XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label sam worthington. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sam worthington. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Juni 2012

TEXAS KILLING FIELDS : Promising Casts Confusing Thriller

Tagline:
Once in... There's no way out.

Nice-to-know:
Dalam mempersiapkan peran mereka, Sheryl Lee dan Chloë Grace Moretz menghabiskan waktu di pusat rehabilitasi pengguna narkoba.

Cast:
Sam Worthington sebagai Mike Souder
Jeffrey Dean Morgan sebagai Brian Heigh
Chloë Grace Moretz sebagai Little Ann Sliger
Corie Berkemeyer sebagai Shauna Kittredge
Trenton Perez sebagai White Kid
Sheryl Lee sebagai Lucie Sliger
Jessica Chastain sebagai Pam Stall

Director:
Merupakan feature film kedua Ami Canaan Mann setelah Morning (2001).

W For Words:
Konon film ini dibuat berdasarkan kisah nyata pembantaian sejumlah gadis belia yang terjadi di Texas bagian Selatan yang hingga hari ini kasusnya belum terungkap. Skrip yang dikerjakan oleh Don Ferrarone ini mungkin akan mengingatkan anda pada The Texas Chainsaw Massacre (2003) walau tidak sampai mencapai tingkat gory yang sama. Sekali lagi kombinasi kejahatan dan kegilaan pelaku yang kontras dengan kelambanan polisi dalam beraksi di kota kecil menjadi suguhan utama yang banyak dilakukan oleh filmmakers internasional sebelumnya.

Mike Souder yang bertindak sebagai detektif pembunuhan di kota Texas mendapat partner baru dari New York yaitu Brian Heigh. Keduanya tengah mengusut jejak pembunuh berantai sadis yang selalu membuang mayat korbannya yang telah dimutilasi ke dalam area yang disebut The Killing Fields. Sang pembunuh yang selalu selangkah lebih maju dalam permainan kerapkali menjebak kedua detektif tersebut dengan petunjuk palsu. Ketika gadis lokal Ann Sliger menghilang, Mike dan Brian pun harus berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan sekaligus membekuk orang yang mereka buru.

Prosedur interogasi dan penyidikan kasus dalam film ini tidak jauh berbeda dengan apa yang sudah disuguhkan serial televisi bertemakan serupa, sebut saja Law & Order atau CSI. Sang penulis skrip yang juga mantan petugas administrasi Badan Anti Narkoba seakan langsung menempatkan audiens di tengah situasi yang berjalan dimana segala petunjuk sebelumnya tidak lagi dijelaskan. Belum selesai kebingungan berlangsung, penonton lantas diperkenalkan pada serentetan tokoh baru dari yang paling penting hingga yang selayang pandang begitu saja.

Dean Morgan sebenarnya sudah bermain meyakinkan dengan karisma detektif berpengalaman dan family man yang kuat dalam diri Heigh. Sebaliknya Worthington masih terjebak stereotype peran-peran sebelumnya, belum lagi perangai keras tokoh Souder seakan tanpa sebab. Moretz seperti biasa tampil paling memikat sebagai Ann yang memiliki problem keluarga tapi korelasinya terhadap bangunan cerita patut dipertanyakan. Belum lagi Clarke yang sebenarnya terlihat sukses sebagai bad ass Rule tapi timbul tenggelam sepanjang film. Sulit rasanya menjalin koneksi dengan salah satu tokoh disini meskipun nama-nama yang terlibat di dalamnya jelas bukan aktor-aktris sembarangan.

Upaya sutradara Canaan Mann (putri kandung Michael Mann) dalam menyuguhkan thriller kompleks beratmosfer depresi dan kehampaan memang cukup berhasil. Namun kesan amatir masih sulit lepas menilik sinematografi dan editingnya. Narasi liar antara tokoh, tempat dan kejadian yang terus berpindah-pindah pada akhirnya menyisakan minim ketertarikan bagi penonton yang sesungguhnya setia menantikan sesuatu yang brilian dan twisted. Hal tersebut tidak pernah terjadi! Texas Killing Field seharusnya tetap menjadi misteri menakutkan di dunia nyata, bukan menggelikan di layar lebar.

