XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Sabtu, 07 Maret 2009

THE REAL POCONG : Obsesi Pocong Hantui Keluarga Muda

Cerita:
Pasutri muda, Ivan dan Rini beserta putri mereka, Laura baru saja pindah ke rumah sendiri di suatu tempat tenang yang agak terpencil. Namun firasat Laura sudah tidak baik saat berkeliling di lingkungan sekitar rumah karena ia merasa melihat "sesuatu" yang jahat dan diam-diam mengincarnya. Sayangnya kedua orangtuanya tidak begitu saja percaya sampai pada akhirnya Laura menghilang. Rini berjuang keras meyakinkan Ivan untuk pindah rumah setelah mendapatkan Laura kembali yang tidak ketahuan rimbanya. Dengan bantuan seorang paranormal, Laura dinyatakan "dibawa" pocong ke dunia lain. Berasal dari manakah kekuatan gaib yang meliputi lingkungan itu? Apakah ketiganya dapat berkumpul kembali pada akhirnya?

Gambar:
Kesan sunyi dan angker mampu tertangkap dengan baik di tengah setting yang terlihat alami dan jauh dari peradaban.

Act:
Debut layar lebar yang cukup baik bagi Nabila Syakieb sebagai Rini yang sangat menyayangi putrinya namun tidak pernah mempercayai intuisinya sejak awal.
Ashraf Sinclair sebagai Ivan, seorang ayah sekaligus suami yang tidak mempercayai hal-hal gaib sebelum berhadapan sendiri dengan dunia tak tampak itu.
Penampilan yang cukup menarik diperlihatkan bintang cilik Sakinah Dava Erawan sebagai Laura dan Kinaryosih kali ini bermain sebagai tetangga misterius yang menyembunyikan teka-teki.

Sutradara:
Hanny R. Saputra yang angkat nama lewat drama melankolis Heart pada kesempatan ini mengangkat tema pocong yang berkali-kali sudah dilakukan oleh sineas lain. Hanny sendiri mengaku temanya berbeda dengan pendekatan psikologis dan eksplorasi ketakutan manusia bukan hanya dari tampilan visual saja.

Komentar:
Maaf tanpa bermaksud mengkritik kalau sejam pertama film ini terlalu berlarut-larut tanpa riak yang berarti. Setelah berjalan sejam barulah plot cerita bergulir cepat dan lebih bermakna, sayang pada eksekusi ending cenderung klise tanpa inovasi baru. Secara keseluruhan The Real Pocong digarap dengan rapi dan serius, hasilnya harus diakui memang cukup menyeramkan dan menawarkan nuansa yang berbeda dari film sejenis. Tertarik membuktikannya?

Durasi:
100 menit

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 06 Maret 2009

CURIOUS CASE OF BENJAMIN BUTTON : Perjalanan Hidup Pria Dengan Siklus Hidup Tak Lazim

Quotes:
Benjamin Button-It's a funny thing about comin' home. Looks the same, smells the same, feels the same. You'll realize what's changed is you.
----------
Daisy-Would you still love me if I were old and saggy? Benjamin Button-Would you still love ME if I were young and had acne? When I'm afraid of what's under the bed? Or if I end up wetting the bed?

Cerita:
Saat Badai Katrina menghantam New Orleans, ibu tua Daisy Williams dan putrinya yang sudah dewasa, Caroline bersama-sama membaca buku harian teman lama Daisy, Benjamin Button yang memiliki siklus hidup yang sangat menarik dimana lahir sebagai fisik orang tua dan beranjak muda seiring pertambahan usianya. Semua perjalanan hidup Benjamin tertuang di dalam diary tersebut, mulai dari dibuang oleh ayah kandungnya Thomas Button, pemilik pabrik kancing sampai diadopsi oleh wanita kulit hitam baik hati, Queenie yang juga petugas panti jompo. Berangkat dewasa, Benjamin bertemu kapten kapal Mike dan bekerja dengannya selama bertahun-tahun. Tak pelak pertemuan dininya dengan Daisy di usia muda menimbulkan getar asmara yang sulit disangkalnya. Bagaimana perjuangan seorang Benjamin dengan hidup yang tak biasa itu menyesuaikan diri dengan cinta dan mimpinya?

