XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label catherine o'hara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catherine o'hara. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Oktober 2012

FRANKENWEENIE : Stop-Motion Heart Beats From Burton


Quotes: 
Susan: He was a great dog, a great friend.
Ben: The best dog a kid could have.
Susan: When you lose someone you love, they never really leave you. They move into a special place in your heart.
Victor: I don’t want him in my heart. I want him here with me.
Susan: I know. If we could bring him back we would.

Nice-to-know: 
Kolaborasi ketiga antara Winona Ryder dan Tim Burton setelah 21 tahun lalu lewat Edward Scissorhands (1991).

Cast: 

Charlie Tahan sebagai Victor Frankenstein 
James Hiroyuki Liao sebagai Toshiaki 
Atticus Shaffer sebagai Edgar 'E' Gore 
Catherine O'Hara sebagai Mrs. Frankenstien / Weird Girl / Gym Teacher 
Martin Short sebagai Mr. Frankenstein / Mr. Burgemeister / Nassor 
Martin Landau sebagai Mr. Rzykruski 
Winona Ryder sebagai Elsa Van Helsing 
Robert Capron sebagai Bob 

Director: 

Merupakan karya ke-28 bagi Tim Burton yang memulainya lewat short movie The Island of Doctor Agor di tahun 1971.

W For Words: 
Jika The Cabin in the Woods (2011) dianggap sebagai tribute terhadap film horor klasik maka film ini dapat dikatakan homage terhadap film monster klasik yang bukan kebetulan hadir dalam format animasi hitam putih 2D, 3D bahkan IMAX. Daya tarik utama tentunya ada pada sang kreator, Tim Burton yang telah menggagas ide ini sejak 28 tahun lalu lewat film pendek bertitel sama. Biar lambat asal selamat mungkin peribahasa yang paling tepat menggambarkan antusiasme publik terhadap adaptasi skrip yang kemudian dikembangkan oleh John August dan Leonard Ripps sejak tahun 2006 tersebut .

Sekolah dasar New Holland telah menggalakkan pekan ilmiah. Salah satu siswanya Victor adalah anak penyendiri yang punya ketertarikan besar terhadap sains bersama anjing setianya Sparky. Mr. & Mrs. Frankenstein menyuruh putranya untuk keluar rumah dan berolahraga. Inilah awal tragedi terjadi, kala Victor bermain baseball, Sparky tewas tertabrak mobil. Duka yang mendalam berganti menjadi harapan di kelas Mr. Ryzykruski ketika penjelasan terhadap energi petir dikemukakan. Eksperimen Victor di luar dugaan berhasil membangkitkan kembali Sparky hingga menimbulkan kericuhan pada seantero kota. 

Animasi ini masih berjalan dalam tradisi Burton, visualisasi gelap misterius, moralitas kontradiktif serta konsep kematian dan kehidupan seiring sejalan. Berbagai referensi dari Beetlejuice (1988), Edward Scissorhands (1990), A Nightmare Before Christmas (1993), Corpse Bride (2005) mungkin akan anda temui disini. Usaha Burton menampilkan nuansa 50an yang kental melalui kompleks perumahan dengan pekarangan retro terbilang berhasil. Konsep stop-motion animasi black and white yang dikerjakannya pada akhirnya dikonversi ke format 3D oleh Prime Focus World.

Tak salah jika anda menganggap kisah ini gabungan dari Lassie dan Frankenstein yang telah melegenda itu. Hubungan Victor dan Sparky seakan terbagi dalam 3 babak dengan ruang lingkup yang semakin luas. Pertama, anda akan melihat kasih sayang murni seorang anak laki-laki dan seekor anjing normal di sebuah rumah. Kedua, berganti menjadi sosok anjing monster yang segera menjadi kontroversi di sekolah. Ketiga, bertambahnya sosok hewan-hewan monster yang menimbulkan polemik di masyarakat. Disinilah persahabatan, persaingan dan pengorbanan akan menjadi ujian yang paling berharga.

Dengan dukungan pengisi suara kompeten macam O’Hara, Short, Landau, Ryder, Hiroyuki Liao, Shaffer hingga si kecil Tahan menjadikan Frankenweenie terasa hidup! Arah blockbuster movie yang dituju di paruh terakhirnya sebelum ditutup ala Hollywood memang sedikit mengaburkan esensi klasik personal yang terbangun sejak menit pertama. Tidak perlu dipermasalahkan jika drama, komedi, horor nya berjalan seimbang di atas titian makna keluarga dan persahabatan yang kuat. Mengandalkan hati dan detak jantung, Burton pun sukses menghadirkan animasi universal bagi semua kalangan usia. By the way, 2D is enough to watch.

Durasi: 
87 menit

U.S. Movie Box Office: 
$28,238,779 till October 2012

Overall: 
7.5 out of 10

Movie-meter:

Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Rabu, 03 Februari 2010

PENELOPE : Kisah "Penerimaan" Gadis Berhidung Babi

Quotes:
Annie: So what are you hiding from the law or is it just a bad nose job?
Penelope: Mhm, bad nose job..

Storyline:
Meski berasal dari keluarga terhormat dan berkecukupan, hidup gadis muda bernama Penelope tetaplah menderita. Pasalnya ia terkunci kutukan seseorang dari masa lalu kakeknya sehingga berhidung babi. Karena itulah ayah ibunya Franklin dan Jessica memalsukan kematiannya dan mengurungnya selama belasan tahun di dalam istana. Penelope yang semakin dewasa mulai tertarik melihat dunia luar sekaligus mencari cinta sejatinya dengan harapan mampu mematahkan kutukannya. Sayangnya hal tersebut nyaris tidak mungkin karena sudah beratus-ratus pria berdarah biru yang lari saat berhadapan dengannya. Hingga pada suatu ketika datanglah Max yang menarik hati Penelope, perbincangan keduanya dari balik kaca menimbulkan optimisme Penelope. Akankah perjalanan hidupnya seketika dapat berubah menjadi berwarna?

Nice-to-know:
Butuh waktu satu setengah jam untuk memasang hidung prostetik pada Christina Ricci.

Cast:
Setelah Cursed (2005) dan beberapa episode Grey's Anatomy, Christina Ricci kembali dalam film ini sebagai gadis berhidung babi tetapi berhati mulia, Penelope.
Sempat bermain sebagai Mr. Tumnus dalam The Chronicles of Narnia (2005), James McAvoy kebagian peran Max/Johnny yang dibayar untuk mengenal Penelope tetapi malah jatuh hati sungguhan.
Debut pertama Reese Witherspoon sebagai produser utama sekaligus peran Annie.
Richard E. Grant sebagai Franklin Wilhern
Catherine O'Hara sebagai Jessica Wilhern
Simon Woods sebagai Edward Vanderman
Peter Dinklage sebagai Lemon

Director:
Merupakan karya pertama Mark Palansky yang sebelumnya hanya menangani beberapa film pendek dan video interview.

Comment:
Premis gadis berhidung babi terdengar biasa dalam sebuah film. Lalu apakah ini hanya sekadar fairytale biasa? Jangan menyimpulkan terlalu cepat. Benang merahnya menggunakan formula yang sangat sederhana dan jalan ceritanya akan dapat ditebak dengan mudahnya. Namun yang membedakan adalah Penelope menggunakan kejujuran dan ketulusan dalam bertutur sehingga menarik untuk disaksikan.
Daya tarik utamanya jelas ada di Christina Ricci yang membawakan karakter Penelope dengan pesona yang mengundang simpati terlepas dari keanehan fisik yang dideritanya. Diperkuat pula oleh James McAvoy yang sangat natural dengan mata birunya yang polos. Chemistry keduanya berhasil menciptakan romantisme tersendiri yang realistis. Catherine O'Hara yang bermain sebagai Jessica Wilhern juga memukau karena mempotretkan tokoh ibu overprotektif yang luar biasa cerewet. Belum lagi Reese Witherspoon yang walaupun hanya sebagai karakter pendukung tetap memberikan kekuatan akting tersendiri. Sungguh cast yang menarik!
Sutradara Palansky meski belum banyak berpengalaman cukup berhasil membangun mood film dengan baik didukung dengan tone warna pucat kota London yang selalu terang benderang. Menonton Penelope seakan mengikuti sebuah komedi satir yang penuh dengan sindiran-sindiran duniawi seperti orang yang cenderung melihat dari luarnya saja, bisa jadi sebuah drama kehidupan yang sarat makna seperti bagaimana kita diajarkan untuk menerima diri kita sendiri terlepas dari kekurangan-kekurangan yang ada. Kekurangannya adalah terkadang karakter-karakter tertentu seakan diabaikan begitu saja setelah scene demi scene berlalu.
Nikmatilah Penelope dengan santai dan niscaya anda serasa dibawa masuk ke sebuah dunia sinis dimana seorang gadis manis yang menderita karena penolakan dunia terhadapnya berusaha menjalani hidup sewajar dan setulus mungkin. Bukankah cinta kadang dapat menyergap tanpa alasan yang masuk akal? It's a cute movie indeed with sense of touch!

Durasi:
90 menit

U.S. Box Office:
$10,011,274 till Jun 2008

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent