XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label jim carrey. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jim carrey. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 September 2013

KICK-ASS 2 : Kicking Lower But Still Ass-tonishing


Quote:
Dave Lizewski: What's the matter, Chris? Shit hit your shorts?
Chris D'Amico: Yeah, and I'm gonna wipe my ass with your face.

Nice-to-know:
Jim Carrey membawa propertinya sendiri sebagai referensi seperti buku komik versi Colonel Stars dan Stripes.

Cast:
Aaron Taylor-Johnson sebagai Dave Lizewski / Kick-Ass
Chloƫ Grace Moretz sebagai Mindy Macready / Hit-Girl
Christopher Mintz-Plasse sebagai Chris D'Amico / The Motherfucker
Jim Carrey sebagai Colonel Stars and Stripes
Robert Emms sebagai
Insect Man
Lindy Booth sebagai Night Bitch
Morris Chestnut sebagai Detective Marcus Williams
Claudia Lee sebagai Brooke
Amy Anzel sebagai Mrs. Zane
Clark Duke sebagai Marty / Battle Guy
Augustus Prew sebagai Todd / Ass Kicker

Director:
Merupakan
feature film ketiga bagi Jeff Wadlow setelah Never Back Down (2008).

W For Words:
Who loves the underdog? Raise your hands so I can count. Okay, me too! Itulah sebabnya Kick-Ass (2010) mampu mencatatkan diri sebagai salah satu cult movies karena konten mengejutkan yang tidak disangka-sangka oleh moviegoersdi belahan dunia manapun. Terlepas dari perolehan domestic box-office yang tidak sampai boomingtapi tetap menguntungkan karena bujetnya yang tak seberapa, Marv Films dan Plan B Entertainment kelewat percaya diri untuk melanjutkan sekuelnya, apalagi lantas mendapat dukungan dari Universal Pictures. Hell yeah! We’re dying to see another adventures of Kick-Ass and of course Hit-Girl.
Kehadiran Kick-Ass menginspirasi lahirnya ‘pahlawan biasa’ lainnya termasuk Colonel Stars and Stripes yang membentuk perkumpulan Justice Forever yang berangggotakan Doctor Gravity, Night Bitch, Insect Man dan pasutri Remembering Tommy. Bergabungnya Kick-Ass dikarenakan Hit-Girl memutuskan pensiun demi memenuhi janji pada almarhum ayahnya Big Daddy. Sementara itu putra Red Mist yaitu Chris D’Amico mengubah identitasnya menjadi The Motherfucker dan menggunakan kekayaannya untuk merekrut berbagai penjahat berbahaya demi menguasai dunia sekaligus membalas dendam.

Tugas yang berat diemban Jeff Wadlow yang kali ini memegang tampuk penulis skrip dan sutradara sekaligus, berusaha menyamai pencapaian Matthew Vaughn sebelumnya, berdasarkan komik karya Mark Millar dan John Romita Jr. Usahanya patut kita apresiasi karena berhasil menempatkan tiga karakter utamanya yaitu Dave, Mindy dan Chris dalam dunia nyata dan juga dunia di balik topeng lengkap dengan segala kroniknya. Banyaknya karakter baru hitam putih yang masuk justru semakin memperkaya tanpa harus mengganggu plot utama secara keseluruhan.
Namun harus diakui storytelling yang dilakukan Wadlow sebagai sutradara tidaklah sekuat Vaughn termasuk dalam membangun dunia modern nan realistis. Penonton bisa dengan mudah menerka proses dari A ke B di sepanjang durasinya.Beruntung konsistensi drama dan aksi terjaga lewat balutan komedi satir yang kerap menyentil di sana-sini. Dialog one-liners nya memang tak setajam dulu tapi masih efektif menegaskan kemana kita harus berpihak. Spesial efek yang digunakan, terutama dalam pertarungan pamungkas, terbilang cukup maksimal mengingat bujet produksi yang tidak terlalu besar.

