XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label zumi zola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label zumi zola. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Agustus 2009

MERAH PUTIH : Klausal Kelompok Pejuang Jawa Tengah Melawan Belanda

Cerita:
Amir, Tomas, Dayan, Marius dan Soerono adalah lima pemuda berbeda latar belakang yang bertujuan satu yaitu menjadi pejuang kemerdekaan menghadapi Agresi Militer Belanda pimpinan Van Mook yang menyerang jantung kaum republik di Jawa Tengah pada tahun 1947. Bersatu adalah hal yang tidak mudah dikarenakan mereka harus beradaptasi terlebih dahulu satu sama lain dan menghadapi kendala persenjataan yang serba kurang dibanding milik lawan.

Gambar:
Format 35 milimeter membuat film ini berhasil menampilkan adegan peperangan yang jernih sekaligus nyata. Suasana tahun 1947 di pedalaman Jawa Tengah pun terangkum dengan cukup baik.

Act:
Semua cast utama tampil sangat baik dan menghayati perannya masing-masing. Konsistensi akting mereka masih sulit diukur karena film ini merupakan trilogi.
Lukman Sardi sebagai Amir
Donny Alamsyah sebagai Tomas
Darius Sinathrya sebagai Marius
Teuku Rifnu Wikana sebagai Dayan
Zumi Zola sebagai Soerono
Astri Nurdin sebagai Melati
Rahayu Saraswati sebagai Senja

Sutradara:
Berpengalaman mendampingi Riri Riza menjadi asisten sutradara dalam beberapa film terakhirnya termasuk Laskar Pelangi membuat Yadi Sugandi percaya diri melangkah sendiri untuk membesut trilogi Kemerdekaan yang diawali oleh Merah Putih ini.

Komentar:
Digadang-gadang karena melibatkan pihak kru Hollywood yang sudah berpengalaman dalam bidang special efek film perang macam Saving Private Ryan, Black Hawk Down, The Thin Red Line dll memang merupakan nilai plus tersendiri. Pasalnya adegan peperangan dan ledak-ledakan dalam film ini memang terlihat meyakinkan, setidaknya untuk mata dan telinga penonton. Tapi apa itu saja cukup? Butuh eksplorasi cerita dan eksekusi yang matang, sebab genre semacam ini mempunyai tingkat kesulitan yang tinggi. Sejauh ini saya menilai Merah Putih hanya sebatas memenuhi standar, belum luar biasa. Pengenalan karakter utama merupakan tugas yang diemban bagian pertama trilogi Kemerdekaan ini sehingga setengah bagian film memang lebih banyak "bercerita". Konflik yang ditampilkan antar tokoh-tokoh utama memang baik tapi tidak cukup kuat untuk membuat penonton mengenal masing-masing pribadi mereka. Belum selesai, tensi mulai dibangun dengan beberapa penyerbuan "dadakan" yang rasanya agak dipaksakan. Yah sebagai pembuka, Merah Putih memang bisa dikategorikan menarik, apalagi diluncurkan tepat beberapa hari sebelum kemerdekaan Republik Indonesia ke-64. Tetapi kita butuh episode selanjutnya untuk melakukan penilaian secara keseluruhan.

Durasi:
110 menit

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 16 Januari 2009

KAWIN LARIS : Perseteruan Antar Penghulu Kecamatan

Quotes:
Iin-Akang tahu pasti kenapa pernikahan membuat saya bahagia? Bukan karena pestanya, tetapi itu adalah satu hari dimana kita merayakan harapan, merayakan keinginan kita untuk kebahagiaan. Dan bagian terbaiknya kita bisa menjalani hari itu bersama orang yang kita cintai..

Cerita:
Menjalani cita-citanya sedari kecil menjadi penghulu, Agus menemui kesulitan karena tingkat pernikahan di kecamatannya menurun drastis. Dengan kondisi itu, cabang kecamatannya terancam dimerger dengan kecamatan sebelah, pimpinan Deon, penghulu muda yang narcis dengan asistennya, Mamud yang culas. Di kantor penghulu, Agus tidak sendiri karena dibantu Iin dan Beben, penghulu baru yang culun. Kepopuleran Agus membuat Deon dan Mamud cemas sehingga berbagai cara picik mereka lakukan. Peperangan antar penghulu pun tidak terhindarkan terutama mendapatkan klien penting, sang selebritis Amanda yang akan menikah dengan anak pejabat Pandu. Siapa di antara mereka yang akan menang?


Gambar:
Beberapa adegan slapstick juga ditampilkan tidak mengurangi dinamika gambar-gambar kaya warna yang disajikan sutradara. Situasi kecamatan dan sekitarnya disyut dengan pas.


Cast:
Zumi Zola
yang pernah menjadi model vidklip Agnes Monica, Tanpa Kekasihku kembali ke layar lebar setelah bertahun-tahun. Sebagai Agus, Zumi tampil berkumis dan terkesan soleh.

Jill Gladys
dan Edric Tjandra cukup memuaskan bermain sebagai asisten Agus yaitu Iin dan Beben.

Sang antagonis, Vincent Rompies berperan sebagai penghulu narsis dan matre, Deon yang didukung Candil sebagai asisten kribo, Mamud.
Ada juga Nana Mirdad sebagai Amanda Alissa dan Udjo Project Pop sebagai Pandu Wicaksana yang menjadi klien rebutan kedua penghulu tersebut.


Sutradara:
Baru saja mengarahkan Cinta Laura dan Randy Pangalila dalam Oh Baby (2008), salah satu dari sangat sedikitnya sutradara wanita di Indonesia, Cassandra Massardi kembali dengan tema yang lebih dewasa yang mengetengahkan persaingan antar penghulu.


Comment:
MM Insa & Mega Media Pte Ltd yang bekerjasama dengan Media Development Authority of Singapore menghasilkan komedi perdana mereka. Dari plot dan tema cerita, sesungguhnya ini hal yang baru karena belum banyak film yang mengangkat kisah hidup penghulu pernikahan yang sebetulnya profesi berjasa besar. Dari segi cast meski bukan yang terbaik, aktor aktris yang terlibat disini menjalankan peran masing-masing dengan cukup maksimal. Sang sutradara selama ini banyak bermain di film ringan juga harusnya tidak kesulitan mengolah resources yang ada. Tetapi mengapa pada akhirnya Kawin Laris (KL) tidak diterima masyarakat dan cenderung menghilang setelah putar kurang lebih seminggu di bioskop? Jawabannya terletak pada nilai jual! Penonton yang sedemikian banyak sayangnya masih berselerakan horor atau komedi seks sehingga KL dianggap kurang memenuhi selera pasar. Dari segi penggarapan eksplorasi cerita, sebenarnya sudah bisa dikatakan baik, hanya saja ada beberapa sekuens yang terasa datar-datar saja apalagi dengan intensitas turun naik. Fakta ini cukup mengganggu menikmati film secara keseluruhan. Menurut pandangan saya, KL sudah mencapai taraf standar sebuah hiburan. Bagaimana menurut anda?


Durasi:
90 menit


Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!