XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Rabu, 29 Oktober 2008

FIREFLIES IN THE GARDEN : Keluarga Adalah Jendela Kehidupan

“Every kid grows up based on his/her parents’ character”

Cerita:
Michael Taylor yang berencana menerbitkan buku autobiografinya diundang untuk datang ke suatu reuni keluarga di kawasan Chicago. Hal ini menimbulkan riak emosi dalam dirinya dikarenakan perselisihan yang pernah terjadi dengan ayahnya yang temperamental ambisius, Charles walau ia selalu dibela dengan ibunya yang penuh kasih sayang, Lisa. Suatu tragedi menimpa Lisa bahkan sebelum mereka semua berkumpul di rumah penuh kenangan yang kini ditempati adiknya Jane bersama sang suami Jimmy dan kedua anaknya, Christopher dan Leslie. Perlahan, potongan demi potongan kisah dari masa lalu terungkap di keluarga ini.

Gambar:
Sepanjang film anda akan disajikan gambar2 sunyi nan indah baik indoor maupun outdoor. Visualisasi pelarian dari konflik di tengah padang rumput pun membuat penonton mampu menangkap emosi dari sang tokoh.

Act:
Ryan Reynolds yg karier aktornya berangkat dari teen movie mampu meningkatkan eksistensinya dan tampil baik di beberapa film serius beberapa tahun terakhir termasuk di film ini.
Julia Roberts bermain cemerlang walau dengan porsi yang tidak banyak namun tokoh yang diperankannya menjadi sentral.
Willem Dafoe berhasil memperlihatkan sosok ayah yang keras, tegas dan ambisius dan terkesan menyebalkan.
Emily Watson menciptakan chemistry yang pas saat berbagi layar dengan aktor lain.
Beberapa nama seperti Carrie Anne Moss, Hayden Panettiere, Ioan Gruffudd, Shannon Lucio, Cayden Boyd, George Newbern juga tampil sesuai standardnya masing-masing.

Sutradara:
Walau menjadi film debut bagi Dennis Lee, pendekatan yang dilakukannya sangat brillian. Konsep2 drama mampu diraciknya dengan matang tanpa kehilangan esensi di dalamnya.

Komentar:
Untuk penyuka drama keluarga yang berkualitas seperti halnya saya, ini film yang tepat buat anda. Dialog2 smartnya mengalir mulus seakan membantu penonton memahami alur cerita secara keseluruhan. Ceritanya pun sangat personal dan mungkin pernah dialami oleh kita semua. Beautiful movie!

Overall:
8 out of 10

Penilaian:
Gw ga prnh nilai film dibawah 6 krn biar bagaimanapun itu sebuah karya seni
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Selasa, 28 Oktober 2008

THE COFFIN : Ritual Menipu Roda Kehidupan

Cerita:
Ada suatu ritual ternama di Thailand yaitu masuk ke dalam peti mati untuk menghindari malapetaka dan memulai kehidupan baru yg lebih cerah. Seorang pria, Chris berusaha menyelamatkan tunangannya yg koma setelah kecelakaan mobil yg mereka alami. Seorang wanita Hongkong, Sue yg tengah resah menghadapi perkawinannya dgn Joe, bkn karena bimbang dlm hatinya melainkan krn penyakit kanker turunan yg dideritanya. Apakah mereka mampu mengubah nasib dan membalikan roda kehidupan yg tengah berjalan? Apa konsekuensi tindakan yg mereka lakukan?

Gambar:
Anda akan menemukan scene2 modern minimalis dgn pencahayaan yg konsisten bernuansa suram. Termasuk beberapa scene surealis untuk menggambarkan masa lalu atau mimpi yg dialami tokoh2 utama.

Act:
Karen Mok seperti biasa memperlihatkan kualitas akting yg prima. Sbg seorang wanita yg resah menghadapi perkawinan, emosi yg ditunjukannya sangat baik.
Ananda Everingham yg sebelumnya tampil cemerlang di Shutter mengulangi peran yg kurang lebih sama. Cukup baik tuk mengimbangi Karen walau mereka hanya dipertemukan dalam scene akhir film.

Sutradara:
Thumbs up for Ekachai Uekrongtham yg konsisten dlm scene lighting, background dan sound!

Komentar:
Untuk penyuka horor2 Thailand yg dinamis berkualitas, mgkn akan kecewa dgn film ini. Alurnya sangat lambat dan skenario terkesan lemah dalam memaparkan sekuens ceritanya. Durasinya pun hanya 80 menit. Namun tetap gw merekomendasikan film ini sbg horor yg beda dan menarik untuk disaksikan.

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Gw ga prnh nilai film dibawah 6 krn biar bagaimanapun itu sebuah karya seni
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Minggu, 26 Oktober 2008

GHOST SON : Dihantui Bayangan Mendiang Suami

Cerita:
Sepasang pengantin baru, Mark dan Stacey tinggal di pertanian Mark di pedalaman Afrika bersama pembantu remaja mereka, Thandi yang misterius. Keduanya hidup dalam suasana harmonis penuh cinta sampai suatu kecelakaan mobil mengubah segalanya. Mark tewas beberapa lama setelah Stacey menemukannya. Kehidupan Stacey berubah drastis, ia dihantui bayang2 Mark yang berusaha “mengajaknya” sehingga mencoba melakukan bunuh diri. Beberapa minggu kemudian, Stacey divonis hamil dan akhirnya melahirkan bayi bernama Martin setelah melalui beberapa masalah. Perlahan-lahan, Stacey semakin merasakan kehadiran Mark melalui Martin. Apakah Martin memang titisan Mark yang berusaha membunuh ibunya sendiri?

Gambar:
Sinematografi yang sebenarnya cukup indah. Pedalaman Afrika yang gersang dan sunyi disyut dengan baik lengkap dengan rumah dan suasana yang terasing di pinggir kota.

Act:
Laura Harring terlihat cukup baik memerankan seorang istri yang depresi semenjak ditinggal mati suaminya, juga sebagai seorang ibu yang meragukan kehadiran anaknya sendiri. Emosi yang dipancarkannya bisa jadi membuat penonton berempati padanya.
John Hannah yang sebelumnya angkat nama dalam trilogy The Mummy, tampil singkat sebagai suami yang penyayang dan terkesan posesif terhadap sang istri tercinta.

Sutradara:
Lamberto Bava yang dikenal sebagai spesialis pembuat horor dari Italia mempunyai 2 misi disini, menakuti penonton dan menciptakan kisah yang logis. Dalam hal ini, ia terbilang gagal dalam misi yang kedua walaupun gaya penyutradaraannya patut diberi apresiasi.

Komentar:
Anda yang mengharapkan thriller horror mencekam mungkin akan kecewa dengan film ini karena alur dan gaya penceritaan yang sangat lambat serta cerita yang tidak cukup logis untuk membuat penonton antusias mengikuti film sampai akhir. Suasana mencekam yang ditampilkan sepanjang film tidak diperkuat oleh beberapa tokoh pendukung yang tidak mendapat porsi cukup untuk mengangkat cerita secara keseluruhan. Di Amerika, film ini langsung rilis dalam bentuk DVD.

Overall:
6.5 out of 10

Penilaian:
Gw ga prnh nilai film dibawah 6 krn biar bagaimanapun itu sebuah karya seni
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 24 Oktober 2008

P2 : Terjebak Dalam Basemen Gedung Bersama Psikopat

Quotes:
Thomas-What kind of car does he drive?
Angela Bridges-I don't know.
Thomas-You don't know? You don't know what kind of car your fiancé drives?
Angela Bridges-A Toyota.
Thomas-A Toyota? Now. that is a fast car. He could be here any minute...

Cerita:
Angela pulang terakhir pada malam Natal di kantornya. Saat berusaha menstarter mobilnya di basement P2, mesinnya tidak mau menyala. Datang satpam bernama Thomas membantunya sekaligus mengajaknya makan malam bersama. Angela menolak karena harus memenuhi undangan keluarganya tapi malah membuat Thomas kecewa. Tiba-tiba ia menyergap Angela dan menyekapnya sambil menebar teror mimpi buruk yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Akankah Angela berhasil keluar dari P2 dengan selamat?

Gambar:
Bersetting di Ontario, Canada, film ini praktis hanya menggunakan satu gedung perkantoran dan basement parkir sebagai lokasi syutingnya.

Act:
Rachel Nichols memulai debutnya dalam peran kecil di Autumn In New York (2000) disini berperan sebagai Angela Bridges, karyawati mandiri ambisius yang harus menghadapi situasi sulit tidak terduga.
Pernah mendukung thriller horor remaja Soul Survivors (2001), Wes Bentley kali ini kebagian karakter antagonis Thomas, petugas security yang psikopat dan posesif.

Sutradara:
Franck Khalfoun terakhir menyutradarai Snowboarder (2003) dan dalam P2 ini dibantu oleh sutradara penulis spesialis thriller, Alexandre Aja.

Komentar:
Dengan setting irit yang memaksimalkan keterbatasan lokasi, P2 justru terlihat kuat dalam eksekusi. Berhasil mempertahankan tensi dari awal sampai akhir dengan aktor-aktris yang sangat minim dan plot yang simpel bukanlah perkara mudah. Namun hal itu dibuktikan sutradara dan cast dengan cukup baik. Meski tidak diungkapkan masa lalu Thomas hingga berkarakter seperti itu, rasanya tidak terlalu mengganggu bangunan cerita. Cocok lah bagi anda penyuka thriller yang baik dan sulit diduga.

Durasi:
95 menit

U.S. Box Office:
$3,992,339 till Dec 2007

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

MUPENG : Komedi Proses "Pencarian" Tiga Remaja

Cerita:
Tiga sahabat yang tinggal di kost dan belajar di kampus yang sama, Angga, Abi dan Eksa juga mempunyai nasib yang sama, menjomblo dan sulit mendapatkan cewek karena keterbatasan2 yang mereka punya baik dari segi finansial, tampang dan pengalaman. Pencarian jati diri mereka dimulai saat mereka bermimpi seorang cewek seksi pada suatu malam dan menafsirkannya menjadi indikasi untuk bercinta. Paginya kampus mereka kedatangan mahasiswi cantik dari luar negeri, Rebecca yang persis dengan sosok yang mereka impikan. Apa yang terjadi selanjutnya? Bagaimana proses yang mereka alami bisa membantu mereka memahami arti hidup yang sesungguhnya?

Gambar:
Kebanyakan adegan di film ini bernuansa slapstick vulgar mengundang tawa diselingi dengan adegan komikal saat Abi menjelaskan misi-misinya. Pengadeganan didominasi dengan setting kampus dan rumah kost.

Act:
Trio Dimas Aditya, Mario Maulana, Rizky Mocil tampil kompak dan saling mendukung sebagai tiga sahabat yang bisa dikatakan pecundang. Dialog2 yang mereka lontarkan dan tindakan2 yang mereka lakukan berhasil memancing animo penonton untuk terus mengikuti petualangan mereka dari awal sampai akhir.

Sutradara:
Awi Suryadi selama ini dikenal dengan sutradara seribu genre mulai dari drama (Claudia/Jasmine), horor (Sumpah Pocong Di Sekolah) dan beberapa kolaborasi dengan Thomas Nawilis, kali ini mulai menjajaki komedi. Boleh dikatakan cukup berhasil karena cerita mengalir ringan dari awal sampai akhir. Kentara sekali film ini diinspirasi dari beberapa film teen comedy sejenis buatan Hollywood.

Komentar:
Tidak perlu berekspektasi tinggi dengan film ini. Selain bergenre dumb sex comedy yang notabene hanya untuk memancing tawa atau rasa jijik dari adegan2 yg ditampilkan, ceritanya pun khas anak muda yang tengah penasaran dengan cinta dan keingin tahuannya tentang seks. Untuk penyuka film sejenis American Pie, inilah versi Indonesia nya yang paling tepat dan pas porsinya!

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Gw ga prnh nilai film dibawah 6 krn biar bagaimanapun itu sebuah karya seni
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Kamis, 23 Oktober 2008

KUTUNGGU JANDAMU : Komedi Eksplorasi Dewi Perssik

Cerita:
Setelah memenangkan persidangan dan resmi bercerai dari Rozak, Perssik menumpang hidup di rumah kakaknya yang juga seorang janda, Cherry. Kedatangan Perssik yang menarik secara fisik, tentu saja mengundang perhatian warga sekitar terutama yang berjenis kelamin laki-laki. Di lain pihak, diam-diam Rozak masih berusaha membalas perlakuan Perssik dengan cara yang licik. Apakah Perssik mampu menghadapi semua konflik yang ada di sekitarnya?

Gambar:
Mata anda akan dimanjakan adegan2 komikal yang memancing tawa. Pengambilan gambar di setting yang sebetulnya terbatas itu cukup stabil.

Act:
Dewi Perssik seperti memainkan karakter yang identik dengan hidup pribadinya sendiri. Walau berakting dengan cukup lugas, di beberapa adegan terlihat sangat berlebihan. Sepertinya dia dibebaskan berkreasi di luar tuntutan skrip.

Sutradara:
Findo Purwono HW yang angkat nama lewat komedi remaja vulgar Satu Kecupan, mengulangi formula yang sama. Sebagai hiburan belaka, mungkin cukup berhasil. Tapi tidak secara kualitas film secara keseluruhan.
Beberapa nama artis lawas turut menyemarakkan film ini seperti Eddi Brokoli, Yana Zein, Fara Diana, Yani dan Edwin Manangsang dari Trio Libels.

Komentar:
Pernah liat advertising 2121 yang menampilkan film ini? Hal yang cukup kreatif dan memancing rasa penasaran tentunya. Tapi hal itu tidak akan anda temukan dalam film ini. Yah sekadar ingin tertawa tanpa berkerut kening alias berpikir, boleh saja menjadikan film ini sebagai alternatif tontonan. Namun di luar itu, tidak ada yang spesial dari film ini karena cenderung sekuens cerita tidak terstruktur dengan baik dan fokus film menjadi terpecah-belah sampai berujung pada satu penyelesaian yang terlalu dangkal.

Overall:
6.5 out of 10

Penilaian:
Gw ga prnh nilai film dibawah 6 krn biar bagaimanapun itu sebuah karya seni
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

RIEN PEMBUNUH BERANTAI : Motif Jahat Dihantui Bayangan Kelam Masa Lalu

Cerita:
Rien, seorang pemuda yang memiliki masa kecil yang kelam. Di rumah, ibunya berselingkuh dengan rekan kerja ayahnya sendiri. Di sekolah, temannya selalu menganiayanya karena sering bermain dengan anak perempuan. Semua itu berproses pada kondisi psikologisnya sampai pada saat dewasa tumbuh menjadi seorang pembunuh berantai yang selalu melakukan mutilasi para korbannya. Motifnya sederhana, menghukum orang-orang yang tidak setia. Semua itu tertutupi oleh fisiknya yang rupawan dan polahnya yang santun. Namun sampai kapan rahasia akan tersimpan rapat seperti bangkai yang berbau busuk walau ditutupi sedemikian rupa?

Gambar:
Sangat FTV!

Act:
Sulit mengomentari akting dari tiga pemeran utamanya yakni Guntur, Bari dan Nindy yang tergolong belum punya nama sama sekali. Meskipun terlihat sudah berusaha tapi kelemahan dari segi konsistensi penjiwaan masih sangat kurang.

Sutradara:
Steady Rimba yang dulu dikenal sebagai pembesut film laga muncul kembali untuk menggarap film ini. Belum ada improvisasi gaya yang berbeda dari karya terdahulunya. Kelemahan skrip yang didasarkan pada kisah nyata merupakan poin minus yang paling berpengaruh.

Komentar:
Film ini konon diprakarsai oleh jaringan bioskop Blitz Megaplex untuk peredaran internalnya. Walau tema yang diangkat sedang hangat tapi butuh kreatifitas tinggi untuk membuatnya berhasil sebagai tontonan layar lebar tanpa bujet yang tinggi. Semuanya menjadi serba tanggung dan cenderung akan sangat mudah dilupakan orang, terlebih jika memang ada yang mau menontonnya secara lengkap.

Durasi:
83 menit

Overall:
6 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Selasa, 21 Oktober 2008

BODY OF LIES : Kolaborasi Konflik-Intrik-Polemik CIA

Cerita:
Seorang staf operasional CIA, Roger Ferris yang ditugaskan di Timur Tengah secara lambat tapi pasti menunjukkan kapabilitasnya dalam “menyelesaikan” beberapa konflik yang terjadi. Semuanya ia kerjakan sendiri hanya dengan informasi dari atasannya, Ed Hoffman yang melakukan komunikasi dengan telpon secara berkala. Konflik intern mulai tumbuh saat Roger jatuh cinta dengan suster blasteran Iran-Yordania yang cantik, Aisha dan semakin yakin bahwa Timur Tengah merupakan tempat yang tepat baginya. Ed yang diam-diam mengawasi setiap gerak-gerik Roger dari kantor pusat CIA menyusun suatu “siasat” khusus untuk menghadapi musuh utama mereka, Al Saleem yang mungkin saja menempatkan Roger dalam situasi yang sulit.

Gambar:
Setting yang berpindah-pindah antar negara Timur Tengah seperti Iran, Yordania, UAE menggambarkan gambaran situasi yang kurang lebih sama yaitu populasi yang padat, kekeringan padang pasir, kemiskinan di sebagian besar masyarakatnya.

Act:
Leonardo DiCaprio sekali lagi memberikan nuansa akting yang berbeda. Kecemerlangannya dalam melakoni peran semakin diuji dan usahanya di film ini patut diacungi jempol sebagai Roger yang ambisius sekaligus cerdas.
Russell Crowe yang kerapkali kebagian peran-peran serius juga tampil apik walau terlihat “tidak terlibat” langsung dalam situasinya ini namun aksen dan gerak-gerik yang dia berikan sebagai seorang atasan dalam CIA yang berbahaya cukup meyakinkan.

Sutradara:
Ridley Scott sudah tidak diragukan lagi kehandalannya. Menyajikan drama spy tingkat tinggi seperti ini, ia cukup berhasil membangun intrik cerita yang rumit dengan diselingi adegan aksi yang tidak terduga.

Komentar:
Film ini bukan film yang bisa dinikmati oleh siapapun. Konflik internal dan eksternal berbau dunia spionase tidak bisa begitu saja dicerna oleh orang awam. Mungkin kalimat ini yang paling tepat menjelaskan film ini: “Good director, great two leading actors but complicated spy non-thriller movie.”

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Gw ga prnh nilai film dibawah 6 krn biar bagaimanapun itu sebuah karya seni
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Senin, 20 Oktober 2008

CINTA SETAMAN : Kompilasi 8 Cerita Pendek ala Harry Dagoe

Terbagi menjadi 8 cerita:
1-Kado Istimewa
Seorang anak pengangkut barang yg mengumpulkan uang untuk membeli air mineral dan sepatu olahraga idamannya
2-Stirbucks Mentok
Seorang karyawan penjual dvd yg terobsesi minum “kopi impor” walau hrs berseteru dgn bosnya
3-Seks, Cinta dan PMP
Seorang siswi SMP yg tumbuh di lingkungan keluarga yg tidak bermoral hingga salah menafsirkan perasaan kepada guru PMP nya
4-Moshi Moshi
Seorang karyawan Jepang yg jatuh cinta kepada gadis pengiring karaoke hingga mengorbankan segalanya
5-Yang Terindah
Seorang creative director televisi yg kerap menghadapi tekanan dari istri dan anak2nya sampai seringkali berangan-angan
6-Wallaikum Salam
Seorang wanita soleh yg selalu pasrah “menerima” dlm hidupnya hingga mendapati sang suami ingin berpoligami
7-Arwana
Seorang supir yg berargumen dgn istrinya mengenai kesetiaan dan keuntungan dgn ikan arwana sebagai sumber perdebatan
8-Pisang Ambon Teman Rio
Seorang ibu yg menghadapi dilema saat menerima hadiah naik haji dari anaknya yg berprofesi “tidak biasa”

Gambar:
Dengan mozaik cerita yg beraneka ragam, anda akan dibawa pada bermacam-macam setting mulai dari sekolah, pusat perbelanjaan, pasar, rumah kontrakan, perkantoran dsb. Semua disyut dgn baik dan menampilkan sudut2 yg unik.

Act:
27 bintang film papan atas perfilman Indonesia didukung oleh beberapa cameo ternama. Karena durasi pendek untuk masing2 cerita, tidak fair rasanya menilai kualitas akting secara keseluruhan. Namun 5 yg mendapat ponten maksimal: Lukman Sardi, Jajang C Noer, Ria Irawan, Harry Dagoe, Alex Abbad dgn pendalaman karakter yg unik.

Sutradara:
Sebagai proyek yg dikatakan “coba-coba”, Harry ‘Dagoe’ Suharyadi patut diacungi jempol. Dia berhasil menambah khasanah perfilman Indonesian dgn film yg bertemakan pluralisme seperti ini.

Komentar:
Film ini kurang bisa dinikmati penonton awam. Untuk penyuka film2 bergaya indie/festival, ini tontonan anda yg tidak boleh dilewatkan. Hanya saja jgn berharap terlalu tinggi. Cermati setiap adegan. tokoh dan settingnya, niscaya anda akan menemukan hubungan dari ke8 cerita tersebut.

Overall:
7.5 out of 10

Kriteria Penilaian:
Gw ga prnh nilai film dibawah 6 krn biar bagaimanapun itu sebuah karya seni
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Sabtu, 18 Oktober 2008

MONGOL : Kisah Epik Genghis Khan Muda

Cerita:
Genghis Khan muda sudah harus berjuang dalam hidupnya sejak masih bocah, mulai dari pengkhianatan, pelarian dan perbudakan. Pada umur 13 tahun, ia sudah memilih calon istri yg dinikahinya kelak 5 tahun kemudian, Borte. Pilihannya tidak salah, walau sempat berpisah beberapa tahun, Borte yg cerdas dan tabah berhasil mendukung Genghis Khan sbg seorang legenda hidup yg menaklukan sebagian dunia.

Gambar:
Dominan dgn setting padang pasir di siang dan malam hari. Peperangan yg terjadi disyut dgn sangat nyata dan heroik.

Act:
Tadanobu Asano seperti bertransformasi menjadi Genghis Khan, dari kumis, janggut dan sikapnya yg sangat meyakinkan. Penjiwaannya sangat natural dan dialah yg memberi jiwa pada film epik ini.

Sutradara:
Sergei Bodrov, sutradara berbakat dari Kazakhstan dianggap sangat berhasil mengarahkan film ini sehingga mengantarkan film ini masuk nominasi Best Foreign Language Movie di ajang Piala Oscar tahun lalu.

Komentar:
Film ini hanya sebagian memaparkan perjuangan Genghis Khan, terutama pada saat belia dan mulai menaklukkan sebagian daratan Asia. Namun hal itu cukup memberikan gambaran mengenai jiwa ksatria seorang legenda hidup yg pernah ada di muka bumi. Walau terkadang alurnya agak lambat dan konflik yg cepat bergulir, film ini wajib tonton buat anda penggemar film2 epik bernuansa Asia.

Overall:
8 out of 10

Penilaian:
Gw ga prnh nilai film dibawah 6 krn biar bagaimanapun itu sebuah karya seni
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!