XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Rabu, 20 Februari 2008

THE HOTTIE & THE NOTTIE : Cantik dan Buruk Rupa Cari Cinta

Tagline:
She's hot. She's not. He's nuts.

Storyline:
Nate pindah ke Los Angeles demi mencari Cristabel, gadis yang telah menawan hatinya sejak di bangku sekolah dasar. Bak gayung bersambut, Cristabel masih mengingatnya dan bersedia kencan dengan Nate jika mampu memenuhi satu syarat yaitu mencarikan kekasih bagi sahabat karibnya, June yang buruk rupa dan tidak menarik samasekali. Nate pun harus memutar otak secara cepat jika tidak mau keduluan Johann yang lebih segala-galanya di mata Cristabel. Benarkah cinta sejati itu datang dari hati bukan dari mata?

Nice-to-know:
Berdasarkan majalah Houston Chronicle edisi Februari 2008 sempat dikabarkan bahwa rata-rata penonton film ini hanya 28 orang per bioskop di minggu pertama pemutarannya

Cast:
Paris Hilton sebagai Cristabel Abbott
Joel Moore sebagai Nate Cooper
Christine Lakin sebagai June Phigg
Johann Urb sebagai Johann Wulrich

Director:
Tom Putnam dengan film pendeknya Tom Hits His Head (2003) pernah memenangkan beberapa penghargaan internasional.

Comment:
Film ini merupakan salah satu ambisi pribadi seorang Paris Hilton yang bertindak sebagai produser eksekutif. Sayangnya tidak dibekali oleh skrip yang menunjang kalau tidak mau dikatakan menguji kecerdasan manusia. Plot ceritanya terasa kosong dan kekanak-kanakan, seakan penonton diperlakukan sebagai anak sekolah dasar yang disodori percintaan yang hambar seperti ini.
Coba bayangkan pertanyaan-pertanyaan berikut: Bagaimana seorang gadis bak putri bisa berteman baik dengan gadis bak monster bertahun-tahun lamanya? Bagaimana seorang gadis bak putri mau merelakan kebahagiaannya tidak berkencan dengan pria manapun demi tidak menyakiti perasaan gadis bak monster sahabatnya? Bagaimana seorang gadis bak putri dapat tertarik begitu saja pada pria biasa-biasa saja teman kecilnya yang tiba-tiba datang kembali dakam hidupnya? Bagaimana seorang gadis bak monster tetap percaya diri berjalan beriringan dengan gadis bak putri sahabatnya sedangkan ia selalu menghindar dari pria-pria yang tidak mau menatapnya?
Lelah menyimak pertanyaan-pertanyaan tersebut? Apalagi jika anda harus mencaritahu jawabannya dengan menyaksikannya dan membuang-buang waktu sekitar satu setengah jam dalam hidup anda. Bisa bayangkan? Bahkan ajang Razzie Awards sampai membanjiri film ini dengan penghargaannya nyaris di setiap kategori. Kasian pada usaha sutradara Putnam yang setidaknya harus menjadikan ini tetap terlihat sebagai sebuah film, Oh well!
Paris terlihat bagus hanya ketika dalam keadaan diam, tidak bicara ataupun bertindak. Itulah kenyataannya. Lalu Moore juga benar-benar terlihat seperti pecundang yang tidak memiliki sisi positif apapun, tidak seperti peran aktor lain dalam film sejenis yang setidaknya mampu menarik simpati penonton. Belum lagi Larkin yang dibuat sedemikian rupa buruknya. Entah mengapa saya lebih merasa dia diperolok bulat-bulat dibandingkan dikasihani sebagaimana mestinya. Transformasi Larkin dari buruk menjadi cantik di penghujung film juga nyaris tanpa proses yang masuk akal.
Akhir kata The Hottie & The Nottie malah seperti mengajarkan gadis-gadis muda untuk melakukan operasi plastik di setiap bagian tubuhnya demi terlihat cantik di mata remaja pria. Semacam kampanye dokter bedah? Hello NO! Pikir dua ribu kali sebelum memutuskan untuk menganggap film ini akan berjalan menarik atas dasar apapun juga. Posternya sudah menjelaskan isi film lebih dari cukup.

Durasi:
85 menit

U.S. Box Office:
$27,696 till Feb 2008

Overall:

6 out of 10

Movie-meter:

Kamis, 10 Januari 2008

IT'S A BOY GIRL THING : Remaja Memahami Lawan Jenis Itu Mustahil

Quotes:
Woody Deane-I'm a loser, I'm trouble and I'm stupid, it's basic genetics.
Nell Bedworth-I never counted you for a quitter.

Cerita:
Dua muda-mudi yang saling bertetangga, si cantik pintar kutu buku yang selalu ketinggalan bis, Nell Bedworth dan si ganteng kapten football yang berpacaran dengan ketua cheerleader, Woody Deane seringkali menunjukkan reaksi yang saling tidak menyukai satu sama lain. Sampai pada suatu hari di museum, mereka berdebat di depan patung Aztec yang menyebabkan roh mereka tertukar di malam hari. Pagi harinya, Woody dan Nell sangat terkejut mendapati perubahan raga masing-masing. Berusaha menyesuaikan diri dan berdamai, mereka malah memperburuk keadaan. Bagaimana akhirnya mereka bisa bekerjasama mengembalikan kekacauan tersebut?

Gambar:
Kocak saat terjadi perubahan fisik Woody dan Nell yang berusaha saling menyesuaikan diri.
Konsep rumah mereka yang bertentangga dengan terhubung sebuah pohon besar juga unik.

Act:
Samaire Armstrong yang sebetulnya berwajah cantik tapi kebagian peran sebagai si nerd Nell Bedworth yang pintar dan berencana meneruskan kuliahnya di Yale. Transformasinya sebagai Woody membuatnya tampil berbeda menjadi gadis modis slengean yang justru bisa memperbaiki pergaulannya di sekolah.
Kevin Zegers yang sewaktu kecil angkat nama lewat film anjing yang bisa bermain basket, Air Bud kali ini berperan sebagai Woody Deane, remaja cuek kasar tanpa cita-cita yang hanya mendedikasikan hidupnya bermain football. Menarik menyaksikan akting "kemayu"nya saat bertukar raga dengan Nell.

Sutradara:
Nick Hurran yang banyak menyutradarai film-film "under radar" cukup sukses membesut It's A Boy Girl Thing yang walaupun idenya tidak orisinil tapi kemasannya tetap menarik. Hampir serupa dengan apa yang dikerjakannya beberapa tahun lalu dalam Virtual Sexuality (1999) tentang konsep bertukar tubuh.

Komentar:
Cenderung dimulai dengan agak biasa dan kacau tapi seiring berjalannya cerita, ternyata film berkembang cukup menarik dan pada akhirnya ditutup dengan manis. Penggunaan judul yang pas karena memang seringkali remaja tidak pernah memahami dunia lawan jenisnya. It's A Boy/Girl Thing cocok ditonton untuk anak muda atau orang dewasa yang masih berjiwa muda.

Durasi:
95 menit

U.K. Box Office (till early 2007):
£2,108,404

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 21 Desember 2007

NATIONAL TREASURE 2 : Kitab Misterius Kunci Rahasia Berabad-abad

Quotes:
Ben Gates-I’m gonna kidnap him. I’m gonna kidnap the President of the United States.
Riley Poole-Wouldn’t it just have been easier to make an appointment?

Cerita:
Selembar halaman yang hilang dari diary John Wilkes Booth membuat kakek leluhur Ben Gates menjadi tersangka terlibat dalam konspirasi pembunuhan mantan presiden Abraham Lincolns. Berusaha membuktikan kakek leluhurnya tidak salah, Ben mengikuti petunjuk internasional yang membawanya dalam perjakanan Paris-London dan akhirnya kembali ke Amerika. Sempat menculik Presiden untuk mendapat keterangan, Ben dan timnya harus berjuang dengan waktu untuk menemukan kejutan yang mungkin terhubung pada jejak dunia yang hilang dan menyimpan harga yang sangat berharga.

Gambar:
Mengambil adegan di beberapa tempat terkenal seperti Buckingham Palace, Falls Lake, Buena Vista Street, George Washington Masonic National Memorial, Mount Rushmore National Memorial dsb menjadikan film ini menakjubkan dalam hal setting.

