XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label stephen lang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label stephen lang. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 September 2011

CONAN THE BARBARIAN : Sedikit Plus Banyak Minus Pahlawan Dark Ages

Quotes:
Conan: You have a name?
Tamara: Tamara Amalia Jorvi-Karashan. And yours?
Conan: Conan.
Tamara: Conan... that's it?
Conan: How many names do I need?


Storyline:
Kaum Cimmerian yang dipimpin oleh Corin berhasil menghancurkan kelompok penyihir Acheron. Bertahun-tahun kemudian dalam peperangan dengan rivalnya, Corin kehilangan istrinya yang terluka walau sempat melahirkan bayi laki-laki yang kelak diberi nama Conan. Tak terasa, Conan tumbuh menjadi remaja pria yang tegar sebelum menjelma menjadi pendekar tangguh. Balas dendam pun dicanangkannya terhadap Khalar Zym yang telah merenggut nyawa ayahnya itu. Dalam perjalanannya melintasi Hyboria, Conan berjumpa Tamara dan jatuh hati padanya. Tamara sendiri disinyalir keturunan terakhir yang dicari oleh Khalar Zym dan putrinya Marique untuk membangkitkan arwah Maliva demi menguasai dunia. Berhasilkah Conan menuntaskan misinya?

Nice-to-know:
Kellan Lutz dan Jared Padalecki sempat dipertimbangkan untuk peran Conan sebelum diputuskan nama anyar Jason Momoa.

Cast:
Angkat nama lewat serial tenar sepanjang masa Baywatch (1999-2001), Jason Momoa ditunjuk sebagai Conan
Stephen Lang sebagai Khalar Zym
Rachel Nichols sebagai Tamara
Ron Perlman sebagai Corin
Rose McGowan sebagai Marique

Director:
Pria kelahiran Jerman bernama Marcus Nispel ini terakhir menggarap film remake Friday The 13th (2009).

Comment:
Pertama-tama, Robert E. Howard harus diberikan penghormatan akan idenya menciptakan karakter Conan yang legendaris itu. Tidak peduli berapa banyaknya reboot, spin-off, prekuel, sekuel yang dihasilkan puluhan filmmaker selama beberapa masa, karakter Conan tetaplah karakter Conan ciptaan Howard yang gagah berani dan pantang menyerah. Sosok kepahlawanan yang patut diteladani oleh siapapun juga.
Sayangnya kali ini trio penulis Thomas Dean Donnelly, Joshua Oppenheimer dan Sean Hood seperti kesulitan menyatukan isi kepala mereka bersama-sama dalam menghasilkan skrip yang brilian. Lihat saja bagian pembuka dimana pengenalan Conan kecil yang begitu dangkal, setiap karakter di bagian ini hanya mengucapkan sebaris kalimat dimana adegan membunuh dan bertahan hidup berlalu begitu saja hingga memasuki fase berikutnya.


Lebih dari dua pertiga bagian film yang menceritakan Conan dewasa juga tidak jauh berbeda. Dibekali dengan serentetan adegan aksi berujung pertumpahan darah yang bombastis sekalipun tidak akan ada artinya jika tidak dilengkapi oleh plot cerita dan karakterisasi yang mampu mengikatkan diri dengan penonton. Tak kurang dari 8 orang produser yang bekerjasama pun semakin memperbesar “dosa” mereka dengan membalut film dalam format 3D yang sia-sia belaka!
Sutradara Nispel juga melakukan gaya penceritaan yang miskin dengan intensitas yang turun naik. Terkadang amat menjemukan dengan dialog-dialog klise antar tokohnya yang seakan tidak mengenal jaman, etika dan kebudayaan sekaligus. Semua mengalir begitu saja selayaknya kisah Conan terjadi di masa sekarang ini, kontras sekali dengan tata kostum yang sebetulnya sudah tampil meyakinkan sesuai periodenya itu.


Tokoh yang dimainkan oleh Lang dan McGowan menjadi karakter favorit saya disini dengan kekejian dan kelicikannya. Masih di atas Momoa ataupun Nichols yang justru tidak terlalu berhasil menciptakan keterikatan asmara yang kental di antara keduanya. Namun kekurangan yang terjadi tidak sepenuhnya patut ditimpakan pada mereka mengingat konsistensi pengarahan sang sutradara terhadap aktor-aktrisnya disini wajib dipergunjingkan.
Conan The Barbarian memang sepintas terlihat megah, epik dengan kinerja CGI yang lumayan mengesankan. Namun di balik semuanya, tidak ada motivasi kuat yang dibutuhkan dari filmmaker untuk mendongkrak pijakan film ini dari kelas B yang menempel padanya. Apabila anda tetap penasaran atau memang menyukai genre pahlawan klasik semacam ini, saksikanlah tanpa nalar yang kritis dan tingkat kepedulian yang minimum terhadapi segala minusnya. Bisa jadi versi HBO malah lebih baik dari yang satu ini.

Durasi:
110 menit

U
.S. Box Office:
$20,920,882 till mid Sep 2011

Overall:
7 out of 10

Movie-meter:

Notes:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!

Minggu, 20 Desember 2009

AVATAR : Petualangan Marinir Lumpuh Sebagai Avatar Pejuang

Quotes:
Jake Sully-They've sent us a message... that they can take whatever they want. Well we will send them a message. That this... this is our land!


Cerita:
Saat saudara kandungnya terbunuh pada perang, marinir lumpuh Jake Sully memutuskan untuk ikut serta dalam misi penjelajahan dunia Pandora. Disana ia belajar bahwa kepala perusahaan yang ambisius, Parker Selfridge berniat mengusir penduduk asli "Na'vi" demi mendapatkan material berharga di tanah mereka. Dalam pertukaran yang disepakati dengan operasi yang mungkin saja menyembuhkan kakinya, Jake bertemu kelompok militer yang dipimpin Kolonel Quaritch yang berusaha memanfaatkan teknologi "avatar" untuk mengelabui kaum Na'vi. Jake pun mulai menjalani kehidupannya sebagai penduduk asli Na'vi dan dekat dengan si cantik tangguh Neytiri. Kolonel Quaritch tidak tinggal diam dan dengan taktik kekejaman yang memaksa tentara bertempur. Pertempuran antara Na'vi dan manusia pun tak terelakkan yang pada akhirnya menentukan nasib dari dunia Pandora itu sendiri.


Gambar:
Berbagai lokasi dijadikan setting film ini mulai dari Hamakua Coast di Hawai'i, Hughes Aircraft di California hingga Studio Stone Street di New Zealand. Animasi yang ditampilkan dengan warna-warninya sangatlah memanjakan mata.


Act:
Film besar keduanya di tahun 2009 setelah Terminator : Salvation, Sam Worthington yang kelahiran UK ini semakin menemui kebintangannya apalagi dengan peran marinir pincang Jake Sully yang bertualang di dunia Avatar.

Salah satu pendukung Center Stage (2000) dalam debutnya, Zoe Saldana kini kebagian tokoh Neytiri, alien Na'vi yang cantik dan mandiri walaupun sebagian tubuhnya tertutup potret animasi.

Aktris senior, Sigourney Weaver menjadi ilmuwan Dr. Grace Augustine yang lembut hati.
Bertolak belakang dengannya, aktor kawakan Stephen Lang menjadi Kolonel Miles Quatrich yang tangguh dan tidak berperikemanusiaan.
Jangan lupakan Giovanni Ribisi dan Michelle Rodriguez sebagai Parker Selfridge dan Trudy Chacon.


Sutradara:
Mulai menjadi sutradara di usia 24 tahun lewat Xenogenesis (1978), James Cameron adalah salah satu sutradara paling perfeksionis yang dimiliki Hollywood. Avatar adalah karyanya yang ke-16 dengan bujet sekitar 230 juta dollar!

Comment:
Avatar yang sudah digadang-gadangkan Cameron sejak tahun 1984 baru memulai syutingnya pada tahun 2008 lalu. Hal ini dikarenakan secara artistik dan bujet, sulit mewujudkannya pada masa itu dan terlalu beresiko besar. Dan untungnya Cameron tidak putus asa mewujudkan visinya terhadap film luar biasa ini. Plot ceritanya simpel tetapi bermakna sangat dalam mulai dari isu rusaknya keseimbangan alam hingga perkembangan dunia baru yang masih misterius hingga saat ini. Tentunya belum menarik jika tema cinta, perseteruan, perjuangan tidak diturutsertakan. Semuanya itu didukung oleh visualisasi yang nyaris sempurna, lingkungan Pandora yang indah, makhluk-makhluk khayalan yang eksotis yang juga peka dan emosional. Meski awalnya terlihat aneh, niscaya penonton akan jatuh cinta dengan karakter tersebut. Detail yang ditampilkan selama lebih dari dua setengah jam rasanya tidak akan membuat anda jenuh. Apalagi WETA Workshop dan ILM melengkapinya dengan teknologi 3D. Dari cast, aktor-aktrisnya sendiri bermain baik disini terutama Worthington yang secara fisik terlihat rapuh tapi sangat tangguh jiwanya. Lang memainkan peran antagonis dengan meyakinkan. Belum lagi Weaver, Ribisi yang selalu maksimal. Saldana, Rodriguez juga cantik memukau. Namun tidak semuanya sempurna, eksplorasi cerita cenderung klise dan mudah ditebak karena pernah ditampilkan di berbagai media sebelumnya. Sebuah tontonan yang mungkin akan selalu diingat sebagian besar orang dan tidak heran jika berjaya di ajang penghargaan insan film dunia seperti Golden Globe yang sejauh ini menganugerahkan nominasi di empat kategori yaitu sutradara terbaik, film drama terbaik kategori drama, musik original terbaik dan lagu original terbaik untuk Leona Lewis dengan I See You.


Durasi:

155 menit


U.S. Box Office:

$77,025,481 in mid Dec 2009 (opening week)

Overall:

9 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable

7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good

9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!