Durasi:
100 menit

U.S. Box Office:
$45,282 till Nov 2011

Overall:
6.5 out of 10

Movie-meter:

Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Sabtu, 31 Maret 2012

WRATH OF THE TITANS : Slightly Better Epic Demigods’ Letdown


Quotes:
Zeus: You will learn someday that being half human, makes you stronger than a god.

Nice-to-know:
Gemma Arterton sedianya kembali dalam produksi film ini tapi mengalami konflik jadwal dengan Hansel and Gretel: Witch Hunters (2012).

Cast:
Sam Worthington sebagai Perseus
Liam Neeson sebagai Zeus
Ralph Fiennes sebagai Hades
Édgar Ramírez sebagai Ares
Toby Kebbell sebagai Agenor
Rosamund Pike sebagai Andromeda
Bill Nighy sebagai Hephaestus
Danny Huston sebagai Poseidon

Director:
Merupakan feature film kelima bagi Jonathan Liebesman yang terakhir menggarap Battle Los Angeles (2011).

W for Words:
Pada Clash of the Titans (2010), Perseus berhasil mengalahkan Medusa dan Kraken sambil menyelamatkan Andromeda dan juga kota Argos dari kehancuran. Film tersebut sukses mengumpulkan nyaris 500 juta dollar lewat peredaran internasionalnya saja. Untuk itulah Warner Bros bermata silau untuk melanjutkan petualangan tokoh yang masih diperankan oleh Sam Worthington itu ke dalam installment baru, tentunya dengan konflik yang berbeda dan musuh-musuh yang jauh lebih tangguh.
Satu dekade setelah peristiwa yang mengangkat namanya, Perseus yang merupakan keturunan dari Zeus berupaya menjalani hidup normal sebagai nelayan bersama putranya Helius di sebuah desa yang tenang. Sementara itu, perebutan kekuasaan terjadi di antara para dewa dan the Titans itu sendiri. Pemimpin Titans yaitu Kronos bekerjasama dengan Hades dan Ares mengancam kedudukan Zeus dengan pasukan mautnya. Kini Perseus harus sekali lagi mengerahkan segenap kemampuannya untuk melindungi apa yang ia punya meski harus membahayakan nyawanya.

Kali ini anda akan menjadi saksi visualisasi monster-monster yang dihidupkan oleh CGI dengan senyata mungkin mulai dari chimera, trio Cyclopes, raksasa berkepala dua Makhai hingga sang Kronos itu. Kesemuanya berguna dalam menciptakan teror yang cukup mencengangkan dan berdarah untuk sebuah film remaja. Sutradara Liebesman yang banyak menggunakan shaky cam style di paruh pertama terutama untuk pertarungan Perseus melawan raksasa mampu menghadirkan serangkaian adegan aksi ala blockbuster yang lebih nyaman untuk disimak di paruh keduanya.
Saya tidak melihat ada perbedaan akting Worthington disini. Sorot matanya masih terasa kosong dan intonasi suaranya datar saja padahal muatan emosinya jauh lebih berisi, lihat saja nasib ayahnya Zeus dan putra remajanya Helius yang berkali-kali terancam. Pike yang menggantikan Davalos sebagai Andromeda memang terlihat jauh lebih dewasa walau cenderung lebih feminin yang mengurangi kesan tangguhnya. Dua aktor senior, Neeson dan Fiennes seperti biasa tidak mengecewakan samasekali sebagai dua saudara yang saling berebut kekuasaan menjelang akhir dunia, Zeus dan Hades.

Wrath of the Titans untungnya masih menyisakan beberapa adegan yang memorable, salah satunya adalah sekuens labirin di penghujung film yang terasa mencekam. Selebihnya tidak ada perbaikan yang signifikan dari prekuelnya selain action yang lebih intens dan visual yang lebih menjual termasuk konversi 3D yang lebih efektif di setengah jam terakhir durasinya. Kekurangan dari plot cerita dan pengembangan karakternya yang miskin tidak membantu para penggemar kisah ini untuk memberikan opini yang positif. See it only if you want to see some fantasy action in the fantastic spare time but for me, the last few demigods movies have been such a letdown including this one.

Durasi:
99 menit

U.S. Box Office:
$34,200,000 in opening week of Apr 2012

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Minggu, 11 Maret 2012

MAN ON A LEDGE : Compose Your Edgy View


Quotes:
Nick Cassidy: Today is the day when everything changes. One way or another.

Nice-to-know:
Detektif Lydia Mercer (Elizabeth Banks) membantu Nick (Sam Worthington) terdakwa yang kabur dari penjara untuk membuktikan ketidakbersalahannya. Dalam The Next Three Days (2010), Banks bermain sebagai terdakwa yang juga kabur dari penjara.

Cast:
Sam Worthington sebagai Nick Cassidy
Elizabeth Banks sebagai Lydia Mercer
Jamie Bell sebagai Joey Cassidy
Anthony Mackie sebagai Mike Ackerman
Genesis Rodriguez sebagai Angie
Ed Harris sebagai David Englander
Genesis Rodriguez sebagai Angie

Director:
Merupakan feature film pertama bagi Asger Leth setelah sebuah film documenter berjudul Ghosts of Cité Soleil di tahun 2006.

W for Words:
Masih ingat The Ledge (2011) yang baru masuk ke bioskop Indonesia kisaran Oktober yang lalu? Memang ada kesamaan premis dimana tokoh utama pria berdiri di tepian gedung tinggi berniat terjun dengan satu tujuan akhir di kepalanya. Tentunya Pablo F. Fenjves memiliki hal lain dalam benaknya sehingga lahirlah sebuah thriller cerdas yang bisa jadi akan menjungkir-balikkan kesan pertama yang anda tangkap melalui poster ataupun trailernya.
Mantan polisi NYPD, Nick Cassidy sempat divonis hukuman penjara dalam waktu yang lama karena kasus pencurian berlian milik pebisnis kejam Deavid Englander. Kini Nick tanpa ragu melangkah ke luar jendela kamar hotel Roosevelt dan berdiri di tepiannya demi menarik perhatian khalayak dan aparat untuk mengusut tuntas kasus terdahulunya. Sementara itu adiknya, Joey dan kekasihnya, Angie justru merencanakan sebuah perampokan besar-besaran di gedung seberang.

Sutradara Asger Leth merekonstruksi semua subplotnya dengan timing tepat dibumbui dengan action yang cukup di setiap bagiannya. Nalar anda akan diberikan waktu yang pas untuk mencerna hasil editing Kevin Stitt yang cerdas itu. Memang tidak terlalu lama sehingga berbagai unsur logika tidak sempat anda pertanyakan seperti apa latar belakang Joey dan Angie sampai mampu menguasai kemampuan merampok yang cekatan atau kerjasama sang negosiator Lydia Mercer dengan rekan-rekannya yang terkesan serba instan atau serentetan pertanyaan lain yang mungkin timbul dalam benak anda.
Sam Worthington mungkin sedikit kesulitan menggunakan aksen New York tapi ketangguhan dan keteguhan seorang Nick mampu dijiwainya dengan baik. Ed Harris seperti biasa bermain karismatik sebagai pihak yang berseberangan alias antagonis. Elizabeth Banks yang tengah berusaha menaikkan pamornya dengan peran-peran variatif memang tidak buruk tapi masih sedikit kurang pas sebagai negosiator keras kepala. Khusus Jamie Bell dan Genesis Rodriguez sukses menciptakan chemistry yang seksi sehingga setiap adegan yang melibatkan keduanya mampu memberikan warna tersendiri.

Jika anda mau sedikit mengabaikan logika, Man On A Ledge yang merupakan tipikal thriller kelas B (menilik dari dialognya) ini masih akan menjadi sebuah tontonan yang menghibur karena karakterisasi yang demikian berwarna. Subplot klise yang mungkin mudah ditebak ini tetaplah menarik untuk ditunggu eksekusinya, terlebih di saat menit-menit terakhir penentuan nasib Cassidy dan keluarganya. Your edgy view will be composed by the height of building and the weight of innocence itself!

Durasi:
102 menit

U.S. Box Office:
$18,600,911 till Feb 2012.

