XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label imax. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label imax. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 November 2013

THOR : THE DARK WORLD Surprisingly Better Asgard Tryouts


Quote:
Loki: After all this time, now you come to visit me, brother? Why? To mock?
Thor: I need your help. And I wish I could trust you...
Loki: If you did, you'd be the fool I always took you for.

Nice-to-know:
Terdapat 30 macam palu yang digunakan Thor dengan berat yang beragam untuk kepentingan yang berbeda.

Cast:
Chris Hemsworth sebagai Thor
Natalie Portman sebagai Jane Foster
Tom Hiddleston sebagai Loki
Anthony Hopkins sebagai Odin
Christopher Eccleston sebagai Malekith
Jaimie Alexander sebagai Sif
Zachary Levi sebagai Fandral
Ray Stevenson sebagai Volstagg
Tadanobu Asano sebagai Hogun
Idris Elba sebagai Heimdall
Rene Russo sebagai Frigga


Director:
Alan Taylor mulai angkat nama setelah menyutradarai The Emperor's New Clothes (2001).

W For Words:
Superhero andalan Marvel Comics yang ruang lingkup sebenarnya bukan di bumi yakni Thor kembali lagi. Bukan hanya pendapatan nyaris 200 juta dollar di Amerika Serikat dan sekitarnya saja yang menjadi alasan utama Marvel Entertainment dan Marvel Studios melanjutkannya meski tanpa Paramount Pictures. Namun lebih karena fanbase nya yang tidak sedikit dan memiliki loyalitas tinggi. Jadi tidak usah heran jika dua atau tiga tahun lagi anda akan menemukan seri lainnya. Apalagi kali ini Loki telah menjelma menjadi daya tarik tersendiri. At the end of the day, you will agree with this!

Ketika merindukan Thor yang sudah pergi tanpa kabar selama bertahun-tahun, Jane Foster malah menemukan senjata kuno berkekuatan besar, the Ather yang secara tidak langsung membangunkan Malekith dan armada Dark Elf nya yang selama ini menjadi musuh utama kaum Asgard. Lantas Thor mau tidak mau bekerjasama dengan adiknya, Loki yang sebetulnya tengah menjalani masa hukuman di penjara. Mereka harus bahu membahu memerangi musuh sebelum keseimbangan alam semesta terganggu dan menghancurkan segala isinya.

Cerita yang digagas Don Payne dan Robert Rodat berdasarkan komik karya Stan Lee, Larry Lieber dan Jack Kirby ini kemudian digarap oleh Christopher Yost, Christopher Markus dan Stephen McFeely ke dalam format skenario. Hasilnya? Konsep paralelisme Bumi dan Asgard terjembatani dengan cerdas tanpa membuat penonton mengernyitkan dahi karena kebingungan. Ragam karakteristik nan unik juga menjadi poin plus. Apalagi chemistry antar tokohnya yang tergolong memikat terutama antara Thor dan Loki yang mengalami pergeseran emosional dari awal sampai akhir.

Sutradara alumni Game of Thrones, Alan Taylor tampaknya tahu betul apa yang harus dilakukannya dalam installment ini, terlebih melanjutkan ‘peristiwa’ yang terjadi dalam The Avengers (2012). Tanpa bermaksud mengecilkan peranan Branagh sebelumnya, The Dark World mungkin lebih gelap tetapi justru lebih ringan untuk dinikmati. Terima kasih pada beberapa bagian komedik yang sulit untuk tidak ditertawakan. Set pieces dan spesial efeknya terbilang mengesankan walaupun gimmick 3D nya tak terlalu diwajibkan bagi para moviegoers yang ingin sensasi lebih.

Besar kemungkinan Hiddleston akan menjadi fan-favorite dengan karakter Loki yang humoris, mempesona dan berperangai misterius. Lompatan fungsionalnya terhadap Thor series amat terasa signifikan. Kendati demikian kharisma Hemsworth tidak sepenuhnya tertutupi. Ketangguhan dan sifat kepahlawanannya tetaplah menonjol. Ketidakpeduliannya terhadap kekuasaan diyakini kian menggugah simpati anda. Duet Dennings dan Howard cukup mencuri perhatian. Si cantik Portman juga tidak bisa diabaikan begitu saja karena masih memegang peranan penting. Sama halnya dengan Elba dan Skarsgård.

Menilik dari trailer yang awalnya tidak terlalu membangkitkan selera itu, pada akhirnya Thor : The Dark World menjadi presentasi yang cukup memuaskan bagi saya. Lupakan sisi antagonis yang terkesan kurang tergarap walakin Eccleston samasekali tidak bermain buruk. Toh rentetan aksinya tetap terjaga intensitasnya sampai penghujung film. Kiprah Thor dengan ‘palu’ yang menggebrak serta Loki yang unpredictably eccentric adalah jaminan yang tak boleh dilewatkan sekaligus membuka pintu Marvel Universe yang diharapkan kembali dengan grande idea yang lebih menjanjikan lagi dalam Age of Ultron. Don't forget post credit-title in the middle and the very end!

Durasi:
112 menit

U.S. Box Office:
$146,965,000 till mid November 2013

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:

Minggu, 06 Oktober 2013

GRAVITY : Spectacular Space Survival Ride


Tagline:
Don't Let Go

Nice-to-know:
Penggarapan Gravity sempat terombang-ambing selama empat tahun karena perfeksionisme Cuarón yang menginginkan inovasi teknologi yang lebih tinggi lagi.

Cast:
Sandra Bullock sebagai Ryan Stone
George Clooney sebagai Matt Kowalski
Ed Harris sebagai Mission Control
Orto Ignatiussen sebagai Aningaaq
Paul Sharma sebagai Shariff
Amy Warren sebagai Explorer Captain


Director:
Merupakan f
ilm ke-16 bagi Alfonso Cuarón setelah feature terakhirnya Children of Men (2006).

W For Words:
Ayo tunjuk tangan siapa di antara anda yang waktu kecil sempat bercita-cita menjadi astronot ketika ditanya guru? Setelah dewasa mungkin sebagian besar diantaranya sudah mengurungkan niat tetapi masih berpikiran bahwa profesi astronot itu keren. Namun semua opini tersebut dijamin akan berubah seratus delapan puluh derajat selepas menyaksikan persembahan terbaru Warner Bros., Esperanto Filmoj dan Heyday Films ini. Tidak percaya? Buktikan saja. Saya rekomendasikan versi 3D, IMAX 3D atau bahkan 4DX untuk pengalaman sinematik yang lebih nyata. Worth the higher admission price!

Ahli medis Dr. Ryan Stone menjalani misi luar angkasa pertamanya bersama astronot kawakan Matt Kowalski yang berniat pensiun segera. Tugas yang semula tampak tenang dan sederhana itu berubah menjadi bencana ketika serpihan satelit Rusia menerjang stasiun mereka hingga hancur berantakan. Beruntung Matt sempat ‘mengikat’ Ryan sebelum terombang-ambing dalam kepanikan dimana cadangan oksigen nya kian menipis. Komunikasi dengan Houston yang terputus ditambah perjalanan jauh menuju statsiun terdekat membuat harapan hidup keduanya menjadi minim. 

Skrip yang dikerjakan oleh ayah dan anak Cuarón, Alfonso dan Jonás ini sepintas memang terkesan ‘ringan’ tanpa subplot. Murni interaksi antara kedua karakter utama yang berlawanan jenis tanpa tendensi seksual eksplisit dari awal sampai akhir. Demi menjaga tensi film maka dimaksimalkan berbagai macam elemen sebagai penguat cerita seperti persediaan oksigen yang hampir habis, kesigapan bergerak di hampa udara, kemampuan mengoperasikan mesin hingga keinginan kuat untuk bertahan hidup dalam rentang waktu yang demikian terbatas. 

Sebagai filmmaker handal, Alfonso jelas tahu betul bagaimana memvisualisasikan konsep yang ada di kepalanya. Setting stasiun dan kapal luar angkasa dibangun sedetail mungkin melampaui berbagai referensi yang sudah ada dari film sejenis. Pergerakan kamera yang smooth dari berbagai angle kinerja Emmanuel Lubezki juga sangat memikat. Bukan hanya mata, indera pendengaran anda pun dimanjakan dengan sound design yang apik mulai dari yang silent sampai menggelegar sekalipun. Sumbangsih scoring music nan grande dari composer Steven Price juga tak main-main. 

Besar kemungkinan Bullock akan dinominasikan kembali sebagai aktris terbaik di banyak ajang penghargaan film internasional tahun depan melalui performa primanya sebagai Stone. Lihat ekspresi wajah dan dengar intonasi suara saat ketakutan melanda tanpa harus menghilangkan sosok ilmuwan cerdas dan berkemauan keras. Tokoh Kowalski bisa jadi mengingatkan anda pada Chris Kelvin dalam Solaris (2002) yang sama-sama dimainkan Clooney. Gaya perayu flamboyan paruh baya yang dibawakannya di sini tergolong sah saja demi membangkitkan suasana rileks barang sejenak. Ada yang mengenali suara Harris sebagai Mission Control?

Tak dipungkiri, Gravity adalah obsesi tingkat tinggi sekaligus puncak prestasi seorang Cuarón sejauh ini. Sebuah tontonan sempurna yang mampu menstimulasi multi indera penonton secara efektif dari awal sampai akhir. Audiences will be emotionally challenged. Sebuah pengalaman sinematik kaya perspektif yang akan bertahan lama di dalam memori anda selepas meninggalkan bangku bioskop. Most of us could never imagined what it feels like being up there hopeless with fears around. That would be the key for success to gain cult status among survival thriller in years to come.

