emotion.

Cerita:
Kepala editor perfeksionis, Margaret Tate dihadapkan pada situasi sulit saat mengetahui dirinya akan dideportasi ke Kanada sekaligus kehilangan jabatan prestisiusnya. Tak kehilangan akal, Margaret langsung menggaet asisten pribadinya, Andew Paxton untuk merencanakan pernikahan palsu demi perjanjian mutualisme bersama. Namun hal tersebut tidaklah mudah karena mereka diawasi lembaga hukum Amerika dan juga harus melewati serangkaian tes kecocokan satu sama lain. Sebelumnya, Margaret harus berakhir pekan di kampung halaman Andrew demi merayakan ultah ke-95 Nenek Annie. Bagaimana kedua insan ini berinteraksi pada akhirnya untuk memuluskan rencana masing-masing?

Gambar:
Sebagian besar mengambil lokasi di Massachusetts termasuk tempat kerja Margaret dan Andrew. Sedangkan nuansa berbeda didapat pada Sitka, kampung halaman Andrew yang sebetulnya bertempat di Newport, Rhode Island.

Act:
Memulai karirnya dalam Hangmen (1987), Sandra Bullock adalah salah satu aktris kelas A Hollywood yang masih aktif dengan berbagai peran termasuk sebagai Margaret Tate, wanita karir mandiri yang perfeksionis sekaligus dibenci anak buahnya.
Nama Ryan Reynolds tengah membubung tinggi di kancah perfilman Hollywood saat ini apalagi jika dibandingkan dengan debutnya dalam Ordinary Magic (1993). Sebagai Andrew Paxton, Ryan bermain menarik dengan memperlihatkan ketulusan hati sekaligus keseriusannya dalam bekerja.

Didukung pula oleh Craig T. Nelson dan Mary Steenburgen sebagai orangtua Andrew serta Betty White dan Malin Akerman sebagai Nenek Annie dan Gertrude yang juga mantan kekasih Andrew.

Sutradara:
Angkat nama saat menyutradarai debutnya Step Up (2006) yang mendapat sambutan baik, Anne Fletcher kembali dengan film ketiganya, The Proposal dengan menggaet ratu komedi romantis Hollywood dan aktor muda yang sedang naik daun dalam satu frame.

Komentar:
Secara keseluruhan jalan cerita The Proposal bisa ditebak, selayaknya komedi romantis. Tetapi yang menarik untuk disaksikan adalah proses menuju ke sana yang untungnya terasa manis di segala unsur. Pertama, kita punya Bullock yang menguasai genre ini sejak dulu yang dipadukan secara pas dengan Reynolds yang tengah laris walau baru saja melepas masa lajangnya. Kedua, cerita dunia karir antar bos wanita dengan bawahan prianya boleh jadi banyak terjadi di dunia nyata sehingga banyak memunculkan dialog tajam antar mereka. Ketiga, situasi yang semula tidak menguntungkan menjadi saling bersinergi untuk sebuah akhir yang menyenangkan di tempat yang terkesan indah dan sangat realistis. Sebagai produser, Bullock tahu betul apa yang harus dijualnya dan sebagai sutradara, Fletcher mampu mengeksekusi tugasnya dengan baik. Dengan demikian, saya tidak ragu menobatkan film ini sebagai komedi romantis terbaik tahun ini yang akan dengan mudah disukai publik!

Durasi:
105 menit

U.S. Box Office:
$159,166,329 till end of Aug 2009

Overall:
8.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 28 Agustus 2009

KATA MAAF TERAKHIR : Permintaan Khusus Menjelang Ajal

Cerita:
Mengetahui hidupnya akan berakhir dalam waktu singkat, Darma berusaha mencapai beberapa "target" yang telah ditetapkannya yaitu shalat lima waktu, puasa sebulan penuh, berhenti merokok serta meminta maaf pada mantan istrinya, Dania dan kedua anak mereka yaitu Reza dan Lara. Keinginan terakhir itulah yang ternyata teramat sulit dilakukan karena kesalahan besar yang dilakukan Darma di masa lalu dengan menghamili Alina, sahabat Dania sendiri. Akankah Darma dimaafkan sebelum menghembuskan nafas terakhirnya?

Gambar:
Sinematografi yang dijual tidak jauh beda dengan kualitas sinetron atau film televisi.

Act:
Setelah sekian lama berkiprah, Tio Pakusadewo kembali memegang peran utama sebagai Darma, lelaki setengah baya yang berusaha bertobat setelah melakukan kesalahan fatal terhadap keluarganya.
Pernah tampil sekilas dalam Lantai 13, perannya sebagai Dania merupakan salah satu terobosan berarti bagi Maia Estianty yang dituntut harus bisa menangis disini.
Amanda dan Ade Surya Akbar tampil cukup natural sebagai kedua anak Dania, Reza dan Lara.
Didukung pula oleh dua senior, Dwi Sasono dan Kinaryosih sebagai Dokter Rey dan Alina.

Sutradara:
Film layar lebar pertama bagi Maruli Ara dimana momentumnya cukup bagus karena disajikan sebagai tontonan bulan Ramadhan.

Komentar:
Jika ditilik secara keseluruhan sebetulnya tidak ada yang spesial pada Kata Maaf Terakhir. Namun plot cerita drama keluarga yang sederhana tersebut dikemas secara wajar dan didukung dengan kemampuan aktualisasi akting yang lumayan baik dari seluruh aktor-aktris pendukungnya terutama Tio dan Amanda yang berhasil menciptakan chemistry kuat saat mereka berbagi layar. Kesan melankolis cukup berhasil dibangun sehingga beberapa adegan niscaya mampu membuat anda terharu. Akhir kata, film ini sangat pas menjadi teman berbuka anda di bulan puasa ini sembari merenungkan makna dari sebuah keluarga.

Durasi:
100 menit

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Kamis, 27 Agustus 2009

POCONG JALAN BLORA : Hantu Baru Format Lama

Cerita:
Empat sekawan Josh, Mei, Joe dan Sandra sepakat menjawab keingintahuan mereka akan penampakan pocong tanpa kepala di jalan Blora. Selepas malam itu, keempatnya diganggu teror supernatural yang sulit dijelaskan yang berujung pada hilangnya Mei secara misterius setelah bertengkar dengan pacarnya Freddy. Sandra berusaha mencari petunjuk dengan mengunjungi apartemen Mei dan menemukan sudah berganti penyewa yaitu Hilda. Beruntung Hilda yang memiliki indera keenam mau membantu memecahkan semua keganjilan tersebut. Kemana sebenarnya Mei? Siapa sesungguhnya identitas pocong tanpa kepala tersebut?

Gambar:
Gambar-gambar retro minimalis yang menjadi ciri khas Nayato kembali muncul disini. Sayangnya "penampakan" tidak cukup konsisten dan tidak terlalu menyeramkan.

Act:
Sebagian muka-muka lama seperti Monique Henry, Abdurahman Arif turut mendampangi muka-muka baru Arumi Bachsin, Garneta Haruni, Fikri Baladraf, Zidni Adam Jawas dan Ridwan Ghany sebagai tokoh-tokoh sentral film ini.

Sutradara:
Terakhir bereksperimen dengan genre drama remaja Virgin 2 : Bukan Film Porno, Ian Jacobs kembali ke habitatnya yaitu horor. Formula sama masih digunakannya disini yakni bintang-bintang baru dengan cerita tambal sulam dari film-film sebelumnya.

Komentar:
Tidak ada hal baru yang ditawarkan teammaker film ini selain hantu urban berwujud pocong tanpa kepala? What? Itulah yang terjadi, dipadukan dengan tempelan "inspirasi dari kejadian nyata" dengan mengusung tagline "The Scariest Horor Movie In Years". Double WHAT? Pengulangan saja dari tema yang diusung terdahulu ditambah plot campur aduk tanpa inovasi kreatif sama sekali! Menghantui lewat mimpi yang kerapkali muncul bukan lagi suatu kejutan apalagi penampakannya tidak cukup mengerikan. Hm, Nayato atau Ian Jacobs atau siapapun namanya, tolong berhentilah membodohi penonton. You have talent, please take it to the next level. Otherwise you will only be a specialist director for trash movies.

Durasi:
75 menit

Overall:
6 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Rabu, 26 Agustus 2009

REVOLUTIONARY ROAD : Krisis Perkawinan Antara Mimpi dan Realita

Quotes:
Frank Wheeler-Well I support you, don't I? I work ten hours a day at a job I can't stand!
April Wheeler-You don't have to!
Frank Wheeler-But I have the backbone not to run away from my responsibilities!

Cerita:
1955, tahun ketujuh dalam perkawinannya, sepintas Frank dan April Wheeler terlihat berbahagia. Namun sesungguhnya tidak! Kehidupan di Connecticut dengan dua anak, April menjadi ibu rumah tangga sedangkan Frank disibukkan dengan pekerjaannya sebagai administrasi kantor. Sampai pada suatu ketika, April mempunyai ide untuk pindah ke Paris dan menjadi sekretaris sementara Frank bisa melanjutkan hobinya. Rencana yang semula matang menjadi mentah kembali saat Frank dipromosikan naik jabatan. Dilema antar kedua orangtua muda tersebut semakin memuncak. Apakah semua bisa terselesaikan tanpa perceraian menjadi jalan keluarnya?

Gambar:
Bersetting asli di Connecticut, kehidupan keluarga urban di tepi kota besar disorot dengan sangat baik, konstan dengan gaya tahun 1950an yang kental di segala sisi.

Act:
Terakhir tampil dalam Body Of Lies, Leonardo DiCaprio kembali pada genre drama yang pernah membesarkan namanya. Dalam peran Frank Wheeler, Leo terlihat matang dan dewasa sebagai karyawan administrasi yang sebetulnya tidak ia sukai.
Sama seperti Leo dimana terlibat juga dalam satu proyek yang akhirnya mengantarkan Piala Oscar baginya dalam The Reader, Kate Winslet sekali lagi membuktikan talentanya. Dalam karakter April Wheeler, Kate tampil emosional dan pemimpi sehingga masuk nominasi Aktris Terbaik BAFTA Film Award 2009.

Sutradara:
Meraih Piala Oscar pada debut penyutradaraan layar lebarnya dalam American Beauty (1999), Sam Mendes yang juga suami dari Kate Winslet di kehidupan nyata memang belum banyak berkarya tetapi sudah diakui kualitasnya di dunia perfilman internasional.

Komentar:
Dibuat berdasarkan novel karangan Richard Yates, Sam Mendes mentranskripsikan hampir 100% sama dalam bentuk layar lebarnya termasuk lokasi, scene dan karakter. Bicara tentang karakter, Leo dan Kate bermain nyaris sempurna sebagai pasangan yang tengah mengalami krisis perkawinan sehingga kita bisa mengerti kebencian dan ketidaksukaan satu sama lain akan situasi yang tengah berjalan. Sinematografinya terasa kuat di berbagai elemen. Satu-satunya yang patut diperhatikan adalah Revolutionary Road menonjolkan kedepresian secara dominan, maka dari itu bukan tipe film dimana penonton bisa duduk nyaman begitu saja. Film yang bagus dari berbagai sisi tetapi bukan dari unsur hiburan.

Durasi:
120 menit

U.S. Box Office:
$22,877,808 till Apr 2009

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Selasa, 25 Agustus 2009

MEMORY : Halusinasi Supernatural Kontra Trauma Masa Lalu

Cerita:
Suatu malam, departemen kepolisian menerima telepon yang menyatakan suara teriakan di sebuah rumah yang baru saja ditempati perempuan berusia 30an Ingorn dan anaknya, Pear. Gadis kecil tersebut terlihat shock dengan beberapa memar di tubuhnya. Sesuai peraturan orangtua-anak, Pear diijinkan bertemu psikiater Krid untuk memeriksanya. Krid yang juga berangkat dari trauma masa lalu melihat ketakutan pada sorot mata Pear yang menurut Ingorn disebabkan penampakan arwah penasaran. Apa yang sesungguhnya terjadi pada Pear? Dapatkah Krid menjawabnya?

Gambar:
Beberapa adegan lambat dengan suasana minimalis di sebuah rumah bercahayakan temaram konon akan membuat anda bergidik. Sinematografinya bisa dibilang cukup konsisten.

Act:
Bersamaan dengan perannya dalam The Coffin, Ananda Everingham disini bermain sebagai Krid, psikiater muda yang berpisah dengan istrinya setelah kecelakaan mobil yang menewaskan putri semata wayang mereka.
Mai Charoenpura sebagai Ingorn, wanita misterius yang sangat protektif terhadap putrinya.
Parujee Khemsawad sebagai Pear, gadis kecil yang mengalami delusi paranoid tanpa sebab yang jelas.

Sutradara:
Torpong Tunkamhang

Komentar:
Dengan mood lambat, film ini bergulir hampir tanpa riak jika tidak diselingi dengan subplot cerita yang berpindah-pindah antara Krid dan Ingorn terutama di awal cerita. Tapi hal tersebut tidak menjadikan Memory menjemukan karena diterjemahkan dengan menarik dan mampu menjaga rasa penasaran penonton untuk terus mengikuti. Perlahan-lahan anda akan dibimbing pada suatu konklusi di akhir yang sulit diduga dengan petunjuk yang sedikit. Saya lebih suka menyebut film ini sebagai drama psikologis dengan sentuhan horor/thriller secara bersamaan selayaknya khas film Thailand pada umumnya. Bagaimana menurut anda?

Durasi:
90 menit

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Senin, 24 Agustus 2009

VAN WILDER 3 : FRESHMAN YEAR Prekuel Dari Dua Seri Van Wilder

Cerita:
Tahun ajaran baru di kampus Coolidge dan Van Wilder siap untuk berpesta. Sayangnya semua gadis sudah menyatakan tidak karena bakti mereka pada hukum dan agama yang berlaku di kampus tersebut. Perhatian Van pun tertuju pada mahasiswi tercantik bernama Kaitlin yang sebetulnya sudah terikat dengan Dirk, calon komandan kamp militer kampus. Berusaha melawan arus, Van harus mengerahkan segala upayanya untuk mengubah semua situasi dan memenangkan pertarungan akhir!

Gambar:
Bertempat di Agnes Scott College, Georgia, prekuel dari Van Wilder ini secara detail menggambarkan kehidupan kampus remaja Amerika meski dari segi hiperbolis.

Act:
Sebelumnya juga terlibat dalam prekuel yakni The Dukes Of Hazzard : The Beginning, Jonathan Bennett kali ini berperan sebagai Van Wilder muda, salah satu penghuni kampus terlama sepanjang sejarah.
Kristin Cavallari sebagai Kaitlin yang cantik tangguh sekaligus pintar.
Steve Talley sebagai Dirk Arnold, calon pemimpin kamp militer kampus yang licik menyebalkan.
Jerry Shea sebagai Yu Dom Fuk, sahabat Van yang menguasai berbagai jurus "Kamasutra".

Sutradara:
Debutnya dalam Kickin It Old Skool (2007) menjadi satu-satunya yang dirilis di layar lebar bagi Harvey Glazer. Dua film terakhirnya langsung diterjunkan untuk video.

Komentar:
Jika anda menyukai lelucon sejenis American Pie, ini film yang tepat untuk anda. Terutama bagi anda yang sudah pernah menyaksikan Van Wilder 1 dan 2 sebelumnya, ini film yang penting untuk anda simak juga. Sebuah komedi seks slapstik yang masih menghibur dari segala elemen, plot cerita yang ringan, eksekusi yang fun dan humor yang menggelitik. Tidak banyak adegan "telanjang" yang biasanya muncul dalam genre serupa. Jangan bandingkan film ini dengan Van Wilder nya Ryan Reynolds dan Tara Reid. Freshman Year selayaknya judulnya hanya akan menceritakan asal mula kiblat seorang Van Wilder di kampus Coolidge. Butuh usaha lebih bagi teammaker untuk menggali franchise film ini. Mudah-mudahan sekuel dari prekuel ini, Sophomore Year bisa lebih menggigit lagi.

Durasi:
95 menit

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Minggu, 23 Agustus 2009

LAND OF THE LOST : Petualangan "Funky" Di Dunia Yang Hilang

Quotes:
Will Stanton-[on the rocks, to Rick] You ever get tired of being wrong?
Dr. Rick Marshall-[being chased by the T-Rex] I do! I really do!

Cerita:
Tiga tahun lalu, Rick Marshall dikeluarkan dari Departemen Sains karena teorinya yang dianggap konyol. Sekarang bekerja di musium George C. Page, Rick bertemu dengan Holly Cantrell, mantan mahasiswi yang pernah mati-matian mendukung teori Rick. Saat melancong ke gua Iblis tempat penemuan amplifier tachyon dengan pemandu Will Stanton, Rick dan Holly malah tersedot pusaran waktu dan dimensi sehingga terdampar di sebuah tempat yang diyakini sebagai dunia yang hilang. Hal-hal aneh segera mereka temukan disana termasuk perjumpaand engan manusia kera bernama Chaka. Akankah pada akhirnya Rick cs bisa keluar dari sana dan membuktikan teorinya benar?

Gambar:
Sebagian besar bersyut di Universal Studio, California untuk spesial efeknya. Beberapa scene mungkin mengingatkan kita pada adegan Jurassic Park terutama pada perburuan dinosaurus di awal film.

Act:
Salah satu aktor komedian papan atas Hollywood, Will Ferrell memulai karirnya dalam Men Seeking Women (1997). Kali ini berperan sebagai Dr. Rick Marshall yang pintar-pintar bodoh sekaligus ceroboh.
Pernah mendukung dwilogi tentang sepakbola Goal!, Anna Friel disini bermain sebagai Holly Cantrell, mantan mahasiswi Oxford yang berubah hidupnya setelah mempercayai teori Dr. Rick Marshall.
Danny McBride sebagai Will Stanton, sidekicknya Dr. Rick Marshall yang tidak sengaja terdampar dalam petualangan bersama.

Sutradara:
Sulit dipercaya setelah terbukti sukses dipuji saat mengarahkan aktor komedian lain Jim Carrey dalam Lemony Snicket's A Series of Unfortunate Events (2004), Brad Silberling maju dalam proyek ini bersama dengan Will Ferrell yang popularitasnya kurang teruji di luar Amerika. Kita lihat saja hasil perolehan box-officenya nanti.

Komentar:
Harus diakui kharisma Will Ferrell di luar Amerika belum sebesar Jim Carrey, Adam Sandler ataupun Ben Stiller. Saya pribadi sependapat karena menyaksikan beberapa filmnya sebelum ini, saya tidak menikmati humor yang dia sajikan. Ok tapi saya mulai menonton Land Of The Lost dengan pikiran "netral". Sepintas plotnya mirip Journey To The Center Of The Earth dan konon Land Of The Lost juga diangkat dari serial teve bertemakan sama. Dengan bujet besar yang mencapai 100 juta dollar, rasanya mudah bagi tim produksi untuk memaksimalkan spesial efek selama lebih kurang 90 menit. Banyak kejutan? Tidak juga, storylinenya sangat predictable. Hm, sepanjang film kita disuguhi lelucon absurd yang sebetulnya lucu tak lucu serta beberapa adegan yang memutar balikkan logika. Ada beberapa momen dimana saya bisa tertawa sekaligus merasa kecerdasan terlecehkan, berpadu dengan konten seksual yang tidak nyaman. Pada akhirnya ini hanyalah sebuah komedi ringan yang tidak banyak menawarkan inti dari makna kehidupan itu sendiri.

Durasi:
95 menit

U.S. Box Office:
$49,392,095 till mid Aug 2009

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 21 Agustus 2009

DISTRICT 9 : Kemelut Pengungsian Komunitas Alien

Quotes:
Wikus Van De Merwe-[Points out Alien graffiti] This is basically a guy, and there's 3 humans here, basically trying to make a warning, you know, saying "I kill 3 humans, watch out for me."

Cerita:
Tahun 1982, UFO berukuran raksasa melayang di atas Johannesburg, Afrika Selatan. UFO tersebut membawa jutaan alien yang sepintas berwujud seperti udang sehingga disebut prawn yang segera dievakuasi dalam sebuah area terisolir. Di kemudian hari, tim penyelamat MNU (Multi National United) berniat memindahkan "komunitas" tersebut ke sebuah wilayah yang dinamakan District 9. Adalah penanggungjawab tim MNU, Wikus van de Merwe secara tidak sengaja terkontaminasi cairan dalam tabung rahasia yang disembunyikan seorang alien pintar bernama Christoper Johnson. Perlahan-lahan, Wikus mulai berubah dan seketika ia menjadi buronan Pemerintah. Berhasilkah perjuangan Wikus mengembalikan dirinya seperti sediakala? Apa tujuan alien tersebut sebenarnya?

Gambar:
Penggambaran lokasi pengasingan komunitas alien benar-benar berantakan, pas dengan konsep yang diinginkan. Bertempat di Gauteng dan Wellington untuk dua lokasi syuting primernya.

Act:
Dengan penjiwaan dan emosinya, Sharlto Copley yang juga bermain sebagai Sniper dalam Alive In Joburg bermain outstanding sebagai Wikus Van De Merwe, penanggungjawab tim relokasi MNU yang akhirnya terkontaminasi DNA alien hingga hidupnya berantakan.

Sutradara:
Sutradara muda berusia 30 tahun, Neill Blomkamp memulai karirnya dalam sebuah film pendek berjudul Alive In Joburg (2005) yang kemudian diremake menjadi District 9 ini. Boleh dikatakan terobosan yang berani dari Neill karena ia juga memegang posisi penulis. Tapi dengan dukungan sutradara kaliber dunia Peter Jackson, diyakini hasilnya akan bagus.

Komentar:
Sebelum menonton film ini, saya ingatkan dahulu District 9 adalah science fiction. Dan BUKAN science fiction biasa seperti yang sudah-sudah. Diawali dengan penggambaran yang agak kacau dan slow tetapi memasuki dua pertiga terakhir, alur film semakin "rapat" dan mencekam. Plotnya juga tidak mudah diduga. Make up alien terlihat detail dengan gaya berbicara yang sedikit aneh. Akting Copley sangat meyakinkan, sang sutradara Blomkamp juga cemerlang dalam membesut film dengan gaya semi dokumenter. Menyaksikan District 9, saya teringat pada style dan tensi yang kurang lebih sama dengan apa yang disajikan 28 Days Later. Tidak lupa, kesadisan dan darah mendominasi adegan sepanjang film. Beberapa spot percakapan karakter negro terasa mengganggu sehingga pada akhirnya sempat ada dugaan bahwa Blomkamp seorang yang rasis. Kesimpulannya, District 9 bagus dengan "caranya" sendiri, terbukti rating IMDB yg sangat tinggi 8.8 dari 10. Namun bukan merupakan film kebanyakan penonton mayoritas.

Durasi:
90 menit

U.S. Box Office:
$37,354,308 opening weekend in mid Aug 2009

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Selasa, 18 Agustus 2009

THE MAGIC GOURD : Botol Tuak Pengabul Keinginan Seorang Bocah Pemalas

Cerita:
Bocah berusia 11 tahun, Wang Bao menemukan botol tuak ajaib yang bisa mengabulkan semua permintaannya saat memancing di danau yang sepi. Wang Bao tidak mengira masalah yang akan ia hadapi oleh karena botol tuak tersebut kemudian dimana kehidupannya malah semakin berantakan dan membuatnya dijauhi teman-teman di sekolah. Akankah pada akhirnya Wang Bao mengerti bahwa hal terbaik dalam hidup ini adalah dengan mengandalkan diri sendiri?

Gambar:
Berlokasi di Zhejiang, sungai dan padang bambu tempat pertemuan Bao Hulu dan Wang Bao terasa sangat alami dan indah.

Act:
Wang Bao diperankan oleh pendatang baru cilik asli China, Zhu Qilong.
Mengawali karir akting dalam Mack The Knife (1995), Gigi Leung kali ini memainkan karakter Miss Liu, guru Wang Bao dkk yang cantik dan bijak.
Aktor kawakan Lau Ching Wan mengisi suara The Magic Gourd.

Sutradara:
Kolaborasi John Chu dan Frankie Chung yang rupanya mengawali debut di kursi sutradara lewat film animasi nyata kerjasama pertama Disney dan China ini.

Komentar:
Film ini memang ditujukan untuk segmen anak-anak tingkat sekolah dasar. Bagaimana mengajarkan seorang murid menjadi rajin, bisa bekerjasama dan mau bergantung sepenuhnya pada usahanya sendiri untuk mencapai impiannya. Animasi botol tuak dan katak sangat menarik dan disuarakan dengan pas. Juga didukung akting yang baik dari bocah pemeran utamanya dan aktor-aktris pendukung lainnya. Ada rasa yang nyata mengenai keajaiban pada beberapa adegan dimana Disney Amerika belum terlalu menyentuhnya. Ada satu issue yang cukup mengganggu, dimana storyline The Magic Gourd sangat mirip dengan CJ7 yang dibuat lebih komersil. Mana yang lebih baik menurut anda?

Durasi:
85 menit

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Senin, 17 Agustus 2009

MERAH PUTIH : Klausal Kelompok Pejuang Jawa Tengah Melawan Belanda

Cerita:
Amir, Tomas, Dayan, Marius dan Soerono adalah lima pemuda berbeda latar belakang yang bertujuan satu yaitu menjadi pejuang kemerdekaan menghadapi Agresi Militer Belanda pimpinan Van Mook yang menyerang jantung kaum republik di Jawa Tengah pada tahun 1947. Bersatu adalah hal yang tidak mudah dikarenakan mereka harus beradaptasi terlebih dahulu satu sama lain dan menghadapi kendala persenjataan yang serba kurang dibanding milik lawan.

Gambar:
Format 35 milimeter membuat film ini berhasil menampilkan adegan peperangan yang jernih sekaligus nyata. Suasana tahun 1947 di pedalaman Jawa Tengah pun terangkum dengan cukup baik.

Act:
Semua cast utama tampil sangat baik dan menghayati perannya masing-masing. Konsistensi akting mereka masih sulit diukur karena film ini merupakan trilogi.
Lukman Sardi sebagai Amir
Donny Alamsyah sebagai Tomas
Darius Sinathrya sebagai Marius
Teuku Rifnu Wikana sebagai Dayan
Zumi Zola sebagai Soerono
Astri Nurdin sebagai Melati
Rahayu Saraswati sebagai Senja

Sutradara:
Berpengalaman mendampingi Riri Riza menjadi asisten sutradara dalam beberapa film terakhirnya termasuk Laskar Pelangi membuat Yadi Sugandi percaya diri melangkah sendiri untuk membesut trilogi Kemerdekaan yang diawali oleh Merah Putih ini.

Komentar:
Digadang-gadang karena melibatkan pihak kru Hollywood yang sudah berpengalaman dalam bidang special efek film perang macam Saving Private Ryan, Black Hawk Down, The Thin Red Line dll memang merupakan nilai plus tersendiri. Pasalnya adegan peperangan dan ledak-ledakan dalam film ini memang terlihat meyakinkan, setidaknya untuk mata dan telinga penonton. Tapi apa itu saja cukup? Butuh eksplorasi cerita dan eksekusi yang matang, sebab genre semacam ini mempunyai tingkat kesulitan yang tinggi. Sejauh ini saya menilai Merah Putih hanya sebatas memenuhi standar, belum luar biasa. Pengenalan karakter utama merupakan tugas yang diemban bagian pertama trilogi Kemerdekaan ini sehingga setengah bagian film memang lebih banyak "bercerita". Konflik yang ditampilkan antar tokoh-tokoh utama memang baik tapi tidak cukup kuat untuk membuat penonton mengenal masing-masing pribadi mereka. Belum selesai, tensi mulai dibangun dengan beberapa penyerbuan "dadakan" yang rasanya agak dipaksakan. Yah sebagai pembuka, Merah Putih memang bisa dikategorikan menarik, apalagi diluncurkan tepat beberapa hari sebelum kemerdekaan Republik Indonesia ke-64. Tetapi kita butuh episode selanjutnya untuk melakukan penilaian secara keseluruhan.

Durasi:
110 menit

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!