XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label vincent zhao. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label vincent zhao. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 September 2012

WU DANG : Horrendous Script Awful Martial Arts

Original title:
大武当之天地密码

Nice-to-know:
Film yang diproduksi oleh Mei Ah Entertainment ini sudah rilis di China pada tanggal 6 Juli 2012 yang lalu.

Cast:
Zhao Wenzhuo sebagai Tang Yunlong
Yang Mini sebagai Tian Xin
Fan Siu-Wong sebagai Shui Heyi
To Yu-Hang sebagai Bai Long
Shaun Tam sebagai Paul Chen
Xu Jiao sebagai Tang Ning

Director:
Merupakan feature film ke-13 bagi Patrick Leung yang terakhir menggarap komedi Hei wong ji wong (2007).


W For Words:
Melihat nama Vincent Zhao, Louis Fan dan Dennis To ada di jajaran pendukungnya tentu wajar jika para penggemar film Mandarin mengharapkan suguhan martial arts yang luar biasa memukau. Apalagi settingnya sendiri mengambil lokasi pegunungan Wudang, terletak di bagian selatan lembah sungai Hansui yang dikenal sebagai pusat akademi praktisi meditasi, pengobatan tradisional, pengajaran Tao hingga pelatihan seni beladiri kungfu sejak jaman Dinasti Han ratusan tahun yang lalu. Namun jangan buru-buru menarik kesimpulan akan apa yang tersaji di hadapan anda.

Daratan Cina di jaman pembentukan RRC, pegunungan Wudang dibanjiri oleh pendekar-pendekar berilmu tinggi dari segala penjuru untuk mengikuti kompetisi beladiri. Dua kubu diantaranya adalah Professor Tang Yunlong beserta putrinya Tang Ning dan Tian Xin yang pernah mewarisi pedang pusaka dari kakeknya. Ternyata bukan hanya itu tujuan mereka, melainkan harta karun yang tersembunyi selama beratus-ratus tahun. Perburuan tersebut juga melibatkan penyelundup barang pusaka, Paul Chen melaksanakan niat jahat yang sudah lama direncanakannya.

Ujian terberat bagi aktor-aktris yang terlibat disini mungkin ada di cuaca dingin yang bahkan mencapai minus dimana kostum yang digunakan masing-masing terbilang tipis. Mereka juga berupaya menampilkan karakteristik beladiri yang berbeda-beda di atas kelemahan akting yang terasa amat kaku . Sutradara Patrick Leung menggunakan pendekatan old-fashioned untuk menerjemahkan tiap konflik dan penyelesaian yang ada meski mengalami keterbatasan dana. Untungnya scoring music dari Lincoln Lo dan editing milik Cheung Ka Fai tak terlalu mengecewakan.

Skrip Huang Jianxin menyimpan kelemahan terbesar dalam produksi film. Prolog yang dibuka dengan perburuan harta karun bergeser menjadi kompetisi bela diri. Belum selesai, penonton sudah disuguhi konflik percintaan dan pengorbanan yang cheesy. Kalimat-kalimat semacam: “Maukah kau menikahi ayahku?”, “Bersediakah kau menjadi istri anakku?”, “Jika aku mati..” akan membuat kening anda berkerut. Pada akhirnya semua tumpukan plot cerita tersebut ditutup begitu saja dengan menyisakan banyak pertanyaan, kenapa begini, kenapa begitu?

Sebenarnya Wu Dang berpotensi tinggi untuk menjadi besar jika digarap dengan lebih serius dan terencana. Bukan sekadar pengadeganan yang believable tanpa mengandung unsur “wow” samasekali. Koreografi yang tidak memukau dari Cory Yuen karena terlalu textbook dengan permainan kamera disini tak juga mampu dicover dengan pemanfaatan efek CGI yang tidak maksimal. Hasilnya? World Heritage Site di provinsi Hubei ini adalah satu-satunya hiburan anda lewat suguhan pemandangan alami yang tak terbantahkan indahnya.