Overall:
8 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Minggu, 04 April 2010

CLASH OF THE TITANS : Pertarungan "Balas Dendam" Manusia Melawan Dewa

Quotes:
Perseus-If I do this, I do it as a man.
Draco-But you are not JUST a man!

Storyline:
Yunani masa purba, kota Argos mengingkari kekuatan dewa-dewa sehingga dikutuk akan dimusnahkan dari muka bumi jika dalam 10 hari, putri raja Andromeda tidak dikorbankan kepada Kraken, monster lautnya dewa Hades pada saat gerhana. Sementara itu Perseus yang semasa kecil menjadi satu-satunya selamat dari karamnya kapal nelayan telah tumbuh menjadi pria dewasa yang tangguh. Ia sesungguhnya masih keturunan Zeus sehingga mendapat sebutan demigod, setengah manusia setengah dewa. Dendamnya pada Hades coba dituntaskan Perseus dengan menyelamatkan kota Argos. Dengan bantuan Calibos, Io, Draco dkk, mereka berkelana mencari jawaban untuk mengalahkan Kraken. Berhasilkah mereka?

Nice-to-know:
Awalnya Stephen Norrington akan menyutradarai film ini tetapi ia belum pernah menyaksikan versi aslinya sehingga tidak yakin mampu. Pada Juni 2008, proyek akhirnya diserahkan pada Louis Leterrier.

Cast:
Karir layar lebarnya dimulai lewat Bootmen (2000), kini Sam Worthington didapuk sebagai Perseus masa kini yang keras hati sekaligus tangguh bertarung.
Dua aktor senior, Liam Neeson dan Ralph Fiennes didaulat sebagai dewa yang selalu berseberangan yaitu Zeus dan Hades.
Dua gadis cantik, Gemma Arterton dan Alexa Davalos dipercayakan sebagai Io dan Andromeda.

Director:
Terakhir menggarap The Incredible Hulk (2008) yang cukup sukses itu, pria Perancis bernama Louis Leterrier ini sangat mengagumi film klasik Clash Of The Titans (1981) dan antusias saat mendapat kesempatan meremakenya.

Comment:
Apakah sebuah kesalahan melakukan remake film klasik dengan tambahan spesial efek? Hm, bisa jadi iya walau harapan meraih hasil yang lebih baik juga ada. Sebetulnya jika ditelaah lebih jauh dunia dewa-dewa teramat sangat banyak karakternya dengan karakterisasi dan cerita kehidupannya masing-masing. Clash Of The Titans hanyalah menarasikan segelintir peristiwanya dan sayangnya hal tersebut sudah dilakukan oleh film pop remaja, Percy Jackson yang baru launching beberapa bulan lalu! Plot ceritanya memang terkesan mengambang karena diawali seperti di tengah-tengah sesuatu dan tiba-tiba saja Perseus sudah dewasa tanpa kita tahu perkembangan jiwanya. Transisi antara adegan aksinya juga sedikit mengganggu, belum lagi dialognya yang tidak terlalu mengesankan. Mengingatkan film-film blockbuster buatan Michael Bay yang tidak beremosi dan bermakna. Worthington sudah melakukan yang terbaik bagi karakter Perseus tetapi kedalaman eksplorasinya tidak memungkinkan. Fiennes dan Neeson sekalipun tidak dapat berkontribusi banyak karena cerita seakan tidak menjadi fokus utama. Di luar faktor aksi dan visual efek yang menampilkan Medusa dan Kraken, film ini tidaklah terlalu spesial apalagi sampai dibilang epik. Faktor 3D juga tidak akan banyak membantu karena 2D nya sendiri sudah cukup.

Durasi:
95 menit

U.S. Box Office:
$61,400,000 in first week of April 2010

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Minggu, 20 Desember 2009

AVATAR : Petualangan Marinir Lumpuh Sebagai Avatar Pejuang

Quotes:
Jake Sully-They've sent us a message... that they can take whatever they want. Well we will send them a message. That this... this is our land!


Cerita:
Saat saudara kandungnya terbunuh pada perang, marinir lumpuh Jake Sully memutuskan untuk ikut serta dalam misi penjelajahan dunia Pandora. Disana ia belajar bahwa kepala perusahaan yang ambisius, Parker Selfridge berniat mengusir penduduk asli "Na'vi" demi mendapatkan material berharga di tanah mereka. Dalam pertukaran yang disepakati dengan operasi yang mungkin saja menyembuhkan kakinya, Jake bertemu kelompok militer yang dipimpin Kolonel Quaritch yang berusaha memanfaatkan teknologi "avatar" untuk mengelabui kaum Na'vi. Jake pun mulai menjalani kehidupannya sebagai penduduk asli Na'vi dan dekat dengan si cantik tangguh Neytiri. Kolonel Quaritch tidak tinggal diam dan dengan taktik kekejaman yang memaksa tentara bertempur. Pertempuran antara Na'vi dan manusia pun tak terelakkan yang pada akhirnya menentukan nasib dari dunia Pandora itu sendiri.


Gambar:
Berbagai lokasi dijadikan setting film ini mulai dari Hamakua Coast di Hawai'i, Hughes Aircraft di California hingga Studio Stone Street di New Zealand. Animasi yang ditampilkan dengan warna-warninya sangatlah memanjakan mata.


Act:
Film besar keduanya di tahun 2009 setelah Terminator : Salvation, Sam Worthington yang kelahiran UK ini semakin menemui kebintangannya apalagi dengan peran marinir pincang Jake Sully yang bertualang di dunia Avatar.

Salah satu pendukung Center Stage (2000) dalam debutnya, Zoe Saldana kini kebagian tokoh Neytiri, alien Na'vi yang cantik dan mandiri walaupun sebagian tubuhnya tertutup potret animasi.

Aktris senior, Sigourney Weaver menjadi ilmuwan Dr. Grace Augustine yang lembut hati.
Bertolak belakang dengannya, aktor kawakan Stephen Lang menjadi Kolonel Miles Quatrich yang tangguh dan tidak berperikemanusiaan.
Jangan lupakan Giovanni Ribisi dan Michelle Rodriguez sebagai Parker Selfridge dan Trudy Chacon.


Sutradara:
Mulai menjadi sutradara di usia 24 tahun lewat Xenogenesis (1978), James Cameron adalah salah satu sutradara paling perfeksionis yang dimiliki Hollywood. Avatar adalah karyanya yang ke-16 dengan bujet sekitar 230 juta dollar!

Comment:
Avatar yang sudah digadang-gadangkan Cameron sejak tahun 1984 baru memulai syutingnya pada tahun 2008 lalu. Hal ini dikarenakan secara artistik dan bujet, sulit mewujudkannya pada masa itu dan terlalu beresiko besar. Dan untungnya Cameron tidak putus asa mewujudkan visinya terhadap film luar biasa ini. Plot ceritanya simpel tetapi bermakna sangat dalam mulai dari isu rusaknya keseimbangan alam hingga perkembangan dunia baru yang masih misterius hingga saat ini. Tentunya belum menarik jika tema cinta, perseteruan, perjuangan tidak diturutsertakan. Semuanya itu didukung oleh visualisasi yang nyaris sempurna, lingkungan Pandora yang indah, makhluk-makhluk khayalan yang eksotis yang juga peka dan emosional. Meski awalnya terlihat aneh, niscaya penonton akan jatuh cinta dengan karakter tersebut. Detail yang ditampilkan selama lebih dari dua setengah jam rasanya tidak akan membuat anda jenuh. Apalagi WETA Workshop dan ILM melengkapinya dengan teknologi 3D. Dari cast, aktor-aktrisnya sendiri bermain baik disini terutama Worthington yang secara fisik terlihat rapuh tapi sangat tangguh jiwanya. Lang memainkan peran antagonis dengan meyakinkan. Belum lagi Weaver, Ribisi yang selalu maksimal. Saldana, Rodriguez juga cantik memukau. Namun tidak semuanya sempurna, eksplorasi cerita cenderung klise dan mudah ditebak karena pernah ditampilkan di berbagai media sebelumnya. Sebuah tontonan yang mungkin akan selalu diingat sebagian besar orang dan tidak heran jika berjaya di ajang penghargaan insan film dunia seperti Golden Globe yang sejauh ini menganugerahkan nominasi di empat kategori yaitu sutradara terbaik, film drama terbaik kategori drama, musik original terbaik dan lagu original terbaik untuk Leona Lewis dengan I See You.


Durasi:

155 menit


U.S. Box Office:

$77,025,481 in mid Dec 2009 (opening week)

Overall:

9 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable

7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good

9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Sabtu, 30 Mei 2009

TERMINATOR SALVATION : Masa Depan Manusia Melawan Revolusi Mesin

Quotes:
John Connor-[to Marcus] You and me, we've been at war since before either of us even existed. You tried killing my mother, Sarah Connor. You killed my father, Kyle Reese. You will not kill me!

Cerita:
Tahun 2018, John Connor sudah ditakdirkan memimpin umat manusia melawan Skynet dan jaringan Terminatornya. Kehadiran sesosok pria yang lupa segalanya, Marcus Wright membuat John bingung dengan masa lalunya sekaligus masa depan bangsanya terlebih setelah mendengarkan suara tape rekaman ibunya, Sarah Connor yang menyatakan ayah John adalah Kyle Reese yang mungkin saja berusia lebih muda darinya! Selagi Skynet mempersiapkan pasukan T800 yang tangguh, John dan Marcus akhirnya berkolaborasi menembus jantung area operasional Skynet untuk membuka tabir rahasia mengerikan yang bisa menghancurkan umat manusia.

Gambar:
Sebagian besar bersetting di New Mexico, USA. Suasana kehancuran di tengah gurun yang gersang mendominasi hampir seluruh scene film.

Act:
Christian Bale memantapkan posisinya sebagai aktor papan atas Hollywood masa kini setelah sukses menjadi Bruce Wayne alias Batman versi baru. Dalam Terminator : Salvation, Bale menjadi John Connor, pemimpin pemberontakan terhadap mesin yang tangguh sekaligus cerdas.
Aktor Australia, Sam Worthington memulai debut yang cukup berarti dalam Hart's War (2002). Kali ini bermain sebagai Marcus Wright, manusia setengah cyborg yang sudah diprogram untuk menuntaskan misinya.
Tiga aktris cantik turut mendukung film ini yakni Moon Bloodgood sebagai Blair Williams, Bryce Dallas Howard sebagai Kate istri John Connor dan Helena Bonham Carter sebagai antagonis Dr. Selena Kogan.

Sutradara:
Penulis, produser sekaligus sutradara bernama singkat McG ini memulai debut penyutradaraannya dalam Charlie's Angels (2000). Meski belum terlalu banyak filmografinya, ia dipercaya menangani installment keempat Terminator ini. Pilihan yang tidak salah karena McG berhasil membangun film aksi yang baik.

Komentar:
Kisah Terminator yang sudah sangat melegenda dari awal tahun 1990an rasanya sulit dibayangkan masih mampu bertahan dengan sekuel-sekuelnya hingga saat ini. Tapi itulah yang terjadi. Banyak yang mengatakan Salvation hanyalah tambal sulam pengulangan dari apa yang sudah pernah ditampilkan pendahulunya. Terbukti dari rentang waktu yang tidak konsisten sejak seri pertamanya terutama garis lurus Sarah Connor-John Connor-Kyle Reese yang terkesan dipaksakan. Meski demikian T4 ini masih sanggup menghibur, memacu jantung dengan action tingkat tinggi mengenai peperangan manusia melawan mesin di masa mendatang. Tambahan lagi, cast yang memasang nama Bale rupanya tidak mengecewakan karena ia tampil total disini. Juga kemunculan tokoh Marcus Wright yang sedikit memunculkan twist di ending merupakan suatu inovasi baru. Tidak perlu berpikir jauh apalagi sampai menganalisa saat menyaksikan Salvation, nikmati saja spesial efek, adegan laga, kejutan-kejutan yang coba ditampilkannya.

Durasi:
110 menit

U.S. Box Office:
$65,316,217 in opening May 2009

Overall:
7.5 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!