Durasi:
90 menit

Overall:
8.5 out of 10

Movie-meter:

Sabtu, 17 Agustus 2013

ELYSIUM : Pretentious Sci-fi That Stimulates Our Imagination

Quote:
Max Da Costa: I promise you, one day I'll take you to Elysium.

Nice-to-know:
Bersetting waktu 2154 AD, seperti halnya Avatar (2009).

Cast:
Matt Damon sebagai Max
Jodie Foster sebagai Delacourt
Sharlto Copley sebagai Kruger
Alice Braga sebagai Frey
Diego Luna sebagai Julio
Wagner Moura sebagai Spider
William Fichtner sebagai John Carlyle

Director:
Merupakan feature film kedua bagi Neill Blomkamp setelah District 9 (2009).

W For Words:
Pada tahun 2009 yang lalu, Neill Blomkamp sukses mengangkat namanya sendiri lewat action sci-fi thriller District 9 yang meraup lebih dari seratus juta dollar untuk peredaran Amerika Serikat saja, terlepas dari bujet produksi yang hanya mencapai sepertiganya. Empat tahun kemudian ia kembali dengan genre serupa yang lebih menekankan sisi dramanya dengan setting yang jauh lebih futuristik. Salah satu aktor utamanya yakni Sharlto Copley dipertahankan meski bagi publik internasional jelas lebih tertarik pada nama besar Matt Damon dan Jodie Foster. I bet you too!

Tahun 2154, Bumi nyaris hancur dimana tinggal kaum miskin dan terpinggirkan yang tinggal di sana. Sedangkan golongan menengah ke atas hidup nyaman di Elysium dengan teknologi canggih yang mampu menyembuhkan segala jenis penyakit. Adalah Max de Costa, pekerja tambang tanpa sengaja terkena radiasi yang akan segera merenggut nyawanya. Ia bergabung dengan gang lokal demi mendapatkan akses ke Elysium dimana pejabat Departemen Pertahanan, Delacourt berkuasa atas bantuan agen kejam, Kruger. Sementara itu sahabat kecil Max, Frey juga bertekad menyembuhkan putrinya, Matilda yang didiagnosa mengidap kanker ganas.
Harus diakui skrip yang ditulis Blomkamp ini terlalu pretensius. Aspek dunia masa depan yang kompleks tidak sepenuhnya terjamah karena begitu banyak yang ingin disampaikan mulai dari cinta, pengkhianatan hingga konfrontasi. Pendekatan storytelling yang naratif berupaya dilakukan untuk memangkas detail tapi harus diakui tak sepenuhnya berhasil. Paruh pertama sibuk mengenalkan diferensiasi dua ‘planet’ sedangkan paruh kedua malah menghadirkan perebutan kekuasaan. Final act yang mengarah pada action juga terasa sedikit dipaksakan dalam waktu yang begitu minim.

Sebagai sutradara, Blomkamp melakukan upaya terbaiknya dengan ide inovatif dan kreatifitas tinggi seperti yang ditunjukkannya dalam District 9. Sayang ruang bermain dan juga ambisi yang berbeda tidak lagi sama hasilnya. Presentasi kondisi “2154” yang amat nyata dan kontradiksi jauh di atas rata-rata sci-fi sejenis dengan penggunaan spesial efek yang cukup belieavable. That’s why seeing it in IMAX version would be recommended. Dari sekuens fighting memang sedikit kedodoran karena minimnya senjata canggih ataupun jurus one-on-one yang memadai.
Copley lagi-lagi outstanding meski diberikan karakter antagonis. Setiap kemunculan Kruger di layar mampu menaikkan level film dengan tindak tanduknya yang brutal dan sifat anarkisnya. Damon dan Braga sesungguhnya bisa menciptakan chemistry yang lebih andaikan fokus film tidak melebar kemana-mana. Sebagai solo performer, keduanya terbilang tidak mengecewakan dalam menegaskan konflik emosi yang dihadapi masing-masing. Kekuatan peran Foster di paruh pertama sedikit cacat karena tidak ada latar belakang yang jelas akan tokoh Delacourt.

Terlepas dari segala kekurangannya, bagi saya Elysium tetap menjadi tontonan yang memuaskan karena varian karakternya yang menarik untuk dipelajari. Bagi yang tidak terpuaskan mungkin karena tersisa begitu banyak ruang kosong yang sebetulnya justru mampu melambungkan imajinasi. Coincidentally this is something a movie should provide for its viewers. Lupakan sejenak District 9 untuk bisa benar-benar melebur ke dalam dunia Elysium dengan ekspektasi seadanya. The idiocracy formula might not get this straight right away but further approach or even spin-off are on the cards.

Durasi:
109 menit

U.S. Box Office:
$57,562,417 till August 2013

Overall:
8 out of 10

Movie-meter: