XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label val kilmer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label val kilmer. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Maret 2011

THE TRAVELER : Pengakuan Pembunuhan Pria Misterius

Tagline:
How do you catch a killer you've already caught?

Storyline:
Pada malam Natal di sebuah kota kecil, seorang pria asing berjalan masuk ke penjara dan berkata pada Petugas Jaga, Gulloy bahwa ia telah membunuh 6 orang. Detektif Alexander Black kemudian dipanggil dan menahan pria yang menyebut dirinya Mr. Nobody itu ke dalam tahanan. Sayangnya hanya sedikit informasi yang bisa dikorek hingga Deputy Jerry Pine, Deputy Jane Hollow, Deputy Toby Sherwood dan Deputy Jack Hawkins merasa penasaran setengah mati terlebih tidak ada sidik jari yang bisa diambil dari Mr. Nobody. Malam semakin larut, satu persatu dari mereka menemui ajalnya lewat serangkaian pengakuan dari Mr. Nobody. Siapa sesungguhnya lelaki misterius itu?

Nice-to-know:
Diproduksi oleh Voltage Pictures dan di Amerika Serikat peredarannya dilakukan oleh Paramount Pictures.

Cast:

Kemunculan pertama Val Kilmer dalam film Top Secret! (1984) di usia 25 tahun. Kali ini ia bermain tanpa nama sebagai Mr. Nobody / Drifter yang misterius dan menakutkan itu.

Dylan Neal
sebagai Detective Alexander Black

Paul McGillion
sebagai Deputy Jerry Pine

Camille Sullivan
sebagai Deputy Jane Hollows

Nels Lennarson
sebagai Deputy Toby Sherwood

Chris Gauthier
sebagai Desk Sargeant Gulloy

John Cassini sebagai Deputy Jack Hawkins

Director:
Pria kelahiran Afrika Selatan bernama Michael Oblowitz ini menggarap film ke-12 nya meski sebelumnya lebih banyak dalam format video, film pendek ataupun dokumenter.


Comment:

Menyaksikan trailer film ini rasanya anda sudah bisa menebak isi secara keseluruhan. Namun sebagai penggemar thriller, saya tetap menyempatkan diri menontonnya walau harus berakhir dengan kekecewaan. Semua link disini terasa lemah sehingga di sepanjang durasinya terseok-seok berusaha meyakinkan audiens untuk tetap pada kursinya masing-masing.
Kilmer tidak dikatakan berakting buruk tetapi ruang penjiwaannya seperti tidak ada. Kemunculannya di awal cerita sebetulnya cukup menjanjikan yaitu kedatangan sosok misterius nan menyeramkan di tengah setting penjara sepi yang gelap nan suram. Namun seiring menit berjalan, tokoh Mr. Nobody seperti bernarasi sambil tidur sehingga tidak mengejutkan jika penonton mengantuk juga. Di luar Kilmer, karakter-karakter lain nyaris tidak ada pengembangan berarti dan satu persatu hanya menunggu ajalnya menjemput masing-masing termasuk Neal yang harusnya bisa menjadi lawan seimbang sebagai Detektif Alexander Black. Sutradara Oblowitz disini berusaha menyuguhkan konsep hantu yang dapat membunuh. Jika anda merasa tidak masuk akal, maka silakan kembali ke statement awal yang menyatakan bahwa ini perbuatan hantu. Sah kan? Berbagai adegan sadis juga ditampilkan tapi tidak ada yang baru samasekali. Semua dalam nuansa old-fashioned yang mengandalkan suara dan lighting saja. The Traveler terasa kosong dan miskin sebagai sebuah thriller. Terlalu sedikit elemen yang dimilikinya membuat film ini tidak layak menjadi sebuah film panjang. Selayaknya sebuah episode serial Twilight Zone sepanjang tiga perempat jam rasanya sudah cukup. Di luar itu, rasanya masih banyak film lain yang dapat menyita waktu anda

Durasi:
90 menit


Overall:
6 out of 10

Movie-meter:

Rabu, 04 Maret 2009

COLUMBUS DAY : Pencuri Handal Tuntaskan "Misi" Terakhir

Quotes:
John Cologne-After I'm done talking to you, I feel good.

Storyline:
Setelah berjuang dalam hidup, pencuri kaliber bernama John bersembunyi di taman kota saat berencana untuk membongkar barang curian. Disana ia memulai persahabatan unik dengan seorang anak lelaki kulit hitam Antoine yang akhirnya memintanya berdamai dengan mantan istri dan putrinya yang sudah lama ditinggalkannya. Saat transaksi bisnis dimulai, John berusaha menjauhkan Antoine dari bahaya sebelum ia berangkat ke Florida untuk bersatu kembali dengan keluarganya.

Nice-to-know:
Setiap harinya, Val Kilmer harus dimake-up untuk terlihat lebih tua untuk peran John Cologne dimana ia menggunakan makeup artist yang pernah menanganinya dalam Tombstone (1993).

Cast:
Terakhir dinominasikan Aktor Pendukung Terbaik dalam ajang Saturn Award 2006 lewat Kiss Kiss Bang Bang (2005), Val Kilmer bermain sebagai John Cologne, pencuri yang berusaha menunaikan misi terakhirnya.
Bobb'e J. Thompson sebagai Antoine
Richard Edson sebagai Manny
Marg Helgenberger sebagai Alice
Ivana Milicevic sebagai Cheryl
Lobo Sebastian sebagai Jimmy Espinosa
Michael Muhney sebagai Detective Daniels
Sean Blakemore sebagai Officer Walters
Wilmer Valderrama sebagai Max

Director:
Charles Burmeister pertama kali menyutradarai lewat The King of Sixth Street (2003). Ini adalah film ketiganya sejauh ini.

Comment:
Film ini diawali dengan aksi seorang diri Val Kilmer yang terlihat menarik, membangkitkan minat penonton akan kelanjutannya. Nyatanya mereka akan kecewa karena disuguhkan drama dengan tensi yang sangat membosankan. Bersetting hanya di sebuah taman dari siang sampai sore dimana karakter sentral John Cologne berusaha mengingat masa lalunya yang membawa dirinya pada kehidupan yang sedang ia jalani sekarang. Bagaimana interaksi terakhirnya dengan kekasihnya, mantan istrinya, putrinya yang sudah berumahtangga, sahabatnya serta pertemuannya dengan si kecil Antoine yang berhasil mengubah paradigmanya. Itu saja? Ya. Interaksi Kilmer dan Thompson mungkin saja menarik tetapi tidak cukup membangkitkan minat audiens untuk bersimpati pada mereka. Di usia lanjutnya, Kilmer berakting tidak buruk, hanya saja skrip tidak mengijinkannya untuk berbuat banyak. Sutradara Burmeister juga kurang menggali potensinya disini selain menjual pesona Echo Park di Los Angeles sebagai latar belakangnya. Pada akhirnya, Columbus Day hanyalah akan mengisi rak dvd anda yang akan terlupakan seiring berjalannya waktu.

Durasi:
85 menit

Overall:
6 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Jumat, 15 Januari 1999

AT FIRST SIGHT : Ujian Cinta Dalam Kebutaan

Quotes:
Virgil-Who are we kidding? I’m blind. I can’t see. See I don’t belong here. I’m not meant to see.
Amy Benic-You’re darn right you’re blind. I’m standing right here for you and you don’t even look.

Cerita:
Seorang arsitek perfeksionis, Amy Benic mengambil liburan di sebuah kota kecil dimana ia bertemu pemijat buta, Virgil Adamson. Dalam waktu singkat, keduanya saling jatuh cinta. Amy melakukan penelitian tentang operasi kornea untuk penderita katarak dan mengungkapkan ide tersebut kepada Virgil. Setelah melalui perdebatan, Virgil akhirnya setuju dan operasi tersebut berhasil. Kesulitannya adalah Virgil harus mempelajari banyak sekali hal untuk melatih indera penglihatannya tersebut. Masalah demi masalah mendera keduanya. Namun problem terbesar harus dihadapi bahwa Virgil mungkin akan kehilangan matanya kembali. Bagaimana Amy menyikapi semua itu?

Gambar:
Sudut-sudut kota Manhattan, urban sampai sub-urban berhasil ditangkap dengan pas di berbagai nuansa musim.

Act:
Memulai karir dalam Top Secret! (1984), Val Kilmer merupakan salah satu aktor papan tengah Hollywood yang bertahan lama. Dalam film ini, Val bertransformasi menjadi Virgil, pemijat buta yang berhati tulus tapi mendadak menjadi sensitif saat mendapat penglihatan baru.
Mira Sorvino paling dikenal di Indonesia lewat film sains fiksi Mimic (1997) kali ini kebagian peran sebagai arsitek cantik yang perfeksionis dan selalu berpikir jauh ke depan, Amy Benic yang juga mengalami kegagalan pernikahan dengan pria yang akhirnya menjadi rekan kerjanya.
Aktris lawas yang berakting sejak tahun 1983, Kelly McGillis sebagai Jennie Adamson, kakak Virgil yang sangat protektif terhadap adiknya yang kurang secara fisik.

Sutradara:
Pria kelahiran New York 1931, Irwin Winkler mulai dikenal luas sejak drama thrillernya The Net (1995) mencetak hit sekaligus melejitkan nama Sandra Bullock. Kinerja Irwin dalam At First Sight boleh diacungi jempol karena menguasai unsur-unsur drama dengan sangat baik.

Komentar:
At First Sight seakan terbagi dalam dua bagian. Bagian pertama mengisahkan pertemuan Indah Amy dengan Virgil yang masih buta, bagaimana cara mereka berinteraksi untuk mengenal satu sama lain. Bagian kedua menekankan perjuangan Amy dan Virgil paska operasi mata, bagaimana cara mereka mengatasi masalah yang ada. Untungnya kedua bagian tersebut saling bersinergi dengan indah sehingga menghasilkan drama romantis yang menyentuh yang konon diilhami dari kisah nyata. Penjiwaan yang baik dari cast inti nya juga memberikan kekuatan sendiri. Niscaya anda akan tertawa sekaligus terharu saat menyaksikan film yang tidak sempat dirilis di bioskop Indonesia ini.

Soundtrack:
”It Never Entered My Mind” by George Shearing
A Kiss to Build a Dream On” by Louis Armstrong
”They Can’t Take That Away from Me” by Ella Fitzgerald and Louis Armstrong
”Let’s Keep it Going On” by She Moves
”Purpose to Be” by Nadirah Shakoor
”Y.M.C.A.” by The Village People
”Burn Rubber on Me (Why You Wanna Hurt Me)” by The Gap Band
”Easy Come Easy Go” by Diana Krall
”Mack The Knife” by Diana Krall
”Slapshot-The New York Rangers ‘Goal Theme’” by Bad Apple
”Love Is Where You Are” by Diana Krall

Durasi:
105 menit

U.S. Box Office:
$22,326,247 till March 1999

Overall:
8 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!