XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label julie estelle. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label julie estelle. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Mei 2012

BROKENHEARTS : Broken Script Heartless Romance

Quotes:
Olivia: Buat aku, kamu adalah malaikat cinta yang dikirim Tuhan dari langit.

Nice-to-know:
Film yang diproduksi oleh Starvision Plus ini gala premierenya diadakan di Hollywood XXI pada tanggal 1 Mei 2012.

Cast:
Julie Estelle sebagai Olivia
Reza Rahadian sebagai Jamie
Darius Sinathrya sebagai Aryo
Meriam Bellina sebagai Ibu Aryo
Anto Hoed
Melly Goeslaw
Axel Andaviar



Director:
Merupakan film ke-15 bagi Helfi Ch Kardit yang dimulai sejak Seventeen (2004).

W For Words:
Cinta segitiga di atas persahabatan yang dikombinasikan dengan perjuangan melawan penyakit. Ah berapa banyak tema sejenis yang sudah dihadirkan dalam produksi film Indonesia sebelumnya. Jika Monty Tiwa melakukannya dengan baik dalam Sampai Ujung Dunia (2012) yang masuk dalam daftar film terpuji 2012 versi saya, bagaimana dengan garapan Helfi Kardit ini? Sebagai daya tarik, dikerahkan tiga nama populer yaitu Reza Rahadian, Julie Estelle dan Darius Sinathrya serta komposisi lagu garapan Anto Hoed dan Melly Goeslaw. Menjanjikan bukan?

Olivia selalu beranggapan Jamie adalah cinta pertamanya. Kebahagiaan mereka terenggut saat Jamie divonis mengidap anoreksia nervosa sehingga memilih untuk pergi tanpa kabar. Olivia yang sedih dan bingung sulit menerima kehadiran Aryo yang tiba-tiba datang dalam hidupnya. Sesungguhnya Aryo diutus langsung oleh sobat karibnya Jamie untuk menjaga Olivia. Perlahan tumbuh benih cinta antara Aryo dan Olivia sampai menimbulkan kecemburuan dalam diri Jamie yang merasa tak berdaya.
Sayangnya apa yang ada di kepala Helfi ternyata diterjemahkan secara sederhana. Terlalu sederhananya sehingga ia terkesan malas bereksplorasi di atas sebuah jembatan kokoh bernama kreatifitas itu sendiri. 
Serentetan dialog puitis yang lagi-lagi klise itu membombardir penonton dengan keindahan rimanya tapi tetap tak mampu menutupi keanehan logika yang ada. Bagaimana Jamie yang sakit parah dapat berkeliaran dengan bebas tanpa sepengetahuan orang di luar Darius? Mengapa Aryo tega membiarkan sahabatnya yang sudah demikian lemah itu tidak dirawat secara layak? Mungkin ada puluhan alasan yang bisa dikemukakan untuk memperkuat jawaban tapi sebelumnya mohon dijelaskan dulu pengertian anoreksia nervosa secara baik dan benar.

Penjiwaan aktor sekelas Reza sebagai pria berpenyakitan terlihat tidak wajar. Seorang ibu di deret saya menonton sempat menertawakan nafas Jamie seperti berat seperti orang hamil. Tutur bicaranya seakan dibuat-buat dengan sinkronisasi mata, lidah dan gerak mulut yang.. Ah sudahlah. Darius kembali pada tipikalitas peran “sinetron” nya, tak jauh berbeda dari yang sudah-sudah. Satu-satunya yang tampil wajar cuma Julie dengan menampilkan sisi emosionalnya tanpa harus terlihat cengeng ataupun norak di saat sedih dan bahagianya.
 
Satu yang paling keterlaluan adalah puncak konflik seharusnya terjadi saat Aryo mengatakan yang sesungguhnya kepada Olivia tetapi Helfi secara cerdas hanya menyajikan gambar bisu dari balik kaca! Come on, it’s a big part! Esensi film yang ditunggu penonton tanpa mengindahkan harga tiket yang beranjak naik ternyata hanya dibalas dengan pepesan kosong belaka? Dude, at least you are trying! Gagal atau tidaknya biar penonton yang memutuskan. Endingnya pun tergolong antiklimaks dan dipaksakan demikian adanya. Suguhan tembang dari Anto-Melly pada akhirnya tak banyak membantu.

Saya merasa chemistry di antara Aryo-Olivia, Olivia-Jamie, Jamie-Aryo terasa flat. Interaksi satu dan yang lainnya terasa melelahkan, tidak membawa konflik merangsak maju secara positif. Kosong! Seakan semua kata-kata yang terlontar dari mereka keluar dari kepala, bukan dari hati. Seberapapun kerasnya ketiga orang ini berusaha memberikan akting maksimal, skrip yang kedodoran sedari awal tetap patut dijadikan kambing hitam.Brokenhearts entah menggunakan spasi atau tidak dalam penulisannya gagal membangun simpati saya terhadap karakter-karakter utama maupun pendukungnya. I prefer called it a broken script with heartless romance inside.

Durasi:
96 menit

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:

Selasa, 03 Mei 2011

COWOK BIKIN PUSING : Rebound Bersama Setelah Kandasnya Percintaan

Quotes:
Cecile: Mungkin emang loe yang mau hidup gw sepi dan menderita. Sama kayak apa yang loe alami!

Storyline:
Cecile, Tasha dan Justin telah bersahabat lama dimana mereka selalu berbagi cerita apapun. Cecile bersama Tasha bahkan mendirikan sebuah toko kue Cecile’s Bittersweet Chocolate yang laris manis itu termasuk salah satu pelanggan setianya, Dino. Sayangnya kebahagiaan tidak berlangsung lama karena Cecile harus putus dengan tunangannya, Marco setelah berjalan 5 tahun. Tasha dan Justin pun menghibur Cecile dengan membalas perlakuan Marco. Di sisi lain, Dino pun mengakhiri hubungannya dengan Angela yang ketauan berselingkuh. Kesamaan nasib membuat Dino dan Cecile menjadi dekat. Namun apakah perasaan yang mereka miliki itu sungguhan, bukan sekadar rebound saja?

Nice-to-know:

Diproduksi oleh MVP Pictures dan screening terbatas diadakan di Planet Hollywood pada tanggal 28 April 2011.

Cast:
Julie Estelle
sebagai Cecile

Laudya Chintya Bella
sebagai Tasha

Nino Fernández
sebagai Dino

Aming
sebagai Justin

Marcel Chandrawinata
sebagai Marco

Marissa Nasution sebagai Angela
Alex Abbad sebagai Alex

Director:
Winalda E. Melalatoa pernah menggarap MBA (Married By Accident) di tahun 2008 lalu.

Comment:
Tertunda nyaris selama 3 tahun sebelum akhirnya dirilis pada 5 Mei 2011 telah mengubah banyak fakta dalam film ini. Pertama, judul awalnya adalah “Selingkuh”. Kedua, Aming dan Marissa Nasution melakukan debutnya disini, sebelum film-film mereka yang justru rilis duluan. Entah apa penyebab pastinya mengenai penundaan tersebut, yang pasti komedi romantik yang satu ini tidak lantas dipandang sebelah mata.

Plotnya simpel yaitu mengenai cinta dan persahabatan. Cinta yang harus kandas karena banyaknya faktor penghambat yang tidak mampu diselesaikan oleh kedua belah pihak. Bukan sesuatu yang tidak umum, terlebih anda yang sudah sering melewati gagal/suksesnya sebuah hubungan. Lantas bagaimana jika persahabatan yang seharusnya suportif di dalam segala hal justru menjadi pengganjal cinta itu sendiri untuk maju. Siapkah anda untuk berpikir jernih jika harus memilih salah satu di antaranya?

Kurang lebih itulah yang ingin disampaikan oleh penulis skrip kondang, Sekar Ayu Asmara. Apalagi latar belakang tempatnya adalah Bali yang sangat menjual dengan eksotisme uniknya yang tentu sudah sangat dikenalnya secara pribadi. Modal awal tersebut memang terbukti mempermudah kinerja sutradara Winalda yang sebelumnya sudah familiar dengan tema percintaan. Bahkan pada beberapa bagian, kita akan turut merasakan campur tangan seorang Rizal Mantovani yang tampaknya lebih memilih untuk duduk di Departemen Artistik kali ini.
Keempat karakter utamanya disini yakni Julie, Laudya, Nino dan Marcel memang bermain “aman”. Tidak banyak perbedaan yang ditampilkan dari peran-peran mereka sebelumnya. Yang menarik adalah profesi masing-masing dimana bisnis Cecile's Bittersweet Chocolate yang dijalankan Cecile dan Tasha memperkenalkan cake dan coklat dalam tampilan menggugah selera serta tokoh Dino yang digambarkan sebagai seorang guru surfer yang handal. Sedangkan Aming dan Alex Abbad lumayan mencuri perhatian sebagai sidekick, alias pasangan gay yang serba heboh perkataan dan tindak tanduknya. Mudah-mudahan anda tidak terganggu.
Keputusan pemakaian judul film ini memang terkesan tidak tepat. Premis yang dihadirkan di awal mengenai “angka-angka statistik” cowok seakan lenyap begitu saja memasuki pertengahan. Konflik berganti menjadi kaburnya arti persahabatan dan sulitnya menjalankan hubungan baru paska putus alias rebound. Pada akhirnya, permasalahan yang cukup krusial tersebut memang terselesaikan kelewat mudah. Demi mengejar konsep happy ending yang aman dan menyenangkan bagi semua pihak? Apapun alasannya, Cowok Bikin Pusing tetaplah sebuah tontonan yang fun dan ringan untuk dinikmati.

Durasi:
85 menit


Overall:
7.5 out of 10


Movie-meter:

Jumat, 29 Oktober 2010

AKU ATAU DIA : Misi Kembali Ke Pelukan Mantan Pacar

Storyline:
Hubungan panjang Dafi dan Novi yang terjalin sejak kuliah menjadi kandas setelah Dafi memasuki dunia kerja. Tawaran partnership di law firm milik Amara tampaknya lebih menarik bagi Dafi apalagi Amara memberikan perhatian khusus padanya. Novi yang kecewa lantas menyewa jasa Heartbreak.Com yang dipimpin Mbak Eliza untuk memenangkan hati Dafi kembali. Tentunya Mbak Eliza tidak sendirian dan mengutus Rama untuk berpura-pura sebagai pacar Novi untuk mengusik perhatian Dafi. Semua berjalan lancar apalagi Novi juga dibantu saudara-saudaranya Pipit, Wawan dan Asep yang kompak. Namun akankah semua yang sudah rusak bisa dengan mudah diperbaiki?

Nice-to-know:
Diproduksi oleh One Star Productions dan gala premierenya dilangsungkan di Djakarta Theatre tanggal 16 Oktober 2010 yang lalu.

Cast:
Fedi Nuril sebagai Rama
Julie Estelle sebagai Novi
Rizky Hanggono sebag
Terbitkan Entri
ai Dafi
Ringgo Agus Rahman sebagai Asep
Ananda Omesh sebagai Wawan
Aline Adita sebagai Amara
Sophie Navita sebagai Mbak Elza
Alex Abbad sebagai Felipe
Edo Borne
Lukman Sardi
Yama Carlos

Director:
Masih ditangani oleh Affandi Abdul Rachman yang juga menggarap prekuelnya Heartbreak.Com

Comment:
Akhir tahun lalu ada sebuah drama komedi romantis lokal yang nilainya di atas rata-rata meskipun plotnya tidak terlalu orisinil. Itulah Heart-break.com yang dibintangi Ramon dan Raihaanun pada waktu itu.
Nyaris setahun kemudian muncul sekuelnya yang ditulis Affandi bersama Nataya Bagya dengan background cerita yang kurang lebih sama. Bedanya kali ini pihak wanita yang merasa tersakiti dan membutuhkan jasa Heart-break.com tersebut. Dan Julie Estelle lah yang mendapat tugas tersebut dan sebagai leading lady ia berhasil membagi peran dipasangkan dengan siapapun di setiap scenenya. Lihat transformasi karakter Novi di awal cerita yang rapuh dan tak berdaya menjadi tegar dan rasional di akhir cerita. Demikian juga dengan Fedi yang sedikit memberikan aksen berbeda dari peran-peran biasanya, karakter Rama dibawakannya dengan spontanitas yang natural. Cukup lama absen dari layar lebar, Rizky juga menunjukkan kharisma tersendiri sebagai Davi yang labil dan bimbang menentukan pilihan antara cinta dan karirnya.
Apresiasi patut diberikan pada sutradara Affandi yang mampu menekankan karakterisasi tokoh-tokohnya dengan maksimal dan menegaskan porsi yang seimbang di antara mereka. Maka dari itu meski trio Julie-Rizky-Fedi yang menjadi sentral cerita, aktor-aktris lainnya berhasil mencuri perhatian di setiap scene yang dipercayakan. Lihat bagaimana kocaknya duet Omesh dan Ringgo yang bodoh tetapi setia saudara. Sebagai kru inti Heart-break.com trio Sophie-Edo-Lukman juga tergolong konsisten dengan gaya khas masing-masing.
Keseluruhan elemen yang bersinergi dengan pas itu menjadikan Aku Atau Dia sebuah sekuel yang tergarap baik dan mampu meneruskan rasa gemas dan haru yang sama dalam menyaksikannya. Kelemahan justru terasa pada unsur non teknis dimana sinematografi yang dihadirkan terasa kurang maksimal, lebih disebabkan pada pencahayaan dan pengadeganan yang tidak stabil. Belum lagi produk-produk sponsor yang hadir terlalu dominan sampai seakan menjadi warna utama film. Endingnya mungkin menyenangkan penonton tapi bagi saya masih menyimpan beberapa pertanyaan dasar yang seharusnya bisa dituntaskan dengan tepat. Bagaimana menurut pendapat anda?

Durasi:
95 menit

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
6-sampah!
6.5-jelek ah
7-rada parah
7.5-standar aja
8-lumayan nih
8.5-bagus kok
9-luar biasa

Kamis, 21 Januari 2010

RUMAH DARA : Pembantaian Sadis Sekeluarga Psikopat

Tagline:
Horor menemukan seorang ibu

Storyline:
Sambil menantikan kelahiran anak pertamanya, pasangan suami istri muda, Adjie dan Astrid sepakat pergi ke Bandung bersama tiga temannya, Alam, Jimi dan Eko sekaligus usaha Adjie untuk mencoba berdamai dengan adik kandungnya, Ladya selepas kematian kedua orangtua mereka. Pertemuan terakhir sebelum Adjie berangkat ke Sydney tersebut mulai terganggu saat mobil yang mereka tumpangi dihadang oleh seorang gadis yang tengah labil paska dirampok bernama Maya. Mencoba berbaik hati, Adjie dkk mengantarkan Maya ke rumahnya dimana mereka bertemu dengan ibu Maya yang misterius, Dara dan juga saudara kandungnya, Adam. Perjamuan makan malam berbuntut ketidaksadaran masing-masing pun bisa jadi mimpi buruk terakhir mereka di dunia.

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Merah Production yang bekerjasama dengan beberapa perusahaan film asing kecil sehingga terwujudlah versi panjang Rumah Dara yang sudah ditunggu-tunggu ini.

Cast:
Shareefa Danish berhasil memenangkan predikat Aktris Terbaik dalam Puchon International Fantastic Film Festival 2009 lewat peran ibu muda bernama Dara yang sadis misterius ini.
Julie Estelle yang beken lewat trilogi Kuntilanak kali ini didapuk sebagai Ladya, gadis muda yang berusaha bangkit dari trauma kematian orangtuanya.
Arifin Putra dan Imelda Therinne bermain cukup meyakinkan sebagai Adam dan Maya, kakak beradik psikopat.
Ario Bayu dan Sigi Wimala kebagian karakter suami istri Adjie dan Astrid yang tengah hamil tua.
Jangan lupakan penampilan VJ Mike Lucock, Daniel Mananta dan komedian Aming.

Director:
The Mo Brothers yang terdiri dari Timo Tjahjanto dan Kimo Stamboel sebelumnya dipuji saat mengarahkan dua film pendek yang bergenre thriller yakni Sendiri (2003) dan Dara (2007).

Comment:
Beberapa tahun lalu, sebuah film pendek berjudul Dara yang diputar di iNafff sempat menghebohkan penikmat film nasional dan sempat menjadi bagian penutup film antologi keroyokan, Takut (The Faces of Fear). Tuntutan untuk dikembangkan menjadi film panjang pun terus bermunculan hingga akhirnya duet muda kreatif The Mo Brothers sepakat menggarap skenarionya dengan matang. Hasilnya? Selama 95 menit anda akan dicekam oleh kengerian dan ketegangan sekaligus. Dari segi cast, semuanya merupakan nama-nama tenar di perfilman tanah air dan tampil cukup baik terutama Shareefa yang outstanding dimana bahasa tubuh, ekspresi dan intonasinya sangat meyakinkan sebagai seorang psikopat yang terganggu jiwanya. Inilah slasher thriller lokal sejati karena menggunakan darah yang melimpah dan penuh dengan adegan sadis lewat beberapa instrumen seperti pisau lipat, pisau dapur, pedang, senapan hingga gergaji listrik! Tak bisa dipungkiri, film ini banyak mendapat inspirasi dari genre sejenis asal Thailand ataupun Hollywood, tetapi tidak apa sejauh Dara direncanakan dengan penuh perhitungan. Dengan intensitas tinggi yang terus memuncak sampai endingnya, alhasil anda mungkin akan gemas dan deg-degan sekaligus di bangku bioskop seperti halnya yang dialami sebagian besar penonton saat saya menyaksikannya. Thumbs up!

Durasi:
95 menit

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!