Durasi:
99 menit

Overall:
6 out of 10

Movie-meter:


Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Rabu, 24 Maret 2010

TRUE LEGEND : Legenda Kehidupan Dewa Pengemis Mabuk

Storyline:
Pada jaman dinasti Qing, Su Qi-Er merupakan pria kaya dengan kedudukan terhormat. Namun sebuah konspirasi yang diprakarsai Yuan Lie menjatuhkannya hingga nyaris mati. Beruntung istrinya, Ying tetap mendampingi walau harus kehilangan anak mereka yang dibawa oleh Yuan. Lewat berbagai pengobatan, Su berhasil sembuh dan mulai mempelajari ilmu beladiri dari Dewa Mabok dan Pertapa Tua secara misterius. Ying yang takut Su menjadi tidak waras pergi mencari Yuan untuk mendapatkan anak mereka kembali. Akankah Su mampu menantang Yuan yang menguasai cakar 5 racun?

Nice-to-know:
Kembalinya Yuen Woo Ping di kursi sutradara setelah 14 tahun absen.

Cast:
Vincent Zhao sebagai Su Qi-Er
Zhou Xun sebagai Yuan Ying
Michelle Yeoh sebagai Sister Yu
Andy On sebagai Yuan Lie
Jay Chou sebagai Dewa Wushu / Dewa Mabuk
Guo Xiaodong sebagai Ma Qingfeng
David Carradine sebagai Anton

Director:
Merupakan salah satu pesohor perfilman Hongkong, Yuen Woo Ping melakukan debut penyutradaraannya lewat Se ying diu sau (1978).

Comment:
Tampaknya cukup sulit menghasilkan film kungfu Mandarin yang berkualitas dari berbagai aspek belakangan ini. Mungkin yang paling masuk akal adalah mengangkat biografi tokoh legenda jaman dahulu seperti yang sudah dilakukan Donnie Yen dalam IP Man. Kali ini Yuen Woo Ping melakukannya dalam film yang membahas Su Qi-Er ini. Apakah hasil akhirnya sama? Rasanya tidak mungkin karena lain koki maka lain pula masakannya apalagi menggunakan bumbu yang juga berbeda.
Kelemahan film ini adalah jalan ceritanya yang sangat tipikal yaitu anggota keluarga yang terbunuh, balas dendam yang gagal, mengasingkan diri untuk berguru, berlatih bertahun-tahun hingga akhirnya sukses melakukan pembalasan. Belum lagi penggunaan spesial efek yang cukup kentara disana-sini terutama dalam fighting scenenya ditambah proses editing yang masih lemah.
Dari jajaran cast, Vincent Zhao merupakan salah satu idola saya di awal kemunculannya. Meski belakangan namanya tenggelam, kali ini merupakan kesempatan emas baginya. Saya anggap teknik beladirinya memang pantas sebagai Su tapi dari sisi penjiwaan masih belum terlalu maksimal. Andy On lewat karakter antagonis Yuan Lie mengerikan dari segi fisik dan rasanya akan cukup memorable di mata para penonton film kungfu beberapa tahun terakhir. Belum lagi kemunculan Jay Chou sebagai Dewa dari segala dewa kungfu! Yang juga menarik adalah dukungan nama-nama senior macam Gordon Liu, Michelle Yeoh ataupun David Carradine dengan peran yang sebetulnya tidak terlalu penting.
True Legend memang seperti mengisahkan beberapa chapter yang terkesan terpotong-potong sebagai sebuah film utuh. Namun aksi nonstop sepanjang nyaris dua jam rasanya akan cukup menyenangkan bagi anda apalagi disuguhi bermacam-macam lanskap buatan yang lumayan kreatif seperti tepi jurang, dermaga, kuil, padang rumput hingga arena gladiator sebagai pamungkasnya dipadukan dengan koreografi beladiri yang mumpuni.

Durasi:
115 menit

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent