XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label danny boyle. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label danny boyle. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 April 2011

127 HOURS : Pengalaman Hidup Terjebak Di Canyon Terisolir

Quotes:
Aron Ralston: Hey there, Aron! Is it true that you didn't tell anyone where you were going?

Storyline:
Diangkat dari kisah nyata mengenai seorang pendaki gunung bernama Aron Ralston. Petualangan liarnya di Utah Canyon yang terisolasi berubah menjadi mimpi buruk saat ia terjatuh dalam lipatan gunung dengan tangan terhimpit batu besar. Aron berusaha bertahan hidup dengan berbagai cara selama lebih dari 5 hari tanpa lupa mengingat pengalaman hidupnya bersama orangtua, saudara, kekasih, teman-teman sampai dua gadis yang ditemuinya dalam perjalanan sebelum kecelakaan terjadi. Akankah ini menjadi akhir hidupnya di saat tidak seorangpun tahu keberadaannya?

Nice-to-know:
Aron Ralston menangis selama sesi tanya jawab di Toronto International Film Festival setelah seorang audiens menanyakan opininya mengenai kinerja Franco dalam film ini. Ralston berkata bahwa itu sangat menantang setelah ditenangkan oleh aktor-aktor di sampingnya.

Cast:
Mengawali karir aktornya dalam serial televisi Pacific Blue (1997), James Franco mendapat tantangan terbesar sebagai Aron Ralston
Kate Mara sebagai Kristi
Amber Tamblyn sebagai Megan
Sean Bott sebagai Aron's Friend
Koleman Stinger sebagai Aron Age 5
Treat Williams sebagai Aron's Dad
Kate Burton sebagai Aron's Mom

Director:
Danny Boyle memenangkan Oscar kategori Sutradara Terbaik lewat Slumdog Millionaire (2009).

Comment:
Nyaris tayang di bioskop Indonesia beberapa hari lagi, film ini batal rilis karena polemik pajak film impor yang tiba-tiba muncul. Sungguh disayangkan mengingat film ini adalah salah satu nominator kuat Academy Awards 2011. Oke saya tidak akan membahas hal yang satu itu lagi sebab kisah nyata Aron Ralston ini terlalu menarik untuk dilewatkan, tidak peduli anda yang sudah pernah membaca bukunya atau belum.

Danny Boyle yang mengerjakan skripnya bersama Simon Beaufoy berhasil melakukan pendekatan sedetail mungkin akan apa yang dialami Aron sepenuhnya walau sudah tertuang dalam buku berjudul "Between a Rock and a Hard Place". Penonton jelas butuh visualisasi daripada harus berimajinasi dan tugas tersebut memang tidak mudah karena memerlukan seorang aktor kuat yang dituntut berjuang sendirian sepanjang durasinya.








Tantangan tersebut dijawab oleh Franco dengan luar biasa dalam sebuah konsep one man show. Penampilan fisiknya dibuat semirip mungkin dengan sosok asli Aron. Transformasi karakternya dapat kita rasakan bersama, mulai dari awal sebagai seorang pendaki gunung yang arogan dan kurang berhati-hati hingga menjadi seorang pejuang sekarat yang putus asa dan bingung akan semua yang telah dialami selama hidupnya. Franco berhasil mengundang simpati audiens untuk tetap bersamanya melewati 5 hari 7 jam yang penuh pengharapan.

Sutradara Boyle kembali mempertontonkan kebolehannya meracik semua elemen drama dalam film yang sebetulnya bergaya dokumenter ini. Kenangan masa kecil dan kesenangan masa lampau menjadi bias dengan gambaran masa depan yang belum jelas. Dan hal ini didukung juga oleh sinematografi dan music score yang luar biasa sehingga Utah Canyon menjadi sebuah panggung pertunjukkan yang memukau sekaligus mengerikan.







127 Hours bukanlah sekadar film. Ini adalah sebuah pengalaman emosional! Anda seakan diajak merasakan sakit, lapar, haus, klastrofobia, kehilangan asa hingga akhirnya bersikap nekad untuk menentukan nasib sendiri selayaknya yang Aron alami. Tidak perlu merasa minder untuk memalingkan muka sejenak pada saat endingnya karena nyaris semua orang akan melakukan hal yang sama. Jangan ragu untuk menyaksikan suguhan akting legendaris Franco dan kinerja sempurna Boyle dengan rasa kemanusiaan yang tinggi.

Durasi:
90 menit

U.S. Box Office:
$18,329,466 till Apr 2011

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:

Sabtu, 14 Februari 2009

SLUMDOG MILLIONAIRE : Rahasia Pekerja Kecil Menangkan Jutaan Rupee

Quotes:
Prem Kumar-So are you ready for the final question for 20 million rupees?
Jamal Malik-No, but maybe its written, no?
Prem Kumar-Maybe...

Cerita:
Pengantar teh bagi karyawan perusahaan layanan telepon di Mumbai, Jamal Malik memiliki masa kecil yang kelam bersama orang yang sudah ia anggap kakaknya sendiri, Salim. Tanpa sengaja mendaftar untuk kuis Who Wants To Be A Millionaire dengan tujuan menemukan Latika, idaman hatinya sejak dulu, Jamal malah melaju terus dengan jutaan rupee di tangan hasil menjawab beberapa pertanyaan sulit. Malang karena menjelang pertanyaan terakhir untuk 20 juta rupee, Jamal ditangkap dan diinterogasi polisi yang menganggapnya curang. Bagaimana perjuangan Jamal selanjutnya? Apa rahasia yang membuatnya fasih melontarkan jawaban benar?

Gambar:
Kemiskinan India terbentang detail di Agra dan Mumbai yang melatarbelakangi setting film ini. Beberapa adegan kuis juga dilakukan langsung di ND Studios.

Cast:
Dibintangi oleh muda-mudi yang belum berpengalaman samasekali sekalipun pada kancah perfilman India tetapi tampil sangat natural disini.
Dev Patel sebagai Jamal Malik
Freida Pinto sebagai Latika
Madhur Mittal sebagai Salim
Didukung oleh aktor senior India, Anil Kapoor sebagai Prem Kumar, pembawa acara Who Wants To Be A Millionaire.

Sutradara:
Terkenal lewat gaya penyutradaraannya yang unik dalam Trainspotting (1996), Danny Boyle disini berusaha mengetengahkan kisah kehidupan seorang pemuda India. Tentunya dengan bantuan Loveleen Tandan yang asli India untuk menjadi asisten sutradaranya.

Comment:
Konon naskahnya terkatung-katung selama beberapa tahun dan sempat ditolak beberapa studio film dikarenakan isu yang diangkat terlalu sederhana. Tetapi pada tahun 2008 akhirnya film ini berhasil diproduksi dengan dipegang oleh pria kelahiran Inggris, Danny Boyle yang harus diakui bertalenta dan mempunyai gaya dinamis yang unik sehingga menjadi tontonan yang berhasil menggabungkan inspirasi, pengharapan dan keajaiban ke dalam suatu koneksi emosional yang baik dengan penonton. Cast yang hampir semuanya pendatang baru juga sukses menampilkan akting yang natural dan berbagi chemistry yang kuat satu sama lain. Kelebihan Slumdog Millionaire adalah plot cerita yang unik dan dekat sekali dengan kenyataan, tentunya lekat dengan isu kemiskinan dan keterbelakangan yang seringkali terlewatkan kita semua. Varian emosi seperti kebahagiaan, kekecewaan, kemarahan, terkejut sangat terbantu dengan theme dan backsound yang brilian terutama dari singel Jai Ho karya AR Rachman di akhir. Pantaslah jika film ini diganjar Oscar kategori Best Picture. Setengah jam terakhir yang saya yakin akan menggugah siapapun yang menyaksikannya.

Durasi:
115 menit

U.S. Box Office:
$141,319,195 till May 2009

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!