Menarik melihat duo protagonistkita yang berkembang dewasa termasuk mulai berkencan. Taylor-Johnson masih mengusung imej geeky nya, Grace Moretz juga dengan penampilan average girl nya. Anda dijamin terpukau saat adegan Dave berlatih pull-up mempertontonkan sexy abs nya atau Mindy bertransfomasi sebagai ‘it girl’ di sekolah. Keduanya membangun chemistry dengan baik walau tidak selalu berbagi layar. Lihat bagaimana sisi emosional mereka tergali ketika harus memegang teguh janji masing-masing terhadap orang-orang terdekatnya.
Mintz-Plasse dengan gemilang melanjutkan mimpi buruk anda sebagai spoiled rich brat. Chestnut bermain ganda sebagai ‘pengasuh’ Mindy sekaligus abdi hukum yang cukup berpengaruh di kota. Peran Mr. Lizewski yang dilakoni M. Brown sekilas mengingatkan kita akan Uncle Ben bagi seorang Peter Parker, sama halnya Lee terhadap McAdams dalam Mean Girls (2004). At one particular scene, i do imagine Mindy would became Carrie as well! Dari deretan tokoh baru favorit saya adalah Night Bitch dan Mother Russia yang masing-masing dimainkan secara pas oleh Booth dan Kurkulina. On top of that, Carrey lumayan berhasil melepaskan stereotype lewat penokohan memorable Colonel Stars and Stripes.

Kick-Ass 2 memang terbilang setia pada pakem superhero movies yang sudah-sudah. Bedanya adalah posisi ‘kalah’ justru ditempatkan di pertengahan menjelang akhir. Tujuannya jelas menghindari tipikalitas yang biasa diusung DC atau Marvel. Toh pada akhirnya kebaikan tetap akan unggul dari kejahatan. Final fight yang disuguhkan Kick-Ass and Hit-Girl setidaknya berhasil mengalihkan perhatian penonton dari degradasi kualitas sekuel secara keseluruhan. Those regular superheroes definitely represent us best especially when it comes to self-acceptance about who we truly are.

Durasi:
103 menit

U.S. Box Office:
$28,094,560 till September 2013

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:

Senin, 14 Juni 2010

I LOVE YOU, PHILLIP MORRIS : Pandangan Hidup dan Cinta Seorang Gay Radikal

Tagline:
The Conman who wouldn’t go straight.

Storyline:
Steven Russell kelihatan hidup bahagia bersama istrinya, Debbie dan karirnya sebagai polisi local. Namun sebuah kecelakaan mobil menyadarkannya bahwa ia seorang gay dan berusaha hidup sesuai takdirnya tersebut. Steven berpacaran dengan Jimmy Kemple dan seketika gaya hidupnya meningkat drastis menjadi penuh kemewahan. Semua itu butuh uang dan Steven tak segan-segan menipu asuransi ataupun berbelanja dengan kartu kredit palsu. Tindakan melawan hokum tersebut membuatnya dipenjara. Disanalah ia bertemu Phillip Morris yang lembut dan sensitif. Keduanya jatuh cinta dan sekali lagi Steven berusaha keras menciptakan akhir yang bahagia bagi dirinya sendiri.

Nice-to-know:
Berdasarkan kisah nyata kehidupan seorang Steven Jay Russell.

Cast:
Karakternya sebagai orang yang suka berbohong demi suatu tujuan nyaris serupa dengan yang terakhir dilakoninya dalam Yes Man (2008). Namun bedanya Jim Carrey memperlihatkan orientasi “lain” sebagai Steven Russell disini.
Berbagai karakter pernah dimainkannya termasuk dalam Trainspotting (1996) yang melejitkan nama Ewan McGregor. Kali ini ia kebagian peran Phillip Morris yang setia dan low-profile.
Leslie Mann sebagai istri Steven, Debbie dan Rodrigo Santoro sebagai Jimmy Kemple.