Act:
Nicolas Cage yang sudah bermain dalam 4 film sepanjang 2007 termasuk Ghost Rider kali ini melanjutkan peran petualang sejarah Ben Gates yang cerdas dan intuitif.
Membuka karir akting lewat Tag (1999), Justin Bartha berperan sebagai Riley Poole yang kocak tetapi setia kawan.

Memulai seni peran dalam waktu yang belum terlalu lama yaitu The Piano Player (2002), Diane Kruger yang juga seorang model meneruskan tokoh love interestnya Ben Gates, Abigail Chase.
Aktor kawakan Ed Harris sebagai Mitch Wilkinson, pesaing Ben Gates.
Dua aktor aktris senior, Jon Voight dan Helen Mirren sebagai orangtua Ben Gates yang selalu berseteru.

Sutradara:
Jon Turteltaub mulai dikenal publik lewat komedi romantis box-office While You Were Sleeping (2005). Keahliannya membuat berbagai genre film dengan sentuhan ringan dibuktikannya kembali dalam dwilogi National Treasure yang juga dibiayai Walt Disney sehingga hasilnya adalah sebuah film yang tidak hanya menghibur tapi memberikan aksi yang fantastis.

Komentar:
National Treasure boleh dibilang franchise modern dari Indiana Jones dikarenakan elemen utama yang sama yaitu berpetualang mencari harta atau sesuatu yang bernilai yang belum pernah terjamah sebelumnya. Hanya saja NT menambahkan unsur sejarah yang meski tidak bisa dibuktikan kebenarannya sehingga seakan petualangan yang ada di dalamnya terlihat nyata. Pertanyaannya adalah apakah Book Of Secrets akan sebaik National Treasure? Sulit membandingkannya karena keduanya memiliki plus minus masing-masing. Satu yang dapat dipastikan adalah Book Of Secrets seakan “mengulang” formula lama ke dalam sentuhan sejarah U.S. yang baru. Sebuah sekuel yang boleh dibilang predictable, cukup lambat di bagian awalnya dengan eksplorasi tokoh tapi termaafkan karena dari awal kita dituntun merangkai puzzle untuk kemudian mendapatkan gambaran utuh pada akhirnya. Masih perlukah film ketiganya? Melihat hasil box-office rasanya memang memungkinkan.

Durasi:
120 menit

U.S. Box Office:
$219,961,501till June 2008

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 23 November 2007

HITMAN : Pembunuh Ulung Menjadi Buruan Organisasi Rahasia

Quotes:
Nika Boronina-The woman, two tables behind you - what's she wearing?
Agent 47-The one with the red hair and the silk dress - facing you?
Nika Boronina: Yeah.Agent 47: That's not a woman.
[we see the "woman" behind him is obviously a transvestite. Nika smiles]
----------
Nika Boronina: What colour underwear am I wearing?
Agent 47: You're not wearing any underwear.

Cerita:
Seorang pembunuh yang diciptakan secara genetik dengan kemampuan mematikan, dikenal dengan sebutan Agent 47, membunuh target strategis untuk sebuah organisasi rahasia. Tapi ketika ia dikhianati dalam sebuah misi, seorang pemburu menjadi yang diburu dan Agent 47 mendapati dirinya dalam permainan hidup mati dari intrik internasional yang penuh kekerasan dan tipu muslihat.

Gambar:
Sepintas mengingatkan kita pada trilogi Jason Bourne. Adegan penembakan dan satu lawan satu diekspos dengan baik di berbagai setting mulai dari gedung perkantoran, apartemen, jalanan dsb.

Act:
Timothy Olyphant yang terakhir tampil dalam A Life Less Ordinary (2007) sebenarnya aktor yang cukup berbakat. Sebagai Agent 47 yang cekatan dan dingin, Olyphant menunjukkan bahwa ia pantas dipilih walau pada awalnya banyak orang lebih memilih Jason Statham.
Model Ukraina yang mulai merambah dunia akting di film ini, Olga Kurylenko sebagai Nika Boronina, pelacur cantik yang memegang peran kunci. Kelak namanya dikenal juga sebagai Bond girl dalam Quantum Of Solace.
Aktor yang paling dikenal sebagai musuh Tom Cruise dalam Mission Impossible II, Dougray Scott kali ini kembali memegang peran antagonis, Mike Whittier.

Sutradara:
Belum ada karya yang bisa diingat dari Xavier Gens yang sebenarnya sudah memulai karirnya sejak tahun 1996. Eksekusi cerita yang dilakukannya mengalir lancar dan tidak berusaha "lebih" yang justru seringkali menjadi bumerang.

Komentar:
Sebagai sebuah film aksi, Hitman cukup seru dari segi laganya dan teratur menjabarkan isinya. Salah satu adaptasi game yang memuaskan banyak pihak karena tidak mengubah banyak elemen dimana semua aspek dari game ditransfer ke film dengan baik tanpa perlu penambahan. Chemistry yang tercipta antara Kurylenko dan Olyphant cukup gemilang karena tidak kehilangan kesan "cool" di dalamnya. Good job!

Durasi:
90 menit

U.S. Box-Office:
$39,687,528 till March 08

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

MOZART AND THE WHALE : Perjuangan Cinta Dengan Segala Kekurangannya

Quotes:
Isabelle Sorenson-Be my friend Donald, be my best friend, please, because I really need you. I always felt like you wanted us to get married or something.
Donald Morton-I never said that.
Isabelle Sorenson-Not with words. But instead of that, do you want to just be my friend?
Donald Morton-Without the sex?
Isabelle Sorenson-Without the pressure. My friendship is all I have to give. Do you want it?

Cerita:
Dua orang yang menderita Asperger, sebuah sindrom penyakit autis yaitu kelainan fungsi emosi. Donald adalah seorang pengemudi taksi yang menyukai burung-burung dan seorang jenius dalam angka-angka. Isabelle adalah pemimpin perkumpulan autis yang menyukai musik dan seni lukis. Keduanya bahu membahu menyelamatkan romantisme satu sama lain sambil menghadapi rintangan terbesar yang mungkin saja membuat hati masing-masing kacau balau.

Gambar:
Bersettingkan Washington, film ini mengalir lambat dengan adegan-adegan real di kompleks suburban tengah kota.

Act:
Memulai debut akting pada usia 20 tahun di film Halloween H20 : Twenty Years Later, Josh Hartnett disini memerankan Donald Morton, pemuda autis yang jenius tapi kebingungan menentukan arah hidupnya.
Pernah mendukung Silent Hill (2006), Radha Mitchell kali ini bermain sebagai Isabelle Sorenson, gadis pemimpin perkumpulan autis yang menyenangi seni dan selalu optimis menjalani hidupnya.

Sutradara:
Pria kelahiran Norwegia bernama Petter Næss ini sebelumnya membesut Bare Bea, satu-satunya film berbahasa Inggris yang beredar cukup luas selain film-film produksi negerinya sendiri.

Komentar:
Meski berjalan lambat, Mozart And The Whale bercerita dengan jujur dan teratur dalam memaparkan konflik utamanya. Chemistry Hartnett dan Mitchell cukup pas dan mereka terampil memerankan orang dengan segala kekurangannya mampu bertahan hidup dengan baik. Semua itu dieksplorasi mendekati kenyataan yang biasa terjadi pada penderita asperger. Cukup menyentuh dan bisa jadi menginspirasi!

Durasi:
90 menit

U.S. Box Office:
$36,006 till May 2006 (selected screens)

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 28 September 2007

WEDDING DAZE : Pernikahan Kagetan Berbuntut Kekisruhan

Quotes:
Matador-I've killed a sow with my car... I've killed a sow with my car... again

Cerita:
Setelah ditinggal mati Vanessa pada saat melamarnya, Anderson tenggelam dalam kesedihan berbulan-bulan dan meyakini dirinya tidak akan mampu jatuh cinta lagi. Tetapi setelah dorongan temannya, Anderson secara spontan melamar seorang pelayan cantik bernama Katie yang juga baru saja mencampakkan pria kesayangan ayah ibunya. Berdua mereka berusaha menyesuaikan diri satu sama lain dalam cinta yang unik yang penuh kejadian tidak terduga.

Gambar:
Sepenuhnya syuting dilakukan di New York City termasuk kehebohan penjara dan gereja kecil nan indah pada endingnya.

Cast:
Meski memulai akting dari usia 13 tahun, nama Jason Biggs baru terangkat sejak membintangi American Pie (1999) yang menjadi hit pada masanya. Disini sebagai Anderson, ia berusaha bangkit dari bayangan mantan tunangannya yang meninggal untuk kembali hidup normal.
Burn Magnet (1997) merupakan film layar lebar pertama bagi si cantik Isla Fisher. Kali ini sebagai Katie, dia tampil seksi sekaligus spontan yang suka hal-hal baru dalam hidupnya.

Sutradara:
Aktor beberapa serial televisi termasuk The State (1993-1995), Michael Ian Black baru kali ini menangani film layar lebar pertamanya.

Comment:
Salah satu film yang sangat bergantung pada mood anda saat menontonnya. Jika anda sedang senang dan tidak terlalu mencari sesuatu yang bagus, mungkin anda akan terhibur selama kurang dari satu setengah jam. Tapi jangan bandingkan dengan American Pie karena meski kekasaran humor yang ditampilkan agak mirip, keduanya berbeda dari segi plot cerita. Tentunya Biggs seperti biasa menampilkan karakter yang kurang lebih sama di setiap film komedinya, lain halnya dengan Fisher yang disini tampil cukup "berani" tapi tetap memberikan aksen Amerika yang berbeda. Keduanya berbagi chemistry yang unik, sayangnya dikelilingi oleh karakter-karakter lain yang seakan tidak diperlukan yang berakting dengan sangat standar. Selayaknya komedi romantis, akhir cerita film berjudul asli The Pleasure Of Your Company ini mudah saja ditebak, termasuk dari menit-menit awal. Beberapa elemen tawa memang berhasil tetapi tidak semuanya, bahkan terkadang ada kesan dipaksakan. Nonton di dvd rasanya cukup tanpa harus bersusah payah ke bioskop.

Durasi:
80 menit

U.K. Box Office:
£2,225,080 till June 2007

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Kamis, 02 Agustus 2007

SANG DEWI : Asmara Getir Petinju Bisu dan Pelacur Cantik

Cerita:
Laras yang berparas bidadari merasa hidupnya tidak lengkap karena cinta selalu jauh darinya dan memaksanya menjadi pelacur demi bertahan hidup.
Beno yang bisu sedari kecil bekerja sebagai pembersih sasana sambil diam-diam berlatih tinju dengan saudara seperjuangannya demi mewujudkan impian naik ring tinju suatu saat nanti.
Nasib mempertemukan Laras dan Beno kembali setelah masa kecil mereka. Akankah rasa cinta bisa tumbuh di saat keduanya mulai menjalani kehidupan yang berliku dan tidak adil itu?

Gambar:
Sasana tinju dan jalan-jalan ibukota bagi dua tokoh utamanya seakan bercerita tentang mirisnya hidup yang mereka jalani.

Act:
Volland Humonggio yang aslinya memang menguasai beladiri bermain cukup baik sebagai petinju bisu Beno yang pantang menyerah mengejar cinta dan mimpinya.
Sabai Morscheck tampil cukup meyakinkan sebagai Laras, pelacur cantik yang merasa cinta selalu menjauhinya di saat ia tengah menggenggam kebahagiaan.
Didukung pula oleh Donny Alamsyah dan Cathy Sharon sebagai dua sahabat setia Beno.

Sutradara:
Karya perdana Dwi Ilalang yang berusaha menggabungkan aksi, tinju, drama, romantisme dalam satu film. Namun penggunaan judul Sang Dewi agak dirasa kurang tepat.

Komentar:
Sebetulnya plot cerita cukup menarik hanya terkesan sering kurang fokus. Andai mau dieksplorasi lebih jauh lagi, Sang Dewi mungkin akan lebih baik kualitas secara keseluruhannya. Unsur mengharukan bisa ditemukan pada beberapa adegan tapi kesalahan fatal terjadi pada endingnya yang terasa dipaksakan dan terasa antiklimaks. Lagu indah Sang Dewi sekaligus cameo penyanyinya Titi DJ pun hanya sekadar tempelan belaka. Namun sesekali bolehlah manjakan diri anda dengan film lokal yang berbeda nuansanya seperti ini.

Durasi:
105 menit

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Rabu, 04 Juli 2007

JUNCTURE : Main Hakim Di Ambang Kematian

Tagline:
Only Death Will Stop Her.

Storyline:
Anna Carter yang berusia 28 tahun divonis hanya memiliki sisa waktu 3 bulan hidupnya setelah menderita kanker otak yang ganas. Saat itulah hidupnya yang berkelas berubah menjadi emosional. Ia menjadi meledak-ledak tidak terkendali dan mulai memberantas kejahatan dengan "caranya" sendiri terutama kepada para pemerkosa dan penyiksa anak-anak yang lolos dari hukum dimanapun mereka berada. Meskipun sahabat dan kekasihnya mengingatkan, Anna tidak mau mundur apalagi masa lalunya kelam membekas di batinnya. Akankah perbuatannya itu dapat dihentikan?

Nice-to-know:
Direncanakan menjadi bagian pertama dari trilogi.

Act:
Kristine Blackport bermain sebagai Anna Carter yang berdarah dingin setelah kondisi nothing to lose dalam hidupnya.
Bill Levasseur berperan sebagai Michael Reese, detektif yang menyukai Anna sejak pandangan pertama.

Director:
James Seale sebelum ini menggarap No Way Out alias Throttle (2005).

Comment:
Mungkin sudah banyak film yang menampilkan heroine wanita yang seketika menjadi antagonis karena suatu kondisi. Yang paling terkenal belakangan ini mungkin Jodie Foster dalam The Brave One. Lantas apa yang ditawarkan film yang dilempar langsung ke pasaran DVD ini? Plot ceritanya sedikit berbeda hanya saja dialog-dialog yang dikandungnya sangat klise. Belum lagi karakterisasi yang terlalu stereotype dengan aktor-aktrisnya yang medioker sehingga aktingnya tidak greget samasekali. Blackport sebagai Anna mungkin cantik tetapi tidak mempunyai nama dan pengalaman akting yang memadai. Yang bisa menjadi nilai plus mungkin hanya sinematografinya yang dikembangkan dengan baik terlepas dari minimnya bujet film. Sebagai sebuah thriller, film ini agak membosankan apalagi musik latarnya tidak bergema apapun untuk memainkan tempo. Sedikit twist di ending cukup mengejutkan walaupun tidak menolong kualitas Juncture secara keseluruhan. Yang saya lakukan saat menontonnya hanyalah menekan tombol fast-forward terus menerus hingga benar-benar tamat!

Durasi:
95 menit

Overall:
6 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Rabu, 16 Mei 2007

NEXT : Kemampuan Supervisi 2 Menit Masa Depan

Quotes:
Liz-You can see things before they happen? Cris Johnson-Only my future... except with you. I saw far beyond anything I'd ever seen before. You need to get away from here.
----------
Cris Johnson-I have a small magic act back in Vegas. The Frank Cadillac Show. Liz-I thought your name was Cris. Cris Johnson-It is. Frank Cadillac is my stage name. Liz-How'd you come up with that? Cris Johnson-I picked two things I really like and put the together. Frankenstein and Cadillacs.

Cerita:
Cris Johnson mempunyai kemampuan melihat apa yang akan terjadi padanya 2 menit ke depan, sesuatu yang ia gunakan untuk menciptakan trik di meja judi di Vegas, sebagai pesulap Frank Cadillac. Saat agen FBI, Callie Ferris menyadari kemampuannya, ia menghubungi Cris untuk membantu menghentikan teroris dari rencana peluncuran nuklir di Los Angeles. Namun Cris juga sedang melindungi kekasih barunya, Liz dari ramalan nasib yang telah terlihat olehnya.

Gambar:
Mengambil setting awal di kasino lalu bergulir sampai perbukitan Grand Canyon!

Act:
Nicolas Cage memulai debut akting di Fast Times At Ridgemont High (1982) sampai rutin menjadi aktor langganan film-film aksi Hollywood dari bujet kecil sampai besar. Dalam Next ia berperan sebagai Cris Johnson a.k.a Frank Cadillac yang memiliki kemampuan khusus dan harus menggunakannya untuk kepentingan pribadi maupun umum.
Sebelum ini tampil mendukung Children Of Men (2006), Julianne Moore adalah salah satu aktris watak Hollywood yang cukup dikenal. Kali ini ia berperan agen FBI Callie Ferris yang berusaha menggagalkan aksi teroris yang memicu ledakan nuklir besar di Los Angeles.
Si cantik Jessica Biel yang juga mendukung serial teve 7th Heaven selama 10 tahun dalam Next menjabat sebagai Liz Cooper yang baru saja bangkit dari putus hubungan dan bertemu dengan pria unik Frank Cadillac di sebuah cafe untuk kemudian terlibat cinta sekaligus bahaya.

Sutradara:
Pria kelahiran New Zealand 1950, Lee Tamahori paling dikenal saat membesut salah satu installment James Bond, Die Another Day (2002). Kepiawaiannya meramu action kembali terlihat dalam Next, sebuah film yang sebetulnya biasa tapi dibuat menegangkan.

Komentar:
Sedikit lambat di awal, film ini perlahan meningkatkan intensitasnya. Diselingi beberapa adegan spektakuler, Next merupakan salah satu blockbuster action yang potensial meraih pemasukan yang banyak. Tapi entah kenapa hasil akhirnya cenderung gagal. Mungkin karena tema yang sudah beberapa kali diangkat dan plot cerita yang bisa dibilang tidak ada! Yah di luar itu, bolehlah menyempatkan waktu menonton film ini. Terlebih dengan open ending yang sebetulnya cukup mengejutkan. Mungkinkah ada sekuelnya? Sulit diprediksi!

Durasi:
95 menit

U.S. Box Office:
$17,993,461 till Jun 2007

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Jumat, 11 Mei 2007

MING MING : Robin Hood Wanita Dan Masa Lalu Kekasih Misteriusnya

Cerita:
Seorang ahli bela diri wanita, Ming Ming menjalin hubungan dengan D, seorang petarung sekaligus berandalan yang mempesona wanita. Setelah merampok bos dunia hitam, Cat dan melarikan sebuah kotak misterius, Ming Ming bertemu kembar identiknya, Nana. Komplotan pengejar menganggap Nana sebagai Ming Ming dan memburunya. Dengan bantuan Tu, Nana berhasil lolos. D yang sulit dimengerti tersiksa oleh misteri kematian ibunya saat dia kecil menghilang dari Shanghai. Ming Ming dan Nana berusaha mencari jejak D sambil bertahan dari perburuan orang-orang yang menginginkan yang 5 juta dollar dan kotak tersebut.

Gambar:
Harus diakui indah karena sangat detail tapi sayangnya tidak enak dikonsumsi mata karena terlampau cepat dan terkesan berantakan!

Act:
Zhou Xun sebagai Ming Ming/Nana yang dingin.
Daniel Wu sebagai D yang misterius.
Tony Yang sebagai Tu yang berandalan.
Biduan ternama Taiwan, Jeff Chang sebagai Cat.

Sutradara:
Mudah ditebak melihat gaya filmnya seperti ini, Susie Au pastilah seorang music video director. Saat saya cek di google ternyata benar dan dia pernah belajar direct art di New York.

Komentar:
Butuh kesabaran tinggi dalam menyaksikan Ming Ming yang digarap secara absurd tapi dipaksakan menjadi action flick tingkat tinggi dengan campuran gaya Jepang dan Hongkong. Cerita yang simpel berusaha diperumit dengan unpredictable mystery yang baru diketahui di ending film. Ada satu yang menarik dimana scene Daniel Wu bertarung menghindari busur api dengan beberapa musuh yang serupa, semuanya dalam kostum hitam, tentunya mengingatkan kita semua pada trilogi The Matrix.

Durasi:
100 menit

Overall:
6 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!