Gambar:
Sinematografi yang mengagumkan dari awal sampai akhir karena potret kehidupan seorang Benjamin Button mampu dijangkau dengan sempurna.

Act:
Brad Pitt sebagai Benjamin Button walau tidak tampil full sepanjang film berhasil menguatkan image nya sebagai aktor papan atas Hollywood yang rajin bervariasi dalam mengambil peran. Terima kasih untuk tim make up dan efek visual yang mencitrakan dirinya dalam berbagai rentang usia.
Aktris kaliber Oscar Cate Blanchett kebagian peran Daisy Williams yang cantik, cerdas dan menyenangkan didukung dengan kemampuan menarinya yang tinggi.
Didukung pula oleh Julia Ormond sebagai Caroline, Jason Flemyng sebagai Thomas Button Faune, Taraji P. Henson sebagai Queenie dan beberapa aktor-aktris yang semuanya tampil maksimal di film ini.

Sutradara:
Bekerjasama untuk ketiga kalinya setelah Se7en dan Fight Club bersama Brad Pitt, David Fincher boleh dibilang sutradara berbakat yang seringkali di bawah radar. Hal ini dikarenakan karyanya yang tentatif dan cenderung tidak komersil serta kesibukannya menggarap video klip artis-artis terkenal. Kinerja Fincher dalam Curious Case Of Benjamin Button ini boleh dibilang karya terbaiknya sejauh ini karena berhasil memaksimalkan plot dan eksplorasi cerita dalam durasi yang cukup panjang.

Komentar:
Mengambil rentang waktu yang panjang, bisa dibilang sepanjang hidup seorang Benjamin Button menonton film ini niscaya akan membangkitkan semua panca indera anda, mulai dari tertawa lepas, sedih terharu, tersenyum simpul sampai mungkin mengernyitkan dahi. Boleh dikatakan film yang lengkap dan nyaris sempurna, tidak heran jika banyak meraih nominasi penghargaan bergengsi dunia. Semua aspek film ini dari sinematografi, spesial efek, original score, akting, gaya bercerita, penyutradaraan dll mampu berkolaborasi dengan sangat baik dalam film yang konon diangkat dari cerita fiksi pendek. Salah satu film yang akan bertahan kualitasnya sepanjang masa!

Durasi:
160 menit

U.S. Box-Office:
$125,388,340 till March 2009

Overall:
8.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Kamis, 05 Maret 2009

ACCURACY OF DEATH : 7 Hari Waktu Pencabut Nyawa

Tagline:
Seven Days to the End of Life.. and the Beggining of Love

Cerita:
Malaikat maut Chiba bertugas mengamati seseorang yang hanya memiliki tujuh hari sebelum kematiannya sebelum memutuskan untuk melaksanakan atau melanjutkannya. Ia bertugas dengan cepat lalu pergi ke toko CD dan memuaskan dirinya dengan musik. Pada suatu ketika subyeknya adalah Kazue Fujiki, berusia 27 tahun, bekerja di pabrik di bagian keluhan pelanggan. Apakah Chiba mampu menunaikan misinya tanpa mengindahkan nasib seseorang yang mungkin saja punya harapan sendiri-sendiri?

Gambar:
Selayaknya film Jepang, adegan bergulir lambat. Nuansa dingin dan sunyi terasa kental. Beberapa grafis lokasi pembicaraan Chiba dan sang anjing terkesan surealis.

Act:
Takeshi Kaneshiro sebagai Chiba
Manami Konishi sebagai Kazue Fujiki

Sutradara:
Satu-satunya karya layar lebar yang disutradarai, diproduseri dan ditulisnya sebelum Accuracy Of Death adalah Bijocan (2004). Masaya Kakei memang lebih banyak terlibat dalam produksi film televisi.

