XL #PerempuanHebat for Kartini Day

THE RING(S) : A short movie specially made for Valentine's Day

Tampilkan postingan dengan label toby wilkins. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label toby wilkins. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 September 2010

SPLINTER : Teror Parasit Misterius Ancam Eksistensi

Tagline:
It will get under your skin.

Storyline:
Saat berencana camping di hutan, Polly dan kekasihnya yang lugu Seth merusak tenda mereka. Akhirnya keduanya memutuskan untuk menyewa motel murah di sekitar sana tapi di tengah perjalanan mobil mereka dibajak oleh pasangan buronan Dennis dan Lacey. Dennis memaksa Polly mengendarai mobil menuju pelarian mereka hingga tiba-tiba menggilas sesuatu di tengah jalan. Saat mengganti ban mobil, mereka berempat diserang oleh sel parasit asing. Apa yang terjadi sesungguhnya adalah permainan adu pintar sekaligus bertahan hidup.

Nice-to-know:
Sempat dinominasikan dalam Saturn Award 2009 kategori Best Horror Film.

Cast:
Angkat nama lewat serial Blade: The Series (2006), Jill Wagner kini kebagian peran utama Polly Watt
Pernah mendukung Road Trip (2000), Paulo Costanzo bermain sebagai Seth Belzer.
Sebelum ini tampil dalam Pride And Glory (2008), Shea Whigham disni bermain sebagai Dennis Farell
Rachel Kerbs sebagai Lacey Belisle

Director:
Pria kelahiran Inggris bernama Toby Wilkins ini sebelumnya hanya berpengalaman menggarap film pendek yang berujung pada 7 episode serial televisi Devil's Trade (2007).

Comment:
Menjelang Lebaran, slot film lokal banyak diisi dengan film kelas B ataupun "under the radar" movies seperti yang satu ini. Plotnya mengenai parasit yang menyusupi tubuh manusia mengubahnya menjadi monster hidup yang bisa menjangkiti sesamanya. Sepintas mengingatkan pada Slither (2006) yang gory sekaligus menjijikkan itu. Tema yang dikembangkan cenderung orisinil tanpa perlu mengucurkan dana yang besar untuk bujetnya. Tidak mengherankan jika hanya terdapat 6 nama dalam jajaran castnya dan 3 yang aktif mulai pertengahan hingga akhir film! Dan secara mengejutkan juga, ketiganya tampil solid! Terutama Whingham yang cocok sekali sebagai Dennis, buronan kasar yang menampilkan sisi humanismenya terhadap kekasihnya Lacey. Tak kalah menonjol, Costanzo yang mempotretkan Seth, pemuda lugu berpendidikan dokter yang ternyata cerdas. Sedangkan Wagner bermain lumayan dalam mengimbangi kedua aktor yang tersebut di atas. Menarik melihat mereka saling berbagi scene sehingga dialog yang sederhana sekalipun tetap membuat anda terekat di bangku dengan tenang.
Sutradara Wilkins menciptakan sosok teror lewat cara sederhana terlihat dari "penampakan" yang ala kadarnya dengan gerakan robotik disana-sini. Namun yang berhasil mencekam adalah kemisteriusan parasit itu sendiri, bagaimana dia mengintai target dan cara penyerangannya. Tidak buruk untuk debutan seperti dia yang meminimalisasi spesial efek atau usaha eksekusi yang terlalu berlebihan. Semua itu menjadikan Splinter sebuah thriller simpel yang mengasyikkan untuk disaksikan dalam durasi yang tergolong singkat. Meskipun endingnya mungkin sudah bisa ditebak, audiens rasanya tetap antusias dan senang-senang saja ditakut-takuti. Tontonlah sebelum hilang dari peredaran bioskop!

Durasi:
80 menit

U.S. Box Office:
$9,517 till end of Oct 2008 (only 4 screens).

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent

Jumat, 11 September 2009

THE GRUDGE 3 : Mencoba Menghentikan Kutukan Kayako

Tagline:
You can't escape the curse

Quotes:
Sullivan-Are there any other boys living in this building?
Lisa-No, Jake was it... Why?

Cerita:
Setelah Jake, bocah laki-laki terakhir yang selamat dari kutukan apartemen di Chicago akhirnya meninggal, teror hantu Kayako dan putranya Toshio kembali lagi. Kali ini menghampiri beberapa penghuni yang masih tertinggal termasuk tiga bersaudara pengurus apartemen, Max, Lisa dan si kecil Rose. Seorang wanita Jepang misterius bernama Naoko datang kesana dan bertekad mengakhiri kutukan tersebut dengan bantuan Lisa dan Rose. Tapi apakah semuanya bisa terselesaikan sebelum terlambat?

Gambar:
Visualisasi hantu terasa terlalu pucat sehingga kurang natural. Namun masih cukup setia dengan pakem elemen horor yang ditampilkan prekuelnya.

Act:
Penampilan aktor-aktris utama film ini tidak terlalu spesial tapi tidak bisa dikategorikan buruk juga, dimaklumi karena semuanya bisa dibilang pendatang baru.
Johanna Braddy sebagai Lisa.
Gil McKinney sebagai Max.
Beau Mirchoff sebagai Andy.
Jadie Hobson sebagai Rose.
Shawnee Smith sebagai Dr. Sullivan.
Emi Ikehata sebagai Naoko.


Sutradara:
Pria Inggris bernama Toby Wilkins ini lebih banyak berkiprah dalam bidang visual efek. Namun karya penyutradaraan terakhirnya, Splinter (2008) cukup memuaskan sehingga dipercaya menangani versi ketiga Ju-On Hollywood.

Komentar:
Ketiga dan langsung rilis dalam format video di Amerika sana. Setidaknya fakta tersebut menjadikan anda tidak perlu berekspektasi tinggi terhadap film ini. Perkiraan saya tidak jauh meleset, Grudge 3 hanyalah pengulangan dari apa yang sudah disajikan sebelumnya yaitu plot yang kurang lebih sama, setting yang tidak jauh berbeda, hantu yang sama, kejutan yang hampir mirip tetapi kesamaan yang paling mengganggu adalah ketidakpercayaan tokoh utama terhadap hal-hal supernatural, sungguh bodoh dan sangat tidak penting! Perbedaannya adalah episode 3 ini sedikit lebih gory walau tidak terlalu diekspos. Beberapa adegan masih cukup mengejutkan, terima kasih pada ilustrasi musik yang konsisten. Secara keseluruhan, kualitasnya sedikit lebih baik dari film-film format video tetapi memang franchise The Grudge sudah melelahkan jadi segmennya hanya untuk penonton setia. Open ending yang sudah bisa diduga seperti biasa tetapi mohon jangan dibayangkan kemungkinan episode 4 nya. Cukup!

Durasi:
90 menit

Overall:
7 out of 10

Penilaian:
Karya seni ga boleh dibawah 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent
No such perfect 9.5 or 10!