Director:
Bertindak juga sebagai penulis selain sutradara adalah duet Glenn Ficarra dan John Requa yang merupakan kolaborasi pertama mereka setelah sempat terlibat dalam jabatan yang berbeda dalam Cats & Dogs (2001).

Comment:
Cukup mengejutkan melihat dua actor berbakat bermain sebagai pasangan homo dalam sebuah film. Namun Carrey dan McGregor berhasil menjawab tantangan itu. Jim dengan gaya komedikal nyelenehnya seperti biasa memberikan sentuhan sebagai sosok gay yang tidak kepribadiannya sangat ekstrovert karena perilakunya kelewat ekstrim. Namun kehomoannya bisa dimaklumi lewat sejumlah visinya sedari kecil, lihat adegan menunjuk awan yang sangat imajinatif itu. Dan audiens mungkin saja tidak bersimpati pada tokoh Steven karena perilakunya tetapi realita itulah yang justru menarik untuk disaksikan. Sebaliknya Ewan bertransformasi menjadi pria blonde yang manis tutur katanya dan cara berpikirnya yang simple tetapi dalam. Interaksi keduanya sebagai kekasih di lingkungan penjara terasa realistis. Meskipun diilhami dari kisah nyata, Ficarra dan Requa berhasil menulis skrip dengan brilian dan melakukan penekanan pada elemen-elemen yang tepat sehingga seluruh kejadian yang diceritakan sangat membumi. I Love You, Phillip Morris tidaklah bercerita tentang Philip tetapi dari sudut pandang pria yang mengatakannya. Sebuah kisah cinta sesama jenis yang lucu sekaligus mengharukan dengan twist ending yang unik.

Durasi:
90 menit

U.K. Box Office:
£2,298,494 in early April 2010

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Jumat, 27 November 2009

A CHRISTMAS CAROL : Dihantui Tiga Arwah Natal

Quotes:
Ebenezer Scrooge-If I could have my way, every idiot who goes about with 'Merry Christmas' on his lips should be boiled in his own pudding, and buried with a stake of holly through his heart!

Cerita:
Malam Natal di Inggris, Ebenezer Scrooge, seorang tua pemilik jasa peminjaman uang seperti biasa menggerutu pada orang-orang yang merayakan semangat dan kebahagiaan Natal bersama keluarganya. Melewatkan undangan makan malam Natal keponakannya, Fred, Ebenezer malah pulang ke kediamannya, sebuah puri tua yang sangat sepi. Tak dinyana, mantan partner bisnisnya, Jacob Marley yang meninggal tujuh tahun lalu mengunjungi Ebenezer dalam wujud hantu! Dia memperingatkan Ebenezer akan didatangi tiga hantu dari masa lalu, masa kini dan masa depan yang kesemuanya berhubungan dengan Natal. Misinya Cuma satu yaitu menyadarkan Ebenezer dari keserakahan dan kesepiannya untuk mau bangkit membantu orang-orang di sekitarnya sebelum terlambat.

Gambar:
Visualisasi 3D yang mengasyikkan selayaknya yang tersaji dalam The Polar Express. Guratan wajah dan gestur tubuh cukup sempurna terpampang pada tampilan fisik keseluruhan karakter.

Voice:
Terakhir tampil dalam I Love You Phillip Morris di tahun yang sama, Jim Carrey kebagian menjadi penyulih suara Scrooge dari muda sampai tua, juga hantu Natal dari masa lalu sampai masa depan. Menarik bukan?
Colin Firth sebagai Fred
Gary Oldman sebagai Bob Cratchit / Marley / Tiny Tim
Robin Wright Penn sebagai Fan / Belle
Bob Hoskins sebagai Mr. Fezziwig / Old Joe

Sutradara:
Robert Zemeckis pernah bermain dengan grafis CGI dalam 2 film sebelumnya yaitu The Polar Express (2004) dan Beowulf (2007) sehingga remake A Christmas Carol ini seharusmya bukan hal baru baginya.

Comment:
Boleh dibilang salah satu cerita paling berpengaruh yang pernah ditulis sehingga sudah berkali-kali diterjemahkan secara bebas dalam bentuk karya seni apapun. Tantangannya adalah bagaimana tetap menampilkannya secara fresh dan kali ini Zemeckis mencobanya dalam format animasi 3D. Masalahnya durasi yang diberikan kepada tiga hantu Natal tersebut tidaklah sama, dan Hantu Masa Depan memegang sekuens terpanjang sehingga keseimbangan tidak tercapai. Interpretasi Carrey terhadap karakter Scrooge memang mengagumkan. Sayangnya dialah satu-satunya yang outstanding disini dibandingkan karakter-karakter lainnya. Konklusinya, A Christmas Carol adalah animasi yang cukup standar tetapi tidak sampai kehilangan tajinya meski harus diakui agak membosankan. Setidaknya semangat Natal coba ditampilkan disini, lengkap dengan alunan beberapa lagu Natal legendaris!

Durasi:
95 menit

U.S. Box Office:
$22,308,913 till mid Nov 2009

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Minggu, 11 Januari 2009

YES MAN : Satu Kata Dapat Mengubah Semua

Quotes:
Carl Allen-The era of "yes" has begun.

Cerita:
Seorang skeptis, Carl Allen yang bekerja sebagai credit analyst di sebuah bank boleh dibilang menjalani hidup yang membosankan yang berujung pada ditinggal istrinya. Keadaan mulai berubah saat ia menghadiri seminar "YES" dimana ia dituntut untuk menyanggupi apapun yang dibebankan orang lain terhadapnya selama satu tahun. Jika dilanggar, malapetaka diyakini akan menimpanya. Perlahan dengan sikap barunya, kehidupan Carl mulai berubah ke arah yang lebih baik di segala sisi termasuk dalam urusan cinta. Namun apakah semua itu tanpa konsekuensi yang mungkin menghantarnya pada situasi yang sulit?

Gambar:
Dengan setting yang bervariasi mulai dari kantor, bandara sampai lapangan football, film ini bergerak cepat menyajikan gambar-gambar yang ciamik.

Act:
Jim Carrey telah kembali setelah menuai kritik dan penurunan dollar dari beberapa film terakhir yang dibintanginya. Dalam Yes Man, habitat asli Carrey yang hobi memainkan mimik wajah kembali muncul. Kocak menyaksikan polah tingkahnya saat berubah menjadi orang optimis dinamis.
Zooey Deschanel yang dikenal sebagai aktris manis yang saban kali membintangi komedi romantis walau tidak dalam peran utama kali ini memerankan tokoh Allison, love interestnya Carl, gadis vokalis band indie yang tidak pernah memikirkan banyak hal dalam hidupnya.

Sutradara:
Peyton Reed memang lebih dikenal sebagai pembesut film-film komedi romantis seperti terakhir The Break Up. Kali ini Peyton berhadapan langsung dengan kharisma si muka karet Carrey. Eksekusi scene dan syuting yang tergolong lancar menjadikan nilai tambah. Kolaborasi mereka cukup membuahkan hasil karena Yes Man terbukti cukup bisa diterima dimanapun film ini ditayangkan.

Komentar:
Semangat fun yang ditawarkan Jim Carrey membuat Yes Man menjadi tontonan yang menghibur. Untuk anda yang pernah menyaksikan aktingnya dalam Liar Liar, boleh dikata Carrey mengulang peran serupa. Sah-sah saja untuk mengembalikan kariernya sebagai bintang komedi papan atas Hollywood yang belakangan didominasi nama beken lain. Pesan moral film ini yaitu harus memandang hidup dengan lebih optimis dan turuti semua kata hati positif yang mungkin akan mengubah hidup anda.

Durasi:
100 menit

U.S. Box Office (till the end of the year):
$49,798,560

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!