Komentar:
Diangkat dari novel laris karya Kotaro Isaka, film ini mengambil benang merah dari sudut pandang Chiba sang malaikat maut terhadap tiga subjek kematiannya. Bagian kedua terasa cukup mengganggu dan seperti mengambang tanpa kejelasan. Ok kita maafkan hal itu dan kembali pada bagian pertama dan ketiga yang sebetulnya saling berhubungan. Tetapi alur cerita yang lambat ditambah percakapan dengan anjing yang bahkan tidak berkata-kata terasa sangat menyiksa. Secara keseluruhan mungkin anda akan membandingkannya dengan City Of Angels ataupun Meet Joe Black, tapi versi Asia selalu menawarkan sesuatu yang beda, bukan? Saran saya, jika anda menyaksikan film ini di DVD, lebih baik langsung masuk pada bagian ketiga yang manis dan penuh makna, niscaya film ini akan terlihat lebih baik.

Durasi:
110 menit

Overall:
6.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

COMET IMPACT : Ketika Bencana Komet Mengancam Bumi

Cerita:
8 Agustus, penerbangan 49 siap mendarat di airport Shannon dimana sebuah komet melintas dan jatuh di selat Irlandia yang menyebabkan gelombang tsunami besar yang menghancurkan daerah sekitar. Badan NEO milik NASA sebagai peneliti benda luar angkasa di sekitar bumi mengidentifikasi bahwa komet susulan akan datang dengan kekuatan yang lebih besar dalam tujuh hari mendatang. Langkah pencegahan dan evakuasi pun segera dilakukan sebelum terlambat..

Gambar:
Kelas TV, penuh dengan spesial efek yang diragukan kebenarannya.

Act:
Beberapa aktor aktris Inggris yang belum punya nama.
Cristian Solimeno sebagai Neil Gant.
James Cosmo sebagai Brenden Kelly.
James Wilby sebagai Josh Hayden.
Teo Wa Vuong sebagai Ly Tam.

Sutradara:
Keith Boak yang selama ini baru terlibat dalam produksi teve sejak 1995.

Komentar:
Dengan gabungan grafik visual dan beberapa istilah luar angkasa, VOILA, jadilah sebuah fiksi ilmiah yang sangat diragukan teorinya. Personel-personel yang terus berusaha melakukan yang terbaik untuk meminimalisir efek bencana tapi tidak terlihat pintar dalam menjalankan keputusan. Diperparah dengan tidak adanya eksplorasi karakter dan interaksi antar tokoh yang penting karena sepanjang film hanya disuguhkan dialog-dialog yang penting tapi tidak cukup penting untuk dipahami. Hm, satu fakta dalam film bencana sejenis bahwa ujung-ujungnya selalu pihak Amerika yang membereskan masalah komet, asteroid tersebut.

Durasi:
95 menit

Overall:
6 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Rabu, 04 Maret 2009

SEVEN POUNDS : Berapa Harga Utang Budi Manusia?

Quotes:
Emily Posa-Why do I get the feeling you're doing me a really big favor?
Ben Thomas-Because I get the feeling that you really deserve it.

Cerita:
Ben Thomas berada di persimpangan jalan untuk meredakan perasaan bersalahnya. Dia menyadari bahwa ia memiliki kekuatan untuk mengubah kemungkinan jalan hidup tujuh orang asing yang berhak akan kesempatan kedua dalam hidupnya. Tapi ketika salah satu dari mereka menyentuh hatinya, dia harus memilih apakah ia harus mengungkap rahasianya meskipun itu berarti ia harus menyerah pada rencana mulianya..

Gambar:
Petualangan Will Smith mengunjungi lokasi-lokasi kehidupan sehari-hari untuk menemui orang-orang asing yang dianggapnya "pantas" ini terasa real dan full syuting di California.

Act:
Karir Will Smith memang terus meningkat terutama jika dibandingkan debutnya dalam Where The Day Takes You (1992) pada usia 24 tahun. Kali ini bermain sebagai Ben Thomas yang berusaha melepaskan diri dari trauma masa lalu dan mengambil peran orang lain untuk suatu tindakan utang budi pada orang-orang yang justru tidak pernah dikenalnya.
Sebelum ini tampil dalam Killshot, nama Rosario Dawson perlahan tapi pasti mulai dikenal sebagai aktris kulit hitam bertalenta di Hollywood termasuk yang diperlihatkannya disini sebagai Emily Posa, wanita sekarat yang tinggal menunggu akhir hidupnya dengan tegar.
Dua aktor kawakan, Woody Harrelson dan Barry Pepper turut berperan sebagai Dan dan Ezra Turner.

Sutradara:
Sutradara kebangsaan Italia, Gabriele Muccino ini sebelumnya bekerjasama dengan Will Smith dalam The Pursuit Of Happyness (2006) yang menyentuh itu dan berusaha berkolaborasi kembali dalam drama tentang kehidupan.

Komentar:
Paruh pertama film ini bisa jadi membingungkan penonton karena tersusun atas potongan-potongan puzzle yang entah kemana arahnya. Memasuki paruh kedua, titik terang mulai terlihat dimana alur cerita bergulir dengan menyentuh sambil membuka semua teka-teki yang tersimpan rapat. Ya semakin sedikit anda tahu tentang film ini, semakin mungkin anda terharu dibuatnya. Smith dan Dawson tampil cemerlang dan berbagi chemistry yang kuat. Jangan lupakan pula faktor Harrelson dan sang sutradara yang brilian kinerjanya. Walau ada kesan "dipaksakan" pada ending, kesampingkan hal itu dan buka hati anda terhadap hal-hal besar yang selama ini sering dilupakan orang yaitu berkorban dan berbagi.

Durasi:
120 menit

U.S. Box Office:
$69,951,824 till Jan 2009

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

COLUMBUS DAY : Pencuri Handal Tuntaskan "Misi" Terakhir

Quotes:
John Cologne-After I'm done talking to you, I feel good.

Storyline:
Setelah berjuang dalam hidup, pencuri kaliber bernama John bersembunyi di taman kota saat berencana untuk membongkar barang curian. Disana ia memulai persahabatan unik dengan seorang anak lelaki kulit hitam Antoine yang akhirnya memintanya berdamai dengan mantan istri dan putrinya yang sudah lama ditinggalkannya. Saat transaksi bisnis dimulai, John berusaha menjauhkan Antoine dari bahaya sebelum ia berangkat ke Florida untuk bersatu kembali dengan keluarganya.

Nice-to-know:
Setiap harinya, Val Kilmer harus dimake-up untuk terlihat lebih tua untuk peran John Cologne dimana ia menggunakan makeup artist yang pernah menanganinya dalam Tombstone (1993).

Cast:
Terakhir dinominasikan Aktor Pendukung Terbaik dalam ajang Saturn Award 2006 lewat Kiss Kiss Bang Bang (2005), Val Kilmer bermain sebagai John Cologne, pencuri yang berusaha menunaikan misi terakhirnya.
Bobb'e J. Thompson sebagai Antoine
Richard Edson sebagai Manny
Marg Helgenberger sebagai Alice
Ivana Milicevic sebagai Cheryl
Lobo Sebastian sebagai Jimmy Espinosa
Michael Muhney sebagai Detective Daniels
Sean Blakemore sebagai Officer Walters
Wilmer Valderrama sebagai Max

Director:
Charles Burmeister pertama kali menyutradarai lewat The King of Sixth Street (2003). Ini adalah film ketiganya sejauh ini.

Comment:
Film ini diawali dengan aksi seorang diri Val Kilmer yang terlihat menarik, membangkitkan minat penonton akan kelanjutannya. Nyatanya mereka akan kecewa karena disuguhkan drama dengan tensi yang sangat membosankan. Bersetting hanya di sebuah taman dari siang sampai sore dimana karakter sentral John Cologne berusaha mengingat masa lalunya yang membawa dirinya pada kehidupan yang sedang ia jalani sekarang. Bagaimana interaksi terakhirnya dengan kekasihnya, mantan istrinya, putrinya yang sudah berumahtangga, sahabatnya serta pertemuannya dengan si kecil Antoine yang berhasil mengubah paradigmanya. Itu saja? Ya. Interaksi Kilmer dan Thompson mungkin saja menarik tetapi tidak cukup membangkitkan minat audiens untuk bersimpati pada mereka. Di usia lanjutnya, Kilmer berakting tidak buruk, hanya saja skrip tidak mengijinkannya untuk berbuat banyak. Sutradara Burmeister juga kurang menggali potensinya disini selain menjual pesona Echo Park di Los Angeles sebagai latar belakangnya. Pada akhirnya, Columbus Day hanyalah akan mengisi rak dvd anda yang akan terlupakan seiring berjalannya waktu.

Durasi:
85 menit

Overall:
6 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Senin, 02 Maret 2009

KIRUN+ADUL PENGEN PUNYA PACAR KEREN : Pengejaran Kesalahpahaman Berbuntut Asmara

Cerita:
Dua pemuda Bali, Kirun dan Adul menjalani kehidupan sehari-hari yang nyaris sama, bekerja dengan santai di siang hari lalu party dengan gerombolan cewek seksi di malam hari. Kebosanan merambat dan Kirun bertekad mendapatkan pacar yang bisa melimpahinya dengan kasih sayang. Semua berubah saat Kirun bertemu dengan anak perempuan Wapres yang manis, Gita. Berbuntut dari ketidak sengajaan saat menelpon, Gita malah marah dan menugaskan seorang aparat intelijen bernama Nugroho untuk melacak jejak Kirun. Kontan saja dalam sekejap, Kirun dan Adul berusaha untuk tidak tertangkap dengan terus melakukan pelarian. Bagaimana akhir dari pengejaran tersebut? Apakah kesalahpahaman bisa berbuah manis pada akhirnya?

Gambar:
Khas Jose Poernomo dimana mixing scene dan fast-forward style masih menjadi andalan!

Act:
Ricky Harun sebagai Kirun tetap terjebak dalam peran stereotype anak muda easy going yang polos. Kali ini sebagai Kirun, Ricky "seakan" menjadi dirinya sendiri. Lucu memang tapi just it!
Abdurrahman Arif sebagai Adul bermain kocak dengan mimik muka dan bahasa tubuhnya yang luwes.
Permata Sari Harahap sebagai Gita, sang putri Wapres terlihat belum dapat mengeksplorasi aktingnya disini. Masih terlihat turun naik dan terkadang cenderung datar.
Reza Rahadian sebagai Nugroho, sang intelijen yang kaku, siaga tapi selalu terhambat oleh dua anak buahnya yang bodoh dan lamban.

Sutradara:
Jose Purnomo setelah puas mengeksplorasi pulau berhantu dan sekuelnya kali ini seperti memiliki template yang sama dari segi setting dan gaya bercerita hanya saja ini murni komedi. Kepiawaiannya memang terasa tapi tidak cukup kreatif untuk mengembangkan segala aspek ke tingkat yang lebih tinggi lagi.

Komentar:
Tanpa harapan tinggi saat menyaksikannya, saya malah terhanyut dengan plot sederhana, alur cerita yang cepat dan fun yang ditawarkan Kirun+Adul dengan humor yang terkadang tidak jelas tapi masih bisa memancing tawa. Ringan sekaligus kocak memang, hanya saja entah kenapa kesan berantakan masih terasa di sepanjang film. Mungkinkah durasi yang singkat dengan masa syuting yang cepat menjadi jawabannya?

Durasi:
80 menit

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Sabtu, 28 Februari 2009

MAKE IT HAPPEN : Impian Dunia Tari Gadis Muda Berbakat

Quotes:
Carmen-Maybe he was upset cos you were so bad.
Brooke-Ease off Carmen, she was killing it.

Cerita:
Berambisi masuk Chicago School of Music and Dance yang prestisius, Lauryn pindah dari kampung halamannya di Indiana meninggalkan kakak kandungnya Joel yang mewarisi bengkel mendiang ayahnya. Dengan optimis, ia hanya menerima penolakan pada akhirnya dari tim juri. Kesialan berbuntut panjang saat mobilnya diderek saat menikmati snack di cafe. Beruntung seorang pelayan Dana menawarkannya pekerjaan pembukuan di sebuah klub tari hiburan ternama di kota itu, Ruby's. Mencoba mengubah mimpinya menjadi realistis, Lauryn mencoba peruntungannya menjadi penari di klub tersebut yang membawanya bertemu dengan Russ, seorang komposer cool. Berakhirkah mimpi Lauryn yang telah dibawanya sejak kecil untuk merintis karier menjadi seorang penari yang diakui sekaligus mendapat beasiswa pendidikan sebagai langkah awal?

Gambar:
Koreografi tari yang menarik untuk disaksikan dibumbui potret suasana kehidupan penari penghibur klab malam masa kini.

Act:
Tampil terakhir sebagai putri Bruce Willis dalam Die Hard 4.0, Mary Elizabeth Winstead kebagian peran utama sebagai Lauryn yang mengharuskannya terlihat luwes dan atraktif dalam menari. Tantangan yang saya pikir cukup berhasil dilakoninya.
Didukung pula oleh beberapa pemain yang belum punya nama seperti Tessa Thompson sebagai Dana, Riley Smith sebagai Russ, John Reardon sebagai Joel, Julissa Bermudez sebagai Carmen dan Karen LeBlanc sebagai Brenda.

Sutradara:
Memulai karier sebagai sutradara video klip, citra yang sama masih diperlihatkan Darren Grant dalam Make It Happen. Hanya saja unsur drama sekaligus tari ini bisa dijalaninya dengan seimbang tanpa kehilangan esensi di dalamnya.

Soundtrack:
"Teach Me How To Dance" by Che'Nelle
"Shawty Get Loose" by Lil Mama feat Chris Brown
"Love Ya" by Unkle Jam
"Bottoms Up" by Keke Palmer
"Beware of the Dog" by Jamelia
"Push It" by Salt 'n Pepa
"Just Dance" by Lady GaGa feat Colby O'Donis

Komentar:
Menyaksikan film ini mungkin akan membuat anda teringat pada tema cerita Coyote Ugly (2000). Walau tidak persis sama, Make It Happen terlihat mencoba variasi baru dalam genre dance teen movie. Walau tergolong mudah diterka dari awal sampai akhir, film yang ringan ini tetap menarik untuk disaksikan terutama oleh kaum remaja. Buat anda yang pernah menyukai Save The Last Dance atau Step Up, boleh jadi ini pilihan yang tepat untuk anda mengisi waktu luang apalagi ditambah dengan kecantikan dan keseksian WInstead yang didukung dengan gerak dan harmoni yang enerjik.

Durasi:
80 menit

U.K. Box-Office:
£1,147,470 (UK) till August 2008

Overall:
8 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 27 Februari 2009

SUMPAH "INI" POCONG : Pocong Parodi Khas Pedesaan

Cerita:
Kepala desa yang genit, Sugandhi beristrikan Nani yang cantik nan seksi berambisi mempertahankan masa jabatannya. Tuduhan sepihak yang negatif pun dijawabnya dengan melakukan sumpah pocong. Sayangnya asisten merangkap hansip, Tatang malah membawakan kain kafan milik mayat seorang warga sekitar. Kontan saja sejak saat itu kehidupan Sugandhi dan Nani menjadi penuh dengan gangguan pocong dimanapun. Bahkan sampai "mengikuti" Nani di kelas kebugaran tubuh yang dipimpin instruktur Fahmi. Bagaimana semua teror itu berakhir? Kebenaran apa yang sesungguhnya disembunyikan itu semua?

Gambar:
Kental dengan nuansa film-film tahun 80an dimana lingkungan pedesaan menjadi gambaran yang kuat.

Act:
Mengandalkan keseksian tubuhnya, Julia Perez alias Jupe tampil lebay sebagai Nani walau tidak sampai jatuh menjadi norak.
Jarwo Kuat berhasil mengocok perut dengan aksen dan gayanya yang kocak sebagai KaDes Sugandhi yang mata keranjang tapi sesungguhnya baik hati.
Walau cuma kebagian dua-tiga scene, nama Aming sebagai pocong bersarung dipasang sebagai yang utama. Hm, strategi jualkah?
Didukung pula oleh Agung Sudijana sebagai Fahmi, Udji Tongky sebagai Tatang dsb.

Sutradara:
Helfi Ch Kardit yang terakhir gagal dalam adaptasi Final Destination, Miracle kali ini berusaha menertawakan film-film bertemakan pocong yang pernah dibuat. Bekerjasama dengan rumah produksi lawas, Virgo Putra Films, Helfi boleh dibilang cukup berhasil dengan ide segarnya ini di tengah keseragaman tema cerita.

Komentar:
FIlm yang sejak awal dikondisikan sebagai parodi horor. Beruntung penggarapannya sederhana dan terkesan alami dengan setting masyarakat pedesaan yang diyakini bisa diterima penonton dari berbagai kalangan. Close up wajah pocong tergolong berani dan tentunya sudah didukung dengan kostum dan make-up yang baik. Walau "agak" tidak berstandar film layar lebar, Sumpah Pocong bolehlah dijadikan alternatif hiburan ringan pengisi waktu yang tidak perlu membuat kita berpikir banyak. Nikmati dan tertawa saja.

Durasi:
90 menit

Overall:
6.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Kamis, 26 Februari 2009

DEFIANCE : Dilema Konflik Kehidupan Pengungsi Perang

Quotes:
Gramov-How come it's so fucking hard to like Jews?
Tuvia Bielski-Try being one.

Cerita:
Tiga bersaudara Bielski menjalankan misi sulit yaitu melindungi sekaligus menghidupi puluhan orang Yahudi pengungsi dari pengejaran tentara Jerman di hutan belantara yang dingin dan jauh dari mana-mana. Dipimpin oleh si sulung Tuvia, mereka berusaha mencari makanan dan senjata sembari bertahan hidup dari serangan musuh. Konflik pun terjadi di antara kakak beradik, pengungsi sampai partisan Rusia sehingga sulit untuk mengendalikan situasi kacau yang penuh dengan pengorbanan dan pengharapan yang belum jelas arahnya.

Gambar:
Walau dengan setting terbatas, esensi film ini masih bisa didapat dari gambar dan sudut pengambilan yang sempurna.

Act:
Angkat nama lewat dua film terbaru 007, Daniel Craig tidak segan-segan mengambil berbagai peran yang berbeda. Sebagai Tuvia, Craig mampu memperlihatkan emosi dan ketangguhan yang seimbang.
Aktor papan tengah Hollywood, Liev Schreiber kebagian karakter Zus yang tegas sekaligus ambisius.
Jamie Bell yang paling dikenal sebagai balerina boy Billy Elliot kali ini semakin dewasa dan dibuktikannya dengan penokohan si bungsu Azael yang patuh sekaligus pemberani.
Didukung pula oleh bintang muda masa depan, Alexa Davalos sebagai si cantik Lilka juga George MacKay, Allan Corduner, Mark Feuerstein dsb.

Sutradara:
Pertama kali angkat nama sebagai sutradara layar lebar dalam Legends Of The Fall (2004) yang melejitkan nama Brad Pitt, Edward Zwick kembali dalam film action berlatar belakang Perang Dunia II ini. Sentuhan tangan dinginnya masih terasa karena unsur-unsur personal humanis masih dapat dirasakan dalam Defiance.

Komentar:
Diilhami dari kisah nyata sekaligus novel laris karangan Dr. Nechama Tec, Defiance menyoroti hubungan antar personal yang dalam di tengah situasi yang tidak memungkinkan karena perang yang berkecamuk dan konflik SARA yang tidak kunjung habisnya. Menarik menyaksikan Defiance dari awal sampai akhir walaupun versi yang beredar di Indonesia ini ada penyempitan durasi sehingga saya sendiri merasa ada sedikit kekurangan dari beberapa pemotongan yang dilakukan. Secara keseluruhan, film ini menarik dari berbagai segi dan pantas untuk disaksikan.

Durasi:
115 menit

U.S. Box-Office:
$27,176,722 (USA) till February 2009

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!